cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Optimalisasi peran kader kesehatan dalam pencegahan penyakit arteri perifer pada penderita diabetes mellitus Achmad Syukkur; Yafet Pradikatama Prihanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33426

Abstract

Abstrak Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Mencegah Penyakit Arteri Perifer (PAP) melalui Edukasi Faktor Risiko pada Penderita Diabetes Mellitus (DM) dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program ini dilakukan karena mitra masih menghadapi masalah seperti kurangnya pengetahuan kader tentang faktor risiko PAP, keterampilan pemantauan yang belum optimal, serta terbatasnya upaya pencegahan dini pada penderita DM. Tujuan kegiatan ini  untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mengenali serta mengedukasi masyarakat terkait risiko terjadinya komplikasi PAP pada pasien DM. Bentuk kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, praktik langsung, serta evaluasi pretest dan post-test untuk memperkuat pengetahuan dan melatih kader tentang faktor risiko PAP pada penderita DM. Hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta, yaitu sebesar 55,17%, dari skor rata-rata 52,73 (kategori cukup) menjadi 81,82 (kategori baik). Sementara itu, pada aspek keterampilan pemantauan PAP, terjadi peningkatan sebesar 44,66%, dari nilai rata-rata praktik 58,52 (perlu pembinaan lanjutan) menjadi 84,66 (kategori kompeten). Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi dan melakukan pencegahan PAP pada penderita DM di masyarakat. Kata kunci: kader kesehatan; diabetes mellitus; penyakit arteri perifer; edukasi faktor risiko. Abstract The Optimization of the Role of Health Cadres in Preventing Peripheral Artery Disease (PAD) through Risk Factor Education for Patients with Diabetes Mellitus (DM) was carried out in Pandansari Village, Poncokusumo Subdistrict, Malang Regency. This program was implemented because the partner still faced several issues, such as limited knowledge of cadres regarding PAD risk factors, suboptimal monitoring skills, and inadequate early prevention efforts for patients with DM. The purpose of this activity was to enhance the capacity of health cadres in identifying and educating the community about the risks of PAD complications among DM patients. The activities were conducted through interactive lectures, group discussions, simulations, hands-on practice, as well as pre-test and post-test evaluations to strengthen knowledge and train cadres on PAD risk factors in DM patients. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with an increase of 55.17%, from an average score of 52.73 (fair category) to 81.82 (good category). Meanwhile, in terms of PAD monitoring skills, there was an improvement of 44.66%, from an average practice score of 58.52 (requiring further guidance) to 84.66 (competent category). Through this program, health cadres are expected to play a more active role in providing education and implementing PAD prevention efforts for DM patients in the community. Keywords: health cadres; diabetes mellitus; peripheral artery disease; risk factor education.
Peran kesehatan lingkungan dalam pencegahan stunting pada anak usia dini di Desa Bucor Kulon Syukron Abdallah; Muhammad Zaky Kamal; Fahrudin Yusuf; Revydo Eky; Muhammad Abdul Jabbar; Ainun Nabilah; Fida Dwi; Citra Dwi Yanti; Masna Hikmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33709

Abstract

AbstrakStunting di Desa Bucor Kulon, Kabupaten Probolinggo, masih menjadi masalah serius yang tidak hanya terkait gizi, tetapi juga kondisi kesehatan lingkungan. Kebiasaan membakar sampah plastik, membuang limbah ke sungai, serta kurangnya pemahaman sanitasi turut memperburuk kualitas hidup anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang peran kesehatan lingkungan dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui kerja bakti mingguan, pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), serta penyuluhan sanitasi dan stunting. Program berlangsung Juni–Juli 2025 dengan melibatkan 24 peserta inti (kader Posyandu, ibu rumah tangga, perangkat desa) dan dihadiri 47 warga pada sesi penyuluhan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, wawancara, serta observasi langsung. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan warga dari 52,3 menjadi 87,1, dengan 83% peserta mampu menerapkan praktik pencegahan sederhana seperti mencuci tangan, pengolahan air minum, dan pemilahan sampah. Selain itu, terbentuk kelompok edukasi lingkungan yang berinisiatif melakukan kunjungan rumah secara mandiri. Program ini membuktikan bahwa kesehatan lingkungan merupakan faktor kunci dalam pencegahan stunting, dan pendekatan berbasis aset mampu menumbuhkan perubahan berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata kunci: Pencegahan stunting; kesehatan lingkungan; Asset-Based Community Development (ABCD). AbstractStunting in Bucor Kulon Village, Probolinggo Regency, remains a serious issue that is not only related to nutrition but also to environmental health conditions. Practices such as burning plastic waste, disposing of garbage into rivers, and limited awareness of sanitation have worsened the quality of children’s living environments. This community service program aimed to raise awareness of the role of environmental health in preventing stunting among early childhood populations. The method applied was the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through weekly community clean-ups, the construction of a Temporary Waste Disposal (TPS) facility, and health education sessions on sanitation and stunting prevention. The program was conducted from June to July 2025, involving 24 core participants (Posyandu cadres, housewives, and village officials) and attended by 47 residents during the main educational session. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments, interviews, and direct observation. Results showed a significant improvement in knowledge, with the average score increasing from 52.3 to 87.1. Moreover, 83% of participants demonstrated the ability to apply simple preventive practices, such as handwashing, water treatment, and waste sorting. A local environmental education group was also established to continue awareness activities independently. This program demonstrates that environmental health is a key factor in stunting prevention, and asset-based approaches can foster sustainable community-driven change. Keywords: stunting prevention; environmental health; Asset-Based Community Development (ABCD).
Pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi nyeri lutut pada pasien osteoarthritis dengan terapi latihan Mar'atun Ulaa; Riska Marlin; Romiko Romiko; Yuniza Yuniza; Aisyah Rizky Amanah; Athiya Nur Shadrina; Desi Ulandari; Ega Dwi Wandari; Enik Dwi Septiani; Florendia Florendia; Hafita Nilanda; Muhammad Aryo Ramadhani; Septiani Susanti; Winda Sapitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33556

Abstract

AbstrakNyeri lutut atau osteoarthritis knee merupakan suatu kondisi degeneratif kronis akibat adanya peradangan pada jaringan disekitar lutut. Usia adalah predictor terkuat Osteoarthritis (OA) lutut. Gejala klinis OA yaitu kekakuan sendi, nyeri sendi dan disfungsi sendi, namun masalah utama bagi sebagian besar pasien adalah rasa sakit atau nyeri pada sendi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan memberdayakan masyarakat untuk mengurangi nyeri lutut pada pasien osteoarthritis dengan terapi latihan  pada lansia yang berjumlah 98 orang dengan kondisi nyeri pada sendi lutut di Desa Palemraya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi dengan media leaflet di lengkapi dengan keterangan gambar latihan untuk mengurangi keluhan nyeri lutut yang dilaksanakan pada tanggal 08 Februari 2025. Berdasarkan hasil kegiatan, nyeri lutut pada lansia berkurang dengan rata-rata nyeri sebelum terapi Latihan sebesar 6,09 dan rata-rata nyeri setelah terapi latihan sebesar 3,55, dengan perbedaan rerata nyeri sebelum dan setelah terapi Latihan sebesar  2.54 menggunakan Numerical Rating Scale. Terapi Latihan pada lansia dapat menurunkan nyeri lutut. Kata Kunci: nyeri lutut; osteoartritis; terapi latihan. AbstractKnee pain or knee osteoarthritis is a chronic degenerative condition due to inflammation of the tissues around the knee. Age is the strongest predictor of knee Osteoarthritis (OA). Clinical symptoms of OA are joint stiffness, joint pain and joint dysfunction, but the main problem for most patients is pain or tenderness in the joints. Community service activities are carried out with the aim of empowering the community to reduce knee pain in osteoarthritis patients with exercise therapy in 98 elderly people with knee joint pain conditions in Palemraya Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency. This counseling uses lectures, discussions and demonstrations with leaflets equipped with image descriptions of exercises to reduce complaints of knee pain which was carried out on February 8, 2025. Based on the results of activities, knee pain in the elderly was reduced with an average pain before exercise therapy of 6.09 and an average pain after exercise therapy of 3.55, with a difference in the average pain before and after exercise therapy of 2.54 using the Numerical Rating Scale.  Exercise therapy in the elderly can reduce knee pain. Keywords: knee pain; osteoarthritis; exercise therapy.
Peningkatan kapasitas pelaku wisata melalui transformasi digital untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba Barat Daya Paulina Yuritha Amtiran; Muhamad Dian Aryono; Muhammad Alwan Habibi Muslih; Putri G.H. Kale Ledo; Michael S. Adu; Nekkidin S.A. Pong
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34016

Abstract

Abstrak Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sumba Barat Daya menghadapi tantangan rendahnya literasi digital di kalangan pelaku wisata, yang berdampak pada keterbatasan promosi dan jangkauan pasar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku wisata dalam pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 7–9 Juli 2025 di Gedung Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, melibatkan 40 peserta yang terdiri dari pelaku wisata, pengelola desa wisata, dan komunitas muda lokal. Metode pelaksanaan mencakup edukasi partisipatif, pelatihan praktik, diskusi kelompok, simulasi pembuatan konten promosi, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan digital marketing, strategi branding destinasi, teknik pembuatan konten visual, dan pengelolaan akun bisnis di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan 85% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan menggunakan media sosial untuk promosi wisata. Peserta mulai aktif membuat konten, mengembangkan strategi promosi, dan memanfaatkan platform digital secara konsisten. Beberapa peserta bahkan telah merancang paket wisata berbasis kearifan lokal untuk ditawarkan kepada target pasar awal seperti sekolah dan komunitas. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing destinasi wisata serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam memperkuat ekonomi lokal. Keberlanjutan program diharapkan melalui pelatihan lanjutan, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, pembentukan kelompok kerja desa wisata, dan monitoring berkala untuk memastikan dampak yang berkesinambungan. Kata kunci: : pengabdian; pelatihan; literasi digital; pariwisata berkelanjutan; Sumba Barat Daya. Abstract Sustainable tourism development in Sumba Barat Daya faces the challenge of low digital literacy among tourism actors, resulting in limited promotion and market reach. This community service program aimed to enhance the capacity of tourism stakeholders in digital marketing through direct training and mentoring. The activity was conducted on July 7–9, 2025, at the Sumba Barat Daya Tourism Office, involving 40 participants consisting of tourism practitioners, village tourism managers, and local youth communities. The implementation methods included participatory education, hands-on training, group discussions, simulation of promotional content creation, as well as ongoing evaluation and monitoring. The training materials covered the fundamentals of digital marketing, destination branding strategies, visual content creation techniques, and business account management on social media platforms. The results showed that 85% of participants experienced significant improvements in understanding and skills in using social media for tourism promotion. Participants became more active in creating content, developing promotional strategies, and consistently utilizing digital platforms. Several participants even designed tourism packages based on local wisdom to offer to initial target markets such as schools and community groups. This program has made a tangible contribution to improving the competitiveness of tourism destinations and encouraging the use of digital technology to strengthen the local economy. Program sustainability is expected through advanced training, collaboration with the Tourism Office, the establishment of village tourism working groups, and periodic monitoring to ensure long-term impact. Keywords: community service; training; digital literacy; sustainable tourism; Southwest Sumba.
Strategi pengembangan ternak sapi melalui sinkronisasi birahi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Teupin Reudep Kabupaten Bireuen Ahmad Syakir; Mustafa Kamal; Zulkifli Zulkifli; Weny Novita Sari; Suryani Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33276

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Jaya Bersama adalah kelompok peternak sapi yang mengalami tantangan dalam meningkatkan tingkat kebuntingan dan kelahiran. Masalah yang peternak hadapi adalah kejadian estrus atau birahi yang tidak terdeteksi, sehingga penjadwalan kawin menjadi tidak tepat dan mengakibatkan kegagalan dalam proses kebuntingan. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan menerapkan strategi pemeriksaan kebuntingan dan sinkronisasi estrus (SE) agar tanda-tanda estrus lebih mudah terlihat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pertama, informasi dan kesepakatan terkait program SE disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan. Sebanyak 36 ekor sapi betina yang produktif digunakan dalam kegiatan ini, dan dari pemeriksaan organ reproduksi, ditemukan 7 ekor sapi yang bunting, 10 ekor mengalami masalah reproduksi, dan 19 ekor sapi siap untuk disinkronisasi estrus. Hormon yang digunakan dalam proses ini adalah PGF2α dengan metode injeksi dua kali. Dari hasil sinkronisasi, berhasil diamati 18 ekor sapi yang menunjukkan tanda estrus, sementara 1 ekor tidak terpantau. Berdasarkan hasil kegiatan singkronisasi estrus dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan singkronisasi estrus dapat meningkatkan jumlah sapi betina birahi  di Kelompok Ternak Jaya Bersama. Kata kunci: singkronisasi; birahi; ternak; Bireuen Abstract Jaya Bersama Farmer Group is a group of cattle farmers who experience challenges in increasing pregnancy and birth rates. The problem that farmers face is the undetected occurrence of estrus or lambing, so that mating scheduling becomes inappropriate and results in failure in the pregnancy process. To overcome this problem, a community service was carried out by applying strategies for pregnancy examination and estrus synchronization (SE) so that signs of estrus are more easily visible. This community service activity consists of three stages, namely socialization, implementation, and evaluation. In the first stage, information and agreements related to the SE program were delivered, followed by implementation in the field. A total of 36 productive female cows were used in this activity, and from the examination of reproductive organs, 7 cows were found to be pregnant, 10 cows had reproductive problems, and 19 cows were ready for estrus synchronization. The hormone used in this process is PGF2α with a two-time injection method. From the synchronization results, 18 cows were observed showing signs of estrus, while 1 cow was not observed. Based on the results of estrus synchronization activities, it can be concluded that the use of estrus synchronization activities can increase the number of cows in heat in the jaya Bersama Livestock Group. Keywords: synchronization; oestrus; livestock; Bireuen.
Pendampingan caregiver formal dalam peningkatan pengetahuan tentang analisis kebutuhan sistem informasi catatan keperawatan lansia di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Lawang Wisoedhanie Widi Anugrahanti; Jeffry Atur Firdaus; Endang Krisnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33277

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat di Lembaga Kesejahteraan Sosial-Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Desa Ketindan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur dilaksanakan dengan memperhatikan adanya kebutuhan peningkatan pengetahuan caregiver formal tentang analisis kebutuhan bagi pengembangan sebuah sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan pencatatan keperawatan yang telah terlaksana selama ini secara manual. Data hasil pemeriksaan atau observasi keperawatan yang telah dilakukan secara rutin setiap hari dicatat secara manual pada kertas masing-masing caregiver pemeriksa lansia untuk selanjutnya dipindahkan secara manual ke dalam formulir status kesehatan masing-masing lansia. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan caregiver formal tentang analisis kebutuhan sistem informasi catatan keperawatan. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan memberikan penyuluhan serta melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan data kebutuhan sistem informasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) kali pertemuan pada tanggal 3, 9 dan 11 Juli 2025 dengan peserta yang terlibat caregiver formal di LKS-LU Pangesti Lawang sejumlah 14 (empat belas) orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kegiatan pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner yang terdiri atas sejumlah 15 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pemahaman pre-test 57,64 dan rata-rata skor post-test 88,14 dengan capaian peningkatan pengetahuan caregiver formal tinggi yang ditunjukkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,72, dengan capaian efektivitas kegiatan pengabdian masyarakat tergolong cukup efektif yang ditunjukkan oleh nilai persentase N-Gain sebesar 72,46%. Peningkatan pengetahuan caregiver formal tentang analisis kebutuhan sistem informasi meningkatkan kapasitas caregiver formal dalam pengelolaan rencana pengembangan sistem informasi catatan keperawatan berikut tersedianya data tentang analisis kebutuhan sistem dan pengguna yang dihasilkan dari Focus Group Discussion yang telah dilaksanakan. Disarankan bagi LKS-LU Pangesti Lawang untuk meningkatkan pengetahuan caregiver formal melalui metode lain seperti penyuluhan tidak langsung menggunakan poster atau leaflet serta mempertimbangan pengembangan sistem informasi bagi catatan keperawatan lansia di LKS-LU Pangesti Lawang. Kata kunci: analisis kebutuhan; catatan keperawatan; lansia; sistem informasi. Abstract Community service activities at the social welfare institution for the elderly (LKS-LU) Pangesti Ketindan Village, Lawang District, Malang Regency East Java Province were carried out by taking into account the need to increase formal caregivers' knowledge regarding needs analysis for the development of an information system that can support nursing recording activities that have been carried out manually so far. Data from nursing examinations or observations that have been carried out routinely every day are recorded manually on each caregiver's paper for examining the elderly and then transferred manually into each elderly person's health status form. The purpose of this activity is to increase formal caregivers' knowledge about needs analysis for nursing record information systems. Knowledge improvement was carried out by providing counseling and conducting Focus Group Discussions (FGD) to formulate information system needs data. This activity was carried out in 3 (three) meetings on July 3, 9 and 11, 2025 with 14 (fourteen) participants involved as formal caregivers at LKS-LU Pangesti Lawang. Evaluation of the activity was carried out through pre-test and post-test activities with a questionnaire instrument consisting of 15 questions. The results of the activity showed an average pre-test understanding score of 57.64 and an average post-test score of 88.14 with a high achievement of increasing formal caregiver knowledge as indicated by an average N-Gain value of 0.72, with the achievement of the effectiveness of community service activities being classified as quite effective as indicated by the N-Gain percentage value of 72.46%. Increasing formal caregivers' knowledge about information system needs analysis increases the capacity of formal caregivers in managing the nursing records information system development plan, along with the availability of data on system needs analysis and users resulting from the Focus Group Discussion that has been conducted. It is recommended for LKS-LU Pangesti Lawang to increase the knowledge of caregivers through other methods such as indirect counseling using posters or leaflets and considering the development of an information system for elderly nursing records at LKS-LU Pangetsi Lawang. Keywords: needs analysis; nursing records; elderly; information systems.
Implementasi sistem e-MagInd untuk meningkatkan mutu manajemen praktik kerja lapangan kelas unggulan di SMK Adi Sumarmo Azizah Nurul Husnaini; Rasyid Sidik; Muhammad Kholil
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33976

Abstract

Abstrak Manajemen Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Adi Sumarmo masih dilakukan secara manual, mulai dari pendataan siswa, penempatan lokasi PKL, pembuatan laporan PKL, dan pengisian kegiatan harian PKL. Proses manual ini menimbulkan beberapa kendala, seperti lambatnya akses data, potensi kesalahan pencatatan, sulitnya pemantauan kegiatan, menurunnya kedisiplinan, dan rendahnya motivasi siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan sistem elektronik magang industri (e-MagInd) guna meningkatkan efisiensi dan mutu manajamen PKL. Proses implementasi sistem tersebut telah melalui beberapa tahapan meliputi analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan sistem, uji kelayakan, serta pelatihan bagi guru dan siswa. Sistem e-MagInd mampu meningkatkan produktivitas, mendukung ketertiban siswa, memudahkan guru dalam membimbing dan memantau kegiatan, serta mengukur capaian ketrampilan siswa. Hasil implementasi memberikan dampak modernisasi dalam pengelolaan data dan dukungan manajemen kegiatan PKL yang berbasis IT di sekolah mitra. Pemanfaatan sistem ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan PKL yang berkelanjutan dan menjadi model bagi pengembang sistem serupa di sekolah lain. Kata kunci: E-magind; sistem; teknologi; prakik kerja lapangan; pengabdian. Abstrak The management of internships at SMK Adi Sumarmo is still done manually, from data collection of students, placement of internship locations, creation of internship reports, to filling in daily internship activities. This manual process leads to several issues, such as slow data access, potential recording errors, difficulties monitoring activities, declining discipline, and low student motivation. Based on these issues, this service aims to implement an electronic industrial internship system (e-MagInd) to improve the efficiency and quality of internship management. The implementation process of this system has gone through several stages, including needs analysis, system design and development, feasibility testing, and training for teachers and students. The e-MagInd system can improve productivity, support student discipline, facilitate teachers in guiding and monitoring activities, as well as measure student skill achievements. The results of the implementation provide a modernisation impact on data management and IT-based support for extracurricular management in partner schools. The utilisation of this system is expected to support sustainable internship management and serve as a model for developing similar systems in other schools. Keywords: E-magind; system; technology; internship; community service.
Optimalisasi limbah industri busana untuk hiasan busana dengan pendekatan zero waste dalam program pemberdayaan ibu PKK Nagari Sungai Jambu Hadiastuti Hadiastuti; Rafikah Husni; Siska Miga Dewi; Puji Hujria Suci
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34184

Abstract

AbstrakLimbah industri busana merupakan salah satu konstributor utama limbah tekstil yang berdampak signifikan terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik dan tepat. Pendekatan zero waste menjadi solusi strategis untuk meminimalkan limbah dengan cara mendaur ulang dan memanfaatkan kembali material yang ada. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ibu PKK di Nagari Sungai Jambu melalui pelatihan pemanfaatan limbah busana menjadi hiasan busana yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan pelaksanaan meliputi: sosialisasi, penyampaian teori, pelatihan, demonstrasi, praktik, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait konsep zero waste, keterampilan teknis dalam pengolahan limbah tekstil, serta motivasi berwirausaha. Pelatihan ini juga berhasil menghasilkan berbagai karya hiasan busana berbasis limbah yang berpotensi dipasarkan secara lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkonstribusi pada pengurangan limbah tekstil, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui pemberdayaan perempuan. Kata kunci: zero waste; limbah industri busana; hiasan busana; pemberdayaan; ibu PKK. Fashion industry waste is one of the main contributors to textile waste that has a significant impact on the environment if not managed properly. The zero waste approach is a strategic solution to minimize waste by recycling and reusing existing materials. This program aims to empower PKK mothers in Nagari Sungai Jambu through training in the utilization of fashion waste into fashion ornaments that have aesthetic and economic value. The method used is Participatory Action Research (PAR), with implementation stages including: socialization, theory delivery, training, demonstration, practice, mentoring, evaluation, and follow-up. The results of the activity showed a significant increase in participants' knowledge related to the concept of zero waste, technical skills in processing textile waste, and entrepreneurial motivation. This training also succeeded in producing various waste-based fashion decoration works that have the potential to be marketed locally. Thus, this program not only contributes to the reduction of textile waste, but also strengthens the community-based creative economy through women empowerment. Keywords: zero waste; fashion industry waste; fashion embellishment; empowerment; women PKK.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi interaktif di SD Negeri 2 Tawangbanteng Aina Luthfiya; Citra Dina Purwanti; Dede Nabilah Nurhasanah; Nadia Siti Nuraeni; Andhika Bayu Firdaus; Bryan Restu Pratama; Fajar Setiawan; Rendy Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34033

Abstract

AbstrakPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ialah rutinitas harian yang paling berpengaruh pada peningkatan mutu kesehatan seseorang dan juga lingkungan sekitar. Penerapan PHBS di kalangan anak usia sekolah masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan edukasi yang menarik dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan guna mengetahui efektivitas edukasi interaktif dalam meningkatkan pengetahuan PHBS pada siswa SD Negeri 2 Tawangbanteng. Srudi ini menerapkan desain One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan 23 siswa kelas VI. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, simulasi praktik mencuci tangan dan menyikat gigi, permainan edukatif, yel-yel, dan kuis. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan posttest berisi 10 pertanyaan terkait PHBS. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 83,91% (pretest) menjadi 92,61% (posttest) dengan peningkatan signifikan terutama pada siswa dengan nilai awal rendah. Edukasi interaktif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa dalam menerapkan PHBS. Keberhasilan program dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang menyenangkan dan partisipasi aktif siswa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas di sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif dapat menjadi strategi efektif dalam promosi PHBS di sekolah dasar dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan guru, orang tua, serta penyediaan sarana pendukung. Kata kunci: perilaku hidup bersih dan sehat; edukasi interaktif; sekolah dasar; pengetahuan kesehatan; praktik kebersihan diri. AbstractClean and Healthy Living Behavior (PHBS) are daily routines that greatly influence the improvement of an individual’s and the surrounding environment. The implementation of PHBS among school-aged children still needs to be improved through an attractive and interactive educational approaches. This study aims to assess the effectiveness of interactive education in improving PHBS knowledge among students of SD Negeri 2 Tawangbanteng. The study employed a One Group Pretest–Posttest design involving 23 sixth-grade students. The intervention was conducted through interactive lectures, handwashing and toothbrushing simulation practices, educational games, cheers, and quizzes. The instruments used were pretest and posttest questionnaires containing 10 questions related to PHBS. The research results indicate an increase in the average score from 83.91% (pretest) to 92.61% (posttest) with a significant improvement, especially among students with initially low scores. Interactive education has proved effective in improving students' knowledge and motivation in implementing Healthy Living Behaviors (PHBS). The success of the program was influenced by enjoyable teaching methods and active student participation, although there are still challenges such as limited facilities in schools. This activity shows that interactive education can be an effective strategy in promoting PHBS in elementary schools and needs to be carried out continuously with support from teachers, parents, and the provision of supporting facilities. Keywords: clean and healthy living behavior; interactive education; elementary school; health knowledge; personal hygiene practices.
Pendampingan pengelolaan perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar Mahsup Mahsup; Putri Adekantari; Rahmawati Rahmawati; Radiatul Adawia; Ratu Astuti; Muhammad Kukuh Wibawa; Ratni Ratni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34101

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi siswa di SDN 2 Pelangan karena keterbatasan fasilitas perpustakaan dan kurangnya penataan koleksi buku. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Kegiatan dilaksanakan bersama SDN 2 Pelangan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa selama satu minggu melalui tahapan diskusi, penataan koleksi buku, pelabelan dan penataan ruang baca. Evaluasi dilanjutkan melalui observasi,wawancara, dan survei pada guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan perpustakaan, dan peningkatan minat baca siswa sebesar kurang lebih 35% berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Program ini juga meningkatkan keterlibatan guru (soft kill pengelolaan perpustakaan) sebesar kurang lebih 40% dalam mengelola koleksi buku dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran. Kata kunci: pendampingan; pengelolaan perpustakaan; literasi siswa; minat baca. AbstractThis community service activity is motivated by the low literacy skills of students at SDN 2 Pelangan due to limited library facilities and inadequate book collection management. The aim of this service is to improve students' literacy skills through School Library Management Assistance. The activity was conducted in collaboration with SDN 2 Pelangan involving lecturers and students for one week through stages of discussion, book collection arrangement, labeling, and reading room organization. Evaluation continued through observations, interviews, and surveys of teachers and students. The results show a significant improvement in library management, and an increase in students' reading interest of approximately 35% based on the results of observations and interviews. This program also improved teachers' involvement (soft skills in library management) by about 40% in managing book collections and utilizing the library as a learning resource. Keyword: assistance; library management; student literacy; reading interest.