cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Dampak terapi modalitas senam mata & terapi kognitif tebak gambar dalam mengatasi penurunan kemampuan kognitif lansia Nova Nurwinda Sari; Annisa Agata; Hernida Warni; Fitri Anita; Miranti Dea Dora; Herlina Herlina; Eka Yuliani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.30381

Abstract

Abstrak Proses menua mengakibatkan berbagai dampak tidak hanya kemunduran secara fisik tetapi juga kemunduran sosial, spiritual serta kognitif. Terjadinya kemunduran fungsi fisik dan fungsi kognitif pada lansia juga dialami oleh sebagian besar lansia yang ada di PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Hal ini didukung oleh hasil wawancara terhadap petugas panti dan hasil pengkajian menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE) diketahui bahwa 4 lansia mengalami gangguan kognitif dengan kategori Portable Gangguan Kognitif. Mayoritas lansia mengatakan sering lupa menaruh barangnya sendiri, lupa terhadap hari dan tanggal saat ini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia serta melatih ketajaman penglihatan lansia. Kegiatan pengabdian Masyarakat diikuti oleh 35 lansia dan 7 petugas panti. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi, demonstrasi dan memberikan terapi aktivitas kelompok dengan permainan tebak gambar. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terapi modalitas senam mata dan terapi kognitif tebak gambar memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketajaman penglihatan dan daya ingat lansia. Hasil observasi didapatkan lansia mampu menebak potongan gambar yang ditampilkan serta mampu mengingat suara yang muncul dari gambar yang dipaparkan pada saat kegiatan. Kegiatan terapi aktifitas kelompok permainan tebak gambar maupun terapi modalitas senam mata sebaiknya terus diberikan kepada lansia untuk memperlambat terjadinya demensia, meningkatkan daya ingat, meningkatkan ketajaman penglihatan serta memberikan hiburan sehingga lansia tidak merasa jenuh menjalani kehidupan sehari – hari. Kata kunci: lansia; terapi modalitas senam mata; terapi kognitif tebak gambar AbstractThe aging process causes various impacts, not only physical decline but also social, spiritual and cognitive decline. The decline in physical function and cognitive function in the elderly is also experienced by most of the elderly at PSLU Tresna Werdha Natar South Lampung. This is supported by the results of interviews with nursing home officers and the results of the assessment using the Mini Mental State Exam (MMSE) which showed that 4 elderly people experienced cognitive disorders with the category of Portable Cognitive Disorders. The majority of elderly people said they often forgot to put their own things, forgot the current day and date. The purpose of this community service activity is to improve cognitive abilities in the elderly and to train the visual acuity of the elderly. Community service activities were attended by 35 elderly people and 7 nursing home officers. The methods used were providing education, demonstrations and providing group activity therapy with a guessing game. The results of the activity showed that eye exercise modality therapy and guessing cognitive therapy had a positive impact on improving the visual acuity and memory of the elderly. The results of the observation showed that the elderly were able to guess the pieces of the picture displayed and were able to remember the sounds that appeared from the pictures displayed during the activity. Group activity therapy activities such as guessing picture games and eye exercise modality therapy should continue to be given to the elderly to slow down the occurrence of dementia, improve memory, improve visual acuity and provide entertainment so that the elderly do not feel bored in living their daily lives. Keywords : elderly; eye exercise modality therapy; guess picture cognitive therapy
Penguatan branding digital UMKM Pekka (Studi Kasus LPP-Pekka Yayasan Masjid Agung Palembang) Nofiansyah, Doly; Sandika, Sigit; Sulistiawati, Tri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32102

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan digital branding para pelaku usaha UMKM, khususnya perempuan kepala keluarga (Pekka) di lingkungan Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Yayasan Masjid Agung Palembang, yang menghadapi tantangan berat dalam memasarkan produk di era digital. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan digital branding guna memperkuat daya saing usaha UMKM yang dijalankan oleh perempuan kepala keluarga. Metode pengabdian yang digunakan adalah Training of Trainer (ToT), yang mencakup identifikasi kebutuhan pelatihan, pelaksanaan pelatihan interaktif, praktik langsung pembuatan konten digital, serta evaluasi pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat [SB1] terhadap peningkatan keterampilan digital peserta, di mana peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya digital branding dan kesiapan untuk menerapkannya dalam pengembangan usaha mereka. Saran untuk pengabdian mmasyarakat selanjutnya adalah pentingnya menyediakan akses teknologi yang lebih luas, mengembangkan materi pelatihan yang lebih terfokus pada kebutuhan spesifik UMKM digital, serta melibatkan pendampingan berkelanjutan agar peserta dapat terus mengembangkan keterampilan digital secara optimal. Kata kunci: keterampilan digital; digital branding; UMKM AbstractThis community service is motivated by the low digital branding skills of MSME business actors, especially female heads of households (Pekka) in the Women's Head of Household Development and Empowerment Institute of the Palembang Grand Mosque Foundation, who face tough challenges in marketing products in the digital era. The purpose of this community service is to improve digital branding skills in order to strengthen the competitiveness of MSME businesses run by female heads of households. The community service method used is Training of Trainers (ToT), which includes identifying training needs, implementing interactive training, direct practice of creating digital content, and post-training evaluation. The results show that this training has a positive impact on improving the digital skills of participants, where participants show a better understanding of the importance of digital branding and readiness to apply it in developing their businesses. Suggestions for further community service are the importance of providing wider access to technology, developing training materials that are more focused on the specific needs of digital MSMEs, and involving ongoing mentoring so that participants can continue to develop digital skills optimally. Keywords: digital skills; digital branding; UMKM.
Pendampingan penyusunan rencana bisnis bagi penyandang disabilitas di Yayasan Sharing Disability Indonesia Khairunnas Khairunnas; Maudy Noor Fadhlia; Decka Pratama Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33924

Abstract

Abstrak Penyandang disabilitas menghadapi keterbatasan akses dalam kewirausahaan, sehingga membutuhkan pendampingan khusus untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Sharing Disability Indonesia (YSDI) Palembang dengan tujuan meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pendampingan penyusunan rencana bisnis. Kegiatan yang dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui konsultasi bisnis. Metode pelatihan menggunakan kombinasi ceramah, diskusi dengan Narasumber, serta praktik penyusunan rencana usaha sederhana, yang meliputi pre-test, workshop, pendampingan pengisian formulir rencana bisnis, post-test, dan analisis hasil. Sebanyak 24 peserta yang tergabung dalam kelompok disabilitas mengikuti program ini. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman peserta sebesar 66,67%, dengan kekuatan pada aspek rencana bisnis, analisis pelanggan, dan proses produksi. Setelah pelatihan, rata-rata pemahaman meningkat menjadi 94,6%, dengan beberapa indikator mencapai 100% seperti pemahaman manfaat rencana bisnis, pemasaran, dan proses produksi. Peningkatan signifikan terjadi pada aspek analisis pesaing, pemasaran, dan harga pokok produksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan dan pendampingan terstruktur mampu memperkuat kapasitas wirausaha penyandang disabilitas, mendukung prinsip kewirausahaan inklusif, dan selaras dengan tujuan SDGs dengan pendampingan yang menghasilkan pemahaman peserta tentang perencanaan bisnis, analisis pasar, serta strategi pemasaran. Sebagian besar peserta mampu menyusun rencana bisnis sesuai minat dan potensi usahanya. Program pendampingan ini efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kata kunci: pendampingan; rencana bisnis; penyandang disabilitas. Abstract People with disabilities face limited access to entrepreneurship, so they need special assistance to improve their economic independence. This community service activity was carried out at the Sharing Disability Indonesia Foundation (YSDI) in Palembang with the aim of improving the economic independence of people with disabilities through assistance in preparing business plans. The activity was conducted using a participatory approach through business consultations. The training method combined lectures, discussions with experts, and practical exercises in developing simple business plans, including pre-tests, workshops, guidance in filling out business plan forms, post-tests, and analysis of results. A total of 24 participants from the disability group participated in the program. The pre-test results showed an average understanding of 66.67% among participants, with strengths in business plan aspects, customer analysis, and production processes. After the training, the average understanding increased to 94.6%, with some indicators reaching 100%, such as understanding the benefits of business plans, marketing, and production processes. Significant improvements were observed in competitor analysis, marketing, and production cost analysis. This activity demonstrates that structured training and mentoring can strengthen the entrepreneurial capacity of people with disabilities, support the principles of inclusive entrepreneurship, and align with SDG objectives through mentoring that enhances participants' understanding of business planning, market analysis, and marketing strategies. Most participants were able to develop business plans aligned with their interests and business potential. This mentoring program is effective in promoting economic independence for people with disabilities. Keywords: mentoring; business plan; people with disabilities.
Pelatihan teknik presentasi efektif bagi para guru dan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Ponco Budi Sulistyo; Mardhiyyah Mardhiyyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33748

Abstract

Abstrak Keterampilan presentasi yang kuat sangat penting bagi para guru dan siswa-siswi, meningkatkan komunikasi, keterlibatan, dan hasil pembelajaran secara keseluruhan, serta membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan siswa-siswi untuk kesuksesan di masa mendatang. Presentasi yang efektif memanfaatkan hubungan antara penyaji dan audiens dengan sebaik-baiknya. Hal ini mempertimbangkan sepenuhnya kebutuhan audiens untuk menarik minat mereka, mengembangkan pemahaman mereka, menginspirasi kepercayaan diri mereka dan mencapai tujuan penyaji. Dengan demikian, penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan bagi para guru dan siswa melalui kegiatan pelatihan teknik presentasi yang efektif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah, meningkatnya pemahaman dan keterapilan presentasi efektif para guru dan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini mendapatkan tanggapan positif, karena dianggap dapat meningkatkan pemahaman guru dan siswa tentang komunikasi efektif, keterampilan presentasi, dan penggunaan alat bantu visual, serta mendorong kepercayaan diri dalam menyampaikan ide secara jelas dan menarik di depan audiens. Kata kunci: teknik presentasi; komunikasi efektif; para guru; siswa-siswi. Abstract Strong presentation skills are crucial for both teachers and students, enhancing communication, engagement, and overall learning outcomes, as well as building confidence and preparing students for future success. Presenting well means achieving a high level of impact in front of a group of people, delivering a presentation that inspires and motivates others, or communicating information in a powerful way. An effective presentation makes the most of the relationship between presenter and audience. It fully considers the audience’s needs to capture their interest, develop their understanding, inspire their confidence, and achieve the presenter’s goals. Therefore, it is important to improve the understanding and skills of teachers and students through training activities on effective presentation techniques. The purpose of this community service (PkM) activity is to increase the understanding and skills of effective presentations among teachers and students of Public Senior High School (SMAN) 1 Cimarga, Lebak Regency, Banten Province. The results showed that this training activity received a positive response, because it was considered to improve teachers’ and students’ understanding of effective communication, presentation skills, and the use of visual aids, as well as boosting confidence in conveying ideas clearly and compellingly in front of an audience. Keywords: presentation techniques; effective communication; teachers; students.
Inovasi teknologi pakan otomatis dalam mendorong budidaya ikan nila berkelanjutan di Desa Kalirejo, Probolinggo Wiliandi Saputro; Radissa Dzaky Issafira; Dimas Zidni Azizi; Rayesha Yudha Irawan; AR Yelvia Sunarti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33847

Abstract

Abstrak Budidaya ikan nila memiliki potensi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, termasuk di Desa Kalirejo, Probolinggo. Namun, tingginya biaya pakan yang mencapai lebih dari 50% total biaya produksi serta ketergantungan pada pakan komersial yang harganya fluktuatif menjadi kendala utama bagi petani ikan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kemandirian produksi pakan melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin cetak pelet vertikal 3 rol. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra, yaitu kelompok budidaya ikan nila di Desa Kalirejo, Probolinggo, dengan melibatkan sebanyak 20 orang peserta. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan melalui observasi dan wawancara, pelatihan penggunaan serta perawatan mesin cetak pelet, edukasi formulasi pakan berbasis kebutuhan ikan nila, serta implementasi dan evaluasi kinerja mesin dalam skala usaha masyarakat. Mesin yang digunakan memiliki desain vertikal dengan tiga rol penekan dan ditenagai mesin bensin 9 PK, dengan kapasitas produksi 250–400 kg/jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin ini mampu meningkatkan efisiensi produksi pakan mandiri, menurunkan biaya operasional, serta mendukung peningkatan produktivitas budidaya ikan nila. Selain itu, pelatihan dan pendampingan yang dilakukan turut memperluas pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan usaha perikanan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa, guna memperkuat sektor perikanan rakyat yang berdaya saing dan mandiri. Kata kunci: budidaya ikan nila; teknologi tepat guna; mesin cetak pelet; pakan mandiri; pemberdayaan masyarakat.  Abstract Tilapia farming holds strategic potential in improving the welfare of rural communities, including those in Kalirejo Village, Probolinggo. However, high feed costs—accounting for more than 50% of total production expenses—and dependence on commercially produced feed, which is often unstable in price and accessibility, remain major challenges for small-scale fish farmers. This community service program aims to enhance production efficiency and promote feed self-sufficiency through the application of appropriate technology in the form of a vertical 3-roller pellet machine. The activity was carried out in collaboration with a local tilapia farming group in Kalirejo Village, Probolinggo, involving 20 participants. The program consisted of several key stages: identifying problems through observation and interviews, providing training on the operation and maintenance of the pellet machine, educating participants on feed formulation tailored to tilapia growth requirements, and implementing as well as evaluating the machine’s performance in a community-scale setting. The machine features a vertical design with three pressing rollers, powered by a 9 HP gasoline engine, and has a production capacity of 250–400 kg per hour. The results indicate that the adoption of this machine significantly improves feed production efficiency, reduces operational costs, and supports increased productivity in tilapia farming. Furthermore, the training and mentoring activities have expanded the participants’ knowledge in managing aquaculture enterprises more sustainably. This program is expected to serve as a replicable model of appropriate technology-based empowerment for other rural regions facing similar challenges in the aquaculture sector. Keywords: tilapia farming; appropriate technology; pellet machine; self-produced feed; community empowerment.
Optimalisasi pemasaran program live-in di kampung ekowisata Ciwaluh, Kabupaten Bogor Nihan Anindyaputra Lanisy; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi; Rizky Rivaldi Afgani; Sri Ratu Wijaya; Refaldi Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33685

Abstract

AbstrakSemakin berkembangnya pariwisata di Kampung Ekowisata Ciwaluh, beberapa sekolah dan universitas dari wilayah Jabodetabek tertarik untuk mengadakan program live-in karena kehidupan desa dan budaya lokal yang masih autentik dan sulit ditemukan di tempat lain. Namun, Pokdarwis Ciwaluh belum memiliki standarisasi untuk program live-in, baik dari segi biaya maupun fasilitas yang disediakan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pengembangan program live-in yang sistematis di Kampung Ekowisata Ciwaluh. Kegiatan ini akan berfokus pada aspek produksi, aspek sosial kemasyarakatan, dan aspek pemasaran terhadap program live-in. Mitra sasaran adalah Pokdarwis Ciwaluh yang terdiri dari 18 pengurus. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan evaluasi, dan pengamatan keberlanjutan program. Berdasarkan hasil kegiatan, Pokdarwis Ciwaluh telah berhasil menyusun satu proposal live-in terstandarisasi, tiga proposal live-in yang bersifat custom, kemampuan berkomunikasi secara verbal dan non-verbal, serta kemampuan pemasaran digital yang diimplementasikan dalam situs web dan sosial media. Selama periode sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan, terjadi peningkatan pengunjung sebesar 35% pada hari kerja dan mencapai 60–70% pada akhir pekan. Kata kunci: live-in; kampung ciwaluh; pemasaran digital. AbstractThe growing tourism in Ciwaluh Ecotourism Village has attracted interest from several schools and universities in the Greater Jakarta area in holding live-in programs due to the authentic village life and local culture, which are difficult to find elsewhere. However, Pokdarwis Ciwaluh does not yet have a standardized approach to live-in programs, either in terms of costs or facilities. This community service activity aims to develop a systematic live-in program in Ciwaluh Ecotourism Village. This activity will focus on production, social aspects, and marketing aspects of the live-in program. The target partner is Pokdarwis Ciwaluh, which consists of 15 organizers. The implementation method for this activity is carried out through five stages: socialization, training, technology application, evaluation assistance, and monitoring the program's sustainability. Based on the results of the activity, Pokdarwis Ciwaluh has successfully developed one standardized live-in proposal, three custom live-in proposals, verbal and non-verbal communication skills, and digital marketing skills implemented on its website and social media. During the period before and after the activity was carried out, there was an increase in visitors of 35% on weekdays and reached 60-70% on weekends. Keywords: ciwaluh ecotourism village; digital marketing; live-in.
Pelatihan inovatif pengembangan media ajar interaktif berbasis genially bagi guru bahasa mandarin di Malang Galuh Bunga Usadani; Aiga Ventivani; Karina Fefi Laksana Sakti; Dhevy Olivia Firdaus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34142

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan penggunaan Genially sebagai media pembelajaran interaktif serta penyusunan panduan praktis yang dapat digunakan secara mandiri. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), pelatihan mencakup pengenalan fitur utama Genially, praktik pembuatan konten berbasis microsite dan gamifikasi, serta sesi refleksi dan umpan balik. Evaluasi melalui survei dan dokumentasi menunjukkan peningkatan pemahaman teknologi dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media interaktif ke pembelajaran Bahasa Mandarin. Keberadaan booklet panduan dan forum diskusi daring memperkuat keberlanjutan hasil pelatihan. Keberadaan booklet panduan dan forum diskusi daring turut memperkuat keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan inovasi pembelajaran dan dapat direplikasi di bidang pendidikan lainnya. Kata kunci: pelatihan; genially; media ajar interaktif; bahasa mandarin Abstract This community service program aims to enhance teachers’ competence through training on the use of Genially as an interactive learning medium, along with the development of a practical guidebook for independent use. Implemented using the Participatory Action Research (PAR) approach, the training covered the introduction of Genially’s main features, hands-on practice in creating microsite- and gamification-based content, as well as reflection and feedback sessions. Evaluation through surveys and documentation indicated improvements in teachers’ technological understanding and their ability to integrate interactive media into Mandarin language teaching. The availability of the guidebook and an online discussion forum further strengthened the sustainability of the program. This initiative provides a strategic contribution to the development of innovative learning and can be replicated in other educational fields. Keywords: training; genially; interactive teaching media; mandarin
Merancang pembelajaran inklusif yang bermakna melalui backward design Yan Dirk Wabiser; Mamberuman Marthen Inggamer; Chelsi Yuliana; Lintang Zahara Arsydik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34079

Abstract

Abstrak Kesulitan guru dalam merancang pembelajaran yang inklusif dan bermakna menjadi tantangan utama dalam implementasi kurikulum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SDN Inpres Skouw Mabo dalam merancang pembelajaran inklusif melalui pendekatan Backward Design. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei dan Juli 2025 dengan 11 guru mitra sasaran yang dilibatkan secara penuh dalam kegiatan dengan metode partisipatif, mengkombinasikan pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Evaluasi kegiatan menunjukkan dampak yang sangat positif. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan pemahaman konseptual guru secara signifikan, yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 44,5% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Secara kualitatif, para guru menunjukkan peningkatan keterampilan praktik dengan mampu menghasilkan draf modul ajar yang sistematis dan koheren, di mana sebagian besar hasil rancangan terkategori "Baik" hingga "Baik Sekali". Kegiatan ini berhasil mentransformasi pengetahuan teoritis menjadi keterampilan praktis yang siap diimplementasikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan bermakna bagi semua siswa. Kata kunci: backward design; kompetensi guru; modul ajar; pendidikan inklusif; pembelajaran bermakna. Abstract The difficulty for teachers in designing inclusive and meaningful learning has become a major challenge in curriculum implementation. This community service activity aims to improve the competence of teachers at SDN Inpres Skouw Mabo in designing inclusive learning through the Backward Design approach. This activity was carried out in May and July 2025 with 11 target partner teachers who were fully involved in the activities using a participatory method, combining training, workshops, and mentoring. The evaluation of the activity showed a very positive impact. Quantitatively, there was a significant increase in teachers' conceptual understanding, marked by an increase in the average score from 44.5% on the pre-test to 80% on the post-test. Qualitatively, the teachers showed an increase in practical skills by being able to produce a systematic and coherent draft of teaching modules, where most of the design results were categorized as "Good" to "Very Good". This activity successfully transformed theoretical knowledge into practical skills ready to be implemented to create a more inclusive and meaningful learning experience for all students. Keywords: backward design; inclusive education; meaningful learning; teacher competence; teaching modules.
Jejak matematis dalam wayang: eksplorasi etnomatematika pada simbol dan struktur permainan tradisional Lusia Bince Kumanireng; Meliana Tere Maran
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34032

Abstract

AbstrakTujuan pengabdian ini adalah untuk menemukan dan mengkaji unsur-unsur matematika yang terdapat dalam permainan tradisional wayang kertas, yang dibuat dari kertas berukuran pas foto, dengan menggunakan pendekatan etnomatematika. Kajian ini berpusat pada simbol-simbol visual dan struktur permainan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data dalam pengabdian ini adalah anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun yang aktif bermain wayang kertas. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yakni memilih aktif bermain wayang kertas. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yakni memilih anak-anak yang memiliki pengalaman langsung dan pemahaman mendalam tentang permainan wayang. Objek pengabdian ini mencakupi: wayang kertas (baik yang dibuat oleh anak-anak maupun wayang kertas lama yang masih tersimpan); struktur permainan wayang kertas (termasuk aturan main, pola interaksi, narasi, dan gerakan yang terjadi selama permainan); serta simbol dan motif pada wayang (seperti bentuk, pola, atau representasi visual lainnya pada wayang kertas maupun dalam konteks permainan). Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi (berisi poin-poin yang perlu diamati selama proses permainan wayang), pedoman wawancara (berisi daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada anak-anak), dokumentasi (mendokumentasi visual wayang kertas dan lingkungan permainan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa jejak matematis yang terdapat pada permainan kartu wayang yakni Tanda positif (+) dan bentuk bela ketupat; Lingkaran berulang, Tanda negatif(-);Tanjakan segitiga/ tandah panah; Lingkaran, satuan pengukuran. Kata kunci: etnomatematika; kartu wayang; simbol dan struktur matematika. AbstractThe purpose of this community service is to find and study the mathematical elements contained in the traditional game of paper puppets, which are made from photo-sized paper, using an ethnomathematics approach. This study focuses on visual symbols and game structures. The research method used is qualitative with a case study design. The data sources in this community service are children aged 6 to 12 years who actively play paper puppets. The selection of subjects was carried out by purposive sampling, namely selecting those who actively play paper puppets. The selection of subjects was carried out by purposive sampling, namely selecting children who have direct experience and a deep understanding of the puppet game. The objects of this community service include: paper puppets (both those made by children and old paper puppets that are still stored); the structure of the paper puppet game (including the rules of the game, interaction patterns, narratives, and movements that occur during the game); and symbols and motifs on the puppets (such as shapes, patterns, or other visual representations on the paper puppets or in the context of the game). The instruments used include observation guidelines (containing points that need to be observed during the puppet game process), interview guidelines (containing a list of questions to be asked to children), documentation (documenting visuals of paper puppets and the game environment. The results of this service show that the mathematical traces found in the puppet card game are Positive signs (+) and the shape of the ketupat; Repeating circles, Negative signs (-); Triangular slopes/arrow signs; Circles, units of measurement. Keywords: ethnomathematics; puppet cards; mathematical symbols and structures.
Efektivitas sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap pengetahuan cuci tangan siswa sekolah dasar Rizka Sri Jayanty; Anis Riyanti; Radela Maulana Firjatullah; Moch. Ikhsan Fauzi; Hamilah Hamilah; Keila Rahma Amalia; Lilis Tuslinah; Depi Yulyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34188

Abstract

Abstrak Cuci tangan merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang sederhana namun efektif dalam mencegah penularan penyakit menular pada anak. Akan tetapi, hasil observasi awal dengan pihak sekolah menunjukkan bahwa terdapat kurangnya kesadaran dalam praktik mencuci tangan yang benar. Masalah kebersihan tangan masih menjadi tantangan kesehatan di lingkungan sekolah dasar yang dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular pada anak-anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengetahuan siswa di dua sekolah dasar mengenai perilaku mencuci tangan sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode penyampaian yang digunakan berupa ceramah edukatif, diskusi interaktif, serta praktik mencuci tangan dengan benar yang dilaksanakan di SDN 1 dan SDN 2 Sukaratu dengan mitra pengabdian yaitu pihak sekolah dan guru. Peserta kegiatan Adalah siswa kelas 4-6 sebanyak 146 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya mencuci tangan. Di SDN 1, kategori Baik dan Sangat Baik meningkat dari 49,31% menjadi 54,79%, sedangkan di SDN 2 meningkat dari 56,16% menjadi 67,12%. Kebiasaan praktik mencuci tangan dengan benar juga meningkat, ditunjukkan dengan berkurangnya siswa pada kategori Kurang dan Sangat Kurang di kedua sekolah. Dengan demikian, sosialisasi PHBS efektif meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan mencuci tangan, meskipun tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua sekolah. Kata Kunci: edukasi kesehatan; kebersihan tangan; perilaku hidup bersih dan sehat; sekolah dasar. Abstract Handwashing is one of the simple yet effective clean and healthy living behaviors (PHBS) to prevent the transmission of infectious diseases among children. However, initial observations with the schools revealed a lack of awareness regarding proper handwashing practices. Hand hygiene remains a health challenge in elementary schools, increasing the risk of infectious disease transmission. This community service activity aimed to compare students’ knowledge levels in two elementary schools regarding handwashing as part of PHBS. The methods included educational lectures, interactive discussions, and direct handwashing practice, conducted at SDN 1 and SDN 2 Sukaratu in collaboration with teachers and school partners. The participants were 146 students from grades 4-6. The results showed an increase in students’ knowledge of the importance of handwashing. At SDN 1, the Good and Very Good categories rose from 49.31% to 54.79%, while at SDN 2, they increased from 56.16% to 67.12%. Proper handwashing habits also improved, as indicated by a reduction in the Poor and Very Poor categories in both schools. In conclusion, PHBS socialization effectively improved students’ knowledge and handwashing habits, although no significant differences were found between the two schools. Keywords: health education; hand hygiene; clean and healthy living behavior; elementary school; students.