cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Implementasi strategi peningkatan penjualan mobil berbasis kualitas pelayanan, digital presence, dan aksesibilitas lokasi pada showroom Jati Subur Mobil Rangga Bagas Saputra; Mei Retno Adiwati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39472

Abstract

Abstrak Persaingan usaha pada sektor penjualan mobil bekas menuntut pelaku showroom untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif, khususnya dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen yang semakin berorientasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi strategi peningkatan penjualan berbasis kualitas pelayanan, digital presence, dan aksesibilitas lokasi pada Showroom Jati Subur Mobil. Kegiatan ini melibatkan satu unit usaha showroom mobil bekas sebagai mitra pengabdian, dengan sumber data utama berasal dari pemilik usaha dan aktivitas operasional showroom. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui tahapan persiapan, pengumpulan dan pengelolaan data, serta evaluasi, dengan teknik pengumpulan data berupa diskusi, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan mampu meningkatkan interaksi konsumen dan mendukung penjualan, tetapi kinerjanya masih fluktuatif. Digital presence menjadi faktor yang paling menonjol pada bulan Maret, ditunjukkan oleh peningkatan interaksi media sosial dari 3.029 pada Februari menjadi 30.389 pada Maret, yang diikuti kenaikan penjualan dari 4 unit menjadi 6 unit. Namun, pada April interaksi media sosial menurun menjadi 3.229 dan penjualan turun menjadi 3 unit, sehingga strategi digital belum dapat dinilai stabil tanpa pengelolaan konten yang lebih konsisten. Kualitas pelayanan dan aksesibilitas lokasi turut mendukung aktivitas penjualan, meskipun masih terdapat kendala pada konsistensi pelayanan, variasi konten, dan optimalisasi aksesibilitas digital. Temuan ini menegaskan bahwa strategi yang terintegrasi antara aspek digital, pelayanan, dan lokasi berpotensi meningkatkan efektivitas pemasaran, tetapi memerlukan penguatan implementasi untuk menjaga hasil yang berkelanjutan. Kata kunci: strategi penjualan; kualitas pelayanan; digital presence; aksesibilitas lokasi; penjualan mobil bekas Abstract Business competition in the used car sales sector requires showroom businesses to implement effective marketing strategies, especially in facing changes in consumer behavior that is increasingly digitally oriented. This community service activity aims to describe the implementation of sales improvement strategies based on service quality, digital presence, and location accessibility at Showroom Jati Subur Mobil. This activity involved one used car showroom business unit as a community service partner, with the main data sources obtained from the business owner and showroom operational activities. The method used was descriptive qualitative through the stages of preparation, data collection and management, and evaluation, with data collection techniques in the form of discussions, observations, and documentation. The results of the activity showed that the implemented strategies were able to improve consumer interaction and support sales, but performance remained fluctuating. Digital presence was the most prominent factor in March, indicated by an increase in social media interactions from 3,029 in February to 30,389 in March, followed by an increase in sales from 4 units to 6 units. However, in April, social media interactions decreased to 3,229 and sales fell to 3 units, indicating that the digital strategy had not yet produced stable performance without more consistent content management. Service quality and location accessibility also supported sales activities, although obstacles remained in service consistency, content variation, and digital accessibility optimization. These findings confirm that an integrated strategy involving digital, service, and location aspects has the potential to improve marketing effectiveness, but requires stronger implementation to achieve sustainable results. Keywords: sales strategy; service quality; digital presence; location accessibility; used car sales
Intervensi mahasiswa melalui media visual safety sign sebagai upaya edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Tiga Bintang Electric Mohammad Rafi Ardiansyah Riswandi; Nurjanti Takarini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39704

Abstract

Abstrak Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta mengurangi risiko kecelakaan kerja di lingkungan industri. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di PT Tiga Bintang Electric, penerapan media visual keselamatan kerja di area workshop masih belum optimal karena terbatasnya safety sign, tata tertib K3, dan media pengingat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, penggunaan APD oleh pekerja juga masih belum konsisten sehingga diperlukan upaya edukatif melalui media visual keselamatan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan edukasi dan awareness pekerja terhadap penerapan K3 melalui intervensi media visual safety sign di lingkungan workshop PT Tiga Bintang Electric. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui tahapan observasi dan identifikasi permasalahan, perencanaan intervensi, pembuatan media visual keselamatan kerja, pemasangan media visual safety sign, serta evaluasi hasil intervensi. Media visual yang dibuat meliputi tata tertib K3, poster penggunaan APD, safety sign, penanda APAR, dan titik kumpul evakuasi yang dipasang pada area strategis workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan media visual keselamatan kerja mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih informatif, komunikatif, dan tertata dibandingkan kondisi sebelumnya. Selain itu, hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap penggunaan APD seperti safety shoes dan kap las saat bekerja. Dengan demikian, media visual safety sign dinilai efektif sebagai sarana edukasi dan pengingat keselamatan kerja di lingkungan workshop PT Tiga Bintang Electric. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); safety sign; media visual keselamatan kerja; edukasi K3; Alat Pelindung Diri (APD) Abstract Occupational Safety and Health (OSH) is an important aspect in creating a safe working environment and reducing the risk of workplace accidents in industrial settings. However, based on initial observations at PT Tiga Bintang Electric, the implementation of workplace safety visual media in the workshop area was still not optimal due to limited safety signs, OSH regulations, and visual reminders regarding the use of Personal Protective Equipment (PPE). In addition, workers’ use of PPE was still inconsistent, requiring educational efforts through workplace safety visual media. This activity aimed to improve workers’ education and awareness regarding OSH implementation through visual safety sign interventions in the workshop area of PT Tiga Bintang Electric. The activity was carried out using a qualitative approach with a descriptive method through several stages, including observation and problem identification, intervention planning, development of workplace safety visual media, installation of visual safety signs, and evaluation of intervention results. The visual media developed included OSH regulations, PPE usage posters, safety signs, fire extinguisher location signs, and assembly point signs installed in strategic workshop areas. The results showed that the implementation of workplace safety visual media created a more informative, communicative, and organized work environment compared to the previous condition. In addition, observations indicated an increase in workers’ awareness regarding the use of PPE such as safety shoes and welding face shields during work activities. Therefore, visual safety signs were considered effective as educational and reminder media for workplace safety in the workshop area of PT Tiga Bintang Electric. Keywords: Occupational Safety and Health (OSH); safety sign; workplace safety visual media; OSH education; Personal Protective Equipment (PPE)
Pendampingan penentuan harga pokok produksi dan pemanfaatan media sosial untuk digital marketing pada UMKM roti di Yogyakarta Leni Rahmawati; Sartini Wardiwiyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39052

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian, namun masih menghadapi berbagai hambatan, khususnya terkait ketepatan penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) serta pemanfaatan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi salah satu UMKM roti di Yogyakarta dalam menganalisis ketepatan perhitungan HPP serta mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendampingan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM dalam menghitung HPP menggunakan metode full costing dan variable costing, serta kemampuan dalam memilih metode yang sesuai dengan kondisi usaha. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital juga mengalami peningkatan, yang ditunjukkan melalui penggunaan akun usaha. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya pengelolaan biaya produksi dan pemasaran digital guna mendukung perkembangan usaha yang berkelanjutan. Kata kunci: UMKM; harga pokok produks; pemasaran digital; media sosial. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the economy, but still face various obstacles, particularly related to the accuracy of determining the Cost of Goods Sold (COGS) and utilizing digital marketing. This community service activity aims to assist a bakery MSME in Yogyakarta in analyzing the accuracy of COGS calculations and optimizing the use of social media as a digital marketing tool. The methods used included observation, interviews, mentoring, and evaluation through pre-test and post-test. The mentoring was carried out in three stages: planning, implementation, and evaluation. The results of the activity showed an increase in MSME actors' understanding in calculating COGS using full costing and variable costing methods, as well as the ability to choose methods that are appropriate to business conditions. In addition, the use of social media as a digital marketing tool also increased, as demonstrated by the use of business accounts. Overall, this activity made a positive contribution in increasing MSME actors understanding and awareness of the importance of managing production costs and digital marketing to support sustainable business development. Keywords: MSMEs, cost of production, digital marketing, social media.
Pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis wordwall dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Banyuasin I Septa Cahyani; Terttiaavini Terttiaavini; Agustina Heryati; Diah Komala Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39693

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Namun, masih terdapat guru yang belum memanfaatkan media pembelajaran digital secara optimal, khususnya platform pembelajaran interaktif berbasis game edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru SMA Negeri 2 Banyuasin I mengenai pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis Wordwall guna mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan melibatkan 25 orang guru dari berbagai mata pelajaran sebagai peserta pelatihan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan observasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan Wordwall, praktik langsung pembuatan media pembelajaran, serta diskusi dan evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif. Berdasarkan hasil pre-test, rata-rata pemahaman peserta masih tergolong rendah dengan persentase sebesar 35%. Setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta menjadi 88%. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu membuat media pembelajaran interaktif secara mandiri menggunakan Wordwall sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Peserta juga memberikan respons positif terhadap penggunaan Wordwall karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan adanya kegiatan ini, guru diharapkan dapat lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital secara kreatif dan inovatif di sekolah. Kata kunci: media pembelajaran interaktif; pelatihan guru; pengabdian masyarakat; teknologi pembelajaran; wordwall. Abstract The utilization of technology in the learning process has become an important effort to create a more engaging and interactive learning environment. However, many teachers still have not optimally utilized digital learning media, especially interactive platforms based on educational games. This community service activity aimed to provide training for teachers at SMA Negeri 2 Banyuasin I on the use of Wordwall-based interactive learning media to support more creative learning and improve students’ learning motivation. The activity was conducted in May 2026 and involved 25 teachers from various subjects as participants. The implementation stages included needs observation, material presentation, Wordwall demonstrations, direct practice in developing learning media, as well as discussion and evaluation sessions. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure participants’ understanding before and after the training. The results showed an improvement in teachers’ understanding and skills in using Wordwall as an interactive learning medium. The average pre-test score was 35%, while the post-test result increased to 88% after the training and mentoring activities. In addition, most participants were able to independently create interactive learning media using Wordwall according to their subjects. Participants also gave positive responses because Wordwall was considered capable of increasing student engagement and learning motivation during classroom activities. This activity is expected to encourage teachers to utilize digital learning technology more creatively and effectively in schools. Keywords: community service; interactive learning media; learning technology; teacher training; wordwall.
Pemberdayaan kader posyandu untuk cegah stunting melalui edukasi isi piringku berbasis pangan lokal Sri Yunita; Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.34596

Abstract

AbstrakSesuai dengan usia kehamilan, kebutuhan nutrisi ibu hamil bertambah setiap hari. Proses perkembangan tubuh dan otak yang paling penting terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak pembuahan hingga usia dua tahun. Kekurangan gizi pada anak yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebut stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan kader tentang konsep Isi Piringku sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah penyediaan pendidikan melalui media modul dan demonstrasi pembuatan makanan isi piringku untuk ibu hamil. Kuesioner tingkat pengetahuan berupa pre-post test digunakan sebagai media evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata benar ≤ 60% pengetahuan kader sebelum penyuluhan adalah 60%, sedangkan setelah edukasi, skor rata-rata benar ≥ 90% sebanyak 40% dan skor 70-80 sebanyak 50%. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan disarankan adanya pendampingan berkala agar program pemberdayaan ini dapat berjalan dengan optimal. Kata kunci: ibu hamil; isi piringku; kader posyandu; pangan lokal AbstractAs pregnancy progresses, the nutritional needs of pregnant women increase daily. The most critical processes of body and brain development occur during the first 1000 days of life, from conception to age two. Chronic malnutrition in children can lead to growth and development disorders called stunting. This community service aims to increase cadre’s knowledge about Isi Piringku to prevent stunting in pregnant women. The method provides education through modules and demonstrations on making "Isi Piringku" meals for pregnant women. A knowledge level questionnaire in the form of a pre-post test was used as an evaluation tool. The results show that the average correct score for cadres' knowledge before the counselling was ≤ 60%, with an average score of 60%, while after the education, 40% had an average correct score ≥ 90% and 50% had a score of 70-80. This community service activity increased the knowledge of posyandu cadres, and regularly scheduled assistance is recommended to ensure the optimal implementation of this empowerment program. Keywords: pregnant women; isi piringku; posyandu cadres; local food
Pendampingan integrasi pembelajaran mendalam berbasis inkuiri, project-based learning, dan diferensiasi produk dalam penguatan pendidikan pancasila kontekstual di SMAN 2 Mataram Maemunah Maemunah; Hafadzatun Hafadzatun; Adzmi Adzmi; Hanna Sajida; Saodiatin Nufus; Izun Masylia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.40542

Abstract

AbstrakPembelajaran Pendidikan Pancasila perlu dirancang secara kontekstual, partisipatif, dan inklusif agar peserta didik mampu memahami nilai kewarganegaraan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Studi ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran mendalam berbasis inkuiri, Project-Based Learning, dan diferensiasi produk dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 2 Mataram. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis pendampingan pedagogis. Data diperoleh melalui orientasi manajemen sekolah, observasi lingkungan belajar, studi dokumentasi, refleksi praktik asistensi, respons peserta didik, serta umpan balik guru pamong. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa sekolah memiliki dukungan kelembagaan dan lingkungan belajar yang relatif memadai, termasuk fasilitas akademik, layanan peserta didik, serta budaya pembinaan karakter. Implementasi pembelajaran melalui analisis kasus konflik sosial di Nusa Tenggara Barat mendorong peserta didik mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, merumuskan solusi, dan menghasilkan produk belajar yang beragam. Diferensiasi produk melalui Problem Solution Tree, sketsa visual, esai kritis, dan presentasi meningkatkan keterlibatan, kreativitas, komunikasi, serta partisipasi siswa sesuai minat dan gaya belajar. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala teknis perangkat pembelajaran, keterbatasan waktu efektif, dan kebutuhan asesmen awal non-kognitif yang lebih kuat. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi inkuiri, Project-Based Learning, dan diferensiasi produk berkontribusi pada penguatan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang adaptif, inklusif, dan berbasis konteks lokal. Kata kunci: pembelajaran mendalam; Pendidikan Pancasila; Project-Based Learning; diferensiasi produk; pembelajaran kontekstual AbstractPancasila Education learning should be designed to be contextual, participatory, and inclusive, enabling students to develop a meaningful understanding of citizenship values through authentic learning experiences. This study aims to describe the implementation of deep learning through an inquiry-based approach, Project-Based Learning (PjBL), and product differentiation in Pancasila Education at SMAN 2 Mataram. The study employed a descriptive qualitative approach through pedagogical mentoring. Data were collected through school management orientation, classroom and learning environment observations, document analysis, reflections on teaching assistance practices, students’ responses, and feedback from mentor teachers. Data were analyzed using an interactive approach involving data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation to ensure trustworthiness. The findings indicate that the school provides adequate institutional support and a conducive learning environment, including academic facilities, student support services, and a strong culture of character development. The implementation of learning through the analysis of social conflict cases in West Nusa Tenggara encouraged students to identify problems, analyze their underlying causes, propose solutions, and produce diverse learning products. Product differentiation through Problem Solution Trees, visual sketches, critical essays, and oral presentations enhanced students’ engagement, creativity, communication skills, and active participation according to their interests and learning preferences. Nevertheless, several challenges remained, including technical constraints related to instructional resources, limited effective instructional time, and the need for more comprehensive non-cognitive diagnostic assessments at the beginning of the learning process. This study concludes that integrating inquiry-based learning, Project-Based Learning, and product differentiation contributes to strengthening adaptive, inclusive, and context-based Pancasila Education learning. Keywords: deep learning; pancasila education; Project-Based Learning; product differentiation; contextual learning
Desain inklusif untuk ruang komunitas: peran partisipasi masyarakat dalam perancangan interior dan identitas visual gedung pertemuan di Kantor Desa Angkah Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; Ni Putu Eka Trisnasari Subrata; I Putu Gede Suyoga; I Kadek Pranajaya; Ni Wayan Nandaryani; Reandini Syu’ara Dewi; Ni Kadek Dewi Sacia Paramitha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39280

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang interior dan identitas visual Gedung Pertemuan di Kantor Desa Angkah dengan pendekatan desain inklusif yang selaras dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat. Pendekatan ini mengutamakan partisipasi aktif warga dalam seluruh tahapan perancangan, mulai dari identifikasi kebutuhan, diskusi desain, hingga evaluasi hasil. Melalui metode participatory design, aspirasi masyarakat dikompilasi menjadi konsep ruang yang fungsional, mudah diakses, dan mampu mengakomodasi berbagai kegiatan komunal. Gaya desain minimalis dipilih untuk menghadirkan suasana ruang yang sederhana, efisien, dan hemat sumber daya, sekaligus memudahkan perawatan jangka panjang. Material lokal dan warna netral digunakan untuk menciptakan kesan hangat, terbuka, serta ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Identitas visual gedung dirancang untuk memperkuat citra desa sebagai ruang bersama yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara tim perancang dan masyarakat dapat menghasilkan solusi desain yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan yang tinggi. Pendekatan ini diharapkan menjadi model perancangan ruang publik yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu membangun rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang digunakan bersama. Kata kunci: pengabdian; desain; gedung pertemuan; identitas visual; partisipasi masyarakat. Abstract This community service project aims to design the interior and visual identity of the Meeting Hall at the Angkah Village Office using an inclusive design approach that aligns with the needs and character of the local community. This approach prioritizes the active participation of residents in all stages of the design process, from identifying needs and design discussions to evaluating the results. Through participatory design methods, community aspirations were compiled into a spatial concept that is functional, easily accessible, and capable of accommodating various communal activities. A minimalist design style was chosen to create a simple, efficient, and resource-efficient atmosphere, while also facilitating long-term maintenance. Local materials and neutral colors were used to create a warm, open, and welcoming environment for all groups, including the elderly and people with disabilities. The building’s visual identity was designed to reinforce the village’s image as a modern shared space that remains rooted in local culture. The results of the project demonstrate that collaboration between the design team and the community can produce design solutions that are not only aesthetically pleasing and functional but also embody a strong sense of community. This approach is expected to serve as a model for the design of sustainable, adaptive public spaces that foster a sense of ownership among community members toward the shared facilities. Keywords: community service; design; community center; visual identity; community participation
Penerapan sistem informasi manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berbasis web pada PT Citra Wahana Nusantara Unit PT. Dua Kelinci Muhammad Rizky Ferdiansyah; Eko Darmanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39543

Abstract

Abstrak      Pengelolaan data Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT Citra Wahana Nusantara, yang mendistribusikan lebih dari 6.000 pekerja ke PT Dua Kelinci, masih dilakukan secara konvensional dan tanpa integrasi. Hal ini mengakibatkan proses registrasi, penyimpanan, dan pengambilan data yang lambat dan rawan kesalahan. Tujuan proyek ini adalah untuk merancang dan membangun sistem informasi manajemen K3 berbasis web yang memungkinkan pengelolaan data karyawan, kecelakaan kerja, insiden, pemeriksaan kesehatan, dan alat pelindung diri (APD) secara terintegrasi. Metodologi pengembangan yang digunakan adalah pendekatan Waterfall, dengan tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, dan pengujian. Sistem ini dibangun menggunakan framework Laravel dan database MySQL, dengan tiga pemangku kepentingan utama: administrator, manajer, dan pemimpin. Hasil yang diharapkan adalah sistem yang meningkatkan efisiensi pengelolaan data K3, yang efektivitasnya dievaluasi melalui pengujian fungsional sistem dan pengamatan langsung terhadap peningkatan kecepatan serta akurasi pengelolaan data oleh pengguna setelah implementasi,mempercepat akses informasi, dan mempermudah pengambilan keputusan dalam pemantauan dan evaluasi keselamatan kerja di dalam perusahaan. Kata kunci: sistem informasi; keselamatan dan kesehatan kerja; website ; laravel ; MySQL. Abstract      Occupational Health and Safety (OHS) data management at PT Citra Wahana Nusantara, which employs over 6,000 workers at PT Dua Kelinci, is still carried out using conventional methods and without integration. This results in a slow and error-prone process for data registration, storage, and retrieval. The objective of this project is to design and build a web-based OHS management information system capable of managing employee data, workplace accidents, incidents, health checks, and personal protective equipment (PPE) in an integrated manner. The development method used is the waterfall approach, with the stages of needs analysis, system design, implementation, and testing. This system is built using the Laravel framework and a MySQL database, with three main roles: administrator, manager, and leader. The expected outcome is a system that improves the efficiency of OHS data management, accelerates access to information, and supports decision-making in monitoring and evaluating occupational health and safety within the company. Keywords: information system; occupational safety and health; website; laravel; MySQL.
Peningkatan literasi keuangan siswa SMA melalui edukasi risiko dan imbal hasil investasi serta pengenalan fintech sebagai upaya penguatan pengambilan keputusan keuangan Gracia Verina Soewignjo; Karyn Adikusuma; Nanik Linawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39692

Abstract

Abstrak Rendahnya literasi keuangan pada siswa Sekolah Menengah Keatas (SMA), khususnya dalam memahami risiko dan imbal hasil investasi serta pengembangan financial technology (fintech), menjadi salah satu tantangan dalam menghadapi era ekonomi digital. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai dasar investasi, jenis-jenis investasi, risiko dan hasil investasi, serta mengenalkan peran fintech dalam aktivitas keuangan di era digital. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XI Informatika 2 SMA Kristen Petra 3 Surabaya dengan jumlah peserta sebanyak 23 siswa. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Pengabdian Masyarakat dengan metode  Service Learning melalui pemberian materi, diskusi, serta evaluasi pemahaman melalui kuis singkat yang diikuti oleh seluruh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai investasi dan fintech mengalami peningkatan, yang terlihat dari capaian pada kuis pertama berbasis mini games serta hasil kuis kedua yang menggunakan soal pilihan ganda. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak terhadap investasi. Kegiatan ini disarankan untuk dikembangkan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika ekonomi digital. Kata Kunci: literasi keuangan; risiko; investasi; siswa SMA; service learning. Abstract The low level of financial literacy among senior high school students, particularly in understanding investment risks and returns as well as the development of financial technology (fintech), has become one of the challenges in facing the digital economic era. This Community Service activity was conducted to enhance students’ understanding of investment fundamentals, types of investments, investment risks and returns, and to introduce the role of fintech in financial activities in the digital era. The partner involved in this activity was the students of Class XI Informatika 2 at SMA Kristen Petra 3 Surabaya, with a total of 23 participants. The activity was carried out in the form of a Community Service program using the Service Learning method through material presentations, discussions, and evaluation of students’ understanding through short quizzes attended by all participants. The results of the activity indicated an improvement in students’ understanding of investment and fintech, as reflected in the results of the first quiz conducted through mini games and the second quiz consisting of multiple-choice questions. In addition, students also demonstrated increased awareness in making wiser financial decisions related to investment. This activity is recommended to be developed continuously in order to enhance the readiness of the younger generation in facing the dynamics of the digital economy. Keywords: financial literacy; risk; investment; high school students; service learning.
Pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kompetensi guru pada transformasi digital Inang Irma Rezkillah; Baiq Yuliati Ihsan; Nurul Julaifah; Saidah Ramadhan; Kasturi Kasturi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39560

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru MI NW Montong Daye dalam menggunakan AI, khususnya aplikasi seperti ChatGPT dan Educaplay, untuk pembuatan media pembelajaran, modul ajar, dan asesmen di kelas. Mitra sasaran adalah 14 guru MI NW Montong Daye yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan pada bulan oktober.  Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) pendahuluan berupa pretest dengan 20 butir pertanyaan untuk mengukur pengetahuan awal guru tentang AI dan penerapannya dalam pembelajaran; (2) kegiatan inti berupa pemaparan materi oleh narasumber tentang definisi, manfaat, dan contoh aplikasi AI yang relevan, dilanjutkan praktik langsung pembuatan modul ajar berbasis AI dengan pendampingan mahasiswa; (3) penutup berupa posttest dengan instrumen yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta diskusi reflektif. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki pengetahuan yang lemah pada aspek pemanfaatan AI untuk pembuatan media pembelajaran dan asesmen. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan skor posttest secara signifikan, dengan rata-rata kenaikan sebesar 22% dibandingkan pretest. Secara kualitatif, guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, antusiasme, dan kemampuan dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran.  Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi AI guru sekolah dasar, serta mendorong kesiapan mereka menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan. Kata kunci:. artificial intelligence; sekolah dasar; transformasi digital. Abstract The objective of this community service activity is to enhance the understanding and abilities of teachers at MI NW Montong Daye in utilizing artificial intelligence (AI), particularly applications such as ChatGPT and Educaplay, for the development of learning media, teaching modules, and classroom assessments. The target partners consisted of 14 teachers from MI NW Montong Daye who actively participated in all stages of the program. The implementation method comprised three main phases: (1) an initial phase involving a pretest with 20 questions to assess the teachers’ baseline knowledge of AI and its application in education; (2) a core phase featuring material delivery by a resource person on the definition, benefits, and relevant AI applications, followed by hands-on practice in creating AI-based teaching modules with guidance from university students; and (3) a closing phase involving a posttest using the same instrument to measure knowledge improvement, as well as a reflective discussion session. The pretest results indicated that most teachers demonstrated limited knowledge, particularly regarding the use of AI for developing learning media and assessments. Following the training, there was a significant increase in posttest scores, with an average improvement of 22% compared to the pretest. Qualitatively, teachers exhibited enhanced confidence, enthusiasm, and ability to integrate AI into the learning process. This activity demonstrates that practice-based training and mentoring are effective in improving digital literacy and AI competence among elementary school teachers, as well as in fostering their readiness to face digital transformation in the field of education. Keywords: artificial intelligence; elementary; digital transformation.