cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Implementasi fun islamic learning dalam mengatasi keterbatasan fasilitas belajar anak migran Indonesia di Sanggar Belajar Al-Miftah Semenyih Selangor Malaysia Ita Ameliya Rahmawati; Nurma Khusna Khanifa; Sri Haryanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40579

Abstract

Abstrak      Anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menempuh pendidikan non-formal di Sanggar Belajar (SB) Al-Miftah Semenyih, Malaysia, menghadapi tantangan berat berupa kejenuhan belajar (learning burnout). Fenomena ini dipicu oleh durasi jam belajar harian yang sangat panjang serta keterbatasan fasilitas fisik ruang kelas rangkap yang minim penyekat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Fun Islamic Learning melalui pendekatan Mnemonic Song (nasyid modifikasi) berbantuan media visual sketsa papan tulis dalam meningkatkan retensi memori kognitif dasar kosakata Bahasa Arab (anatomi jari tangan) sekaligus mengurai keletihan mental siswa kelas rendah (kelas 1). Pendekatan yang diaplikasikan bersifat partisipatif dan multisensori dengan mengintegrasikan stimulasi visual, auditori, serta gerakan motorik-kinestetik secara simultan. Subjek evaluasi dalam program ini berjumlah 9 peserta didik. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya eskalasi performa akademik yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata kelas meroket dari 44,4 pada tahap pra-tes (pre-test) menjadi 76,6 pada evaluasi pasca-tes (post-test). Kenaikan ini juga diiringi oleh lonjakan persentase ketuntasan belajar klasikal dari semula 50,0% menjadi 66,7%. Secara kualitatif, hasil observasi mengonfirmasi bahwa pelibatan fisik melalui gerakan ritmis dan lantunan nada lagu yang ceria mampu memblokir distraksi suara bising lingkungan sekitar, memulihkan energi emosional, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak diaspora. Kombinasi metode ini terbukti sukses mengubah keterbatasan fasilitas institusi non-formal menjadi ekosistem pembelajaran diniyah yang efektif, humanis, dan ramah anak. Kata kunci: fun Islamic learning; kejenuhan belajar; mnemonic song; anak pekerja migran; sanggar belajar. Abstract Children of Indonesian Migrant Workers (PMI) pursuing non-formal education at Sanggar Belajar (SB) Al-Miftah Semenyih, Malaysia, face severe challenges regarding learning burnout. This phenomenon is triggered by extended daily learning hours and the limitations of multi-grade classroom facilities that lack physical partitions. This community service aims to evaluate the effectiveness of the Fun Islamic Learning method using a Mnemonic Song approach (modified nasyid) assisted by visual whiteboard sketches to enhance cognitive retention of basic Arabic vocabulary (finger anatomy) while reducing the mental fatigue of lower-grade students (grade 1). The applied approach is participatory and multisensory, simultaneously integrating visual, auditory, and motor-kinesthetic stimulations. The evaluation subjects consisted of 9 students. The quantitative analysis results demonstrated a highly significant escalation in academic performance, where the classroom average score skyrocketed from 44.4 in the pre-test phase to 76.6 in the post-test evaluation. This improvement was also accompanied by a surge in classical learning completeness from 50.0% to 66.7%. Qualitatively, observations confirmed that physical involvement through rhythmic movements and cheerful song melodies successfully blocked surrounding noise distractions, restored emotional energy, and fostered the confidence of diaspora children. This combined method proved successful in transforming the facility limitations of non-formal institutions into an effective, humanistic, and child-friendly diniyah learning ecosystem. Keywords: fun islamic learning; learning burnout; mnemonic song; migrant workers children; sanggar belajar.
Pengembangan media promosi kesehatan berbasis game edukasi untuk pengenalan makanan bergizi pada siswa SDN 07 Kubu Gulai Bancah Ely Nurhalizah Nst; Rita Gusmiati; Nuri Arti; Mardaliza Putri; Bunga Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40502

Abstract

Abstrak Pengenalan makanan bergizi sejak dini merupakan bagian penting dalam upaya promosi kesehatan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan perilaku hidup sehat pada anak usia sekolah. Namun, pemahaman siswa mengenai makanan bergizi masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam memilih makanan bergizi dibandingkan jajanan sembarangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan game edukasi berbasis Scratch sebagai media promosi kesehatan mengenai makanan bergizi. Kegiatan dilaksanakan pada ” 25 Mei 2026 ” di SDN 07 Kubu Gulai Bancah dengan melibatkan 20 siswa kelas V. Pengembangan media menggunakan model ADDIE yang meliputi ” tahap analysis melalui observasi, wawancara, dan pre-test, tahap design berupa perancangan storyboard dan materi, tahap development berupa pengembangan dan validasi media menggunakan indeks Aiken's V, tahap implementation melalui penyuluhan berbasis praktik menggunakan game edukasi, serta tahap evaluation melalui pengukuran peningkatan pemahaman siswa menggunakan normalized gain (N-Gain) ”. Hasil menunjukkan media memiliki indeks validitas sebesar 0,87 sehingga dinyatakan layak digunakan. Nilai N-Gain sebesar 0,85 dengan kategori tinggi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai makanan bergizi. Media yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sekolah sebagai media promosi kesehatan untuk mendukung edukasi gizi secara berkelanjutan. Kata kunci: game edukasi; promosi kesehatan; scratch; makanan bergizi. Abstract Introducing nutritious food from an early age is an important component of health promotion to support the growth, development, and establishment of healthy behaviors among school-age children. However, students’ understanding of nutritious food still needs to be improved, particularly in choosing nutritious food over unhealthy snacks. This community service activity aimed to develop and implement a Scratch-based educational game as a health promotion medium for nutritious food education. The activity was conducted on **May 25, 2026**, at SDN 07 Kubu Gulai Bancah and involved **20 fifth-grade students**. The media was developed using the **Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE)** model, which consisted of the analysis stage through observations, interviews, and pre-tests; the design stage through storyboard and learning material preparation; the development stage through media development and validation using **Aiken’s V**; the implementation stage through practice-based health education using the educational game; and the evaluation stage by measuring students’ improvement in understanding using the **Normalized Gain (N-Gain)** method. The results showed that the developed media achieved an **Aiken’s V index of 0.87**, indicating that it was suitable for use. The **N-Gain score of 0.85**, categorized as high, indicated an improvement in students’ understanding of nutritious food. The developed media can be utilized by schools as a health promotion medium to support sustainable nutrition education. Keywords: educational game; health promotion; nutritious food; scratch.
Pelatihan sistem numeralia bahasa Jawa bagi pelaku UMKM di Kelurahan Bulukerto guna meningkatkan branding produk Endang Sri Maruti; Muhammad Hanif; Diyah Santi Hariyani; Chelsa Bunga Nagita; Mohammad Ardiansyah Avilianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39881

Abstract

Abstrak Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Bulukerto Magetan masih menghadapi kendala dalam membangun branding produk yang unik dan berbasis identitas lokal. Sebagian besar produk kuliner menggunakan nama yang umum sehingga kurang memiliki daya tarik dan pembeda di tengah persaingan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan numeralia bahasa Jawa sebagai strategi branding produk berbasis budaya lokal. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM kuliner di Kelurahan Bulukerto dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi selama bulan April sampai Juni 2026. Materi pelatihan meliputi konsep numeralia bahasa Jawa, strategi branding berbasis budaya lokal, teknik penamaan produk, serta pembuatan slogan dan media promosi kreatif. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan angket untuk mengetahui tingkat pemahaman serta kemampuan peserta dalam menerapkan numeralia bahasa Jawa pada branding produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai branding berbasis budaya lokal. Sebanyak 88% peserta mampu membuat nama produk berbasis numeralia bahasa Jawa secara mandiri, sedangkan 84% peserta berhasil menerapkan konsep branding pada label produk dan media promosi. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan identitas produk yang lebih unik, mudah diingat, dan memiliki nilai budaya lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas branding UMKM sekaligus mendukung pelestarian bahasa Jawa dalam sektor ekonomi kreatif masyarakat. Kata kunci: branding produk; budaya lokal; numeralia bahasa Jawa; UMKM. AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Bulukerto Village Magetan Distric still face difficulties in developing unique product branding based on local cultural identity. Most culinary products use generic names, making them less attractive and less competitive in the market. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of UMKM owners in utilizing Javanese numerals as a local culture-based product branding strategy. The target partners of this activity were culinary UMKM owners in Bulukerto Village, involving 10 participants. The program was implemented through several stages, including socialization, training, practice, mentoring, and evaluation from April until June 2026. The training materials covered the concept of Javanese numerals, local culture-based branding strategies, product naming techniques, and the creation of slogans and promotional media. Evaluation was conducted through observation and questionnaires to measure participants’ understanding and their ability to apply Javanese numerals in product branding. The results showed an improvement in participants’ understanding of local culture-based branding. Around 88% of participants were able to independently create product names using Javanese numerals, while 84% successfully applied branding concepts to product labels and promotional media. In addition, participants demonstrated high enthusiasm in developing product identities that were more distinctive, memorable, and culturally meaningful. This activity positively contributed to enhancing MSME branding creativity while also supporting the preservation of the Javanese language within the community’s creative economy sector. Keywords: javanese numerals; local culture; UMKM; product branding.
Penguatan mahasiswa hukum melalui kegiatan sharing session pada organisasi ALSA Ahmad Widad Muntazhor; Waldi Nopriansyah; Ayila Ayila; Billy Suryadinata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39547

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat soft skills mahasiswa hukum, khususnya dalam aspek legal reasoning dan critical thinking. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sharing session pada forum ALSA Sharing Board yang diselenggarakan oleh ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah participatory sharing, yaitu pendekatan pembelajaran interaktif yang mengombinasikan pemaparan materi, diskusi, dan refleksi pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam mengidentifikasi isu hukum, menyusun argumentasi secara logis, serta mengkritisi penerapan norma hukum dalam konteks nyata. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa serta memperluas perspektif mereka terhadap praktik hukum. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk mahasiswa hukum yang tidak hanya memahami hukum secara normatif, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan kritis yang diperlukan dalam dunia praktik. Kata kunci: soft skills; legal reasoning; critical thinking. AbstractThis community service activity aims to strengthen law students' soft skills, particularly in legal reasoning and critical thinking. The activity took the form of a sharing session at the ALSA Sharing Board forum organized by the ALSA Local Chapter of Sriwijaya University. The method used was participatory sharing, an interactive learning approach that combines material presentation, discussion, and reflection on experiences. The results showed that participants experienced increased understanding in identifying legal issues, constructing logical arguments, and critiquing the application of legal norms in real-world contexts. Furthermore, this activity also increased student active participation and broadened their insights into legal practice. Thus, this activity contributes to developing law students who not only understand the law normatively but also possess the analytical and critical skills necessary for the practical world. Keywords: soft skills; legal reasoning; critical thinking.
Pengabdian masyarakat : pendampingan transformasi digital UMKM Desa Mainan melalui optimalisasi Google Business Profile dan penguatan identitas visual produk Aliah Ghina; Nova Yanti Maleha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40179

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pemasaran digital dan penguatan identitas merek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM di Desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin dalam memanfaatkan Google Business Profile (GBP) serta memperkuat identitas visual produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola profil usaha secara digital sehingga lebih mudah ditemukan melalui Google Search dan Google Maps. Selain itu, pembuatan logo, stiker kemasan, dan flyer promosi membantu meningkatkan citra merek dan daya tarik produk. Secara keseluruhan, program ini mendukung transformasi digital UMKM, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan daya saing usaha di era digital. Kata Kunci: transformasi digital; UMKM; google business profile; identitas visual; pemasaran digital. AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in Indonesia’s economy but often face challenges in digital marketing and product branding. This community service program aimed to enhance the digital capabilities of MSMEs in Mainan Village, Sembawa District, Banyuasin Regency through the optimization of Google Business Profile (GBP) and the strengthening of product visual identity. The program was implemented using a participatory approach consisting of observation, training, and mentoring activities. The results showed that participants gained better knowledge and skills in managing digital business profiles, making their businesses more accessible through Google Search and Google Maps. In addition, the development of logos, packaging stickers, and promotional flyers helped improve brand image and product attractiveness. Overall, the program supported MSME digital transformation, expanded marketing reach, and enhanced business competitiveness in the digital era. Keywords: digital transformation; MSMEs; google business profile; visual identity; digital marketing.
Peningkatan kesadaran keselamatan dan ergonomi kerja pada industri konveksi busana muslim melalui pelatihan berbasis K3 teknik perminyakan Aqlyna Fattahanisa; Havidh Pramadika; Marmora Titi Malinda; Riskaviana Kurniawati; Arinda Ristawati; Hayyan Muhammad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40334

Abstract

AbstrakIndustri konveksi busana muslim merupakan bagian dari UMKM yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat, tetapi sering mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta ergonomi. Pekerja biasanya duduk dalam waktu lama dan menangani material secara manual, sehingga berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan pekerja konveksi dalam menerapkan prinsip K3 dan ergonomi, serta mengadaptasi konsep K3 Teknik Perminyakan ke sektor non-migas. Mitra kegiatan ini adalah Konveksi Busana Muslim Tachi Syari di Kota Bekasi, dengan sembilan peserta pelatihan. Metode yang digunakan meliputi observasi dan identifikasi risiko, penyuluhan, demonstrasi dan praktik ergonomi serta manual handling, penyediaan sarana ergonomis dan alat pelindung diri (APD), pendampingan penataan ruang kerja, serta penyusunan prosedur keselamatan. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM), tes pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasilnya, nilai pengetahuan rata-rata meningkat dari 77,22% (kategori Cukup) menjadi 90,00% (kategori Baik), naik 12,78 poin persentase, dan semua peserta (100%) mencapai kategori Baik. Penilaian NBM menunjukkan bahawa semua pekerja berada dalam kategori risiko rendah. Tingkat kepuasan peserta mencapai 91,33% dan semua peserta menyatakan bahwa mereka sangat puas. Kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun budaya kerja yang aman dan ergonomis di UMKM konveksi serta memperluas penerapan ilmu K3 ke berbagai sektor. Kata kunci: K3; ergonomi; konveksi; APD; musculoskeletal. AbstractThe Muslim fashion convection industry is part of the MSMEs that plays a vital role in the community's economy, but often neglects aspects of occupational safety and health (K3) and ergonomics. Workers typically sit for long periods and handle materials manually, putting them at risk of musculoskeletal disorders. This community service activity aims to increase the awareness, knowledge, and skills of convection workers in applying K3 and ergonomics principles, as well as adapting the K3 concept of Petroleum Engineering to the non-oil and gas sector. This activity partner is Konveksi Busana Muslim Tachi Syari in Bekasi City, with nine training participants. The methods used include observation and risk identification, counseling, demonstrations and practices of ergonomics and manual handling, provision of ergonomic facilities and personal protective equipment (PPE), assistance in arranging workspaces, and developing safety procedures. Evaluation was carried out using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire, pre- and post-training knowledge tests, and participant satisfaction questionnaires. As a result, the average knowledge score increased from 77.22% (Sufficient category) to 90.00% (Good category), an increase of 12.78 percentage points, and all participants (100%) achieved the good category. The NBM assessment showed that all workers were in the low-risk category. The participant satisfaction level reached 91.33% and all participants stated that they were very satisfied. This activity has proven effective in building a safe and ergonomic work culture in the garment MSME and expanding the application of OHS knowledge to various sectors. Keywords: occupational safety; ergonomics; garment workshop; PPE; musculoskeletal.
Peningkatan literasi dan pemantauan status gizi sivitas akademika melalui program Nourish Expo di Universitas Negeri Medan Nyono Dedi Prabowo; Meintansari Manik; Khaerul Fadly; Jenri Parlinggoman Hutasoit; Reny Yuliana Siahaan; Kalasta Ayunda Putri; Fitni Hidayati; Fathia Rahmadini; Emira Tri Silawati; Nila Authoria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40509

Abstract

Abstrak Transisi fase kehidupan di lingkungan perguruan tinggi memicu pergeseran pola makan dan gaya hidup sedentari yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular pada usia produktif, termasuk di Universitas Negeri Medan. Sebagai solusi, program pemberdayaan Nourish Expo dilaksanakan di Halaman Gedung Serbaguna, Universitas Negeri Medan, pada tanggal 18–19 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi profil kesehatan kardiometabolik dan meningkatkan literasi gizi sivitas akademika melalui pendekatan skrining klinis dan edukasi interaktif. Kegiatan ini melibatkan 70 partisipan sukarela yang mencakup unsur mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Metode pemberdayaan yang diaplikasikan mengintegrasikan pengukuran antropometri, pemeriksaan biokimia darah, konseling gizi individual, dan diskusi gelar wicara gizi. Evaluasi literasi gizi diukur secara kuantitatif menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diuji menggunakan paired sample t-test. Hasil skrining klinis menunjukkan fenomena beban ganda malnutrisi kelebihan berat badan dan obesitas 41,4%, dengan underweight sebesar 4,3%. Temuan klinis mengonfirmasi risiko kardiometabolik meliputi tekanan darah tinggi (52,9%), hiperkolesterolemia (18,6%), hiperurisemia (17,1%), lemak viseral tinggi (44,3%), serta anemia (8,6%). Secara signifikan, intervensi kognitif berhasil meningkatkan rerata skor total literasi gizi partisipan dari 53,10 ± 9,80 menjadi 82,80 ± 7,50 dengan peningkatan sebesar 29,70 poin (p = 0,000). Integrasi antara audit kesehatan berbasis data personal dan edukasi interaktif terbukti efektif meningkatkan kapasitas kognitif serta kesadaran pencegahan penyakit metabolik. Model pemberdayaan ini direkomendasikan sebagai strategi promotif-preventif yang berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya ekosistem kampus sehat. Kata kunci: literasi gizi; penyakit tidak menular; status gizi. Abstract      The transition of life phases in the university environment triggers shifts in dietary patterns and sedentary lifestyles that increase the risk of non-communicable diseases in productive age groups, including at Medan State University. As a solution, the Nourish Expo empowerment program was held at the Multipurpose Building Yard, Medan State University, on May 18–19, 2026. This activity aims to evaluate cardiometabolic health profiles and improve nutritional literacy of the academic community through a clinical screening approach and interactive education. This activity involved 70 volunteer participants including students, lecturers, and education staff. The empowerment method applied integrated anthropometric measurements, blood biochemistry examinations, individual nutritional counseling, and nutrition talk show discussions. Nutrition literacy evaluation was measured quantitatively using pre-test and post-test questionnaires tested using a paired sample t-test.[3.1][NP3.2] The results of clinical screening showed the phenomenon of a double burden of malnutrition of overweight and obesity at 41.4%, with underweight at 4.3%. Clinical findings confirmed cardiometabolic risks including high blood pressure (52.9%), hypercholesterolemia (18.6%), hyperuricemia (17.1%), high visceral fat (44.3%), and anemia (8.6%). Significantly, the cognitive intervention successfully increased the mean total nutritional literacy score of participants from 53.10 ± 9.80 to 82.80 ± 7.50, an increase of 29.70 points (p = 0.000). The integration of personal data-based health audits and interactive education proved effective in increasing cognitive capacity and awareness of metabolic disease prevention. This empowerment model is recommended as a sustainable promotive-preventive strategy to support the realization of a healthy campus ecosystem. Keywords: non-communicable diseases; nutrition literacy; nutritional status
Penguatan kompetensi guru melalui pelatihan e-asesmen berbasis STEAM untuk mendukung pengembangan multiliterasi siswa di SMPN Ngusikan Jombang Edy Setiyo Utomo; Chalimah Chalimah; Ahmad Farhan; Muhammad Ali Al Hadi; Sovi Dwi Agustin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40511

Abstract

Abstrak Tuntutan pembelajaran abad ke-21 mengharuskan guru mampu menerapkan asesmen yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan multiliterasi siswa. Namun, pemahaman guru mengenai asesmen berbasis STEAM dan pemanfaatan e-asesmen masih belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan asesmen berbasis STEAM melalui pemanfaatan e-asesmen guna mendukung pengembangan multiliterasi siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMPN Ngusikan Jombang pada 23 Juni 2026 dengan melibatkan 31 guru. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest, posttest, dan angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru pada seluruh indikator yang diukur, ditandai dengan peningkatan persentase jawaban benar dari 25,8% hingga 67,7%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman jenis multiliterasi yang diterapkan dalam aktivitas pembelajaran berbasis digital. Selain itu, hasil angket kepuasan menunjukkan bahwa 83,9% peserta memberikan respon sangat baik, 12,9% memberikan respons baik, dan 3,2% memberikan respons cukup. Tingginya peningkatan hasil belajar dan respons positif peserta mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru terkait asesmen berbasis STEAM dan pemanfaatan e-asesmen untuk mendukung pengembangan multiliterasi siswa. Kata kunci: e-asesmen; multiliterasi; pelatihan; STEAM. Abstract The demands of 21st-century learning require teachers to implement assessment practices that not only measure learning outcomes but also support the development of students’ critical thinking, problem-solving, and multiliteracy skills. However, teachers’ understanding of STEAM-based assessment and the utilization of e-assessment remains suboptimal. Therefore, this community service program aimed to enhance teachers’ competencies in implementing STEAM-based assessment through the use of e-assessment to support the development of students’ multiliteracy skills. The program was conducted at SMPN Ngusikan Jombang on June 23, 2026, involving 31 teachers. The implementation stages included preparation, training and mentoring activities, and evaluation. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments, as well as a participant satisfaction questionnaire. The results indicated an improvement in teachers’ understanding across all measured indicators, as evidenced by an increase in the percentage of correct responses ranging from 25.8% to 67.7%. The highest improvement was observed in teachers’ understanding of the types of multiliteracies applied in digital-based learning activities. Furthermore, the satisfaction survey revealed that 83.9% of participants reported a very good level of satisfaction, 12.9% reported a good level of satisfaction, and 3.2% reported a moderate level of satisfaction. The substantial improvement in learning outcomes and the positive responses from participants indicate that the community service program was effective in enhancing teachers’ competencies in STEAM-based assessment and the utilization of e-assessment to support the development of students’ multiliteracy skills. Keywords: e-assessment; multiliteracy; STEAM; training.
Penguatan tata kelola media digital berbasis komunitas untuk promosi potensi ekonomi lokal di Dusun Cukil Evi Maria; Deasy Carolina; Reinhard Yahzeel Lubis; Salvia Devi Muhshanah; Sumiati Arta Dewi; G. Violindra Charissa Sishy Noverintha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40799

Abstract

AbstrakPemanfaatan media digital di desa sering kali belum memberikan manfaat yang optimal karena pengelolaannya masih berfokus pada penyediaan platform, tanpa didukung tata kelola yang mampu menjamin keberlanjutan pengelolaan konten. Kondisi tersebut juga terjadi di Dusun Cukil, Kabupaten Semarang, yang telah memiliki website dan media sosial, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana komunikasi publik dan promosi potensi ekonomi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat tata kelola media digital berbasis komunitas melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola media digital secara kolaboratif. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Dusun Cukil dengan melibatkan 12 peserta yang terdiri atas perangkat dusun dan perwakilan kelompok pemuda. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu analisis kebutuhan dan penyusunan tata kelola media digital, penguatan tata kelola melalui pelatihan dan pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 10 dari 12 peserta (83,33%) mengalami peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, berhasil dikembangkan model tata kelola media digital berbasis komunitas yang mencakup pembagian peran, koordinasi antarpengelola, dan mekanisme pengelolaan konten. Implementasi tata kelola tersebut menghasilkan berbagai publikasi digital pada website Dusun Cukil sebagai media komunikasi publik dan promosi potensi ekonomi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan tata kelola media digital berbasis komunitas dapat mendukung pengelolaan media digital desa secara lebih terstruktur dan kolaboratif. Kata kunci: media digital desa; tata kelola media digital; pengabdian kepada masyarakat; komunikasi publik; promosi potensi ekonomi lokal. Abstract Many rural digitalization initiatives emphasize the provision of websites and social media platforms but pay limited attention to governance mechanisms that ensure their sustainable use. This community engagement program addressed this challenge by strengthening community-based digital media governance in Cukil Hamlet, Semarang Regency, Indonesia. The program aimed to improve the capacity of local stakeholders to collaboratively manage digital media for public communication and the promotion of local economic potential. The program involved 12 participants consisting of village officials and youth representatives. Activities were conducted from May to July 2026 through three sequential stages: needs assessment and governance design, governance strengthening through training and implementation mentoring, and monitoring and evaluation. Program outcomes were evaluated using pre-test and post-test assessments, observations, interviews, and documentation. The results showed that 10 of the 12 participants (83.33%) improved their post-test scores compared with the pre-test results. The program also developed a community-based digital media governance model comprising clearly defined roles, coordination mechanisms, and structured content management processes. During the implementation stage, participants independently produced and published digital content on the official village website to promote local products, tourism, and community activities. These findings demonstrate that strengthening community-based digital media governance provides a practical approach to supporting more structured and collaborative management of village digital media. Keywords: community engagement; community-based governance; digital media governance; local economic promotion; village digitalization.
Penerapan “Nation and Personal Character Building” bernapas pancasila dan kepemimpinan heroik bagi pelajar dalam upaya menangkal radikalisme di Gunung Mulya, Bogor Antonius Dieben Robinson Manurung; Tika Bisono; Alberth Supriyanto Manurung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40174

Abstract

Abstrak      Pembelajaran bagi siswa di Bogor yang rentan terhadap radikalisme adalah membangun karakter diri bernafaskan Pancasila. Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) cabang Bogor dijadikan mitra karena konsisten mendorong pembumian Pancasila di masyarakat. Kerjasama dilakukan melalui program pelatihan yang mengacu pada dua masalah pokok: 1) infiltrasi radikalisme di kalangan pelajar; 2) lemahnya patriotisme dan nasionalisme. Metode ini menggerakkan dan mendorong siswa untuk menjadi leidstar dinamis Pancasila. Selain itu, dalam pengembangan diri siswa, pendekatan kepemimpinan heroik digunakan. Pendekatan ini dibangun oleh Lowney dan terdiri dari empat pilar: kesadaran diri (self-awareness), sikap cerdas-tanggap (ingenuity), cinta (love), dan semangat yang menyala-nyala atau antusias (heroism). Solusi adaptif yang diterapkan adalah program pelatihan nation and personal character building berbasis Pancasila. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta sikap pelajar berdasarkan Pancasila dan kepemimpinan heroik, sehingga radikalisme dapat dicegah dan ditangkal secara efektif. Kata kunci: pancasila; kepemimpiunan heroik; nation and personal character building; radikalisme. Abstract      The learning process for students in Bogor who are vulnerable to radicalism involves building their character based on Pancasila. The Bogor branch of the Pancasila Grounding Movement (GPP) was chosen as a partner because of its consistent efforts to promote the grounding of Pancasila in society. The collaboration is carried out through a training program that addresses two main issues: 1) the infiltration of radicalism among students; 2) weak patriotism and nationalism. This method mobilizes and encourages students to become dynamic leaders of Pancasila. Furthermore, a heroic leadership approach is used in student self-development. This approach, developed by Lowney, consists of four pillars: self-awareness, ingenuity, love, and enthusiasm. The adaptive solution implemented is a Pancasila-based nation and personal character building training program. This program aims to improve students' knowledge, understanding, and attitudes based on Pancasila and heroic leadership, so that radicalism can be effectively prevented and countered. Keywords: pancasila; heroic leadership; nation and personal character building radicalism.