cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Program “Bukan Perfect, But Enough”: psikoedukasi berbasis self-compassion pada siswa SMP Muhammadiyah Piyungan Suci Dea Kharisma; Alifah Salwa Nisriina; Erlina Devi Ayu Cahyani; Dece Ridlo Kurnia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39723

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai tantangan psikososial akibat perubahan dan tuntutan perkembangan yang dihadapi oleh individu. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya berbagai masalah psikologis seperti munculnya kesepian, penurunan motivasi belajar, kecenderungan menghindari tanggung jawab akademik, kebutuhan validasi sosial secara berlebihan, serta kesulitan dalam memahami dan menerima diri secara positif pada remaja. Oleh karena itu diperlukan upaya promotif dan preventif untuk membantu remaja mengembangkan kapasitas psikologis yang lebih adaptif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap baik, memahami, dan menerima diri ketika menghadapi kesulitan. Program “Bukan Perfect, But Enough” merupakan kegiatan psikoedukasi berbasis self-compassion yang dilaksanakan pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Piyungan. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa meningkatkan kesadaran emosional, penerimaan diri, serta kemampuan menghadapi tekanan akademik dan sosial. Program dilaksanakan dalam satu sesi selama tiga jam yang meliputi penyampaian materi, refleksi diri, praktik mengenali emosi, penulisan surat untuk diri sendiri, afirmasi melalui “Pohon Harapan”, serta relaksasi dan mindfulness. Evaluasi program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa skala self-compassion yang dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed-rank test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor self-compassion peserta setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi, meskipun perubahan tersebut belum menunjukkan signifikansi secara statistik (p = 0,159). Temuan ini menunjukkan bahwa program memiliki potensi sebagai bentuk penguatan psikologis awal bagi remaja di lingkungan sekolah. Program psikoedukasi berbasis self-compassion berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui beberapa sesi dan diintegrasikan dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah. Kata kunci: kesehatan mental; psikoedukasi; remaja; sekolah; self-compassion. AbstractAdolescence is a developmental phase that is vulnerable to various psychosocial challenges due to the changes and developmental demands faced by individuals. These conditions lead to various psychological issues, such as feelings of loneliness, decreased motivation to learn, a tendency to avoid academic responsibilities, an excessive need for social validation, and difficulty in understanding and accepting oneself positively. Therefore, promotive and preventive efforts are needed to help adolescents develop more adaptive psychological capacities. One approach that can be used is self-compassion, which is an individual’s ability to be kind, understanding, and accepting of oneself when facing difficulties. The “Bukan Perfect, But Enough” program is a self-compassion-based psychoeducational activity conducted for ninth-grade students at Muhammadiyah Piyungan Junior High School. This activity aims to help students improve their emotional awareness, self-acceptance, and ability to cope with academic and social pressures. The program was conducted in a single three-hour session that included material presentation, self-reflection, practicing emotion recognition, writing a letter to oneself, affirmations through the “Tree of Hope,” as well as relaxation and mindfulness. Program evaluation was conducted using pre- and post-tests in the form of a self-compassion scale analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The evaluation results indicated a trend toward increased self-compassion scores among participants following the psychoeducational activity, although this change did not reach statistical significance (p = 0.159). These findings suggest that the program has potential as an initial form of psychological support for adolescents in a school setting. The self-compassion-based psychoeducation program has the potential to be developed sustainably through multiple sessions and integrated into school guidance and counseling services. Keywords: adolescents; mental health; psychoeducation; school; self-compassion.
Implementasi aplikasi E-Tamu digital untuk monitoring kinerja pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Wahyu Setyaningsih; Andy Prasetyo Utomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39707

Abstract

Abstrak Pengelolaan data kunjungan tamu pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati masih dilakukan secara manual menggunakan buku tamu fisik, sehingga menyebabkan penumpukan antrean, ketidakakuratan data kunjungan, dan sulitnya pemantauan kinerja layanan secara real-time. Kondisi ini menghambat upaya modernisasi tata kelola pelayanan publik yang efisien dan akuntabel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan aplikasi E-Tamu Digital berbasis web sebagai solusi digitalisasi sekaligus media monitoring kinerja pelayanan pada Disdukcapil Kabupaten Pati. Mitra kegiatan adalah seluruh pegawai Disdukcapil Kabupaten Pati, dengan peserta yang terlibat langsung berjumlah 15 orang yang terdiri dari petugas resepsionis, perwakilan staf dari masing-masing bidang, mahasiswa PKL. Metode pelaksanaan mencakup pendampingan teknis berbasis kebutuhan dan workshop partisipatif dengan pendekatan pengembangan sistem model Waterfall, dengan memanfaatkan tiga teknologi inti, yaitu PHP-Laravel, Bootstrap, dan MySQL. Sehingga menghasilkan luaran berupa aplikasi E-Tamu Digital yang dilengkapi dengan delapan fitur unggulan, yaitu registrasi tamu mandiri berbasis QR code, pencatatan waktu otomatis, survei kepuasan, riwayat kunjungan, dashboard monitoring kinerja layanan secara real-time, laporan berkala otomatis, dan autentikasi pengguna. Hasil pengujian menggunakan metode black box testing menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai spesifikasi. Petugas menyambut positif implementasi sistem ini, khususnya pada fitur dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan kinerja layanan secara langsung. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem E-Tamu Digital terbukti mampu memberikan dampak signifikan dalam mendorong modernisasi penyelenggaraan pelayanan publik pada lingkup instansi pemerintah daerah. Kata kunci: e-tamu digital; digitalisasi pelayanan publik; dashboard monitoring real-time; pengabdian kepada masyarakat; PHP-Laravel The management of visitor data at the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) of Pati Regency is still carried out manually using a physical guest book, resulting in queue congestion, inaccurate visitor data, and difficulties in monitoring service performance in real-time. This condition hinders efforts to modernize efficient and accountable public service governance. This community service activity aims to implement a web-based Digital Guest System (E-Tamu Digital) as a digitalization solution as well as a service performance monitoring medium at Disdukcapil Pati Regency. The activity partners are all employees of Disdukcapil Pati Regency. The implementation method includes needs-based technical assistance and participatory workshops using the Waterfall system development approach, utilizing three core technologies, namely PHP-Laravel, Bootstrap, and MySQL. The resulting output is the E-Tamu Digital application equipped with eight main features, namely self-registration via QR code, automatic time recording, satisfaction surveys, visit history, real-time service performance monitoring dashboard, automatic periodic reports, and user authentication. Testing results using the black box testing method indicate that all features operate according to specifications. Staff responded positively to the implementation of this system, particularly the monitoring dashboard feature that enables direct service performance observation. This activity demonstrates that the implementation of the E-Tamu Digital system has proven capable of making a significant contribution to modernizing public service delivery within local government institutions. Keywords: digital guest system; public service digitalization; real-time monitoring dashboard; community service; PHP-Laravel
Pelatihan technopreneurship berbasis artificial intelligence untuk meningkatkan daya saing siswa SMAN 6 Denpasar Ni Putu Noviyanti Kusuma; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39100

Abstract

AbstrakPenguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi fondasi krusial untuk menciptakan inovasi dan keunggulan wirausaha di era digital. Namun, observasi awal di SMA Negeri 6 Denpasar menunjukkan rendahnya pemanfaatan AI untuk kewirausahaan dengan skor rata-rata sangat kurang (1,65). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan mindset technopreneurship dan membekali siswa dengan keterampilan praktis AI guna merancang model bisnis. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari dua sesi utama yang saling berkesinambungan, yakni Workshop Ideasi Bisnis menggunakan pendekatan Design Thinking dan AI Skill Bootcamp yang berfokus pada pelatihan teknik prompting tingkat lanjut. Kegiatan ini berbasis project-based learning dan melibatkan 40 siswa jurusan IPA. Hasil evaluasi program menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi; skor pemahaman konseptual AI meningkat secara signifikan dari rata-rata 1,83 menjadi 3,9, dan keterampilan pemanfaatan AI untuk pengembangan ide bisnis melonjak menjadi 3,7. Secara praktis, 90% peserta pelatihan terbukti mampu menyusun draf proposal bisnis satu halaman (one-pager) yang terstruktur dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu utama. Dapat disimpulkan bahwa program ini efektif menjembatani kesenjangan antara literasi teknologi dan keterampilan ekonomi, serta sukses mengubah paradigma siswa dari sekadar pengguna pasif menjadi calon technopreneur masa depan yang adaptif dan melek peluang. Kata kunci: technopreneurship; kecerdasan buatan; prompting; chatbot; kewirausahaan. AbstractThe mastery of Artificial Intelligence (AI) technology has become a crucial foundation for creating innovation and entrepreneurial advantage in the digital era. However, preliminary observations at SMA Negeri 6 Denpasar indicated a low utilization of AI for entrepreneurship, with a very poor average score of 1.65. This community service activity aims to foster a technopreneurship mindset and equip students with practical AI skills to design business models. The implementation method consists of two continuous main sessions: a Business Ideation Workshop using the Design Thinking approach, and an AI Skill Bootcamp focusing on advanced prompting technique training. This activity utilized a project-based learning method and involved 40 science major students. The program evaluation results showed a high success rate; the conceptual understanding score of AI significantly increased from an average of 1.83 to 3.9, and the skill in utilizing AI for business idea development surged to 3.7. Practically, 90% of the training participants proved capable of drafting a structured one-page business proposal utilizing AI as their primary assisting tool. In conclusion, this program effectively bridged the gap between technological literacy and economic skills, successfully shifting the students' paradigm from mere passive users to adaptive, opportunity-aware future technopreneurs. Keywords: technopreneurship; artificial intelligence; prompting; chatbot; entrepreneurship.
Penguatan literasi gizi, pengolahan pangan sehat, dan numerasi siswa melalui penyuluhan partisipatif 'Isi Piringku' dan permainan edukatif Fitriyah Nafsiyah Muthmainnah; Ilmiasa Saliha; Aneu Pebrianti; Yayu Sri Rahayu; Nurnashriana Jufri; Rezka Masturah; Mohamad Rifky Anugrah Pratama; Vismaia Nur Fitriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39746

Abstract

Abstrak Literasi gizi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah. Sebagian besar siswa belum memahami konsep gizi seimbang "Isi Piringku", cara pengolahan pangan yang sehat, serta belum memiliki kemampuan numerasi kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SDIT Harum Karawang tentang ketiga aspek tersebut melalui edukasi interaktif. Kegiatan pengabdian pada 149 siswa kelas V SDIT Harum Karawang menggunakan desain one-group pretest-posttest melalui edukasi interaktif mengenai literasi gizi “Isi Piringku”, pengolahan pangan sehat, dan literasi numerasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,28 menjadi 8,97 dengan perbedaan yang signifikan berdasarkan uji Wilcoxon. Edukasi visual dan permainan interaktif terbukti efektif meningkatkan fokus dan pemahaman siswa. Namun, kegiatan ini memiliki keterbatasan karena belum mengukur kemampuan numerasi gizi secara spesifik serta retensi pengetahuan jangka panjang. Diperlukan pengembangan media seperti "Kartu Piringku", integrasi praktik pengolahan pangan, dan evaluasi berbasis soal cerita numerasi pada kegiatan mendatang.  Kata kunci: isi piringku; literasi gizi; literasi numerasi; pengolahan pangan; sekolah dasar. AbstractNutrition literacy and numeracy among Indonesian elementary students remain low. Most students lack an understanding of the balanced nutrition concept ("Isi Piringku"), healthy food preparation methods, and contextual numeracy skills. This community service aimed to improve these three aspects among fifth-grade students at SDIT Harum Karawang (n=149) using interactive education. A one-group pretest-posttest design was employed. Education was delivered via visual presentations and interactive games across three sessions: Balanced Nutrition "Isi Piringku," Little Chef (healthy food preparation), and Numeracy Literacy. Knowledge scores increased from 8.28 to 8.97 (Wilcoxon test, p < 0.05), indicating significant improvement. Visual and game-based education effectively enhanced students' focus and understanding. However, limitations include the lack of specific measurement of nutritional numeracy skills and long-term knowledge retention. Future activities should develop media such as "My Plate Cards," integrate food preparation practices, and use numeracy story problems for evaluation. Keywords: elementary school; food processing; my plate; nutrition literacy; numeracy literacy.
Peningkatan pemahaman masyarakat tani tentang Good Agricultural Practices (GAP), biochar, dan pangan sehat sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan Srie Juli Rachmawatie; Ariy Khaerudin; Umi Nur Solikah; Ida Aryati Dyah Purnomo Wulan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39754

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tani mengenai Good Agricultural Practices (GAP), pemanfaatan biochar, serta hubungan antara praktik budidaya sehat dan kualitas pangan. Program disusun berdasarkan kebutuhan penguatan kapasitas petani dalam menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi, bermutu, berdaya saing, dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Materi pengabdian disusun mengacu pada prinsip GAP yang mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pratanam hingga pascapanen, dengan penekanan pada keamanan pangan, jaminan mutu, ketertelusuran produk, pengelolaan tanah, pengelolaan air, pengendalian hama terpadu, serta panen dan penyimpanan yang benar. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif, diskusi terarah, dan penjelasan praktis mengenai pengelolaan tanah berbasis bahan organik dan biochar. Hasil kegiatan penilaian pemahaman peserta tidak dilakukan secara formal karena kegiatan ini tidak menggunakan instrumen evaluasi, seperti pre-test dan post-test. Peserta menyatakan lebih memahami pentingnya pengurangan input bahan kimia sintetis dan biochar dapat membantu meningkatkan retensi air, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung aktivitas mikroba tanah dalam praktik dan tanya jawab secara langsung dengan narasumber. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan literasi GAP di kalangan masyarakat tani merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas hasil pertanian, keamanan pangan, dan daya saing produk lokal. Kata kunci: biochar; GAP; pangan sehat; pengabdian masyarakat; pertanian berkelanjutan AbstractThis community service program aimed to improve farmers’ understanding of Good Agricultural Practices (GAP), biochar utilization, and the relationship between healthy cultivation practices and food quality. The program was designed to strengthen farmers’ capacity to produce safe, high-quality, competitive agricultural products while preserving natural resources. The materials were prepared based on GAP principles covering all cultivation stages from pre-planting to post-harvest, with emphasis on food safety, quality assurance, product traceability, soil management, water quality, integrated pest control, and proper harvesting and storage. The method used was participatory extension, guided discussion, and practical explanation regarding soil management based on organic amendments and biochar. The results of assessment of participant understanding is not carried out formally because this activity does not use evaluation instruments, such as pre-tests and post-tests. Through hands-on practice and question and answer session directly with resources persons, participants expressed a better understanding of the importance of reducing synthetic chemical inputs and also recognized that biochar can improve water retention, enhance soil structure, and support soil microbial activity. This activity confirms that strengthening GAP literacy among farming communities is a strategic step toward improving agricultural product quality, food safety, and the competitiveness of local products. Keywords: biochar; community service; food safety; GAP; sustainable agriculture
Peningkatan literasi hukum dalam menghadapi risiko perjanjian digital layanan pinjaman online pada pelaku UMKM di Desa Trucuk Kabupaten Bojonegoro Gunawan Hadi Purwanto; M. Yasir; Mida Izalia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39643

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi finansial (financial technology/fintech) di Indonesia telah memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui layanan pinjaman online (fintech lending), khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan berbagai risiko hukum akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap isi dan konsekuensi perjanjian digital. Pelaku UMKM di Desa Trucuk Kabupaten Bojonegoro masih banyak yang belum memahami hak dan kewajiban dalam perjanjian pinjaman online, perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, serta risiko penyalahgunaan data pribadi dan praktik penagihan yang tidak sesuai ketentuan hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi hukum pelaku UMKM dalam menghadapi risiko perjanjian digital layanan pinjaman online. Metode yang digunakan berupa penyuluhan hukum melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman peserta. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan jenis pinjaman online, dasar hukum pinjaman online di Indonesia, hak dan kewajiban debitur, cara memahami perjanjian digital, serta perlindungan data pribadi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan peserta terhadap aspek hukum layanan pinjaman online, termasuk kemampuan membedakan pinjaman online legal dan ilegal serta pentingnya kehati-hatian sebelum menyetujui perjanjian digital. Dengan adanya kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan layanan pinjaman online secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab guna mendukung keberlangsungan usaha tanpa menimbulkan permasalahan hukum maupun finansial di kemudian hari. Kata kunci: literasi hukum; pinjaman online; fintech lending; UMKM; perjanjian digital. Abstract The development of financial technology (fintech) in Indonesia has provided easier access to financing through online loan services (fintech lending), particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, this convenience has also created various legal risks due to the low level of public understanding regarding the contents and legal consequences of digital agreements. Many MSME actors in Trucuk Village, Bojonegoro Regency, still lack understanding of their rights and obligations in online loan agreements, the differences between legal and illegal online lending services, as well as the risks of personal data misuse and improper debt collection practices. This community service activity aims to improve the legal literacy of MSME actors in dealing with the risks of digital agreements in online lending services. The method used was legal counseling through material presentations, interactive discussions, and participant evaluations. The materials presented included the definition and types of online loans, the legal basis of online lending in Indonesia, the rights and obligations of debtors, how to understand digital agreements, and personal data protection. The results of the activity indicated an improvement in participants’ understanding of the legal aspects of online lending services, including the ability to distinguish between legal and illegal online loans and the importance of exercising caution before agreeing to digital contracts. Through this activity, MSME actors are expected to utilize online lending services more wisely, safely, and responsibly in order to support business sustainability without causing legal or financial problems in the future. Keywords: legal literacy; online loans; fintech lending; MSMEs; digital agreements.
Edukasi masyarakat dan pelestarian peninggalan sejarah Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan Kecamatan Bayan Lombok Utara Muaini Muaini; Rosada Rosada; Nurul Aini; Muhammad Anggani Zaenudin; Hidayat Rahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.36449

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Kuno Bayan Beleq, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya lokal serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian warisan budaya. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman generasi muda mengenai sejarah dan makna filosofis Masjid Bayan Beleq. Hasil observasi awal dan angket pre-test menunjukkan bahwa hanya 30% peserta yang memahami nilai sejarah dan simbolisme masjid secara memadai. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat adat, pengurus masjid, pemerintah desa, pemuda, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pendampingan, pelatihan dokumentasi dan digitalisasi budaya, serta evaluasi melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, dan observasi partisipatif. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pemuda, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 30% menjadi 86,7% setelah mengikuti program. Selain itu, terbentuk Kelompok Sadar Budaya Bayan Beleq yang beranggotakan 12 orang sebagai wadah pelestarian berbasis masyarakat. Pelatihan digitalisasi juga menghasilkan 50 foto dokumentasi, tiga video edukasi, dan satu naskah narasi sejarah lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran sejarah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi masyarakat; pelestarian budaya; Masjid Bayan Beleq. AbstractThis community service program was conducted at the Bayan Beleq Ancient Mosque in Bayan Village, Bayan District, North Lombok Regency, aiming to enhance community understanding of local historical and cultural values and strengthen public participation in cultural heritage preservation. The main problem identified was the limited understanding among younger generations regarding the historical significance and philosophical meanings of the mosque. Initial observations and pre-test results indicated that only 30% of participants possessed adequate knowledge of the mosque’s history and symbolic values. The program employed a participatory approach involving traditional leaders, mosque administrators, village authorities, youth groups, and university students. The implementation stages included preparation, socialization and mentoring activities, cultural documentation and digitalization training, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires, interviews, and participatory observation. A total of 30 participants took part in the activities. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, increasing from 30% to 86.7% after the program. In addition, a Cultural Awareness Group consisting of 12 members was established to support community-based heritage preservation. The digitalization training also produced 50 documentary photographs, three educational videos, and one local historical narrative manuscript. These findings indicate that a participatory approach effectively enhances historical awareness, strengthens cultural identity, and promotes sustainable community engagement in preserving cultural heritage. Keywords: community education; cultural preservation; Bayan Beleq Mosque.
Peningkatan efisiensi produksi kelompok wanita tani melalui pendekatan Material Flow Cost Accounting (MFCA) di Desa Telukjambe, Karawang Novi Permata Indah; Yudi Helfi; I Putu Eka Wijaya; Asep Maulana; Kholida Atiyatul Maula; Elvi Khairunnisa; Madjidainun Rahma; Arif Fadilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39716

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ar Rama di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang melalui pendekatan Material Flow Cost Accounting (MFCA). MFCA digunakan sebagai kerangka analitis untuk mengidentifikasi pemborosan material, menghitung biaya produk positif dan negatif, serta mendasari tiga intervensi produksi utama: penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), adopsi teknologi mesin, dan diversifikasi produk berbasis sumber daya lokal. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung selama 14 minggu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kebersihan produksi sebesar 75%; pengurangan limbah bonggol singkong sebesar 90%; dan diversifikasi produk baru berupa tepung tapioka, peyek, dan cheese stick dari pati singkong yang sebelumnya menjadi produk negatif MFCA (peningkatan 100%). Secara keseluruhan, efisiensi produksi KWT Ar Rama meningkat sebesar 88%. Kata kunci: material flow cost accounting; kelompok wanita tani; efisiensi produksi; GMP; diversifikasi produk. Abstract This community service activity aimed to improve the production efficiency of the Ar Rama Women Farmer Group (KWT) in Telukjambe Village, Karawang Regency through a Material Flow Cost Accounting (MFCA) approach. MFCA was employed as an analytical framework to identify material waste, calculate positive and negative product costs, and guide three main production interventions: Good Manufacturing Practices (GMP) implementation, production machinery adoption, and product diversification based on local resources. Implementation comprised socialization, training, and direct mentoring over 14 weeks. Results showed a 75% improvement in production hygiene; a 90% reduction in cassava stub waste; and new product diversification—tapioca flour, peyek crackers, and cheese sticks—from cassava starch previously classified as a negative product in MFCA (100% improvement). Overall, KWT Ar Rama’s production efficiency improved by 88%. Keywords: material flow cost accounting; women farmer group; production efficiency; gmp; product diversification.
Sosialisasi literasi digital cakap dan bijak menggunakan dompet elektronik di SMK Sunan Bejagung Tuban Andik Adi Suryanto; Amaludin Arifia; Alfian Nurlifa; Asfan Muqtadir; Fitroh Amaluddin; Aris Wijayanti; Andy Haryoko; Suprapto Suprapto; Miftahul Ulum; Nurul Hidayah; Layla Ayu Mustika Putri; Dhoni Prasetya; Syahrul Andrian Setia Budi; Rachmalia Vinda Kusuma; Miftahul Munir; Saeful Mizan; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Mardi Widodo; Tabhita Sri Hartati Wulandari; Guruh Putro Dirgantoro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38805

Abstract

Abstrak Perkembangan transaksi keuangan digital di kalangan pelajar menuntut peningkatan literasi keamanan finansial digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas XII SMK Sunan Bejagung Tuban terkait penggunaan dompet elektronik secara aman, pencegahan kejahatan siber, serta verifikasi legalitas layanan keuangan digital. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, simulasi praktik keamanan akun, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest, posttest, dan angket respon. Kegiatan melibatkan 68 siswa dan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan dari kategori kurang menjadi sangat baik setelah kegiatan. Respon peserta juga sangat positif sehingga kegiatan dinilai efektif meningkatkan literasi keamanan finansial digital. Secara kuantitatif, hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan kategori pemahaman sangat baik dari 1,7% (pretest) menjadi 82,8% (posttest), serta penurunan kategori kurang dari 66,8% menjadi 0%, yang dihitung berdasarkan persentase jumlah responden pada tiap skala penilaian instrumen pretest dan posttest (N=68). Kata kunci: literasi digital; dompet elektronik; keamanan siber; pelajar SMK; pengabdian masyarakat. AbstractThe rapid growth of digital financial transactions among students has increased the need for stronger digital financial security literacy. This community service program aimed to enhance the understanding of Grade 12 students at SMK Sunan Bejagung Tuban regarding the safe use of electronic wallets (e-wallets), cybercrime prevention, and verification of the legitimacy of digital financial services. The program employed educational sessions, hands-on simulations of account security practices, interactive discussions, and evaluations using pretests, posttests, and participant response questionnaires. A total of 68 students participated in the program. The findings demonstrated a substantial improvement in participants’ understanding, shifting from a poor level before the program to a very good level after its completion. Participants also provided highly positive responses, indicating that the program was effective in strengthening digital financial security literacy. Quantitatively, descriptive analysis showed that the proportion of participants in the very good understanding category increased from 1.7% in the pretest to 82.8% in the posttest, while the proportion in the poor category decreased from 66.8% to 0%. These percentages were calculated based on the number of respondents within each rating category of the pretest and posttest instruments (N = 68). Keywords: digital literacy; electronic wallets; cybersecurity; vocational high school students; community service.
Peningkatan literasi kimia lingkungan melalui edukasi paparan debu mineral pada pekerja tambang batuan Erni Yustissiani; Alpiana Alpiana; Hady Rasikhun; Bedy Fara Aga Matrani; Arif Wijaya; Ariyanto Ariyanto; Erwin Rangga Fitriawa; M Fathin Firaz; Nurul Hidayati; Anwar Efendy; Ringgi Puteri Samengasbumi; Rugaya Rugaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.40225

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kimia lingkungan pada pekerja tambang batuan terkait bahaya paparan debu mineral. Kegiatan dilaksanakan di Desa Perampuan dengan melibatkan 17 peserta yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat keterlibatan dalam aktivitas penambangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi kontekstual melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan diskusi partisipatif yang disertai dengan arahan penggunaan masker sebagai upaya sederhana dalam mengurangi paparan debu. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pre-test post-test dan dianalisis menggunakan indeks N-Gain. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari pre-test ke post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 yang termasuk kategori sedang. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya debu mineral serta pentingnya penggunaan masker saat bekerja. Dengan demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kimia lingkungan dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik kerja yang lebih aman. Kata kunci: literasi kimia lingkungan; debu mineral; N-Gain; edukasi kontekstual. Abstract This community service activity aimed to improve environmental chemistry literacy among stone mining workers regarding the hazards of mineral dust exposure. The activity was conducted in Perampuan Village involving 17 participants selected purposively based on their involvement in mining activities. The method used was a participatory approach based on contextual education through preparation, implementation, and evaluation stages. Educational activities were carried out through interactive lectures and participatory discussions accompanied by guidance on mask usage as a simple measure to reduce dust exposure. Evaluation was conducted using a one-group pre-test post-test design and analyzed using the N-Gain index. The results showed an increase in participants’ average scores from pre-test to post-test with an N-Gain value of 0.65, categorized as moderate. Qualitatively, participants demonstrated improved understanding and awareness of mineral dust hazards and the importance of wearing masks during work. Therefore, the educational activity was effective in improving environmental chemistry literacy and encouraging safer work practices. Keywords: environmental chemistry literacy; mineral dust; N-Gain; contextual education.