cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,984 Documents
Hypertension Self-Management Education (HSME) berbasis virtual reality terhadap self-efficacy penderita hipertensi dalam upaya pencegahan stroke di Gubeng Surabaya Ira Purnamasari; Eni Sumarliyah; Siti Aisyah; Firman Firman; Dede Nasrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39072

Abstract

Abstrak Hipertensi yang tidak terkontrol menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak dan memicu stroke yang berpotensi menyebabkan kecacatan permanen atau kematian. Rendahnya self-management penderita hpertensi dalam menjalankan perawatan secara mandiri disebabkan oleh rendahnya self-efficacy. Penderita dengan efikasi diri yang rendah cenderung kurang konsisten dalam menerapkan perilaku sehat seperti kepatuhan minum obat, pengaturan diet rendah garam, aktivitas fisik teratur, pengendalian stres, serta pemantauan tekanan darah secara rutin. Metode edukasi yang masih bersifat konvensional, cenderung bersifat satu arah dan kurang interaktif berpotensi membatasi pengalaman belajar dalam meningkatkan keterlibatan serta keyakinan pasien dalam mengelola kesehatannya secara mandiri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri penderita hipertensi melalui pemberian hypertension self-management education (HSME) berbasis virtual reality. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 4 minggu dengan melibatkan 65 penderita hipertensi. Tim pengabdi memberikan pendampingan dan edukasi self-management berbasis virtual reality. Hasil kuesioner didapatkan hasil efikasi diri responden sebelum kegiatan VR-HSME, mayoritas memiliki efikasi diri cukup 58.5% dan setelah kegiatan pendampingan menjadi efikasi diri baik 70.8%. Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri guna mencegah terjadinya stroke pada penderita hipertensi. Kata kunci: hipertensi; self-management; self-efficacy; stroke; virtual reality. AbstractUncontrolled hypertension causes damage to cerebral blood vessels and significantly increases the risk of stroke, which may result in permanent disability or death. Poor self-management among individuals with hypertension is often associated with low self-efficacy. Patients with low self-efficacy tend to be less consistent in adopting healthy behaviors, including adherence to antihypertensive medication, maintaining a low-sodium diet, engaging in regular physical activity, managing stress, and routinely monitoring blood pressure. Conventional educational approaches, which are generally one-way and less interactive, may limit meaningful learning experiences and reduce patients’ engagement and confidence in managing their health independently. This community service program aimed to improve the self-efficacy of individuals with hypertension through the implementation of a **Virtual Reality–Based Hypertension Self-Management Education (VR-HSME)** program. The program was conducted over four weeks and involved 65 individuals with hypertension. Participants received mentoring and self-management education using virtual reality technology. Questionnaire results indicated that, prior to the intervention, the majority of participants (58.5%) demonstrated a moderate level of self-efficacy. Following the VR-HSME program, 70.8% of participants achieved a high level of self-efficacy. These findings suggest that virtual reality–based hypertension self-management education has the potential to enhance self-efficacy, thereby supporting stroke prevention among individuals with hypertension. Keywords: hypertension; self-management; self-efficacy; stroke; virtual reality.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penanganan choking pada anak melalui pelatihan pertolongan pertama tersedak Nirmala Sari; Hendri Devita; Aric Frendi Andriyan; Putri Engla Pasalina; Afrah Diba Faisal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38220

Abstract

Abstrak Choking (tersedak) merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi dan anak akibat masuknya makanan atau benda asing ke saluran napas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Berdasarkan analisis situasi mitra, sebagian besar orang tua belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengenali tanda-tanda tersedak serta melakukan pertolongan pertama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko keterlambatan penanganan saat terjadi kasus choking pada anak di lingkungan keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kasus tersedak (choking) pada anak melalui penyuluhan dan pelatihan pertolongan pertama. Orang tua diharapkan mampu mengenali tanda choking serta melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman untuk mencegah komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di Kelurahan Aie Pacah, Kota Padang, Sumatera Barat, dengan melibatkan 20 orang tua (ibu) sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, simulasi, dan diskusi interaktif mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami choking. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelatihan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan simulasi penanganan choking, sesi tanya jawab, serta post-test. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua setelah mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi penanganan choking. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 4,00 pada saat pre-test menjadi 7,95 pada saat post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan simulasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas kepada guru PAUD/TK serta pengasuh anak sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kata kunci: pengetahuan; pertolongan pertama; tersedak; anak. Abstract Choking is a common emergency in infants and children caused by food or foreign objects entering the respiratory tract. This condition can cause respiratory distress and even death if not treated promptly and appropriately. Based on a partner situation analysis, most parents lack the knowledge and skills to recognize the signs of choking and administer first aid. This situation increases the risk of delayed treatment when choking occurs in children within the family environment. The purpose of this community service activity is to improve parents' knowledge, skills, and preparedness in handling choking in children through first aid counseling and training. Parents are expected to be able to recognize the signs of choking and administer first aid quickly, accurately, and safely to prevent complications. The community service activity was held on October 4, 2025, in Aie Pacah Village, Padang City, West Sumatra, involving 20 parents (mothers) as participants. The methods used included education, demonstrations, simulations, and interactive discussions regarding first aid for children experiencing choking. The activity evaluation was conducted through questionnaires before (pre-test) and after (post-test) the training to measure changes in participants' knowledge levels. The activity stages included a pre-test, material delivery, demonstration and simulation of choking management, a question and answer session, and a post-test. Based on the evaluation results, there was an increase in parents' knowledge levels after participating in the education and simulation activities for choking management. The average knowledge score of participants increased from 4.00 in the pre-test to 7.95 in the post-test. This increase indicates that the education and simulation activities provided were effective in improving parents' understanding of first aid for children who experience choking. This activity has the potential to increase parents' preparedness in dealing with choking incidents in children. Therefore, similar programs need to be implemented continuously and expanded to early childhood education (PAUD/TK) teachers and childcare providers as an effort to strengthen community capacity in handling emergencies in children. Keywords: knowledge; first aid; choking; child.
Pemberdayaan UMKM batik melalui edukasi sertifikasi batik mark dan implementasi canting cap untuk peningkatan produktivitas Anugrah Windy Mustikarini; Rofiq Hamzah; Arief Rahmatulloh; Asalil Mustain; Yanty Maryanty; Prayitno Prayitno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39556

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, estetis, dan ekonomis serta berperan penting dalam pengembangan industri kreatif berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, pelaku usaha batik masih menghadapi berbagai tantangan, berupa persaingan dengan produk tiruan, rendahnya efisiensi produksi, serta keterbatasan pemahaman terhadap standardisasi dan sertifikasi mutu produk. UMKM Batik Ulur Wiji Mojokerto sebagai mitra merupakan produsen batik berbasis eco-fashion dengan motif lokal dan pewarna alami yang menghadapi permasalahan serupa dalam meningkatkan daya saing usaha. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mitra melalui edukasi Sertifikasi Batik Mark dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan pada Maret–Oktober 2025 melalui Webinar Sertifikasi Batik Mark dan pembuatan empat unit canting batik cap  yang dirancang berdasarkan identifikasi kebutuhan mitra terhadap motif yang paling sering digunakan pada produk batik dan turunannya. Webinar diikuti oleh 17 peserta yang hadir dari komunitas pengusaha batik, dengan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan kuesioner dengan perbandingan skor pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan skala Likert 1–5 untuk mengukur peningkatan penerapan IPTEK dan skala Likert 1–4 untuk mengukur kepuasan mitra. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor penerapan IPTEK dari 2,5 menjadi 4,5 atau sebesar 80%, dengan tingkat kepuasan mitra 100%. Implementasi canting batik cap menghasilkan luaran berupa 100 dompet dan 100 totebag yang menunjukkan peningkatan efisiensi produksi, konsistensi mutu, dan diversifikasi produk. Kata kunci: batik mark; edukasi sertifikasi; UMKM; canting batik cap. Abstract Batik is an Indonesian cultural heritage with significant historical, aesthetic, and economic value and plays an important role in the development of creative industries based on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, batik entrepreneurs still face several challenges, including competition from imitation products, low production efficiency, and limited understanding of product standardization and certification. Batik Ulur Wiji MSME in Mojokerto, which produces eco-fashion batik with local motifs and natural dyes, faces similar challenges in improving business competitiveness. This community service program aims to enhance the competitiveness of Batik Ulur Wiji MSME through Batik Mark certification education and the implementation of appropriate technology in the production process. The program was conducted from March to October 2025 through a Batik Mark certification webinar and the development of four stamped canting tools based on the partner’s most frequently used motifs. The webinar involved 17 batik entrepreneurs and a speaker from the Center for Standardization and Industrial Service of Handicrafts and Batik, Ministry of Industry. Evaluation was carried out through observation and questionnaires using a 1–5 Likert scale to assess improvements in science and technology adoption and a 1–4 Likert scale to measure partner satisfaction. The data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results show an increase in the average technology application score from 2.5 to 4.5 (80%), while partner satisfaction reached 100%. The implementation of stamped canting tools produced 100 wallets and 100 tote bags, indicating improvements in production efficiency, product consistency, and product diversification. Keywords: batik mark; certification education; MSMEs; batik stamping canting.
Penyuluhan pencegahan stunting dan gizi seimbang menuju desa bebas stunting dan generasi muda yang sehat Wibowo Heru Prasetiyo; Patmisari Patmisari; Nadzua Widya Sugesti; Leolita Clara Puspita Dewi; Ira Mirzania; Salma Alvianingsih; Sofyan Sofyan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39568

Abstract

AbstrakBerdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, sekitar 27,6% anak balita di Indonesia mengalami stunting dengan prevalensi tertinggi kedua di Asia Tenggara. Stunting ini menandakan nilai tinggi badan menurut usia yang berada di bawah standar yang ditetapkan yang  berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan kapasitas kognitif anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada periode 3 Agustus hingga 9 September 2024, dengan tujuan membantu  pencegahan stunting dan memperluas kesadaran tentang peranan gizi seimbang. Program yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Puskesmas Ngargoyoso ini mencakup serangkaian kegiatan, meliputi penilaian awal, wawancara, penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktis, distribusi tablet tambah darah (TTD), aktivitas fisik promotif kesehatan, serta evaluasi hasil melalui kuesioner terstruktur. Strategi edukasi kesehatan yang diterapkan meliputi ceramah, media visual, poster, serta kegiatan ice breaking interaktif guna meningkatkan partisipasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta kegiatan menyatakan program ini bermanfaat dalam upaya pencegahan stunting. Selain itu, sejumlah besar peserta melaporkan adanya peningkatan kondisi kesehatan setelah mengonsumsi suplemen zat besi secara teratur. Pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai stunting dan gizi, sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat, seperti konsumsi tablet zat besi secara konsisten. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa program ini berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi dan diterapkan secara efektif dalam penanggulangan stunting di komunitas dengan karakteristik serupa. Kata kunci: gizi seimbang; pencegahan stunting; pengabdian masyarakat; stunting; tablet tambah darah AbstractAccording to a 2019 World Health Organization (WHO) report, approximately 27.6% of children under five in Indonesia suffer from stunting, representing the second-highest prevalence in Southeast Asia. Stunting exerts a negative impact on children's physical development and cognitive capacity. This community service program was conducted in Kemuning Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, from August 3 to September 9, 2024, aiming to assist in stunting prevention and expand awareness regarding the role of balanced nutrition. Organized by the Community Service Team in collaboration with the Ngargoyoso Public Health Center (Puskesmas), the program encompassed a series of activities, including initial assessments, interviews, health education, practical demonstrations, the distribution of iron-folic acid (IFA) tablets, health-promoting physical activities, and the evaluation of outcomes via structured questionnaires. The implemented health education strategies included lectures, visual media, posters, and interactive ice-breaking activities designed to enhance participant engagement. Evaluation results indicated that the majority of participants perceived the program as beneficial in stunting prevention efforts. Furthermore, a substantial number of participants reported improvements in health conditions following the regular consumption of iron supplements. This community service initiative successfully increased public awareness concerning stunting and nutrition, while simultaneously encouraging healthy behavior changes, such as the consistent consumption of iron tablets. These findings indicate that the program has the potential to serve as a replicable model that can be effectively implemented to combat stunting in communities with similar characteristics. Keywords: balanced nutrition; stunting prevention; community service; stunting; iron supplement tablets