cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
MEMBANGUN DAN MENUMBUHKAN JIWA ENTERPREUNERSHIP PADA ANAK PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MATARAM Lelisari Lelisari; Imawanto Imawanto; Hamdi Hamdi; Rukimin Rukimin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9694

Abstract

ABSTRAKKeberanian berwirausaha dan berbagai terobosannya sangat bermanfaat untuk menumbuhkembangkan kreativitas sejak dini, terlebih untuk anak-anak panti asuhan. Salah satu visi panti asuhan Muhammadiyah Mataram adalah memaksimalkan potensi dalam kerja nyata, oleh karenanya perlu adanya upaya membangun dan menumbuhkembangkan jiwa enterpreunership pada anak panti asuhan Muhammadiyah Mataram. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada pengurus dan anak-anak panti asuhan Muhammadiyah Mataram tentang pentingnya Membangun dan Menumbuhkan Jiwa Enterpreunership Pada Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram. Hasil dari kegiatan ini adalah pengurus dan anak-anak panti asuhan mengetahui dan mendapatkan informasi tentang pentingnya berwirausaha sejak dini. Kata Kunci: enterpreunership; wiraswata; panti asuhan ABSTRACTThe courage of entrepreneurship and its various breakthroughs are very useful for fostering creativity from an early age, especially for orphanage children. One of the visions of the Muhammadiyah Mataram orphanage is to maximize the potential in real work, therefore there is a need for efforts to build and cultivate the spirit of enterpreunership in the children of the Muhammadiyah Mataram orphanage. This service activity aims to provide understanding and knowledge to the administrators and children of the Muhammadiyah Mataram orphanage about the importance of Building and Growing the Spirit of Enterpreunership in the Children of the Muhammadiyah Mataram Orphanage. The result of this activity is that the administrators and children of the orphanage know and get information about the importance of entrepreneurship from an early age. Keywords: enterpreunership; self employed; orphanage
PEDULI KESEHATAN JANTUNG UPAYA MEMBANGUN MASYARAKAT SADAR KESEHATAN JANTUNG DI DESA NGAWI JAWA TIMUR Arif Wahyu Setyo Budi; Al Afik; Siti Nurkhayati; Irgi Biantara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9823

Abstract

ABSTRAKPenyakit sistem kardiovakuler merupakan salah satu penyakit yang menyumbang tingginya angka mortalitas dan morbiditas selain penyakit tidak menular. Data menurut WHO menunjukkan 17 juta orang di dunia meninggal dunia karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Tingginya angka kejadian penyakit jantung perlu adanya sebuah usaha dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat memberikan pertolongan pertama pada kasus jantung. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 3 metode yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan memberikan edukasi dan pelatihan skills kepada kader terpilih tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan jantung dirumah. Hasil pengabdian yaitu tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pengabdian masyarkat menunjukkan nilai rata-rata 53 dan setelah dilakukan kegiatan tingkat pengetahuan meningkat menjadi rata-rata 90,66. Hasil kegiatan pelatihan pertolongan pada kasus kegawatdaruratan jantung di rumah menunjukkan hamper 90% seluruh peserta dapat melakukan demonstrasi dalam memberikan pertolongan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya manfaat positif yang diperoleh oleh masyarakat. Kata kunci: kardiovaskuler; masyarakat; pertolongan pertama ABSTRACTDiseases of the cardiovascular system are one of the diseases that contribute to high mortality rates and morbidity in addition to non-communicable diseases. Data according to WHO shows that 17 million people in the world die from heart and blood vessel diseases. The high incidence of heart disease requires an effort to improve people's understanding and skills in providing first aid in heart cases. The method of implementing this community service activity consists of 3 methods, namely preparation, implementation, and evaluation. Community service is carried out by providing education and skills training to selected cadres about cardiac emergency first aid at home. The results of the service, namely the level of knowledge before community service was carried out showed an average value of 53 and after the activity, the level of knowledge increased to an average of 90.66. The results of the relief training activities in cardiac emergency cases at home showed that almost 90% of all participants were able to demonstrate assistance. This community service activity shows the positive benefits obtained by the community. Keywords: cardiovascular; society; first aid
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PRODUKSI PERKEBUNAN KARET DI DESA SUNGAI DUREN KABUPATEN MUARA ENIM Fictor Hasan; Jennie Marcella Chandra; Riski Kurniawan; Alfin Yolanda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10615

Abstract

ABSTRAKSalah satu contoh potensi wilayah Indonesia dalam sektor pertanian ialah perkebunan karet, yang dimana perkebunan karet memiliki peranan yang sangat penting dari segi sosial dan ekonomi. Kegiatan  ini untuk mendeskripsikan  tujuan dengan meningkatkan perekonomian petani karet desa Sungai Duren. Yang diperoleh dari hasil jual beli terhadap pengempul dari hasil perkebunan karet. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan, di Desa Sungai Duren Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim merupakan warga trasmigran yang menghandalkan hasil perkebunan karet guna mencukupi perekonomian masyarakat sekitar. Namun harga karet seringkali turun bahkan berubah-ubah sehingga harga karet tidak stabil. Pendapatan yang dihasilkan masyarakat pun tidak banyak karena terkendala  akses jalan menuju kota  yang sangat jauh dari pemukiman sehingga para petani karet menggunakan jasa pengempul dan menjualkan hasil perkebunan dengan cara lelang kepada para bos karet disana. Dalam kegiatan kali ini tim pengabdian  menggunakan pemberdayaan lapangan  dengan melihat langsung lokasi yang akan dianalisis yaitu perkebunan karet di Desa Sungai Duren. Penulis juga menggunakan metode wawancara kepada salah satu petani karet di Desa Sungai Duren. Strategi pemasaran pada Desa Sungai Duren belum cukup baik dikarenakan masih adanya oknum pengepul yang masih semena-mena dalam proses jua beri karet. Kata kunci: pendapatan; produksi perkebunan karet; desa sungai duren.                               ABSTRACTOne example of the potential of Indonesia's territory in the agricultural sector is rubber plantations, where rubber plantations have a very important role from a social and economic perspective. Based on the results of the activities carried out, in Sungai Duren Village, Lembak District, Muara Enim Regency, there are transmigrants who rely on rubber plantation products to meet the economy of the surrounding community. However, rubber prices often fall and even fluctuate so that rubber prices are unstable. The income generated by the community is not much because it is constrained by road access to the city which is very far from settlements so that rubber farmers use the services of collectors and sell plantation products by auction to the rubber bosses there. In this activity, the service team used field empowerment by looking directly at the location to be analyzed, namely the rubber plantation in Sungai Duren Village. The author also uses the interview method to one of the rubber farmers in Sungai Duren Village. The marketing strategy in Sungai Duren Village is not good enough because there are still unscrupulous collectors who are still arbitrarily in the process of selling rubber Keywords: income; production of rubber plantations; durren river village
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN BUDIDAYA PAKAN LEBAH DAN PEMANENAN MADU KELULUT Pienyani Rosawanti; Nurul Hidayati; Hariyadi Hariyadi; Nanang Hanafi; Beni Iskandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9633

Abstract

ABSTRAKKegiatan penyediaan  pakan lebah kelulut (Trigona sp) mengandalkan tanaman yang ada di sekitarnya dan pemanenan madu dilakukan teknik konvesional, yang memiliki kekurangan tidak efektif dari segi waktu dan kurang higienis. Pengabdian ini bertujuan mengenalkan jenis-jens tanaman sumber pakan lebah kelulut (Trigona sp) dan melatih teknik budidayanya serta pemanenan madu kelulut yang higienis. Lokasi kegiatan ini di Desa Anjir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Metode kegiatan ini terdiri dari (1) persiapan pengadaan bahan tanaman dan media tanam, (2) persiapan bahan dan alat pemanenan madu kelulut modifikasi, dan (3) sosialisasi. Tanaman yang dikembangkan adalah tanaman bunga air mata pengantin karena mudah untuk ditanam dan dipelihara. Alat panen yang diperkenalkan merupakan alat panen modifikasi yang direkatkan dengan botol sebagai wadah untuk menampung madu. Hasil kegiatan ini bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pembudidaya lebah madu kelulut melakukan budidaya tanaman bunga air mata pengantin sebagai sumber pakan lebah kelulut dan melakukan kegiatan pemanenan madu kelulut  dengan menggunakan alat panen madu modifikasi, sehingga  terjadi peningkatan kuantitas dan kualitas produk karena proses pemanenan madu kelulut lebih cepat dan higienis dengan menggunakan alat panen madu modifikasi. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa meningkat pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam penyediaan pakan dan proses panen madu kelulut yang higienis. Kata kunci: kelulut; madu; pakan; panen ABSTRACTThe activity of providing kelulut bee feed (Trigona sp) relies on the surrounding plants and harvesting of honey is carried out by conventional techniques, which have the disadvantage of being ineffective in terms of time and hygiene. This service aims to introduce the types of plants that feed the kelulut bee (Trigona sp) and train cultivation techniques and hygienic harvesting of kelulut honey. The location of this activity is in Anjir Village, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan. The method of this activity consists of (1) preparation of procurement of plant materials and planting media, (2) preparation of materials and tools for harvesting modified kelulut honey, (3) socialization. The plant developed is a bridal tear flower plant because it is easy to plant and maintain. The harvesting tool introduced is a modified harvesting tool that is glued to a bottle as a container to hold honey. The result of this activity is that there is an increase in the knowledge and skills of the kelulut honey bee cultivator community in cultivating bridal tear flower plants as a source of kelulut bee feed and harvesting kelulut honey using modified honey harvesting tools, resulting in an increase in product quantity and quality due to the honey harvesting process. kelulut faster and more hygienic by using a modified honey harvester. This service concludes that the knowledge and expertise of the community increases in the provision of feed and the hygienic harvesting process of kelulut honey. Keywords: feed; harvest;honey; kelulut
PEMBERDAYAAN DARI HASIL PERTANIAN SAYURAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA LUBUK ENAU Rahmad Chandra; Rusmianita Rusmianita; Shella Nabila; Muhammad Wadud; Rafika Sari; Endah Dewi Purnamasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10652

Abstract

ABSTRAKPeranan sektor pertanian sayuran di desa Lubuk Enau Kabupaten Muara Enim dalam meningkatkan pembangunan ekonomi pedesaan bertujuan untuk mengetahui karekteristik sosial ekonomi petani menurut pelaku usahatani (petani pemilik lahan, penggarap dan buruh tani. Adapun tujuan diadakannya pemberdayaan usaha tani di desa lubuk enau ini yakni unutuk mengingkatkan pendapatan ekonomi masyarakat metode yang dilakukan yaitu mewawancari masyarakat desa Lubuk Enau. Dan hasil yang di dapatkan dari pemberdayaan ini masyarakat mampu meningkatkan kualitas dan memaksimalkan hasil pertanian di desa Lubuk Enau. Peranan pertanian adalah menyediaan kebutuhan bahan pangan yang diperlukan masyarakat untuk        menjamin ketahanan pangan. Ketika semuanya bergerak maju dengan pesat, maka akan diikuti dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan pertumbuhan ekonomi di wilayahini akan lebih baik. Potensi ini memungkinkan desa Lubuk Enau dapat meningkatkan pembangunan di bidang pertanian. Hasil pengabdian menjelaskan bahwa dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa Lubuk Enau memerlukan peran kelompok tani pada setiap tahapan proses produksi dan pemasaran produk tersebut. Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Indo Global Mandiri memberikan solusi permasalahan usaha kepada masyarakat pada setiap pertemuan antar anggota kelompok agar para petani dapat berperan baik terhadap peningkatan ekonomi dari hasil pertanian yang ada di desa Lubuk Enau Kabupaten Muara Enim Kata kunci: ekonomi pedesaan; sayuran; pertanian. ABSTRACTThe role of the vegetable sector in Lubuk Enau village, Muara Enim Regency in improving rural economic development aims to determine the socio-economic characteristics of farmers according to farming actors. the community's economic income, the method used is interviewing the Lubuk Enau village community. And the results obtained from this empowerment, the community is able to improve the quality and maximize agricultural yields in the village of Lubuk Enau. The role of agriculture is to provide the food needs of the community to ensure food security. everything is moving forward rapidly, it will be followed by an increase in Gross Domestic Product (GDP) and economic growth in this region will be better This potential supports the village of Lubuk Enau to increase development in agriculture. explained that in improving the economy of the Lubuk Enau village community, the role of farmer groups was needed at every stage of production and marketing of these products. Indo Global Mandiri University students and students provide solutions to business problems to the community at every inter-group meeting so that farmers can increase economic growth from agricultural products in Lubuk Enau village, Muara Enim Regency Keywords: rural economy; vegetables; agriculture
OPTIMALISASI KOLAM PANCING DALAM MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA SUMBERMULYO JOMBANG Ririn Febriyanti; Mario Gunawan; Shelvi Anggraita Puspa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8925

Abstract

ABSTRAKKolam pemancingan ikan dengan nama MURNI JAYA inii diresmikan pada tahun 2019 tetapi belum dikelola secara maksimal. Contoh konkritnya yaitu lingkungan sekitar tempat kolam pancing tidak terurus dengan baik, kurangnya kesadaran, pengetahuan masyarakat sekitar yang sebenarnya memiliki potensi yang tinggi daam pengemabangan desa wisata. Maka selaku pengemban Tri darma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah kegiatan pengabdian masyarakat ini secara langsung memberikan pendampingan untuk meningkatkan destinasi kolam pemancingan tersebut dengan  melibatkan unsur-unsur kepariwisataan di Desa SumberMulyo. Adapun permasalahan  yang dihadapi antara lain adalah (1). Belum maksimal  publikasi  kolam pemancingan  MURNI JAYA ke khalayak umum sehingga mengakibatkan jumlah pengunjung yang minim, (2). Masih kurang kesiapan Sumber daya Kelompok Mitra dalam hal pengelolaan Wisata Kolam Pancing. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini diantaranya: 1). Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu metode yang melibatkan masyarakat sekitar, 2). Pendampingan untuk meningkatkan pemahaman mitra mengenai pengelolaan wisata kolam pancing meliputi manajemen e-busines, dan lain lain; 3). Diskusi yang berupa tanya jawab tetapi lebih tepatnya sharing pengalaman mengenai pengelolaan wisata kolam pancing. Hasil dari pengabdian ini diantaranya pengelola BUMDES Kolam Pancing dan Cafe Murni Jaya dapat mengetahui mengenai apa itu E-Business dan bisa menerapkan proses pengaplikasian shopee sebagai media penjualan produk, serta khalayak umum mengetahui kolam pancingyang berada pada Desa SumberMulyo. Kata kunci: optimalisasi  kolam pancing; pemberdayaan ekonomi; desa wisata ABSTRACTThis fishing pond with the name MURNI JAYA was inaugurated in 2019 but has not been managed optimally. Concrete examples are the environment around where the fishing pond is not well maintained, lack of awareness, knowledge of the surrounding community which actually has high potential in developing a tourist village. So as the bearer of the Tri Dharma of Higher Education, one of which is this community service activity, he directly provides assistance to improve the destination of the fishing pond by involving tourism elements in SumberMulyo Village. The problems faced include (1). The publication of MURNI JAYA's fishing pond has not been maximized to the general public, resulting in a minimal number of visitors, (2). There is still a lack of readiness of Partner Group Resources in terms of management of Fishing Pond Tourism. The methods used in this service program include: 1). Participatory Rural Appraisal (PRA) is a method that involves the surrounding community, 2). Assistance to increase partners' understanding of fishing pond tourism management including e-business management, and others; 3). Discussions in the form of questions and answers, but more precisely sharing experiences regarding the management of fishing pond tourism. The results of this service include the managers of BUMDES Fishing Ponds and Cafe Murni Jaya being able to find out what E-Business is and being able to apply the shopee application process as a product sales medium, as well as the general public knowing the fishing pond located in Sumber Mulyo Village. Keywords: fishing pond optimization; economic empowerment; tourism village
SOSIALISASI DAERAH PRODUKTIVITAS PERAIRAN UNTUK ACUAN PENANGKAPAN NELAYAN KECAMATAN KUALA SAMBOJA, KABUPATEN KUTAI KARTENGARA Nurfadilah Nurfadilah; Muhammad Syahrir R.; Irma Suryana; Gemitha Rahimah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10473

Abstract

ABSTRAKKuala Samboja memiliki Maximum Economic Yield sebesar 365,72 ton jumlah tersebut terus bertambah sehingga proses penangkapan ikan di perairan Kuala Samboja terus meningkat, hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kondisi perikanan dan daerah penangkapan ikan (Fishing ground). Penentuan lokasi penangkapan tentunya akan sangat membantu nelayan dalam efesiensi penangkapan dengan melihat nilai produktifitas yang tinggi yang akan menjadi daerah penangkapan nelayan. Sehingga dengan melihat peta produktfitas yang tinggi dapat membantu nelayan dalam mengoptimalisasi hasil tangkapan ikan dan dapat menghemat beberapa biaya sepeti BBM, oleh karena itu tujuan pengabdian ini dilakukan untuk sosialisasi nelayan dalam penentuan daerah penangkapan ikan di Perairan Samboja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 10 Juli 2022 di Kecamatan Kuala Samboja, kegitan ini dihadiri 23 ketua nelayan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara minat nelayan untuk melakukan penangkapan dilokasi tersebut. Kegiatan ini akan membantu nelayan dalam efisien penangkapan dengan hasil yang banyak, berdasarkan hasil evaluasi 82% nelayan mendapat keuntungan hasil tangkapan berdasarkan daerah produktivitas tinggi. Kata Kunci :  daerah tangkapan; produktifitas; kuala samboja ABSTRACTKuala Samboja has a Maximum Economic Yield of 365.72 tons, this number continues to grow so that the fishing process in the waters of Kuala Samboja continues to increase, this of course greatly affects the condition of fisheries and fishing grounds. Determining the location of fishing will certainly help fishermen in catching efficiency by looking at the high productivity value which will become the fishing ground for fishermen. So that by looking at the high productivity map, it can help fishermen in optimizing fish catches and can save some costs such as fuel, therefore the purpose of this service is to socialize fishermen in determining fishing areas in Samboja Waters. This community service was carried out on July 10, 2022 in Kuala Samboja District, this activity was attended by 23 fishermen leaders. Evaluation of activities is carried out through interviews of fishermen's interests to make arrests at that location. This activity will help fishermen in efficient catching with high yields, based on the evaluation results 82% of fishermen benefit from catches based on high productivity areas. Keywords: catchment area; productivity; kuala samboja
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK LELE MELALUI BUDIDAYA MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALAMI DI DESA TANAH BERONGGA ACEH TAMIANG Nasrul Kahfi Lubis; Dhian Rosalina; Murdhiani Murdhiani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10110

Abstract

ABSTRAKDalam kegiatan ternak lele, pakan adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh peternak. Pakan ternak yang berkualitas adalah bagian tak terpisahkan dan menjadi faktor penentu keberhasilan industri peternakan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kemampuan atau skill baru  mitra dalam melakukan budidaya maggot dengan baik dan benar, sehingga mampu  meningkatkan kesejahteraan mitra. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan  praktek budidaya. Tahapan kegiatan terdiri dari perizinan, sosialisasi kegiatan, penyuluhan potensi ekonomi maggot kepada mitra, pelatihan dan praktek budidaya maggot, dan evaluasi. Jumlah peternak yang menjadi mitra adalah dua puluh satu peternak ikan lele. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah adanya pengetahuan memanfaatkan maggot sebagai pakan dan terdapat 23 % atau lima peternak lele mempraktikkan budidaya maggot sebagai alternatif pakan ternak. Kata kunci: maggot; pakan alami ABSTRACTFish farmers always face the high cost of fish feed. Quality fish feed is an integral part and a determining factor for the success of the livestock industry. The purpose of this community service activity is to increase the ability and provide skills of partners in properly cultivating maggot. With proper cultivation, farmers are able to improve the welfare of partners. This activity uses discussion methods and cultivation practices. The activity stages consist of licensing, socialization of activities, counseling on the economic potential of maggot to partners, training and practice of maggot cultivation, and evaluation. The number of breeders who become partners are twenty-one catfish farmers. The results of the service activities are the knowledge of using maggot feed and there are 23% or five catfish farmers practicing maggot cultivation as an alternative to animal feed. Keywords: maggot; natural feed
PROGRAM STAR (SEHAT TANPA ASAP ROKOK) PENYULUHAN MENGENAI BAHAYA ROKOK BAGI PEROKOK AKTIF DAN PASIF Muhammad Rifqy; Nurul Fitri Handayani; Amelia Agustin; Rayhanaddinor Rahmah; Ratna Setyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9953

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat di RT. 005 RW. 001 Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, mengenai bahaya rokok bagi perokok aktif dan pasif. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan secara luring untuk masalah utama berdasarkan hasil diagnosa komunitas, yaitu kebiasaan merokok. Berdasarkan hasil kuesioner diketahui bahwa pengetahuan dan sikap peserta penyuluhan terdapat peningkatan. Kata kunci: penyuluhan; merokok; perokok aktif; perokok pasif                                                                                               ABSTRACTThis community service aims to improve the knowledge and attitudes of the people in the RT. 005 RW. 001 Guntung Paikat Village, South Banjarbaru District, Banjarbaru City, regarding the dangers of smoking for active and passive smokers. The method used is offline counseling for the main problem based on the results of community diagnoses, namely smoking habits. Based on the results of the questionnaire, it is known that the knowledge and attitudes of the counseling participants have increased. Keywords: counseling; smoke; active smoking; secondhand smoke.
PELATIHAN INSTALASI PEMBUATAN JADWAL WAKTU SHOLAT (JWS) OTOMATIS BAGI SANTRI DAN PENGURUS MUSHOLLA DARUL MUTTAQIN SEMBUNGHARJO KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Fahrudin Ahmad; Agus Margiantono; Yusuf Nurul Hilal; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8745

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi semakin berkembang dimasa sekarang, salah satunya pemanfaatan microcontroller sebagai pengingat waktu sholat otomatis. Musholla darul Muttaqin yang terletak di Sembungharjo kecamatan Genuk kota Semarang merupakan salah satu Musholla yang saat ini belum memanfaatkan aplikasi microcontroller tersebut. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) yang telah dilakukan  bertujuan memberikan workshop dan pelatihan secara langsung terhadap santri dan pengurus musholla Darul Muttaqin dalam menginstalasi dan membuat jadwal waktu sholat berbasis otomatis yang dapat di operasikan/ dikontrol dengan android. Dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan masih terdapat kendala antara lain masih minimnya pengetahuan santri dan pengurus musholla tentang controller. Dari pelatihan yang dilaksanakan santri dan pengurus Musolla antusias mengikuti pelatihan tersebut. Hasil dari pelatihan menunjukkan santri dan pengurus Musholla mampu merangkai dan membuat jadwal waktu sholat otomatis berbasis android dan sekaligus hasil dari kegiatan tersebut disumbangkan ke musholla guna dapat dipergunakan sebagai pengingat waktu sholat. Kata kunci: teknologi; aplikasi microcontroller;jadwal waktu sholat otomatis. ABSTRACTTechnological developments are increasingly developing in the present day, one of which is the use of microcontrollers as reminders of automatic prayer times. Musholla darul Muttaqin located in Sembungharjo, Genuk district, Semarang city, is one of the Musholla that currently has not utilized the microcontroller application. The implementation of community service activities (PKM) that has been carried out aims to provide workshops and training directly to students and administrators of the Darul Muttaqin prayer room in installing and creating an automatic-based prayer time schedule that can be operated / controlled with android. From the implementation of the activities carried out, there are still obstacles, including the lack of knowledge of students and musholla administrators about controllers.From the training carried out by students and musolla administrators were enthusiastic about participating in the training. The results of the training showed that students and musholla administrators were able to string together and create an automatic prayer time schedule based on android and at the same time the results of these activities were donated to the musholla so that they could be used as reminders of prayer times. Keywords: Technology; microcontroller applications; automatic prayer time schedules.

Page 84 of 272 | Total Record : 2711