cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
DESAIN RENOVASI SISTEM PENERANGAN BUATAN MASJID AL HASANAH, KELURAHAN KREO SELATAN, KECAMATAN LARANGAN, KOTA TANGERANG, BANTEN Nifty Fath; Anggraeni Dyah Susilowati; Harfa Iskandaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10364

Abstract

ABSTRAKMasjid merupakan tempat yang penting bagi umat islam sebagai wadah untuk melaksanakan ibadah dan kegiatan masyarakat. Namun seiring perkembangan waktu, kondisi masjid akan membutuhkan perbaikan agar seluruh kegiatan ibadah di masjid ini bisa berjalan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan demi menunjang  kenyamanan beraktivitas adalah sistem penerangan buatan.  Masjid Al Hasanah yang terletak di Gg. Sawo No 27 RT 001 RW 03 Kelurahan Kreo Selatan Kecamatan Larangan Kota Tangerang, Banten merupakan masjid yang aktif diisi oleh peribadatan dan kegiatan masyarakat. Saat ini, sistem penerangan yang terdapat di dalam masjid tersebut masih belum sesuai dengan standar SNI. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancanglah sebuah desain renovasi sistem penerangan buatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah hasil perhitungan titik lampu, desain 3D, serta desain peletakan titik lampu. Kata kunci: renovasi; masjid; desain; penerangan buatan ABSTRACTThe mosque is an important place for Muslims as a place to carry out worship and community activities. However, over time, the condition of the mosque will require improvement so that all worship activities in this mosque can run. One aspect that needs to be considered in order to support the comfort of activities is the artificial lighting system. Al Hasanah Mosque which is located at Gg. Sawo No. 27 RT 001 RW 03 Kreo Selatan Village, Larangan District, Tangerang City, Banten is a mosque that is actively filled with worship and community activities. Currently, the lighting system in the mosque is still not in accordance with SNI standards. Therefore, in this community service activity, a design for the renovation of the artificial lighting system was designed. The results obtained from this activity are the results of the calculation of the light points, 3D designs, and the design of laying the light points. Keywords: renovation; mosque; design; artificial lighting
PELATIHAN PENGGUNAAN SPREADSHEET EXCEL UNTUK MENYELESAIKAN SOAL FISIKA DI SMP KESATRIAN 2 SEMARANG Seno Suharyo; Iryan Dwi Handayani; Desy Ratna Arthaningtyas; Hari Setijo Pudjihardjo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10350

Abstract

ABSTRAKPelajaran Fisika sudah mulai diajarkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk  menyelesaikan soal-soal Fisika dilakukan dengan menghitung secara manual. Meskipun belum diajarkan cara menghitung dengan formula dasar di Excel untuk soal Fisika, namun dirasa akan cukup bermanfaat jika sudah mulai diperkenalkan di Sekolah Menengah Pertama. Diharapkan ketika berada di Sekolah Menengah Atas (SMA), siswa sudah cukup familiar untuk menyelesaikan soal-soal pelajaran Fisika menggunakan Excel. Dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang pembelajaran menggunakan spreadsheet excel dalam menyelesaikan soal-soal pelajaran Fisika bagi siswa-siswi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kesatrian 2 Semarang. Tujuannya untuk menambah pengetahuan para siswa tentang pemanfaatan Excel dalam menyelesaikan soal mata pelajaran Fisika. Materi diberikan secara langsung dari kelompok Pengabdian, dan para siswa menyimak sekaligus mempraktekkan di komputer masing-masing. Pelatihan diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 15 Juni 2022, di Laboratorium Komputer SMP Kesatrian 2 Semarang, yang diikuti 30 siswa-siswi Kelas 8. 25 siswa berpendapat pelatihan Excel ini dapat membantu menyelesaikan soal-soal Fisika. Kata kunci: excel; soal; spreadsheet.ABSTRACTPhysics subject has already been taught in Junior High School. To complete the Physics questions, it is done by calculating manually. Although how to calculate using basic Excel formulas has not been taught yet, it will be quite useful if introduced in Junior High School. Hopefully when in high school, they will get used to completing Physics questions using Excel. Training on how to use Excel Spreadsheets to completing Physics questions was held for students at Kesatrian 2 Junior High School (SMP) Semarang. The purpose is to increase students’s knowledge of using Excel to completing Physics questions. The training content are given directly from the team, while students listen and practice on their computers. The training took place on Wednesday, June 15, 2022, at the Computer Laboratory, attended by 30 students from Grade 8. 25 students think that this Excel training could help completing Physics questions. Keywords: excel; exercise; spreadsheet
PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN DAN DESAIN LOGO TERHADAP PRODUK BARU BERUPA CAKE SINGKONG CARAMEL DI DESA ALAI SELATAN KECAMATAN LEMBAK Hendri Diansyah; Gilang Arya Farmadani; Yozi Juandri; Tedi Aditia; Muhammad Andika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10507

Abstract

ABSTRAKDesa Alai Selatan belum memiliki sebuah usaha yang mempunyai logo serta kemasan usaha yang menarik dan inovatif. Pembuatan kemasan dan logo pada pengabdian masyarakat ini bertujuan agar masyarakat Desa Alai Selatan memiliki semangat dan motivasi dalam berwirausaha agar SDA desa dapat dimanfaatkan guna kemajuan desa itu sendiri. Metode pengabdian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yakni studi pustaka, pelatihan, observasi. Melalui studi pustaka, diperoleh teori-teori terkait dan hasil penelitian sebelumnya. Kemudian dengan cara observasi dimana dilakukannya pengamatan pada produk. selama proses pendampingan menghasilkan  inovasi  kemasan  dan desain logo mengalami  peningkatan secara signifikan secara produksi. Dampak  dari  program  pengabdian  masyarakat  dengan  program pendampingan  UMKM “Cake Singkong Caramel” Desa Alai Selatan Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim terhadap mitra sangat besar karena dapat menambah wawasan dan kreativitas masyarakat didesa tersebut. Kesimpulannya adalah dilakukannya pengabdian ini agar masyarakat di Desa Alai Selatan Kecamatan Lembak dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. Kata Kunci : kue; singkong; kemasan; logo. ABSTRACTSouth Alai Village does not yet have a business that has an attractive and innovative logo and business packaging. The manufacture of packaging and logos for community service aims to make the people of South Alai Village have enthusiasm and motivation in entrepreneurship so that village natural resources can be utilized for the progress of the village itself. The service method used is descriptive qualitative and data collection techniques namely literature study, training, observation. Through literature study, related theories and results of previous research were obtained. Then by way of observation where observations are made on the product. during the mentoring process, packaging innovations and logo designs experienced a significant increase in production. The impact of the community service program with the MSME assistance program "Cake Cassava Caramel" South Alai Village, Lembak District, Muara Enim Regency on partners is very large because it can add insight and creativity to the community in the village. The conclusion is that this service is carried out so that the community in Alai Selatan Village, Lembak District can increase community creativity. Keywords : cake; cassava; packaging; logo.
EDUKASI TENTANG BEYOND USE DATE OBAT KEPADA ISMAKES KOTA MATARAM Baiq Nurbaety; Cyntiya Rahmawati; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Melati Permata Hati; Nur Furqani; Abdul Rahman Wahid; Yuli Fitriana; Dzun Haryadi Ittiqo; Shah Iqbal Ikraman Akbar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9679

Abstract

ABSTRAKBeyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau rusak. Pentingnya masyarakat memiliki pengetahuan yang benar terkait obat menjadi kebutuhan masyarakat agar terhindar dari dampak buruk kesehatan diri maupun lingkungan. Pemberian informasi kepada pasien oleh tenaga kesehatan mengenai cara penyimpanan dan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka sangat penting untuk ketahui. Namun informasi tentang BUD ini masih sangat rendah di kalangan tenaga kesehatan, apalagi di kalangan mahasiswa calon tenaga kesehatan yaitu Ikatan Mahasiswa Kesehatan Kota Mataram (ISMAKES) yang belum sepenuhnya menerima informasi terkait dengan pendidikan yang mereka tempuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi terkait Beyond Use Date Obat kepada mahasiswa ISMAKES Kota Mataram untuk peningkatan keamanan dalam penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh anggota ISMAKES Kota Mataram. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan mahasiswa ISMAKES Kota Mataram tentang Beyond Use Date Obat dari nilai rata-rata pretest peserta adalah 73,43% (Cukup) meningkat menjadi 87,14% (Baik) pada saat posttes dengan peningkatan pengetahuan tentang BUD sebesar 13,71%. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: beyond use date; obat; leaflet ABSTRACTBeyond Use Date (BUD) is the time limit for using the drug after it has been formulated or prepared or after the primary packaging has been opened or damaged. The importance of the community having the correct knowledge related to drugs is a community need to avoid the adverse effects on personal and environmental health. Providing information to patients by health workers regarding storage methods and the time limit for using drugs after the packaging is opened is very important to know. However, information about BUD is still very low among health workers, especially among prospective health worker students, namely the Mataram City Health Student Association (ISMAKES) who have not fully received information related to the education they are taking. The purpose of this community service activity is to provide information regarding the Beyond Use Date of Drugs to ISMAKES students in Mataram City to increase safety in the use of drugs. The method used in this activity is the lecture method, giving leaflets, and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are all members of the Mataram City ISMAKES. The instruments used are power points, leaflets, and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest of the activities carried out, it can be seen that there was an increase in the knowledge of ISMAKES students in Mataram City about the Beyond Use Date of Drugs from the average pretest score of participants was 73.43% (Enough) increased to 87.14% (Good) at the posttest. with an increase in knowledge about BUD by 13.71%. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: beyond use date; drug; leaflet
PENYUSUNAN PERENCANAAN PESISIR BERBASIS ISU WILAYAH DI DESA LEMBAR LOMBOK BARAT Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Nurin Rochayati; Mas’ad Mas’ad; Agus Herianto; Khosiah Khosiah; Deviana Mayasari; Ahmad Kutbi Rais; Fathul Rakhman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9506

Abstract

ABSTRAKPenyusunan rencana pengelolaan wilayah pesisir berbasis desa pada lokasi kegiatan merupakan upaya mengarahkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan : (1) keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dengan daya dukung ekosistem, fungsi pemanfaatan dan fungsi perlindungan, dimensi ruang dan waktu, dimensi teknologi dan sosial budaya; (2) keterpaduan pemanfaatan berbagai jenis sumber daya, fungsi, estetika lingkungan, dan kualitas lahan  pesisir; dan (3) kewajiban untuk mengalokasikan ruang dan akses masyarakat dalam pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang mempunyai fungsi sosial dan ekonomi. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen rencana pengelolaan wilayah pesisir berbasis desa. Pendekatan yang digunakan secara partisipatif dengan pelibatan masyarakat pesisir secara lebih luas dengan harapan dapat menentukan arah penggunaan sumber daya tiap-tiap satuan perencanaan disertai dengan penetapan alokasi ruang berbasis desa yang diintegrasikan dengan rencana pembangunan daerah. Kegiatan ini menghasilkan: 1) peta infrastruktur social public lainya; 2) Peta Land Use; 3) Peta sea use; serta 4) rencana induk pengelolaan di wilayah pesisir Desa Lembar yang berisi tentang isu dan strategi pengembangan wilayah pesisir dan laut. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman aksi pengelolaan kawasan pesisir dan laut secara terintegrasi dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kelestarian lingkungan dan ekonomi masyarakat local Kata kunci: isu wilayah; perencanaan; pemberdayaan masyarakat; wilayah pesisir. ABSTRACTThe preparation of a village-based coastal area management plan at the activity location is an effort to direct the use of coastal resources and small islands in an integrated and sustainable manner by considering: (1) harmony, alignment, and balance with the carrying capacity of the ecosystem, utilization and protection functions, dimensions space and time, technological and socio-cultural dimensions; (2) the integrated use of various types of resources, functions, environmental aesthetics, and quality of coastal land; and (3) the obligation to allocate space and community access in the use of coastal areas and small islands that have social and economic functions. This activity aims to produce a village-based coastal area management plan document. The approach used is participatory with the broader involvement of coastal communities in the hope of determining the direction of resource use for each planning unit accompanied by the determination of village-based spatial allocations that are integrated with regional development plans. This activity resulted in 1) maps of other public social infrastructures; 2) Land Use maps; 3) Map of sea use, and 4) a management master plan in the coastal area of Lembar Village which contains issues and strategies for developing coastal and marine areas. The results obtained are expected to be used as guidelines for integrated and sustainable coastal and marine area management actions that can improve the environmental and economic sustainability of local communities Keywords: coastal area; community empowerment; planning; regional issues.
WORKSHOP PENERAPAN EDPUZZLE TERINTEGRASI GOOGLE CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATA SISWA SMK PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH BAGI GURU-GURU SMK IPTEK SANGGABUANA PANGKALAN KARAWANG Abdul Kodir Al Baekani; Nina Puspitaloka; Debibik Nabilatul Fauziah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8917

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil analisis dan wawancara yang telah dilakukan, terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh guru-guru SMK Iptek Sanggabuana Karawang selama mengajar pembelajaran jarak jauh sesuai dengan ketetapan pemerintah Indonesia agar mencegah penyebaran virus covid-19. Permasalahan pertama yaitu banyak guru yang masih belum paham mengenai aplikasi pembelajaran yang efektif bagi guru maupun siswa, kemudian yang kedua siswa menjadi kurang tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh karena keterbatasan penggunaan aplikasi yang tidak bervariatif. Maka dari itu selaras dengan permasalahan yang ada, tujuan pelatihan ini yaitu untuk memudahkan guru-guru SMK Iptek Sanggabuana Karawang dalam penerapan aplikasi pembelajaran khususnya aplikasi edpuzzle yang terintegrasi dengan google classroom. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan metode ceramah dan praktek. Kegiatan pelatihan dilakukan selama satu hari dan melibatkan 20 guru SMK Iptek Sanggabuana Karawang. Hasil dari pelatihan tersebut yaitu guru-guru menjadi lebih paham untuk menerapkan aplikasi edpuzzle terintegrasi dengan google classroom pada kelas pembelajaran jarak jauh agar lebih efektif, serta siswa pun tertarik dan lebih semangat selama proses pembelajaran karena aplikasi yang digunakan lebih bervariatif, dan interaktif. Kata kunci: workshop; edpuzzle; google classroom; PJJ. ABSTRACTBased on the results of the analysis and interviews that have been carried out, there are several problems faced by teachers of SMK Iptek Sanggabuana Karawang during teaching distance learning in accordance with the provisions of the Indonesian government in order to prevent the spread of the covid-19 virus. The first problem is that many teachers still do not understand about effective learning applications for teachers and students, then the second is students become less interested in participating in distance learning activities because of the limitations of using applications that are not varied. Therefore, in line with the existing problems, the purpose of this training is to make it easier for teachers of SMK Iptek Sanggabuana Karawang in implementing learning applications, especially the edpuzzle application which is integrated with google classroom. The method used in this workshop is the lecture method and practice. The training activity was carried out in one day and involved 20 teachers of SMK Iptek Sanggabuana Karawang. The results of the workshop were that teachers became more understand to implementing the edpuzzle application integrated with Google Classroom in distance learning classes to be more effective, and students were interested and more enthusiastic during the learning process because the applications used were more varied, and interactive. Keywords: workshop; edpuzzle; google classroom; PJJ.
BUDIDAYA MAGGOT SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN IKAN DAN TERNAK AYAM DI DESA BALONGBENDO SIDOARJO Lilis Nurhayati; Lusi Mei Cahya Wulandari; Agrienta Bellanov; Rafael Dimas; Nabila Novianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9556

Abstract

ABSTRAKDesa Balongbendo terletak di kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, beberapa warga mempunyai pencaharian sebagai peternak dan budidaya ikan. Sulitnya ketersediaan pakan ternak dan ikan membuat harga menjadi mahal dan berdampak pada menurunnya jumlah ternak dan ikan, yang berakibat pada penurunan pendapatan warga.  Disisi lain sampah rumah tangga menjadi persoalan tersendiri di lingkungan desa. Limbah rumah tangga dapat dipilah dan dikelola dengan baik sebagai salah satu media untuk budidaya maggot. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada warga tentang budidaya maggot melalui penyuluhan dan pendampingan. Diawali dengan penyuluhan  pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, serta penyuluhan dan pendampingan budidaya maggot. Pendampingan budidaya maggot diawali  dengan membuat kandang lalat dan biopon tempat menampung maggot. Hasil penyuluhan dan pendampingan kepada 20 warga RT 03 RW 01 Balungbendo menunjukkan bahwa 90% warga mengetahui cara pemilahan dan pengolahan sampah, serta mengetahui cara budidaya maggot. Kata kunci: pakan ikan; ternak ayam; sampah rumah tangga; budidaya maggot. ABSTRACTThe village of Balongbendo is located in the sub-district of Balongbendo, Sidoarjo Regency, where many residents have a means of subsistence as farmers and fish farms. The difficulty of providing animal feed and fish makes prices expensive and has an impact on decreasing the number of livestock and fish, which results in a decrease in people's income. On the other hand, household waste is another problem in the village environment. Household waste can be organized and managed as a medium for maggot cultivation. This community service aims to provide understanding and skills to residents about maggot cultivation through counseling and assistance. The program starts with tips on sorting and managing household waste, in addition to advice and mentorship on maggot cultivation. Assistance in maggot cultivation begins with making fly cages and phones to accommodate maggots. The results of counseling and assistance to 20 residents of RT 03 RW 01 Balungbendo showed that 90% of residents knew how to sort and manage waste, and how to cultivate maggot. Keywords: feed; chicken cultivators; household waste material; maggot cultivation format.
PELATIHAN WEB PROGRAMMING SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI PADA GENERASI Z Irma Darmayanti; Pungkas Subarkah; Wanda Fitrianingsih; Rizki Sadewo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10144

Abstract

ABSTRAKDampak pandemik yang mengharuskan Gen  Z belajar secara daring lebih banyak menguntungkan generasi  Z untuk bisa mengeksplor kemampuan di bidang teknologi dan mendapatkan bahan ajar lebih banyak dari yang diberikan oleh guru, namun realita yang ada sebagian besar Gen Z lebih mudah merasa bosan dan demotivasi sehingga mereka lebih tertarik pada hal-hal lain yang menarik, seperti: mebuka whatsApp, media sosial dan melihat  informasi lain yang tidak ada hubungannya dengan materi. Banyak kegiatan yang diselenggarakan Sekolah, sebagai wujud terselenggaranya Gerakan Literasi Sekolah (GLS), salah satunya di SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. Namun, di era New Normal ini kegiatan terkait literasi belum berjalan efektif dikarenakan ketertarikan siswa terhadap kegiatan tersebut sudah menurun. Melihat ketertarikan Gen Z terhadap teknologi cukup tinggi, maka tim pengabdi mengadakan inovasi untuk mengadakan pelatihan Web Programming untuk siswa kelas X, sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan kreativitas dan literasi siswa serta meningkatkan keterampilan siswa dibidang IT. Metode  yang dilakukan dalam pengabdian ini menggunakan model pendampingan dengan proses  pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung sedangkan guru sebagai moderator. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan siswa menjadi pengguna aktif teknologi, yang mana mereka mendapatkan manfaat dari informasi-informasi yang disajikan di internet dan kemudian mereka olah serta kembangkan untuk menyajikan informasi-informasi yang akan dimanfaatkan oleh pengguna konten digital lainnya. Kegiatan ini cukup efektif dilakukan terlihat dari antusiasme siswa dan tanggapan siswa yang menginginkan kegiatan ini dapat diadakan kembali. Kata kunci: web; programming; literasi; gen Z. ABSTRACTThe impact of the pandemic that requires Gen Z to study online is more profitable for Generation Z to be able to explore capabilities in the field of technology and get more teaching materials than the teacher provides, but the reality is that most Gen Z are more easily bored and demotivated so they are more interested on other things of interest, such as: opening WhatsApp, social media and viewing other information that has nothing to do with the material. Many activities are organized by the school, as a form of the implementation of the School Literacy Movement (GLS), one of which is at SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. However, in this New Normal era, literacy-related activities have not been effective because students' interest in these activities has decreased. Seeing that Gen Z's interest in technology is quite high, the service team innovates to conduct Web Programming training for Class X students, as an effort to improve students 'creativity and literacy skills and improve students' skills in the field of IT. The method carried out in this service uses a mentoring model with a learning process that involves students directly while the teacher as a moderator. From the activities that have been carried out, students become active users of technology, where they benefit from the information presented on the internet and then they process and develop it to present information that will be utilized by other digital content users. This activity is quite effective, it can be seen from the enthusiasm of students and the responses of students who want this activity to be held again. Keywords: web; programming; literacy; gen Z.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERAGA BOKAS (BOTOL BEKAS HASIL) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ALTERNATIF BAGI GURU SD 2 AISYIYAH MATARAM Islahudin Islahudin; Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Zulkarnain Zulkarnain; Linda Sekar Utami; M. Isnaini; Syarif Hidayat; Arif Rahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9677

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini berjudul Pendampingan Pembuatan Alat Peraga BOKAS (Botol Bekas Hasil) sebagai Media Pembelajaran Alternatif Bagi Guru SD 2 Aisyiyah Mataram. Tujuan pengabdian ini yaitu 1) memberikan pendampingan bagi Guru SD 2 Aisyiyah Mataram dalam merancang alat peraga kreatif berbasis Botol Bekas Hasil (BOKAS); 2) Memberikan pendampingan Guru SD 2 Aisyiyah Mataram dalam menyusun modul alat peraga BOKAS. Metode yang digunakan terdiri dari 3 tahap yaitu 1) Tahap persiapan, melakukan komunikasi awal dengan kelompok guru SD 2 Aisiyah Mataram pada sekolah mitra tentang jumlah peserta PKM dari guru yang akan terlibat pada kegiatan PKM, 2) Tahap pelaksanaan, berupa kegiatan sosialisasi dan implementasi pengabdian, dan 3) Monitoring dan Evaluasi untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada kelompok mitra dengan cara memberikan masukan dan saran pada setiap kekurangan alat peraga BOKAS dan modul alat peraga yang belum dipahami oleh mitra. Berdasarkan hasil sosialisasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat disimpulkan yaitu 1) 95% guru SD 2 Aisyiyah Mataram mampu merancang alat peraga berbasis Botol Bekas Hasil (BOKAS) sesuai dengan topik pembelajaran yang sedang diajarkan; 2) 80% guru SD 2 Aisyiyah Mataram mampu menyusun modul alat peraga BOKAS sesuai dengan pedoman penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Kata kunci: alat peraga; BOKAS; media; alternatif. ABSTRACTThis service is titled Mentoring for Making Props of BOKAS (Botol Bekas Hasil) as Alternative Learning Media for Teachers of Aisyiyah’s Elementary School 2 in Mataram. The aim of the service is 1) to give mentoring to teachers of Aisyiyah’s elementary school in Mataram to design creative props based on used bottles; 2) to give mentoring to Teachers of Aisyiyah’s Elementary School 2 in Mataram to arrange the module of props of BOKAS. The method that was used consisted of three steps that is 1) the preparing step, doing the initial communication with Teachers of Aisyiyah’s Elementary School 2 in Mataram about the number of PKM participants from teachers involved in the PKM’s activity, 2) the implementation step, that is socialization and implementation activity of the service, and 3) monitoring and evaluation to help overcome partner’s problem through giving input and suggesting any props’ shortcomings of BOKAS and module that the group of the partners have not understood. Based on the result of the socialization dan the implementation of the service community can be concluded that 1) 95% of Teachers of Aisyiyah’s Elementary School 2 in Mataram could design props based on used bottles according to the topic of learning that they are teaching; 2) 85% of Teachers of Aisyiyah’s Elementary School 2 in Mataram could arrange the module according to the students’ worksheet (LKPD). Keywords: props; BOKAS; media; alternative.
SOSIALISASI PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI / MP-ASI (CUPCAKE SABU / SAYUR DAN BUAH) BAGI IBU YANG MEMILIKI BALITA GUNA MENCEGAH STUNTING DI DESA BANTAR JAYA KECAMATAN PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 Ika Kania Fatdo Wardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9346

Abstract

ABSTRAKRiskesdas    tahun    2018    dimana ditemukan hanya     37,3%.     Bayi yang  memperoleh ASI  eksklusif.  Kebutuhan  gizi bayi terpenuhi sebanyak 60% dari  pemberian  ASI dan 40% nya dari makanan pendamping  ASI  (MP-ASI). Jika  pemberian Asi dan MP-ASI tidak tepat maka anak dapat mengalami masalah nutrisi. Tahun 2020 terdapat 4,4 % balita dengan status gizi pendek. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, persentase ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yaitu 3,5 %. Masalah kesehatan masyarakat sudah dianggap serius bila persentase pendek >20,0%. Dengan demikian Kabupaten Bekasi masih dalam batas aman masalah kesehatan masyarakat. Berdasarkan data bulan penimbangan balita Bulan Agustus, tidak ada puskesmas yang persentase stuntingnya lebih dari 20%. Tujuan dilakukanya pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar para ibu yang memiliki BALITA bisa meningkatkan pengetahuan ibu tentang kebutuhan nutrisi anak dan stunting serta bisa memberdayakan para ibu untuk bisa membuat sendiri makanan yang bergizi dan sehat, yang tentunya dengan menu yang disukai oleh anak. Sasaran  kegiatan  ini adalah  ibu  Pasangan Usia Subur yang  bertempat tinggal di Desa Bantar Jaya sebanyak 53 orang. Metode    kegiatan    yang    digunakan    dalam pengabdian  ini  adalah  berupa  Sosialisasi Pembuatan Makanan Pendamping ASI (Cupcake Sabu / Sayur dan Buah) Bagi Ibu Yang Memiliki Balita Guma Mencegah Stunting di   Desa   Bantarjaya  Kecamatan   Pebayuran Kabupaten   Bekasi   tahun   2022.   Alat   yang digunakan berupa LCD/Laptop, video,  leafleat, poster, dan kuesioner sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Hasilnya, dari 53 responden memiliki pengetahuan kurang tentang pembuatan MPASI (Cupcake Sabu) dan Stunting yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 57,36 %, setelah  dilakukan   penyuluhan dari 53 responden mengalami   perubahan  nilai rata-rata yaitu sebesar  79,62% (Pengetahuan Baik).  Berdasarkan   hasil dari   pretes  dan   posttest tersebut  ada  peningkatan  pengetahuan  dari  responden, yaitu sebesar 22,27 %. Kegiatan ini perlu diadakannya kegiatan lanjutan seperti diskusi mengenai kesehatan dan gizi secara intensif serta diadakannya praktik pengolahan bahan pangan lokal lainnya demi pemenuhan gizi seimbang guna mencegah kejadian stunting pada BALITA. Kata Kunci : pemberian MP-ASI; stunting; BALITA ABSTRACTRiskesdas in 2018 where it was found was only 37.3%. Babies who acquire exclusively breast milk. The nutritional needs of babies are met as much as 60% of breastfeeding and 40% of them from complementary foods (complementary foods). If breastfeeding and complementary food are not appropriate, the child may experience nutritional problems. In 2020 there were 4.4% of toddlers with short nutritional status. When compared to 2019, this percentage has increased from 2019, which was 3.5%. Public health problems are already considered serious when a short percentage >20.0%. Thus, Bekasi Regency is still within safe limits of public health problems. Based on data from the august toddler weighing month, there is no health center with a stunting percentage of more than 20%. The purpose of this community service is so that mothers who have toddlers can increase mothers' knowledge about children's nutritional needs and stunting and can empower mothers to be able to make their own nutritious and healthy food, which of course is with a menu that is liked by children. The target of this activity is 53 mothers of Couples of Childbearing Age who live in Bantar Jaya Village. The activity method used in this service is in the form of Socialization of Making Complementary Foods for Breast Milk (Cupcake Sabu / Vegetable and Fruit) for Mothers Who Have Guma Toddlers to Prevent Stunting in Bantarjaya Village, Pebayuran District, Bekasi Regency in 2022. The tools used are IN the form of LCD / Laptop, video, leafleat, poster, and questionnaire in accordance with the material to be delivered. As a result, of the 53 respondents who had insufficient knowledge about making complementary food (Cupcake Sabu) and Stunting, namely with an average value of 57.36%, after counseling was carried out from 53 respondents experienced a change in the average value of 79.62% (Good Knowledge). Based on the results of the pretest and posttest, there was an increase in knowledge from respondents, which was 22.27%. This activity needs to be held further activities such as intensive discussions on health and nutrition as well as the holding of other local food processing practices in order to fulfill balanced nutrition to prevent stunting events in toddlers. Keywords : complementay feeding; stunting; toddler

Page 82 of 272 | Total Record : 2711