cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
EDUKASI PEMAHAMAN PRODUK PANGAN AMAN DAN HALAL BAGI WARGA SALIMAH DI TYTIAN INDAH BEKASI Hanifah Rahmi; Hurip Budi Riyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10168

Abstract

ABSTRAKProduk pangan yang aman dan halal merupakan aspek penting yang harus terpenuhi bagi produsen baik industri mikro maupun industri skala makro. Hal ini akan menjadi pertimbangan bagi konsumen khususnya Muslim. Salah satu UMKM yang memproduksi sejumlah produk pangan di lingkungan Tytian Indah Bekasi yaitu Salimah. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dalam menentukan makanan yang aman dan halal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah pemberian materi dan diskusi yang dilakukan secara online melalui zoom dan grup whatsapp. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berlangsung pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2020. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test. Nilai rata-rata antara pre-test dan post-test mengalami peningkatan yaitu 8,13 menjadi 8,73. Namun, hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan hasil yang tidak signifikan sebesar 0,068. Kegiatan edukasi ini memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai rata-rata test, meskipun tidak signifikan secara statistik. Kata kunci: aman; edukasi; halal; salimah. ABSTRACTSafe and halal food products are essential aspects that must be fulfilled for manufacture, both micro and macro-scale industries. This will be a consideration for consumers, especially Muslims. One of the micro-scale industry that produces a variety of food items in the Tytian Indah Bekasi neighborhood is Salimah. The aim of this social project is to enhance people’s awareness of what constitutes healthy and halal food. The method of implementing this activity was material presentation and discussions which is conducted through Zoom and Whatsapp group applications. This project took place online on 24 and 25 October 2020. Evaluation is done by giving a pre-test and post-test. The average score between the pre-test and post-test has increased from 8.13 to 8.73. However, the results of the Wilcoxon statistical test showed unsignificant results at 0.068. This educational activity has an effect on increasing the average score of testing, although it is not statistically significant. Keywords: education; halal; safe; salimah.
PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BAGI KOMUNITAS DIGITAL MARKETER PURWOKERTO Siti Alvi Sholikhatin; Wanda Fitrianingsih; Fedina Fujiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10360

Abstract

ABSTRAKPemasaran digital telah menjadi sebuah kebutuhan, baik bagi pelaku usaha menengah dan skala besar, maupun bagi usaha mikro dan kecil. Kebutuhan akan pemasaran melalui media digital tak luput dari efek perkembangan teknologi dan konektivitas serta bergesernya pola transaksi di masyarakat yang kini telah mengalami digitalisasi yang masif. Hal ini mengakibatkan pelaku usaha, tak memandang skala bisnisnya, harus mengikuti pendekatan pemasaran digital untuk mengembangkan bisnis serta memperluas jangkauan distribusi produk dan jasa yang ditawarkan. Beragamnya jenis platform digital yang dapat digunakan, di satu sisi cukup memudahkan pelaku dan penggiat usaha untuk memilih media yang tepat untuk memasarkan produk dan jasanya. Namun, di sisi lain hal ini juga dapat menjadi sebuah tantangan bagi UMKM sendiri, karena tidak semua dapat langsung memahami dan menggunakan platform pemasaran digital dengan baik dan maksimal. Pelatihan pemasaran digital dilakukan terhadap Komunitas Digital Marketer Purwokerto yang memiliki anggota dari beragam kalangan, antara lain pelajar, baik level sekolah menengah atas sederajat, level mahasiswa, dan juga dari kalangan umum. Komunitas ini yang rutin melakukan sharing pengalaman dan mendatangkan pembicara berkaitan dengan strategi pemasaran produk secara umu. Komunitas Digital Marketer Purwokerto memiliki beberapa tantangan dalam pemasaran produk UMKM yang dihasilkan dan dipasarkan, salah satunya adalah pada strategi pemasaran digital. Hal ini karena terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi. Metode pelatihan yang akan dilaksanakan yaitu dengan metode seminar, dengan tujuan mengenalkan dasar-dasar pemasaran digital, serta mengetahui beragam platform pemasaran digital dan cara penggunaanya. Diharapkan setelah pelatihan ini, Komunitas Digital Marketer Purwokerto dapat menggunakan platform tersebut untuk meningkatkan pemasaran sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan keahlian dalam pemasaran digital. Kata kunci: digital marketing; digital marketer; webinar; pengabdian masyarakat ABSTRACTDigital marketing has become a necessity, both for medium and large-scale businesses, as well as for micro and small businesses. The need for marketing through digital media is inseparable from the effects of technological developments and connectivity as well as shifting transaction patterns in society, which has now experienced massive digitization. This has resulted in business actors, regardless of the scale of their business, having to follow a digital marketing approach to develop their business and expand the distribution range of the products and services offered. The various types of digital platforms that can be used, on the one hand, are enough to make it easier for business actors and activists to choose the right media to market their products and services. However, on the other hand, this can also be a challenge for MSMEs themselves, because not all can immediately understand and use digital marketing platforms properly and optimally. Digital marketing training was carried out for the Purwokerto Digital Marketer Community which has members from various circles, including students, both at the SMK/SMA level and equivalent, the student level, and also from the general public. This community regularly shares experiences and brings in speakers related to product marketing strategies in general. The Purwokerto Digital Marketer Community has several challenges in marketing MSME products that are produced and marketed, one of which is the digital marketing strategy. This is due to the limited human resources who have expertise in the field of technology. The training method that will be carried out is the seminar method, with the aim of understanding the basics of digital marketing and introducing various digital marketing platforms and how to use them. It is hoped that after this training, the Purwokerto Digital Marketer Community can use the platform to improve marketing so that it can improve people's lives and increase expertise in digital marketing. Keywords: Digital marketing; digital marketer; webinar; comunity service.
PROMOSI KESEHATAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PERINA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJERUK Fitria Yulastini; Diah Ulfa Hidayati; Evalina Fajriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10433

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan salah satu  masalah gizi kronis dan masih menjadi masalah di seluruh dunia yang diakibatkan oleh asuhan dan asupan nutrisi yang tidak optimal yang dimulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun, artinya status tersebut menunjukkan indikasi masalah gizi kronis akibat kekurangan gizi maupun infeksi dalam jangka waktu yang lama sehingga memicu terjadinya malnutrisi maupun infeksi yang akan menjadi awal mula turunnya kualitas generasi pembangunan Indonesia di masa depan. Ketidaktahuan penyebab stunting dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, sehingga perlu dilakukan promosi kesehatan menggunakan media yang efektif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan edukasi tentang 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Polindes Perina Wilayah Kerja Puskesmas Bonjeruk dengan sasaran sebanyak 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu yang memiliki baduta dan kader. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang 1000 HPK pada sasaran dalam kategori baik yaitu sebanyak 44%, sehingga sasaran memperoleh informasi yang tepat sebagai bekal untuk melakukan pencegahan stunting sedini mungkin. Kata kunci : promosi kesehatan; 1000 hari pertama kehidupan; stunting ABSTRACTStunting is one of the chronic nutritional problems and still be a problem in the worldwide caused by suboptimal care and nutritional intake that starts from the womb and it just seen when the child is two years old, it means that this status indicates the chronic nutritional problems due to the long term malnutrition or infection, and it will be the beginning of the decline in the quality of Indonesia's future generations of development. Ignorance of the causes of stunting in the first 1000 days of life (HPK) is one of the factors that influence the incidence of stunting, so it is necessary to do health promotion using the effective media. The purpose of this community service is to increase public knowledge about the importance of 1000 HPK as an effort to prevent stunting. The method is to provide counseling and education about 1000 HPK as an effort to prevent stunting. This activity was carried out at the Perina village health post, the working area of Bonjeruk community health centers, with a target of 25 people consisting of pregnant women, mothers who have baby under two years, and cadres. There was an increase in knowledge about 1000 HPK on targets in the good category, namely as much as 44%, so that the target received the right information as a provision to prevent stunting as early as possible. Keywords : health promotion; the first 1000 days of life; stunting
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENANGANAN SAKIT GIGI SEDERHANA BAGI MASYARAKAT DUKUH BANDUNG, KABUPATEN KULON PROGO DI MASA PANDEMI Vina Khairunnisa Kenji; Azura Azza Tsabita; Erma Sofiani; Indri Kurniasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10419

Abstract

ABSTRAKKesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut termasuk tergolong rendah. Masyarakat hanya mengunjungi dokter gigi ketika kondisi gigi dan mulutnya bermasalah oleh karena itu dibutuhkan upaya preventif, promotif dan kuratif baik anak-anak maupun dewasa dari tenaga medis gigi termasuk kader masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah membantu meningkatkan kualitas dan kesadaran akan kesehatan gigi, memberikan pelayanan kesehatan gigi sederhana, memberikan edukasi pasca tindakan dan penyuluhan sebagai bentuk upaya promotif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan penyuluhan, pelayanan kesehatan gigi dan mulut sederhana yang diakhiri dengan edukasi sesuai dengan hasil pemeriksaan. Penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa diawali pre-test dan post-test tentang pengetahuan penanganan rasa sakit yang dilakukan dirumah. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan para warga yaitu peningkatan 22% terlihat dari hasil post-test. Pemeriksaan gigi dan mulut diikuti oleh 56 warga dari Desa dukuh Bandung yang terdiri dari 28 anak-anak dan 29 dewasa. Edukasi pasca pemeriksaan dan rujukan perawatan dilakukan sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut setelah penyuluhan dan pemeriksaan serta tindakan gigi dan mulut dapat berjalan dengan cukup baik. Kata kunci: pemeriksaan; kesehatan gigi dan mulut; penyuluhan; perawatan ABSTRACTPublic awareness of dental and oral health is classified as low. People only visit the dentist when the condition of their teeth and mouth is problematic, therefore preventive, promotive and curative efforts are needed for both children and adults from dental medical personnel, including community cadres. The purpose of this activity is to help improve the quality and awareness of dental health, provide simple dental health services, provide post-action education and counseling as a form of promotive effort. The method used in this community service is counseling, simple dental and oral health services ending with education according to the results of the examination. Counseling was carried out at the Village Hall starting with a pre-test and post-test on knowledge of pain management carried out at home. The results showed an increase in the knowledge of the residents, namely an increase of 22% as seen from the post-test results. The dental and oral examination was attended by 56 residents from Dukuh Village, Bandung, consisting of 28 children and 29 adults. Post-examination education and treatment referrals are carried out as a form of activity evaluation. The conclusion of this activity is that there is an increase in knowledge of dental and oral health after counseling and examination and dental and oral procedures can run quite well. Keywords: examination; dental and oral health; counseling; treatment
PENGEMBANGAN PENGGILING DAGING DENGAN BAHAN STAINLESS STEEL FOOD GRADE DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK KALDU UMKM Nur Aini Fauziyah; Reva Edra Nugraha; Ratna Yulistiani; Kusuma Wardhani Mas’udah; Primasari Cahya Wardhani; Mohammad Iqbal; Mei Syella Kurnia Putri Cahyo; Dona Avrilia Kristanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10438

Abstract

ABSTRAKPersiapan peralatan foodgrade merupakah salah satu hal yang penting dalam menjaga kualitas produk pangan yang sehat dan bebas dari kontaminasi secara kimiawi, biologi, maupun yang lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memebrikan wawasan kepada masyarakat tentang pemanfaatan fasilitas yang sesuai standar kesehatan pangan wajib dipenuhi, terutama pada Usaha  Mikro  Kecil  dan  Menenga (UMKM) yang bergerak pada bidang pangan. Kerjasama antara insan Dikti dan Dunia Industri (UMKM) menjadi salah satu terobosan untuk akselerasi hilirisasi teknologi. Salah satu yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah kerjasama dengan CV. Pawon Ibun dengan mengembangkan alat penggiling daging berbahan stainless steel sehingga lebih aman (foodgrade). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bantuan pengadaan alat alat penggiling daging dari bahan stainless steel dalam menunjang proses produksi kaldu sehat pada CV. Pawon Ibun dan dilanjutkan dengan demo penggunaan alat. Kegiatan demonstrasi dan praktek yang dilakukan dapat dikatakan berhasil karena 15 orang (100%) pelaku UMKM yang mengikuti demonstrasi dapat melakukan proses penggilingan daging dengan baik hingga pada tahap pembersihan alat giling. Selain itu, peningkatan pengetahuan karyawan CV. Pawon Ibun mencapai 75 % dalam hal pentingnya menggunakan peralatan yang terstandar dan aman terhadap produk makanan. Sehingga kegiatan kegiatan ini diharapkan dapat berdampak secara nyata dalam meningkatkan daya saing industri. Kata Kunci: pendayagunaan; foodgrade; kaldu; alat giling. ABSTRACTPreparation of foodgrade equipment is one of the important things in maintaining the quality of food products that are healthy and free from chemical, biological, and other contamination. Therefore, the use of facilities that are in accordance with food health standards must be met, especially for UMKM engaged in the food sector. The collaboration between Dikti personnel and the Industrial World (UMKM) is one of the breakthroughs for accelerating the downstream technology. One of the activities carried out in this service activity was a collaboration with CV. Pawon Ibun by developing a meat grinder made of stainless steel so that it was safer (food grade). This community service was carried out by developing a meat grinder made of stainless steel in supporting the healthy broth production process at CV. Pawon Ibun and accompanied by a demo of using the tool. The demonstration activities and practices carried out can be said to be successful because 15 people (100%) of MSME actors who participated in the demonstration were able to carry out the meat grinding process well up to the stage of cleaning the grinder. In addition, the increase in employee knowledge of CV. Pawon Ibun reached 75% in terms of the importance of using standardized and safe equipment for food products. So that these activities were expected to have a real impact in increasing the competitiveness of the industry. Keywords: utilization; foodgrade; broth; grinder.
PELATIHAN PROSES PRODUKSI MINYAK ATSIRI DARI LIMBAH KULIT JERUK MANIS DI DESA GADINGKULON KABUPATEN MALANG Ardika Nurmawati; Nove Kartika Erliyanti; Renova Panjaitan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9763

Abstract

ABSTRAKDesa Gadingkulon yang berlokasi di Kecamatan Dau, merupakan salah satu desa dengan produksi jeruk manis tertinggi di Kabupaten Malang. Produksi yang tinggi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya kelompok UPPKS Flamboyan 3 Princi, untuk diolah menjadi berbagai macam olahan produk. Namun hingga saat ini olahan jeruk yang dihasilkan hanya berfokus pada produk makanan dan minuman, seperti minuman sari jeruk. Sedangkan produk samping sisa produksi seperti kulit jeruk hanya diolah menjadi kerupuk kulit jeruk yang masih sangat rendah peminatnya. Kulit jeruk mengandung minyak atsiri dengan komponen utama limonene yang memiliki banyak khasiat di bidang kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memafaatkan limbah kulit jeruk yang dapat diekstraksi kandungan minyak atsirinya dengan metode distilasi uap sederhana. Kegiatan yang dilakukan penyuluhan proses produksi dan pengemasan minyak atsiri kulit jeruk secara sederhana. Dari kegiatan ini, mitra menunjukkan antusiasme dalam pengolahan limbah kulit jeruk dan berupaya untuk dapat melakukan proses ekstraksi minyak atsiri secara mandiri. Kata kunci: ekstraksi; minyak atsiri; kulit jeruk manis ABSTRACTGadingkulon Village, located in Dau District, is one of the villages with the highest sweet orange production in Malang Regency. The community utilizes this increased production, especially the UPPKS Flamboyan 3 Princi group, to be processed into various kinds of processed products. However, until now, processed sweet orange products have only focused on food and beverage products, such as orange juice. Meanwhile, the remaining by-products, the orange peel, are only processed into orange peel crackers, which are still very low in demand. Orange peel contains essential oils with the main component, limonene, which has many health benefits. This community service activity aims to utilize orange peel waste, which can be extracted from its essential oil content by a simple steam distillation method. The activities carried out were counseling on the production and packaging process of orange peel essential oil in a simple way. From this activity, partners showed enthusiasm for processing orange peel waste and tried to be able to carry out the essential oil extraction process independently. Keywords: extraction; essential oil; sweet orange peel
EDUKASI DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BAGI ANAK-ANAK GAMPONG LAMBUNOT KABUPATEN ACEH BESAR Silvi Puspa Widya Lubis; Syarifah Rahmiza Muzanna; Yulinar Yulinar; Samsuar Samsuar; Ammar Zaki; Fitriani Fitriani; Dini Askia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10927

Abstract

ABSTRAKKegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dampak negatif yang ditimbulkan gadget bagi anak-anak. Kegiatan ini penting dilakukan karena banyak anak-anak di Gampong Lambunot yang menggunakan gadget tidak hanya untuk belajar tetapi untuk bermain. Metode pelaksanaan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendekatan sosialisasi yaitu ceramah, dialog, diskusi dan pemecahan masalah. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM dengan tema “Edukasi Dampak Penggunaan Gadget bagi anak-anak Gampong Lambunot” bagi anak-anak dan anggota PKK Gampong Lambunot Kec. Simpang Tiga Kab. Aceh Besar dapat disimpulkan bahwa: (a) anak-anak dan ibu-ibu mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget; (b) tema yang disajikan aktual sehingga para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan: (c) ibu-ibu mengetahui cara menyikapi anak-anak yang sudah kecanduan serta mengetahui cara mengatasinya; dan (d) anak-anak dapat mengatur waktu menggunakan gadget. Kata kunci: edukasi; dampak gadget; anak-anak ABSTRACTThis activity aimed to prevent the negative impact caused by gadgets on children. This activity is important because many children in Gampong Lambunot use gadgets not only to study but to play. The implementation method in this community service used a method of socialization approach, namely lectures, dialogues, discussions, and problem-solving. The results of the implementation of PKM activities with the theme "Education on the Impact of Using Gadgets for the children of Gampong Lambunot" for children and members of the PKK Gampong Lambunot Kec. District Three Intersection Aceh Besar can be concluded that: (a) children and mothers know the positive and negative impacts of using gadgets; (b) the themes presented are actual so that the participants are very enthusiastic about participating in the activities: (c) mothers know how to deal with children who are already addicted and know how to overcome them; and (d) children can manage time using gadgets. Keywords: education; the impact of gadgets; children
PELATIHAN PEMODELAN 3 DIMENSI MENGGUNAKAN SOFTWARE SKETCHUP BAGI SISWA SMAN 11 SEMARANG Andarina Aji Pamurti; Wahjoerini Wahjoerini; Rizqy Ridho Prakasa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10567

Abstract

ABSTRAKSiswa Sekolah Menengah Umum yang notabene bukan Sekolah Menengah Kejuruan memerlukan ketrampilan khusus akan penguasaan teknologi agar memiliki pandangan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau sebagai bekal di dunia kerja pasca lulus Sekolah Menengah Atas. Tujuan pelatihan ini yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa SMAN 11 Semarang agar mendapatkan ketrampilan khusus yaitu membuat pemodelan 3 dimensi menggunakan software SketchUp. Metode pelatihannya yaitu pengenalan akan software SketchUp, Pre Test untuk mengetahui keminatan siswa, pemberian materi pelatihan yaitu penggunaan toolbars serta pembuatan gambar    3 dimensi, kemudian evaluasi berupa Post test. Pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMAN 11 Semarang yang diikuti oleh 18 siswa. Pemodelan yang dibuat yaitu gambar 3 dimensi perumahan, yang meliputi jaringan jalan, unit rumah, vegetasi, penggunaan component, penggunaan material serta pembayangan. Hasil dari Pre Test adalah 39% siswa sangat tertarik dan 44% siswa tertarik akan penggunakan komputer untuk desain 3 dimensi. Sedangkan hasil Post Test adalah 67% siswa mengetahui penggunaan toolbars. Semua siswa dapat melakukan hasil akhir pembuatan objek 3 dimensi perumahan dengan baik dan benar. Diharapkan pelatihan ini menambah pengetahuan serta point plus bagi siswa sehingga siswa mendapatkan pandangan untuk jenjang berikutnya. Kata Kunci: 3 dimensi; keterampilan; sketchup ABSTRACTGeneral high school students who are not vocational high schools need special skills in mastering technology in order to have a view to continuing to college or as a provision in the world of work after graduating from high school. The purpose of this training is to provide knowledge to SMAN 11 Semarang students in order to gain special skills, namely making 3-dimensional modeling using SketchUp software. The training method is an introduction to the SketchUp software, Pre Test to determine student interests, providing training materials, namely the use of toolbars and making 3-dimensional images, then evaluation in the form of a Post test. The training was held at the Computer Laboratory of SMAN 11 Semarang, which was attended by 18 students. The model made is a 3-dimensional image of housing, which includes the road network, housing units, vegetation, use of components, use of materials and shading. The results of the Post Test are 39% of students are very interested and 44% of students are interested in using computers for 3-dimensional designs. While the results of the Post Test are 67% of students know the use of toolbars. All students can do the final result of making 3-dimensional housing objects properly and correctly. It is hoped that this training will increase students' knowledge as well as a plus point so that students can gain insight into the next level. Keywords: 3 dimensional; skills; sketchup
EKSASERBASI ASMA MANDIRI BAGI KADER DESA DI PEMATANG PANJANG KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Fujiati Fujiati; Haryati Haryati; Joharman Joharman; Emmi Erliyanti; Brian Pramana Santoso; Anisa Anisa; Sabrina Wahda Utami; Noor Athiyya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10111

Abstract

ABSTRAKAdanya perubahan lingkungan hidup pada penderita asma memungkinkan terjadinya eksaserbasi dan memperparah kondisi sebelumnya. Eksaserbasi dapat mengganggu aktivitas penderita dan akhirnya menurunkan kualitas hidup penderita asma. Penatalaksanaan asma di era pandemi covid-19 secara mandiri sangat penting. Kegiatan ini harus didukung semua pihak, termasuk akademisi. Namun untuk jangka panjang perlu perantara/mitra yang dapat menjembatani antara akademisi dengan masyarakat. Sasaran strategis kegiatan ini adalah kader Desa Pematang Panjang yang berjumlah 12 orang sebagai mitra dan dipilih oleh masyarakat sendiri. Kader dapat membantu mobilisasi sumber daya masyarakat, mengadvokasi masyarakat serta membangun kemampuan secara mandiri. Akan tetapi untuk keberhasilan kegiatan tersebut diperlukan pengetahuan dari kader. Berdasarkan data, tidak ada kader yang mempunyai pendidikan tinggi. Sebanyak 83,3% kader belum pernah memberikan bantuan dan bimbingan ke masyarakat tentang penatalaksanaan asma secara mandiri. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa edukasi tentang penatalaksanaan asma secara mandiri. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan eksaserbasi asma dan cara pencegahannya, meningkatkan pengetahuan dan  keterampilan olahraga pernafasan, pengetahuan dan keterampilan penggunaan nebulizer, serta adanya leaflet tentang pencegahan eksaserbasi asma.  Berdasarkan hasil evaluasi pre dan post test dari kegiatan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan kader mengenai eksaserbasi asma, olahraga pernafasan, dan penggunaan nebulizer (p-value < 0,05). Kata kunci: asma; eksaserbasi; pengetahuan. ABSTRACTThe existence of environmental changes in asthmatics allows exacerbations and worsens the previous condition. Exacerbations can interfere with the patient's activities and ultimately reduce the quality of life of asthmatics. Independent management of asthma in the era of the COVID-19 pandemic is very important. This action must be supported by all parties, including academics. However, in the long term, intermediaries/partners are needed who can bridge the gap between academics and the community. The strategic target of this activity is Pematang Panjang Village Cadres who gather 12 people as partners and are chosen by the community itself. Cadres can help mobilize community resources, advocate for the community and build capacity independently. However, for the success of these action, knowledge from cadres is needed. Based on the data, there are no cadres who have higher education. As many as 83.3% of cadres have never provided assistance and guidance to the community regarding asthma management independently. Therefore, community dedication that is education of self management of asthma held. This action be expected can increase the knowledge of cadres about factors that can increase asthma exacerbations and how to prevent, increase knowledge and skills of respiratory sports, knowledge and skills of using a nebulizer, and presence leaflets about preventing asthma exacerbations. Based on the results of pre and post-test evaluations from this action, there was an increase in the knowledge of cadres regarding asthma exacerbations, breathing exercises, and the use of nebulizer (p-value <0.05). Keywords: asthma; exacerbations; knowledge.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN COMPUTATIONAL THINKING Muhammad Zulfadhilah; Mambang Mambang; Septyan Eka Prastya; Subhan Panji Cipta; Rahmini Rahmini; Muhammad Riduan Syafi’i; Muhammad Khairul Akbar; Ahmad Riki Renaldi; Antonia Yenitia; Sultan Arrasyid; Tasya Salsabila; Hudatul Aulia; Siti Gadis Hardianti; Wulandari Febriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9206

Abstract

ABSTRAKPembelajaran Computational Thinking merupakan hal yang bisa dianggap sebagai keterampilan kritis bagi masyarakat di abad ke-21 ini khususnya bagi para pelajar, pembelajaran ini melibatkan banyak keterampilan, namun kemampuan pemrograman tampaknya menjadi aspek inti karena mereka mendorong pengembangan cara berpikir baru yang merupakan kunci pemecahan masalah yang memerlukan kombinasi kekuatan mental dan kemampuan komputasi manusia. Pembelajaran Computational Thinking dapat diterapkan dari jenjang sekolah dasar dengan harapan anak-anak akan siap dengan adanya arus informasi yang semakin cepat. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, pengabdi memberikan materi terkait Computational Thinking kepada para siswa sekolah dasar. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu pemberian materi dan latihan menjawab soal yang berhubungan dengan materi. Latihan menjawab soal dilakukan dengan memutarkan video yang berisikan soal Computational Thinking beserta pembahasannya. Pada tahap evaluasi kegiatan, tim pengabdian melakukan latihan menjawab soal terkait materi yang sudah disampaikan. Hasil dari jawaban siswa kemudian diperiksa untuk melihat pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan, pada hasil tersebut terlihat ada 14 siswa yang menjawab latihanl dengan nilai 80 dan 6 siswa lainnya masih mendapatkan nilai dibawah 80. Berdasarkan hasil tersebut maka bisa disimpulkan bahwa sebanyak 70% siswa sudah mulai memahami konsep pembelajaran Computational Thinking. Kata kunci: berpikir komputasi; keterampilan kritis; sekolah dasar ABSTRACTLearning Computational Thinking is something that can be considered a critical skill for society in the 21st century, especially for students, this learning involves many skills, but programming skills seem to be a core aspect because they encourage the development of new ways of thinking which are the key to solving problems that require combination of human mental strength and computational ability. Computational Thinking learning can already be applied from the elementary school level with the hope that children will be ready for the faster flow of information. In the community service activities that have been carried out, the devotees provide material related to Computational Thinking to elementary school students. This activity is divided into two parts, namely the provision of material and exercises to answer questions related to the material. Practice answering questions is done by playing a video containing Computational Thinking questions and their discussions. Based on the results of the activities that have been carried out by giving practice questions to answer related to the material that has been delivered, as many as 70% of students answered the questions correctly, this proves that elementary school students have started to understand the concept of Computational Thinking. Keywords: computational thinking; critical skill; elementary school

Page 83 of 272 | Total Record : 2711