cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PHOTOSTOCK DI SMA KRISTEN IMMANUEL BATAM MENGGUNAKAN METODE 4D (DEFINE, DESIGN, DEVELOP, DISSEMINATE) Suwarno Suwarno; Arief Fernando
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10387

Abstract

ABSTRAKFotografi memegang peranan yang cukup penting dalam mensukseskan kegiatan promosi sebuah institusi sekolah di media sosial. SMA Kristen Imanuel Batam memiliki website dan media sosial namun foto yang ditampilkan dinilai sangat minim dalam menginformasikan kepada masyarakat tentang sekolah dan kegiatannya. Foto yang digunakan sudah bersifat overused dan tidak memiliki daya tarik dikarenakan tidak melalui proses editing. Oleh karena itu, perlu dilakukan photostock untuk memperbarui koleksi foto. Proses pelaksanaan kegiatan photostock menggunakan metode 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Kegiatan photostock telah membantu SMA Kristen Immanuel memperoleh stok foto sejumlah 100 foto sebagai informasi sekolah yang ditampilkan melalui instagram dan upaya promosi bagi masyarakat di Kota Batam khususnya bagi calon murid baru supaya lebih mengenal sekolah, kegiatan pembelajaran dan prestasi yang telah diraih. Kata kunci: photostock; promosi sekolah; 4d. ABSTRACTPhotography plays an important role in the success of the promotional activities of a school institution on social media. Imanuel Christian High School Batam has a website and social media but the photos shown are considered very minimal in informing the public about the school and its activities. The photos used are overused and have no appeal because they don't go through the editing process. Therefore, it is necessary to do photostock to update the photo collection. The process of implementing photostock activities uses the 4D method which consists of define, design, develop and disseminate. Photostock activities have helped Immanuel Christian High School obtain stock photos of 100 photos as school information that is displayed via Instagram and promotional efforts for the community in Batam City, especially prospective new students to get to know the school, learning activities and achievements that have been achieved. Keywords: photostock; school promotion; 4D.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN RAK REKAM MEDIS DI KLINIK RAWAT INAP AISYIYAH PANDAAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN Umi Khoirun Nisak; Hesty Widowati; Ayu Ferina; Cholifah Cholifah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9938

Abstract

ABSTRAKSetiap pelayanan kesehatan memiliki, mengelola, dan menggunakan informasi untuk meningkatkan luaran (outcome) bagi pasien, kinerja staf dan kinerja rumah sakit secara umum. Banyak Pelayanan kesehatan merasa sulit untuk menyeimbangkan kebutuhan untuk mengakses informasi dengan cepat dengan tantangan dalam menyediakan tingkat keamanan yang tepat untuk informasi pribadi. Rekam medis yang baik dapat mengakomodir kepentingan praktisi medis serta pasiennya. Sangat penting bagi dokter yang merawat untuk mendokumentasikan manajemen pasien di bawah perawatannya dengan benar. Klinik Rawat Inap Islam Aisyiyah Pandaan berdiri pada tahun 2009 yang bermula dari BP/RB Aisyiyah Pandaan. Tenaga professional rekam medis di klinik ini tidak ada, sehingga pengelolaan rekam medis dilakukan seadanya. Untuk mendukung peralihan status dari klinik ke Rumah sakit dan juga mengantisipasi dampak dari tidak adanya pengelolaan rekam medis maka pendampingan pengelolaan rekam medis ini di fokuskan pada manajemen ruang penyimpanan rekam medis baik aktif maupun inaktif penting untuk dilakukan. Rak yang akan di buat yaitu rak statis berupa besi panjang 2 m dan lebar 40 cm dan tinggi 1,9 m. Pemilihan rak besi ini lebih hemat dan tinggi rak dapat dijangkau oleh petugas filing, sehingga mempermudah pengambilan berkas. Pengelolaan rekam medis sangat penting karena bersifat rahasia dan guna menurunkan kejadian kesalahan tindakan dan pengobatan. RM yang tersimpan sesuai penomoran dan penjajarannya mempermudah petugas dan tenaga medis melakukan pelayanan kepada pasien. Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan proses retensi dan pemusnahan, redesain cover RM, dan memperbaiki sistem penomoran dan melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif rekam medis. Kata kunci: pendampingan; pengelolaan rak; rekam medis; klinik. ABSTRACTHealth care service, manages, and uses information to improve patient outcomes, staff performance and hospital performance in general. Many health services find it difficult to balance the need to access information quickly with the challenge of providing the right level of security for personal information. A good medical record can accommodate the interests of medical practitioners and their patients. It is very important for the treating physician to properly document the management of the patient under his care. Aisyiyah Pandaan Islamic Inpatient Clinic was established in 2009 which started from BP/RB Aisyiyah Pandaan. There are no medical record professionals at this clinic, so the management of medical records is done minimally. To support the transition of status from clinics to hospitals and also to anticipate the impact of the absence of medical record management, this medical record management assistance is focused on the management of medical record storage rooms, both active and inactive, it is important to do. The shelf that will be made is a static shelf in the form of an iron 2 m long and 40 cm wide and 1.9 m high. The selection of this iron medical record storage is more efficient and the height of the storage can be reached by the filing clerk, making it easier to retrieve files. Management of medical records is very important because they are confidential and to reduce the incidence of errors of action and treatment. The medical record stored according to its numbering and alignment makes it easier for officers and medical personnel to provide services to patients. The next activity is assisting the retention and destruction process, redesigning the medical record cover, and improving the numbering system and conducting quantitative and qualitative analysis of medical records. Keywords: empowerment; medical record storage; clinic.
SOSIALISASI PENINGKATAN AKSES AIR BERSIH UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SANITASI SEKOLAH DI SD NEGERI LANTENG BARU Puji Utomo; Annisa Mu'awanah Sukmawati; Algazt Aryad Masagala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10515

Abstract

ABSTRAKSanitasi sekolah merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Peningkatan akses sanitasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatkan kualitas kesehatan dan kenyamanan siswa di sekolah. SD Negeri Lanteng Baru merupakan salah satu SD yang masih memiliki layanan sanitasi secara terbatas, terutama pada akses sarana air bersih yang layak baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para guru, mengenait persyaratan kualitas air untuk aktivitas sanitasi di sekolah, teknologi filtrasi air bersih sederhana, dan sistem pemanenan air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih. Metode pelaksanaan sosialisasi ini memfokuskan pada peningkatan pengetahuan partisipan khususnya para guru melalui penyuluhan, edukasi, dan rencana usulan program dalam rangka peningkatan akses air bersih layak. Hasil pelaksanaan menunjukkan para partisipan sangat antusias terhadap kegiatan sosialisasi ini. Dalam penyampaian materi sosialisasi disajikan terkait program sanitasi sekolah, seperti: pentingnya air bersih layak, persyaratan kualitas air menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017, edukasi tentang teknologi filtrasi air bersih dan teknologi pemanenan air hujan. Terlihat adanya peningkatan pengetahuan para partisipan mencapai 90%. Para partisipan sangat mendukung adanya pengabdian masyarakat lanjutan untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi di SD Negeri Lanteng Baru. Kata kunci: sanitasi; akses air bersih; kualitas air; filtrasi air; pemanen air hujan ABSTRACTSchool sanitation is an important factor to improve the quality of education in Indonesia. Improving access to sanitation will give a significant impact on improving the health quality and comfort of students at school. SD Negeri Lanteng Baru is one of the elementary schools that still has limited sanitation services, especially in access to clean water facilities both in terms of quality and quantity. This community service aims to provide education to teachers, regarding water quality requirements for sanitation activities in schools, simple clean water filtration technology, and rainwater harvesting systems as an alternative to providing clean water. The method of implementing this socialization focuses on increasing the knowledge of participants, especially teachers through counseling, education, and program plans in order to increase access to clean water. The results of the implementation showed that the participants were very enthusiastic about this socialization activity. In the delivery of socialization materials, it was presented related to school sanitation programs, such as: the importance of proper clean water, water quality requirements according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017, education about clean water filtration technology and rainwater harvesting technology. It can be seen that there is an increase in the knowledge of the participants reaching 90%. The participants strongly support the continued community service to implement the results of the socialization at SD Negeri Lanteng Baru. Keywords: sanitation; clean water access; water quality; water filtration; rain water harvesting
PELATIHAN PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA DAN MARKETPLACE SERTA EDUKASI KEWIRAUSAHAAN KELOMPOK USAHA ANEKA KERIPIK DI KAMPUNG BABAKAN LEBAK BANTEN Tri Ika Jaya Kusumawati; Anwar Rifa’i; Triana Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10517

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 memberikan dampak pada penurunan ekonomi tetapi tidak untuk penurunan kebutuhan pangan. UKM Keripik Gupek merupakan kelompok usaha aneka keripik olahan perkebunan seperti singkong, ubi dan pisang yang mengalami dampak pembatasan pandemi di wilayah Babakan. Kondisi UKM ini memiliki lokasi produksi yang terletak pada ujung desa/kampung, minimnya asupan listrik dari PLN, dan terbatasnya penjualan hanya kepada pengepul atau pembeli besar pasar. Salah satu solusi yang diberikan oleh program kemitraan masyarakat ini untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan memberikan pelatihan pemanfaatan media sosial, marketplace dan edukasi kewirausahaan secara online memanfaatkan handphone. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan strategi marketing yang tepat dalam memasarkan produk untuk meningkatkan penjualan dan memperluas distribusi produk. Hasil dari kegiatan ini berupa email, akun IG, akun marketplace di tokopedia, pengemasan produk dan label, serta teknik penyajian photo produk yang lebih baik. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan teknik penyebaran kuesioner dengan empat aspek yaitu : kualitas materi yang diberikan, kejalasan cara penyampaian narasumber, kemudahan penerapan ilmu yang disampaikan, dan fasilitator yang mendampingi selama pelatihan. Hasil evaluasi mendapatkan nilai rata-rata 85%. Angka ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan sudah cukup memuaskan dan sesuai dengan kebutuhan UMKM.    Kata kunci: keripik; pandemic; pangan; media social; marketplace ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has had an impact on the economic downturn and also a decrease in food demand. The Gupek Chips UKM is a business group for various plantation processed chips such as cassava, sweet potatoes and bananas that are experiencing the impact of pandemic restrictions in the Babakan area. The condition of this SME has a production location located at the end of the village/village, minimal intake of electricity from PLN, and limited sales only to collectors or big market buyers. One of the solutions provided by this community partnership program to solve this problem is to provide training on the use of social media, marketplaces and online entrepreneurship education using mobile phones. The method used is training and mentoring on appropriate marketing strategies in marketing products to increase sales and expand product distribution. The results of this activity are in the form of emails, IG accounts, marketplace accounts at Tokopedia, product packaging and labels, as well as better product photo presentation techniques. The evaluation of the activities was carried out using a questionnaire distribution technique with four aspects, namely: the quality of the material provided, the clarity of the way in which the resource persons were delivered, the ease of application of the knowledge conveyed, and the facilitators who accompanied during the training. The evaluation results get an average score of 85%. This figure shows that the training and assistance provided is satisfactory and in accordance with the needs of UMKM. Keywords: chips; pandemic; food; social media; marketplace
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PKK SEBAGAI KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI MASA PANDEMI COVID-19 Sartika Puspita; Dwi Aji Nugroho; Romadhon Yuan Aziz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10481

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 mengakibatkan anak terbatas beraktifitas terutama di sekolah, sehingga kesehatan gigi dan mulut tidak dapat dipantau oleh dokter gigi melalui program kunjungan usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS). Kesehatan gigi dan mulut (kesgilut) sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu dilakukan upaya promotif dan preventif. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk kader kesgilut sehingga dapat mandiri melakukan upaya promotif dan preventif yaitu dengan memotivasi anak untuk memiliki kebiasaan baik serta tidak takut ke dokter gigi. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan luring dan pemutaran audio visual dalam rangka membentuk kader kesehatan yang diselenggarakan di Taman Kanak-Kanak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga 22 (TK PKK 22) Jotawang. Peserta berasal dari guru dan pengurus PKK sebanyak 6 orang. Evaluasi dilakukan pada seluruh peserta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengetahuan mengenai kesgilut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Hasil uji post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut yaitu 100% dibandingkan hasil pre test yaitu 65%. Implikasi kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru serta pengurus PKK dalam menjaga kesgilut dengan baik dan benar. Kesimpulan kegiatan ini adalah pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan sehingga dapat diharapkan menjadi kader kesgilut di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: preventif; promotif; kader kesgilut; PKK ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has resulted in children being limited in activities, especially at school, so dentists cannot monitor dental and oral health through the school dental health business visit program (UKGS). Dental and oral health is essential for the growth and development of children, so it is necessary to make promotive and preventive efforts. This program aims to form dental and oral health cadres so that they can independently carry out promotive and preventive steps by motivating children to have good habits and not be afraid to go to the dentist. The method of this activity is offline counseling and audio-visual screenings to form health cadres held at the Kindergarten for Family Welfare Empowerment 22 (TK PKK 22) Jotawang. Participants came from teachers and PKK administrators, as many as six people. Results were pre and post-test on all participants to determine whether there were differences in knowledge about mental health problems before and after counseling and training. This activity implies increasing teachers' and PKK administrators' knowledge and skills in maintaining excellent and correct dental health problems. The conclusion is that the knowledge and skills of the participants increased after counseling and training were carried out so that they could be expected to become cadres of dental and oral health during the Covid-19 pandemic. Keywords: preventive; promotive; dental and oral health cadre; PKK
PELATIHAN KADER KESEHATAN TERKAIT PENGGUNAAAN FORMULIR PENILAIAN RISIKO JATUH PADA LANSIA Rea Ariyanti; Romaden Marbun; Vincensia Dea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8929

Abstract

ABSTRAKLansia merupakan seseorang yang memasuki usia 60 tahun ke atas. Memasuki usia tua, seseorang akan mengalami kondisi kemunduran fisik salah satunya ditandai dengan penurunan kekuatan otot yang mengakibatkan gerakan menjadi tidak proporsional dan juga berisiko jatuh. Di Indonesia prevalensi cidera jatuh mayoritas terjadi pada penduduk =usia 65 tahun keatas yaitu sebesar 67,1%. Dusun Sukosari merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Malang. Kurangnya pengetahuan kader kesehatan di Dusun Sukosari dalam menilai risiko jatuh pada lansia menyebabkan kurangnya identifikasi atau penilaian risiko jatuh pada lansia sebagai bentuk upaya pencegahan sedari dini. Dengan dilakukannya pelatihan penilaian risiko jatuh pada lansia di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Poncokusumo, Kabupaten Malang diharapkan kader kesehatan dapat melakukan upaya guna mencegah risiko jatuh pada lansia. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan upaya identifikasi risiko jatuh pada lansia. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan metode sosialisasi, praktikum, dan diskusi interaktif mengenai penggunaan formulir penilaian risiko jatuh pada lansia yang dilakukan kepada 30 orang kader kesehatan. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan kader kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan sosiali meningkat sebesar 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 46,00 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai postest menjadi 81,00. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan identifikasi risiko jatuh pada lansia. Kata kunci: lansia; formulir penilaian; risiko jatuh. ABSTRACTElderly is someone who enters the age of 60 years and over. Entering old age, a person will experience a condition of physical decline, one of which is marked by a decrease in muscle strength which results in disproportionate movements and is also at risk of falling. In Indonesia, the prevalence of fall injuries mostly occurs in the population aged 65 years and over, which is 67.1%. Sukosari Hamlet is one of the areas in Malang Regency. The lack of knowledge of health cadres in Sukosari Hamlet in assessing the risk of falling in the elderly causes a lack of identification or assessment of the risk of falling in the elderly as a form of early prevention. By conducting fall risk assessment training for the elderly in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo, Malang Regency, it is hoped that health cadres can make efforts to prevent the risk of falls in the elderly. This partnership program aims to increase the knowledge and skills of health cadres in identifying the risk of falling in the elderly. This activity was carried out 3 times with the method of socialization, practicum, and interactive discussion regarding the use of the fall risk assessment form in the elderly which was carried out to 30 health cadres. From the evaluation results, it is known that the knowledge of health cadres between before and after being given socialization increased by 70%, where before being given education, the average pretest score was 46.00 and after being given education the average post-test score was 81.00. This activity needs to be done as an effort to improve the ability of health cadres in identifying the risk of falling in the elderly. Keywords: elderly; assessment form; fall risk.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH BATANG PISANG MENJADI KRIPIK DI RT.59 KELURAHAN BATU AMPAR, BALIKPAPAN Fadli Robiandi; Meidi Arisalwadi; Rahmania Rahmania; Agus Rifani; Swastya Rahastama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10542

Abstract

ABSTRAKPada wilayah RT. 59 kelurahan Batu Ampar Balikpapan terdapat perkebunan pisang yang cukup luas milik warga setempat. Pada saat panen, pohon pisang biasanya ditebang dan dibuang begitu saja. Proses ini menghasilkan limbah batang pisang, jika batang tersebut tidak dimanfaatkan. Batang pisang dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai seperti bahan makanan. Salah satu contoh bentuk pemanfaatan batang pisang sebagai bahan makanan adalah pemanfaatan batang pisang menjadi kripik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada warga RT.59 Kelurahan Batu Ampar terkait pemanfaatan limbah batang pisang menjadi kripik melalui kegiatan pelatihan. Rangkaian kegiatan PkM yang dilakukan adalah Survei dan persiapan, kegiatan sosialisasi, pelatihan pembuatan kripik batang pisang dan pengisian kuesioner. Peserta kegiatan ini adalah warga RT.59 Kelurahan Batu Ampar. Berdasarkan hasil kuesioner, peserta menilai pelaksanaan pelatihan pembuatan kripik batang pisang mudah dipahami, langkah dalam proses pembuatan kripik batang pisang mudah  diterapkan dan kripik batang pisang hasil pelatihan menarik dan enak untuk dikonsumsi. Kegiatan PkM ini mampu meningkatkkan wawasan masyarakat RT.59 Kelurahan Batu Ampar Balikpapan, dalam memanfaatkan limbah batang pisang menjadi produk yang lebih bernilai seperti kripik.   Kata kunci: pelatihan; pemanfaatan; kripik; limbah; batang pisang.  ABSTRACTIn the RT area. In 59 villages in Batu Ampar Balikpapan, there are banana plantations that are quite large owned by local residents. At harvest time, banana trees are usually cut down and thrown away. This process produces banana stem waste, if the stem is not utilized. Banana stems can be processed into more valuable products such as foodstuffs. One example of the use of banana stems as food is the use of banana stems into chips. This community service activity (PkM) aims to provide knowledge to residents of RT.59 Batu Ampar Village regarding the utilization of banana stem waste into chips through training activities. The series of PkM activities carried out were surveys and preparations, socialization activities, training on making banana stem chips and filling out questionnaires. The participants of this activity are residents of RT.59 Batu Ampar Village. Based on the results of the questionnaire, participants assessed that the training on making banana stem chips was easy to understand, the steps in the process of making banana stem chips were easy to apply and the training results were interesting and delicious to eat. This PkM activity was able to increase the insight of the people of RT.59 Batu Ampar Village, Balikpapan, in utilizing banana stem waste into more valuable products such as chips.   Keywords: training; utilization; chips; waste; banana stems.
PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI DAN INOVASI PERTANIAN MELALUI KKN MANDIRI PADA MASA PANDEMI COVID – 19 DI DESA NAGANESA, KABUPATEN ENDE Josina Irene Hutubessy; Murdaningsih Murdaningsih; Virgilius W.S. Rovanda Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9515

Abstract

ABSTRAKPendampingan melalui kegiatan KKN bertujuan untuk: (1) memberikan transfer teknologi dan inovasi pertanian dengan memanfaatkan pekarangan, (2) memberikan transfer ilmu pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk padat dan pembuatan Mikro Organisme Lokal  (MOL).  Kegiatan dilakukan di Desa Nanganesa terutama ibu - ibu dasa wisma berjumlah 16 orang. Metode yang digunakan adalah Partisipasi Rural Appraisal (PRA) yaitu keterlibatan secara aktif semua pihak yang terlibat dalam kegiatan. Terdiri dari tahapan survey, wawancara dan pelatihan. Hasil kegiatan ibu - ibu dapat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur-sayuran dan tanaman jenis empon-empon , 90 % ibu - ibu dasa wisma sangat paham tentang pupuk organik dan 80 % mengetahui tentang MOL. Kata kunci: pemanfaatan pekarangan; pembuatan pupuk; mikroorganisme local. ABSTRACTAssistance through KKN activities aims to: (1) provide technology transfer and agricultural innovation by utilizing the yard, (2) provide knowledge transfer on the use of household waste into solid fertilizer and the manufacture of Local Micro Organisms (MOL). Activities carried out in the village of Nanganesa, especially women from the homestead, amounted to 16 people. The method used is Rural Appraisal Participation (PRA), which is the active involvement of all parties involved in the activity. Consists of the stages of survey, interview and training. The results of the activities of the mothers can use the yard to grow vegetables and empon-empon types, 90% of the mothers of dasa wisma are very knowledgeable about organic fertilizers and 80% know about MOL. Keywords: yard utilization; fertilizer manufacture; local microorganisms.
PEMELIHARAAN KEBUN KARET RAKYAT DI DESA SUNGAI DUREN KABUPATEN MUARA ENIM Putri Wulandari; Elsa Elsa; Yeni Yeni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10616

Abstract

ABSTRAKTanaman karet ialah tanaman yang sangat diutamakan untuk tingkat perekonomian karena hasil dari penjualan karet ini sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan dan pengelolaan serta kondisi sosial ekonomi petani karet di desa sungai duren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode wawancara dan observasi secara langsung kepada petani karet di desa sungai duren serta menerapkan mekanisme pengelolaan karet secara mandiri dan menyerahkannya kepada pihat lain. Penerapan tersebut dilakukan oleh petani karet berdasarkan perspektif pilihan rasional mereka, mekanisme pengelolaan yang dipilih para petani karet ini berdampak pada ketimpangan pendapatan yang mereka proleh. Dari hasil observasi yang telah dilakukan penulis, pada umumnya petani disana umumnya petani disana melakukan perawatan dengan cara sederhana yaitu dengan pembibitan, pengelolaan tanah, penanaman dan penyulaman karat, serta pemupukan. Sistem pengelolan kebun karet di desa sungai duren sudah cukup baik dikarenakan sistem pengelolaan yang dilakukan ketentuan sistem produksi dalam penanaman kebun karet. Kata kunci: karet rakyat; sistem pengelolan; sosial ekonomi; desa sungai duren. ABSTRACTRubber plants are plants that are highly prioritized for the economic level because the results and sales of rubber greatly affect the welfare of farmers. This community service activity aims to determine the system of maintenance and management as well as the socio-economic conditions of rubber farmers in Sungai Duren Village. Direct observation to rubber farmers in the Sungai Duren village implementing an independent rubber management mechanism and hand it over to the other party. The application carried out by rubber farmers based on the perspective their rational choice of management mechanism chosen by these rubber farmers impact on their income inequality. And based on the observations made by the author, in general, farmers there generally carry out maintenance in a simple way, namely by nursery, soil management, planting and replanting rust, and fertilization. Rubber plantation management system in the village Duren River is quite good because the management system is carried out by the provisions of the production system in planting rubber plantations Keywords: community rubber, management system, socio-economic of sungai duren village
EDUKASI PEMAHAMAN POLA HIDUP SEHAT DI MASA PANDEMI DAN MANFAAT VAKSINASI DI KALANGAN MASYARAKAT DESA TUMPANG Akhmad Frizqi Amirudin; Dheanisa Puspatika; Lusfita Ujianti; Wafiq Rizqi Karima; Rizka Novia Atmadani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9289

Abstract

ABSTRAKSejak Maret 2020, World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia menetapkan COVID-19 sebagai pandemi dan memberikan himbauan kepada seluruh negara untuk melakukan pembatasan aktivitas. Sehingga  segala aktivitas di luar rumah seketika dihentikan dan dilakukan di rumah. Tidak semua aktivitas dapat dilakukan di rumah secara terus-menerus dan hal ini menyulitkan sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemerintah mengizinkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, namun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. Pandemi COVID-19 ini menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Namun tidak semua orang menerapkan aturan tersebut. Masih banyak dijumpai masyarakat tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta tidak memerhatikan jaga jarak fisik dan tetap berkerumun. Beberapa masalah yang menjadi latar belakang dilakukannya penyuluhan adalah seperti contohnya sebagian besar masyarakat sudah enggan untuk mematuhi protokol kesehatan sejak lima bulan terakhir pada awal pandemi COVID-19, hanya 2 dari 10 orang yang tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak percaya dengan adanya Virus COVID-19. Metode penyuluhan yang dilakukan adalah dengan metode ceramah menggunakan media slide power point dan dievaluasi tingkat pemahaman peserta melalui nilai pre-test dan post-test. Penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Tumpang yang dihadiri oleh 23 orang anggota Kumpulan Remaja Anggrek (KREMA) pada 06 Juni 2021.  Selama berlangsungnya kegiatan penyuluhan, para peserta sangat antusias berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan terkait hidup sehat di masa pandemi dan manfaat vaksinasi oleh tim pelaksana penyuluhan dari awal sampai berakhirnya acara, hingga dapat tercapainya pemahaman masyarakat terkait hidup sehat dan manfaat vaksinasi di masa pandemi. Ketercapaian pemahaman warga dapat disimpulkan dari hasil nilai pre dan postest yang secara keseluruhan didapatkan hasil nilai postest yang lebih tinggi dibanding saat pretest yaitu meningkat sebesar 4,35%. Setelah kegiatan penyuluhan dapat ditemui beberapa masyarakat Desa Tumpang kembali menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker ketika berada di luar rumah dan menjaga jarak fisik ketika di keramaian. Kata kunci: PHBS; vaksinasi; penyuluhan; covid-19; malang. ABSTRACTSince March 2020, the World Health Organization (WHO) as the world's health organization has declared COVID-19 as a pandemic and has appealed to all countries to limit their activities. So that all activities outside the home are immediately stopped and carried out at home. Not all activities can be done at home continuously and this makes it difficult for most Indonesian people. The government allows them to carry out activities outside the home, but still by implementing health protocols. The COVID-19 pandemic requires the public to apply health protocols in a disciplined manner. But not everyone applies these rules. There are still many people who don't use masks when doing activities outside the home and don't pay attention to physical distancing and stay in crowds. Some of the problems that became the background for the counseling were for example the majority of the community had been reluctant to comply with health protocols since the last five months at the beginning of the COVID-19 pandemic, only 2 out of 10 people still adhered to the existing health protocols. Even most of them do not believe in the existence of the COVID-19 Virus. The counseling method used was the lecture method using power point slides and evaluated the level of understanding of the participants through the pre-test and post-test scores. This counseling was carried out in Tumpang Village which was attended by 23 members of the Orchid Youth Association (KREMA) on June 6, 2021. During the extension activities, the participants were very enthusiastic about participating in the implementation of counseling activities related to healthy living during the pandemic and the benefits of vaccination by the extension team. from the beginning to the end of the event, to the achievement of public understanding regarding healthy living and the benefits of vaccination during the pandemic. The achievement of residents' understanding can be concluded from the results of the pre and posttest scores, which as a whole showed that the posttest scores were higher than the pretest, which increased by 4.35%. After the outreach activities, it was found that several people in Tumpang Village again applied health protocols such as using masks when outside their homes and maintaining physical distance when in crowds. Keywords: PHBS; vaccination; counseling; covid-19; malang.

Page 86 of 272 | Total Record : 2711