cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
KOMITMEN KARYAWAN DITINJAU DARI SELF EFFICACY DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI,DI CV. WAHYU JAYA SEMARANG Gusti Yuli Asih; Rusmalia Dewi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 19, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.57 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v19i1.684

Abstract

Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan komitmen karyawan pada CV. Maju Jaya ditinjau dari self efficacy dan persepsi dukungan organisasi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan studi populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah  karyawan CV. Wahyu Jaya Semarang yang berjumlah 50 orang. Metoda pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan skala. Ada tiga buah skala yang dipakai yaitu skala komitmen karyawan, skala self efficacy, dan skala persepsi terhadap dukungan organisasi. Hipotesis yang diajukan, diuji secara statistik dengan menggunakan teknik  Analisis Regresi untuk menguji hubungan ketiga  variabel. Semua perhitungan statistik dalam penelitian ini menggunakan program SPSS.Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa besarnya koefisien korelasi 1,000 dengan p<0,05 antara self efficacy, persepsi dukungan organisasi, dan komitmen karyawan  hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara self efficacy, persepsi dukungan organisasi, dan komitmen karyawan. Analisis korelasi antara self efficacy terhadap komitmen karyawan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,394 dengan p<0,01 sehingga hipotesis diterima. Analisis korelasi antara persepsi dukungan organisasi dan komitmen karyawan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,435 dengan p<0,01 sehingga hipotesis diterima. Analisis terhadap self efficacy dan persepsi dukungan organisasi dengan komitmen karyawan diperoleh hasil Rx1x2y sebesar 0,488 dengan p<0,05 sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berarti ada hubungan self efficacy dan persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen karyawan.
PENERAPAN KLAUSULA BAKU DALAM MELINDUNGI KONSUMEN PADA PERJANJIAN JUAL BELI MELALUI E-COMMERCE Agus Saiful Abib; Doddy Kridasaksana; A. Heru Nuswanto
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 17, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.405 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v17i1.508

Abstract

Klausula baku memiliki fungsi mempermudah serta mempercepat traksaksi yang dilakukan penjual dan pembeli baik secara konvensional maupun e-commerce. Dalam pelaksanaan transaksi yang menggunakan klausula baku penjual harus tetap memperhatikan hal-hal yang diperbolehkan undangundang guna tetap memberikan perlindungan terhadap konsumen sebagaimana ketentuan Pasal 18 UUPK. Secara umum apabila terdapat perselisihan antara produsen dengan konsumen dapat diselesaikan dengan menggunakan jalur pengadilan/litigasi maupun diluar pengadilan/non litigasi. Penyelesaian sengketa produsen dengan konsumen diluar pengadilan dapat dilakukan secara mediasi , konsiliasi maupun arbitrase. Pemerintah Indonesia melalui Pasal 44 dan 49 UUPK telah membentuk  LPKSM dan BPSK guna menyelesaikan sengketa produsen dengan konsumen, akan tetapi keberadaan LPKSM dan BPSK belum mampu memberikan perlindungan terhadap konsumen hingga ke pengadilan.
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PERORANGAN DI KOTA SEMARANG Anita Damajanti
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 17, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.07 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v17i1.499

Abstract

Self assessment system merupakan sistem pemungutan pajak yang memberi kepercayaan, tanggung jawab kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melporkan sendiri besarnya pajak yang terutang. Di Indonesia self assessment system telah dilaksanakan sejak tahun 1984, tetapi tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Malaysia yang baru melaksanakan  self assessment system sejak tahun 2001. Menurut Santoso Brotodihardjo (1990) self assessment system dapat berhasil baik jika masyarakat pembayar pajak memiliki pengetahuan dan disiplin pajak yang tinggi (tax conscousness). Menurut Palil (2010) spirit dari self assessment system adalah mendidik wajib pajak dan membuat mereka peduli dengan kewajiban perpajakan mereka (Palil, Moh. Risal, 2010). Oleh karena itu wajib pajak harus memiliki pengetahuan untuk memahami peraturan perpajakan.Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh pengetahuan wajib pajak terhadap kepatuhan dalam menjalankan peraturan perpajakan. Pelaksanaan self assessment system dalam pemungutan pajak menuntut wajib pajak untuk dapat menghitung sendiri, menyetor dan melaporkan pajak pajak terutang. Oleh karena itu variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pengetahuan wajib pajak dalam perhitungan, pengetahuan penyetoran dan pengetahuan pelaporan pajak. Populasi penelitian ini yaitu wajib pajak perorangan non karyawan di kota Semarang. Sampel dipilih dengan metode convenience sampling. Logistic regression digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh pengetahuan terhadap kepatuhan wajib pajak.Berdasarkan 100 kuesioner yang diberikan kepada responden diperoleh sebanyak 75 kuesioner yang dapat diolah. Hasil pengujian kualitas data variabel pengetahuan pelaporan, pengetahuan pembayaran pajak dan pengetahuan penghitungan pajak  menunjukkan hasil yang valid dan reliabel. Namun demikian hasil uji hipotesis menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara variabel pengetahuan pelaporan, pengetahuan pembayaran, dan pengetahuan penghitungan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya pengaruh signikan pengetahuan terhadap kepatuhan wajib pajak. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,15 menunjukkan kemampuan variable independen untuk mempediksi variabel dependennya yaitu kepatuhan sebesar 15%. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah variabel lain yang diprediksikan dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak misalnya kondisi keuangan wajib pajak.
Permodelan Komitmen Profesional Auditor di Jawa Tengah dengan Pendekatan Gender Rosyati Rosyati; Anita Damajanti; Dyah Nirmala Arum Janie
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 18, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.964 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v18i2.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan komitmen profesional akuntan publik di Jawa Tengah berdasarkan gender dalam Kantor Akuntan Publik. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Independent Samples t-test. Penelitian ini tidak mampu membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara komitmen profesional afektif akuntan publik laki-laki dan perempuan di Jawa Tengah. Namun demikian, penelitian ini mampu membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara komitmen profesional akuntan publik laki-laki dan perempuan di Jawa Tengah. Penelitian ini juga membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara komitmen profesional kontinyu dan normatif akuntan publik laki-laki dan perempuan di Jawa Tengah.
TUJUAN NEGARA DALAM MENGATUR FREKUENSI RADIO KOMUNITAS DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN (STUDI KASUS DI WILAYAH SEMARANG) Doddy Kridasaksana; M Junaidi; Muhammad Iftar Aryaputra
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 17, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.084 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v17i2.489

Abstract

Saat ini di berbagai penjuru dunia bermunculan radio komunitas yang digunakan untuk berbagi informasi dalam sebuah komunitas.Demikian pula keberadaan radio komunitas di Semarang. Radio komunitas sendiri adalah lembaga penyiaran atau stasiun radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan, dan didirikan oleh sebuah komunitas. Sebelum di sahkannya UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, radio komunitas (community radio) di Indonesia sering disebut "radio ilegal". Mengenai frekuensinya oleh Negara dialokasikan antara 107,7 MHz hingga 107,9 MHz dan  radius siaran LPK dibatasi maksimum 2,5 km (dua setengah kilometer) dari lokasi pemancar atau dengan Effective Radiated Power (ERP) maksimum 50 (lima puluh) watt.Laporan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tujuan Negara dalam mengatur frekuensi radio komunitas dilihat dari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan radio komunitas dan untuk menemukan problema yang ditemui dan solusi yang diberikan oleh Negara dalam pengaturan radio komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, Penyusunan dan penulisan digunakan deskriptif analitis. Data berasal dari primer dan sekunder. Pengumpulannya dengan metode literatur (kepustakaan), disamping wawancara kepada Humas Departemen Komunikasi dan InformatikaRepublik Indonesia, Humas DinasPerhubungan dan Informatika Propinsi Jawa Tengah, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Semarang. Disamping itu penelitian ini juga akan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap data primer.Hasil penelitian diperoleh bahwa 1)Tujuan Negara sebagai pembuat peraturan perundangan tentang penyiaran sekaligus mengatur frekuensi radio komunitas perlu menertibkan,  memberi keadilan bagi pelaku radio komunitas dan memberi sanksi hukum bagi pelanggarnya karena hokum berakar dan terbentuk dalam proses interaksi berbagai aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, keagamaan dan lain–lain. Hal tersebut diatur dalam UU N0.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dan mulai berlaku efektif Desember 2002.2) Sebanyak18 radio komunitas baru (33,33%) di Semarang yang akan mengajukan izin penyiaran (hasil merger dari 120 radio komunitas ilegal). Problem lainnya sebagian radio komunitas masih menggunakan power pemancar seadanya, sebagian lagi menggunakan power pemancar yang cukup kuat hingga mengganggu frekuensi lain, seperti yang dialami oleh radio Dais FM (radio komunitas Masjid Agung Semarang), REM FM (radio komunitas Universitas Negeri Semarang). Solusinya, wewenang KPIKPID sesuai Pasal 8 ayat (2) UU Penyiaran, adalah memberikan sanksi administrative terhadap pelanggaran peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran, seperti diatur dalam Bab VIII UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
MENYINGKAP RAHASIA KESUKSESAN USAHA TAHU BAXO BU PUDJI UNGARAN Adijati Utaminingsih; Teguh Ariefiantoro; Sri Yuni Widowati
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 18, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.745 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v18i2.568

Abstract

Usaha tahu Bakso telah berkembang pesat  dan semakin banyak pelaku usahanya, sehingga menimbulkan persaingan  yang ketat di daerah Ungaran. Dengan persaingan yang ketat ini tahu baxo bu Pudji harus dapat bertahan  diantara munculnya kreatifitas-kreatifitas baru dalam perluasan produk tahu bakso. Tujuan Penelitian ini adalah: mengetahui potret usaha tahu Baxo bu pudji Ungaran dan mengetahui sumber daya perusahaan yang dimiliki usaha tahu baxo Bu Pudji sehingga mampu bertahan hingga saat ini. Desain Penelitian yang digunakan adalah Holistic Single Case Study yaitu penelitian yang menempatkan sebuah kasus sebagai fokus dari penelitian. Jumlah unit analisis hanya satu bahkan sama sekali unit analisisnya tidak dapat dijelaskan, karena terintegrasi dengan kasusnya. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dimana mendasarkan pada data-data yang digunakan responden atau informan kunci yaitu: Pak Pudji, Ibu Pudji, satu orang anaknya dan satu orang karyawan yang bekerja sudah lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian usaha merupakan faktor penting dalam membangun kesuksesan usaha, juga didukung oleh kontrol kualitas yang dapat dilaksanakan dengan baik. Juga memiliki prinsip kepasrahan yang dapat menjadi pedoman seluruh stakeholder usaha itu. Kekeluargaan juga memilki makna yang sangat dalam bagi karyawan, pemilik serta pihak yang berkaitan dengan usaha maka usaha tersebut akan menemukan kesuksesan yang sangat luar biasa.
PERAN KEAMANAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP TURNOVER INTENTION SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA KARYAWAN Soedarmadi Soedarmadi; Nisa Novia Avien Christy; Dyah Handayani Dewi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 19, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.675 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v19i1.689

Abstract

A preliminary survey that was conducted shows that in 2013, the turnover rate of employees of PT Indotirta Jaya Abadi reach the number of 9,3%. Turnover intention may lead to a worsening of the employee performance. Therefore, it is necessary to examine the factors affecting turnover intention so that management will be able to push it down.To answer the problem, a model is developed for this empirical research with four observed variables, i.e.: job security, organizational commitment, turnover intention, and employee performance. There are five hypotheses proposed in this research. Primary data is obtained by distributing questionnaires to the employees of PT Indotirta Jaya Abadi. There are 128 data to be studied with Structural Equation Modeling Analysis Method.The result of the hypotheses test according to the Critical Ratio and the probability value shows that job insecurity has negative significant effects on turnover intention, organizational commitment has negative significant effects on turnover intention, turnover intention has negative significant effects on employee’s performance, job insecurity has positive not significant effects on employee’s performance, and organizational commitment has positive not significant effects on employee’s performance.
KENDALA DALAM PELAKSANAAN PELIMPAHAN PEMUNGUTAN RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) DARI PEMERINTAH PUSAT KEPADA PEMERINTAH KOTA SEMARANG Efi Yulistyowati; Endah Pujiastuti; Tri Mulyani
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 18, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.393 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v18i1.558

Abstract

Pungutan Retribusi Perpanjangan IMTA sebelumnya merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dengan PP No. 97 Th. 2012 ditetapkan sebagai retribusi, yang pemungutannya diserahkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam pelaksanaan pelimpahan pemungutan retribusi tersebut terdapat kendala, oleh karena itu penelitian ini akan membahas kendala tersebut, khususnya di Kota Semarang. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, spesisifikasi penelitiannya diskriptif analitis, metode pengumpulan datanya studi lapangan, studi pustaka dan studi dokumentasi, dan metode analisis datanya kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut :Jangka waktu peralihan pelimpahan kewenangan terlalu singkat, sehingga menimbulkan adanya kekosongan hukum, walaupun Pemerintah Kota Semarang sudah berusaha dengan cara tidak membuat peraturan daerah baru tetapi hanya merubah peraturan yang sudah.Dalam pembuatan perda tersebut dianggap kurang melibatkan kelompok kepentingan, meskipun wakil kelompok telah dilibatkan.Peserta dalam pembahasan pembuatan perda tidak dapat memberikan masukan secara maksimal, karena bahan baru dibagikan kepada peserta pada saat peserta menandatangani daftar hadir.Peraturan yang sudah dibuat dianggap kurang disosialisasikan kepada kelompok kepentingan terkait.Kurang ada keterbukaan informasi penggunaan hasil pemungutan retribusi perpanjangan IMTA.
STRATEGI ENTRENEURIAL MARKETING PADA UMKM KLASTER BANDENG PRESTO SEMARANG Yuli Budiati; Nuria Universari
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 18, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.044 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v18i2.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana  implementasi strategi entrepreneurial marketingdalam mempertahankan usaha  pada  UMKM Bandeng Presto Semarang, faktor pendukung dan faktor penghambat usaha . Dalam penelitian ini obyek yang digunakan adalah pelaku usaha Bandeng Presto Semarang  dengan empat informan sebagai sampel penelitian  dan menggunakan metode analisis kualitatif.Implementasi entrepreneurial marketing pada UKM Bandeng Presto Semarang antara lain UKM Bandeng Presto telah memasarkan produknya secara proaktive dengan berbagai cara kepada konsumen, pengelola UKM mengambil peluang  (opportunity driven) dari tiap jaringan yang dimiliki dan menerapkan informal marketing research. UKM Bandeng presto  selalu menjalin komunikasi langsung dengan pelanggan. UKM menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak(value creation through relationship and Alliance).Dalam mempertahankan pelanggan adalah menjalin komunikasi dengan pelanggan. Pengelola UKM Bandeng mengelola resiko bisnis secara hati-hati. UKM Bandeng presto  selalu menjalin hubungan dua arah kepada pelanggan. UKM menjalin kerja sama dan memperluas jaringan serta mempertahankan usahanya melalui penawaran harga yang terjangkau sehingga konsumen tetap membeli  produknya agar usahanya tetap bisa tumbuh, bukan hanya laba jangka pendek dan faktor yang kedala yang dihadapi UKM Bandeng Presto adalah  keterbatasan jaringan baik pasar, suplier, modal. Sebagian pengelola UKM masih takut resiko permodalan karena keterbatasan jaringan pemasaran. Lebih lanjut UKM perlu menciptakan nilai melalui pembinaan jaringan dan kerjasama.
GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE UNTUK MENINGKATKAN EXCELLENT SERVICE DAN KEPERCAYAAN MAHASISWA (Studi Kasus Fakultas Ekonomi Universitas Semarang) Kesi Widjajanti; Eviatiwi Kusumaningtyas Sugiyanto
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 17, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.684 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v17i1.504

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak dari implementasi good university governace (GUG) dalam upaya peningkatan excellent service dan kepercayaan mahasiswa (Trust) di Fakultas Ekonomi Universitas Semarang. 225 responden digunakan untuk memberikan tanggapan pelaksanaan GUG, excellent service dan memberikan penilaian tingkat kepercayaannya terhadap Fakultas. Alat analisis yang digunakan adalah metode student satisfaction index (SSI) dan structural equation modeling (SEM). Dengan menggunakan metode SSI ditemukan atribut layanan yang menjadi sasaran perbaikan kualitas layanan di FE USM yaitu efektifitas pembelajaran tentang kemudahan untuk bertemu dosen diluar kelas selama jam kerja dan pelayanan fasilitas (layanan sarana dan prasarana): kondisi sarana ibadah dan toilet di FE USM. Sedangkan hasil Analisis SEM menunjukkan bahwa GUG berpengaruh positif signifikan terhadap Excellent Service dan Excellent Service berpengaruh positif signifikan terhadap Trust. GUG secara langsung tidak berpengaruh terhadap Trust. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan tata kelola universitas yang baik (GUG) tidak dapat langsung memberikan kepercayaan (Trust) terhadap mahasiswa tanpa adanya bukti nyata yang dapat dirasakan yaitu pelayanan yang prima (Excellent Service).

Page 4 of 38 | Total Record : 376