cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Pengaruh Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton Boedi Wibowo; Endang Kasiati; Triaswati Triaswati; Dewi Pertiwi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.2 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2667

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah kehalusan material pasir yang digunakan dalam campuran beton. Penelitian ini ditujukan untuk mengukur perbedaan kuat tekan beton akibat pengunaan bahan pasir zone I dan Zone III. Faktor Air Semen (FAS) divariasi sebesar 0,3, 0,5, dan 0,6 serta campuran fly ash ditetapkan sebesar 20% untuk semua sampel. Kuat tekan rencana ditetapkan sebesar 300 kg/cm2 dengan benda uji berbentuk silinder yang memiliki diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil pengujian kuat tekan sampel pada umur 28 hari adalah sebagai berikut: Untuk FAS 0,6, sampel dengan campuran pasir zone I dan zone III menghasilkan kuat tekan lebih kecil dari 300 kg/cm2. Untuk FAS 0,5, sampel dengan campuran pasir zone I menghasilkan kuat tekan 402,57  kg/cm2 dan zone III menghasilkan kuat tekan 351,56 kg/cm2. Sedangkan untuk FAS 0,3, sampel dengan campuran pasir zone I menghasilkan kuat tekan 560,476 kg/cm2 dan zone III menghasilkan kuat tekan 663,83 kg/cm2.
Studi Perbandingan Kinerja Pier Jembatan Tipe Portal dengan Tipe Dinding Ibnu Pudji Rahardjo; Chomaedhi Chomaedhi; Yudnina Hanifah
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.018 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i2.5264

Abstract

Analisa peforma strukur terhadap gempa penting untuk diperiksa untuk mengetahui kinerja struktur saat terjadi gempa. Hasil dari analisis ini merupakan salah satu parameter dalam pengambilan keputusan desain struktur. Apakah level kinerja struktur sudah sesuai dengan yang diharapkan atau perlukah tahap retrofit struktur. Dalam studi ini analisa peforma struktur dilakukan terhadap dua model desain pier yang akan digunakan dalam proyek tol Pasuruan-Probolinggo. Pier pertama merupakan pier tipe dinding serta pier lainnya adalah pier tipe portal. Analisa dilakukan sesuai dengan pedoman ATC-40 dengan menginputkan karakteristik kenonlineran struktur. Hasil analisa menunjukkan bahwa level kinerja pier tipe portal adalah DC-LS sedangkan pier tipe dinding adalah DC. Pier tipe portal mempunyai daktilitas yang hampir sama dengan pier tipe dinding, base shear yang diterima pier tipe portal lebih kecil dibandingkan base shear yang diterima pier tipe dinding. Deformasi terjadi pada pier portal lebih besar daripada deformasi pada pier dinding.
Monitoring Sedimentasi di Pintu DAM Rolag Telu Sebagai Bentuk Kesiapan Mencegah Banjir di Hilir Sungai Brantas Muhammad Hafiizh Imaaduddiin; Tatas Tatas; Siti Kamilia Aziz
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.812 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i2.4962

Abstract

Kota Surabaya berada pada alur WS Brantas khususnya bagian hilir (Kali Surabaya), dimana sangat berpotensi menjadi area yang rentan terhadap bencana terutama banjir dan sedimentasi. Salah satu pekerjaan yang diperlukan untuk dapat mengendalikan banjir adalah catatan kejadian sedimentasi yang menyangkut sifat dan karakteristik dari Kali Surabaya, di mana kejadian sedimen ini lambat laun akan mengakibatkan adanya pendangkalan dasar sungai dan berdampak pada berkurangnya penampang basah sungai atau lebar sungai. Penelitian ini mengkaji survei dan analisis sedimentasi yang terjadi di Kali Surabaya, untuk menganalisis hubungan antara curah hujan dengan debit suspensi dan menganalisis jumlah total muatan suspensi. Analisis hubungan tersebut bertujuan untuk mendapatkan hasil perhitungan transportasi sedimentasi pada debit rata-rata pertahun, sebagai balance besaran volume aliran air penampang basah dasar sungai yang ditempati oleh sedimen yang nantinya hasil kejadian ini akan dipakai sebagai data pendukung untuk perhitungan mitigasi bencana terhadap terjadinya banjir mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi literatur, survey dan pengukuran di lapangan, serta sampling. Hasil pengukuran menunjukkan hubungan debit aliran dengan debit muatan suspensi di Kali Surabaya memiliki koefisien korelasi yang cukup kuat terutama pada saat grafik debit suspensenya naik Q=0,248 m3/s (yang maksimal) nilai konsentrasi sedimen tertinggi yang terjadi adalah 20ppm, dan nilai spesific gravity nya yang terekam pada debit maksimal tersebut adalah yang terbesar (Gs) = 2,767.
Analisis Nonlinear Pengaruh Lokasi dan Panjang Pengaku Longitudinal Terhadap Lipat Web Balok Baja Fenita Adina Santoso; Bambang Suryoatmono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.931 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i2.5268

Abstract

Lipat web di tumpuan balok adalah tekuk web yang disebabkan reaksi vertikal tumpuan yang disalurkan oleh flens bawah ke web. Pengaku longitudinal sering digunakan untuk mencegah lipat web. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan lokasi dan panjang pengaku longitudinal yang optimum. Penelitian ini menggunakan analisis elemen hingga dan memperhitungkan kenonlinearan material dan efek orde kedua. Analisis terdiri dari analisis tekuk linear dan nonlinear. Modus tekuk pertama analisis linear digunakan sebagai ketidaksempurnaan awal dalam analisis tekuk nonlinear. Lokasi dan panjang pengaku longitudinal divariasikan untuk mendapatkan kekuatan lipat web. Dengan menggunakan analisis regresi bertatar, persamaan untuk memprediksi kekuatan lipat web didapatkan. Lokasi vertikal dan panjang pengaku longitudinal yang optimum didapatkan yaitu 0,32 tinggi web diukur dari atas flens bawah dan 0,62 setengah bentang balok.
Analisa Stabilitas Lereng dan Alternatif Penanganannya Studi Kasus Proyek Pekerjaan Kanal Utama Row 80 Kawasan Industri JIIPE-Gresik Aan Fauzi; Sukobar Sukobar; Dicky Imam Wahyudi; R.A. Triaswati Moeljono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.261 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i2.5447

Abstract

Pekerjaan konstruksi pada tanah lunak perlu diperhatian khusus terutama pada pekerjaan galian. Faktor keamanan desain terhadap sliding penting dipersyaratkan sehingga bahaya potensi longsor bisa diantisipasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa stabilitas lereng galian dan alternati solusi penanganan. Data penyelidikan tanah digunakan untuk melakukan analisa pemodelan kestabilan lereng. Digunakan metode Limit Equilibrium dengan program bantu Geostudio SLOPE/W 2012. Hasil analisa kondisi eksisting lereng galian sedalam 3 m dengan kemiringan lereng 1V:1H menunjukan nilai SF= 1.056 < 1.25 terjadi kelongsoran. Sesuai hasil pengamatan dilapangan beberapa bagian sepanjang kanal utama mengalami kelongsoran. Penggunaan cerucuk bambu sebagai alternatif metode perbaikan tanah mampu meningkatkan tahanan geser tanah shingga faktor keamanan meningkat SF= 1.373 > 1.25 lereng dalam kondisi aman terhadap potensi longsor.
Karakteristik Perkuatan Dinding Bata Merah dengan Menggunakan Tulangan Diagonal Eksternal Akhmad Yusuf Zuhdy; R Buyung Anugraha
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.834 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.2763

Abstract

Perencanaan gempa pada suatu bangunan sering dilakukan hanya pada bagian struktural tapi melupakan adanya bagian non-struktural, seperti dinding. Untuk meminimalisasi kerusakan non-struktural akibat gempa maka perlu dilakukan penelitian dinding dengan bata merah sebagai pengisi yang umum banyak dipakai oleh masyararat dengan parameter meliputi: hubungan beban simpangan, pola retak, drift ratio, stiffness, maximum shear strength, shear modulus, damping dan daktilitas serta pengaruh penambahan tulangan diagonal diharapkan dapat teridentifikasi dari penelitian.Untuk penelitian ini digunakan satu buah model struktur dengan ukuran dinding 3000 x 3000 x 100 mm yaitu dinding bata merah dengan penambahan tulangan diagonal (Infilled Frame With Diagonal Bar, IFWDB). Metode pembebanan dilakukan dengan menggunakan beban horisontal bolak-balik untuk memodelkan beban gempa yang mengacu pada standar ASTM E2126-02a.Berdasarkan hasil penelitian, penambahan tulangan diagonal pada pasangan dinding bata merah dapat meningkatkan kemampuan struktur dalam menerima beban sebesar 119,190% meningkatkan simpangan failure sebesar 148,309%, meningkatkan kuat geser ultimit sebesar 119,184%, meningkatkan besarnya energi hysteretic dan energi potensial struktur pada setiap siklus, dan dapat digunakan pada semua wilayah gempa. Kerusakan yang terbentuk lebih banyak merupakan jenis kerusakan geser. 
Perencanaan Pengendalian Lalu Lintas di Persimpangan Jalan Sekitar Jembatan Kuncir Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Mawardi, Amalia Firdaus; Sulistiono, Djoko; Asparini, Ami; Purwanto, Mohoammad Singgih
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.576 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i2.1585

Abstract

Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia mengalami permasalahan-permasalahan lebih kompleks dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Kemacetan atau kongesti yang terjadi khususnya pada persimpangan jembatan Kuncir adalah salah satu diantaranya. Perjalanan ke tempat lokasi Wisata Sedudo maupun ketujuan perjalanan yang lain akan terganggu apabila akses melalui pertigaan tersebut mengalami kemacetan. Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi kemacetan lalu lintas perlu diketahui terlebih dahulu hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya kemacetan lalu lintas, apa dampak negatif yang timbul akibatnya, dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan bersama agar dapat mengurangi terjadinya kemacetan lalu lintas tersebut. Evaluasi dan perencanaan pengendalian simpang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI – 1971). Variabel kinerja simpang yang akan dievaluasi adalah kapasitas simpang, derajat kejenuhan, panjang antrian tingkat pelayanan dan tundaan. Ruang lingkup dan hasil kegiatan perencanaan pengendalian jalan sekitar Jembatan Kuncir Nganjuk meliputi evaluasi kondisi jalan di sekitar persimpangan saat ini (eksisting) dan rekayasa lalu lintas pada pertigaan ruas jalan lokasi jembatan Kuncir pada kondisi eksisting (ketika evaluasi dilakukan tahun 2015) serta 5 tahun sesudahnya (2020).
Evaluasi Kinerja Campuran Beraspal Lapis Aus (AC-WC) dengan Bahan Tambah Limbah Plastik Kresek Susanto, Iwan; Suaryana, Nyoman
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1823.197 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i2.4980

Abstract

Limbah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang harus diatasi. Disisi lain, bidang perkerasan jalan mengalami permasalahan kerusakan jalan. Limbah plastik kresek yang mengandung polimer berpotensi sebagai bahan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja campuran beraspal panas AC-WC dengan limbah plastik. Metode eksperimen terpilih, dilakukan dengan pengujian laboratorium serta diaplikasikan di lapangan. Hasil uji karakteristik, menunjukan nilai stabilitas campuran dengan limbah plastik mengalami peningkatan dari 1100kg menjadi 1400kg-1500kg. Hasil uji durabilitas, campuran dengan limbah plastik mengalami peningkatan nilai stabilitas sisa, dari 90,54% menjadi 94,70%. Hasil uji ketahanan deformasi menunjukan campuran beraspal dengan limbah plastik mengalami peningkatan nilai stabilitas dinamis. Nilai modulus resilien turun saat peningkatan temperatur dan meningkat setelah ditambah limbah plastik, merupakan perilaku campuran dengan limbah plastik. Kadar plastik paling efektif adalah 6% dari berat aspal. Hasil uji ektraksi menunjukan antara campuran rencana dan lapangan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai IRI kondisi perkerasan diperoleh nilai <4 dan 4-8.
Analisis Kekuatan dan Stabilitas Tanah Lempung Organik Artifisial Untuk Perencanaan Jalan dengan Beban Lalu Lintas Tinggi Verdy Ananda Upa; Nur Hakim
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.104 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i2.4985

Abstract

Tanah lempung organik merupakan salah satu jenis tanah lempung yang memiliki daya dukung rendah dan potensi pengembangan (swelling) yang besar. Kandungan bahan organik yang melewati batas maksimum akan mereduksi kekuatan dan stabilitas dari proses stabilisasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu vulkanik Gunung Kelud dan semen Portland terhadap kekuatan dan stabilitas tanah lempung organik artifisial serta tebal perkerasan rencana yang digunakan. Metode penelitian ini dibagi menjadi 2 tahapan yaitu tahap pra-stabilisasi dan tahap stabilisasi. Pada tahap pra-stabilisasi, tanah lempung organik dicampur dengan masing-masing 3 variasi kadar abu vulkanik, kemudian dilakukan pemeraman selama 3 hari. Selanjutnya, pada tahap stabilisasi, tanah hasil campuran tersebut ditambahkan masing-masing 5% semen Portland, lalu kembali diperam selama 3 hari. Kadar air optimum mengalami penurunan dari 33,696% menjadi 29,586%, berat volume kering mengalami peningkatan dari 1,319% menjadi 1,351%, CBR rendaman mengalami peningkatan dari 2,87% menjadi 9,77%, dan potensi pengembangan mengalami penurunan dari 2,36% menjadi 0,45%.
Stabilisasi Tanah Pandaan dengan Bitumen untuk Subgrade Jalan Raya Djoko Sulistiono; Sulchan Arifin; Chomaedhi Chomaedhi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.008 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.2768

Abstract

menjadi lebih baik. Tanah dasar jalan (subgrade) yang jelek bisa diperbaiki sifat fisiknya dengan stabilisasi kimia (butimen). Kondisi tanah dasar yang baik mampu mempertipis lapisan perkerasan di atas, tetapi stabilisasi butimen mempunyai persyaratan berbeda dengan bahan stabilisasi kimia lainnya. Permasalahan, sampai sejauh mana kemampuan butimen sebagai bahan stabilisasi? Metode penelitian laboratorium mengikuti cara Bina Marga, tanah yang akan distabilisasi diambil dari daerah Pandaan Jawa Timur untuk ditest Atterberg, test Proktor dan CBR. Kemudian tanah dicampur dengan butimen pada variasi kadar butimen 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, untuk kemudian dilakukan test Atterberg, Proktor dan CBR. Selanjutnya dievaluasi perubahan fisik sehubungan penambahan bahan butimen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Pandaan dalam kondisi asli memenuhi syarat sebagai tanah dasar jalan (subgrade), terlihat dari harga Indeks Plastisitas (PI) = 7,04% < PI maximum = 10% dan CBR = 11,33% > CBR minimum = 6%. Tanah Pandaan juga memenuhi syarat distabilisasi butimen karena batas cair (LL) = 23,50% < 30%, Indeks Plastisitas (PI) = 7,04 < 12% dan presentase lolos ayakan no. 200 = 41,84% < 50%. Tetapi setelah ditambah butimen ternyata harga LL dan PI menjadi lebih besar / kurang baik. Kemudian harga CBR juga semakin mengecil pada kondisi kering, karena tanah campuran menjadi lebih plastis. Kadar butimen yang paling optimum, bila memang diperlukan stabilisasi butimen, adalah 2%.