cover
Contact Name
Nurul Marfu'ah
Contact Email
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285336431175
Journal Mail Official
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
University Of Darussalam Gontor Gontor For Girls Campus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, East Java, Indonesia, 63257
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmasipha
Core Subject : Health, Science,
Clinical Pharmacy; Biology Pharmacy; Natural Product Pharmacy; Drug, food and cosmetics analysis; Chemistry Pharmacy; and Islamization of Pharmacy
Articles 186 Documents
Evaluasi Penggunaan Obat dan Kesesuaian Dosis Kemoterapi Body Surface Area (BSA) Pasien Kanker Payudara di RSUD Sekayu Amelia, Kiki; Rusli, Doddy; Hikmah, Melinda
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i2.8708

Abstract

Research has been conducted on the description of the use of chemotherapy drugs and evaluation of the suitability of doses with the method of body surfeace area (BSA) in breast cancer patients (ca.mamae) at the Sekayu Regional General Hospital. The purpose of this study is to find out an overview of the use of drugs and doses given in chemotherapy patients. This research is descriptive with retrospective data retrieval method where data is obtained from the medical records of patients diagnosed with breast cancer in the period January-December 2019. Data retrieval technique in the form of total sampling, obtained 18 samples according to inclusion criteria.The results of the study obtained is on the use of chemotherapy drugs all patients get fac drug regimen as many as 18 patients (100%) and evaluation of dose conformity calculation obtained by 17 patients (94.44%) obtained an inappropriate dose and 1 patient (5,56%) get the appropriate dosage. From the results of the study obtained that the chemotherapy drug used is a first-line chemotherapy drug is in accordance with the treatment guidelines and the dose used has not been in accordance with the calculation based on the body surface area (BSA).
Hubungan penggunaan obat double anti nyeri pada swamedikasi gout artrhitis terhadap skala nyeri Sholihah, Sitta Hasanatin; Retnowati, Eko; Darto, Darto
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.9566

Abstract

Swamedikasi harus dilakukan sesuai dengan penyakit yang dialami. Pelaksanaannya harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional antara lain tepat obat, tepat dosis, tidak ada efek samping, tidak ada kontraindikasi, tidak ada interaksi obat, dan tidak ada polifarmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan obat double anti nyeri pada swamedikasi gout arthritis terhadap skala nyeri. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian prospektif dengan teknik wawancara kepada responden untuk menggali data/informasi tentang masalah swamedikasi obat double anti nyeri pada penderita gout arthritis. Populasi yang digunakan adalah sebanyak 60 responden dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan yang melakukan swamedikasi dengan tujuan untuk pengobatan gout arthritis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian yang dilakukan, data analisis menggunakan uji Chi Square untuk nilai P value dari hubungan penggunaan obat double anti nyeri pada swamedikasi gout arthritis terhadap skala nyeri adalah 0,399 > 0,05 sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Formulasi dan uji aktivitas antioksidan sabun cair wajah ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan metode DPPH Widiyanti, Annisa; Turahman, Taufik; Harmastuti, Nurani
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.10079

Abstract

Teh memiliki kandungan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan aktivitas antioksidan sabun cair wajah ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.). Pada studi ini digunakan variasi konsentrasi surfaktan, sodium cocoyl isethionate 4%, 8% dan 12%. Pengujian sediaan sabun wajah terhadap mutu fisiknya mempergunakan uji organolepis, pH, homogenitas, tinggi busa, alkali bebas, bobot jenis dan viskositas, serta dilakukan cycling test. Pengujian aktivitas antioksidan sediaan sabun cair wajah secara in vitro mengggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) yang ditambahkan untuk mengetahui aktivitas antiosidan. Hasil studi diperoleh bahwa semua formula sediaan sabun cair wajah ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) bermutu fisik sesuai SNI antara lain organoleptis, pH, alkali bebas dan bobot jenis. Selain itu, sabun cair wajah ekstrak etanol daun teh hijau juga memiliki stabilitas baik ditunjukkan oleh formula 5 dan aktivitas antioksidan paling baik ditunjukkan oleh formula 4 dengan nilai IC50 10,5685 ± 0,2211 ppm.   Kata Kunci: Daun teh hijau, antioksidan, formulasi sabun cair wajah, DPPH
Efektivitas penghambatan enzim xanthin oksidase fraksi etanol, etil asetat dan n-heksane dari ekstrak etanol daun bakau kurap (Rhizophora Stylosa Griff.) Raharjo, Danang; Lisyani, Tiara Ajeng; Wulandari, Nia Isa
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.10573

Abstract

Xanthin oksidase memiliki peranan penting dalam proses pembentukan asam urat dengan mengkatalisis berturut-turut hypoxanthine menjadi xanthine kemudian asam urat. Salah satu tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai antihiperurisemia adalah daun bakau kurap karena memiliki senyawa flavonoid, flavonol, flavon, isoplavon, flavonon, polifenol, alkaloid, tanin, glikosia dan tripenoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim xanthin oksidase dari ekstrak, fraksi dan isolat daun bakau kurap. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pada isolasi enzim dilakukan menggunakan susu sapi segar dengan hasil aktivitas enzim didapatkan sebesar 0,0013 U/mL dari fraksi residu dan 0,002 U/mL dari hasil fraksi supernatan. Hasil dari penelitian ini senyawa yang terkandung didalam ektrak etanol daun bakau kurap yaitu senyawa metabolit sekunder senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin, dan senyawa aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penghambatan enzim xanthin oksidase adalah kuersetin hasil dari isolat C, pada uji aktivitas penghambatan ekstrak etanol, fraksi dan isolat daun bakau kurap yang dilihat dari IC50 sebesar 30,905 pada ekstrak etanol, fraksi polar etanol sebesar 39,722, fraksi semi polar etil asetat sebesar 16,361, fraksi non polar n-Heksan sebesar 61,734 dan isolat c sebesar 15,023. Berdasarkan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa aktif yang terkandung di dalam daun bakau kurap yaitu kuersetin yang dibuktikan dengan nilai IC50 sebesar 15,023.   Kata kunci: Hiperurisemia, Isolasi Enzim ,Rhizophora  Stylosa, Xanthin Oksidase
Uji aktivitas antioksidan serum kombinasi ekstrak kulit udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dan ekstrak batang tebu hijau (Saccharum officinarum) dengan metode DPPH Lady, Diana; Hasan, Rahmawaty; Ningsih, Venny Diah; Auliya, Risa Wahyu
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10597

Abstract

Penggunaan antioksidan dapat mengatasi paparan radikal bebas sehingga menekan stress oksidatif. Antioksidan merupakan senyawa dengan molekul yang dapat memberikan elektronnya kepada molekul radikal bebas sehingga dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas. Serum adalah sediaan kosmetik yang memiliki konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam untuk menghantarkan zat aktif ke dalam kulit, sehingga lebih efektif mengatasi paparan radikal bebas pada kulit. Kulit udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dan batang tebu hijau (Saccharum officinarum) memiliki kandungan antioksidan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan serum kombinasi ekstrak kulit udang vannamei dan ekstrak batang tebu hijau. Metode terdiri dari pembuatan 3 formula serum dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit udang vannamei dan ekstrak batang tebu hijau dengan evaluasi sediaan terdiri dari uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH yang diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum antioksidan kombinasi ekstrak kulit udang vannamei dan ekstrak batang tebu hijau memenuhi evaluasi sediaan yang baik dengan uji organoleptik, nilai pH, homogenitas, daya sebar dan nilai viskositas yang memenuhi persyaratan sediaan serum yang baik. Adapun aktivitas antioksidan yang kuat terdapat pada formula 2 dengan nilai IC50 sebesar 53 ppm dan formula 1 dengan nilai IC50 57,9 ppm, serta formula 3 memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 sebesar 163 ppm.
Uji aktivitas antibakteri daun lakump (Cayratia trifolia L.) terhadap bakteri Staphylococcus haemolyticus ATCC 29970 secara in-vitro Tiara, Anastasia; Sianturi, Sister; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10623

Abstract

Staphylococcus haemolyticus merupakan salah satu bakteri yang memiliki tingkat resistensi yang cukup tinggi terhadap beberapa jenis antibiotik. Hal ini menjadi alasan untuk mencari senyawa antimikroba baru dari sumber alami. Tumbuhan yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri adalah tumbuhan lakump (Cayratia trifolia L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lakump terhadap bakteri S. haemolyticus menggunakan metode difusi sumuran. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah maserasi. Pengamatan dilakukan terhadap diameter zona hambat yang terbentuk disekitar sumuran. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk adalah, untuk konsentrasi 20% sebesar 7,37 mm, konsentrasi 30% sebesar 10,29 mm, dan konsentrasi 40% sebesar 11,23 mm, serta untuk kontrol positif antibiotik kloramfenikol sebesar 28,58 mm, sedangkan kontrol negatif DMSO 1% tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji analisis data One Way-Anova menggunakan program SPSS 26 diperoleh hasil p-value (p<0.05), artinya terdapat aktivitas antibakteri dan perbedaan rata-rata diameter zona hambat antara ekstrak etanol daun lakump konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% dengan kontrol positif dan negatif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. haemolyticus.
Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah matoa (Pometia pinnata) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1,1-pikrilhidrazil) Sulistiani, Sulistiani; Leswana, Nurillahi Febria; Linden, Susana
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.10634

Abstract

Tanaman matoa dimanfaatkan oleh Bangsa Asia (Indonesia dan Malaysia) sebagai salah satu obat tradisional yang diketahui mengandung senyawa kimia berupa flavonoid, tanin, dan saponin. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol buah matoa (Pometia pinnata). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah matoa (Pometia pinnata) dengan metode DPPH. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023. Aktivitas antioksidan ekstrak buah matoa dianalisis menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan nilai IC50 ekstrak buah matoa sebesar 181,551 ppm sedangkan larutan pembanding vitamin C sebesar 5,807 ppm. Nilai IC50 tersebut dapat ditentukan bahwa ekstrak etanol buah matoa merupakan antioksidan yang bersifat lemah.   Kata Kunci: Buah matoa, DPPH, antioksidan, Pometia pinnata
Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) terhadap Staphylococcus saprophyticus ATCC 49907 penyebab infeksi saluran kemih Citraningsih, Ni Putu Dewi; Sianturi, Sister; Taufiqurrahman, Muh.
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.10654

Abstract

Tingginya tingkat resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat secara global. Hal ini menjadi alasan untuk mencari senyawa antimikroba baru dari sumber alami. Tanaman yang berkhasiat untuk membunuh bakteri adalah tanaman yang mengandung metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder adalah tanaman sirih cina (Peperomia pellucida L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina terhadap pertumbuhan Staphylococcus saprophyticus penyebab infeksi saluran kemih dengan metode disc diffusion test. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dangan pelarut etanol 96% yang dibuat menjadi tiga variasi konsentrasi 10%, 50% dan 90%. Kontrol positif menggunakan amoxicillin dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Rata-rata diameter zona hambat dengan konsentrasi 10%, 50% dan 90% berturut-turut, yaitu 4,06 mm, 6,46 mm dan 10,64 mm yang termasuk kategori lemah hingga kuat. Sedangkan pada kontrol positif rata-rata zona hambat adalah sebesar 26,49 mm dengan kategori sangat kuat. Hasil uji analisis data One Way Anova menggunakan program SPSS IBM versi 26 diperoleh hasil (p<0.05) yang bermakna H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun sirih cina yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol positif dalam menghambat bakteri S. saprophyticus.                                                                            Kata Kunci: Peperomia pellucida L, Staphyloccoccus saprophyticus, antibakteri, difusi cakram
Pengaruh puasa ramadhan terhadap kadar gula darah masyarakat diabetes mellitus tipe 2 di Denpasar Selatan Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Mirandinha Fortuna Sarmento Madeira, Angie; Adi Purwa Hita, I Putu Gede; Bakta, I Made
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10711

Abstract

Puasa diartikan sebagai ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala hal yang membatalkannya dengan waktu berpuasa berkisar antara 11 jam hingga 18 jam setiap hari. Manfaat yang didapat saat berpuasa salah satunya yaitu untuk mengontrol gula darah. Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh puasa terhadap GDA dan GDP pada pasien DM tipe 2 di lingkungan Kepaon. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive sampling. Penelitian ini dilakukan lingkungan Kepaon selama bulan puasa ramadhan 2023. Sampel pada penelitian ini merupakan pasien yang menderita DM tipe 2 di lingkungan Kepaon. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji paired t-test dan uji Mann-Whitney, dimana menunjukkan hasil GDA dan GDP kelompok intervensi sebelum berpuasa dan setelah berpuasa mengalami penurunan dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p-value>0.001. Hal ini dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadhan dapat menurunkan kadar GDA dan GDP pasien DM tipe 2 dibandingkan dengan kelompok yang tidak berpuasa.
Analisis efektivitas biaya dan terapi terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus type 2 rawat jalan di Rumah Sakit X, Jawa Tengah Artini, Kusumaningtyas Siwi; Listyani, Tiara Ajeng
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10723

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup. Dalam perjalanan penyakitnya, apabila kadar gula darah tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi penyakit lain dan menurunnya kualitas hidup pasien. Bervariasinya obat antidiabetes yang dipergunakan dalam terapi dapat menimbulkan perbedaan efektivitas biaya terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis efetivitas – biaya dan terapi antidiabetes terhadap kualitas hidup pada pasien rawat jalan di RS X di Jawa Tengah. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 dan data billing dari rumah sakit Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dihitung nilai ACER untuk 2 kelompok golongan obat yang paling banyak digunakan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa 30 pasien menerima kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed), dan 11 pasien menerima Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed). Persentase efektivitas terapi kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) lebih tinggi dibandingkan Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed) (83,33 vs 72,72). Nilai ACER Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) (IDR Rp 1.150.155,97) lebih rendah dibandingkan Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed) (IDR 1.334.909). Berdasarkan tabel cost effectiveness, kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) lebih efektive sehingga pemberian kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) lebih cost effective dibandingkan Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed) dan efektivitas terapi memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,001.