cover
Contact Name
Nurul Marfu'ah
Contact Email
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285336431175
Journal Mail Official
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
University Of Darussalam Gontor Gontor For Girls Campus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, East Java, Indonesia, 63257
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmasipha
Core Subject : Health, Science,
Clinical Pharmacy; Biology Pharmacy; Natural Product Pharmacy; Drug, food and cosmetics analysis; Chemistry Pharmacy; and Islamization of Pharmacy
Articles 186 Documents
Pengaruh puasa ramadhan terhadap kadar lipid pada masyarakat hiperlipidemia di Denpasar Utara Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Meliani, Ni Putu Mitha; Aman, I Gusti Made; Maharianingsih, Ni Made
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10743

Abstract

Puasa Ramadhan merupakan kegiatan menahan diri dari tidak makan dan minum dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Saat berpuasa terjadi perubahan pola makan, waktu makan, dan asupan makanan. Hal tersebut dapat memperbaiki kadar profil lipid yang terganggu atau sering disebut dengan hiperlipidemia. Hiperlipidemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan salah satu atau lebih dari lipid plasma, termasuk trigliserida, kolesterol, low-density lipoprotein (LDL) bersamaan dengan penurunan kadar high-density lipoprotein (HDL). Pengendalian Hiperlipidemia dapat dilakukan dengan berpuasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa Ramadhan terhadap kadar lipid masyarakat yang menderita Hiperlipidemia di Denpasar Utara. Desain penelitian ini merupakan penelitian pra experimental menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini melakukan pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL sebelum puasa Ramadhan dan satu bulan setelah Puasa Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang signifikan berupa penurunan pada kadar kolesterol total, Trigliserida dan LDL dengan nilai rerata berturut-turut sebagai berikut 203±25,983 mg/dl ke 194±25,074 mg/dl; 153,5± 43,308 mg/dl ke 108,5 ± 41,67 mg/dl; 132,5± 26,394 mg/dl  ke 115,5± 24,789 mg/dl dengan signifikansi p-value 0,001. Serta terjadi peningkatan pada kadar HDL dengan nilai rerata 43,5 ± 12,046 mg/dl ke 57±12,359 mg/dl dengan signifikansi p-value 0,001. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Puasa Ramadhan memberikan penurunan terhadap kadar kolesterol total, trigliserida dan LDL, serta peningkatan pada kadar HDL.
Pengaruh konsentrasi pelarut etanol terhadap kadar flavonoid total ekstrak krokot magenta (Portulaca grandiflora) dengan spektrofotometer UV-Vis Kinasih, Yosefin Dian Eka; Indriasari, Christina
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.11268

Abstract

Tanaman Krokot merupakan salah satu tanaman di Indonesia yang berkhasiat sebagai tanaman obat. Jenis krokot yang sering ditemui di masyarakat salah satunya adalah Portulaca grandiflora atau krokot varietas bunga magenta. Efek farmakologis dari krokot yaitu sebagai antibakteri, antiiflamasi, antioksidan, immunomodulator dan analgetik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar flavonoid total ekstrak krokot magenta yang diekstraksi menggunakan konsentrasi pelarut etanol yang berbeda (50%, 70% dan 96%). Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimal 424,6 nm. Berdasarkan hasil pengujian kadar flavonoid ekstrak krokot magenta didapatkan kadar flavonoid ekstrak krokot dengan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 2,0872% b/b, ekstrak etanol 50% sebesar 1,1189% b/b dan ekstrak etanol 70% sebesar 1,3553% b/b. Hasil uji statistik menggunakan uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.   Kata Kunci: Kadar flavonoid, konsentrasi etanol, krokot magenta
Effect of extraction method on total phenolic content and antioxidant activity of Terminalia catappa (L.) leaves Akmal, Tubagus; Julianti, Andi Ika; Tanjung, Yenni Puspita; Mutiara, Pipyt; Febriyanti, Sapitri
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.11363

Abstract

The potential for encountering free radicals poses a significant concern. Ketapang (Terminalia catappa L.) is a plant with antioxidant properties due to secondary metabolites, specifically phenolic compounds. The objective of this study was to determine the total phenolic content and antioxidant activity of ketapang leaves through the utilization of several extraction techniques. The extraction of Ketapang leaves is conducted using various methods, namely maceration, stirring-assisted extraction (SAE), ultrasound-assisted extraction (UAE), and microwave-assisted extraction (MAE) with 1:10 solid-solvent ratio. The total phenolic content of the Ketapang leaf extract was determined using the Folin-Ciocalteu technique and quantified using a UV-Visible spectrophotometer set at a wavelength of 782nm. Meanwhile, antioxidant activity measurements were carried out using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method and measured at a wavelength of 516nm. The study investigated the total phenolic content and antioxidant activity of Ketapang leaf extract using the maceration method of stirring-assisted extraction (SAE), ultrasound-assisted extraction (UAE), and microwave-assisted extraction (MAE), respectively, were 68.495%+2.891, 75.709%+0.106, 84.269%+0.159, and 65.065%+3.965 mgGAE/g and 20.891, 17.569, 15.427, and 21.353 µg/mL. The findings of this study indicate that the ultrasound-assisted extraction technique exhibits the greatest overall phenolic content and antioxidant activity.   Keywords: antioxidant, Terminalia catappa, total phenolic content, ultrasound-assisted extraction
Evaluasi pengelolaan obat di balai kesehatan pesantren Dewi, Mahmud Carica; Wiedyaningsih, Chairun; Andayani, Tri Murti
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.11476

Abstract

Pengelolaan obat di balai kesehatan pesantren perlu dilakukan dengan baik, karena pengelolaan obat yang baik akan menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan obat yang efisien, efektif dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan obat pada 3 kampus pesantren, berdasarkan indikator pengelolaan obat yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI, Pudjaningsih, dan World Health Organization. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-evaluatif, dengan metode kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data retrospektif tahun 2022 dan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesesuaian jenis obat yang tersedia dengan DOEN: 68%, rata-rata frekuensi kesesuaian pengadaan dengan kenyataan pakai semua item obat: 100%, rata-rata frekuensi pengadaan tiap item obat: rendah < 12x/tahun, rata-rata frekuensi kurang atau lengkapnya surat pemesanan atau surat kontrak: 0%, rata-rata frekuensi tertundanya pembayaran oleh klinik 0%, rata-rata kecocokan antara obat dengan kartu stock: 100%, rata-rata tingkat ketersediaan obat: 13,1 bulan, rata-rata presentase stock mati: 3%, rata-rata jumlah item obat perlembar resep: 2,8 item obat/lembar resep, rata-rata persentase peresepan dengan obat generik: 82%, rata-rata waktu yang digunakan untuk melayani resep: 335 menit untuk obat racikan, 6 menit untuk obat nor racik, rata-rata persentase obat yang dilabeli dengan benar: 100%, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat pada 3 kampus pesantren secara keseluruhan sudah baik, hanya ada beberapa indikator yang belum sepenuhnya sesuai dengan indikator standar.
Studi pola administrasi penggunaan asetosal pada pasien stroke iskemik Almuhtarihan, Irsan Fahmi; Irianto, Jimmy Setiawan; Hasmono, Didik; Syifa, Nailis'
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.11623

Abstract

Stroke iskemik disebabkan oleh peristiwa trombotik atau emboli yang menyempitkan arteri sehingga menyebabkan penurunan aliran darah ke otak. Oleh karena itu, terapi antiplatelet digunakan untuk menghambat pembentukan tromboksan. Asetosal dianggap sebagai antiplatet lini pertama dan efektivitasnya sudah diketahui dengan baik, namun masih terdapat kebingungan dalam praktik klinis mengenai dosis optimal untuk pencegahan dan pengobatan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian asetosal pada pasien stroke iskemik di RSUD dr. RSUD Moh Saleh Probolinggo. Penelitian ini bersifat observasional dengan metode retrospektif pada pasien stroke iskemik pada bulan Januari 2021 sampai dengan Desember 2021. Asetosal digunakan sendiri pada semua pasien (20 pasien). Semua pasien diberikan asetosal 1x80 mg p.o. Peralihan terapi dari clopidogrel (1x75 mg) p.o ke acetosal (1x80 mg) p.o. ditemukan pada satu sampel.
Kajian molekular docking, farmakokinetik dan toksisitas tanaman pegagan (Centella asiatica L.) terhadap target terapi antidepresan Sifaiya, Laily; Hasan, Rahmawaty; Choirunniza, Aqidatun Naffiah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.11772

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang kejadiannya di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan belum ditemukan obat spesifik untuk pengobatannya. Penelitian pengembangan obat antidepresi dari pegagan perlu dilakukan untuk menganalisis adanya interaksi dari senyawa kimia dalam tanaman pegagan terhadap target reseptor depresi piperidine E20 (PDB ID: 4EY7) dari asetilkolinesterase secara in silico. Senyawa kimia dari tanaman pegagan telah dilakukan skrining berdasarkan aktivitas masing-masing senyawa menggunakan webform Way2drug dan Superpred, dengan hasil diperoleh tiga senyawa yang dipilih berdasarkan perolehan nilai ΔG terendah untuk dilanjutkan pada tahap docking molecular menggunakan Autodock Tools 4.2. Tiga senyawa terbaik diambil dari masing-masing makromolekul yang telah divisualisasikan menggunakan Discovery Studio, kemudian diteruskan dengan prediksi farmakokinetik dan drug likeness menggunakan webform SwissADME, serta prediksi toksisitas menggunakan Toxtree. Senyawa terbaik ditunjukkan dengan senyawa yang memiliki absorbsi yang baik dalam saluran gastrointestinal, tidak terdistribusi dalam jaringan otak dan termasuk pada bagian P-gp substrat, serta tidak berperan sebagai inhibitor dari enzim sitokrom P450. Sedangkan terkait prediksi toksisitasnya, senyawa terbaik ditunjukkan pada senyawa yang tidak memiliki potensi sebagai senyawa karsinogenik, genotoksik dan non genotoksik. Hasil uji yang didapat menetapkan bahwa senyawa yang dapat dijadikan sebagai calon kandidat obat baru antidepresi adalah senyawa madasiatic acid.   Kata Kunci: Antidepresan, Centella asiatica, Farmakokinetik, In Silico, Toksisitas
Analisis penggunaan obat resep dokter pasien Generalized Anxiety Disorder (GAD) di RSUD Andi Djemma Masamba Yuli Nurvianthi, Riska; Djafar, Tanwir; Jehanam, Tonsisius; Delta, Delta; Safitri, Alma
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.11860

Abstract

Gangguan Cemas Menyeluruh adalah salah satu jenis gangguan mental dengan prevalensi sebanyak 12,8% di Sulawesi Selatan. Pemberian obat anticemas harus secara cermat (pemilihan jenis obat dan pengaturan regimen dosis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menggambarkan pola penggunaan obat anticemas pada kasus gangguan cemas menyeluruh dikaitkan dengan data klinik pasien di Poli Jiwa RSUD Andi Djemma Masamba Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara observasional retrospektif pada periode 4 April hingga 27 Juni 2023 di Poli Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah Andi Djemma Masamba. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 pasien mayoritas terdiri dari perempuan (70%) dengan rentang usia terbanyak yaitu 35 - 44 tahun (35%). Pasien paling banyak bertempat tinggal di Masamba (15%). Terapi yang diterima pasien GAD adalah obat anticemas golongan benzodiazepin meliputi alprazolam (43%), lorazepam (26%), klobazam (21%), dan diazepam (10%). Kesimpulannya, pemilihan obat dan pemberian dosis telah sesuai dengan pustaka dan dari segi kesesuaian dosis, tidak ditemukan problema obat yang berpotensi terjadi adalah efek samping seperti rasa mengantuk, depresi, sakit kepala, ataksia, insomnia, halusinasi dan mual. Sehingga diharapkan selanjutnya melibatkan sampel yang lebih besar serta menggunakan metode penelitian yang lebih spesifik.   Kata kunci: :  anticemas, cemas, obat, problema obat
The relationship analysis of the traditional medicine knowledge level and self-medication knowledge level on the practice the use of traditional medicine at the University of Darussalam Gontor Islamanda, Cania Sofyan; Gani, Andayana Puspitasari; Endarti, Dwi
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.12026

Abstract

The use of traditional medicine aims to provide preventive, promotive, curative, and rehabilitative measures against a disease. Self-medication is one of the curative health efforts that is often carried out by the community to prevent the disease they are suffering from, as an act of selecting and using medication without a doctor's prescription to treat disorders and symptoms of disease. This research aims to increase understanding, knowledge, and practice of traditional medicine self-medication. This type of research is observational-quantitative, using a cross-sectional approach, which is a research design to study correlation techniques between risk factors and the factors that influence them. Data collection used questionnaires distributed directly with a sample size of 481 respondents. Descriptive analysis was used to describe the entire research sample data in the form of sociodemographic data, level of knowledge, self-medication, and practice of using traditional medicine. The inferential analysis used is the Spearman rank correlation test to see the relationship between variables. The results of the research show that there is a significant relationship between the level of knowledge of traditional medicine and the practice of using traditional medicine by respondents of (p value=0.001) and r value = 0.146 and there is a significant relationship between knowledge of self-medication and the practice of using traditional medicine of (p value= 0.005) and r value = 0.128 so this research is in the same direction.   Keywords: knowledge, practice, self-medication, traditional medicine
Uji efektivitas kombinasi ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan minyak zaitun sebagai antijamur Pityrosporum ovale Marfu'ah, Nurul; Sulikhah, Novia Anggreani; Fajri, Mathla’il; Suciati, Anugerah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.12317

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis dan kelembapan yang tinggi sehingga membuat potensi tumbuhnya ketombe yang disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale semakin tinggi. Lengkuas merah memiliki senyawa eugenol, sedangkan minyak zaitun memiliki senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak rimpang lengkuas merah dan minyak zaitun sebagai antijamur Pityrosporum ovale.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, proses esktraksi lengkuas merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Uji daya hambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dengan metode difusi menggunakan paper disc. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas merah dan minyak zaitun yaitu P1 (25%:75%), P2 (75%:25%), P3 (50%:50%), P4 (100%:0%), P5 (0%:100%), kontrol positif (ketoconazole 2%) dan kontrol negatif (DMSO 1%). Data berupa zona hambat dianalisis menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Pos-hoc LSD. Program statistic yang digunakan adalah SPSS 24.0 dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak n-heksan rimpang lengkuas merah dan minyak zaitun efektif sebagai antijamur Pityrosporum ovale (p < 0,05). Kombinasi ekstrak n-heksan rimpang lengkuas merah 75% dengan minyak zaitun 25% (P2) paling efektif sebagai antijamur Pityrosporum ovale dengan zona hambat 11,14 mm (kriteria hambat kuat).
Pengaruh pemberian benalu teh dan benalu mangga terhadap kadar malondialdehid serum pada tikus wistar jantan Ma'ruf, Muhammad; Sjakoer, Nour Athiroh Abdoes; Mubarakati, Nurul Jadid; Kumalasari, Eka
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v9i1.12534

Abstract

Tea mistletoe and mango mistletoe are plants known to possess strong antioxidant activity. The antioxidants in these plants play a role in combating free radicals, inhibiting cell oxidation, and reducing the risk of cellular damage. The active compounds present in tea and mango mistletoe have the potential to reduce malondialdehyde (MDA) levels caused by free radical exposure. This study aimed to evaluate the effect of tea and mango mistletoe (BTBM) administration on MDA levels in male Wistar rats induced with deoxycorticosterone acetate (DOCA)-salt. This study used 25 male Wistar rats, divided into five groups: normal, control (DOCA-salt), and three treatment groups receiving BTBM at doses of 50, 100, and 200 mg/kgBW. The study lasted 28 days, beginning with BTBM administration for 14 days, followed by DOCA-salt induction alongside BTBM administration from day 15 to day 28. MDA levels were measured using the Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) method with a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 531 nm. Data were statistically analyzed using one-way ANOVA, followed by a Post Hoc Tukey test to determine differences between groups. The results showed that BTBM administration at a dose of 50 mg/kgBW significantly (p<0.05) reduced MDA levels compared to the control group. Thus, it can be concluded that the combination of tea and mango mistletoe has potential as an antioxidant agent in reducing MDA levels, with 50 mg/kgBW as the optimal dose in the DOCA-salt-induced rat model.