cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
WATER QUALITY AND TROPHIC STATUS IN JATIBARANG RESERVOIR, SEMARANG Rahmawati, Silviana Dian; Ain, Churun; Sabdaningsih, Aninditia
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.3.152-158

Abstract

Jatibarang Reservoir is one of the reservoirs in Central Java. This reservoir has functions for fisheries and tourism activities. The reservoir needs to be managed properly with water quality and water fertility for the function of the reservoir. The characteristics of a reservoir that is lentic cause nutrient mixing, so it is possible that there are differences in characteristics in certain columns. The purpose of this research is to analyze the water quality and trophic status in Jatibarang Reservoir. The sampling technique used purposive sampling technique at 7 stations with 3 depth points (surface, middle, and bottom). Water quality variables measured included nitrate, phosphate, and total bacteria. The results of the variable concentrations were then calculated and compared with the literature. The results showed nitrate concentrations of 0,5 – 3,5 mg/l. Phosphate results ranged from 0,29 – 2,63 mg/l. Total bacteria ranged from 2 x 102 to 1,4 x 104  CFU/ml. Based on the nitrate concentration, Jatibarang Reservoir waters are classified as oligotrophic-mesotrophic.
Effect of Sperm Extender and Dilution Ratio on The Sperm Motility, Fertility and Hatchability of Depik fish Rasbora Tawarensis (Pisces: Cyprinidae) Eggs Muchlisin, Zainal Abidin; Aldila, Dhea Febby; Sarah, Putri Inten; Eriani, Kartini; Hasri, Iwan; Fadli, Nur; Muhammadar, Abdullah Abbas; Siti-Azizah, Mohd Nor; Kocabas, Filiz Kutluyer
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.2.%p

Abstract

The artificial breeding method for depik fish Rasbora tawarensis was not available, and the extenders and its dilution ratio are the crucial factors in artificial breeding of fishes. Herein, we tested several common sperm extenders and its dilution ratio  in the artificial breeding for depik fish. Two  series of experiments were performed to find the best extender and its dilution ratio. In the first experiment, five types of extenders, namely: Ringer’s solution, physiological solution, coconut water, sugarcane water, and roomie water. The second experiment studied four dilution levels of sperm and extender (v/v), namely: 1: 20, 1: 30, 1: 40, and 1: 50. Every treatment was conducted in four replicates and experiments were conducted in series so that the best results in the first experiment were used in the second.  The first experiment showed that Ringer’s is the best extender for depik sperm, and the second experiment revealed that Ringer’s at dilution ratio 1: 40 gave higher sperm motility, fertilization and hatching rates. Hence,  the best formula for the dilution solution of depik sperm is Ringer’s at the dilution ratio of 1: 40, sperm: extender (v/v).
POTENSI ALTERNATIF PENGGANTI PENGENYAL BAKSO BANDENG DENGAN ISOLAT KACANG LOKAL SERTA KOMPOSISI PEPTIDA BIOAKTIF Munawaroh, Siti; Kanetro, Bayu; Slamet, Agus
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.12-19

Abstract

Bakso bandeng merupakan fish jelly product yang disukai masyarakat. Salah satu penentu kualitas bakso adalah kekenyalan. Bahan tambahan yang biasanya ditambahkan sebagai pengenyal bakso adalah isolat protein kedelai. Namun saat ini ketersediaan kedelai masih tergantung impor sehingga dibutuhkan penggantinya. Kara pedang dan kacang tunggak berpotensi sebagai pengenyal alami bakso dan bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan isolat protein kara pedang dan kacang tunggak pada pembuatan bakso bandeng terhadap tingkat kesukaan, tekstur serta asam amino. Metode pembuatan bakso bandeng dengan penambahan isolat protein kedelai, isolat protein kara pedang, dan isolat protein kacang tunggak masing-masing 0%, 15%, dan 30%. Parameter yang diamati adalah tingkat  kesukaan, tekstur, dan asam amino. Bakso bandeng yang paling disukai adalah bakso dengan penambahan isolat protein kedelai 15% dan bakso dengan penambahan isolat protein kara pedang 30%. Nilai hardness, gumminess, dan uji lipat bakso bandeng dengan penambahan isolat protein kedelai 15% tidak berbeda nyata dengan basko bandeng dengan penambahan isolat protein kara pedang 30%. Profil asam amino bakso bandeng dengan penambahan isolat protein kedelai 15% menunjukkan nilai lebih tinggi dan berbeda nyata dengan bakso bandeng dengan penambahan isolat protein kara pedang 30%. Kesimpulan penelitian ini adalah isolat protein kara pedang berpotensi sebagai pengenyal alami bakso.
ANALISIS DAN PEMETAAN SEBARAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU TUNDA KABUPATEN SERANG Nugroho, Restu Wahyu; Hartoko, Agus; Purnomo, Pujiono Wahyu
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.1-6

Abstract

Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alamnya salah satunya terumbu karang.  Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan sekitar 50.000 km2 dan mempunyai keanekaragaman jenis dan produktivitas primer yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi dan persentase tutupan karang serta mengetahui luasan terumbu karang di Pulau Tunda. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 di Perairan Pulau Tunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode yang digunakan untuk mengambil sampel adalah random sampling yang dilakukan di 6 stasiun penelitian. Analisis untuk menghitung kondisi dan presentase tutupan karang menggunakan metode LT (Line Transect), sedangkan untuk luasan tutupan karang menggunakan metode pemetaan melalui proses transform lyzenga dengan algoritma “if I3/I2 < =0,69 then Log (I1)+ (0.613193552* log(i2)) else null”. Hasil nilai tutupan karang tergolong dalam kategori baik, sedangkan nilai persentase tutupan karang hidup yaitu berkisar 50 – 68,4 % dan nilai persentase tutupan karang matinya yaitu 6,8 – 32,4 % serta luasan tutupan karangnya sebesar 119,993 Ha.
BUSINESS ANALYSIS OF MUD CRAB (Scylla spp.) FISHING IN BANDENGAN WATERS KENDAL REGENCY Hogantoro, Ega Heidar; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala; Hapsari, Trisnani Dwi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.4.184-191

Abstract

Kendal Regency is one of the areas in northern Central Java which has potential resources for mud crabs (Scylla spp.). Communities in Kendal Regency use folding traps and gill nets to catch mud crabs (Scylla spp.). The catching activities of mud crabs in Bandengan waters Kendal are carried out all the time, without providing a recovery period on the ecosystem cycle at the fishing location. This study aims to analyze the technical and financial feasibility of catching mud crabs using folding traps and gill nets. The method used in this research is descriptive method with a survey approach. Data collection methods used are direct observation, interviews, literature and documentation. The analytical method used is break even point analysis, R/C ratio, B/C ratio, and payback period. The results showed that folding traps and gill nets are feasible to run because folding traps have a BEP value of IDR 43,286 (<sale price); production BEP value of 333 kg/year (<production/year); value of R/C ratio 1.38 (> 1); the B/C ratio value is 0.38 (> 0); PP value for 1 year 7 months while gill net has a BEP value of IDR 41,480 (<sale price); production BEP value of 313 kg/year (<production/year); value of R/C ratio 1.45 (> 1); the B/C ratio value is 0.45 (> 0); PP value for 1 year 6 month. Gill nets is more feasible to run than folding traps because it has a higher R/C ratio and B/C ratio than folding traps. Then the BEP and PP values is lower if it as compared with folding traps.
STRATEGIES FOR DEVELOPING MARINE ECOTOURISM BASED ON TURTLE CONSERVATION IN PEKIK NYARING VILLAGE, CENTRAL BENGKULU REGENCY Jaya, Sutrisman Amei; Mudzakir, Abdul Kohar; Wardini, Tuty Maria
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.2.67-73

Abstract

The conservation of turtles in Pekik Nyaring Village presents a unique opportunity to develop marine ecotourism, significantly enhancing local socio-economic conditions. This research aims to evaluate socio-economic aspects, assess community participation and roles, and identify strategies to advance turtle conservation-based ecotourism in the village. Using descriptive, qualitative, and quantitative methods, including questionnaires, the study focuses on the 4,162 residents of Pekik Nyaring Village, with a sample of 30 respondents. Primary and secondary data sources will be utilized, and a SWOT analysis will be conducted. The SWOT analysis indicates that the development of turtle conservation ecotourism in Pekik Nyaring falls into the WO (Weaknesses-Opportunities) quadrant. Recommended actions include establishing effective coordination between turtle conservation managers and the local government, strengthening community institutions involved in conservation efforts, and leveraging mass media to promote turtle conservation ecotourism through social media and dedicated websites. These strategies aim to inform tourists about ongoing developments and enhance the visibility of turtle conservation efforts in Pekik Nyaring Village.
ANALISIS PEMANFAATAN EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA Prakoso, Kukuh; Haeruddin, Haeruddin; Rahman, Arif
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.2.52-58

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang produktif dan mendukung kehidupan masyarakat di pesisir yaitu, dengan memanfaatkan biota ekonomis yang hidup di ekosistem lamun untuk dijual maupun dikonsumsi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber daya lamun dan pola pemanfaatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan data lamun menggunakan transek kuadrat berukuran 50x50cm dan pengambilan data sosial dengan metode wawancara menggunakan kuesioner di dua desa di Perairan Mlonggo Kabupaten Jepara. Hasil penelitian menunjukan ada empat jenis lamun yang ditemukan diantaranya Enhalus acoroides Thalassia. Hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata. Nilai tutupan kondisi lamun di Kabupaten Jepara termasuk dalam kategori jarang yaitu dengan nilai tutupan 20,86% di Desa Jambu dan 22,18% di Desa Mororejo. Pola pemanfaatan ekosistem lamun di Desa Jambu dan Mororejo, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara memiliki pola pemanfaatan ekosistem lamun yang sama, yaitu ekosistem lamun menjadi tempat untuk nelayan tradisional menangkap biota laut kemudian hasil tangkapannya dijual sebagai sumber pendapatan dan juga sebagian dari hasil tangkapannya di konsumsi pribadi. Mayoritas nelayan tradisional memanfaatkan lamun untuk menangkap ikan dan rajungan, dengan menggunakan alat tangkap jaring dan anco. Seagrass ecosystem is one of the productive ecosystems and supports the lives of coastal communities, by utilizing biota that live in seagrass ecosystems for sale or personal consumption. This study aims to identify seagrass resources and their utilization patterns. The method used in this research is survey method. Seagrass data were collected using a 50x50cm quadratic transect and social data were collected using an interview method using a questionnaire in two villages in the Mlonggo Waters of Jepara Regency. The results showed that there were four types of seagrasses found including Enhalus acoroides Thalassia. Hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata. The cover value of seagrass conditions in Jepara Regency is included in the sparse category with a cover value of 20.86% in Jambu Village and 22.18% in Mororejo Village. The pattern of seagrass ecosystem utilization in Jambu and Mororejo Villages, Mlonggo District, Jepara Regency has the same seagrass ecosystem utilization pattern, namely the seagrass ecosystem becomes a place for traditional fishermen to catch marine biota then the catch is sold as a source of income and also some of the catch is for personal consumption. The majority of fishermen utilize seagrass to catch fish and crab with nets and anco fishing gear.
PENGGUNAAN PROBIOTIK BERBEDA DALAM PROSES FERMENTASI TEPUNG DEDAK PADI SEBAGAI PAKAN BUATAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) surianti, surianti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.%p

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan produksi budidaya ikan nila adalah menghasilkan pakan dan bahan bakunya mudah didapatkan, tidak bersaing dengan masyarakat dan murah, salah satunya yaitu dedak padi. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh tepung dedak padi terfermentasi menggunakan berbagai jenis fermentor terhadap kinerja pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan pada ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan nila berukuran rata-rata 1,03 ±0,02 g. Wadah pemeliharaan adalah kolam terpal dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m yang diisi air tawar sebanyak 850 L. Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan, dengan demikian terdapat 12 satuan percobaan. Perlakuan ditentukan berdasarkan fermentor yang digunakan untuk fermentasi tepung dedak padi yaitu Bacillus sp., Lactobacillus sp., Aspergillus nigers dan Ragi. Pakan uji diberikan pada benih ikan nila yang ditebar 20 ekor setiap wadah selama 60 hari pemeliharaan. Data laju pertumbuhan relatif dan efisiensi pakan ikan nila yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan aktivitas enzim dan kualitas air dianalisis secara deskriptif berdasarkan kelayakan hidup ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan kandungan dedak padi terfermentasi menggunakan fermentor Aspergillus nigers dalam pakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan relatif dan efisiensi pakan ikan nila sedangkan fermentor yang meningkatkan aktivitas enzim amilase dan protease yaitu Lactobacillus sp., dan Aspergillus nigers. Fermentor yang optimal untuk menghidrolisis tepung dedak padi dan meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yaitu menggunakan Aspergillus nigers.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI ENZIM BROMELIN PADA HIDROLISAT PROTEIN DARI LIMBAH JEROAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Sholahuddin, Muhammad Athoillah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.4.203-208

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas andalan budidaya yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas, khususnya di Indonesia. Jeroan ikan nila segar memiliki komposisi kadar protein sebanyak 55,55% sehingga untuk meningkatkan nilai jualnya seringkali digunakan sebagai hidrolisat protein. Hidrolisis protein menggunakan enzim merupakan cara yang efektif, karena dapat membuat hidrolisat protein terhindar dari kerusakan asam amino tertentu. Enzim proteolitik memiliki banyak macam dan yang dapat digunakan sebagai penghidrolisis, dalam menghasilkan hidrolisat protein adalah enzim bromelin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis enzim proteolitik dan waktu hidrolisis terhadap aktivitas antioksidan dari hidrolisat protein dari limbah jeroan ikan nila Oreochromis sp. Penelitian ini menggunakan RAL 2 faktor dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi enzim bromelin yang digunakan yakni konsentrasi kontrol, 1%, 2% dan 3%. Faktor yang kedua yaitu waktu hidrolisis antara lain 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Data yang diperoleh dianalisis dan dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan, uji derajat hidrolisis dan uji kadar protein. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi enzim bromelin terbaik sebagai antioksidan adalah 3% dan waktu hidrolisis 6 jam dengan nilai IC50  89.91 µg/mL. Sementara Derajat Hidrolisis terbaik terdapat pada konsentrasi enzim 3%  dan waktu hidrolisis 6 jam dengan DH hingga 82,25%. Kadar Protein tertinggi pada perlakuan P2 6 jam (konsentrasi enzim bromelin 2%) sebesar 59,31%.
UJI KETAHANAN PENYAKIT MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA (MAS) MENGGUNAKAN BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN TRIPLOID Hartami, Prama
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.%p

Abstract

Motile Aeromonas Hydrophila (MAS) disease caused by Aeromonas hydrophila is a common pathogen that attacks freshwater fish commodities, including triploid as the new strain of striped catfish. The purpose of this study was to test the resistance of triploid catfish to MAS infection before being released to cultivators as a new commodity to increase national striped catfish production. The test was carried out for 2 months at the Sukamandi Fish Breeding Research Institute, Subang by injecting A. hydrophila bacteria into triploid and diploid catfish. The challenge test was carried out by injecting the cultured A. hydrophila bacteria with a density of 107 cfu.mL-1 as much as 0.1 mL.tail-1 at fish intramuscularly in all treatments, while in the Control (-) treatment, 0.1 mL of PBS solution was injected.tail-1. The test striped catfish used for each treatment were 10 tails measuring 9.23 – 9.65 cm, and weighing 7.1 – 9.23 g. Survival parameter data and blood picture were analyzed quantitatively using Microsoft Excel 2010 and SPSS version 16.0 software with analysis of variance (ANOVA) at 95% confidence interval. The results of re-characterization with biochemical tests showed that A. hydrophila bacteria were gram negative, oxidase and catalase positive, motile, could fermentative convert sugar and could grow in blood media. The survival of triploid striped catfish after the test was 95%, total erythrocytes on day 7, and total leukocytes on the first day were significantly different from diploid striped catfish. Thus, it can be concluded that striped triploid catfish are more resistant to infection with A. hydrophila bacteria than diploid.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue