cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
MANAGEMENT OF SEKETAK RIVER, CENTRAL JAVA, INDONESIA BASED ON DETERMINATION OF WATER QUALITY STATUS AND POLLUTION LOAD APPROACH A’in, Churun; Rudiyanti, Siti; Suryanti, Suryanti; Zevriawan, Aldhimas Bagus
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.3.100-109

Abstract

Due to the presence of renowned universities, Tembalang, Semarang City, is experiencing rapid development. However, this development not only brings positive impacts but also raises environmental issues, one of which is river pollution. Seketak River, a ±10.5 km long river that has its headwaters in Banyumanik Subdistrict and empties into Diponegoro University's Education Reservoir, is one of the affected areas. This river pollution has the potential to disrupt water quality and aquatic biota life. The source of pollution is suspected to come from domestic, industrial, and livestock waste around the Seketak watershed. Therefore, intensive research was conducted to analyze the status of water quality and pollution load based on point sources. This research aims to provide recommendations for proper management and control of pollution. Data were collected during the transitional season (dry to rainy) using the Pollution Index (IP) method based on the Decree of the Minister of Environment No. 115 of 2003 and the Pollution Load (BP) method. The research involved four sampling points, each representing a pollutant source (industry, settlement, campus, and livestock), with two repetitions. The results showed that the average IP value of Seketak River was in the lightly polluted category, referring to the Class II Quality Standard of PP No. 22 of 2021. In the first repetition, the IP value was 2.87, while in the second repetition it reached 3.26. The Pollution Load Analysis identified 5 variables that exceeded the maximum load including Nitrite, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), iron (Fe) and lead (Pb). These findings emphasize the importance of integrated management efforts to mitigate pollution in Seketak River. 
ANALISIS TEKNIS PENGOPERASIAN BAGAN APUNG (FLOATING BAGAN) DI PERAIRAN DESA BATU PUTIH KOTA BITUNG SULAWESI UTARA Darondo, Franky Adrian; Putri, Elsari Tanjung; Manohas, Jul; Santoso, Heru; Karyanto, Karyanto; Katili, Lidya; Manengkey, Jenny I; Saranga, Rudi; Simau, Silvester; Hamel, Samuel
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.188-196

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya perikanan berupa usaha penangkapan ikan dengan bagan apung (floating bagan) telah berlangsung lama di desa Batu Putih dan jumlah bagan yang aktif cenderung berkurang. Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji aspek teknis pengoperasian bagan apung di perairan desa Batu Putih. Manfaat dari studi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan informasi ilmiah dan referensi bagi akademisi maupun pelaku usaha dibidang penangkapan. Penelitian dilaksanakan Agustus–November 2024, lokasi penelitian di perairan desa Batu Putih. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipan.  Penelitian dilakukan dengan melakukan pengoperasian bagan apung selama 4 (empat) trip penangkapan  dan melakukan pengambilan data yang terdiri dari desain dan konstruksi alat tangkap, proses pengoperasian dan hasil tangkapan selain itu pengambilan data parameter oseanografi perairan. Waktu terbaik untuk mengoperasikan bagan adalah saat arus tidak mengalami perubahan arah antara pukul 03.00 – 04.30 dini hari, dengan kedalaman daerah penangkapan bagan apung pada kedalaman 75 depa. Hasil analisis menunjukan  bahwa aspek teknis pengoperasian bagan apung di perairan Batu Putih meliputi perahu pelang berkapasitas 15 PK sebagai sarana transportasi menuju fishing ground dan alat tangkap itu sendiri yang terbuat dari rangkaian kayu dengan jaring/cang dengan bantuan lampu. Adapun beberapa tahap pengoperasiannya meliputi persiapan, pemasangan lampu, pengamatan ikan, penurunan jarring, pengangkatan jaring, penanganan hasil tangkapan. Hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian yaitu 65% ikan teri, 23% ikan layang dan 12% ikan sardin.
ANALISIS KEKUATAN KOMPOSIT CANGKANG KERANG LOKAN (Geloinia expansa) DAN CANGKANG SIPUT SEDUT (Sulcospira testudinaria) SEBAGAI PENGANTI FIBERGLASS PADA KAPAL Thahir, Muhammad Agam; Fadhli, Fadhli
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.20-23

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kekuatan mekanik cangkang kerang lokan dan cangkang siput sedut sebagai bahan pengganti fiberglass pada kapal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tekan dan pengujian tarik. Pembuatan spesimen uji tekan mengacu pada standar SNI 03-3958-1995 dan pembuatan spesimen uji tarik mengacu pada standar ASTM D3039. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Gotech Testing Machine Model GT 7001 LC 30. Data hasil pengujian kemudian dikonversi untuk selanjutya diuji kenormalan nya dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk Test, data yang berdistribusi normal selanjutnya di analisis dengan menggunakan One Way ANOVA. Hasil pengujian kekuatan tekan komposit cangkang kerang lokan (Geloinia expansa) dan cangkang siput sedut (Sulcospira testudinaria) lebih tinggi dari standar kekuatan tekan yang ditentukan oleh BKI (Biro Klasifikasi Indonesia). Komposit cangkang kerang lokan dan siput sedut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan papan komposit. Oleh karena itu, komposit cangkang kerang dan cangkang siput sedut dapat diaplikasikan sebagai bahan laminasi bagian deck kapal, untuk menambah daya tahan dan memperpanjang usia pemakaian kapal. Hasil pengujian kekuatan tarik komposit cangkang kerang lokan dan cangkang siput sedutlebih rendah dari standar kekuatantarik yang ditentukan oleh BKI, sehingga komposit cangkang kerang lokan dan cangkang siput sedut jika dilihat dari kekuatan tarik belum dapat digunakan sebagai bahan laminasi pada kapal.
SEBARAN KEJADIAN DAN TEKNIK PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR DI PROVINSI SULAWESI BARAT Anggara, Dimas Wahyu; Ardy, Ardy; Rini, Indri Putri Sekar; Jakasukmana, Munandar; Yusma, Andi Muh Ishak; Yudiarso, Permana; Ain, Churun
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.157-164

Abstract

Selama dekade terakhir ini, informasi tentang kejadian mamalia laut terdampar cukup sering terjadi di Indonesia, salah satunya di wilayah Sulawesi Barat. Kecepatan dan ketepatan dalam melakukan tindakan penanganan sesuai dengan kondisi mamalia laut (hidup atau mati) dapat memberikan banyak informasi yang akan berguna dalam melakukan pengelolaan pesisir dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun basis data dan informasi sebaran dan teknik penanganan kejadian mamalia laut terdampar di Sulawesi Barat. Studi dilakukan melalui pengumpulan data secara langsung saat penanganan mamalia laut terdampar selama periode tahun 2022 – 2024. Data tersebut selanjutnya ditabulasi dengan Microsoft Excel dan dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan kode terdampar, selanjutnya dilakukan analisis secara spasial dengan bantuan software ArcMap untuk memvisualisasikan sebaran kejadian mamalia terdampar. Berdasarkan data penanganan mamalia laut terdampar selama periode tahun 2022 s/d 2024 di Sulawesi Barat, terdapat 4 kejadian mamalia laut terdampar diantaranya di Kabupaten Mamuju sebanyak 2 ekor, Kabupaten Pasangkayu sebanyak 1 ekor dan Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 1 ekor, dengan total mamalia laut terdampar sebanyak 4 ekor. Seluruh mamalia laut tersebut terdampar dalam kondisi mati yaitu kode 2, 3, dan 4. Teknik penanganan yang dilakukan terhadap mamalia laut yang terdampar selama tahun 2022-2024 di Sulawesi Barat adalah dengan cara ditenggelamkan dan dikubur.
VERTICAL AND HORIZONTAL POPULATION DENSITY DISTRIBUTION OF BANGGAI CARDINALFISH (Pterapogon kauderni, Koumans, 1933) IN GILIMANUK BAY, BALI Indriyawan, Muji Wasis; Widowati, Ita; Hartati, Retno; Wibowo, Muhammad Reyhan; Ramadhani, Muhammad Rizqi; Rahman, Arif; Nugroho, Suciadi Catur; Wahyudi, Yudisthio; Petta, Constantein
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.3.127-132

Abstract

The Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni, Koumans, 1933) is an endemic coral reef fish species native to the waters of the Banggai Islands Regency. In 2007, the species was classified as endangered by the International Union for Conservation of Nature (IUCN), followed by its designation as a protected species with limited conservation status by Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries in 2018. Research on the Banggai cardinalfish has been conducted in its native habitat in the Banggai Islands as well as in introduced locations. One of these introduction sites is Gilimanuk Bay, Bali, which serves as a temporary holding area for ornamental corals before export and as a release site for Banggai cardinalfish that do not meet export standards, typically due to physical deformities. This study aims to analyze the horizontal and vertical distribution of the Banggai cardinalfish in Gilimanuk Bay, Bali, with the expectation that the findings may provide insights for government policy formulation in terms of conservation efforts. The research employed a descriptive exploratory method to provide a comprehensive description of the subject and to establish a data foundation for further research or decision-making. The results showed a total population of 2,253 fish. The highest horizontal population density was observed in the southwestern part of Gilimanuk Bay, with 2.87 individuals/m² across a 500 m² observation area distributed over 5 stations. Meanwhile, the highest vertical population density was found at a depth of 6–7 meters, with a density of 3.88 individuals/m² over a 100 m² observation area at one station.
PENGELOLAAN PENELURAN PENYU SEBAGAI UPAYA KONSERVASI JENIS IKAN DI PULAU MANGKAI Sinaga, Ronald Raditya Kesatria; Irfansyah, Rahmat; Daniel, Nadia Amalina; Hanif, Andriyatno; Hidayati, Jelita Rahma
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.165-172

Abstract

Kepulauan Anambas merupakan Kawasan konservasi yang dikelola sebagai upaya perlindungan dan pelestarian terhadap sumber daya ikan yang dilindungi, salah satunya penyu. Loka KKPN Pekanbaru melakukan monitoring penyu sebagai langkah konkret dalam menjaga populasi penyu agar tetap lestari serta untuk memperkuat penyusunan basis data penyu secara nasional. Lokasi pendaratan penyu yang dipilih sebagai titik monitoring adalah Pulau Mangkai yang merupakan pusat pelestarian penyu yang diinisiasi oleh LKKPN Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan capaian monitoring penyu di Pulau Mangkai dan upaya kolaborasi konservasi penyu di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan survei untuk mendapatkan data dan informasi yang dilakukan selama 12 bulan dengan total 365 hari monitoring selama tahun 2023. Hasil kegiatan monitoring menunjukan bahwa Pulau Mangkai menjadi tempat pendaratan penyu hijau dan penyu sisik sebanyak 828 kali pendaratan dengan jumlah peneluran hingga 713 sarang. Persentase penetasan dari sarang yang telah direlokasi adalah 82.19% dengan Hatching success 81.05%. Tukik yang hidup kemudian dirilis ke perairan dengan persentase perilisan tukik sebesar 98.62%. Keterlibatan stakeholder menjadi upaya yang penting dalam pengelolaan jenis ikan dilindungi di Kawasan Konservasi, dimana Kepulauan Anambas sebagai kawasan konservasi perairan sejak 2014 – 2023 bersama dengan multistakeholder telah berhasil menyelamatkan total 4813 sarang penyu dan merilis 312.919 ekor tukik di Pulau Mangkai, Pulau Pahat, Pulau Telukdalam dan Pulau Bawah.
BIOLOGICAL ASPECT AND ABUNDANCE OF TRITON EPAULETTE SHARK (Hemiscyllium henryi) ENDEMIC TO TRITON BAY, KAIMANA, WEST PAPUA Prehadi, Prehadi; Kintani, Novia Indah; Sombo, Hendrik; Fahlevi, Arief Reza; Junaedy, Ahmad; Muttaqin, Ahmad Sabilul; Raweyai, Oktofianus Obaja; Kusumarani, Dheni; Raunsai, Jhoni Elias; Fenetiruma, Syamsudin; Malaihollo, Jantje Jacobus; Herettrenggi, Rosa; Widiarto, Santoso Budi; Subhan, Beginer; Ayuningrum, Diah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.3.133-140

Abstract

Walking shark is one of elasmobranch that has been protected by the government of the Republic of Indonesia and can be found in the eastern seawaters of Indonesia. There are six species of walking shark, one of it is Triton Bay Epaulette Shark (Hemiscyllium henryi) which is endemic to the coastal waters of Kaimana. There are still lack of information regarding biology abundance and population of H. henryi, therefore it is necessary to do a study related to this species. This study aims to determine individual information and abundance of H. Henryi in Kaimana coastal waters during the observation in 2022 and 2023 based on density value and potential area. The method used is a census based on the Global Positioning System, through snorkeling and walking along the coastline, as well as observations of total length, wet weight, and sex in H. henryi which encountered during census. The total census track is 5.783 meters with a sweep of 2,46 Ha monitoring area. The density or abundance of H. henryi in 2022 is 1,2 ind/Ha and in 2023 is 2,4 ind/Ha. Total length of H. henryi ranged between 55–88 cm (Mean 70,6 cm ± SD 12,29). The length and weight relationship obtained W=0,0004L3,4343 with R2 value of 0,9526. The abundance trend of H. henryi at the coastal waters of Kaimana in the last two years has multipled by 2 times based on density value determining after being designated as a fully protected fish species.
IDENTIFIKASI, KARAKTERISASI DAN POTENSI PROBIOTIK BAKTERI DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal.) Firmani, Ummul; Rahim, Andi Rahmad; Safitri, Nur Maulida; Ekawati, Arning Wilujeng; Nurdiani, Rahmi; Nursyam, Happy
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.24-29

Abstract

Saluran pencernaan ikan bandeng dihuni oleh beraneka ragam komunitas bakteri dengan karakteristik berbeda-beda. Bakteri tersebut memiliki kemampuan adaptasi dengan kondisi saluran pencernaan ikan bandeng serta menghasilkan enzim pencernaan yang bisa membantu proses pencernaan makanan dalam tubuh ikan. Identifikasi dan karakterisasi bakteri dari saluran pencernaan ikan bandeng penting untuk dilakukan dengan tujuan diantaranya untuk mendapatkan bakteri dengan kemampuan unggul dalam mengurai makanan ikan. Metode penelitian adalah eksperimental, sedangkan tahapan penelitian yaitu (1) isolasi dan pemurnian bakteri, (2) identifikasi secara molekuler dan karakterisasi koloni, sel serta biokimia, (3) uji potensi probiotik bakteri. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan beberapa isolat bakteri, satu diantaranya telah diidentifikasi secara molekuler dengan 16s rRNA yaitu Pseudomonas guezennei. Karakteristik isolat B2.6 antara lain koloni berbentuk oval dengan pinggiran tidak rata/bergerigi dan diameter sekitar 2,06 cm, warna koloni krem dengan permukaan cembung dan konsistensi kering, bentuk sel batang, gram negatif, memiliki spora dan non-motil. Hasil uji biokimia isolat B2.6 bersifat positif pada produksi indol, katalase, xylosa, ONPG, gelatin, rhamnosa, arabinosa, hidrolisis pati dan kasein. Isolat B2.6 bersifat negatif pada uji oksidase, penggunaan karbon dari sitrat, manitol, urease, sitrat, TDA, malonat, inositol, sorbitol, sukrosa, laktosa, adonitol rafinosa, salisin, arginin, dan koagulase. Potensi probiotik P. guezennei antara lain bersifat amilolitik, mampu bekerja sinergis, bersifat non hemolitik, sensitif terhadap antibiotik jenis Ampicillin, Tetracycline dan Erythromycin, bersifat antagonistik terhadap patogen Aeromonas hydrophila dan Vibrio parahaemolyticus, serta mampu bertahan hidup pada pH asam 2, 3, dan 4.
EFEK PERENDAMAN DALAM EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP INFEKSI Aeromonas hydrophila, PROFIL DARAH, PERTUMBUHAN, DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio) Hasna, Salma Khoironnida; Sarjito, Sarjito; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro; Nurhayati, Dewi; Desrina, Desrina; Prayitno, Slamet Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.2.74-84

Abstract

Bakteri Aeromonas hydrophila adalah patogen penyebab penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada ikan mas dan umum dijumpai di Indonesia. Pengendalian bakteri ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dan antibiotik yang dikhawatirkan dapat membahayakan lingkungan budidaya dan konsumen yang mengonsumsi ikan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan bahan alami yang ramah lingkungan, dapat menghambat pertumbuhan bakteri, serta efektif menyembuhkan penyakit MAS. Lidah buaya (Aloe vera) adalah salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat ikan karena memiliki aktivitas antibakteri yang mampu mengobati ikan mas dari infeksi A. hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak lidah buaya sebagai antibakteri, serta pengaruhnya terhadap status kesehatan ikan mas yang terinfeksi A. hydrophila. Efek antimikroba ditentukan secara in vitro dengan metoda cakram dan dilanjutkan dengan bioassay (empat perlakuan dan tiga kali ulangan) dengan merendam ikan mas yang sudah diinfeksi A. hydrophila dalam ekstrak lidah buaya dengan dosis sebagai berikut, perendaman ikan 0 ppm (A), 250 ppm (B), 500 ppm (C), dan 750 ppm (D). Data yang dikumpulkan meliputi ukuran zona hambat, gejala klinis, jumlah A. hydrophila, profil darah, bobot mutlak, SGR, kelulushidupan, dan kualitas air. Ekstrak lidah buaya menghasilkan diameter zona hambat berkisar antara 7,33-11,02 mm. Perendaman dengan ekstrak lidah buaya berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, profil darah, pertumbuhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan ikan mas. Perlakuan D (dosis ekstrak lidah buaya 750 ppm) memberikan hasil terbaik dari semua parameter yang diukur. Aeromonas hydrophila is common carp pathogen that cause Motile Aeromonas Septicemia (MAS) disease and commonly found in Indonesia. Control of this bacteria is carried out using chemicals and it is worried that they can harm aquaculture environment and consumers who consume the fish. Therefore, it is required natural ingredients that are environmentally friendly, can inhibit bacterial growth, and effectively cure MAS. Aloe vera is one of the natural ingredients that can be used as fish medicine because it has antibacterial activity which is expected to be able to treat carp from A. hydrophila infection. This study aims to determine the effect of aloe vera extract as an antibacterial, and its effect on the health status of common carp that attacked by A. hydrophila. The antimicrobial effect was determined in vitro using disc method and continued by bioassay (four treatments and three replications) by immersing carp that infected by A. hydrophila in aloe vera extract with immersion doses of 0 ppm (A), 250 ppm (B), 500 ppm (C), and 750 ppm (D). The data collected included the size of inhibition zone, clinical symptoms, number of bacteria, blood profile, absolute weight value, SGR, SR, and water quality. Aloe vera extract produces inhibition zone diameters from 7,33-11,02 mm. Immersion in aloe vera extract had significant effect on the number of bacteria, blood profile, growth, but had no significant effect on the survival rate of common carp. Treatment D (dose of aloe vera extract 750 ppm) gave the best results from all parameters measured.
EVALUASI PENERAPAN RENCANA PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN MAHAKAM WILAYAH HULU TERHADAP PESUT MAHAKAM (Orcaella brevirostris) DI DESA PELA, KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA Dharmawan, Vito; Ningwuri, Astrid Aditika; Hasudungan, Kaisar Parti; Riswanto, Achmad; Pranata, Alfin; Irawan, Dedy; Saputra, Andrian; Alkadrie, Syarif Iwan Taruna
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.207-213

Abstract

Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan mamalia akuatik endemik yang hidup di Kawasan Konservasi Perairan Mahakam Wilayah Hulu. Statusnya sudah dikategorikan critically endangered oleh IUCN dan tergolong pada Appendiks I CITES. Penurunan populasinya yang terjadi setiap tahun menjadikan upaya konservasi penting untuk segera dilakukan. Upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menetapkan Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 49 Tahun 2022. Penetapan kawasan konservasi ini didukung dengan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Nomor 61 Tahun 2023 tentang Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara 2023-2042. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi terhadap rencana pengelolaan kawasan konservasi yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data primer yang diambil terdiri atas data pemahaman masyarakat, data kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta data pemantauan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi setelah dilakukan sosialisasi. Namun, terdapat beberapa tantangan dan pelanggaran, seperti penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan dan tingkat pendidikan masyarakat. Beberapa rekomendasi yang dapat diberikan terhadap rencana pengelolaan kawasan konservasi adalah: (1) peningkatan keterlibatan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, dan pengembangan ekonomi alternatif yang berkelanjutan; (2) peningkatan pendidikan konservasi secara formal maupun informal; (3) pengenalan inovasi alat tangkap ikan dengan pemasangan perangkat akustik yang dapat mengusir pesut; dan (4) penguatan penegakan hukum dengan pelibatan champion atau warga desa yang tergabung dalam pokmaswas.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue