cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KESTABILAN GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE II Juwariah, Titik; Priyanto, Agus
coba Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i1.376

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi Diabetes Melitus terus naik dari tahun ke tahun. Kurang nya kesadaran menjaga stabilitas gula darah mengakibatkan kenaikan tak terkendali resiko komplikasi seperti stroke, hipertensi, gangren, dan katarak. Self care pada penderita Diabetes Melitus di butuhkan untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self Care dengan tingkat Kestabilan Gula Darah. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitic Correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 48 responden di ambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), dan checklist. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden menerapkan self care dalam tingkat sedang dan separoh responden menunjukkan tingkat kestabilan gula darah sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat self care dengan tingkat kestabilan gula darah dengan nilai ρ = 0,000, dan nilai koefisiensi 0,707. Diskusi: Untuk mencegah morbiditas dan mortalitas terkait diabetes mellitus, perawatan diri dan kontrol gula darah pasien perlu ditingkatkan. Peran dokter dan tenaga kesehatan perlu di tekankan dalam program promosi kesehatan terkait perawatan diri pasien diabetes mellitus. Kata kunci : Self care, Kestabilan Gula Darah, Diabetes Melitus
KAJIAN PENERAPAN NEW NORMAL SEBAGAI ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 DI KABUPATEN BELU NUSA TENGGARA TIMUR, PERBATASAN RI-RDTL Pius A. L. Berek; Christina Anugrahini; Kristina Faleriani Boisala; Christina Marina Meo; Agustina Modok; Gaudentiana Un Bria; Melius Mau Loko; Lusianus Demon Kehi; Gaudensiana Uduk
coba Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i1.351

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan penerapan new normal sebagai metode antisipasi penyebaran Covid-19 di Belu, Nusa Tenggara Timur, Perbatasan RI-RDTL. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 406 responden. Pengumpulan data menggunakan google form berisi kuesioner yang dimodifikasi dari Tim Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala Aceh. Kriteria inklusi meliputi 1) bersedia menjadi responden, 2) melek huruf, 3) mampu menggunakan google form, dan 4) berdomisili di Kabupaten Belu. Analisa data menggunakan tendensi sentral terhadap data numerik dan persentasi terhadap data katagorik. Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa 72,66% responden menunjukkan perilaku new normal yang memadai, terdapat 65,27% setuju untuk menerapkan cara pencegahan penyebaran Covid-19, dan 7,88% tidak setuju, serta 26,85% menyatakan ragu. Diskusi: Masyarakat di perbatasan RI-RDTL hendaknya meningkatkan kewaspadaan diri sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid 19. Pemerintah Kabupaten Belu perlu melakukan sosialisasi dan evaluasi yang tegas terkait penerapan new normal untuk menekan penyebaran Covid-19 di perbatasan RI-RDTL. Kata kunci: pandemi, antisipasi penyebaran covid-19, new normal
ANALISIS KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN BASIC LIFE SUPPORT PADA PASIEN GAWAT DARURAT DI RSU Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO Lutfi Wahyuni; Agus Haryanto
coba Vol 8 No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v8i2.262

Abstract

Introduction: Basic Life Support is an effort that must be done immediately by someone if finding victims who experienced cardiac arrest, every health worker must obtained the skilfull ability to provide Basic Life Support (BLS) measures. According to Riskesdas in 2018 the prevalence of cardiovascular disease sufferers in Indonesia is 1.5%. Whereas in the East Java region showed the prevalence of coronary heart disease sufferers at all ages is 1.7. The purpose of this study is to analyze the ability of nurses to implement Basic Life Support in Cardiac Arrest patients. Method: The design used is descriptive analysis. The population is all nurses in the emergency department as many as 45 nurses. The sampling technique used is total sampling. The variable is the ability of nurses in conducting Basic Life Support in Cardiac Arrest patients. The instrument used an SPO Basic Life Support observation sheet. Result: The results showed, most of the respondents did the Basic Life Support action according to the SPO as many as 35 nurses (84.4%), while those who were not performingvaccording to the SPO were 10 nurses (15.6%). Discussion: Basic Life Support is performed on patients who have Cardiac Arrest. Nurses in the emergency room are authorized to conduct Basic Life Support which includes checking consciousness, free airway, cardiac massage,and ventilation.
PENGARUH HEEVI (HEALTH EDUCATION VIDEO) TERHADAP KEMAMPUAN IBU DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK PADA TOODLER Melani Kartika Sari; Linda Ishariani
coba Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i1.378

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak, terutama toodler yang membutuhkan tindakan segera. Tersedak pada bayi dan anak sering diakibatkan benda-benda kecil seperti mainan, makanan, koin, kancing, dan benda kecil lainnya. Metode HEEVI (Health Education Video) merupakan metode penyampaian pengetahuan kepada masyarakat melalui video untuk meningkatkan kemampuan ibu tentang cara pertolongan pertama tersedak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya pengaruh metode HEEVI terhadap kemampuan ibu dalam melakukan pertolongan pertama tersedak pada toodler. Metodologi: Desain penelitian quasy eksperiment, responden dipilih dengan teknik purposive sampling, 21 orang kelompok perlakuan dan 21 orang kelompok kontrol. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan (ρv 0,000< α) ada peningkatan kemampuan ibu pada pretets-posttest kelompok perlakuan, (ρv 0,066> α) tidak ada peningkatan kemampuan psikomotor pada pretets-posttest kelompok kontrol. Hasil: Hasil analisis uji Mann Whitney menunjukkan(ρv 0,000< α) ada pengaruh pengaruh Metode HEEVI dalam peningkatan kemampuan ibu pada posttest kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Diskusi: metode HEEVI efektif diterapkan pada ibu untuk meningkatkan kemampuan dalam pertolongan pertama tersedak. Ibu diharapkan dapat menerapkan materi dan video pembelajaran dalam pertolongan pertama tersedak. Kata kunci: kemampuan ibu, pendidikan Kesehatan video, tersedak, toodler, video, pertolongan pertama
PENGALAMAN IBU MENYUSUI BAYI KEMBAR: SCOPING REVIEW Mellysa Wulandari Tasripin; Herlin Fitriana
coba Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i1.333

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui dampak psikologis ibu ,dukungan yang dibutuhkan dan faktor yang mempengaruhi ibu menyusui bayi kembarnya. Penelitian ini menggunakan studi scoping review dengan menggunakan framework Arksey dan O'Malley dan aplikasi berbasis web untuk memilih artikel yang relevan hingga menjadi 9 artikel yang ditinjau. Tiga tema yang muncul sebagai hasil scoping review yaitu dampak psikologis ibu yang menyusui bayi kembar, dukungan yang dibutuhkan ibu yang menyusui anak kembarnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi ibu yang menyusui bayi kembarnya. Kesimpulan Ibu yang memiliki bayi kembar pada umumnya mengalami stres daripada ibu yang memiliki bayi tunggal. Stres pada ibu bayi kembar berupa kesulitan dalam merawat, tidak mengetahui cara menyusui bayi kembar, dan merasa prosuksi ASI yang kurang. Dukungan yang paling utama adalah dukungan dari suami dan keluarga karena suami dan keluarga merupakan faktor yang pertama dalam memotivasi ibu untuk menyusui bayi kembarnya. Faktor yang mempengaruhi menyusui bayi kembar yaitu faktor kondisi ibu yaitu ibu operasi sesar, pengetahuan ibu dan faktor kondisi bayi yaitu berat badan yang kurang.
PENGARUH RESILIENSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP DISTRESS PSIKOLOGIS PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS Siti Nur Hadiyah
coba Vol 8 No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v8i2.249

Abstract

Introduction: HIV / AIDS as a disease with a high prevalence, of course, has an impact both physically and psychologically. The negative consequences of the disease and low resilience and social support often cause psychological distress for PLWHA. The purpose of this study is to analyze the effect of resilience and social support on psychological distress in PLWHA and look for the most dominant influential factors. Method: This study is a correlational analytic with a cross-sectional approach. There were 49 respondents taken by using purposive sampling technique. The research instruments used were questionnaires of respondent data and standard instruments that measure psychological distress, resilience, and social support that have been modified and validated. Result: The results showed that resilience and social support significantly affect psychological distress (R2=0,656; p<0.05) and It is known that social support (β = -,539; p<0.05) most dominantly contributes to psychological distress. Discussion: The results of this study concluded that resilience and social support influenced to the psychological distress, and social support is the most dominant factor which affects psychological distress. It is recommended for PLWHA to utilize existing support systems for achieving better mental condition.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO EDUKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRAUTERINE DEVICE PADA PASANGAN USIA SUBUR Fitra Arsy Nur Cory'ah; Endri Suastika Martiana; Mutiara Rachmawati Suseno
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.402

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi pemakaian kontrasepsi yang banyak digunakan di Indonesia adalah suntik 29%, pil 12.1%, IUD 5%, implan 5%, Metode Operasi Wanita (MOW) 4%, kondom 3% dan Metode Operasi Pria (MOP) kurang dari 1%. Salah satu upaya meningkatkan minat penggunaan kontrasepsi yaitu melalui penjelasan menggunakan media edukasi. Salah satu media yang dapat digunakaan adalah video mengunakan bahasa daerah yaitu sasak yang merupakan salah satu kearifan lokal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang memuat unsur-unsur budaya lokal masyarakat. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental. Desain penelitian ini adalah pretest and posttest nonequivalent control group. Populasi pada penelitian ini adalah PUS yang menjadi akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Sampel berjumlah 34 responden yang terbagi menjadi kelompok kontrol 17 responden dan kelompok intervensi 17 responden. Analisis data untuk mengetahui perbedaan penggunaan video edukasi menggunakan uji Mann Whitney dan analisis efektivitas dengan menggunakan uji N-Gain melalui penggunaan software SPSS versi 16. Hasil: Penggunaan video edukasi berbasis kearifan lokal cukup efektif dalam penggunaan kontrasepsi IUD pada PUS dengan nilai N-Gain score sebesar 59,66%. Diskusi: Penggunaan video edukasi berbasis kearifan lokal cukup efektif dibandingakan dengan tanpa menggunakan video edukasi berbasis kearifan lokal dalam penggunaan kontrasepsi IUD pada PUS. Kata Kunci : Video Edukasi, Kearifan Lokal, Kontrasepsi IUD, Pasangan Usia Subur.
PENERAPAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN TAROKAN Saiful Anwar; Eko Winarti
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.410

Abstract

Pendahuluan: Capaian ASI eksklusif di Kabupaten Kediri tahun 2020 hanya 13%, di wilayah Kecamatan Tarokan ada beberapa Desa yang masih di bawah target Nasional yaitu 40%. Peran ibu sangat dominan dalam pencapaian target ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif menggunakan theory of planned behavior. Metodologi: Penelitian kuantitatif, metode analitik observasional, pendekatan crossectional Lokasi penelitian di wilayah Kecamatan Tarokan, dilaksanakan tanggal 1 sampai 20 Desember 2021 dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Variabel independen: Sikap, Norma subjektif, Kontrol Perilaku. Varibel Intervening: Niat, Variabel dependen: Perilaku dengan menggunakan path analysis. Hasil: Kelayakan Model CMIN = 0,020, probability = 0,888, GFI=1,000, CFI=1,000, NFI=1,000, TLI=1,009, IFI=1,001, RFI=1,000, AGFI=0,999, RMSEA=0,000, PGFI=0,067. Koefisien jalur sikap dengan niat (β=0,754) (p-value=0,000), (CR=14,871). Norma subjektif dengan niat (β=0,130), (p-value=0,000), (CR=3,374). Kontrol perilaku dengan niat (β=0,126), (p-value=0,000), (CR=3,429). Niat dengan perilaku (β=0,269), (p-value=0,000), (CR=3,176) Sikap dengan perilaku (β=0,637), (p-value=0,000), (CR=9,198). Kontrol perilaku dengan perilaku (β=0,098), (p-value=0,000), (CR=3,292), sikap melalui niat terhadap perilaku (0,8325) dan kontrol perilaku terhadap perilaku melalui niat (0,1505). Diskusi: Pengembangan penelitian tentang perilaku kesehatan perlu dilakukan oleh peneliti selanjutnya sehingga dapat digali secara lebih mendalam perubahan perubahan perilaku guna untuk merencanakan program perubahan perilaku kesehatan demi meningkatkan program pemerintah bidang Kesehatan
SELF EFFICACY UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI KOMUNITAS ONLINE DI KOTA MATARAM Mas'adah Mas'adah; Sitti Rusdianah Jafar
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.396

Abstract

Kanker payudara merupakan kasus kanker yang paling banyak di Indonesia. Perubahan gaya hidup sebagai salah satu factor risiko utamanya masyarakat perkotaan. Deteksi dini dapat dilakukan dilayanan kesehatan. Kader bagian dari petugas pelayanan kesehatan sebagi support system para ibu, sehingga perlu dibentuk suatu komunitas peduli kanker payudara. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pembentukan komunitas peduli kanker online dalam meningkatkan kemampuan self efficacy untuk deteksi dini kanker payudara Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen two group pre-post test design. Jumlah sampel 18 perlakuan dan 18 control. Analisis statitisk menggunakan uji Wilcoxon Sunk Rank Tes dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan p. value 0,008 < α 0,05 bahwa terdapat perbedaan pengetahuan kelompok perlakuan sebelum dan sesudah diskusi online. Sikap responden kelompok perlakuan sebesar p.value 0,317> α 0,05 bahwa tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah diskusi online. Tindakan responden kelompok perlakuan dan control p value 0,164 > α 0,05 artinya tidak ada perbedaan tindakan kelompok perlakuan dan kelompok control saat diskusi online. Kesimpulan: Hasil penelitian pembentukan komunitas peduli kanker online dalam meningkatkan kemampuan self efficacy untuk deteksi dini kanker payudara belum mengalami peningkatan yang signifikan, hanya pengetahuan mengalami peningkatan.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI DESA SUKOREJO KEC. GURAH KAB. KEDIRI Susi Erna Wati; Qothrunnada Naqiyah Sunarwan; Dhian Ika Prihananto
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.403

Abstract

Pendahuluan: Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat – zat gizi dan oksigen pada janin. Perawatan tali pusat yang benar hendaknya diperhatikan teknik septik dan aseptik. Umumnya dimasyarakat menggunakan metode basah, yaitu menggunakan alkohol. Padahal perawatan tali pusat yang baik menggunakan metode kering, yaitu menggunakan kasa steril dan kering.Metodologi: Metode sampling penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 138 respoden yaitu semua ibu di RW 5 Desa Sukorejo Kec. Gurah Kab.Kediri, sampel dalam penelitian ini sejumlah 103 responden dengan menggunakan teknik “Purposive Sampling”. Variabel penelitian adalah penetahuan ibu tentang perawatan tali pusat. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner kemudian ditabulasikan dan di beri skor sesuai dengan kunci jawaban. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan tehnik diskriptif kualitatif. Hasil:. Hasil penelitian diperoleh 44 (42,7%) responden adalah berpengetahuan kurang, 32 (31,1%) responden berpengetahuan cukup, dan 27 (26,2%) responden berpengetahuan baik tentang perawatan tali pusat. Sehingga dapat disimpulkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang tentang perawatan tali pusat. Diskusi:Perawatan tali pusat sangat penting, tujuannya untuk mencegah infeksi tali pusat, mempercepat proses pengeringan tali pusat, dan mempercepat proses puputnya tali pusat. Untuk itu perlu mendapat informasi dari petugas kesehatan guna sosialisasi tentang perawatan tali pusat untuk menambah informasi dalam melakukan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir.