cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) dan Etika Profesi Dosen dengan Metode HIRADC dan JSA dalam Pengambilan Data Geologi dan Sampel Air Tanah Santi, Narulita; Hadiyanto, Hadiyanto; Yudariansyah, Hadi
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.60275

Abstract

Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) merupakan komponen fundamental dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi dan penelitian geologi. Aktivitas seperti pengambilan sampel dan penelitian lapangan kerap menghadirkan berbagai risiko, seperti kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, serta kondisi lingkungan yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan prosedur K3L menjadi esensial bagi dosen dan mahasiswa. Sebagai figur teladan, dosen memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjalankan etika profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi K3L dan etika profesi dosen dalam kegiatan pengambilan data geologi dan sampel air tanah. Metode HIRADC dan JSA digunakan karena kerangka kerja yang sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan pengembangan langkah-langkah pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan K3L telah dilakukan dengan baik dimana risiko kecelakaan kerja bernilai minimal. Hal ini dicapai melalui proses identifikasi bahaya, evaluasi risiko, serta penerapan pengendalian yang efektif. Etika profesi dosen menjadi landasan seluruh tahapan penelitian, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Dalam perannya, dosen tidak hanya sebagai narasumber yang memberikan pengarahan sebelum kegiatan lapangan, tetapi juga mengedepankan prinsip etika lingkungan, etika pengambilan keputusan, serta etika integritas dan transparansi. Temuan ini menekankan pentingnya sinergi antara penerapan K3L dan etika profesi untuk menjamin keselamatan, efektivitas, dan keberlanjutan kegiatan penelitian geologi.
Sistem Dinamis dan HECRAS sebagai Alat Pengambil Keputusan Model Ketahanan Banjir Nalarsih, Retno Tri
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.65276

Abstract

Banjir yang terjadi di Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan dipengaruhi oleh kecepatan angin, kelembaban udara, temperatur, elevasi, dan tekanan udara yang mengakibatkan curah hujan tinggi, mempengaruhi infiltrasi, genangan, dan kinerja drainase. Penelitian ini menggunakan metode spasial HECRAS untuk mendapatkan area banjir dan genangan diikuti pendekatan Sistem Dinamik (SD). Hasil spasial yang diintegrasi model SD memberikan strategi yang terarah, secara real time. Hasil simulasi HECRAS sepanjang drainase Hilir hingga Hulu terjadi banjir, berkarakter genangan. Solusi drainase longstorage dan di Kampung Pisang dipasang pintu klep drainase sekunder ke primer dan kesepakatan konservasi SDA yang terintegrasi pemeliharaan drainase serta lahan semak belukar menambah DTA. Keuntungan unik dari model HECRAS dan SD adalah program konservasi bekerja maksimal saat mengintervensi infiltrasi sebesar 30%, artinya kinerja konservasi dalam penyelesaian masalah drainase harus dilakukan sebesar 30% dari keseluruhan kegiatan konservasi tersebut. SD mampu membuat simulasi dan solusi secara real time, dimana Submodel berikutnya nilai genangan turun sehingga beban drainase turun, dari kedua sub model tersebut terbukti bahwa nilai rawan banjir turun, dapat selesai pada tahun ke 4, dan tahun berikutnya harus membuat pengembangan solusi sesuai kebutuhan konservasi dan kinerja drainase.
Interpretasi Ukuran Kolom Grouting Geopolymer Menggunakan Metode Resistivitas Sumiyanto, Sumiyanto; Muntohar, Agus Setyo; Wardani, Sri Prabandiyani Retno
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.61831

Abstract

Pada injeksi grouting, ukuran kolom grouting merupakan indikator penting untuk mengevaluasi keberhasilan penyebaran dan sementasi grouting. Pada penelitian di laboratorium, pengukuran kolom grouting dapat dilakukan dengan memisahkan antara kolom grouting dan tanah. Namun demikian, metode ini bersifat merusak dan hanya cocok untuk penelitian, sehingga tidak dapat diterapkan di lapangan. Metode resistivitas bersifat tidak merusak dan berhasil digunakan untuk interpretasi formasi batuan dyke. Formasi dyke ini mempunyai kemiripan dengan kolom grouting, sehingga metode resistivitas berpotensi dikembangkan untuk interpretasi ukuran kolom grouting. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode resistivitas sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan tanah clay shale yang diinjeksi grouting geopolymer. Berdasarkan hasil data pengukuran resistivitas dilakukan inversi untuk menggambarkan profil resistivitas benda uji, menggunakan software Res2dinv. Profil resistivitas pada umur 28 hari menghasilkan interpretasi ukuran kolom grouting yang akurat karena terdapat perbedaan resistivitas yang besar antara tanah dan kolom grouting. Hasil penelitian ini memberikan peluang metode resistivitas untuk kembangkan lebih lanjut sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting dan berpotensi untuk diterapkan di lapangan.
Drivers-Pressures-State-Impact dan Responses sebagai Alternatif Kerangka Penguatan Daya Dukung Lahan Pertanian di Kabupaten Batang Destianto, Rifki; Basuki, Yudi
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.62988

Abstract

Maraknya alih fungsi lahan khususnya dari lahan pertanian ke lahan non pertanian, mendorong pemerintah pusat pada tahun 2019 menerbitkan standar ganda dalam perlindungan lahan pertanian berupa Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Peraturan tersebut kemudian mengatur tentang Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Lahan Sawah yang Dilindungi merupakan lahan baku sawah yang ditetapkan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang melalui sinkronisasi Tim Terpadu Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Pemerintah kemudian melakukan klarifikasi kepada Pemerintah Daerah guna menyepakati luasan lahan sawah dilindungi (LSD). Selanjutnya Peta Lahan Sawah Dilindungi tersebut akan dikendalikan pengintegrasiannya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah masing-masing Kabupaten/Kota sebagai bagian dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang penggunaan lahannya 80% adalah lawan pertanian yang tersebar di masing-masing kecamatan, baik lahan pertanian basah dan lahan pertanian kering. Tentunya hal tersebut akan berbanding lurus dengan hasil produksi tanaman pangan terutama padi, sebagai bahan pangan pokok utama masyarakat Kabupaten Batang. Namun, di sisi lain Kabupaten Batang adalah salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang saat ini sedang berkembang aktivitas industri dengan skala internasional. Dengan adanya fenomena di wilayah Kabupaten Batang tersebut serta sebagai pengendalian terhadap alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Batang perlu diperhatikan terkait daya dukung lahan pertanian. Peneltiian ini menggunakan metode DPSIR dalam sebagai kerangka untuk mengorganisir sebuah informasi dan data tentang kondisi lingkungan hidup.
Comparison of Standard, Tubular, and Banana Swing Arm Designs for Converting Scooter-Type Motorcycles into Electric Vehicles Rahmadi, Apri; Mursalin, Mursalin; Ahmad Bustami, Riyan
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.60146

Abstract

The percentage of motorcycle population in Indonesia reaches 82% of the total number of motorized vehicles. Almost all of these motorcycles are gasoline-powered vehicles, which ultimately consume a significant amount of fossil fuels and contribute to approximately 5% of greenhouse gas emissions. In addressing this issue, the government is promoting a motor vehicle electrification program. Motorcycles are predominantly automatic scooter types, presenting a significant opportunity for the vehicle electrification program. This research aims to design a swing arm used in converting automatic scooter-type motorcycles into electrically powered ones. In this study, three different swing arm designs were created: standard type, tubular type, and banana type. Stress analysis was conducted on these three swing arms under a load of 180 kg. The results indicate that the banana-type swing arm is the best design due to its superior strength and lighter weight. The designed banana swing arm has a weight of only 4.37 kg, experiences von Mises stress of 73.58 MPa, displacement of 0.46 mm, and a safety factor of 2.81
Analisis Optimalisasi Desain pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir - Tempino Seksi 1 Sipahutar, Muhammad Agus Hanafi; Zaman, Badrus; Indriyantho, Bobby Rio
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.64329

Abstract

Jalan Tol Baleno (Bayung Lencir – Tempino) merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera dengan panjang 39 Km yang menjadi kelanjutan dari Tol Betung Pelambang. Adhi-Waskita-Jaya Konstruksi, KSO merupakan kontraktor pelaksana yang dipilih untuk melaksanakan konstruksi Jalan Tol Baleno Seksi 1, dengan total panjang jalan tol 10.525 km. Masa kontrak pelaksanaan Tol Baleno seksi 1 dipercepat yang semula 595 hari menjadi 400 hari. Lokasi main road STA. 116+475 – 116+625 merupakan lokasi interchange dengan jenis pekerjaan yang banyak dan saling berkaitan serta memiliki kondisi tanah lunak. Desain yang paling optimal terhadap biaya dan waktu diperlukan pada lokasi tersebut, sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam masa kontrak yang lebih singkat. Penelitian ini membahas analisis desain pada lokasi main road STA. 116+475 – 116+625 yang terdiri dari analisis kondisi tanah, analisis permodelan dan pembebanan, dan analisis terhadap biaya, waktu, dan metode pelaksanaan untuk mendapatkan desain yang paling optimal. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa desain yang paling optimal untuk diterapkan pada lokasi main road STA. 116+475 – 116+625 adalah menggunakan pile slab. Desain pile slab memiliki biaya pelaksanaan yang lebih rendah dibandingkan dengan alternatif desain yang lain dan bisa lebih cepat dari segi metode dan waktu.
Operational Load on Material Handling Process Stockyard Ship to Port Using Field Tests Sugeng, Sunarso; Ridwan, Mohamad; Khristyson, Samuel Febriary
TEKNIK Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i3.50110

Abstract

Since all equipment needs to be handled correctly, the equipment handling procedure is crucial. in order to ensure the equipment's safe arrival at its destination and to preserve its quality and condition.The method used in this research to analyze the calculation using experiment set with sensor data and observation. Finding the optimal operational load process value during material loading and unloading at the Panjang Port is the aim of this study. From analyze results horizontal direction movement speed of 2 km/h has a pressure value of 37 kPa with a distance of 376 mm from the center end of the pipe being unloaded, across the stress value is at 167 kPa with a stretch distance of less than 300 mm, longitudinal direction of 45 kPa.
Construction Supply Chain Performance Evaluation using The Supply Chain Operations Reference (Scor 12.0) (Case Study: Semarang-Demak Toll Road Project Package 2) Jati, Nugroho Wahyu; Wibowo, Mochamad Agung; Asri, Maulida
TEKNIK Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i3.69211

Abstract

Inefficiencies in construction projects, aside from being caused by poor planning and control, are also attributed to delays in material delivery, especially for critical materials. One of the main causes of these delivery delays is suboptimal supply chain management. Therefore, it is essential to evaluate supply chain performance to identify and address these issues. Supply chain performance evaluation can utilize the SCOR 12.0 model, which has been widely applied in the manufacturing industry. A case study was conducted on the Semarang–Demak Toll Road Project Package 2, focusing on two key materials: precast full slabs and ready-mix concrete. The evaluation of supply chain performance employed the SCOR 12.0 model, which covers dimensions of reliability, responsiveness, agility, costs, and assets, as well as best practices implemented within the project. The research used a qualitative methodology, collecting data through questionnaires designed to assess supply chain performance indicators based on the SCOR 12.0 model, adapted for the construction context, and conducting interviews with project stakeholders and suppliers. The findings from the questionnaires and interviews were used to validate key performance indicators (KPIs), which were then scored on a Likert scale with five levels (5 = excellent, 4 = good, 3 = average, 2 = poor, 1 = very poor). The results of the supply chain performance assessment showed a score of 3.53 (good) for precast full slabs and a score of 3.8 (good) for ready-mix concrete.
Analysis of Energy Use Intensity (EUI) Factors in Government Office Buildings in Tropical Climate: A Case Study in the Ministerial Office Building and the Directorate General of Water Resources Building of The Ministry of Public Works Kusumastuti, Diana; Setyowati, Erni; Sari, Suzanna; Dwiyanto, Agung
TEKNIK Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i3.72798

Abstract

Energy Use Intensity (EUI) is a key indicator for evaluating the energy efficiency of buildings. This study aims to analyze the EUI factors in two government office buildings: the Ministerial Office (MO) building and the Directorate General of Water Resources (DGWR) building of The Ministry of Public Works. Both are located in close proximity and share similar physical characteristics under tropical climate. The EUI is analyzed using the walkthrough audit method as a practical approach for assessing energy performance. The results show that the DGWR Building exhibits higher energy consumption, primarily due to the dominance of cooling loads accounting for 54.13% of the total EUI, compared to 46.54% at the MO building.  There are three main factors contributing to the EUI variation include: (i) heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) system – the water-cooled chiller used in the MO building shows higher efficiency compared to the air-cooled chiller system installed in the DGWR building; (ii) Overall Thermal Transfer Value (OTTV) – although both buildings utilize similar envelope materials, the OTTV value in DGWR building is significantly higher due to its larger window-to-wall ratio (WWR), which increases heat gain through the facade; and (iii) Lighting – while there is no significant difference in total installed lighting power, the higher lighting power density (LPD) in DGWR building contributes to a greater lighting energy load per unit area. Additionally, the implementation of smart lighting systems in MO building contributes to better energy efficiency performance.
Structural Suitability Assessment of Factory Building PT. Suka Sari Mitra Mandiri Semarang Regency Prabowo, Rizal Agung; Antonius, Antonius; Setiyawan, Prabowo
TEKNIK Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i3.66037

Abstract

Assessment and repairs must be carried out if a structure experiences a decrease in structural strength. To restore the performance of the structure and extend the service life of a building structure that has experienced degradation due to damage to some of its structural components, mitigation measures are needed. The purpose of this study was to determine the safety and feasibility of PT's building structure. Suka Sari Mitra Mandiri, Semarang Regency. The analysis method used was to compare the feasibility of the building and building safety with applicable reference standards such as SNI and PermenPU. The results of the analysis that have been carried out obtained the condition of the PT. Suka Sari Mitra Mandiri Building in a safe and prime condition. So it can be concluded that the PT. Suka Sari Mitra Mandiri Building Structure is declared structurally feasible and safe

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 35, No 2 (2014): (Desember 2014) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Volume 28, Nomor 3, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue