cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-I'tibar : Jurnal Pendidikan Islam
Published by STKIP Nurul Huda
ISSN : 25274546     EISSN : 2581222X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Islam Al-I'tibar terbit dua kali setahun pada bulan Pebruari dan Agustus, artikel hasil penelitian dan artikel konseptual tentang Pendidikan Agama Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
Internalisasi Nilai Toleransi Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus Arum Nur Afifah; Iswati; M. Ihsan Dacholfany
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v9i2.1789

Abstract

Nilai toleransi merupakan nilai yang sangat penting yang harus di internalisasikan di sekolah. Nilai toleransi yaitu nilai yang masuk ke dalam nilai karakter yang harus ada dalam diri peserta didik menurut Kemendiknas (Kemendikbud). Keberagaman suku, agama dan ras ada kalanya berpotensi menyebabkan beberapa permasalahan tertentu khususnya dalam bidang pendidikan. Untuk itu lembaga pendidikan memiliki tugas penting dalam menginternalisasikan nilai toleransi di sekolah salah satunya di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus.Tujuan penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui internalisasi nilai toleransi melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus seta faktor pendukung dan faktor penghambatnya Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu siswa menerapkan nilai toleransi dengan cukup baik di sekolah seperti sikap saling menghargai, memahami, menghormati, tidak mencela dan tidak membeda-bedakan agama dan suku. Hal ini di dorong dengan upaya sekolah dengan memberikan program kegiatan yang semua siswa ikut dalam kegiatan tersebut tanpa di beda-bedakan. Keberhasilan juga di capai guru pendidikan agama Islam dengan menginternalisasikan nilai toleransi di kelas dalam proses belajar mengajar menggunakan metode pendekatan kognitif, pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan. Faktor pendukung dari sekolah seperti fasilitas yang memadai. Dan pihak sekolah mampu mengikuti dan menjalankan internalisasi nilai toleransi dengan baik. Faktor penghambat kurang tersedianya tenaga pengajar agama untuk setiap siswa.
Budaya Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri pada Pondok Pesantren Darussalamah Fitri Rohdiana; Suhartono; Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.1843

Abstract

Peenelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darussalamah Muda Sentosa, pada bulan Maret sampai Juli 2022 yang bertujuan : 1) mengetahui bagaimana penerapan budaya pesantren dalam membangun karakter santri di Pondok Pesantren Darussalamah; 2) mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam membangun karakter santri di Pondok Pesantren Darussalamah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa;1) Budaya pesantren dalam bidang keilmuan seperti muwajahah. Bidang akhlak seperti memberikan penanaman perilaku berbicara dengan sopan kepada semua orang terutama kepada orang yang lebih tua darinya. bidang sosial pondok pesantren Darussalamah menerapkannya dengan mengikutsertakan santri dalam setiap kegiatan kemasyarakatan dan saling bergotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren. 2) Faktor pendukung nya yaitu pondok pesantren Darussalamah memiliki sumber daya manusia yang baik, sumber belajar yang memiliki sanad yang jelas dan mudah dipahami, dan lingkungan yang sangat kooperatif. Selain faktor pendukung terdapat faktor penghambatnya, yaitu terdapat beberapa santri yang perlu pembelajaran ekstra dalam memahami materi yang diberikan, terdapat beberapa wali santri yang perlu diberikan pemahaman terhadap beberapa hal yang berkaitan dengan pondok pesantren. Dan keterbatasan pengawasan, yang tidak selalu 24 jam full mengawasi para santri
Peran Kepala Madrasah dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di MTs Darussalamah Muda Sentosa Fitri Rohdianti; Sholeh Hasan; Muhamad Ikhsanudin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.1847

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MTs Darussalamah Muda Sentosa, pada bulan Maret sampai Juli 2022. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui Apa saja karakter-karakter yang diharapkan di MTs Darussalamah Muda Sentosa; (2) Untuk mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam membentukkarakter peserta didik di MTs Darussalamah Muda Sentosa; (3) Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukankarakter peserta didik di MTs Darussalamah Muda Sentosa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif,data dan hasil penelitian yang diperoleh diolah dan dijelaskan berdasarkan deskripsi penulis. Sumber data yang diambil melalui sumber data primer yakni daripengasuh, dewan asatidz, santriwati, dan sumber sekunder yakni diperoleh dari dokumen dan foto-foto yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Darussalamah, Berdasarkan hasil dari penelitian yang disusun oleh Fitri Rohdiantimenunjukkan bahwa:(1) Karakter-karakter yang ditanamkan kepada peserta didik yaitu karakter berakhlakul karimah seperti berbicara yang sopan, Karakter berjiwa sosial tinggi seperti saling tolong menolong, dan karakter taat beragama Islam seperti mengagendakan ibadah sholat Dhuha setiap pagi. (2) Peran Kepala Madrasah dalam pembentukan karakter peserta didiknya yaitu: kepala madrasah merumuskan dan menentukan konsep karakter yang akan ditanamkan ke peserta didiknya yaitu konsep karakter berakhlakuk karimah, kepala madrasah melakukan sosialisasi dan peningkatan tentang karakter berakhlakul karimah dengan menyampaikan pengarahan tentang karakter akhlakul karimah pada forum atau kegiatan yang dijadwalkan madrasah. (3) Faktor pendung dan faktor penghambat dalam proses berjalannya, yaitu faktor pendukung dalam pembentukan karakter peserta didik di MTs Darussalamah Muda Sentosa yaitu Sumber Daya Manusia yang baik, lingkungan madrasah yang berada di lingkungan pondok pesantren menjadi salah satu pendukung dalam pembentukan karakter peserta didik, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya kurangnya peran serta pengawasan orang tua dalam mengawasi anaknya dalam membentuk karakter yang berakhlakul karimah, terkhususnya untuk peserta didik yang tidak tinggal di asrama.
Dinamika Teknologi dalam Pendidikan Agama Islam Unik Hanifah Salsabila; Maulana Shidqi Aghnia; Abid Sholihin; Anggi Pratiwi
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.1912

Abstract

Salah satu unsur dalam pendidikan adalah pengajaran dalam lingkup sekolah, di mana permasalahan dari pendidikan dinilai dari bagaimana kualitas seorang pengajar, keadaan, cara menyampaikan pelajaran dari kurikulum tersebut, serta komposit teknologi dengan model pembelajaran yang di gunakan pendidik sesuai atau tidak untuk peserta didik. Tujuan dalam jurnal ini untuk mengkaji bagaimana peran teknologi dalam proses pembelajaran, kemudian mengkaji seberapa besar pengaruh teknologi dalam metode pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian literature, dengan tujuan memaparkan hasil penelitian berdasarkan dari sumber yang relevan. Hasil dan kesimpulan dalam penulisan ini membuktikan bahwa teknologi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Pada proses pembelajaran pendidikan agama Islam tentu seorang pendidik tidak berorientasi dalam menyampaikan materi agama saja, namun harus mengedepankan upaya untuk memperhatikan nilai-nilai moral agama peserta didik. Salah satu langkah yang dapat menentukannya tentu seorang pendidik harus mengikuti perkembangan teknologi dengan mengkombinasikan strategi dan metode yang sesuai untuk menekankan keterampilan peserta didiknya.
Manajemen Mutu Madrasah Aliyah Swasta di Pondok Pesantren (Studi kasus pada Madrasah Aliyah Al-Ikhlas Pemetung Basuki, Madrasah Aliyah Nurul Huda Sukaraja dan Madrasah Aliyah Sidogede di Kabupaten OKU Timur) Supangat; Aflatun Muchtar; Ismail Sukardi
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.2112

Abstract

Penelitian ini untuk mencari jawaban tentang perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindakan perbaikan mutu madrasah. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik Analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu; Pertama, Perencanaan mutu melibatkan pihak yayasan dan seluruh pengelola. Kedua, Pelaksanaan mutu direncanakan sebelumnya oleh masing-masing madrasah berbentuk isi kurikulum, berupa kurikulum 2013 dan KTSP. Ketiga, Pelaksanaan monitoring dan evaluasi mutu dilakukan secara internal dan eksternal. Keempat, Perbaikan mutu yang dilaksanakan olehi pengelola dan penyelenggara madrasah dalam hal ini pihak yayasan. Dari hasil identifikasi masalah tersebut kemudian dijadikan sebuah alur perbaikan yang nantinya dijadikan persiapan program untuk mewujudkan madrasah lebih bermutu di masa mendatang. Kelima, Manajemen mutu yang diterapkan memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Kesamaannya memiliki kesepakatan bersama untuk senantiasa melakukan pengembangan manajemen mutu untuk menjadi lebih baik. Perbedaan pada standar mutu yang digunakan sesuai dengan rujukan masing-masing yang dipakai berdasarkan latar belakang pendidikan para pengasuh lembaga Pendidikan
Model Pendidikan Multikultural (Telaah Hidden Curiculum di Pondok Buntet Pesantren Cirebon) Vira Rodiatul Maghfiroh; Mohammad Anwar; Miftahul Huda; Renti Yasmar
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.2118

Abstract

Pondok Pesantren Buntet merupakan salah satu pondok tertua di Jawa Barat yang mampu mengaplikaiskan pendidikan multikultural pada santri dan masyarkat sekitar. Pendidikan multikultural harus dipahami bersama dan dipraktekan langsung dalam aktifitas keseharian. Santri yang datang berasal dari penjuru indonesia dan pastinya mereka dari budaya, bahasa, suku, bahkan etnis yang berbeda. Meskipun tidak tertulis (Hidden curriculum), pendidikan multikultural selalu dilakukan oleh santri dan masyarakat sekitar. karena pondok Buntet Pesantren keberadaannya di tengah-tengah penduduk asli atau masyarakat Buntet oleh karena itu santri dan masyarakat dapat bergaul bersosialisasi langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observai langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun peneliti menganalisa data tersebut dengan mereduksi data, menyajikan data dan tahap akhir penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian maka konsep pendidikan multikultural pondok pesantren cirebon ialah menumbuhkan semangat hidup tanpa diskriminasi, intoleransi, dan saling menghargai dalam bingkai keberagaman budaya pada masyarakat plural sedangkan model pendidikan multikultural di pondok buntet pesantren ialah: 1) Forum Musyawarah Kubro, 2) Ngaji kuping, 3) mengapresiasi etnis yang berbeda dan 4) Toleransi.
Urgensi Psikologi Pendidikan Perspektif al-Qur'an dan Sosial Kurnia Fitri Andani; Wahidah Fitriani
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.2120

Abstract

Belajar merupakan proses interaksi subjek belajar dengan lingkungan belajar. Permasalahan yang sering terjadi dalam proses pembelajaran adalah sulitnya membangun jiwa saling mengerti, memahami dan menghargai antara berbagai pihak sebagai unsur pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan urgensi psikologi pendidikan perspektif al-Qur’an dan sosial sebagai yang dipandang sebagai salah satu cara untuk memahami kharakteristik, profil belajar, dan potensi peserta didik secara menyeluruh serta menepis dikotomi keduanya seagai ilmu yang terpisah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pengumpulan data melalui penggalian berbagai literasi yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) psikologi dengan pendidikan atau pembelajaran tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan Islam. Hal ini merupakan manifestasi dari al-Qur’an sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. 2) Terdapat banyak ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan psikologi yang diistilahkan kepada kata nafs dan ruh. Firman Allah Swt dalam al-Qur’an mengungkap pentingnya mempelajari psikologi pendidikan dalam rangka mencapai kepribadian islami mutmainnah. 3) pada aspek sosial, psikologi pendidikan merupakan jembatan dalam interaksi sosial yang lebih baik.
Konsep Implementasi Penguatan Moderasi Beragama Melalui Tripusat Pendidikan Mukti Ali; Firmansyah
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 1 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v10i1.2122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep implementasi penguatan moderasi beragama bagi masyarakat melalui sarana lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan formal, nonformal maupun informal. Penelitian ini berbasis pada studi kepustakaan atas artikel jurnal dan buku yang terkait moderasi beragama dengan membandingkannya pada fakta umum internalisasi pendidikan moderasi beragama di lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan analisis induktif, serta menerapkan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendidikan moderasi beragama melalui tripusat pendidikan dalam kelembagaan formal, nonformal, dan informal sebagai suatu usaha yang bersifat sinergis dan tidak terpisahkan. Dalam hal ini, masing-masing lembaga berkontribusi berdasarkan fungsi dan peranan yang dimilikinya dalam ruang lingkup masing-masing. Lembaga pendidikan menjadi wahana yang sangat efektif dalam upaya penguatan karakter peserta didik yang berwawasan luas, terbuka, dan toleran dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk.
Analisis Etika Berbusana Mahasiswi Prodi PAI Universitas Nurul Huda yang Berbasis Pesantren Kajian Q.S Al-Ahzab Ayat 59 Ipra Adinata; Fa'iza; Risa Firnanda
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 2 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Etika Berbusana Mahasiswa Prodi PAI Universitas Nurul Huda yang Berbasis Pesantren Kajian Q.S Al-Ahzab Ayat 59. Di dalam Universitas yang berbasis pesantren, membicarakan perihal Etika berbusana tentu sangatlah menarik. Terlebih jika ditelaah dari zaman ke zaman, style berbusana terus mengalami perkembangan. Melihat etika berbusana mahasiswi terkhususnya prodi PAI di Universitas Nurul Huda, penulis tertarik untuk mengambil judul ini karena ternyata masih banyak mahasiswi yang kurang kesadarannya terhadap etika berbusana yang sesuai dengan ajaran islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting etika dalam berbusana terkhususnya bagi universitas yang yang berbasis pesantren seperti di Universitas Nurul Huda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa: 1) etika berbusana mahasiswa prodi PAI di Universitas Nurul Huda dapat dikatakan baik khususnya bagi mahasiswi yang bermukim di asrama pesantren. 2) masih ada sebagian mahasiswi yang kurang kesadarannya terhadap etika berbusana, seperti menggunakan setelan pakaian yang kurang lebar, menggunakan style kerudung yang dililitkan atau diikatkan ke leher sehingga tidak menutupi bagian yang seharusnya ditutup. 3) ada beberapa mahasiswi yang ketika berangkat ke kampus menggunakan celana, walaupun tidak ketat tetapi hal itu dapat mengurangi esensi etika dalam berbusana.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlak Siswa Madrasah Diniyah Amaliyatut Taqwa OKU Timur Muhammad Saiful Amin; Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 10 No 2 (2023): : Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ajaran akhlak Rasulullah SAW adalah ajaran akhlak yang terkandung dalam Al-Qur'an dan mengajarkan bagaimana akhlak pribadi berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan. Penelitian ini mengeksplorasi dua tema utama. Pertama, bagaimana upaya para guru dalam meningkatkan moral siswa?" Kedua,  faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat para pengajar dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan semangat siswa? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus yang dilakukan di Madrasah Diniyah Amaliatut Takwa Desa Banuayu BP. Peliung OKU Timur. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data  penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian dapat dijelaskan sesuai dengan fokus penelitian. Jadi, pertama, jawabannya tergantung pada pengakuan para guru dan orang tua dari beberapa siswa tentang status moral siswa Madrasah Diniyah Amaliyatut Takwa. Beberapa mengatakan anak didik memiliki kepribadian yang baik, yang lain mengatakan memiliki kepribadian standar. Namun demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa masih diperlukan perbaikan untuk lebih meningkatkan moral para siswa Madrasah Diniyah Amaliatut Takwa. Kedua, para pengajar dan stakholder Madrasah Diniyah Amaliatut Takwa  lainnya  selalu berusaha untuk meningkatkan moral siswanya. Upaya tersebut antara lain memberikan nasehat, memimpin dengan keteladanan, mendorong  terus belajar untuk meningkatkan moral siswa, serta bekerja sama dengan orang tua dan  masyarakat untuk meningkatkan moral siswa.

Page 10 of 11 | Total Record : 105