cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
KOMPATIBILITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana Vuill. DAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN BABADOTAN UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KEPIK HIJAU DI LABORATORIUM Susi Susanti; Lestari Wibowo; Indriyati Indriyati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.19 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i1.1900

Abstract

Kompatibilitas jamur entomopatogen Beauveria bassiana Vuill. dan pestisida nabati ekstrak daun Ageratum conyzoides untuk mengendalikan hama Nezara viridula. Hama N. viridula merupakan hama penting yang menyerang tanaman kedelai, kacang panjang, dan padi. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan agensia hayati jamur B. bassiana, yang berfungsi sebagai bioinsektisida. Selain jamur entomopatogen, bahan aktif lainnya yang dapat digunakan sebagai bioinsektisida adalah ekstrak tumbuhan seperti ekstrak daunA. conyzoides. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompatibilitas jamur entomopatogen B. bassiana dan pestisida nabati ekstrak daun A. conyzoides terhadap nimfa instar 4 atau 5 N. viridula. Rancangan percobaan yang digunakan untuk menguji daya kecambah, pertumbuhan koloni, dan sporulasi adalah acak lengkap (RAL) dengan 4 ulangan, sedangkan untuk aplikasi kompatibilitas jamur entomopatogen dengan ekstrak daun A. conyzoides menggukan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas N. viridula pada aplikasi tunggalA. conyzoides sebesar 91%, aplikasi tunggalB. bassiana 73%, aplikasiB. bassiana dicampur 1 mlA. conyzoides sebesar 47%, aplikasiB. bassiana dicampur 2 mlA. conyzoides sebesar 64%, aplikasiB. bassiana dicampur 3 ml A. conyzoides sebesar 60% dan kontrol 0 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jamur entomopatogen B. bassiana dengan ekstrak daun A. conyzoides tidak kompatibel.
PEMANFAATAN KITOSAN DAN Trichoderma sp. Rifai. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum gloeosporioides Penz.) PADA BUAH PISANG CAVENDISH Fikriyah Shofiah Mawaddah; Joko Prasetyo; Muhammad Nurdin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.307 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2087

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit pascapanen penting pada buahbuahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kitosan dan Trichoderma sp. dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur C. gloeosporioides secara in vitro dan mengetahui efektifitas kitosan dan Trichoderma sp. terhadap intensitas penyakit antraknosa yang disebabkan oleh C. gloeosporioides pada buah pisang cavendish. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Mei 2013 sampai dengan September 2013. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu kontrol (P0), kitosan (P1), Trichoderma sp. (P2), kombinasi kitosan dan Trichoderma sp. (P3) dan fungisida mankozeb (P4). C. gloeosporioides diperoleh dari isolasi buah pisang yang bergejala antraknosa. Pengujian secara in vitro, perlakuan kitosan konsentrasi 0,75% dicampurkan ke dalam media potato sukrose agar, perlakuan Trichoderma sp. (dual culture method), perlakuan kombinasi kitosan dan Trichoderma sp. dengan mencampurkan kitosan pada media dan dikombinasikan dengan Trichoderma sp. (dual culture method) serta perlakuan fungisida mankozeb konsentrasi 0,1% dicampurkan ke dalam media. Metode tersebut juga digunakan untuk pengujian secara in vivo pada buah pisang. Hasil pengujian secara in vitro, perlakuan kitosan, Trichoderma sp. dan kombinasi kitosan dan Trichoderma sp. efektif menghambat pertumbuhan koloni jamur C. gloeosporioides. Pada uji in vivo, masing-masing perlakuan tidak efektif menghambat intensitas penyakit antraknosa.
EVALUASI FENOTIPE QTL YANG TERSEGREGASI TRANSGRESIF PADA VARIETAS PADI NASIONAL DAN LOKAL DI LINGKUNGAN SAWAH BARU Risky Ramadhana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.583 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan QTL yang muncul pada varietas padi nasional dan lokal di lingkungan sawah baru, untuk mendapatkan peubah yang memiliki ragam genetik dan heritabilitas broad-sense pada padi nasional dan lokal; serta untuk mendapatkan peubah yang dapat digunakan sebagai seleksi tidak langsung pada padi nasional dan lokal. Penelitian ini disusun berdasarkan RKTS (Rancangan Kelompok Teracak Sempurna) dimana masing-masing kelompok diambil 9 sampel tanaman yang dibagi menjadi 3 ulangan dan masing-masing ulangan 3 tanaman. Data pada masing-masing peubah diuji Bartlett dan Levene untuk kehomogenan ragam sebelum di analisis ragam. Bila uji F pada analisis ragam berbeda P  0.05 atau 0.01 dilakukan pemeringkatan varietas padi berdasarkan BNJ0.05. Besarnya ragam genetik dan heritabilitas broad-sense diduga berdasarkan nilai kuadrat nilai tengah harapan pada hasil analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QTL pada tanaman padi muncul pada varietas nasional dan lokal di lingkungan sawah baru, yaitu QTL sudut anakan, QTL tinggi tanaman dan QTL jumlah bulir. Semua peubah yang diamati mampu memberikan perbedaan ragam genetik dan heritabilitas broad-sense, tetapi untuk varietas peubah bobot gabah total tidak memberikan perbedaan, begitu juga untuk QTL peubah jumlah anakan total dan bobot gabah total yang tidak memberikan perbedaan ragam genetik dan heritabilitas broad-sense. Peubah yang dapat dijadikan seleksi tidak langsung adalah jumlah gabah isi.
PENGARUH PEMUPUKAN N, P, DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA KULTIVAR GLADIOL (Gladiolus hybridus L.) Rindang Andam Suri; Tri Dewi Andalasari; Sri Ramadiana; Kushendarto Kushendarto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.717 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i1.1916

Abstract

Bunga gladiol adalah salah satu bunga potong yang paling banyak dicari orang, baik sebagai bunga hias atau untuk perayaan hari besar karena bunga ini sangat menarik perhatian.  Faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya gladiol adalah pemupukan. Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh dengan cepat dan berproduksi dengan baik. Untuk mengoptimalkan produksi bunga potong ini, yaitu dengan menerapkan penggunaan pupuk tunggal yang dikombinasikan. Pada kenyataannya petani gladiol menggunakan pupuk tunggal, namun penggunaan dan  ketersediaannya tidak seideal yang diinginkan.  Teknik ini harus dikembangkan untuk dapat meminimkan pupuk yang mahal serta kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini dan memberikan informasi kepada petani tentang jumlah penggunaan pupuk N, P, dan, K yang tepat pada gladiol. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Gunung Terang, Gg. Swadaya 6 dari bulan Desember 2011 sampai April 2012. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan RKTS  (factorial experiment) dengan dua faktor.  Faktor pertama yaitu kultivar Gladiol yaitu ‘Holland Putih’ (Hw) dan ‘Holland Pink’ (Hp). Faktor kedua adalah aplikasi berbagai campuran pupuk tunggal, yaitu : tanpa pupuk (A0), pupuk NP (Urea dan SP-36) (A1), pupuk NK (Urea dan KCL) (A2),  pupuk PK (SP-36 dan KCL) (A3), dan NPK lengkap (Urea, SP-36, KCL) (A4). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali.  Satuan percobaan dikelompokkan berdasarkan bobot umbi.  Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet dan aditvitas data dengan uji Tukey.  Data diolah menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian pupuk anorganik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi gladiol.  (2) Perbedaan kultivar berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter floret, bobot subang, jumlah subang, diameter subang, bobot basah berangkasan dan bobot kering berangkasan.  Kultivar yang memberikan nilai tertinggi adalah Holland Pink (HP) jika dibandingkan dengan kultivar Holland Putih (HW).  (3) tidak terjadi interaksi antara perbedaan kultivar dengan perlakuan pupuk anorganik terhadap semua peubah pengamatan.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP RESPIRASI RIZOSFER DAN NON RIZOSFER PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Erwinda Meriko; Muhajir Utomo; Henrie Buchari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.423 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2104

Abstract

Kehilangan karbon di sektor pertanian disebabkan oleh cara praktik budidaya yang tidak berkelanjutan. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanpa olah tanah dan pemupukan nitrogen terhadap respirasi rizosfer dan non rizosfer. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan disusun scara faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah sistem olah olah tanah (T) yaitu T0= tanpa olah tanah, T1= olah tanah intensif, faktor kedua adalah dosis pupuk Nitrogen (N), yaitu N0= 0 kg N ha-1, N1= 100 kg N ha-1. Pengamatan dilakukan pada 2 tempat yaitu pada rizosfer dan tanah yang dibatasi oleh paralon yang disebut sebagai non rizosfer yang dilakukan pada -7, 2, 9 hari setelah olah tanah (HSO). Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan additifitas data diuji dengan uji Tukey. Apabila asumsi terpenuhi data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan uji perbedaan nilai tengah menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respirasi rizosfer dan non rizosfer pada sistem tanpa olah tanah lebih rendah dari sistem olah tanah intensif dan respirasi rizosfer pada pemupukan 100 kg N ha-1 lebih tinggi dari pemupukan 0 kg N ha-1. Interaksi pada respirasi non rizosfer antara sistem olah tanah dan pemupukan N terjadi pada -7 dan 2 HSO.
RESPONS TANAMAN RADISH (Raphanus sativus L.) VARIETAS LONG WHITE LCICLE YANG DIPUPUK KNO3 BERBAGAI DOSIS TERHADAP APLIKASI MULSA Bambang Wijonarko; Azlina Heryati Bakrie; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.965 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1932

Abstract

Pada tanaman radish pupuk KNO3 berfungsi untuk membantu meningkatkan proses pembentukan umbi dan mulsa berfungsi untuk menghindari kehilangan air melalui penguapan dan menekan pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pemberian beberapa taraf dosis pupuk KNO3 yang menghasilkan respons terbaik tanaman radish, (2) mengetahui respons tanaman radish akibat aplikasi mulsa, (3) mengetahui respons tanaman radish akibat pemupukan KNO3 berbagai dosis yang diaplikasikan pada lahan dengan mulsa dan tanpa mulsa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kota Bandar Lampung pada bulan Mei hingga Juni 2012. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Teracak Sempurna dengan tiga ulangan. Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (5 x 2). Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu 0 kg ha-1 (K0); 75 kg ha-1 (K1); 150 kg ha-1 (K2); 225 kg ha-1 (K3); dan 300 kg ha-1 (K4). Faktor kedua adalah aplikasi mulsa (M) yang terdiri dari dua taraf yaitu tanpa pemberian mulsa (M0), dan mulsa plastik hitam perak (M1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk KNO3 sampai dosis 300 kg ha-1 belum ada yang menghasilkan respons terbaik tanaman radish. Aplikasi tanpa mulsa memiliki respons/hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan mulsa untuk tanaman radish. Pada dosis KNO3 yang sama, tanpa menggunakan mulsa didapatkan produksi tanaman per petak yang lebih tinggi dari pada menggunakan mulsa.
UJI POTENSI DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI TERHADAP HAMA (Plutella xylostella L.) DI LABORATORIUM Nurhudiman Nurhudiman; Rosma Hasibuan; Agus M. Hariri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.878 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i2.2600

Abstract

Diamond back moth (Plutella xylostella) [Lepidoptera: Plutellalidae] is the most important pest of Brasisca vegetable in many part of area in Indonesia. Pest control of this pest has been relied on the use of synthetic insecticide. However prolog use of insecticide cause ecological and economical problems. There is a need for pest control that are sustainable and eviromentally sound. The use of natural (botanical insecticide) such as Ageratum conyzoides is expected to solve that problem. The objective of this research was to test the capability of goatweed suspension to cause mortality P. xylostella larvae and to measure toxicity level (LC50 and LT50) of Ageratum extract. This research was conduched during Juli 2016- February 2017 in green house and laboratory. The results indicated that all of concentration of goatweed (1-5%) was able to cause mortality onP. xylostella larvae. The lethal concentration for 50% mortality (LC50) value was 2,0254%. While the time need to kill 50% of P. xylostella larva were: 33.31 h, 20.68 h, 21.09 h, 12.65 h, 10.86 h treated by concentration of: 1%, 2%, 3%, 4% and 5% respectively. This study indicated the potential use of Ageratum extract to contol P. xylostella.
PENGARUH KERAPATAN TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Sherly Ardhani Pithaloka; Sunyoto Sunyoto; Muhammad Kamal; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.998 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1948

Abstract

Kerapatan tanaman berkaitan dengan jumlah tanaman per lubang dan per satuan luas yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Salah satu cara pengembangan teknik budidaya sorgum yang dapat diterapkan yaitu dengan pengaturan kerapatan tanaman untuk peningkatan produktivitas sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan tanaman terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum; pengaruh perbedaan varietas pada pertumbuhan dan hasiltanaman sorgum; dan pengaruh interaksi antara kerapatan tanaman dan varietas pada pertumbuhan dan hasil tanamansorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2013. Perlakuan disusun secara faktorial (3x4) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dengan tiga ulangan. Homogenitas ragam antar perlakuan diuji dengan uji Bartlet dan aditivitas data di uji dengan uji Tukey. Bila kedua asumsi ini terpenuhi, maka pemisahan nilai tengah dilakukan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Numbu, Keller dan Wray tidak menunjukan perbedaan pertumbuhan yang nyata, walaupun ketiga varietas tersebut menunjukkan perbedaan pada jumlah biji per tanaman. Varietas Numbu menghasilkanjumlah biji per tanaman 20-44 % lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Keller dan Wray; kerapatan tanaman sangatmempengaruhi pertumbuhan dan komponen hasil tanaman sorgum. Penggunaan kerapatan tanaman tinggi (3 dan 4 tanaman per lubang) dapat memberikan hasil 30-50,5 % lebih tinggi untuk jumlah biji per satuan luas (hektar) dibandingkan dengan penggunaan kerapatan tanaman rendah; pengaruh kerapatan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum tergantung pada varietas. Pada kerapatan tanaman tinggi (3 dan 4 tanaman/lubang) varietas Numbu memiliki bobot biji per tanaman 1560% lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Keller dan Wray.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS CUKA DENGAN PENAMBAHAN LARUTAN BUAH LERAK TERHADAP GULMA Cyperus rotundus, Eleusine indica, DAN Synedrella nodiflora Muhammad Reza Gemilang; Hidayat Pujisiswanto; Nanik Sriyani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.408 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i2.1831

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan dan hasil produksi tanaman. Cuka dapat dimanfaatkan sebagai herbisida karena memiliki mekanisme kerja mirip paraquat dan buah lerak mengandung saponin yang diduga dapat meningkatkan efektivitas cuka. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menguji larutan buah lerak (Sapindus rarak) sebagai ajuvan herbisida untuk meningkatkan efektivitas cuka dalam mengendalikan gulma; 2). Mendapatkan kombinasi campuran cuka dan larutan buah lerak pada konsentrasi cuka yang lebih rendah dari 20% tanpa mengurangi efektivitas dalam mengendalikan gulma. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan April hingga bulan Mei 2016. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah cuka dengan konsentrasi 0, 5, 10, 15, dan 20%. Faktor kedua adalah konsentrasi larutan buah lerak yaitu 0, 2,5, dan 5%. Perlakuan sebanyak 15 perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan 3 jenisgulma sasaran sehingga diperoleh 180 satuan percobaan. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% digunakan untuk menguji nilai tengah antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Penambahan larutan buah lerak 2,5% dan 5% kedalam cuka sebagai ajuvan mampu meningkatkan keracunan terhadap gulma C. rotundus dan E. indica pada konsentrasi cuka 15% ; 2). Kombinasi cuka dan larutan buah lerak dibawah 20% yang memiliki efektivitas yang sama dengan cuka 20% adalah 15% + 2,5% pada gulma C. rotundus dan S. nodiflora yang ditandai dengan menurunnya tingkat kehijauan daun dan bobot kering gulma.
PENGARUH PEMBERIAN BORON TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK MEDIA PADAT Eva Dwi Rahma; Yohannes Cahya Ginting; Azlina Heryati Bakrie
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.91 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1964

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae.  Pemberian unsur hara boron yang tepat dan sesuai, Serta budidaya melalui metode hidroponik di dalam rumah kaca diharapkan mampu menunjang pertumbuhan dan meningkatkan produksi buah.  Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan respons pertumbuhan dan produksi melon, konsentrasi boron terbaik dan pengaruh interaksi antara konsentrasi boron dengan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial 2×5 dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan yang disusun secara duplo.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; terdapat perbedaan respons pertumbuhan dan produksi pada tanaman melon Varietas Action dan Varietas Aramis.  Peubah panjang tanaman, bobot buah, volume dan ketebalan daging buah melon varietas Action lebih tinggi daripada varietas Aramis; pengaruh pemberian boron pada konsentrasi 0,1—1,3 ppm terhadap diameter buah sudah mencapai titik maksimum.  Diameter buah tertinggi diperoleh dari pemberian konsentrasi boron 0,6 ppm yaitu sebesar 14,10 cm; pengaruh pemberian boron pada konsentrasi  0,1—1,3 ppm menghasilkan respons yang berbeda terhadap varietas.  Pada varietas Action, Panjang tanaman tertinggi diperoleh dari pemberian boron 0,7 ppm sebesar 231,73 cm.  Sedangkan varietas Aramis, setiap peningkatan boron 0,3 ppm panjang tanaman mengalami penurunan sebesar 2,01 cm.  Pada varietas Aramis, Bobot buah terbesar diperoleh dari pemberian konsentrasi boron 0,8 ppm yaitu sebesar 1.685 gram.  Setiap peningkatan 0,3 ppm, bobot buah mengalami penurunan sebesar 72,95 gram.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue