cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 24068365     EISSN : 28289935     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 671 Documents
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DAN FOTO PRODUK KATALOG DI ERA DIGITAL Erlistyarini, Yulinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7112

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada tahun 2022 ini memiliki tujuan untuk melakukan pendampingan kegiatan pelatihan (workshop) digital marketing pada UMKM di daerah Gandhekan, Tlogoadi, Sleman Adapun bentuk pendamping dilakukan dalam bentuk pembuatan katalog dair produk batik-batik yang diproduksi. Usaha yan berdiri sejak tahun 2019 dengan membuat berbagai macam motif batik tradisional dalam bentuk Batik Tulis, Batik Kombinasi, dan Batik Cap. Ciri khas karakter dari produk Batik Gandhes adalah melestarikan budaya dan membangun karakter dengan produk batik khas Jogja (Sogan). Selain ini kegiatan digital marketing akan meningkaykan penjualan dan laba, perluasan pangsa pasar, pendalaman loyalitas pelanggan, dan peningkatan keunggulan kompetitif
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI MENJAGA KESEHATAN DAN HIDUP SEHAT DI MASYARAKAT DI DESA GELAM JAYA, PASAR KEMIS, KABUPATEN TANGERANG Anom, Erman; Astagini, Nuria; Ritonga, Jamiluddin; Sanada, Elsilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7198

Abstract

Adapun maksud dari diadakannya kegiatan Pengabdian Masyarakat (abdimas) ini tentunya bermaksud untuk mengedukasi masyarakat daerah sekitar RT 009 Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mereka di kala maraknya pandemi dan juga penyakit baru yang muncul yakni hepatitis dan juga dalam  menjalankan salah satu misi dari kampus yakni Tri Darma Perguruan Tinggi. Di sisi lain, tentunya juga untuk dapat merasakan secara langsung terlibat ke dalam kegiatan atau lingkungan masyarakat baru sehingga dapat membantu masyarakat dan memfasilitasi masyarakat. Adapun tema kegiatan yang kita lakukan selama program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) adalah “Edukasi dan Implementasi Menjaga Kesehatan dan Hidup Sehat di Masyarakat” yang dimana melalui tema ini kami memberikan penyuluhan tentang kesehatan dan bagaimana cara kita menjaga hidup yang sehat yang dikaitkan dengan menjaga kebersihan. Tentunya dalam hal ini, mahasiswa/mahasiswi dilibatkan sebagai problem solver, motivator, fasilitator, dan mengedukasi masyarakat sekitar dengan membahas bagaimana kita mengimplementasikan hidup sehat.
Upaya Mitigasi Bencana di Desa Seberang Teratak Air Hitam Kabupaten Kuantan Singingi Muliawan, Muhammad Arif
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7155

Abstract

 ABSTRAK Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang bertujuan untuk mengurangi dampak buruk yang diakibatkan oleh bencana melalui strategi pencegahan, persiapan, tindakan, dan pemulihan. Mitigasi bencana berperan penting dalam meminimalkan kerugian manusia, ekonomi, dan lingkungan akibat bencana alam. Mitigasi bencana melalui penanaman bibit di hutan merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meminimalkan risiko bencana alam. Dengan penanaman bibit yang sesuai, hutan dapat berperan sebagai pertahanan alami terhadap banjir, tanah longsor, dan erosi tanah. Penanaman bibit di hutan juga dapat meningkatkan keanekaragaman hayati, memperkuat ekosistem, serta mengurangi frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Namun, keberhasilan strategi ini memerlukan perencanaan yang cermat, pemilihan jenis pohon yang sesuai berdasarkan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, penanaman bibit di hutan merupakan langkah penting dalam mitigasi bencana alam dan pemeliharaan lingkungan, yang memiliki dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem.Kata kunci: Mitigasi bencana, lingkungan, penanaman bibit ABSTRACTDisaster mitigation is a series of efforts aimed at reducing the adverse impacts caused by disasters through prevention, preparation, action and recovery strategies. Disaster mitigation plays an important role in minimizing human, economic and environmental losses due to natural disasters. Disaster mitigation through planting seedlings in forests is one of the effective strategies to minimize the risk of natural disasters. By planting appropriate seedlings, forests can act as a natural defense against floods, landslides and soil erosion. Planting seedlings in forests can also increase biodiversity, strengthen ecosystems, and reduce the frequency and intensity of forest fires. However, the success of this strategy requires careful planning and selection of appropriate tree species based on environmental conditions. Therefore, planting seedlings in forests is an important step in natural disaster mitigation and environmental preservation, which has long-term positive impacts on communities and ecosystems.Keywords: Disaster mitigation, environment, seed planting
SOSIALISASI KEBUTUHAN CAIRAN DAN STATUS HIDRASI PADA SISWA-SISWI DI MADRASAH ALIYAH (MA) SWASTA NURUL HIKMAH BANJARBARU Yudistira, Sigit
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7157

Abstract

Air diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sehingga keseimbangan air perlu dipertahankan dengan mengatur jumlah masukan air dan keluaran air yang seimbang. Masa remaja merupakan awal terjadinya proses pembentukan massa otot pada laki-laki dan pembentukan lemak tubuh pada perempuan, serta terjadinya peningkatan aktivitas fisik, sehingga tubuh membutuhkan asupan air yang lebih banyak. Asupan air dari makanan, minuman dan hasil metabolisme yang sesuai dengan kebutuhan air remaja perlu diketahui agar tubuh dapat menggantikan air yang hilang dan terhindar dari masalah dehidrasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada remaja terkait dengan kebutuhan cairan dan status hidrasi agar dapat memenuhi kebutuhan cairan dan mencegah dampak merugikan dari dehidrasi. Pelaksanaan program pengabdian ini dilakukan melalui penyuluhan kebutuhan cairan dan status hidrasi menggunakan poster dalam bentuk x banner. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini siswa-siswi mengerti dan mamahami tentang kebutuhan cairan harian remaja sesuai angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan Kemenkes RI, fungsi cairan bagi tubuh, dampak kekurangan dan kelebihan cairan, serta cara penilaian status hidrasi. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada remaja adalah dengan mengetahui kebutuhan cairan dan cara pengukuran status hidrasi.
KOLABORASI APOTEKER DENGAN MULTIDISIPLIN ILMU DALAM PENGGUNAAN OBAT DAN EDUKASI PHBS DI LOKASI PENGUNGSIAN GEMPA BUMI CIANJUR Hurit, Hermanus Ehe; Nur, Syurya Muhammad; Muda, Cut Alia Keumala; Sauri, Robby Rijal; Nafa, Muhammat Khairun; Setiawan, Agung; Setiawan, Miftahul Ilmy; Putra, Muh Dewa
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7159

Abstract

Gempa bumi yang sering kali terjadi memunculkan permasalahan sosial seperti kerusakan harta benda,memakan korban jiwa, kemiskinan, kelaparan, dan warga yang sakit, baik dari penyakit maupun luka akibat runtuhan serta stress akibat trauma berkepanjangan. Gempa bumi yang terjadi di Cianjur Jawa Barat pada bulan November 2022 berdampak luas pada masyarakat setempat. Tim relawan dari Universitas Esa Unggul yang terdiri dari multidisplin ilmu  yang berkolaborasi menjadi bagian dari penanganan masalah pasca gempa bumi tersebut melalui pelayanan kesehatan dasar dan mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk mencegah penyakit yang akan muncul  pasca  gempa.  Kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  dilakukan  di  desa  Ciputri  dan Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat yang berjarak sekitar 2 km dari pusat gempa. Metode yang digunakan adalah melakukan pelayanan kesehatan kepada korban gempa bumi di lokas pengungsian dan mengedukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Hasil yang diapatkan setelah diberikan pelayanan kesehatan dan edukasi PHBS terlihat dari berkurangnya wabah penyakit yang muncul pasca gempa dan hanya tiga jenis penyakit yaitu diare 3%, ISPA 9,36% dan rhintis alergi 13,48% pada 10 hari pasca gempa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah berbagai penyakit yang muncul pascagempa.Kata kunci : gempa bumi, kolaborasi, PHBS
PEMBERIAN PSIKOTERAPI UNTUK PENANGANAN POST TRAUMATIC DISORDER (PTSD) TERHADAP PENYINTAS WANITA DAN ANAK PADA BENCANA GEMPA BUMI CIANJUR 2022 Fitriani, Arbania
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7183

Abstract

Bencana Gempa Bumi yang terjadi di Cianjur pada 21 November 2022 pukul 13.21 WIB yang berkekuatan 5.6 Mw pada kedalaman 10 KM berpusat Di Cianjur telah membawa banyak korban dan tentu saja trauma baik secara fisik dan Psikologis. Berdasarkan hasil wawancara langsung terhadap penyintas, mereka merasakan trauma berupa rasa takut dan cemas jika ada gerakan tertentu terutama pada malam hari. Mereka juga tidak berani untuk kembali ke rumah meskipun rumah mereka tidak terdampak oleh gempa. Mitra dalam program trauma healing ini adalah warga yang mengungsi di posko pengungsian desa Panembong dan Ciherang Kabupaten Ciajur. Sasaran utama program kemitraan adalah wanita dan anak yang mengalami trauma pasca bencana (post traumatic sydrom/PTSD). Metode yang digunakan adalah melakukan wawancara langsung terhadap penyintas dan jika terdapat keluhan akan diberikan terapi sesuai kebutuhan dari penyintas. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah menurunnya tingkat kecemasan penyintas terhadap sumber stres (stresor) seperti ketakutan dan rasa cemas jika gempa bumi kembali terjadi, takut tertimpa reruntuhan, dan rasa khawatir ketika ada gerakan yang sebenarnya bukan disebabkan oleh gempa bumi. Kata Kunci : Trauma, Psikoterapi, Hipnoterapi, Gempa Bumi, Cianjur
EVALUASI DAN EDUKASI PHBS TERHADAP BAHAYA KEJADIAN DIARE MASA TANGGAP DARURAT BENCANA DI WILAYAH PUSKESMAS PACET, KABUPATEN CIANJUR Fadhilla, Reza; Nur, Syurya Muhammad; Mulyana, Budi; Salsabila, Salsabila; Syahrin, Muhammad Alfi; Arjana, Muhammad Sadan Apta; Azizah, Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7191

Abstract

Tujuan umum kegiatan pengabdian ini adalah mengevaluasi dan memberikan edukasi PHBS terhadap bahaya kejadian diare pada masa tanggap darurat bencana di wilayah Puskesmas Pacet, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sedangkan tujuan khusus antara lain; memberi pemahaman bagaimana hidup bersih dan sehat selama di pengungsian; melakukan pendataan kesehatan dan akomodasi warga selama di pengungsian; membantu penyaluran logistik dan obat- obatan bagi pengungsi; memberikan semangat dan motivasi bagi pengungsi selama masa tanggap darurat. Tahap-tahap kegiatan antara lain: survei dan pengumpulan data; peninjauan dan evaluasi lokasi pengungsian serta edukasi dan sosialisasi PHBS. Dari hasil survei pada lingkungan pengungsian diketahui bahwa kondisi area pengungsian buruk, kotor, dan tingkat sanitasi lingkungan yang tergolong rendah. Area tanah persawahan yang menjadi lokasi pengungsi terlihat berlumpur terlebih lagi ketika turun hujan. Hal ini turut andil dalam menyebabkan terkontaminasinya sumber air lingkungan sekitar. Saluran irigasi persawahan yang terletak di samping tenda-tenda pengungsian merupakan sumber air utama yang digunakan oleh pengungsi untuk kebutuhan sehari-hari. Contohnya, untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan diri (MCK). Dengan kondisi tingkat sanitasi lingkungan yang rendah seperti ini maka potensi kejadian diare akan semakin tinggi. Dalam upaya meningkatkan pemahaman pengungsi akan pentingnya bahaya kejadian diare  maka diberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Pengetahuan ini perlu diedukasi ke pengungsi mengingat dari hasil pengamatan sebagian besar pengetahuan dan pemahaman pengungsi terhadap kesehatan masih sangat rendah. Penjelasan yang diberikan antara lain mengenai pengetahuan dasar PHBS, resiko dan bahaya diare, cara penularan, agen penyebab, dan pengetahuan dasar pengolahan pangan. Kata Kunci: Gempa bumi, diare, sanitasi, PHBS
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI LITERASI MEDIA SOSIAL BE POSITIVE WITHOUT HATE SPEECH PADA KOMUNITAS RUMAH BACA SAHABAT ANAK, RUSUNAWA CAKUNG BARAT, JAKARTA TIMUR Rachmat, Ikbal; Abdurahman, Abdurahman; Febriani, Erna; Sari, Maria Dinda; Handayani, Anita Dwi; Erfiningsih, Erfiningsih; Lisa, Yeslyn
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7194

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bentuk pemahaman/keahlian berupa literasi media sosial, terlebih di tengah derasnya arus informasi, pemberitaan yang belum tentu kebenarannya, maupun yang tidak memiliki nilai positif terlebih yang melakukan ujaran kebencian. Tahap kegiatan ini dimulai dengan berdiskusi untuk memperoleh masukan terkait waktu pelaksanaan, tema, bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan serta pola komunikasi yang sesuai saat kegiatan literasi, dilanjutkan dengan analisa situasi wilayah untuk pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pelatihan teori dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan materi literasi dari media sosial, seperti twitter dan facebook yang umumnya memuat bukan hanya unsur visual namun juga teks yang diberikan kepada para peserta nantinya sebagai bahan baca dilanjutkan dengan kegiatan praktikum berupa diskusi langsung, memberikan contoh browsing/surfing pada media sosial twitter, facebook dan atau instagram yang umum digunakan remaja dan di akhiri dengan kegiatan paska produksi yang meliputi evaluasi dari pelaksanaan kegiatan secara bersama - sama.
Penyuluhan komunikasi kesehatan keluarga pada Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Riau di Pekanbaru Syaras, Dang; Putri, Tania Dwika; Sania, Sinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.6876

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan di Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) cabang Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan masih banyak anggota IKWI Provisi Riau yang masih memerlukan pengetahuan dan informasi tentang kesehatan. Oleh karena itu penulis mengadakan kegiatan PKM tentang Penyuluhan komunikasi kesehatan keluarga pada Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Riau di Pekanbaru. Tujuan kegiatan PKM ini untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan yang dimulai dari lingkungan keluarga, menjaga pola hidup sehat dan mencegah diri dari berbagai penyakit. PKM dilakukan dengan memberikan materi penyuluhan berupa penjelasan mengenai kesehatan keluarga. Sebelum melakukan presentasi tim dosen PKM memberikan pertanyaan secara lisan kepada peserta untuk mengetahui tingkat pengetahuan atau wawasan peserta mengenai kesehatan keluarga. Hanya 10 % peserta kegiatan yang hanya sedikit mengetahui tentang kesehatan keluarga. Setelah kegiatan PKM dilakukan dan tim dosen PKM memberikan post test pertanyaan secara lisan, maka hampir semua peserta (95%) bisa menjawab pertanyaan. Antusiasme peserta selama proses penyuluhan sangat tinggi, hal ini dapat terlihat dari proses interaksi antara Tim dosen saat penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Dalam hal ini tim dosen PKM dapat dikatakan berhasil dalam menyampaikan materi.
PELATIHAN PENYELENGGARAAN MAKANAN DARURAT PADA RELAWAN DI WILAYAH PUSKESMAS PACET, KABUPATEN CIANJUR Mulyani, Erry Yudhya; Arrozi, Muhammad Fachruddin; Ummanah, Ummanah; Wahyuni, Yulia; Fadhilla, Reza; Irianto, Sugeng Eko
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7203

Abstract

Penyelenggaraan makanan darurat di lakukan sebagai salah satu upaya penanggulangan kejadian bencana seperti tanah longsor, banjir, gempa bumi, kebakaran, kemarau panjang dan lainnya. Kegiatan ini dilakukan di bulan November-Desember. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat korban gempa di wilayah Cianjur yang terletak di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet. Adapun subjek utama dalam kegiatan ini adalah relawan yang ditugaskan di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet berjumlah 15 peserta dengan latar belakang gizi dan 5 peserta latar belakang non gizi. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik (observasi). Kegiatan sosialisasi dilakukan selama 60 menit, pemaparan 20 menit dan diskusi 40 menit dengan memberikan materi penyelenggaraan makanan darurat. Kegiatan ini dilakukan berkelompok pada saat pembagian kelompok di lapangan. FGD ini dilakukan selama 30 menit sebelum melakukan pekerjaan dilapangan. Setelahnya, dilakukan evaluasi akhir kegiatan selama 30 menit. Penyelenggaraan dapur umum relawan dengan menyajikan makanan untuk makan utama 3 kali dan 2 kali snack. Malam hari melayani relawan yang secara accidental membutuhkan asupan makan atau minum. Berdasarkan pelatihan didapat adanya peningkatan pengetahuan terhadap manajemen penyelenggaraan makanan darurat untuk tim relawan. Namun demikian, perlu penyesuaian keterbatasan bahan makanan agar dapat memberikan pelayanan makanan darurat yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Dapur-darurat, Edukasi, Penyelenggaran-makanan-darurat, Relawan

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 03 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 04 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 04 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 05 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas More Issue