cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 485 Documents
PELATIHAN MEMASAK MASAKAN KHAS MANADO BERBASIS CAKALANG FUFU BAGI ANGGOTA SML UMKM CENTER DI RAWABUNTU, SERPONG, TANGERANG SELATAN Nonot Yuliantoro; Rudy Pramono; Mathew Dimas; Florencia Hanjani
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10821

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk di bidang kuliner yang berbasis kearifan lokal. Namun, keterbatasan keterampilan teknis dan inovasi produk masih menjadi tantangan utama bagi UMKM kuliner. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan memasak masakan autentik khas Manado, yaitu cakalang fufu rica dan cakalang fufu woku. Kegiatan dilaksanakan di SML UMKM Center Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan dengan melibatkan 20 peserta UMKM kuliner. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui sosialisasi, penyampaian materi, praktik memasak dengan hands-on training, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, di mana 60% peserta hanya mampu menjawab benar 50% soal pada pre-test, namun setelah pelatihan seluruh peserta (100%) dapat menjawab dengan benar pada post-test. Selain itu, peserta mampu mengolah dan menyajikan masakan dengan cita rasa autentik, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengetahuan konseptual dan keterampilan teknis berbasis kuliner lokal dapat meningkatkan kompetensi UMKM sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk tradisional. Dengan demikian, program PKM ini berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM kuliner melalui penguatan kapasitas, diferensiasi produk, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
PENYULUHAN "HOW SAFE IS YOUR FOOD?" DI KOMUNITAS YAYASAN WORLD HARVEST, KARAWACI, TANGERANG [SEMINAR ON “HOW SAFE IS YOUR FOOD?” IN THE COMMUNITY OF WORLD HARVEST FOUNDATION, KARAWACI, TANGERANG] Nuri Arum Anugrahati; Adolf Parhusip
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 2 (2021): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i2.1213

Abstract

Lack of public understanding about the importance of selection of food and good food processing is the background of the community services of Food Technology Department in Even Semester 2017/2018. The counseling entitled "How Safe is Your Food?" will be conducted in the parent community of World Harvest Foundation, Karawaci, Tangerang as a form of awareness of the Department of Food Technology to provide information about the source of the causes of frequent food poisoning, how to choose good food materials, and how to process food that considers hygiene and sanitation rule. The result showed most participants stated the counseling was useful for them although they have been implemented hygiene and sanitation rules in daily activities.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilihan bahan pangan dan cara pengolahan pangan yang baik melatarbelakangi pelaksanaan PkM Program Studi Teknologi Pangan di Semester Genap 2017/2018. Penyuluhan yang berjudul “How Safe is Your Food?” dilaksanakan pada komunitas di Yayasan World Harvest, Karawaci, Tangerang sebagai bentuk kepedulian Program Studi Teknologi Pangan untuk memberikan informasi tentang sumber penyebab keracunan pangan yang sering terjadi, cara memilih bahan pangan yang baik, dan cara mengolah pangan yang memperhatikan kaidah hygiene dan sanitasi. Walaupun sebagian besar peserta telah menerapkan kaidah hygiene dan sanitasi dalam mempersiapkan dan mengolah makanan sehari-hari namun hasil kuesioner menunjukkan 61% peserta yang hadir menyatakan penyuluhan berguna bagi peserta.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN E-MAGAZINE DALAM PEMBELAJARAN KIMIA @SMA NEGERI PINTAR PROVINSI RIAU [SOCIALIZATION AND TRAINING OF E-MAGAZINE MAKING IN CHEMISTRY LEARNING AT SMAN PINTAR, RIAU PROVINCE] Tri Padila Rahmasari; Lani Dwi Kurnia; Gesty Mika Juwani; Adek Diah Murti; Khairu Anugerah P. Putra; Roza Linda
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.1744

Abstract

One of the problems in education is that educators have not been able to prepare innovative teaching materials in accordance with the development of science and technology. Educators are required to provide innovations to increase students’ interest in learning, especially in industrial revolution 4.0. This activity aims to provide understanding and skills to students and teachers in using electronic-based teaching materials and training of e-magazine making in chemistry learning. The activity was carried out at a public senior high school (SMAN Pintar), Riau Province, which is located in the city of Taluk Kuantan. This school is a boarding school that has a good infrastructure and facilities to support the optimization of learning science and technology in the industrial revolution 4.0. The method of implementing this program is to give a socialization about 21st century learning and the use of e-magazine as innovative teaching materials, followed by training and mentoring of teachers in making e-magazine using the Kvisoft Flipbook Maker Pro application. The results of this program are e-magazine products, usage manuals, and review books program. This activity received a positive response from students and teacher of SMAN Pintar Riau Province.Bahasa Indonesia Abstrak: Salah satu masalah dalam dunia Pendidikan adalah pendidik belum bisa menyiapkan materi ajar yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Seiring dengan tuntutan revolusi industri 4.0 yang mengedepankan IT, pendidik dituntut untuk dapat memberikan inovasi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Salah satu inovasi yang bisa digalakkan adalah membuat bahan ajar berbasis IT. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta didik dan guru dalam menggunakan bahan ajar berbasis elektronik melalui sosialisasi dan pelatihan pembuaatn e-magazine dalam pembelajaran kimia. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMAN Pintar Provinsi Riau merupakan sebuah boarding school yang memiliki infrastruktur dan sarana prasaran sudah memadai sehingga diperlukan usaha pengoptimalan IPTEK agar sekolah ini bisa berperan serta dalam revolusi industri 4.0. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi pemberian materi sosialisasi tentang pembelajaran abad 21, penggunaan e-magazine sebagai bahan ajar, pelatihan dan pendampingan guru dalam pembuatan e-magazine menggunakan aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Pro. Hasil kegiatan ini berupa buku panduan program, buku tinjauan program, dan produk e-modul yang dibuat oleh tim EMBER KLASIK serta guru hasil pelatihan. E-magazine adalah modul elektronik yang memiliki tampilan seperti majalah. Kegiatan pengabdian ini memperoleh respon positif dari peserta didik dan guru SMAN Pintar Provinsi Riau. 
PENERAPAN AERATOR JENIS KINCIR UNTUK KEBERLANJUTAN SUPLAI OKSIGEN TERLARUT PADA PERTANIAN TAMBAK UDANG [PENERAPAN AERATOR JENIS KINCIR UNTUK KEBERLANJUTAN SUPLAI OKSIGEN TERLARUT PADA PERTANIAN TAMBAK UDANG [IMPLEMENTATION OF TURBINE TYPE AERATOR FOR SUSTAINABLE SUPPLY OF DISSOLVED OXYGEN FOR SHRIMP FARMING] Iswadi Hasyim Rosma; Azriyenni Azhari Zakri; Abdul Gafar Arsaf; Feblil Huda; Agus Ika Putra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.1759

Abstract

An aerator is a device that utilized to produce dissolved oxygen in water through a diffusion process. Generally, the aerators employed by farmers are operated manually by an operator. The design and utilization of a smart device such as the Zelio Smart Relay is one of the objectives of this article. With the use of smart relays, it is expected that the presence of operator can be eliminated and able to reduce operational cost. The type of aerator discussed in this article is a dual turbine aerator. Each turbine has 6 blades. In order to have the smart relay to operate properly, at least 2 (two) sensors are needed as inputs, namely the light intensity and the temperature sensor. Furthermore, dissolved oxygen levels in water are categorized as high (30 mg / L) if the light intensity is higher than 100,000 lux and the temperature lower than 350 C. It shows in the results that the implementation of aerator has the capabilty to increase dissolved oxygen from 8 mg / L - 14.4 mg / L in 45 minutes, therefore the quantity and the quality of dissolved oxygen required by shrimp farming can be fulfilled properly.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Aerator adalah salah satu alat bantu yang berfungsi untuk memproduksi oksigen terlarut dalam air melalui proses difusi. Sampai saat ini, aerator yang dimanfaatkan oleh para petani pada umumnya masih bersifat manual dengan cara dioperasikan dan dikendalikan oleh tanaga operator (manusia). Perancangan dan pemanfaatan teknologi cerdas seperti Zelio Smart Relay merupakan salah satu bahasan pada artikel ini. Dengan adanya pemanfaatan smart relay tersebut diharapkan pekerjaan operator pada pertanian tambak udang dapat dipermudah dan mampu menekan biaya operasional. Jenis aerator yang dibahas pada artikel ini adalah aerator turbine ganda yang memiliki 6 buah sudu di tiap tiap kincirnya. Agar sistem kendali yang dirancang pada smart relay beroperasi dengan baik, maka diperlukan sedikitnya 2 (dua) buah sensor yaitu sensor intensitas cahaya dan sensor suhu yang terukur pada kolam (air). Selanjutnya kadar oksigen terlarut dalam air dikategorikan tinggi (30 mg/L) apabila intensitas cahaya > 100.000 lux dan untuk suhu < 350 C. Dari hasil penerapan aerator di kolam dapat diketahui bahwa aerator dengan penambahan Zelio Smart Relay ini dapat bekerja sesuai dengan perancangan, yaitu dapat meningkatkan oksigen terlarut dari 8 mg/L - 14.4 mg/L dalam 45 menit, dengan demikian kuantitas oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh pertanian udang dapat dipenuhi dengan baik. 
KELUAR DARI LINGKARAN CSR: CORPORATE SOCIAL ENTREPRENEURSHIP DALAM MENJAWAB TANTANGAN SOSIAL LICENSE TO OPERATE [GETTING OUT FROM THE CIRCLE OF CSR: CORPORATE SOCIAL ENTREPRENEURSHIP IN ANSWERING THE CHALLENGE OF SOCIAL LICENSE TO OPERATE] Vandy Yoga Swara; Erwinton Simatupang
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.1800

Abstract

Many believe that corporate social responsibility (CSR) is able to present social license to operate (SLO) of company’s community and stakeholders. In fact, CSR is not in line with SLO. The root of the problem lies on a CSR approach that differenciates economic and social value. Therefore, pressure, expectation, and need of company’s community and stakeholder will not be able to be met by a corporation despite it has proposed the best CSR programs. Through a series of literature reviews on SLOs and case studies at one company, this article offers an alternative approach to present SLO on business by emphasizing corporate social entrepreneurship (CSE) spirit.
PENINGKATAN AKSES PANGAN BAGI MASYARAKAT PERKOTAAN MELALUI PELATIHAN VERTICAL FARMING DAN PERTANIAN ORGANIK [IMPROVING FOOD ACCESS FOR A MARGINAL URBAN COMMUNITY THROUGH VERTICAL AND ORGANIC FARMING TRAINING] Firman Zulpikar; Abel Gandhy; Warsono El Kiyat
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.1811

Abstract

Housing and business centers are growing rapidly in the urban area. This causes agricultural land and other green lands increasingly narrow due to land conversion. One area affected by land conversion is Lengkong Kulon Village, Tangerang Regency, where most of the agricultural land has been turned into a residential area and business center. This condition has an impact on food availability which is getting lower and environmental quality is declining. To overcome these problems, Surya University, supported by the Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Kemenristekdikti), organized community service activities by pioneering sustainable green villages and adequate nutrition through vertical farming. This program was implemented by the workshop and participatory community. The number of participants involved in this activity was more than 25 people from youth groups concerned about the environment, PKK members, and university students. This activity consisted of three stages: Community awareness building, Vertical and organic farming training, and Providing vertical farming equipment assistance packages. The result of this community service showed that participants knowledge about organic farming and vertical farming increased from 26% to 86% and from 11% to 72%, respectively. In addition, the level of community skills to apply organic farming systems also increased from 15% to 80%, and for vertical farming increased from 7% to 60%. This activity is expected to improve environmental conditions as well as food access for target communities through consumption of sufficients vegetables and fruits grown using the vertical farming system. Bahasa Indonesia Abstrak: Abstrak Pesatnya pembangunan komplek perumahan dan pusat bisnis di perkotaan telah menyebabkan semakin sempitnya lahan pertanian dan lahan hijau lainnya akibat alih fungsi lahan. Salah satu wilayah yang terkena dampak alih fungsi lahan adalah Kampung Lengkong Kulon, Desa Lengkong Kulon, Kabupaten Tangerang di mana sebagian besar lahan pertaniannya telah berubah menjadi kawasan perumahan dan pusat bisnis. Kondisi ini telah berimplikasi pada ketersediaan pangan yang semakin rendah serta kualitas lingkungan yang menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Universitas Surya yang didukung oleh Kementristekdikti menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema rintisan kampung hijau lestari dan cukup gizi melalui vertical farming. Program ini dilaksanakan menggunakan model workshop dan participatory community. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu lebih dari 25 orang, yang berasal dari kelompok pemuda peduli lingkungan, ibu-ibu PKK, anggota posyandu, serta kelompok mahasiswa. Tahapan kegiatan ini meliputi pembangunan kesadaran masyarakat (community awareness), pelatihan vertical farming dan pertanian organik, serta pemberian paket bantuan peralatan vertical farming. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertanian organik dari semula hanya 26% menjadi 86%, sedangkan untuk vertical farming dari semula 11% meningkat menjadi 72%. Tingkat keterampilan masyarakat untuk menerapkan sistem pertanian organik juga meningkat dari semula hanya 15% menjadi 80%, sementara untuk untuk vertical farming dari semula 7% meningkat menjadi 60%. Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi lingkungan serta adanya peningkatan akses pangan bagi masyarakat sasaran melalui konsumsi sayuran dan buahbuahan yang cukup, yang ditanam menggunakan sistem vertical farming.
APLIKASI MATCHA GREEN TEA DAN SARI JERUK LEMON DALAM PRODUKSI SERABI SOLO DI UKM LINCO’S SOLO [MATCHA GREEN TEA AND LEMON JUICE APPLICATION OF SERABI SOLO PRODUCTION IN SME LINCO’S SOLO] Esti Widowati; Gusti Fauza; Rizky Nugrahaningtyas; Dinta Selma Petriani
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2137

Abstract

Serabi Solo is a traditional food made from rice flour, coconut milk, sugar, salt, water and other ingridients. Serabi is round, flat and porous. Coconut milk was used to develop serabi's taste making it sweet and savory. However, rancidity can decrease quality of serabi during shelf life. Mold growth also affects food safety of this perishable food. Serabi Solo is developing as gift that has longer shelf life beside flavor and appearance variations. Concrete solutions to inhibit rancidity were matcha green tea because of poliphenol as an antioxidant. Matcha green tea addition and pasteurization improved Serabi Solo quality and inhibited rancidity. Based on previous research, matcha green tea 1% made Serabi shelf life longer (24,66 hours). Other solution was coconut milk pretreatment. According to previous research, lemon juice pH 3 was used in coconut milk with hurdle technique made Serabi Solo has shelf life longer (32 hours). Therefore, this activity was to introduce matcha green tea 1% and lemon juice pH 3 to extend shelf of Serabi Solo in SME Linco's Solo.Bahasa Indonesia Abstrak: Kue serabi solo merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan santan. Kue ini bulat, pipih dan berpori-pori. Penambahan santan saat memasak serabi membuat serabi terasa manis dan gurih. Namun, santan dalam serabi selain memberikan rasa gurih juga mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. Munculnya aroma dan rasa tengik yang tidak disukai menyebabkan penurunan kualitas dan daya simpan kue serabi. Selain itu, pertumbuhan kapang juga menjadi masalah keamanan pangan pada serabi. Padahal sebagai produk oleh-oleh, serabi diharapkan memiliki umur simpan lebih panjang selain variasi rasa dan tampilan yang menarik dan kekinian. Solusi aplikatif untuk menghambat ketengikan pada kue serabi solo adalah penggunaan matcha green tea karena mengandung polifenol sebagai antioksidan. Penambahan matcha green tea dan perlakuan pasteurisasi pada santan dapat memperbaiki mutu dan mampu menghambat proses ketengikan sehingga dapat memperpanjang umur simpan kue serabi. Hasil dari penelitian sebelumnya, pada uji ketengikan menunjukkan bahwa kue serabi dengan penambahan matcha green tea konsentrasi 1% memiliki umur simpan selama 24,66 jam. Selain penambahan, matcha green tea, upaya memperpanjang umur simpan serabi yaitu dengan mendesain pretreatment santan. Penelitian sebelumnya menggunakan jenis jeruk dan konsentrasi pH asam sitrat yang paling disukai konsumen dan pengaruh serta lama daya simpan serabi dengan pretreatment santan menggunakan teknik hurdle. Serabi yang paling disukai adalah serabi dengan formula pretreatment santan menggunakan air jeruk lemon dengan pH 3 yang memiliki umur simpan 32 jam. Oleh karena itu, pada kegiatan PkM ini mengaplikasikan matcha green tea 1% dan sari jeruk lemon dengan pH 3 untuk meningkatkan umur simpan serabi terhadap variabel ketengikan di UKM Lincos Solo.  
PELATIHAN KOMERSIALISASI KRIYA BAMBU-BATIK INDONESIA JEPANG BAGI MITRA USAHA SAHABAT BAMBU YOGYAKARTA [TRAINING ON COMMERCIALIZATION OF INDONESIAN-JAPANESE BAMBOO-BATIK CRAFTS FOR BUSINESS PARTNER SAHABAT BAMBU YOGYAKARTA] Sabrina O. Sihombing; Rudy Pramono; July Hidayat
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2287

Abstract

Bamboo craft is one of the components of the creative economy that can support the country's economic growth. It's the kind of cooperation needed between the government, academics, business people and the craftsman community so that handicrafts are not only oriented towards the domestic market but can penetrate the export market to obtain higher economic value. Therefore, small industries with innovative products will advance the regional and national economy and eventualy can contribute to the country's foreign exchange when it successfully penetratrates the export market. The product chosen to be developed, namely bamboo-batik craft, already has IPR registration. This training aims to transfer systematic and standardized production system knowledge for bamboo crafts in Yogyakarta. The training was attended by 12 participants of bamboo craftsmen in Rimpak Village, Wonosobo Sapuran Regency. This training was facilitated by Mrs. Takayuki Shimizu from Japan. Participants were taught to craft bamboo combined with batik to become an export-value art object. Based on the results of the evaluation, the participants were impressed with the ability of the facilitator to craft bamboo into a work of art. The result of the training was that the participants' abilities improved in crafting bamboo into art objects. The next stage, the craft of bamboo-batik, will be developed for sale in the domestic handicraft market and penetrate the international market through the stages of the commercialization process as follows: 1) imagination, 2) incubation, 3) demonstration, 4) promotion, and 5) sustainability.Bahasa Indonesia Abstrak:  Abstrak Kerajinan bambu merupakan salah satu komponen ekonomi kreatif yang dapat menudukung pertumbuhan perekonomian negara. Hanya saja, diperlukan kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis dan komunitas pengrajin agar hasil kerajinan tidak hanya berorientasi pada pasar domestik namun bisa menembus pasar ekspor untuk mrndapatkan nilai ekonomis yang tinggai. Oleh karena itu industri kecil dengan produk yang inovatif akan memajukan perekonomian regional, nasional dan akhirnya bisa ikut menyumbang devisa negara ketika berhasil menembus pasar ekspor. Produk yang dipilih untuk dikembangkan, yaitu kriya bambu-batik sudah memiliki pendaftaran HKI. Pelatihan ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan sistem produksi yang sistematis dan terstandarisasi bagi kerajinan bambu di Yogyakarta. Pelatihan diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari pengrajin bambu Desa Rimpak, Kecamatan Sapuran Wonosobo. Pelatihan ini didampingi oleh Mrs. Takayuki Shimuzu dari Jepang. Peserta diajarkan mengolah bambu yang digabungkan dengan batik untuk menjadi benda seni yang bernilai ekspor. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta terkesan dengan kemampuan fasilitator mengolah bambu menjadi sebuah karya seni. Hasil dari mengikuti pelatihan, kemampuan peserta meningkat dalam hal mengolah bambu mejadi benda seni. Tahap selanjutnya, kriya bambu batik akan dikembangkan untuk dijual di pasar kerajinan domestik dan menembus pasar internasional melalui tahapan proses komersialisasisebagaiberikut: (1) imajinasi,(2) inkubasi,(3) demonstrasi,(4) promosi, dan (5) keberlanjutan.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN HERBAL DAN GERAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI SMA ORA ET LABORA TANGERANG SELATAN, BANTEN [TRAINING ON MAKING HERBAL SOAP AND WASHING HANDS WITH SOAP AT ORA ET LABORA HIGH SCHOOL, SOUTH TANGERANG, BANTEN] Dela Rosa; Jessica Novia; Ernestine Arianditha Pranasti; Benny Setiawan; Febbyasi Megawaty
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2341

Abstract

This community service was held for students at Ora et Labora Senior High School in Tangerang, who needed education in using and making organic soap, especialy soap that does not pollute the environment and is also good for washing hands. This activity was completed by holding a training and doing an experiment to make soap using extracts of Nathopanax scultellarium and Piper betel leaves which contain secondary metaboliites compounds with anti-bacterial and antioxidant activities. The aim of this training was to introduce the students to soap ingridients and daily-life applications of medicinal natural products. The soap made is herbal soap with natural anti-bacterial and antioxidant properties. This herbal soap is also easily degradble by natural microbes, so it is safer for environment. The training to make soap can increase student's knowledge at Ora et Labora Senior High School about soap with extras of natural ingredients, the use of soal as an easy way to live a healthy life through the washing-hands-with-soap initiative, and the awarness about the importance of preserving the environment. Bahasa Indonesia Abstrak: PkM ini dilaksanakan bagi siswa Sekolah Menengah Atas Ora et Labora yang memerlukan edukasi pemilihan/penggunaan dan pembuatan sabun yang ramah lingkungan untuk digunakan dalam kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan praktek membuat sabun menggunakan ekstrak daun mangkokan dan daun sirih yang banyak mengandung senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antibakteri and antioksidan. Dalam pelatihan ini, muridmurid dapat mengenal bahan-bahan pembuatan sabun serta mengenal penggunaan bahan alam berkhasiat obat dalam kehidupan sehari-hari. Sabun yang dibuat adalah sabun herbal yang berkhasiat antioksidan dan antimikroba alami. Sabun herbal ini juga mudah didegradasi oleh mikroba alami sehingga lebih aman bagi lingkungan. Pelatihan pembuatan sabun herbal dapat meningkatkan pemahaman siswa menengah atas Ora et Labora tentang sabun dari ekstrak bahan alam, penggunaannya melalui gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai cara mudah hidup sehat, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
PENTINGNYA PENGUASAAN METODE PENELITIAN BAGI GURU [THE IMPORTANCE OF MASTERING RESEARCH METHOD FOR TEACHERS] Niko Sudibjo; Juanna Judith Huliselan; Innocentius Bernarto
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2344

Abstract

The research method is the most essential element in conducting scientific research. Teachers need to master scientific research methods as a prerequisite for writing scientific papers, which are part of improving teachers' quality and professionalism. In addition, scientific research and publications are requirements for applications for promotion of functional ranks and government teacher certification. The aim of this workshop is to help teachers understand quantitative and qualitative research methods. The workshop is carried out through class discussions with the participants. The speaker first presented the material, then continued with a simple guided exercise in the class discussion. The data from the workshop were collected by means of tests to see the participants' understanding of the material and a questionnaire to see the usefulness of the workshop given. Based on the survey results, it was found that this research method workshop was well understood and beneficial to teachers.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Metode penelitian menjadi elemen yang sangat penting dalam membuat penelitian ilmiah. Para guru perlu menguasi metode penelitian ilmiah sebagai bekal menulis karya ilmiah yang termasuk salah satu upaya peningkatan kualitas profesionalisme guru. Lebih lagi, penelitian ilmiah dan publikasi merupakan syarat pengajuan kenaikan jabatan fungsional guru serta sertifikasi. Tujuan dari workshop ini adalah untuk membantu para guru untuk memiliki pengetahuan mengenai metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Workshop dilakukan melalui diskusi kelas dengan peserta. Pembicara terlebih dahulu mempresentasikan materi, kemudian dilanjutkan dengan latihan terbimbing sederhana dalam diskusi kelas. Data hasil workshop dikumpulkan melalui tes untuk melihat pemahaman peserta terhadap materi dan angket untuk melihat kegunaan workshop yang diberikan. Berdasarkan survey angket, diketahui bahwa workshop metode penelitian ini dapat dipahami dengan baik dianggap bermanfaat bagi para guru.