cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
PENGUATAN PERAN GURU MELALUI WORKSHOP CREATIVE PROBLEM SOLVING DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Dewantara, Dewi; Hartini, Sri; Cahyono, Gunawan Rudi; Hutabarat, Putri Pradita; Arifin, M Ilham
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10468

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas manajemen MGMP Fisika Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam meningkatkan kemampuan guru merancang pembelajaran fisika yang berfokus pada keterampilan pemecahan masalah. Program ini merespons temuan awal bahwa 80% guru belum menekankan keterampilan pemecahan masalah, yang berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan: persiapan dan koordinasi dengan MGMP, workshop Creative Problem Solving (CPS), implementasi Learning Management System (LMS), pendampingan penyusunan perangkat ajar, serta perencanaan keberlanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, angket, serta log aktivitas LMS. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata 18 poin pemahaman guru terhadap keterampilan pemecahan masalah, dengan 85% peserta percaya diri mengintegrasikan CPS dalam pembelajaran fisika. Data LMS memperlihatkan partisipasi aktif, di mana 95% guru mengakses materi, 77% mengunggah draft RPP, dan 64% aktif berdiskusi. Capaian ini membuktikan bahwa penguatan manajemen MGMP tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogis guru, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan keberlanjutan pengembangan profesional. Program ini berhasil menghadirkan model pembelajaran fisika yang kontekstual, inovatif, serta berorientasi pada keterampilan pemecahan masalah, dan berpotensi direplikasi pada daerah atau forum mata pelajaran lain.
MODEL KEPERAWATAN KOMUNITAS UNTUK PEREMPUAN DESA DALAM EKONOMI SIRKULAR GALUH Aridamayanti, Bernadetta Germia; Septiany, Maulidya; Noor, Ihya Hazairin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10477

Abstract

Program Sekolah Perempuan GALUH merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Antasan Senor Ilir, Kabupaten Banjar, sebagai upaya penguatan kapasitas perempuan desa dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi rendahnya pengetahuan terkait kesetaraan gender, keterampilan kewirausahaan, serta pemanfaatan potensi lokal berupa limbah kayu dan sekam yang belum bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kewirausahaan, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan komunitas, serta mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular berbasis keperawatan komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan landasan Health Care System Model Betty Neuman melalui 16 kali pertemuan yang mencakup teori (kesetaraan gender, kewirausahaan dasar, pengelolaan limbah, manajemen keuangan, dan pemasaran digital) serta praktik (pembuatan pupuk organik, kerajinan limbah, dan promosi digital). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 41%, dengan capaian tertinggi pada aspek pemasaran digital (+45%). Produk uji coba berupa pupuk organik dan kerajinan berbasis limbah berhasil dihasilkan, serta terbentuk empat kader perempuan sebagai fasilitator lokal. Program ini terbukti efektif memperkuat kapasitas sosial, ekonomi, dan ekologis perempuan desa, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs 1, 4, 5, 8, 12, 13 serta mendukung visi Indonesia Emas 2045. The GALUH Women’s School program represents a form of community service implemented in Antasan Senor Ilir Village, Banjar Regency, aimed at strengthening the capacity of rural women in addressing social, economic, and environmental challenges. The main issues identified include low knowledge of gender equality, limited entrepreneurial skills, and underutilization of local resources such as wood waste and rice husks that hold potential economic value. The objectives of this activity are to enhance entrepreneurial literacy, strengthen women’s roles in community development, and promote the application of circular economy principles grounded in community nursing practice. The method employed was a participatory approach based on Betty Neuman’s Health Care System Model, conducted over 16 sessions comprising both theoretical (gender equality, basic entrepreneurship, waste management, financial management, and digital marketing) and practical components (organic fertilizer production, waste-based crafts, and digital promotion). The results indicated an average increase of 41% in participants’ knowledge, with the highest improvement observed in digital marketing (+45%). Pilot products, including organic fertilizers and waste-based crafts, were successfully developed, and four women facilitators were trained as local cadres. This program has proven effective in enhancing the social, economic, and ecological capacities of rural women while contributing to the achievement of SDGs 1, 4, 5, 8, 12, and 13, and supporting the vision of Golden Indonesia 2045.
EDUKASI DAN KOLABORASI PENANGANAN LIMBAH PLASTIK MELALUI TeeFILIC DI SMP TELKOM BANDUNG UTAMI, AMALIYAH ROHSARI INDAH; Afdhila, Diyana; Pangestu, Septiana Dwika; Holil, Alit Munawar
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10498

Abstract

Program TeeFILIC (The Importance of Collaboration and Education in Addressing Plastic Waste) mengintegrasikan edukasi literasi lingkungan dan aksi partisipatif bertema limbah plastik melalui kemitraan Prodi Teknik Fisika Universitas Telkom dan SMP Telkom Bandung, yang diperkaya inisiatif Aksi Bumi untuk membiasakan pemilahan, kampanye, serta praktik pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Intervensi dirancang berlapis mencakup lokakarya sains plastik dan mikroplastik, demonstrasi pemilahan di sumber, aksi bersih–pilah dengan kantong terlabel, kompetisi poster edukatif, serta klinik kolaborasi guna menyusun rencana tindak lanjut bersama guru dan pengurus siswa. Indikator keberhasilan meliputi tingkat partisipasi pelajar–guru–mahasiswa, rasio volume sampah terpilah organik dan plastik, kualitas materi kampanye, serta komitmen implementasi rutin dan penetapan duta lingkungan. Hasil menunjukkan keterlibatan ratusan siswa dan pendidik, penguatan pemahaman bahaya mikroplastik, serta peningkatan praktik pemilahan yang dibuktikan melalui rekap kantong pada aksi inti dan dokumentasi visual terstandar. Jejaring kolaborasi dan dukungan institusional memungkinkan integrasi modul 2×45 menit ke pembelajaran/ekstrakurikuler dan replikasi ke sekolah jejaring. Kontribusi pada SDGs 4 tercermin dari peningkatan literasi dan praktik belajar aktif, sedangkan SDGs 17 tercapai melalui kemitraan multipihak yang berkelanjutan. Model ini menunjukkan jembatan efektif dari pengetahuan ke perubahan perilaku, dengan potensi skalabilitas dan pelaporan akuntabel di prosiding PKM-CSR. The TeeFILIC (The Importance of Collaboration and Education in Addressing Plastic Waste) program integrates environmental literacy education and participatory plastic waste–themed activities through a partnership between the Physics Engineering Study Program at Telkom University and SMP Telkom Bandung, enhanced by the Earth Action initiative, which emphasizes regular waste sorting, campaigns, and management practices within the school setting. The intervention was structured in multiple stages, including science workshops on plastics and microplastics, on-site waste sorting demonstrations, clean-up actions using labeled waste bags, educational poster competitions, and collaborative clinics to develop follow-up plans with teachers and student leaders. Success indicators included levels of participation of students, teachers, and university mentors; the ratio of sorted organic and plastic waste; the quality of campaign materials produced; ongoing commitment to routines; and the appointment of environmental ambassadors. The results demonstrated the involvement of hundreds of students and educators, a greater understanding of microplastics hazards, and improved waste sorting, as documented by a recap of bag counts during key actions and standardized visual records. Collaborative networking and institutional support enabled the integration of a two-session (2 × 45 minutes) module into both curricular and extracurricular learning, facilitating its replication across partner schools. Contributions to SDG 4 are reflected in the advancement of literacy and active learning practices, while SDG 17 is achieved through sustainable, multi-stakeholder partnerships. This model demonstrates an effective bridge from knowledge to behavioral change, with notable potential for broader implementation and robust accountability in PKM-CSR conferences.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN EDUKASI POLA ASUH BAGI MASYARAKAT DESA PAGERWANGI Cendana, Wiputra; Sibarani, Debora Pratiwi; Kusumah, Indra Praja; Han, Chandra; Siahaan, Hernawati
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10499

Abstract

Dari hasil observasi yang dilakukan, peneliti dan mitra melihat adanya temuan di Desa Pagerwangi, Lembang, yang menunjukkan bahwa masih banyak orangtua belum memahami pentingnya pola asuh dalam membentuk karakter anak. Kegiatan Heart To Serve 2025 hadir sebagai upaya edukatif yang berfokus pada penguatan peran keluarga dalam mendidik anak sejak dini. Pola asuh yang tepat berperan penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kebiasaan hidup sehat, yang berdampak langsung pada kualitas interaksi sosial dan lingkungan masyarakat. Minimnya pemahaman orangtua tentang hal ini dapat menyebabkan kesenjangan nilai, lemahnya kontrol sosial, serta kurangnya teladan positif bagi generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi seputar pola asuh kepada masyarakat Desa Pagerwangi secara komunikatif dan kolaboratif. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh, baik secara emosional, sosial, maupun moral. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana partisipatif bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat melalui interaksi lintas generasi. Luaran yang ditargetkan yaitu sebanyak 80% dari peserta edukasi orangtua menunjukkan peningkatan pemahaman dan kepuasan atas materi pola asuh yang diberikan, sebagaimana diukur melalui evaluasi akhir kegiatan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dalam praktik pengasuhan anak, guna membentuk lingkungan keluarga yang sehat dan masyarakat yang harmonis.
PEMBERDAYAAN MITRA MELALUI PENYERAHAN ALAT DAN PELATIHAN TEKNOLOGI PRODUKSI DI DESA GLEMPANG Astiti, Sarah; Hikmah, Irmayatul; Purnama, Sevia Indah; Audah, Kholis Abdurachim
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10515

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelompok ternak sapi perah dan kelompok ternak madu hutan di Desa Glempang melalui penerapan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas mitra. Intervensi dilakukan melalui penyerahan alat perah susu sapi, alat pembuat yoghurt otomatis, alat pemeras madu, serta alat packaging madu otomatis, disertai pelatihan operasional secara langsung. Pendekatan deskriptif-partisipatif digunakan untuk memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan keterampilan teknis mitra meningkat. Hasil awal menunjukkan bahwa kedua kelompok mitra lebih siap dalam mengoperasikan alat, mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, serta memperoleh mutu produk yang lebih konsisten. Kegiatan ini menjadi tahap awal menuju penguatan kemandirian ekonomi lokal melalui integrasi teknologi secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU DALAM MENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMKS GRESIK BERBASIS EKONOMI KREATIF Yeni Probowati; Priyambudi, Surya; Dwi Elok Indriastuty; Yuli Ermawati
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10516

Abstract

Mitra pada program pemberdayaan ini Adalah teaching factory berupa bakery yang dikelolah oleh SMK Hidayatul Ummah Gresik Jawa Timur. Pengelolaannya masih terbilang kurang sehingga terdapat permasalahan: 1)Belum menjaga keselamatan dan kesehatan produksi; 2)Perlu pengembangan varian produk; 3)Perlu penguatan peralatan modern; 4)Belum merencanakan perhitungan kapasitas produksi dan penyimpanan stok tidak efisien; dan 5)Belum mengintegrasikan teaching factory dengan prinsip ekonomi kreatif, seperti desain produk, branding, atau pemasaran digital. Pelaksanaan kegiatan diantaranya; 1)Peningkatan pengetahuan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 75%; 2) Peningkatan pengetahuan hygiene personal sebesar 75%; 3)Peningkatan kapasitas produksi sebesar 40%; 4)Peningkatan penjualan sebesar 50%; 5)Mempunyai sertifikat Halal dan merk dagang; 6)Tersedianya celemek, penutup kepala, sarung tangan, dan peralatan masak berbahan stainless steel; 7)Peningkatan keterampilan membuat inovasi olahan produk kue sebesar 75%; 8)Peningkatan pengetahuan perencanaan produksi bakery sebesar 70%; 9)Tersedianya penyimpan adonan, freezer mixer, penggiling, dan oven; 10)Peningkatan keterampilan mendesain kemasan sebesar 70%; 11)Peningkatan keterampilan melakukan foto dan video produk melalui handphone sebesar 75%; 12)Peningkatan pengetahuan kewirausahaan sebesar 75%; 13)Peningkatan keterampilan pemasaran media digital sebesar 75%; 14)Peningkatan pengetahuan pengelolaan iklan sosial media sebesar 75%; 15)Tersedianya eCommerce.
PENYULUHAN KEWASPADAAN TERHADAP LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH RAWAN BANJIR DESA PANTAI HAMBAWANG Lia Yulia Budiarti; Yudi Yahya; Aliy Arivin Anward
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10525

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit menular yang dapat dicegah dengan memberikan pengetahuan dan mempromosikan perilaku kesehatan preventif di wilayah berisiko. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang telah dilaksanakan pada masyarakat di lingkungan lahan basah dan wilayah rawan banjir. Tujuan PKM, adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai mengenai kewaspadaan leptospirosis pada masyarakat di Desa Pantai Hambawang. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media poster dan slide edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 responden dan mencegah kejadiaan penyakit menular dan akut. Pada kegiatan ini juga diinformasikan mengenai faktor risiko dan potensi leptospirosis, serta upaya pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kategori baik, dari 20% sebelum penyuluhan menjadi 83,3 % setelah penyuluhan (p-value 0,000<α 0,05). Kesimpulan, penyuluhan mengenai kewaspadaan leptospirosis, dapat mengingkatkan pengetahuan masyakarat dan di wilayah lahan basah bantaran sungai. Diharapkan dengan bekal pengetahuan yang diterimanya, masarakat setempat dapat meminimalisir leptospirosis.
INISIASI PENANGANAN LIMBAH PADAT MELALUI PROGRAM MONITORING CENTER SUSTAINABLE TOURISM OBSERVATORIES (MCSTO) Muhammad, Muhammad; Kardiyati, Endah Nurhaweny; Indawati, Iin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pelaksanaan  Program  Monitoring  Center Sustainable  Tourism Observatories   (MCSTO) hakikatnya adalah upaya untuk menjamin keberlangsungan sumber  daya dan manfaat secara berkelanjutan. Kompleksitas fasilitas, aktivitas dan pelayanan ditujukan sepenuhnya untuk memperhitungkan dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan pada saat ini hingga masa yang akan datang tanpa mengabaikan kebutuhan wisatawan, industri, lingkungan dan masyarakat di destinasi setempat. Tujuan utama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat  melalui program  Monitoring  Center Sustainable  Tourism Observatories   (MCSTO) : bagaimana  pelaksanaan penanganan limbah padat melalui program MCSTO, bagaimana edukasi dan sosialisasi, fasilitasi infrastruktur dan teknologi pengolahan dan monitoring dan evaluasi berkelanjutan kolaborasi dan replikasi dalam penanganan limbah padat melalui program MCSTO.  Metode pelaksanaan  yaitu  Sosialisasi dan Edukasi, Sistem Pemilahan Sampah, Pengolahan Sampah Organik Daur Ulang dan Bank Sampah, dan Kelompok Masyarakat, Pemantauan dan Evaluasi Berkala  melalui   penanganan sampah. Hasil yang diharapkan   yaitu  penanganan limbah padat   berkolaborasi antara  institusi Pendidikan , dunia industri,  dan Organisasi Masyarakat  Muhammadiyah melalui   yaitu Pimpinan Cabang  Aisyah  (PCA)  Kabupaten  Cirebon,  menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis masyarakat, didukung edukasi, fasilitas pemilahan, dan pengolahan limbah, dapat menciptakan  lingkungan sekitar  yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. The implementation practice of the Monitoring Center for Sustainable Tourism Observatories (MCSTO) program is essentially an effort to ensure the sustainability of resources and long-term benefits. The complexity of facilities, activities, and services is fully directed toward considering economic, socio-cultural, and environmental impacts at present and in the future, without neglecting the needs of tourists, the tourism industry, the environment, and local communities at the destination. The main objectives of this community service program through the Monitoring Center for Sustainable Tourism Observatories (MCSTO) are to explore: (1) how solid waste management is implemented through the MCSTO program, (2) how education and community outreach are carried out, (3) how infrastructure and waste processing technologies are facilitated, and (4) how continuous monitoring, evaluation, collaboration, and replication are conducted in solid waste management through the MCSTO program. The methods of implementation include: socialization and education, waste sorting systems, organic waste recycling and waste bank initiatives, community groups, as well as periodic monitoring and evaluation of waste management.
IMPLEMENTASI SI PATUH DENGAN KALENDER EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH REMAJA PUTRI MANDIKAPAU TIMUR Fakhriyah; Muhammad Roif Althaf; Dina Khairina; Nurhalisa Ramadhiani; Rifka Shupia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10598

Abstract

  Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Desa Mandikapau Timur, Kabupaten Banjar. Rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan anemia, meskipun pemerintah telah menetapkan target konsumsi 52 tablet per tahun. Hasil survei menunjukkan hanya sebagian kecil remaja yang rutin mengonsumsi TTD, dengan dukungan keluarga yang juga rendah. Kondisi ini berdampak pada risiko menurunnya konsentrasi belajar, melemahnya daya tahan tubuh, hingga komplikasi kehamilan di masa depan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD melalui inovasi program SI PATUH (Sistem Pengingat dan Edukasi Kepatuhan Minum Obat) berbasis chatbot WhatsApp dan penggunaan kalender pemantauan keluarga. Metode yang digunakan meliputi survei diagnosis komunitas, perencanaan intervensi, implementasi chatbot dan kalender, serta monitoring melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai manfaat TTD, pemahaman efek samping, serta konsistensi konsumsi TTD secara mingguan. Intervensi gabungan berbasis teknologi digital dan dukungan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan prevalensi anemia remaja. Anemia among adolescent girls remains a serious health problem in Indonesia, including in Mandikapau Timur Village, Banjar Regency. Low adherence to consuming Iron-Folic Acid (IFA) tablets is a major barrier to anemia prevention efforts, even though the government has set a target of 52 tablets per year. Survey results show that only a small number of adolescents regularly consume IFA tablets, with low family support as well. This condition increases the risk of decreased learning concentration, weakened immunity, and future pregnancy complications. This community service activity aims to improve IFA consumption adherence through the innovation of the SI PATUH program (Reminder and Education System for Medication Adherence) using a WhatsApp-based chatbot and a family monitoring calendar. The methods used include community diagnostic surveys, intervention planning, implementation of the chatbot and calendar, and monitoring through pre- and post-tests. The results show an increase in adolescents’ knowledge of the benefits of IFA tablets, understanding of side effects, and consistency in weekly IFA consumption. The combined intervention of digital technology and family support proved effective in increasing adherence among adolescent girls. This program has the potential to be replicated in other areas as a promotive and preventive effort to reduce the prevalence of adolescent anemia.
MARKETING PROMOTION ASSISTANCE FOR TRADITIONAL HEALERS IN WONOSOBO IN DEALING WITH CANCER PATIENTS Wahyu Wibowo, Dr. Indiwan Seto; Hereyah, Yoyoh; Wibowo, Claudia Shinta Octa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10802

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan kerap menimbulkan efek samping yang berat, sehingga mendorong masyarakat mencari alternatif pendamping berupa Terapi Komplementer dan Alternatif (TKA) melalui pengobatan tradisional. Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) melalui peran aktif Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI). Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah lemahnya strategi promosi dan komunikasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan promosi para pengobat tradisional di Griya Sehat Hudaya Bhakti, Wonosobo, melalui pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial. Metode yang digunakan ialah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, perencanaan, dan pelatihan pembuatan video promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme pengobat tradisional terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana promosi edukatif dan etis. Implikasinya, strategi promosi digital berbasis konten edukatif dan testimoni dinilai efektif untuk memperluas jangkauan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat eksistensi pengobatan tradisional di era digital.