cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 485 Documents
LITERASI DIGITAL: PENGIMPLEMENTASIAN GOOGLE CLASSROOM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TENAGA PENDIDIK #NGAJARDARIRUMAH [DIGITAL LITERACY: IMPLEMENTATION OF GOOGLE CLASSROOM TO IMPROVE THE ABILITY OF EDUCATORS #NGAJARDARIRUMAH] Pierre Mauritz Sundah; Herman Purba
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2829

Abstract

The Covid-19 pandemic that has occurred in Indonesia since March 2020 indirectly forced educators to switch from face-to-face teaching activities to online activities. Seeing the unrest experienced by educators, especially teachers and lecturers, who are not familiar with online teaching activities, the Online Learning Communication Science study program from Universitas Pelita Harapan held community service activities with the theme of digital literacy that can be followed by educators throughout Indonesia. Google Classroom is a medium that is raised in this activity because of the ease provided through its features even though Google Classroom cannot yet be categorized as a Learning Management System. Moreover, Google Classroom can be obtained for free and can be used through smart devices or computers that have an internet connection. With large-scale social restrictions (PSBB), this activity was held online using the digital platform Zoom Meeting. The result of this activity is that educators experience improved ability and understanding to carry out online teaching activities using Google Classroom such as creating classes, assignments, and quizzes, sharing teaching materials to conduct evaluations in the hope that educators are ready to do #ngajardarirumah.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 secara tidak langsung memaksa para tenaga pendidik untuk beralih dari kegiatan belajar mengajar secara tatap muka menjadi kegiatan secara dalam jaringan (daring). Melihat keresahan yang dialami oleh para tenaga pendidik, khususnya guru dan dosen, yang belum terbiasa dengan kegiatan pengajaran secara daring maka program studi pendidikan jarak jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan mengadakan kegiatan PkM dengan tema literasi digital yang dapat diikuti oleh tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Google Classroom menjadi media yang diangkat dalam kegiatan ini karena kemudahan yang diberikan melalui fitur-fitur yang dimilikinya meskipun Google Classroom belum dapat dikategorikan sebagai sebuah Learning Management System. Selain itu Google Classroom dapat diperoleh secara gratis dan dapat digunakan melalui gawai pintar ataupun komputer yang memiliki koneksi internet. Dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka kegiatan ini diselenggarakan secara daring dengan menggunakan platform digital Zoom Meeting. Hasil dari kegiatan ini adalah tenaga pendidik mengalami peningkatan kemampuan dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring menggunakan Google Classroom seperti membuat kelas, tugas dan kuis, membagikan materi ajar hingga melakukan evaluasi dengan harapan para tenaga pendidik siap untuk melakukan #ngajardarirumah. 
PENGEMBANGAN APLIKASI KEUANGAN DAN PEMASARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT KOTA SURABAYA [THE DEVELOPMENT OF ONLINE FINANCIAL AND MARKETING APPLICATION TO IMPROVE THE COMMUNITY ECONOMY IN SURABAYA] Surya Priyambudi; Yulis Setyowati; Alfi Nugroho
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2831

Abstract

In the era of industry 4.0 technology development various modern food has grew abundantly that boomed and became viral in the community, this is just because that people’s mind set changed on food, their taste became simpler and instantly food. One of the food that become popular nowadays is fruit salad. Fruit salad is some fruits which have cut into pieces flavored with variant mayonnaise. This kind of fruit salad is became one of the most favorite food because it’s tasty. Observation and interview have been conducted in Sumberan, Pakal, Surabaya as the partner of this community service. As stated in observation and interview, the problems of the partner are: 1) Lack of concern on hygienic factors in processing fruit salad; 2) The process of packing fruit salad is not well done properly; 3) Human resources management are not managed well in the distribution of work; 4) Finance Bookkeeping had not conducted at regular intervals; and 5) Marketing and promotion has not yet to empower information technology.Due that problems, the team offered the solution as follows: 1) Supplying hygienic equipment in making fruit salad; 2) supplying an appropriate equipment packaging; 3) Training and workshop to improve packaging design to improve wrapping; 4) Refinement the label design in accordance to ”˜PIRT’ regulation; 5) Training and workshop on human resources management, especially in the work distribution; 6) Training and workshop in finance bookkeeping which use online financial application; 7) Training and workshop on online marketing media for instance Ecommerce, WhatsApp business, Facebook, Instagram etc. The aims of this activity to increase the community economy and to produce hygienic, fresh and tasteful fruit in order to be consumed healthy.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Dalam era perkembangan teknologi industry 4.0, banyak berkembang olahan makanan modern yang merebak di masyarakat, hal ini diakibatkan oleh perubahan pola pikir masyarakat yang menginginkan varian makanan instan, salah satu yang mulai berkembang saat ini adalah salad buah. Salad buah merupakan salahsatu jenis makanan yang merupakan campuran dari potongan buah-buahan diberi varian mayonaise yang disukai banyak kalangan karena lezat dan segar. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada mitra beralamatkan Pakal Sumberan, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Permasalahan pada mitra adalah; 1)Dalam pengolahan salad buah kurang memperdulikan faktor higienitas, 2)Proses pengemasan salad buah belum sempurna, 3)Manajemen SDM tidak dikelola dengan baik dalam pembagian kerja, 4)Pembukuan keuangan tidak dilakukan secara berkala, dan 5)Belum memaksimalkan pemasaran dengan media teknologi informasi. Solusi yang dipergunakan pada mitra adalah; 1)Pengadaan perlengkapan yang higienis dalam pembuatan salad buah, 2)Pengadaan alat pengemasan yang lebih baik, 3) Pelatihan pengemasan agar tampilannya lebih menarik, 4)Perbaikan desain label kemasan dengan menyesuaikan aturan PIRT, 5)Pelatihan pada manajemen SDM terutama dalam pembagian kerja, 6)Pelatihan pembukuan keuangan menggunakan aplikasi keuangan daring, 7)Pelatihan pemasaran menggunakan media daring, seperti: eCommerce, WhatsApp Business, Facebook, Instagram dll. Tujuan dalam kegiatan ini untuk memperbaiki perekonomian masyarakat dan menghasilkan olahan buah segar yang higienis agar sehat untuk dikonsumsi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PERANGKAT DESA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PUBLIK [UTILIZE OF INFORMATION TECHNOLOGY FOR VILLAGE OFFICIALS IN PROVIDING PUBLIC SERVICESUTILIZE OF INFORMATION TECHNOLOGY FOR VILLAGE OFFICIALS IN PROVIDING PUBLIC SERVICES] Ni Ketut Dewi Ari Jayanti; Gde Sastrawangsa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2865

Abstract

One of the government's efforts to improve public services is through the development of a digital village program, to make the village a development area that empowers people with information technology facilities. Guwang Village is one of the villages that is already connected to ICT but has not implemented a digital village program. The problems faced are (1) Limited knowledge in applying information technology to provide optimal public services, (2) Limited resources, and (3) Village officials do not have the knowledge and ability to implement the SID. Through this community service program the solutions provided are (1) Counseling about the application of information technology in providing public services, (2) Counseling about digital village programs and SID, (3) Application of digital villages through OpenSID and (4) Training and mentoring use of OpenSID in the form of the Guwang Village website. The purpose of this community service is to provide knowledge in providing public services by applying information technology. Methods of implementing community service activities with counseling and training. The results achieved, as many as 91% of participants understood the application of information technology in providing public services and as many as 84% understood about digital village programs and OpenSID.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik adalah melalui pengembangan program desa digital. Program desa digital merupakan program untuk menjadikan desa sebagai wilayah pembangunan yang memberdayakan masyarakat dengan sarana teknologi informasi. Desa Guwang yang berlokasi di Kabupaten Gianyar merupakan salah satu desa yang sudah terhubung dengan TIK namun belum menerapkan program desa digital. Permasalahan yang dihadapi Desa Guwang adalah (1)Keterbatasan pengetahuan perangkat desa dalam menerapkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan publik yang optimal, (2)Keterbatasan sumber daya, serta (3)Perangkat desa belum memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menerapkan Sistem Informasi Desa (SID). Melalui program pengabdian ini solusi yang diberikan adalah (1)Penyuluhan tentang penerapan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan publik, (2)Penyuluhan tentang program desa digital dan SID, (3)Penerapan desa digital melalui SID berbasis open source dan (4)Pelatihan dan pendampingan penggunaan SID berupa website Desa Guwang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada perangkat desa dalam memberikan pelayanan publik dengan menerapkan teknologi informasi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini sebanyak 91% peserta memahami penerapan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan publik serta sebanyak 84% memahami tentang program desa digital dan Sistem Informasi Desa (SID) berbasis open source.
IMPLEMENTASI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DI IMMANUEL BONANG [THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL MATHEMATICS TEACHING LEARNING IN IMMANUEL BONANG] Oce Datu Appulembang; Kurnia Putri-Sepdikasari Dirgantoro; Jacob Stevy Seleky
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2866

Abstract

Guidance and assistance in learning are necessary for every child, whether it is for the students who have attended school or not. Most of the parents who live in the Bonang area can not fulfill this activity. Parents who have not be able to accompany their children in learning after school are caused several factors, namely cognitive inability of parents, the busyness of parents in work, and the inability of parents economically to send their children to learning center, and some are even do not trust some learning center. Mathematics education students are prepared in the field of school mathematics teaching and learning expertise. For them, this activity is a valuable opportunity to gain teaching experience, as well as learning to implement the theories that have been learned, both in terms of pedagogy and mathematics. The purpose of this community is as a place to synchronize students’ need to implement their learning practices with the needs of schoolchildren around Bonang. The activity is in the form of assistance at one of the residents’ houses in Bonang. The benefits of this assistance activity are felt by all parties, schoolchildren as learning participants receive learning guidance in terms of cognitive and character, parents who are assisted and feel happy to see children's development in education, and the tutors can directly learn to implement knowledge and practice teaching.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Bimbingan dan pendampingan belajar diperlukan oleh setiap anak, baik yang bersekolah maupun yang tidak bersekolah. Kegiatan tersebut belum dapat dipenuhi oleh sebagian besar orang tua yang berdomisili di daerah Bonang. Orang tua yang belum dapat mendampingi anak-anaknya dalam belajar sepulang sekolah disebabkan oleh beberapa faktor yaitu ketidakmampuan orang tua secara kognitif, kesibukan orang tua dalam bekerja dan ketidakmampuan orang tua secara ekonomi untuk mengikutsertakan anaknya di dalam bimbingan belajar yang bersifat komersial, bahkan ada yang kurang percaya pada bimbingan belajar tertentu. Mahasiswa pendidikan matematika dipersiapkan pada bidang keahlian belajar mengajar matematika sekolah. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut merupakan kesempatan yang berharga untuk mendapatkan pengalaman mengajar, sekaligus belajar untuk mengimplementasikan teori yang sudah dipelajari, baik dari segi pedagogy maupun keilmuan matematika. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah untuk mensinkronisasikan kebutuhan mahasiswa untuk mengimplementasikan praktik pembelajaran mereka dengan kebutuhan anak sekolah di sekitar Bonang. Adapun kegiatan bimbingan belajar tersebut diselenggarakan di rumah salah satu warga di Bonang. Manfaat kegiatan bimbingan belajar ini dirasakan oleh semua pihak, anak-anak sekolah sebagai peserta belajar mendapatkan bimbingan belajar dari segi koginitif dan karakter, orangtua yang terbantukan dan merasa bahagia melihat perkembangan anak dalam pendidikan dan mahasiswa pendidikan matematika yang menjadi tutor dapat secara langsung belajar mengimplementasikan ilmu dan praktek mengajarnya.
PELATIHAN POSITIVE EXPECTATION BAGI GURU SEKOLAH MARDI YUANA CILEGON UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN [POSITIVE EXPECTATION TRAINING FOR TEACHERS IN MARDI YUANA CILEGON SCHOOL TO ACHIEVE LEARNING OBJECTIVE] Bertha Natalina Silitonga; Juniriang Zendrato; Asih Enggar Susanti; Juliana Suhindro Putra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2867

Abstract

Teachers of Mardi Yuana Cilegon School have gaps in all areas of teaching, namely: 1) Affection domain, where the teacher appears dominant in dealing with students, fellow teachers, parents, and leaders; 2) Psychomotor domain, where the affection problem has an impact on class management skills (the teacher arranges the class according to his own will without thinking about the learning objectives); 3) Cognitive domain, where affection problems also have an impact on the preparation of lesson plan (teachers feel that they have mastered the subject matter so they are not interested in learning anymore). Because impactful learning is heart-to-heart, this teacher training is focused on managing affection (positive expectation) to support classroom teaching. Thus, the aim of this training is to introduce and train teachers to practice effective affection management. This training was held eight times (January-April 2019) with seventy teachers from kindergarten to junior high school at Mardi Yuana Cilegon School. The teacher training materials provided are: 1) The importance of having positive expectations; 2) How to help students succeed; 3) How to appear in class; 4) How to make students interested in learning; 5) How to increase students' positive behavior. The result of observations during learning is that the teachers look enthusiastic about learning new things. The result of the implementation evaluation shows an increase in teacher understanding of positive expectations in the learning process.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Guru Sekolah Mardi Yuana Cilegon memiliki kesenjangan di semua ranah pengajaran, yaitu: 1) Ranah afeksi, dimana guru tampak dominan di dalam berelasi dengan siswa, sesama guru, orangtua, dan pimpinan; 2) Ranah psikomotorik, dimana masalah afeksi tersebut berdampak pada keterampilan pengelolaan kelas (guru mengatur kelas menurut keinginannya sendiri tanpa memikirkan tujuan pembelajaran yang ada); 3) Ranah kognitif, dimana masalah afeksi juga berdampak pada penyusunan rencana pembelajaran (guru merasa sudah menguasai materi pelajaran sehingga tidak berminat untuk belajar lagi). Oleh karena pembelajaran yang berdampak adalah dari hati ke hati, maka pelatihan guru ini difokuskan pada pengelolaan afeksi (positive expectation) untuk mendukung pengajaran di kelas. Sehingga, tujuan pelatihan ini adalah memperkenalkan dan melatihkan praktik-praktik pengelolaan afeksi yang efektif kepada guru. Pelatihan ini diadakan sebanyak delapan kali (Januari-April 2019) dengan peserta sebanyak tujuh puluh orang guru dari TK-SMP di sekolah Mardi Yuana Cilegon. Materi pelatihan guru yang diberikan adalah: 1) Pentingnya memiliki ekspekstasi positif; 2) Bagaimana membantu siswa agar berhasil; 3) Bagaimana berpenampilan di kelas; 4) Bagaimana membuat siswa tertarik untuk belajar; 5) Bagaimana meningkatkan perilaku positif siswa. Hasil pengamatan selama pembelajaran adalah para guru terlihat antusias mempelajari hal baru. Hasil evaluasi pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai positive expectation di dalam proses pembelajaran.  
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA RANDUPADANGAN KABUPATEN GRESIK MELALUI PENGOLAHAN SUSU SAPI (CHU-CHU) [COMMUNITY ECONOMIC EMPOWERMENT OF RANDUPADANGAN VILLAGE, GRESIK DISTRICT THROUGH COW MILK PROCESSING (CHU-CHU)] Joko Slamet; Surya Priyambudi; M. Iqbal Firdiyansah; Indah Darojatil Hikmah; Soraya Firdaus Al Zain
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.2910

Abstract

Randupadangan Village has the potential to produce cow's milk according to the 2018 civil registry data which can be developed for the welfare of community. Cow's milk production reaches 60 liters/day which is obtained from Mr. Sulaiman. Cow's milk that has been sold is pure has a lower economic value of Rp. 5,000/liters so that the processing of cow's milk into Chu-Chu's processed products, namely milk of various flavors, is expected to increase economic value. Through community service activities in Village carried out by PKK mothers and housewives in RT 18, which has 15 members assisted to process cow's milk into products of higher selling value for household economic independence and creating jobs for the people. Through the empowerment that is carried out, this solution assistance is expected to be able to balance the needs of the household economy. The method used this empowerment is FGD, socialization, practice, making modules and forming community. The measured results are based on indicators the level of knowledge, action and income taken pre-test & post-test, the percentage increase is 67%. The results of the data discussion show that the community service program implemented in Randupadangan Village is quite effective in increasing economic value. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Desa Randupadanganan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik memiliki potensi penghasil susu sapi menurut data catatan sipil tahun 2018 yang dapat dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Produksi susu sapi mencapai 60 liter per hari yang didapat dari peternakan sapi perah milik bapak Sulaiman. Susu sapi yang selama ini dijual murni memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah Rp. 5.000,- per liter sehingga pengolahan susu sapi menjadi produk olahan Chu-Chu yakni susu aneka rasa yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Randupadanganan yang dilakukan oleh ibu PKK dan ibu rumah tangga di RT 18 yang memiliki anggota 15 orang didampingi untuk mengolah susu sapi menjadi produk bernilai jual lebih tinggi guna kemandirian ekonomi rumah tangga dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Randupadanganan. Melalui pemberdayaan yang dilakukan pendampingan solusi tersebut diharapkan mampu mengimbangi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Metode  yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah FGD (Focus Group Discussion), sosialisasi, praktek, pembuatan modul dan membentuk komunitas. Hasil yang diukur berdasarkan indikator tingkat pengetahuan, tindakan dan penghasilan yang dilakukan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) prosentase peningkatan sebesar 67%. Hasil pembahasan data menunjukkan bahwa program pengabdian yang dilaksanakan di Desa Randupadanganan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik cukup efektif dalam meningkatkan nilai ekonomisnya. 
PEMBERSIHAN DANAU KELAPA DUA DARI GULMA ECENG GONDOK DAN PENGOLAHANNYA SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK KERAJINAN TANGAN [WATER HYACINTH: CLEARING THEM FROM KELAPA DUA LAKE AND UTILIZING THEM FOR HANDICRAFTS] Karnelasatri - Karnelasatri; Rieswan Pangawira Kurnia; Junius Hardy
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2915

Abstract

Kelapa Dua Lake is important for the local community as a water catchment and reservoir. At certain times of the year, water hyacinth grown and spread rapidly due to the lake's high nutrient content, including nitrogen, phosphate, and potassium. These are indicators of pollution from the surrounding populated areas. Inappropriate and poorly timed countermeasures against this invasive species have had many negative effects. One countermeasure that could work, however, is harvesting the water hyacinth as a raw material for handicrafts. A joint team of lecturers, UPH service learning, students, a team from the National Disaster Management Agency (BNPB), the Indonesian local government, and local resident carried out a collaborative event to clear one section of Kelapa Lake of both water hyacinth and plastic waste. A numbers of water hyacinth were collected and then processed as a basic material for handicraft products. These handicraft products were then exhibited at an environmental education concert attended by invited guests, including representatives of the Kelapa Dua local government. This event is expected to provide new information about the processing and use of water hyacinth, highlighting its economic value and encouraging more positive activities to decrease water hyacinth and protect the environment.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Danau Kelapa Dua merupakan danau yang sangat penting bagi masyarakat setempat sebagai tempat resapan dan tampungan air. Pertumbuhan eceng gondok di danau ini cukup cepat pada masa waktu tertentu karena adanya kemungkinan air danau yang memiliki kandungan nutrien tinggi seperti nitrogen, fosfat, dan potasium. Oleh sebab itu, invasi eceng gondok pada danau ini menjadi salah satu indikator pencemaran air dari berbagai aktivitas warga di sekitarnya. Penanggulangan yang terlambat dan kurang tepat terhadap invasi eceng gondok memberikan banyak dampak negatif. Salah satu pengontrolan invasi eceng gondok dapat dilakukan dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku kerajinan tangan. Kegiatan gotong royong membersihkan eceng gondok dan sampah plastik pada salah satu area danau Kelapa Dua telah dilakukan oleh gabungan tim dosen, service learning UPH, mahasiswa dari berbagai jurusan, tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah dan warga setempat. Setelah kegiatan gotong royong, sejumlah eceng gondok yang dikumpulkan kemudian diolah sebagai bahan dasar produk kerajinan tangan. Berbagai produk kerajinan tangan kemudian dipamerkan pada konser musik edukasi lingkungan. Presentasi produk disaksikan oleh tamu-tamu undangan konser termasuk perwakilan pemerintah daerah Kelapa Dua. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang pengolahan eceng gondok agar bernilai ekonomis serta melakukan kegiatan positif untuk menjaga lingkungan.
DAMPAK PANDEMI COVID-19, EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN SEBAGAI STRATEGI EKONOMI BERGERAK DAN MELEK TEKNOLOGI PADA PASAR SUBUH TRADISIONAL DESA KERTAK HANYAR 2 [PANDEMIC IMPACT OF COVID-19, EDUCATION OF HEALTH PROTOCOLS AS A MOBILE ECONOMIC STRATEGY AND TECHNOLOGICAL LITERATURE ON TRADITIONAL EARLY MORNING MARKETS OF KERTAK HANYAR VILLAGE 2] Darini Kurniawati; Muhammad Zulfadhilah; Karlina Karlina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.2936

Abstract

The impact of the COVID-19 pandemic is deeply felt by the community, especially in socio-cultural and economic life. Based on the results of observations and interviews with traders, there has been a 60% decrease in sales at the early morning market (Pasar Subuh), Kertak Hanyar 2 Village, Banjar Regency, South Kalimantan. The residents of the dawn market have known about the COVID-19 pandemic through electronic media, but they still lack awareness in complying with the health protocol rules established by the government. Health protocol facilities are also not yet available. The dedication aims to improve the economy in the market at dawn but by adhering to health protocols to prevent the spread of COVID-19. This service was carried out together with the village head by disseminating health protocols and interviews with traders and buyers, providing masks and providing means of washing hands and soap. The result of the activity is the installation of health protocol education banners, traders using masks, the distance between traders is at least 1 meter and using hand washing facilities for buyers and traders at the market entrance. The socio-cultural and economic life of the people at Subuh Market are moving again with a sense of security. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Dampak pandemi COVID-19 sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya kehidupan sosial budaya dan ekonomi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pedagang, telah terjadi penurunan penjualan 60% di Pasar Subuh Desa Kertak Hanyar 2 Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Warga pasar subuh telah mengetahui adanya pandemi COVID-19 ini melalui media elektronik, namun masih kurangnya kesadaran dalam mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Sarana protokol kesehatan juga belum tersedia. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di pasar subuh tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pengabdian ini dilakukan bersama dengan kepala desa dengan melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan wawancara kepada pedagang dan pembeli, pemberian masker dan penyediaan sarana alat cuci tangan dan sabun. Hasil dari kegiatan adalah terpasangnya spanduk edukasi protokol kesehatan, pedagang menggunakan masker, jarak antar pedagang minimal 1meter dan menggunakan sarana cuci tangan untuk pembeli dan pedagang pada pintu masuk pasar. Kehidupan sosial budaya serta perekonomian masyarakat di Pasar Subuh bergerak kembali dengan rasa aman. 
PELATIHAN PEMBUATAN TABIR SURYA ANTI-UV PELINDUNG KULIT BERBASIS ALGAE COKLAT KEPADA PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT DI TELUK EKAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 [TRAINING OF BROWN ALGAE ANTI-UV SUNSCREEN PROCESSING TECHNIQUE FOR SEAWEED FARMERS IN EKAS BAY DURING COVID-19 PANDEMIC] Anggit L. Sunarwidhi; Ni Wayan Riyani Martyasari; Eka Sunarwidhi Prasedya; Sri Widyastuti; Haji Sunarpi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.2950

Abstract

Exposure to ultraviolet (UV) light provides high effectiveness in inhibiting germs, bacteria and the Sars-Cov 2 virus that causes Corona Virus Disease-19 (COVID-19). However, due to the depletion of the ozone layer which acts to ward off short wave radiation, there is an increase of UV light radiation amount that reaches the earth's surface. As a result, human skin is exposed to UV radiation which can cause premature skin aging and even skin cancer. Researchers claim that brown algae contain anti-UV compounds that can absorb UV radiation. Therefore, it has been developed a skin protection cream based on brown algae seaweed that can protect human skin from exposure to UV radiation. This article reports on the introduction and training of how to produce anti-UV sunscreen for seaweed farmers who faces high intensity sun exposure on a daily basis. Participants were 20 person (wives and children of the farmers). In this training, video tutorial of making cream was played following with demonstration of making cream by the participants. After the training, it is hoped that the farmers wives and children will be able to produce this anti-UV sunscreen that was not for self-used to protection against UV radiation exposure, but could also for sale to increase the income of coastal communities during the COVID-19 pandemic. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan efektivitas yang tinggi dalam penghambatan kuman, bakteri hingga virus Sars-Cov 2 penyebab Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Namun karena menipisnya lapisan ozon yang berperan menangkal radiasi gelombang pendek, maka radiasi akibat sinar UV sampai ke permukaan bumi. Akibatnya, kulit manusia terpapar radiasi UV yang dapat menyebabkan penuaan kulit secara dini dan bahkan kanker kulit. Para peneliti menyatakan bahwa algae coklat mengandung senyawa anti-UV yang dapat menyerap radiasi ultra violet. Karena itu, telah dikembangkan krim pelindung kulit berbasis rumput laut alga coklat yang dapat melindungi kulit manusia dari paparan radiasi UV. Artikel ini melaporkan pengenalan dan pelatihan cara pembuatan krim anti-UV kepada pembudidaya rumput laut yang sehari-hari harus berhadapan dengan terpaan matahari berintensitas tinggi. Hadir sejumlah 20 orang (para istri dan anak-anak pembudi daya). Dalam pelatihan ini diputarkan video tutorial membuat krim yang kemudian diikuti dengan demonstrasi membuat krim.  Setelah pelatihan, diharapkan para istri dan anak pembudidaya dapat memproduksi krim anti-UV yang tidak saja dapat digunakan sendiri sebagai perlindung terhadap paparan radiasi UV, melainkan juga dapat dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir pada masa pandemi COVID-19. 
PELATIHAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN DI TANGERANG, BANTEN [WORKSHOP ON HYGIENE AND HEALTH CARE AT TANGERANG, BANTEN] Marcelia Sugata; Astia Sanjaya; Hans Victor; Reinhard Pinontoan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.3054

Abstract

Health is closely related to hygiene and nutritious food consumption. However, the practice of monitoring personal hygiene and consuming nutritious food has not been carried out properly, especially among elementary school students. Therefore, this community service activity (PKM) aimed to increase children's awareness about the importance of proper hygiene practices and the importance of adequate nutritional intake. Besides paying attention to personal hygiene, children also need to be aware to environmental hygiene, for example by reducing plastic waste and utilizing organic waste for composting. To achieve this goal, this PKM was divided into two sessions, one session was about counseling on personal hygiene and health for elementary school students in grade 1, while another session was about composting training for elementary school students in grades 5-6. The results of the survey conducted before and after the activity showed that this counseling was successfully increase the awareness of students about the good practice of maintaining personal hygiene and health. In addition, composting training provided students with knowledge and understanding that composting does not require special skills; but requires considerable effort and time. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kesehatan sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan konsumsi makanan bergizi. Namun, seringkali praktek menjaga kebersihan diri dan mengonsumsi makanan bergizi belum dilakukan secara baik dan benar, terutama di kalangan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya praktek kebersihan yang benar serta pentingnya asupan gizi yang cukup. Selain memperhatikan kebersihan diri, anak-anak juga perlu diajarkan untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, misalnya dengan mengurangi sampah plastik dan memanfatkan sampah organik untuk pembuatan kompos. Untuk mencapai tujuan tersebut, PkM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu penyuluhan mengenai kebersihan diri dan kesehatan untuk siswa SD kelas 1 serta pelatihan pembuatan kompos untuk siswa SD kelas 5-6. Hasil survei yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan kesadaran para siswa mengenai praktek pemeliharaaan kebersihan diri dan kesehatan yang benar. Selain itu, pelatihan membuatan kompos berhasil memberikan pengetahuan dan pemahaman pada para siswa bahwa pembuatan kompos tidak memerlukan keahlian khusus, namun memerlukan tenaga dan waktu yang cukup banyak.