cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 485 Documents
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BUDAYA DAN BAHAYA SEKS BEBAS PADA SISWA SMAN 6 DEPOK [HEALTH PROMOTION ABOUT CULTURE AND THE HAZARDS OF FREE SEX IN STUDENTS OF SMAN 6 DEPOK] Dora Samaria; Fanira Cahyaningtyas; Smart Rusdanarto; Salsabilla Anisah Rizky; Velia Agneta Priyanka; Novia Haritsa Katrina; Novia Kusumawati; Salsa Farah Diba
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2345

Abstract

Adolescence is a stage of development that is vulnerable to various things. Adolescents who do not have a strong character are at risk of free sex. Data shows that free sex has been common among adolescents. This activity aimes to provide health information to increase the awareness of students of SMAN 6, Depok (public senior high school) towards the culture and dangers of free sex among adolescents. Health promotion activities were carried out with the method of lecture, discussion and short movie-watching. The lecture was conducted in two stages. First, students were explained about the basic concepts of culture and the dangers of free sex. Next, students were given a more in-depth explanation of one of the effects of free sex, infection of HIV/AIDS. Between the break time of the topic of lecture, students were also given the opportunity to ask questions in the discussion session. At the end of the activity, students were asked to fill in the post-test questionnaire regarding the topic given. The evaluation resulted showed that the level of studen's understanding of the topic given was very high with the average value of the questionnaire obtanined above 90%. In addition, evaluation for this activity was carried out by using an assessment for the lecturer related to the presentation of interesting material, delivery that can be well received by participants, easy-to-understand language style, extension media that facilitates participans understanding, and involvement of participants during lectures (Interactive). Assessment using Likert scale consisted of score 1-5, with the categories are: strongly disagree (score 1), disagree (score 2), neutral (score 3), agree (score 4), and strongly agree (score 5). The results showed that the majority of participants were satisfied (66,67%-77.78%) by delivery method of the education provided. Based on this, it can be concluded that these activities have been going fine. It is expected that adolescents, especially students of SMAN 6 Depok, can apply the information that has been received in their everyday life. Bahasa Indonesia Abstrak: Remaja adalah tahap perkembangan yang rentan terhadap berbagai hal. Remaja yang tidak memiliki karakter yang kuat berisiko terhadap perilaku seks bebas. Data menunjukkan bahwa perilaku seks bebas sudah banyak terjadi di kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran siswa SMAN 6 Depok terhadap budaya dan bahaya seks bebas di kalangan remaja. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, pemutaran film singkat, dan story telling. Ceramah dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, siswa dijelaskan mengenai konsep dasar budaya dan bahaya seks bebas. Berikutnya, siswa diberikan penjelasan lebih mendalam mengenai salah satu dampak seks bebas, yaitu infeksi HIV/AIDS. Diantara jeda topik ceramah, siswa diberikan kegiatan ice breaking dan fun game. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film singkat mengenai salah satu bahaya seks bebas, yaitu infeksi HIV/AIDS dan kegiatan story telling. Siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya pada sesi diskusi. Pada bagian akhir kegiatan, siswa diminta untuk mengisi kuesioner postest mengenai topik yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap topik yang diberikan sangat tinggi dengan rerata perolehan nilai benar pada kuesioner mencapai di atas 90%. Selain itu, evaluasi proses dilaksanakan dengan memberikan penilaian terhadap pemberi penyuluhan terkait pembawaan materi yang menarik, penyampaian yang dapat diterima baik oleh peserta, gaya bahasa yang mudah dipahami, media penyuluhan yang memudahakan pemahaman peserta, dan pelibatan peserta saat ceramah (interaktif). Penilaian menggunakan skala likert bernilai 1-5, dengan kategori sangat tidak setuju (skor 1), tidak setuju (skor 2), netral (skor 3), setuju (skor 4), dan sangat setuju (skor 5). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta puas (66,67%-77,78%) dengan cara penyampaian edukasi yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini sudah berjalan dengan baik. Diharapkan agar para remaja, khususnya siswa SMAN 6 Depok, dapat menerapkan informasi yang sudah didapat ke dalam kehidupan sehari-hari.  
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KOPERASI LEMBAGA DAYA DHARMA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA [INFORMATION SYSTEM DESIGN COOPERATION AT THE INSTITUTE OF DHARMA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA] Priskila Christine Rahayu; Jordan Wijaya; Helena Juliana Kristina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2363

Abstract

Institute of Dharma Keuskupan Agung Jakarta is a community that serves the poor and oppressed in the Jakarta area and beyond. One of the services provided is through the existence of the same Mission to teach residents to be diligent in saving. Currently the manager uses Microsoft Excel to process data 30 groups with 370 cooperative members manually, and this method takes a lot of time and labor. To help solve these problems, a cooperative information system was created that could process data and provide information quickly for cooperative managers using Microsoft Access. The system design is done by the Prototyping method, one of the Systems Development Life Cycle methods, which consists of four stages. The first, the Planning: system requirements are determined and a feasibility study is carried out. The second, the Analysis: functional and non-functional requirements are defined and behavior modeling is carried out. The third, the Design: the interface layer is designed. The fourth, the Implementation: the proposed system program is run and tested. The information system is made capable of receiving financial data input, members, and cooperative groups and then provide information on financial reports, book closing reports, and statistical reports automatically. The application has been tested by the cooperative manager and declared successful in providing information quickly, accurately and easily.Bahasa Indonesia Abstrak: Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta merupakan sebuah komunitas yang melayani warga miskin dan tertindas di daerah Jakarta dan sekitarnya. Salah satu pelayanan yang diberikan adalah melalui adanya koperasi Misi Sama untuk mengajar warga untuk rajin menabung. Saat ini pengelola menggunakan Microsoft Excel untuk mengolah data 30 kelompok dengan 370 anggota koperasi secara manual, dan cara tersebut memakan banyak waktu dan tenaga kerja. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, dibuatkan sebuah sistem informasi koperasi yang dapat mengolah data dan memberikan informasi dengan cepat bagi pengelola koperasi dengan menggunakan Microsoft Access. Perancangan sistem dilakukan dengan metode Prototyping, salah satu metode Systems Development Life Cycle, yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama, Planning: kebutuhan sistem ditentukan dan studi kelayakan dilakukan. Tahap kedua, Analysis: kebutuhan fungsional dan non-fungsional didefinisikan dan permodelan perilaku dilakukan. Tahap ketiga, Design: dilakukan perancangan lapisan antarmuka. Tahap keempat, Implementation: program sistem usulan dijalankan dan diuji coba. Sistem informasi yang dibuat mampu menerima input data keuangan, anggota, dan kelompok koperasi kemudian memberikan informasi laporan keuangan, laporan penutupan buku, dan laporan statistik secara otomatis. Aplikasi telah diuji coba oleh pengelola koperasi dan dinyatakan berhasil memberikan informasi dengan cepat, akurat dan mudah.
REDESAIN LINGKUNGAN SEKOLAH DARUSSALAM PANONGAN SEBAGAI RUANG BELAJAR TERINTEGRASI BERKELANJUTAN MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF [REDESIGNING THE DARUSSALAM PANONGAN SCHOOL ENVIRONMENT AS A SUSTAINABLE INTEGRATED LEARNING SPACE THROUGH PARTICIPATIVE APPROACHES] Gregorius Anugerah Gegana; Emanuel Agung Wicaksono
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2415

Abstract

The school environment is a powerful tool to stimulate and enhance creativity, concentration, motivation, and understanding for students. Darussalam School, Panongan has a GSM program which is Fun School Movement. This GSM program encourages students to create a friendly, safe and comfortable school ecosystem. With a total of about 700 students ranging from PAUD to SMK (Vocation Senior High School), this school has the potential to produce students who have sensitivity and responsibility for their environment. Community Service Activities (PkM) is directed to design a Darussalam School-Build environment that is able to create sustainable schools based on the GSM program. In the process, it is hoped that the design is not just the result of the thaught of the architech but also is the result of the formulation of the needs and desires of the user be it teachers, students, parents, and other stakeholders through a participatory design approach that emphasizes community joint planning, with the aim of increasing ties high and sustainable social and participation. Through the implementation of Darussalam school design, it is expected to produce a school environment that is able to stimulate the students to be sensitive to envoronmental problems. Academically, this participatory design process is a good learning process because the approach is different from the conventional architectural design process, so the resulting design products can be relevant to the needs and desires of school users. Although this design has not yet been fully developed, this participatory process encourages teachers and students to be more sensitive in caring for their environment through collaboration spirit.Bahasa Indonesia Abstrak: Lingkungan sekolah merupakan alat yang ampuh untuk menstimulasi dan meningkatkan kreativitas, konsentrasi, motivasi, dan pengertian bagi para siswanya. Sekolah Darussalam, Panongan memiliki program GSM yakni Gerakan Sekolah Menyenangkan. Program GSM ini mendorong agar siswa dapat mewujudkan ekosistem sekolah yang ramah, aman, dan nyaman. Dengan jumlah peserta didik sekitar 700 siswa mulai dari PAUD sampai dengan SMK, sekolah ini berpotensi mencetak siswa yang memiliki kepekaan dan tanggung jawab terhadap lingkungannya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diarahkan untuk merancang lingkungan binaan sekolah Darussalam yang mampu mewujudkan sekolah berkelanjutan berlandaskan program GSM. Dalam prosesnya, diharapkan desain bukan semata sekedar hasil olah pikir dari arsitek namun juga merupakan hasil formulasi dari kebutuhan dan keinginan pengguna baik itu guru, siswa, orang tua, dan stakeholder lainnya melalui pendekatan desain partisipatif yang menekankan perencanaan bersama komunitas, dengan tujuan untuk meningkatkan ikatan sosial dan partisipasi yang tinggi dan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan perancangan sekolah Darussalam ini, diharapkan dapat menghasilkan lingkungan sekolah yang mampu menstimulus siswanya untuk peka terhadap permasalahan lingkungan. Secara akademik, proses desain partisipatif ini menjadi sebuah pembelajaran yang baik dikarenakan pendekatannya yang berbeda dari proses desain arsitektur yang konvensional, sehingga produk desain yang dihasilkan dapat relevan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna sekolah. Meskipun desain ini belum sepenuhnya terbangun, namun proses yang dilalui secara partisipatif ini mendorong guru dan siswa untuk lebih peka merawat lingkungannya melalui semangat kolaborasi. 
PENATAAN PERMUKIMAN NELAYAN BERBASIS EKOKULTUR DI KELURAHAN BAROMBONG KOTA MAKASSAR [ECOCULTURE DEVELOPMENT OF A FISHERMEN SETTLEMENT IN BAROMBONG VILLAGE, MAKASSAR] Andi Asmuliany; Andi Annisa Amalia; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2419

Abstract

The locus of community service activities is a residential corridor node by exploring the communal space of fishermen in the Biringkassi Barombong Village. The concept of ecoculture is a concept that combines ecological aspects, namely the fishermen's environmental ecosystem and the culture of the community, namely Bugis Makassar in managing fishermen settlements towards livable and sustainable livelihood. The method used in this community service is the Regional Arrangement Method with a participatory ecocultural approach. making mockups of existing areas, FGD identification of communal spaces, drafting of concepts, agreement on the arrangement of communal spots, and activities of structuring communal spots. The structuring of the Biringkassi Barombong Fishermen Village is a result of the community's contribution in increasing the environmental assets of the settlements owned by the fishing community through he adoption of the Bugis Makassar ornament and the setting of the shared area and the use of natural colors as a symbol of closeness to the sea.Bahasa Indonesia Abstrak: Lokus kegiatan pengabdian adalah node koridor permukiman dengan mengeksplorasi ruang komunal nelayan Kampung Biringkassi Barombong. Konsep ekokultur merupakan konsep yang mengkombinasikan aspek ekologi yaitu ekosistem lingkungan nelayan dan budaya masyarakat yaitu Bugis Makassar dalam menata permukiman nelayan menuju layak huni dan sustainable livelihood. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Metode Penataan Kawasan dengan pendekatan partisipatif yang ekokultur. pembuatan maket eksisting kawasan, FGD identifikasi ruang komunal, penyusunan konsep, penyepakatan spot komunal penataan, dan kegiatan aksi penataan spot komunal. Penataan Kampung Nelayan Biringkassi Barombong merupakan hasil kontribusi masyarakat dalam peningkatan aset-aset lingkungan permukiman yang dimiliki oleh komunitas nelayan melalui adopsi ornamen Bugis Makassar dan setting area yang digunakan secara bersama dan penggunaan warna alami sebagai simbol kedekatan dengan laut.  
BIO-PORTA TANK (BACTERIAL PORTABLE SEPTICTANK) SEBAGAI SOLUSI SANITASI PERUMAHANDENGANMUKA AIR TANAH TINGGI [BIO-PORTA TANK (BACTERIAL PORTABLE SEPTICTANK) AS A SANITATION SOLUTION OF HOUSING WITH HIGH GROUNDWATER LEVEL] Dhea Fitra Yofani; Shakila Fuadah Lubis; Milka Novita Manalu; Ramadhan Yanuari; Rezha Yaren; Gunawan Wibisono; Monita Olivia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2425

Abstract

Kubang Jaya village is located in a low land peat swampy area and often suffers from the flood in the rainy season.  Swampy peat area generally has a high groundwater level; thus, it can immerse the septic tank in the housing in the area.  The height of the groundwater table is approximately 50cm from the surface level, while the depth of the septic tank is 150cm.  When the septic tank below groundwater level, this could cause a mix of soil water and septic tank waste.  This community development activity aims to educate the community about sanitation and give lecture and training of installing bio-porta septic tank (bacterial portable septic tank) for housing in high groundwater level area. Bio-porta septic tank consists of two drums as sediment tank and aeration tank. Bio balls were used to speed up the decomposition by aerobic bacteria in the tank.  An aerator was added to the installation to increase the proliferation of bacteria. The community development activities were pre-test, lecture, post-test, practical and cadre training.  Results show that there was an increase of understanding and knowledge of community from 24% to 62% about the septic tank in high groundwater level area.  The community also agreed to replace the conventional septic tank into the bio-porta septic tank in the future.  The activity also has a positive impact on educating and changing the mindset and attitude the community of Kubang Jaya village in improving the sanitation with an intention to the bio-porta septic tank in the future.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Desa Kubang Jaya merupakan kawasan dataran rendah rawa gambut dan sering mengalami banjir saat musim hujan. Lahan rawa gambut umumnya memiliki muka air tanah tinggi sehingga dapat merendam tangki septik pada perumahan yang terdapat di kawasan tesebut. Rata-rata tinggi muka air tanah sekitar ±50 cm, sedangkan kedalaman tangki septik warga sekitar ±150 cm dari permukaan tanah. Apabila tangki septik terendam, maka hal ini dapat mengakibatkan pencampuran air tanah dengan limbah tangki septik. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan pengetahuan mengenai sanitasi lingkungan dan memberikan penyuluhan serta pelatihan pembuatan tangki septik bio-porta (bacterial portable septic tank) untuk rumah di lingkungan dengan muka air tanah tinggi. Tangki septik bio-porta terdiri dari dua drum yang berfungsi sebagai tangki pengendapan dan tangki aerasi. Untuk mempercepat proses penguraian oleh bakteri aerob di dalam tangki maka digunakan bio ball atau rumah bakteri. Aerator ditambahkan pada instalasi untuk mempercepat perkembangbiakan bakteri aerob. Kegiatan pengabdian terdiri dari pre-test, penyuluhan, post-test, praktek, dan pelatihan kader. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat dari 24% menjadi 62% tentang tangki septik di lahan dengan muka air tanah tinggi.  Masyarakat juga sangat setuju untuk mengganti tangki septik konvensional dengan tangki septik bio-porta di masa mendatang. Hasil kegiatan sangat berdampak positif untuk mengedukasi dan mengubah pola pikir serta sikap warga desa Kubang Jaya dalam memperbaiki sanitasi lingkungan tempat tinggal dengan keinginan untuk menggunakan tangki septik bio-porta di masa mendatang.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN AKAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM INDUSTRI MEDIA [RAISING AWARENESS ABOUT SEXUAL HARASSMENT IN THE MEDIA INDUSTRY] Deborah Nauli Simorangkir; Muninggar Sri Saraswati; Ezmieralda Melissa; Loina L. K. Perangin-Angin; Sharon Schumacher
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2426

Abstract

The objective of this community service program was to raise awareness about sexual harassment in the workplace, particularly in the media industry. This community service was comprised of two sessions - at Swiss German University and SMK Paramarta, Tangerang. The targeted audiences were:1. High school and university students; 2. Media practitioners. Each session was consisted of the following activities: 1.Movie: “More than Work”; 2. Information session by the Director, Luviana; 3. Panel discussion; 4. Question and answer session; 5. Survey. Prior to the execution of each session, a survey was conducted on those who registered to attend. The purpose was to compare the pre-event results with the post-event results of each session. Results of the post-event A survey showed that 84,6% of respondents felt that they have acquired new knowledge about the media industry; and 84,7% of respondents felt that trough this panel discussion, they’ve become more knowledgeable about sexual harassment. Therefore, it can be concluded that the event A was effective in achieving the objective of this community service. Unfortunately, there was a high discrepancy in the number of respondents of the event B at SMK Paramarta, with 32 students responding to the pre-event survey, and only 7 students responding to the post-event survey. Therefore, the comparison was not valid. However, some results were alarming. This means that there is still a long way to go in the mission to educate the young generation about sexual harassment. Through these findings, it is concluded that a special effort must be made for teenagers.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual di tempat kerja, terutama di industri media. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua sesi - di Universitas Swiss German dan SMK Paramarta, Tangerang. Khalayak yang ditargetkan adalah: 1. Siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa; 2. Praktisi media. Setiap sesi terdiri dari kegiatan-kegiatan berikut: 1. Film: “More than Work”; 2. Sesi informasi oleh Sutradara, Luviana; 3. Diskusi panel; 4. Sesi tanya jawab; 5. Survei. Sebelum pelaksanaan setiap sesi, survei dilakukan pada mereka yang mendaftar untuk hadir. Tujuannya adalah untuk membandingkan hasil pra-acara dengan hasil pasca-acara dari setiap sesi. Hasil survei pasca-acara A menunjukkan bahwa 84,6% responden merasa telah memperoleh pengetahuan baru tentang industri media; dan 84,7% responden merasa bahwa melalui diskusi panel ini, mereka menjadi lebih berpengetahuan tentang pelecehan seksual. Maka, dapat disimpulkan bahwa acara A efektif dalam mencapai tujuan layanan kepada masyarakat ini. Namun, ada perbedaan yang lebih tinggi dalam jumlah responden pada sesi B di SMK Paramarta, dengan 32 siswa menanggapi survei pra-acara, dan hanya 7 siswa yang menanggapi survei pasca-acara. Karena itu, perbandingan dianggap tidak valid. Namun, beberapa hasil mengkhawatirkan. Ini berarti bahwa jalan masih panjang dalam misi untuk mendidik generasi muda tentang pelecehan seksual. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa diperlukan perhatian khusus bagi kalangan remaja.
PEMBERDAYAAN GURU DAN SISWA SMK NEGERI 3 KECAMATAN PAHUNGA LODU, KABUPATEN SUMBA TIMUR MELALUI PELATIHAN DESAIN STIKER KEMASAN STIK RUMPUT LAUT [EMPOWERMENT OF TEACHERS AND STUDENTS OF SMK NEGERI 3 PAHUNGA LODU, EAST SUMBA REGENCY THROUGH TRAINING PACKAGING DESIGN OF SEAWEED STICKS PRODUCTS] Firat Meiyasa; Nurbety Tarigan; Yatris Rambu Tega; Suryaningsih Ndahawali; Lusianus Heronimus Sinyo Kelen; Vindya Donna Adindarena; Yulita Milla Pakereng
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2462

Abstract

Packaging has a very important role to increase shelf life and the economic value of food products. In addition, packaging is able to attract attention of consumers so that they are interested in buying these food products. The purpose of this community service activity is that teachers and students of SMK Negeri 3 Pahungga Lodu are able to independently design packaging stickers for seaweed stick products. The method included giving materials, training in packaging design by using microsoft power point, making stick products, and accompanying of teachers and students. The results of the community service activity are in the form of seaweed stick products, knowledges and skills to produce packaging stickers for seaweed stick products. This community service activity received a positive response from teachers and students of SMK Negeri 3 Pahunga Lodu in the form of knowledge about the manufacture of seaweed stick products and attractive packaging sticker designs for seaweed stick products.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemasan memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan umur simpan dan menambah nilai ekonomis pada produk pangan. Selain itu, kemasan juga mampu menarik perhatian konsumen sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk pangan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru dan siswa mampu membuat desain stiker kemasan secara mandiri untuk produk stik rumput laut yang dihasilkan oleh SMK Negeri 3 Pahungga Lodu. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi: pemberian materi, pelatihan desain kemasan menggunakan Microsoft Power Point, tahap pembuatan produk stik, dan pendampingan pada guru dan siswa. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah berupa produk stik rumput laut, pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan desain stiker kemasan untuk produk stik rumput laut. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon positif dari guru dan siswa SMK Negeri 3 Pahunga Lodu berupa pengetahuan tentang pembuatan produk stik rumput laut dan desain stiker kemasan yang menarik untuk produk stik rumput laut.
PENGOLAHAN AIR BERSIH DI MASJID RAUDHATUL ISLAMIYAH DESA JAWA TENGAH, KEC. SUI.AMBAWANG KAB. KUBU RAYA [WATER TREATMENT IN RAUDHATUL ISLAMIYAH MOSQUE JAWA TENGAH VILLAGE, SUI.AMBAWANG SUB DISTRICT, KUBU RAYA DISTRICT] Ulli Kadaria; Aini Sulastri
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2539

Abstract

Raudhatul Islamiyah Mosque which is located on Jl. Trans Kalimantan, Jawa Tengah Village, Sungai Ambawang District, Kubu Raya District is one of the mosques that had problem in fulfill the demand of clean water for flushing and daily activities. The water used comes from artesian well whose quality and quantity were inadequate. This had an impact on the damage to mosque facilities such as faucet because of rust and the bathtub turn brownish yellow. Besides flushing, activity in the form of mouthwash - gargle using water that was yellowish brown and smelly can potentially cause disease because of the presence of iron, organic matter, microbes, and others. Therefore it needed a water treatment that treats water quality so that it was safe to use. Water treatment was designed using aeration and shell sand filtration with a processing capacity of 1000 liters. The method used in this activity was the participatory method where the youth at the mosque participated in socialization and training activities, making water treatment plants, operation and maintenance water treatment equipment. In addition there was an operational standard manual to facilitate the operation and maintenance of the water treatment equipment.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Masjid Raudhatul Islamiyah yang terletak di Jl.Trans Kalimantan, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu masjid yang memiliki permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk wudhu dan aktivitas harian lainnya. Air yang digunakan berasal dari sumur bor yang kualitas dan kuantitasnya kurang memadai. Hal tersebut berdampak pada rusaknya fasilitas masjid berupa keran air wudhu karena karat dan beberapa fasilitas masjid salah satunya adalah bak kamar mandi menjadi berwarna kuning kecoklatan. Selain itu aktivitas wudhu berupa kumur - kumur menggunakan air yang berwarna kuning kecoklatan dan berbau dapat berpotensi mengakibatkan penyakit karena adanya kandungan besi, zat organik, mikroba, dan lainnya. Oleh sebab itu diperlukan suatu instalasi pengolahan air yang mampu mengolah kualitas air sehingga aman untuk digunakan. Pengolahan air yang dirancang menggunakan proses aerasi dan filtrasi pasir kerang dengan kapasitas pengolahan sebesar 1000 liter. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode parsipatori dimana remaja masjid ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan, pembuatan instalasi pengolahan air, operasional dan pemeliharaan alat pengolahan air. Selain itu terdapat buku panduan standar operasional untuk mempermudah operasional dan pemeliharaan alat.
PENGENALAN DAN PELATIHAN MENGENAI PROFESSIONAL ETHICS DAN SOCIAL RESPONSIBILITIES FOR HOSPITALITY AND TOURISM [INTRODUCTION AND TRAINING ON PROFESSIONAL ETHICS AND SOCIAL RESPONSIBILITIES FOR HOSPITALITY AND TOURISM] Juliana Juliana; Rudy Pramono; Rosianna Sianipar; Febryola Indra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 2 (2021): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i2.2611

Abstract

Community service is an undertaking that involves exchanging information and expertise in order to increase a feeling of caring for the local community. The goals of community service programs are to (1) exchange students' expertise and skills through courses at Pelita Harapan University's Faculty of Tourism, and (2) to give back to the community. (2) To train human capital for professional careers, especially in the hospitality and tourism industries, in the Normal period. (3) To put the expertise and skills acquired by students at Pelita Harapan University's Faculty of Tourism to use. This activity was attended by 323 respondents spread across several universities in Indonesia, which took place virtually. Therefore, the Community Service team created a community service activity program in the form of a webinar. It is hoped that this activity can be helpful for students / the general public and be developed in the future. With this webinar, participants can get an overview of professional ethics and social responsibility in hospitality and tourism and can apply it in the professional world. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Dedikasi kepada warga merupakan aktivitas yang dicoba buat tingkatkan rasa hirau warga dekat dengan metode memberikan ilmu ataupun keahlian kepada warga dekat.( 1) Memberikan pengetahuan serta keahlian yang dipunyai oleh mahasiswa lewat mata kuliah di Fakultas Pariwisata, Universitas Pelita Harapan,( 2) Mempersiapkan sumber energi manusia buat merambah dunia practitioner paling utama bidang perhotelan serta pariwasata( 3) Buat mengaplikasikan ilmu serta pengetahuan yang diperoleh mahasiswa lewat riset di Fakultas Pariwisata, Universitas Pelita Harapan. Kegiatan ini diikuti oleh 323 responden yang tersebar pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang berlangsung secara virtual. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat membuat program kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk webinar. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa/masyarakat umum dan dapat dikembangkan di masa depan. Dengan webinar ini para peserta dapat mendapatkan gambaran mengenai etika profesi dan tanggung jawab sosial di dunia perhotelan dan pariwisata serta dapat mengaplikasikannya di dunia professional. 
LITERASI DIGITAL: MANAJERIAL KELAS ONLINE BAGI TENAGA PENDIDIK [DIGITAL LITERACY: ONLINE CLASS MANAGERIAL FOR EDUCATORS] Stella Stefany; Rijanto Purbojo; Clarissa Adeline
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 3 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i3.2805

Abstract

The COVID-19 pandemic emerging in early 2020 has significantly impacted various sectors, including education. The policy of home-based learning (defined as online learning), that is implemented by the Indonesian Ministry of Education and Culture becomes a challenge for students, teachers, and educational institutions. Online-based learning is still an unfamiliar concept to the world of education in Indonesia. Lack of preparation and planning during the switch to online-based learning leads to bad learning experiences for both students and teachers alike. This event was aimed towards Indonesian educators to discuss essential elements regarding digital literacy competence, namely basic principles of distinguishing face-to-face classes and online classes, deciding on a format, design, and interaction in online classrooms, as well as the cycle of teaching and learning. As many as 454 participants from the five major islands in Indonesia virtually attended this event on May 13th, 2020. This event utilizes the ADDIE training developmental model elaborated in five stages: 1) Analyze, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pandemi COVID-19 yang muncul di awal tahun 2020 memberi dampak signifikan dalam berbagai sektor, termasuk Pendidikan. Kebijakan home-based-learning atau pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan oleh Kementrian pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menjadi sebuah tantangan bagi peserta didik, tenaga pendidik dan institusi pendidikan. Pembelajaran berbasis daring masih asing bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kurangnya persiapan dan perencanaan dalam kegiatan belajar mengajar daring berakibat pada pengalaman belajar-mengajar yang buruk bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Kegiatan ini ditujukan bagi tenaga pendidik di Indonesia untuk membahas beberapa elemen penting dalam kompetensi literasi digital seperti prinsip dasar yang membedakan kelas tatap muka dengan kelas daring, menentukan format, desain dan interaksi kelas daring, serta siklus belajar mengajar berbasis daring. Kegiatan ini diikuti oleh 454 partisipan yang tersebar pada lima pulau terbesar di Indonesia berlangsung secara virtual pada tanggal 13 Mei 2020. Kegiatan ini menggunakan model pengembangan training ADDIE dengan 5 tahapan sebagai berikut: 1) Analyze, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation dan (5) Evaluation.