cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Pengaruh Pengharum Ruangan Berbahan Aktif Minyak Peppermint terhadap Penurunan Bakteri Staphylococcus aureus di Udara Nisyak, Khoirun
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v9i2.2462

Abstract

aktivitas sebagai antibakteri.Udara di ruangan rumah mengandung berbagai mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang termasuk dalam kelompok bakteri patogen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengharum ruangan berbahan minyakmentah terhadap keberadaan bakteri S. aureus di udara ruangan rumah.Penelitian ini menggunakan sampel udara yang dilakukan pada tiga ruangan dapur, ruang tengah, dan ruang tamu dengan variasi frekuensi penyemprotan.Desain dalam penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode tangkap udara menggunakan media selektif Mannitol Salt Agar.Identifikasi penegasan isolat koloni bakteri yang didapatkan dilakukan pewarnaan Gram, uji koagulase dan uji katalase.Isolat koloni bakteri yang didapatkan berupa koloni bakteri berwarna kuning keemasan, bewarna ungu, dan berbentuk coccus.Identifikasi isolate koloni bakteri menunjukkanisolate koloni bakteri di udara dalam ruangan termasuk golongan bakteri Gram positif, uji katalase positif, dan uji koagulase positif, menandakan bakteri S. aureus. Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pengharum ruangan berbahan aktifminyak pepperminttidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan jumlah koloni bakteri S.aureus dalam udara di ruangan rumah dengan hasil uji F nilai sig 0.201 (P>0.05).
Penambahan Sistem Aliran Listrik Paralel Pada Metoda Elektrosterilisasi Untuk Meningkatkan Hasil Sterilisasi Media Perbenihan Kuman Djayasinga, Rodhiansyah; Fitriany, Khairuni
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v9i2.2463

Abstract

Proses sterilisasi media perbenihan kuman sangat menentukan hasil identifikasi kuman. Penelitian ini mengembangkan teknologi berbasis elektrokimia yaitu metode elektrosterilisasi dengan menambahkan sistem rangkaian listrik paralel pada alat sterilisasi media perbenihan kuman. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan subjek penelitian adalah perbenihan kuman nutrient broth, variabel terikat adalah media biakan nutrient broth, variabel bebas adalah waktu kontak 10 dan15 menit. Perlakuan elektrosterilisasi pada subjek penelitian berjumlah 2 dengan 16 kali pengulangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui keberhasilan sterilisasi menggunakan metode elektrosterilisasi dengan rangkaian listrik paralel guna meningkatkan hasil sterilisasi media perbenihan kuman nutrient broth.Tehknik pengumpulan data menggunakan instrumen observasi hasil uji sterilitas media perbenihannutrient broth.  Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi diketahui bahwa sebesar 25% dari 16 jumlah sampel mengandung bakteri mati. Hasil analisis hubungan antara penambahan rangkaian listrik paralel pada metode elektrolisasi diperoleh bahwa ada sebanyak 4 (25%) bakteri tidak tumbuh pada perlakuan 10 volt 10 menit. Sedangkan pada perlakuan 10 volt 15 menit sejumlah  0 (100%) bakteri tumbuh. Hasil uji statistik diperoleh nilai p 0,101 at disimpulkan tidak ada perbedaan antara penambahan rangkaian listrik pararel pada metode elektrosterilisasi dengan mensterilkan media perbenihan kumannutrient broth tanpa penambahan sistem aliran listrik paralel metoda elektrosterilisasi.
Aktivitas Antikanker Ekstrak Aseton Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Sel Vero dan MCF-7 Secara In Vitro Chusniasih, Dewi; Tutik, Tutik
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v9i2.2458

Abstract

Sebagian besar pasien pengidap kanker mendapatkan kemoterapi yang melibatkan pemakaian obat antikanker, salah satunya adalah doksorubisin. Namun penggunaan doksorubisin dalam jangka waktu yang panjang bersifat racun bagi organ-organ penting. Oleh karena itu banyak dikembangkan penelitian untuk mencari senyawa antikanker lain yang bersifat alami guna meminimalisir efek samping dari obat antikanker tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antiproliferasi ekstrak aseton kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) pada sel kanker MCF-7 dan sel vero secara in vitro. Ekstrak kulit buah kakao diharapkan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker sehingga dapat dikembangkan untuk pengobatan kanker. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Kulit buah kakao diekstraksi menggunakan aseton 80% dan dievaporasi hingga diperoleh ekstrak kental. Uji aktivitas antikanker dilakukan secara in vitro dengan metode MTT assay. Dari hasil pengujian diperoleh nilai IC50 dari analisis regresi dari konsentrasi ekstrak dan persentase inhibisi. Nilai IC50 ekstrak terhadap sel vero yaitu 528,13 ppm, sedangkan Nilai IC50 ekstrak terhadap sel MCF-7 yaitu 24,26 ppm.Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak aseton kulit buah kakao tergolong aktif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7 dan tidak aktif menghambat pertumbuhan sel normal vero.
Prevalensi Protozoa Usus dengan Gambaran Kebersihan Personal pada Anak SD di Ngingas Barat, Krian Sidoarjo Charisma, Acivrida Mega; Fernita, Nabila Farah
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v9i2.2464

Abstract

Infeksi protozoa usus masih menjadi salah satu permasalahan di dunia, terutama di negara berkembang dan beriklim tropis terutama di Indonesia dengan angka prevalensi 10-18%. Tingginya angka prevalensi tersebut dipengaruhi oleh kebersihan personal terutama pada usia anak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui prevalensi protozoa usus dan gambaran kebersihan personal pada anak usia sekolah dasar dengan subjek penelitian di SD desa Ngingas Barat, Krian Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan deskriptif terkait pemeriksaan feses dan kebersihan personal. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 20,8% teridentifikasi protozoa usus dengan jenis Balantidium coli 12,5% dan Entamoeba histolytica 8,3%  serta prevalensi kebersihan personal diperoleh hasil yang baik. Simpulan penelitian ini yaitu masih ditemukan adanya protozoa usus pada anak usia SD dengan tingkat relatif rendah dan sebagian besar sudah menerapkan kebersihan personal yang baik.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit dan Kayu Sakit Ranting Sengon Terhadap Bakteri dan Jamur Pragita, Anisa Sri; Shafa, Dheanna Putri; Nursifah, Devi; Rumidatul, Alfi; Fadhila, Feldha; Maryana, Yayan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v9i2.2459

Abstract

Penyakit infeksi masih banyak diderita oleh masyarakat di negara berkembang dan resistensi antimikroba tidak dapat dihindari. Maka, diperlukan alternatif antimikroba yang diharapkan dapat menekan angka resistensi antimikroba. Bahan-bahan alami seperti tumbuhan dapat digunakan sebagai alternatif antimikroba, salah satunya adalah tanaman sengon (Falcataria moluccana). Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ekstrak kulit dan kayu sakit ranting sengon dengan pelarut etil asetat dan ekstrak kulit sehat ranting sengon dengan pelarut n-heksana mengandung senyawa fitokimia (metabolit sekunder) yang berpotensi sebagai antimikroba. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antimikroba dari ekstrak tersebut terhadap Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhi, Escherichia coli, Shigella dysentriae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans. Konsentrasi yang digunakan masing-masing ekstrak adalah 9%, 9.5%, 10%, 10.5%, dan 11%. Metode pengujian aktivitas antimikroba yang digunakan adalah metode difusi dengan kertas cakram (kirby-baueur). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak uji dapat menghambat hampir semua pertumbuhan mikroba uji, kecuali K. pneumoniae dan E. coli. Aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh dari ekstrak kulit sakit ranting sengon dengan pelarut etil asetat pada konsentrasi 11% terhadap P. mirabilis dengan diameter zona hambat 10.3 mm
Perbandingan Kualitas Trombocyte Concentrate Dari Platelet Rich Plasma Dan Platelet Apheresis Pada Jumlah Trombosit Dan Residu Leukosit Rafika, Rafika; Amelia, Dewicha; Naim, Nurlia; Hasan, Zulfikar Ali
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v10i1.2717

Abstract

Transfusi trombosit sebagai terapi utama bagi pasien dengan trombositopenia. Pasien dewasa, sekitar 6 unit TC-PRP dibutuhkan dosis tersebut setara dengan 1 unit platelet apheresis. Semakin banyak TC-PRP yang ditransfusikan maka akan semakin tinggi paparan residu leukosit yang diterima. Penelitian ini mengetahui perbandingan kualitas TC-PRP dan platelet apheresis dilihat dari jumlah trombosit dan residu leukosit. Jenis penelitian analitik observasional laboratorik di Instalasi Laboratorium Sentral RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel ditentukan secara purposive sampling sebanyak 40 sampel pada 2 subyek yang berbeda. Pada TC-PRP, sebesar 15% unit memiliki jumlah trombosit ≥60x10⁹ dengan nilai rata-rata 617x103/µL dan 100% unit memiliki residu leukosit ≤0,2x10⁹ dengan nilai rata-rata 0,223x103/µL. Pada platelet apheresis, sebesar 100% unit memiliki jumlah trombosit ≥2,0x10¹¹ dengan nilai rata-rata 859x103/µL dan residu leukosit ≤0,3x10⁹ dengan nilai rata-rata 0,009x103/µL. Berdasarkan Permenkes RI No.91/2015, jumlah trombosit pada TC-PRP tidak memenuhi persentase standar sedangkan residu leukosit memenuhi standar yang direkomendasikan. Pada platelet apheresis, kedua parameter memenuhi standar yang direkomendasikan. Secara statistik diperoleh nilai p = 0,003 bahwa ada perbedaan pada jumlah trombosit antara TC-PRP dan platelet apheresis, serta diperoleh nilai p = 0,000 berarti ada perbedaan yang pada jumlah residu leukosit antara TC-PRP dan platelet apheresis. Platelet apheresis memiliki kualitas lebih baik daripada TC-PRP
Daya Antibakteri Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Terhadap Staphylococcus aureus, Pseudomonas aerugenosa, dan Klebsiella pneumonia Lathifah, Qurrotu A’yunin; Turista, Dora Dayu Rahma; Puspitasari, Eka
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v10i1.2718

Abstract

Penyakit kulit akibat infeksi banyak dijumpai di Indonesia dan menjadi masalah besar di bidang kesehatan. Masyarakat telah menggunakan daun ketepeng cina (Cassia alata L.) sebagai obat penyakit kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas antibakteri ekstrak daun ketepeng cina terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aerogenosa, dan Klebsiella pneumonia. Metode uji yang digunakan yaitu difusi disk (Kirby Bauer). Sampel yang digunakan berupa ekstrak etanol daun ketepeng cina konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, dan 90%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya zona hambat di area sekitar disk yang berisi ekstrak. Diameter zona hambat bakteri gram negatif dalam penelitian ini relatif lebih besar dibanding gram positif. Hal ini dikarenakan ekstrak yang digunakan dalam penelitian agak encer. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ekstrak daun ketepeng cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumonia. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah 70%, dan konsentrasi 90% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, serta Klebsiella pneumonia.
Angka Kuman serta Upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Ruang Operasi dan Ruang ICU Beberapa Rumah Sakit di Kota Bandar Lampung Tuntun, Maria; Marhamah, Marhamah
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v10i1.2714

Abstract

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit harus dijalankan untuk mencegah dan mengurangi kejadian infeksi pada setiap orang yang berada di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kuman dan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di ruang operasi dan ruang ICU beberapa rumah sakit di Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif.  Pengambilan data dengan cara pemeriksaan angka kuman dan wawancara mendalam pada partisipan di ruang operasi dan ruang ICU rumah sakit. Hasil penelitian untuk angka kuman di ruang operasi, masih ditemukan melebihi standar yang seharusnya pada satu rumah sakit. Sedangkan angka kuman di ruang ICU sudah memenuhi standar. Hasil  wawancara dengan partisipan di ruang operasi dan ICU menunjukkan bahwa di ketiga rumah sakit telah terbentuk Tim PPI, dengan tugas utamanya sebagai pengawasan dan monitoring pelaksanaan PPI. Sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya kegiatan ini telah tersedia dan mencukupi, seperti APD, sabun cuci tangan, hand rub, wastafel, air mengalir dan pelaksanaan sterilisasi alat-alat serta sterilisasi ruang operasi. Namun demikian kebiasaan mencuci tangan yang harus dilakukan oleh perawat sebelum dan setelah melakukan tindakan masih belum seratus persen, serta pengisian lembar surveilen belum diisi setiap hari.
Hubungan Profil Lipid Terhadap Kontrol Glikemik DM Tipe 2 Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di fasilitas Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2021 Suyatno, Suyatno; Kurniawan, Betta; Suharmanto, Suharmanto
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v10i1.2719

Abstract

Diabetes Melitus (DM) masih menjadi permasalahan dunia. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan ada peningkatan prevalensi DM di tahun 2030 sebanyak 576 juta orang, dan meningkat menjadi 700 juta pada tahun 2045. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) DM dapat menyebabkan kecacatan dan kematian secara dini. Faktor resiko pada DM diantaranya adalah karteristik dan profil lipid. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi karketeristik dan kadar lipemik dengan penyakit Diabetes Melitus peserta prolanis. Rancangan penelitian adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel adalah pasien DM dengan pemeriksaan HbA1C dan profil Lipid pada priode bulan Februari sampai Maret tahun 2021. Analisa univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik, status kontrol Diabetes Melitus, status kadar kholesterol, Trigliserida, HDL dan LDL. Uji penelitian didapatkan rata-rata responden berumur 51-60 tahun, perempuan, dari perkotaan. Rata-rata kadar HbA1C 8,67, Kholesterol 210,82, trigliserida  178,19, HDL 94 dan LDL 125,55. Dari uji bivariat menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kontrol glikemik dengan kadar trigliserida dengan p value=0,000, namun tidak bermakna dengan profil lipid yang lain. Peningkatan trigliserida erat kaitannya dengan kebisaaan pola makanan. gaya hidup sehat dapat mengurangi terjadinya DM
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pengecatan Giemsa Pada Pemeriksaan Mikroskopik Malaria Wantini, Sri; Huda, Misbahul
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v10i1.2715

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian. Pengecatan giemsa merupakan teknik pengecatan yang paling bagus dan sering digunakan untuk mengidentifikasi parasit yang ada di dalam darah. Variasi konsentrasi dan lama pengecatan berpengaruh terhadap hasil pembacaan sediaan darah. Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya pengaruh konsentrasi dan waktu pengecatan giemsa terhadap kualitas sediaan pada pemeriksaan Mikroskopik Malaria. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-eksperimen, uji statistic menggunakan uji T-Test independen dan Regresi Linier Ganda. Sampel yang di gunakan adalah darah mengandung Plasmodium malaria, kemudian di buat sediaan dan di warnai dengan konsentrasi giemsa (3%, 5%, 7%, 9%, 11%, 13%, dan 15%) dan Waktu pengecatan 5,10,15,20,25,30,35,40,45,50 (menit). Hasil Penelitian menunjukkan berdasarkan analisis bivariat Ada hubungan antara konsentrasi terhadap hasil pengecatan giemsa dengan nilai p-value = 0,002. Ada hubungan antara waktu terhadap hasil pengecatan giemsa dengan nilai p-value = 0,000. Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan Pada konsentrasi 9% dengan nilai Beta=0,484 dan waktu 25 menit dengan nilai Beta=0,072. Kesimpulan pada konsentrasi 9% dan waktu 25 menit merupakan pengecatan giemsa yang efektif untuk Pemeriksaan Mikroskopik Malaria. Saran: ATLM dalam melakukan pemeriksaan mikroskopis malaria, diharapkan melakukan uji mutu internal, serta menggunakan konsentrasi 9% dalam waktu 25 menit.

Page 11 of 18 | Total Record : 179