cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR Harliani Harliani; Eka Surtilah; Muhammad Nur
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3325

Abstract

Introduction: Fractures are fractures commonly caused by trauma or physical activity. One of the signs and symptoms of a fracture is pain. Pain in people with fractures is usually sharp and piercing, pain is also commonly caused by spasms of muscles or pinched sensory nerves. The pain felt after undergoing surgical surgery will increase as the influence of anesthesia decreases. One of the non-pharmacological treatments is the administration of music therapy. Music therapy can reduce pain, this is done to distract the client. The purpose of this study was to determine the effect of decreasing the degree of pain in postoperative fracture patients after being given music therapy. Research Methods: This research is a literature study method. The secondary data source is in the form of articles taken from 3 databases (Google Schoolar, Researchgate and Portal Garuda). The criteria for the article being reviewed are a publishing time span of 5-10 years, in Indonesian language, full text available and has been indexed. Articles worthy of review are as many as 10 articles. Results and Analysis: 10 articles explained that music therapy has an effect on reducing the intensity of pain in postoperative fracture patients. Discussion and Conclusion: Based on the explanations that have been put forward that music therapy has an effect in reducing the intensity of pain in postoperative patients.
PENGALAMAN KINERJA PERAWAT DI KLINIK AZ-ZAINIYAH PONDOK PESANTREN NURUL JADID Inayah Riski Wulandari Naya
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3083

Abstract

Pendahuluan : Pengalaman dapat diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami, dijalani maupun dirasakan, baik sudah lama maupun yang baru saja terjadi. Dan istilah kinerja berasal dari job performance atau actal performance yang artinya prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang. Dapat disimpulkan pengalaman kinerja merupakan tentang suatu pekerjaan yang telah dijalani dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja perawat yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan dalam system, dimana dapat dipengaruhi oleh keadaan social baik dari profesi maupun luar profesi keperawatan yang bersifat konstan. Metode penelitian : Penelitian kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan fenomonologi ini bertujuan memperoleh informasi yang mendalam tentang pengalaman kinerja perawat di klinik Az-zainyah. Lima partisipan dipilih berdasarkan kriteria penelitian dan telah tersaturasi. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisa  Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) di pergunakan dalam analisa data. Enam tema teridentifikassi dalam penelitian ini : (1) bekerja dengan ikhlas (2) menjadi perawat kompeten (3) melakukan tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada di klinik (4) harapan perawat dalam kesembuhan pasien terpenuhi (5) fasilitas terpenuhi sesuai standar klinik (6) keinginan memiliki usaha lain selain bekerja di klinik. Hasil penelitian di dukung dengan fakta bahwa klien melakukan kinerja dengan baik. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengalaman kinerja perawat di klinik Az-zainiyah pondok Pesantren Nurul jadid.
PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKHNIK GUIDED IMAGERY PADA PASIEN PRE OPERATIF Sitti Maryam Bachtiar; Muhammad Purqan Nur
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3269

Abstract

Pendahuluan. Kecemasan pre operasi merupakan Perasaan takut akan nyeri yang dirasakan pada saat operasi atau adanya rasa khawatir akan terjadinya kegagalan dalam prosedur operasi, sehingga kecemasan sebelum operasi bisa menyebabkan hipertensi, peningkatan detak jantung dan dapat menyebabkan perdarahan dan menurut penelitian yang telah dilakukan Ulfa (2017), tingkat kecemasan pasien yang menjalani operasi, 20% dengan kecemasan ringan, 73% kecemasan sedang dan 7% dengan kecemasan berat. Oleh karena itu, maka perawat perlu memberikan tindakan pre operatif salah satunya adalah tekhnik guided imagery. Tujuan. menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operatif abses appendikular menggunakan metode guided imagery. Metode. Menggunakan rancangan pre test–posttest, dengan sampel pasien dengan pre operatif abses apendikular. Cara pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara dan observasi. Analisa data dengan Analisis bivariat dengan dua variabel, menganalisis perbandingan tingkat kecemasan sebelum dan setelah penerapan teknik guided imagery. Hasil: Ada 20 tanda dan gejala kecemasan yang dialami pasien, kemudian setelah diterapkan teknik guided imagery terjadi penurunan tanda dan gejala yang dialami oleh pasien menjadi 10. Sebelum pasien diantar ke ruang operasi kembali dilakukan pemeriksaan tanda dan gejala kecemasan pada pasien dan didapatkan sebanyak 10 tanda dan gejala kecemasan. Setelah diberikan teknik guided imagery, terjadi penurunan tanda dan gejala kecemasan menjadi 5 tanda dan gejala kecemasan Kesimpulan Teknik guided imagery mampu menurunkan kecemasan pada pasien pre operatif sehingga penting bagi perawat untuk menerapkan teknik guided imagery ini
COVER - DAFTAR ISI cover .
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3380

Abstract

cover
LATIHAN YOGA DAN JALAN CEPAT TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA WANITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TAMALANREA Sriwahyuni Yuni; Jamilah Kasim; Sri Darmawan; Andi Ayumar; Andi Yulia Kasma; Nadia Nurfaizah; Indra Saputra
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3370

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang jumlahnya meningkat setiap tahun disebabkan oleh gangguan penyerapan gula darah oleh tubuh sehingga membuat kadar dalam darah tinggi.  penyakit ini didominasi oleh perempuan karena perempuan cenderung stres yang menyebabkan terjadinya peningkatan hormone kortisol sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh yang berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup penderita bila tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Salah satu upaya untuk pengendalian penyakit diabetes mellitus dengan non farmakologi adalah meningkatkan dan mengatur aktivitas latihan fisik ( Yoga dan Jalan Cepat) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas latihan Yoga dan Jalan Cepat terhadap Perubahan Kadar Gula Darah sewaktu pada Wanita Diabetes Mellitus. Metode Quasi Eksperimental dengan desain Pre dan Post test Subyek sebanyak 44 orang  terdiri  kelompok intervensi dan control  hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah pre adalah 217,75 mg/dl dengan nilai minimal 113 mg/dl dan nilai maksimal 500 mg mg/dl sedangkan rata-rata kadar gula darah post 143,50 mg/dl dengan nilai minimal 82 mg/dl dan nilai maksimal 337 mg/dl. Perbedaan nilai rata-rata kadar gula darah Pre-Post sebesar 74,25 mg/dl sehingga selisih kelompok control 6,83 dan kelompok intervensi 18,17.  sedangkan pada jalan cepat kelompok intervensi Pre rata-rata 291,45 mg/dl dengan standar deviasi 35,953 atau dikategori krisis hiperglikemia dengan kadar gula darah sewaktu hampir mencapai >300 mg/dl. Dan pada kelompok control rata-rata kadar gula dara sewaktu 272,25 mg/dl, setelah diberikan perlakuan yaitu jalan cepat  kelompok intervensi didapatkan rata-rata 241,70 mg/dl dan kelompok control rata-rata 275 mg/dl hal ini menunjukkan terjadinya perubahan kadar gula darah rerata perubahan menurun sebesar 55,75 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol yaitu meningkat sebesar 2,80 mg/dl. pemberian latihan jalan cepat selama 10-30 menit  dengan jarak tempuh 2 Km dapat disimpulkan bahwa ada penagruh  latihan fisik baik yoga maupun jalan cepat, saran agar penderita diabetes mellitus dapat melakukan secara rutin agar tetap mampu menjaga kadar gula darah sewaktu dalam keadaan normal.
PENATALAKSANAAN TERAPI INHALASI PADA ANAK YANG MENGALAMI BRONKOPNEUMONIA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG PICU RSUD SIDOARJO Dewi Ramadani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3246

Abstract

Bronkopneumonia disebut sebagai kematian paling utama pada anak balita, kasus bronkopneumonia membunuh anak di bawah usia 5 tahun sebanyak 808.694, dan yang menderita bronkopneumonia di Indonesia mencapai 52,9%. Bronkopneumonia dapat terjadi sebagai akibat dari inhalasi mikroba yang ada di udara, aspirasi organisme dari nasofaring atau penyebaran hematogen dari fokus infeksi yang jauh. Bakteri yang masuk ke paru melalui saluran nafas masuk ke bronkioli dan alveoli, sehingga menimbulkan reaksi peradangan yang hebat dan menghasilkan cairan edema yang kaya protein dalam alveoli dan jaringan interstitial. Anak usia <5 tahun tidak dapat mengatur bersihan jalan nafas secara mandiri sehingga anak yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas ini beresiko tinggi untuk mengalami sesak nafas. Untuk melaksanakan penatalaksanaan terapi inhalasi pada anak yang mengalami bronkopneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di Ruang Picu Rsud Sidoarjo. Hasil studi kasus yang dilakukan pada kedua partisipan dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif baik pada partisipan 1 maupun partisipan 2 setelah dilakukan terapi inhalasi nebulizer selama 3 hari berturut-turut masalah bersihan jalan napas dapat teratasi. Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan bahwa penatalaksanaan terapi inhalasi efektif diberikan pada pasien yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif khususnya pada pasien anak. 
FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN KONTRASEPSI TERHADAP IBU USIA SUBUR Agusti Fauziah; sri angriani; Masdiana Masdiana
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3376

Abstract

Pendahuluan: Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen. Wanita usia subur ialah wanita yang memasuki usia antara 20-45 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya. Wanita subur ini mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kehamilan yaitu antara umur 20 sampai 45 tahun. Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor keberhasilan kotrasepsi terhadap ibu usia subur. Metode: Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah studi literature yakni dengan mengumpulkan objek penelitian berupa data dari berbagai buku dan artikel jurnal yang diperoleh dari data base Google scholar,Pubmed, Research gate. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 artikel yang sesuai dengan inklusi picos. Kesimpulan: berdasarkan hasil analisis jurnal yang review disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi faktor keberhasilan yaitu, pendidikan, tingkat social ekonomi, dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI Sardi Anto; Sri Hertati Endang; Indra Indra
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3096

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling utama menyebabkan kematian pada balita di dunia. Di Indonesia angka kejadian ISPA dipengaruhi status gizi, ASI eksklusif, imunisasi, ekonomi, kependudukan dan geografi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian ispa pada anak balita di wilayah kerja puskesmas poasia  kota kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol. Sampel penelitian berjumlah 52 ibu yang mempunyai anak balita yang menderita ISPA dan 52 ibu yang mempunyai balita sehat (kontrol). Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square serta regresi logistik. Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan sebaran karakteristik kelompok kasus maupun kelompok kontrol, kecuali pada tingkat pendidikan dimana presentasi responden yang berpendidikan tinggi (SMA dan sarjana) pada kelompok kontrol lebih tinggi daripada kelompok kasus (94.2% vs 59.6%). Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat pengetahuan yang rendah (skor <13), kelembaban ruangan yang buruk (<40% atau >70%), ventilasi yang kurang (<10% luas lantai kamar) dan kepadatan hunian yang padat (< 8 m2 per 2 orang penghuni) merupakan faktor risiko kejadian ISPA pada anak balita di Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Adapun peningkatan risiko penyakit ISPA pada anak balita untuk setiap variabel berturut-turut adalah sebesar 5.50, 5.13, 2.63, dan 2,44 kali. Variabel yang paling dominan menjadi faktor risiko kejadian ISPA adalah kelembaban ruangan dengan nilai OR sebesar 7,567 kali. Kesimpulan dari penelitian bahwa tingkat pengetahuan ibu, kelembaban ruangan, ventilasi dan kepadatan hunian merupakan faktor risiko terjadinya ISPA pada anak balita di Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara.
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN GANGGUAN SIMTOM SOMATIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Istiana Tajuddin; Miftahul Jannah; Grestin Sandy
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3371

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir  di perguruan tinggi memiliki kewajiban mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan. Pada proses pengerjaan skripsi mahasiswa dihadapkan dengan berbagai masalah baik masalah akademik dan masalah non akademik, sehingga membutuhkan kemampuan untuk meregulasi emosi. Regulasi emosi adalah proses pengolahan emosi yang terdiri dari memonitor emosi, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional untuk mencapai keseimbangan emosional. Apabila emosi tidak dapat diregulasi dengan baik dalam waktu yang lama, maka dapat menimbulkan resiko patologis seperti kecenderungan gangguan simtom somatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh regulasi emosi terhadap kecenderungan gangguan simtom somatis pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif dengan desain korelasional. Sampel pada penelitian ini terdiri atas 404 mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Kota Makasar yang dipilih melalui simple random sampling. Penelitian ini menggunakan skala Regulasi emosi dan Symptom Somatic Scale – 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan gangguan simtom somatis sebesar 11.2%(Sig=0.000).
IDENTIFIKASI GEJALA DEPRESI POSTPARTUM DI PUSKESMAS KENYAM KECAMATAN KENYAM Amriati Mutmainna; Ernawati Ernawati; Darwis Darwis; Muzakkir Muzakkir; Wa Mina La Isa; Rusni Mato; Hatma Hatma; M. Askar
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3030

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan dan merefleksikan disregulasi psikologikal yang merupakan tanda dari gejala depresi mayor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  faktor resiko depresi postpartum di Puskesmas Kenyam Kecamatan Kenyam. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan dengan pendekatan cross-secsional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu seuruh ibu postpartum yang melakukan perawatan di Puskesmas Kenyam. Metode pengambilan sampel menggunakan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebnayak 35 ibu postpartum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi depresi postpartum yaitu; usia, Pendidikan,  pekerjaan, pengalaman persalinan , yang di mana ke 4  faktor sangat mempengaruhi terjadinya depresi postpartum dengan hasil dimana nilai ρ lebih kecil dari nilai α yang dimana nilai α adalah 0.05. Kesimpulan ada pengaruh usia, Pendidikan,  pekerjaan, pengalaman persalinan  dengan kejadian depresi postpartum.