cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
Ilham.fishaholic@gmail.com
Phone
+6221-64700928
Journal Mail Official
jra.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
Gedung Balibang KP II, Lantai 2 Jl. Pasir Putih II, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430
Location
Kab. jembrana,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset Akuakultur
ISSN : 19076754     EISSN : 25026534     DOI : http://doi.org/10.15578/JRA
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Riset Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of various aquaculture disciplines include genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 775 Documents
KERAGAMAN GENETIK DAN KARAKTER BIOMETRIK IKAN BELIDA (Chitala lopis, BLEEKER 1851) BUDIDAYA ASAL SUNGAI KAMPAR, RIAU Estu Nugroho; Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi; Jojo Subagja; Bambang Priono
Jurnal Riset Akuakultur Vol 14, No 1 (2019): (Maret, 2019)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.738 KB) | DOI: 10.15578/jra.14.1.2019.1-8

Abstract

Ikan belida telah masuk dalam daftar jenis ikan yang dilindungi di Indonesia. Budidaya dapat digunakan sebagai salah satu upaya perbaikan kondisi populasi ikan belida. Informasi genetik dan keadaan karakter biometrik merupakan hal penting dalam membantu kesuksesan teknologi budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi genetik dan keadaan karakter biometrik ikan belida yang digunakan dalam budidaya. Sebanyak 20 ekor induk betina dan 15 induk jantan telah dikoleksi dari Sungai Kampar, Riau dan dipijahkan secara alami di kolam tanah ukuran 1.000 m2 di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Keragaman genetik dari 10 ekor induk (G0) dan 10 ekor benih (G1) diobservasi dengan menggunakan marka genetik RAPD (Random Amplified Polymorphism DNA) dengan primer OPC-03, OPZ-05, dan OPZ-09. Data dianalisis dalam heterozigositas dan polimorfisme dengan menggunakan program TFPGA. Karakter biometrik dari 10 ekor induk dan 45 ekor benih berupa panjang standar dan bobot badan ikan digunakan untuk analisis koefisien variasi, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi relatif dengan menggunakan program excel. Nilai heterozigositas induk dan benih ikan belida berturut-turut adalah 0,2922 dan 0,2978 dengan polimorfisme 78,69% dan 77,05%. Koefisien variasi panjang standar dan bobot badan induk G0 adalah 10,75% dan 43,21% dan benih G1 adalah 14,20% dan 40,33%. Induk ikan belida G0 mempunyai pola pertumbuhan bersifat alometrik (+) dengan nilai R2= 81,77% dan Kn= 1,007; sedangkan benih G1 mempunyai pola pertumbuhan bersifat alometrik (-) dengan nilai R2= 92,85% dan Kn= 1,024.KATA KUNCI: Featherback fish are included in the list of protected fish species in Indonesia and currently under heavy exploitation with signs of significant wild stock depletion. Aquaculture can be used as an effort to increase the populations of featherback fish. Such effort requires the availability of genetic information and the state of biometric characters which are essential information to ensure the success of the fish aquaculture technology. This research was conducted to obtain the genetic information and state of the biometric characters of featherback fish used in aquaculture. A total of 20 female and 15 male broodstocks were collected from Kampar River, Riau and spawned naturally in 1,000 m2 earthen ponds in Palembang, South Sumatera. Genetic diversity of 10 breeders (G0) and 10 seeds (G1) were observed using RAPD (Random Amplified Polymorphism DNA) genetic markers with OPC-03, OPZ-05, and OPZ-09 primers. Data was analyzed in heterozygosity and polymorphism using the TFPGA program. Biometric characters from 10 breeders and 45 seeds (standard length and body weight) were analyzed to determine the variation coefficients, growth patterns, and relative condition factors using Microsoft excel® software. Heterozygosity of fish broodstock and seeds were 0.2922 and 0.2978 with polymorphism of 78.69% and 77.05%, respectively. The standard length and body weight of broodstock G0 were 10.75% and 43.21% and seeds G1 were 14.20% and 40.33% respectively. Broodstock G0 has an allometric (+) growth pattern with R2= 81.77% and Kn= 1.007, while seeds G1 has an allometric (-) growth patterns with R2= 92.85% and K= 1.024.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN PADA IKAN NILA UKURAN BERBEDA YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN Muhammad Muhammad; Alimuddin Alimuddin; Muhammad Zairin Junior; Odang Carman
Jurnal Riset Akuakultur Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.803 KB) | DOI: 10.15578/jra.9.3.2014.407-415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji respons pertumbuhan dan pemanfaatan pakan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) strain SULTANA (seleksi unggul Selabintana) ukuran berbeda yang diberi pakan mengandung hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang, Epinephelus lanceolatus (rElGH). Ikan dengan ukuran awal 3,5± 0,3 g (perlakuan A); 12,5±0,4 g (perlakuan B); dan 40±2,4 g (perlakuan C) dipelihara dalam hapa (2 m x 1 m x 1 m) yang dipasang di kolam beton (20 m x 10 m x 1,5 m) pada padat tebar 50 ekor ikan/hapa. Setiap perlakuan diberi pakan mengandung 3 mg rElGH/kg, dan tidak diberi rElGH (kontrol; K). Masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan. Ikan dipelihara selama delapan minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertambahan biomassa (ΔB) ikan perlakuan rElGH adalah lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol, sedangkan perlakuan ukuran ikan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Laju pertumbuhan harian ikan perlakuan rElGH lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan B memiliki pertambahan bobot relatif terhadap kontrolnya (19,9%) lebih tinggi daripada perlakuan A (10,5%) dan C (5,6%). Sintasan ikan perlakuan dan kontrol adalah sama (P>0,05), berkisar 90,7%-96,7%. Konversi pakan pada ikan perlakuan rElGH lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol, kecuali perlakuan C. Kadar glikogen hati dan otot, retensi protein dan lemak, indeks hepatosomatik, dan rasio RNA : DNA ikan perlakuan rElGH lebih tinggi daripada kontrol. Dengan demikian, pemberian rElGH meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan untuk pertumbuhan ikan nila, dan hal ini berpotensi tinggi diterapkan untuk meningkatkan produksi dan efisiensi budidaya ikan nila.
OPSI PENGELOLAAN TANAH UNTUK TEKNOLOGI TRADISIONAL BERDASARKAN KARAKTERISTIK TANAH TAMBAK DI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH Akhmad Mustafa; Rezki Antoni Suhaimi; Hasnawi Hasnawi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 1 (2015): (Maret 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.705 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.1.2015.127-140

Abstract

Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah memiliki lahan tambak, namun produksi tambaknya belum optimum yang diduga disebabkan oleh pengelolaan tanahnya yang belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah sebagai dasar dalam menentukan opsi pengelolaan tanahnya agar produktivitas tambak dapat meningkat dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Desa Keboromo, Jepat Lor, dan Tunggulsari Kecamatan Tayu dengan metode survai pada bulan Juni dan Agustus-September 2014. Pengambilan contoh tanah dilakukan di 90 titik pada kedalaman 0-0,2 m. Sebanyak 17 peubah kualitas tanah diukur dan dianalisis. Statistik deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran umum dari data kualitas tanah yang ada. Kebutuhan kapur didasarkan pada pH dan tekstur tanah dengan mempertimbangkan kualitas kapur (nilai netralisasi dan nilai efisiensi), sedangkan kebutuhan unsur hara didasarkan juga pada kualitas tanah dan kebutuhan optimum untuk budidaya tambak teknologi tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah tambak di Kecamatan Tayu tergolong tanah aluvial nonsulfat masam yang dicirikan secara umum dengan pH yang tergolong netral namun masam pada daerah tertentu, konsentrasi karbon, nitrogen, besi, aluminium, dan sulfur yang relatif rendah, konsentrasi fosfat yang relatif tinggi serta tekstur yang tergolong kasar. Opsi pengelolaan tanah yang ditawarkan berupa pengapuran yang berkisar dari 0-5.119 kg/ha dengan rata-rata 141 kg/ha jika menggunakan dolomit atau 0-4.159 kg/ha dengan rata-rata 116 kg/ha jika menggunakan kaptan. Pupuk urea yang mengandung 46,0% nitrogen dapat diaplikasikan dengan dosis antara 0 dan 191 kg/ha dengan rata-rata 117 kg/ha dan pupuk organik yang mengandung 26,51% karbon dapat diaplikasikan dengan dosis 0 sampai dengan 3.361 kg/ha dengan rata-rata 1.781 kg/ha.
OPTIMASI PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) UNTUK DETEKSI ENDOPARASIT YANG MENYERANG TELUR DAN LARVA IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) Gusti Ngurah Permana; Jhon Harianto Hutapea; Haryanti Haryanti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.72 KB) | DOI: 10.15578/jra.5.1.2010.35-42

Abstract

Endoparasit merupakan parasit yang menginfeksi dan terdapat di dalam tubuh inang, endoparasit ini telah menginfeksi telur dan larva ikan tuna sirip kuning. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui metode deteksi dan infeksi dari endoparasit ini secara molekuler dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Telur dan larva yang terinfeksi dikumpulkan dari bak pemeliharaan untuk dianalisis. Sampel diekstraksi dengan menggunakan metode lysis bufer dan trizol. Hasil analisis menunjukkan lysis bufer memberikan pola pita yang lebih jelas dan bersih. Primer P2: 1322f (2F) CCGGAACTTTAGAGTATCGG; 1680r (2R) TCGGTTCAG ACTGA ACCAAG menghasilkan pola pita yang konsisten dan jelas dengan panjang fragmen 350 bp. Hal ini mengindikasikan bahwa endoparasit (Ichtyodinium chambelardi) menyerang telur ikan tuna di dalam bak terkontrol dan infeksinya terjadi adalah secara horisontal yang berasal dari air media pemeliharaan
PEMILIHAN LOKASI BUDI DAYA IKAN, RUMPUT LAUT, DAN TIRAM MUTIARA YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KEPULAUAN TOGEAN, SULAWESI TENGAH Utojo Utojo; Abdul Mansyur; Akhmad Mustafa; Hasnawi Hasnawi; Abdul Malik Tangko
Jurnal Riset Akuakultur Vol 2, No 3 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.964 KB) | DOI: 10.15578/jra.2.3.2007.303-318

Abstract

Sumber daya lahan perikanan pesisir di Sulawesi Tengah yang potensial untuk pengembangan budi daya laut berada di Teluk Tomini, namun demikian belum diperoleh data secara rinci kelayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan lokasi bagi pengembangan budi daya di perairan Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah dan penelitiannya dilaksanakan dengan metode survai. Pengumpulan data sekunder meliputi data iklim, pasang surut, produksi perikanan, peta rupa bumi Indonesia kawasan Tojo Una-Una skala 1:25.000, peta citra landsat7ETM digital, dan peta navigasi (batimetri) skala 1:200.000 yang dilakukan sebelum pelaksanaan survai. Data primer diperoleh melalui pengukuran langsung di lapang yang meliputi topografi pantai, keterlindungan, oseanografi, dan biologi. Seluruh lokasi pengambilan contoh ditentukan posisinya dengan Global Positioning System (GPS) dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dari hasil penelitian ini telah diidentifikasi sumber daya lahan perikanan pesisir yang potensial dikembangkan dan dinilai layak untuk kegiatan budi daya laut yaitu seluas 1.601,3 hektar. Lokasi yang potensial dikembangkan untuk budi daya ikan dalam keramba jaring apung (KJA) terdapat di sekitar Kepulauan Siatu 365,2 hektar; Kepulauan Salaka 385,8 hektar; dan Pulau Kadidiri 270,9 hektar. Sedangkan lokasi yang potensial dikembangkan untuk budi daya rumput laut dan tiram mutiara terdapat di sekitar Pulau Huo dan Bungin 579,4 hektar. Seluruh lokasi tersebut ditampilkan dalam peta prospektif skala 1:50.000.Central Sulawesi had coastal resources which are potential to be developed for mariculture i.e Tomini Bay, however the scientific data support was unavailable. This study was conducted by survey method to find out suitable location to be developed for mariculture in Togean Archipelago, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi. Secondary data such as wheather, tidal plate, coastal fisheries production, Indonesia earth surface map of scale 1:50,000, citra land sat-7ETM digital product, and navigation map of scale 1:200,000 were collected before the study. The primary data was collected from each study areas and interpreted as mariculture requirement for several domesticated species i.e. fish, seaweed, and mollusca. Tematic map of area, suitability as the main expected out put of the study was made through spatial analysis and GIS as suggested by reference. The total potential areas which were suitable for mariculture development  are 1,601.3 hectares, namely either for fish culture in floating net cage (1,021.9 hectares), seaweed and pearl oysters (579.4 hectares) were distribution in the sea waters of Siatu, Salaka, Kadidiri, Huo, and Bungin island.
NILAI HERITABILITAS DAN RESPONS SELEKSI POPULASI F-3 BENIH IKAN NILA BIRU (Oreochromis aureus) PADA FASE PENDEDERAN Bambang Gunadi; Adam Robisalmi; Priadi Setyawan; Lamanto Lamanto
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.989 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.2.2015.169-175

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan performa ikan nila Srikandi (Oreochromia aureus x Oreochromia niloticus), yang dirilis oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi pada tahun 2012, adalah dengan meningkatkan keragaan genetik ikan nila biru (Oreochromis aureus), salah satu strain pembentuknya. Peningkatkan kualitas genetik ikan nila biru dapat dilakukan dengan program seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas, serta respons seleksi benih ikan nila biru F-3 pada fase pendederan. Kegiatan pembenihan dilakukan di air tawar dengan wadah pemijahan berupa hapa 1 m x 1 m x 1 m. Induk jantan dan betina dipijahkan secara berpasangan dengan perbandingan 1:1. Larva dipanen pada hari ke-10 sampai ke-15, dan selanjutnya dipelihara di hapa pendederan berukuran 2 m x 2 m x 1 m selama 90 hari dengan padat tebar 125 ekor/m2. Selanjutnya benih dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin jantan dan betina pada masing-masing famili. Paramater yang diamati meliputi pertumbuhan bobot dan panjang, koefisien keragaman (KK) panjang dan bobot, nilai heritabilitas nyata dan respons seleksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan nila biru F-3 hasil seleksi mempunyai performa lebih baik dibandingkan nila biru nonseleksi. Pada akhir masa pemeliharaan, rataan bobot individu benih F-3 seleksi adalah sebesar 11,58±2,54 g; sementara pada populasi non-seleksi (kontrol) sebesar 8,95±2,80 g. Benih F-3 mempunyai nilai KK panjang dan bobot masing-masing sebesar 4,94%-25,05% dan 19,62%-53,47%. Nilai heritabilitas nyata pada populasi F-3 benih nila biru sebesar 0,81 dengan respons seleksi sebesar 2,63 g atau 22,74%.
MODEL SPASIAL TINGKAT KESUBURAN PERAIRAN DI DANAU BATUR KABUPATEN BANGLI PROVINSI BALI DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS I Nyoman Radiarta; Sophia Lasma Sagala
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.994 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.3.2012.499-508

Abstract

Danau Batur telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Bangli sebagai kawasanpengembangan minapolitan dengan komoditas pengembangan adalah ikan nila menggunakan keramba jaring apung. Penelitian ini, bertujuan untuk melakukan analisis spasial tingkat kesuburan (eutropikasi) perairan di Danau Batur Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada bulan Agustus 2011. Sebanyak lima titik pengamatan disebar secara acak di danau sehingga dapat mewakili karakteristik danau. Parameter kualitas perairan yang dikumpulkan meliputi kecerahan, total nitrogen, total fosfat, dan klorofil-a. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan indeks tingkat tropik dan ditampilkan secara spasial dengan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil analisis indeks tingkat tropik menunjukkan bahwa Danau Batur sudah tergolong eutropik dengan nilai indeks berkisar antara 4,2-5,0. Nilai indeks terbesar ditemukan di perairan dekat Desa Kedisan, sedangkan nilai terkecil di sekitar perairan Desa Truyan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan danau, khususnya untuk mendukung pengembangan wilayah minapolitan.
PRODUKSI IKAN LELE CEPAT TUMBUH GENERASI F-0 MENGGUNAKAN METODE TRANSGENESIS Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi; Huria Marnis; Rommy Suprapto; Narita Syawalia
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.525 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.2.2013.173-180

Abstract

Penggunaan teknologi transgenesis untuk memproduksi ikan cepat tumbuh telahberhasil dilakukan pada beberapa spesies ikan budidaya. Pada penelitian ini dilakukan introduksi gen hormon pertumbuhan ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus growth hormone, PhGH) menggunakan teknik elektroforasi pada sperma ikan lele (Clarias gariepinus) untuk memproduksi ikan lele cepat tumbuh generasi F-0. Hasil penelitian menunjukkan gen PhGH mampu terinsersi dan terekspresi secara genotip dan fenotip pada ikan lele. Transfer gen PhGH pada konsentrasi 100 μg/mL memiliki tingkat keberhasilan insersi gen terbaik yaitu sebesar 56%. Berdasarkan pemeriksaan ekspresi mRNA gen PhGH menunjukkan bahwa terjadi over-ekspresi gen PhGH pada sirip individu yang positif membawa transgen. Individu ikan lele dalam populasi yang diintroduksi gen PhGH memiliki bobot badan yang lebih bervariasi dibandingkan kontrol. Berdasarkan distribusi bobot ikan lele, terdapat dua individu pada populasihasil introduksi gen PhGH yang memiliki bobot hampir dua kali lipat dibandingkan bobot rata-rata populasi kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini maka telah terjadi over-ekspresi secara genotip dan fenotip pada generasi F-0 ikan lele cepat tumbuh.
IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOMETRIK SEBAGAI PENDUGA FEKUNDITAS IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) FAKTOR KUNCI UNTUK SELEKSI Sularto Sularto; Evi Tahapari; Wartono Hadie
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.47 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.7-16

Abstract

Fekunditas merupakan salah satu karakter yang sangat penting dalam kegiatan budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari karakter morfometrik penduga fekunditas pada ikan patin jambal sebagai dasar untuk melakukan seleksi. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin jambal generasi F1 sebanyak 45 ekor. Setiap induk diberi tanda (tag) dengan menggunakan microchip. Pengukuran karakter morfometrik meliputi panjang standar, panjang kepala, tinggi badan, dan luas rongga perut yang akan dijadikan karakter penduga fekunditas. Analisis data menggunakan program SAS dengan PROC REG. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi korelasi positif (P<0,01) antara karakter morfometrik pada panjang rongga perut, tinggi linea lateralis, dan luas rongga perut, dengan fekunditas (r2=0,7831). Oleh karena itu luas rongga perut ikan patin jambal dapat digunakan sebagai indeks untuk seleksi karakter fekunditas
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG Brata Pantjara; Muhammad Natsir Nessa; Winarni Monoarfa; Iqbal Djawad
Jurnal Riset Akuakultur Vol 2, No 2 (2007): (Agustus 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.268 KB) | DOI: 10.15578/jra.2.2.2007.257-269

Abstract

Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan serta sintasan udang windu. Penelitian dilakukan di Instalasi Tambak Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. Sebanyak 9 tambak berukuran luasan 800 m2 dan padat penebaran tokolan udang windu 5 ekor/m2. Pemeliharaan terhadap hewan uji dilakukan selama 12 minggu. Perlakuan kondisi pematang adalah pematang yang dilapisi kapur (A); Pematang yang permukaannya ditambah dolomit (B); Pematang yang permukaannya dilapisi plastik (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak dengan kondisi pematang pada A dan C menghasilkan kualitas air yang lebih baik dibandingkan B. Semua perlakuan kondisi pematang menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan udang windu. Kondisi pematang pada perlakuan A dan C di tambak tanah sulfat masam berpengaruh nyata (P<0,15) dibandingkan perlakuan B terhadap sintasan. Sintasan yang diperoleh pada akhir penelitian masingmasing pada perlakuan A dan C yaitu 29,86% dan 28,82% dan pada perlakuan B yaitu 6,1%.The failure to tiger prawn culture in acid sulphate soil brackish water pond caused by toxicity solubility in the pond to predict from dyke especially at the heavy rains. Therefore, the utilize for brackish water pond in this land was needed in the effort to prevent with reduce of element toxic with dyke improvement. The objectives of this experiment were to know of dyke condition is the best in acid sulphate soil to increase of water quality and growth and also survival rate of prawn. This research was conducted in experimental pond at Installation of Research Institute for Coastal Aquaculture, in Maros. As much nine portion of brackish water pond with 800 m2 wide size. The density of juvenile every pond was 5 ind./m, during 12 weeks culture. The treatment tried consisted (A) dyke with dolomite in layers; (B) dyke with dolomite in surface and (C) dyke with plastics in surface. The result of research showed that pond dyke condition to A and C treatments were the best for increasing of water quality than B. The all of dyke condition treatments showed that not significantly (P>0.05). The pond dyke condition to A and C treatments in acid sulphate soil was significantly (P<0.15) to compare with B treatment to survival rate. The survival rate was obtained by the end of research each to the A and C treatments were 29.86% and 28.82% and B treatment was 6.1%.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 4 (2025): Desember (2025) Vol 20, No 3 (2025): September (2025) Vol 20, No 2 (2025): Juni (2025) Vol 20, No 1 (2025): Maret (2025) Vol 19, No 4 (2024): Desember (2024) Vol 19, No 3 (2024): September (2024) Vol 19, No 2 (2024): Juni (2024) Vol 19, No 1 (2024): (Maret 2024) Vol 18, No 4 (2023): (Desember, 2023) Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023) Vol 18, No 2 (2023): (Juni, 2023) Vol 18, No 1 (2023): (Maret 2023) Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022) Vol 17, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 17, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 17, No 1 (2022): (Maret, 2022) Vol 16, No 4 (2021): (Desember, 2021) Vol 16, No 3 (2021): (September, 2021) Vol 16, No 2 (2021): (Juni, 2021) Vol 16, No 1 (2021): (Maret, 2021) Vol 15, No 4 (2020): (Desember, 2020) Vol 15, No 3 (2020): (September, 2020) Vol 15, No 2 (2020): (Juni, 2020) Vol 15, No 1 (2020): (Maret, 2020) Vol 14, No 4 (2019): (Desember, 2019) Vol 14, No 3 (2019): (September, 2019) Vol 14, No 2 (2019): (Juni, 2019) Vol 14, No 1 (2019): (Maret, 2019) Vol 13, No 4 (2018): (Desember 2018) Vol 13, No 3 (2018): (September 2018) Vol 13, No 2 (2018): (Juni, 2018) Vol 13, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 12, No 3 (2017): (September 2017) Vol 12, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 12, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 12, No 1 (2017): (Maret 2017) Vol 11, No 3 (2016): (September 2016) Vol 11, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 11, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 11, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 8, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 5, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 5, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 2, No 1 (2007): (April 2007) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 10, No 3 (2015): (September 2015) Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 10, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 9, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 9, No 1 (2014): (April 2014) Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 8, No 1 (2013): (April 2013) Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 7, No 1 (2012): (April 2012) Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011) Vol 6, No 2 (2011): (Agustus 2011) Vol 6, No 1 (2011): (April 2011) Vol 4, No 3 (2009): (Desember 2009) Vol 4, No 2 (2009): (Agustus 2009) Vol 4, No 1 (2009): (April 2009) Vol 3, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 3, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 3, No 1 (2008): (April 2008) Vol 2, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) More Issue