cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ma.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sungai Musi Km. 09 Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Akuakultur
ISSN : 19076762     EISSN : 25029460     DOI : 10.15578/ma
Media Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of applied aquaculture including genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
AKTIVITAS ENZIM PROTEASE DALAM LAMBUNG DAN USUS IKAN KERAPU MACAN SETELAH PEMBERIAN PAKAN Muhamad Yamin; Neltje Nobertine Palinggi; Rachman Syah
Media Akuakultur Vol 3, No 1 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.702 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.1.2008.40-44

Abstract

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) adalah salah satu jenis ikan karnivora yang membutuhkan kadar protein tinggi dalam pakannya. Untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mengoptimalkan pertumbuhan ikan perlu memperhatikan manajemen pakan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah aktivitas enzim protease di lambung dan usus ikan kerapu macan setelah pemberian pakan. Pengamatan yang dilakukan adalah aktivitas enzim protease dalam lambung dan usus ikan kerapu macan pada 12, 15, dan 18 jam setelah pemberian pakan. Dari hasil ini diperoleh nilai rata-rata aktivitas enzim protease dalam lambung ikan kerapu macan pada 12 dan 15 jam setelah pemberian pakan adalah 2,615 /mL dan 0,292 /mL. Pada 18 jam setelah pemberian pakan, aktivitas enzim proteasenya tidak ada. Sedang nilai rata-rata aktivitas enzim protease dalam usus pada 12, 15, dan 18 jam setelah pemberian pakan adalah 7,45 /mL; 6,08 /mL; dan 5,03 /mL. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa aktivitas enzim protease di lambung dan usus menurun dengan semakin lamanya waktu setelah pemberian pakan.
IKAN PARI AIR TAWAR DAN SEJENISNYA SEBAGAI IKAN HIAS YANG POTENSIAL Sudarto Sudarto
Media Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.052 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.1.2010.15-17

Abstract

Ikan pari air tawar Himantura signifer termasuk genus Himantura yang terdiri atas 40 spesies. Ikan ini banyak diburu orang untuk dijadikan ikan hias. Akibat perburuan tersebut maka ikan ini menjadi langka di beberapa habitatnya antara lain di Jambi, Kalimantan, dan Papua. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk merehabilitasi habitat maupun populasinya di alam melalui restocking dan konservasi habitat. Uji coba pembiakan sedang dilakukan dan diharapkan keberhasilan pengembangbiakannya dapat memperbaiki populasi ikan ini di alam.
EFEKTIVITAS LAMA PERENDAMAN BAKTERIN Vibrio harveyi TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon Fabr) Arifuddin Tompo; Endang Susianingsih; Muhammad Risal
Media Akuakultur Vol 10, No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.703 KB) | DOI: 10.15578/ma.10.1.2015.39-42

Abstract

Penyakit pada budidaya udang dapat menyebabkan terjadinya penurunan produksi bahkan kematian pada usaha budidaya tersebut. Alternatif pencegahan yang saat ini banyak dilakukan adalah melalui immunoprofilaksis yaitu meningkatkan kekebalan udang terhadap serangan penyakit dengan pemberian imunostimulan seperti vaksin bakterin maupun vaksin rekombinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lama perendaman bakterin terhadap sintasan dan pertumbuhan pada udang windu (Penaeus monodon Fabr). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan lama perendaman dan 4 ulangan yaitu A = kontrol (tanpa bakterin), B = Lama perendaman dengan bakterin 15 menit, C = 30 menit, D = 45 menit dan E = 60 menit dengan hewan uji benur PL-17 yang telah diperiksa bebas Vibrio dan WSSV dan padat penebaran 20 ekor/2 L air laut yang telah disterilkan. Bakterin yang digunakan dari Vibrio harveyi dengan dosis 0,2 mL/L. Uji tantang setelah pemberian bakterin dengan metode perendaman dilakukan menggunakan beberapa konsentrasi bakteri Vibrio harveyidengan 4 perlakuan dan 5 ulangan : A = penambahan bakteri 0.02 mL/L, B = penambahan bakterin 0,2 mL/L, C = penambahan bakterin 2,0 mL/L dan D = kontrol (tanpa penambahan bakteri). Peubah yang diamati adalah sintasan udang uji pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu perendaman menggunakan bakterin selama 45 menit dan 60 menit lebih baik jika dibandingkan dengan perendaman selama 15 dan 30 menit dengan sintasan yang dihasilkan sebesar 86,25% dan 73,75%.
PENDEDERAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) DI KOLAM TERPAL DENGAN VAKSINASI DAN PENGGUNAAN PROBIOTIK Imam Taufik; Eri Setiadi
Media Akuakultur Vol 9, No 2 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1594.406 KB) | DOI: 10.15578/ma.9.2.2014.103-109

Abstract

Abstrak lengkap dapat di lihat di file PDF
PEMANFATAAN LIMBAH INDUSTRI MINYAK KELAPA (BUNGKIL KOPRA) DALAM PAKAN PEMBESARAN IKAN BARONANG (Siganus guttatus) DI KERAMBA JARING APUNG Kamaruddin Kamaruddin
Media Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (Juni 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.778 KB) | DOI: 10.15578/ma.8.1.2013.45-48

Abstract

Usaha budidaya ikan secara intensif menuntut tersedianya pakan dalam jumlah yang cukup, berkualitas, tepat waktu, dan berkesinambung. Pemanfaatan bahan baku lokal yang berasal dari limbah industri seperti bungkil kopra dapat digunakan sebagai salah satu bahan penyusun pakan ikan baronang dengan pertimbangan murah, mudah diperoleh, tersedia setiap saat, dan mempunyai kandungan gizi baik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah dengan penambahan bungkil kopra dalam pakan bisa memberikan respons pertumbuhan pada ikan baronang. Kegiatan ini dilakukan di keramba jaring apung (KJA) menggunakan waring hitam ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 37 ekor. Benih yang digunakan berasal dari alam dengan bobot rata-rata 84,10 g/ekor. Penambahan bungkil kopra ke dalam pakan pembesaran ikan baronang sebanyak 43%, dapat memberikan laju pertambahan bobot 76,4 g dan sintasan 75,7% selama 90 hari pemeliharaan.
CATFISH KECIL UNIK, Corydoras sp. UNTUK AKUARIUM, TINGKAH LAKU BIOLOGI DAN REPRODUKSINYA Darti Satyani
Media Akuakultur Vol 3, No 2 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.522 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.2.2008.93-97

Abstract

Corydoras sp. termasuk dalam familia Collichthyidae, kelas Siluridae dan sangat dikenal olah para hobiis ikan hias air tawar. Genus Corydoras yang berasal dari Amerika Selatan ini mempunyai banyak spesies tetapi yang banyak beredar dan sudah dibudidayakan ada 10 spesies yaitu C. aeneus, C. adolfoi, C. barbatus, C. paleatus, C. panda, C. pygmaeus, C. rabauti, C. septentrionalis, C. sterbai, dan C. sychri. Selain ukurannya yang umumnya kecil (maksimum 7,5 cm) dibandingkan dengan jenis catfish lain, jenis ini mempunyai dua baris sisik keras. Bentuk badannya kompak agak pipih ke samping dengan mulut menghadap ke bawah. Hidup merayap di dasar pada suhu 24°C--28°C (tergantung spesiesnya); pH 7,0--7,5; dan hardness sekitar 10° dH. Disebut “tukang bersih-bersih” karena senang membersihkan dinding akuarium dengan mulutnya. Tingkah laku reproduksinya amat unik. Sebelum ovulasi induk betina akan menempatkan mulutnya kearah genital induk jantan yang dikenal dengan “posisi T” dan akan mengisap spermanya. Sperma ini akan dilepas melewati usus bersama dengan lepasnya telur kedalam “kantong” yang dibentuk oleh kedua sirip perutnya. Pembuahan efektif terjadi di sini. Kemudian telur akan dilekatkan ke substrat atau objek (daun, batu datar, dan sebagainya) yang sebelumnya telah dibersihkan oleh induk jantannya. Telur yang ditinggalkan akan menetas di substrat bila kondisi airnya sesuai dan cukup baik.
KERAGAAN BUDIDAYA TAMBAK DI SULAWESI SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA SENSUS Akhmad Mustafa; Irmawati Sapo; Mudian Paena
Media Akuakultur Vol 5, No 2 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1726.134 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.2.2010.153-161

Abstract

Data sensus yang runut waktu dari perikanan budidaya tambak telah tersedia yang diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin agar dapat memberikan informasi yang maksimal pula. Oleh karena itu, dilakukan suatu kegiatan yang memanfaatkan data runut waktu dari perikanan budidaya tambak di Sulawesi Selatan untuk menginformasikan keragaan budidaya tambak termasuk daya dukung ekonomis tambak. Data yang digunakan adalah data yang berasal dari Laporan Statistik Perikanan Sulawesi Selatan dari tahun 1985 sampai 2004. Keragaan budidaya tambak yang diinformasikan meliputi: perubahan luas, produksi dan produktivitas tambak pada tiga pantai yang berbeda di Sulawesi Selatan serta produksi berdasarkan kelompok komoditas. Analisis daya dukung ekonomis tambak ditentukan dengan metode analisis regresi polinomial. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa luas tambak di Sulawesi Selatan (termasuk Sulawesi Barat) meningkat dari 64.741 ha pada tahun 1985 menjadi 111.425 ha pada tahun 2004. Produksi total tambak tertinggi pada tahun 1985 didapatkan di pantai barat yang mencapai 26.323,9 ton yang didominasi oleh ikan dan pada tahun 2004 didapatkan di pantai timur yang mencapai 66.294,1 ton yang didominasi oleh rumput laut. Produktivitas tambak tertinggi pada tahun 1985 didapatkan di pantai barat yaitu 772,2 kg/ha/tahun dan pada tahun 2004 didapatkan di pantai timur yaitu 7.127,6 kg/ha/tahun. Lahan Kabupaten Pinrang yang merupakan sentra produksi tambak di Sulawesi Selatan, hanya bisa mendukung luas total tambak sekitar 13.136 ha dan daya dukung ekonomis tambak hanya bisa memproduksi udang dan ikan sekitar 1.286 kg/ha/tahun.
APLIKASI PROBIOTIK MENUJU SISTEM BUDI DAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN Ikhsan Khasani
Media Akuakultur Vol 2, No 2 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9353.164 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.2.2007.86-90

Abstract

Perkembangan kegiatan budi daya perikanan yang pesat dengan penerapan sistem intensif telah memunculkan permasalahan berupa penurunan daya dukung kolam atau tambak bagi kehidupan ikan yang dibudidayakan. Dampak lanjut yang ditimbulkan adalah terjadinya serangkaian serangan penyakit yang menimbulkan kerugian besar. Langkah antisipatif melalui penerapan teknologi budi daya dengan berpedoman pada kaidah keseimbangan ekosistem merupakan solusi untuk mencegah kerusakan yang lebih serius. Di antara langkah tersebut adalah melalui aplikasi probiotik yang mempunyai kemampuan dalam mempertahankan kualitas air dan penghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen.
NILA MERAH AIR TAWAR, PELUANG BUDIDAYANYA DI TAMBAK AIR PAYAU Abdul Mansyur; Markus Mangampa
Media Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.23 KB) | DOI: 10.15578/ma.6.1.2011.63-68

Abstract

Salah satu komoditas perikanan budidaya bernilai ekonomis tinggi adalah ikan nila merah (Oreochromis niloticus), merupakan ikan air tawar, yang miliki potensi untuk dibudidayakan di tambak air payau. Ikan nila merah merupakan ikan yang memiliki daya tahan tubuh dan adaptasi yang baik. Salah satu adaptasi yang dapat dilakukan oleh ikan nila adalah adaptasi fisiologis terhadap rentang salinitas yang tinggi karena ikan nila tergolong ikan eurihaline dan memiliki potensi untuk penyesuaikan diri pada salinitas air laut. Pembudidayaan ikan nila (Oreochromis niloticus) tergolong mudah dibandingkan pembudidayaan udang dan ikan kerapu. Risiko terkena penyakit atau hama pada ikan nila relatif lebih kecil dibandingkan dengan udang. Budidaya nila merah yang dipolikultur dengan udang vaname secara semi-intensif dapat meningkatkan pendapatan petani hingga mencapai Rp 20.200.000,-/musim (105-120 hari).
FISH WELFARE: APAKAH IKAN DAPAT MERASAKAN SAKIT DAN NYERI? Angela Mariana Lusiastuti; Remi Dugue; Desy Sugiani; Edy Farid Wadjdy; Setiadi Setiadi
Media Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.981 KB) | DOI: 10.15578/ma.9.1.2014.57-63

Abstract

Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF Masalah etika pokok dalam penelitian adalah "apakah tidak ada pelanggaran kewajiban moral untuk menghormati makhluk hidup, meskipun tujuan penelitiannya justru untuk memajukan kehidupan manusia".

Page 10 of 33 | Total Record : 328