cover
Contact Name
iwan ridwan zaelani
Contact Email
iwanrz@unpas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.polistaat@unpas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 25793888     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Terbit pertama pada tahun 1993 dengan nama “Polistaat”, kemudian berganti nama menjadi jurnal “Paradigma” pada tahun 2007 dengan nomor ISSN 1410 6787. Sejak tahun 2017 berganti nama menjadi jurnal “Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik”.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI MEDIA SOSIAL (STUDI DESKRIPTIF TINGKAT DAN POLA POLITIK PARTISIPATIF GEN-Z KOTA YOGYAKARTA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI INSTAGRAM TAHUN 2019) Al Musa Karim; Adi Wibawa; Puguh Toko Arisanto
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i2.3093

Abstract

Abstract Gen-Z that can hardly be separated from social media in their daily activities is categorized as a group of beginner voters and has the potential to be exposed to political content on social media in the midst of the Indonesia election 2019. In the context of Indonesia election 2019, Gen-Z in the province of Yogyakarta faces long-running currents of local political culture and national political culture. The local political culture tends to be calmer in the context of the political situation and on the other hand, a national political culture seems boisterous, especially in the online world that is abundant on political content flows on social media, both positive and negative. This research seeks to see how the level and pattern of participatory politics of Gen-Z confronted with flows of local and national political culture through Instagram in the city of Yogyakarta. This research uses a case study method applying two stages of data collection and analysis. The first stage uses the survey method to 160 respondents and the second stage uses the interview method to 10 respondents selected from the results of the first stage. The results showed that Gen-Z's level of participatory politics was still low which was marked by forms of responses that tended to be passive towards political content and voluntary awareness to follow political content but had yet to reach the stage of sharing political content. Keywords: Gen-Z, Political Culture, Participatory Politics, Beginner Voters, Yogyakarta. Abstrak Gen-Z sebagai generasi yang tidak bisa dipisahkan dari media sosial dikategorikan sebagai kelompok pemilih pemula dan sangat berpotensi terpapar konten-konten politik di media sosial di tengah kontestasi pemilu 2019. Dalam konteks pemilu 2019, Gen-Z di wilayah provinsi Yogyakarta dihadapkan pada arus budaya politik lokal yang telah lama berkembang dan budaya politik nasional. Budaya politik lokal yang cenderung lebih tenang dalam konteks situasi politik dan di sisi lain, budaya politik nasional yang riuh terutama di ranah online serta penuh dengan arus konten-konten politik di media sosial, baik bernada positif maupun yang bernada negatif. Penelitian ini berupaya untuk melihat bagaimana tingkat dan pola politik partisipatif Gen-Z dihadapkan pada arus budaya politik lokal dan nasional melalui aplikasi Instagram di lingkungan Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan dua tahapan pengumpulan dan analisis data. Tahapan pertama menggunakan metode survei kepada 160 responden dan tahapan kedua menggunakan metode wawancara kepada 10 responden yang dipilih dari hasil tahap pertama. Hasil penelitian menunjukkan tingkat politik partisipatif Gen-Z yang masih rendah yang ditandai dengan bentuk-bentuk respon yang cenderung pasif terhadap konten-konten politik serta kesadaran yang bersifat voluntary untuk mengikuti konten-konten politik namun belum sampai pada tahap berbagi konten politik. Kata Kunci: Gen-Z, Budaya Politik, Politik Partisipatif, Pemilih Pemula, Yogyakarta.
KEPENTINGAN INDONESIA DALAM KERJA SAMA BILATERAL DENGAN JEPANG STUDI KASUS: INDONESIA-JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IJEPA) Yusron Avivi; Muhnizar Siagian
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 1 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i1.2967

Abstract

The Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) is a bilateral cooperation in the economic sector between Indonesia and Japan that is expected to support economic growth between the two countries through various established schemes. In foreign policy studies, each country has an interest to be achieved in a variety of bilateral cooperation undertaken. Indonesia has many national interests in this bilateral economic cooperation. And also the various factors behind Indonesia to pursue economic diplomacy through bilateral economic cooperation agreements with Japan. This study aims to look at Indonesia's national interests in IJEPA cooperation and how Indonesia is trying to achieve these various interests. This study uses a qualitative case study method with descriptive analytical methods. Researchers used a foreign policy approach with various concepts of national interest in bilateral cooperation in the economic field.
POLITIK TANAH: GERAKAN PERLAWANAN PAGUYUBAN PETANI LAHAN PANTAI KULON PROGO TERHADAP TANAH BERSTATUS PAKUALAM GROUND TAHUN 2016-2018 Alam Mahadika
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i2.3167

Abstract

The results of this study indicate that the Kulon Progo Beach Farmers Association belongs to 2 categories, namely the Social Movement and the Agrarian Reform movement, and discussing the Daily Politics in the organization. They are categorizing it as a Social Movement using several indicators, namely: common challenges, common goals, collective solidarity, and collective identity, as well as maintaining resistance politics. In categorizing it as an Agrarian Reform movement based on what the organization stands for. And the last is analyzing the Daily Politics with political themes.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Dhini Ardianti; Iwan Satibi; Rasman Sonjaya; Iwan Gunawan
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 1 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i1.2970

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mengimplementasikan program Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Bandung Barat (Studi Kasus di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat. Fokus penelitian bertujuan untuk mengetahui proses research (fact finding), perencanaan (planning), pelaksanaan (communicating/actuating), dan evaluasi (evaluating) dalam mengimplementasikan program Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Bandung Barat; dan untuk mengetahui kegiatan komunikasi yang dilakukan Diskominfotik Kabupaten Bandung Barat dalam mengimplementasikan program KIM di Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan tradisi studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Dinas Kominfotik KBB dan Koordinator Relawan TIK KBB, dan melalui studi literatur terhadap dokumen yang terkait berupa artikel, berita online, maupun dokumentasi kegiatan yang terdapat di website dan media sosial komunitas Relawan TIK KBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses research (fact finding) dengan cara analisis dokumen terkait KIM, perencanaan (planning) komunikasi ditunjukan untuk adanya perubahan kognitif, perubahan sikap (attitude) hingga perubahan perilaku masyarakat, salah satunya dengan cara membuat jurnalisme warga melalui website Desa, membentuk komunitas Relawan TIK; pelaksanaan (communicating/actuating) diarahkan pada startegi mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metode, dan pemilihan media komunikasi; serta evaluasi sejauhmana startegi komunikasi tersebut berhasil dilaksanakan efektif dan efisien; (2) kegiatan atau aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh Diskominfotik dalam mensosialisasikan kegiatan KIM di Kabupaten Bandung Barat adalah melalui kegiatan R-TIK (Relawan TIK) yang digagas masyarakat informasi Bandung Barat, melalui saluran-saluran media baru, seperti website Desa, facebook, twitter, dan media massa online terkait pemberitaan kegiatan R-TIK KBB ini.
SECURITIZATION OF COVID-19 AND STATE’S RESPONSE TO MITIGATE PANDEMIC THREAT Iqbal Ramadhan
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i2.3611

Abstract

Novel Coronavirus, commonly known as Covid-19, is a new type of viral species that has been discovered in China during November 2019. As of recent, Covid-19 has been a threat and a threat to the humans. Based on research performed by scientists, the coronavirus is a type of virus that can be transmitted to humans from wild animals. The first person infected with a virus is expected to appear in the city of Wuhan, China. Initially, Covid-19 was only endemic. Given the fact that so many people are infected with this virus, the WHO declared it a global pandemic. The Covid-19 phenomenon has gained prominence despite the danger that it presents to human life. The aim of this article is to analyze Covid-19 in the perspective of security studies. The author uses securitization concept to describe the Covid-19 phenomenon. The author used qualitative analysis methods. The author claims that the Covid-19 securitization process encourages state actors to define it as one of threat that needs to be overcame. Owing to variations in the securitization process between countries, the results are different among states. However, at one point, nation-state treated Covid-19 as a challenge to be solved. In the end, state actors need to strengthen their capabilities to stop the pandemic threat's pace.
THE EUROPEAN UNION TRADE PROTECTION ON INDONESIAN CRUDE PALM OIL (CPO) IMPORT Siti Zainurrahmi Br Bangun; Taufik Hidayat; Akim .
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 1 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i1.2974

Abstract

Perdagangan Internasional kini, diwarnai dengan adanya praktek liberalisasi salah satunya adalah liberalisasi perdagangan dengan mengusung pasar bebas. Selanjutnya, implementasi dari liberalisasi perdagangan terkait dengan penghapusan berbagai macam proteksi perdagangan. Meskipun perdagangan bebas sesuai kesepakatan WTO harus dilaksakan, namun tidak semua negara-negara di dunia benar-benar menerapkan perdagangan bebas. Negara kerap melakukan praktek proteksi perdagangan nontarif sebagai upaya membatasi membanjirnya produk impor masuk ke wilayahnya. Dalam hal ini, Uni Eropa melakukan upaya membatasi produk impor CPO Indonesia dengan menggunakan berbagai macam kebijakan, sertifikasi, sampai kepada kampanye negatif yang kemudian hal ini diidentifikasi sebagai bentuk proteksi perdagangan nontarif. Penulisan artikel ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif pada pendekatan studi kasus. Kemudian, artikel ini pula akan dijelaskan secara komprehensif instrumen yang diidentifikasi sebagai bentuk proteksi perdagangan nontarif dengan menggunakan teori Thomas Oatley. Artikel ini berkesimpulan bahwa, Pada dasarnya sedikit sekali negara di dunia yang benar-benar menerapkan implementasi pasar bebas, negara-negara kerap melakukan praktek proteksi perdagangan yang pada esensinya untuk meraih kepentingan domestiknya dalam hal ini adalah minyak nabati yang diproduksi di kawasan Uni Eropa agar dapat berdaya saing.
Sosial, Politik, dan Ekonomi Kesejahteraan Sosial: Refleksi Demokrasi dan Fenomena Sosial Indonesia Reza Ardiansyah Pradana
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i2.3717

Abstract

In an effort to understand social welfare, a multidimensional framework from a social, political and economic perspective is needed. The social perspective will show how society on an individual and community basis is an important part of social welfare studies. With sociological approaches such as Max Weber and Pierre Bourdieu in the analysis of society and even politics, this paper shows that anthropology in seeing the phenomenon of welfare is not quite right. Then in the realm of politics, this paper seeks to present the side of public policy and social policy resulting from the political process and how democracy works in its transition and circumstances. The economy is seen from both global and local perspectives as a reality of the world phenomena that have occurred regarding the 1997 and 2008 recessions, then the neoliberalism regime, and then how the alternative welfare proposed by some thinkers is presented in this paper.
PERENCANAAN KOMUNIKASI KOMUNITAS ALEUT DALAM LITERASI SEJARAH Mochamad Iqbal
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 1 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i1.2952

Abstract

Budaya literasi di Indonesia sangat rendah, sehingga perlu peran dari masyarakat untuk menguatkan budaya literasi. Komunitas aleut bergerak dalam memperkenalkan literasi sejarah kepada masyarakat terutama sejarah yang berada di kota Bandung dan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan komunikasi komunitas Aleut dalam literasi sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan datanya melalui Observasi, Wawancara dan Dokumentasi dengan menggunakan model perencanaan komunikasi milik Philip Lesly. Hasil penelitiannya diketahui bahwa perencanaan komunikasi komunitas aleut dengan menganalisis lingkungan eksternalnya berupa tren masyarakat dan ancaman berupa TIK, memiliki kompetensi inti dari pengurus. Kebijakan berlandaskan visi misi yang dituangkan dalam aktifitas atau kegiatan. Perencanaan program pelaksanaan ; dirumuskan dalam musyawarah kerja berupa kelas literasi, ngaleut dan kegiatan literasi lainnya. Menggunakan berbagai media, baik massa maupun media sosial seperti koran, radio, Instagram, twitter, facebook dan website. Kegiatan komunikasi ; melakukan promosi dan diseminasi informasi terkait program yang akan dan telah dilakukan melalui berbagai media yang dimiliki. Komponen Publik diantaranya ; Umpan balik ; inventarisasi secara langsung dari program yang telah dilakukan dan feedback dari hasil unggahan di media sosial. Proses terakhir Evaluasi ; diadakan dalam rapat evaluasi yang tiap beberapa minggu sekali untuk mengevaluasi hasil umpan balik.
MENGUJI EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PROSTITUSI DAN MIRAS: STUDI KASUS DI KOTA YOGYAKARTA Ridho Al-Hamdi; Sri Agustiningsih; Nawang Kurniawati
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i2.3126

Abstract

Prostitusi dan minuman keras di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan persoalan yang tidak ada habisnya, terutama di Kota Yogyakarta. Penertiban melalui operasi-operasi dan patroli juga sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Yogyakarta sebagai pihak yang mempunyai tanggung jawab dalam mewujudkan ketertiban, keamanan, dan perlindungan masrayakat. Namun demikian, perkembangan prostitusi dan miras masih saja tetap bertahan hingga saat ini. Karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui sejauh mana efektivitas kinerja dari Satpol PP Kota Yogyakarta dalam menangani persoalan prostitusi dan miras yang terjadi di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang lebih menonjolkan data-data empiris-lapangan. Kajian ini menggunakan tiga indikator (pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi) untuk mengetahui efektivitas kinerja Satpol PP dalam menangani prostitusi dan miras di Kota Yogyakarta. Temuan penelitian ini menyatakan, bahwa kinerja Satpol PP cenderung tidak efektif karena tidak ada satupun dari ketiga indikator tersebut yang berhasil dilakukan oleh Satpol PP Kota Yogyakarta. Hal ini juga menjadi tanda ketidakseriusan pemerintah Kota Yogyakarta dalam mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai kota yang sehat dan terbebas dari prostitusi dan minuman keras.
PERAN AKTOR DALAM PROSES PEMBENTUKAN DINASTI POLITIK (STUDI KASUS DI KABUPATEN PURWAKARTA) Dea Arsyad Mujtahid Shibghotulloh; Husin Al-Banjari; Yusa Djuyandi
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 1 (2020): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v3i1.2931

Abstract

The political phenomenon at the local level which concentrates power limited to the family is interesting to highlight. The power which is only hegemony by the political actor by making his relatives as part of a political dynasty becomes a problem in democratization in Indonesia. Opportunities for the wider community were eroded because the tap to power was blocked by the local elite. The power tree formed by Dedi Mulyadi as a political actor, by making it easier for his wife Anne Ratna Mustika as Purwakarta regent to succeed Dedi Mulyadi, as well as his son Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar as chairman of DPD level II Golkar Party Purwakarta Regency, strengthen Dedi Mulyadi's position as a politician snapper class in the area. By using a qualitative research method approach and taking a case study of Purwakarta Regency, this research illustrates a political dynasty formed by political actors using political skills that are not visible to the public (hidden power). The results showed that the role of political actors based their political skills on knowledge, actors used political party instruments, bureaucracy, and also some Sundanese culture in shaping political dynasties. Moreover, the long-term interests of the actor who desires to become a leader at the level of West Java and National Provinces is an important finding in this article. This necessitates that the actor must be able to secure his power base in Purwakarta Regency. Keywords: Political Dynasty, Political Actors, Hidden Power.