cover
Contact Name
iwan ridwan zaelani
Contact Email
iwanrz@unpas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.polistaat@unpas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 25793888     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Terbit pertama pada tahun 1993 dengan nama “Polistaat”, kemudian berganti nama menjadi jurnal “Paradigma” pada tahun 2007 dengan nomor ISSN 1410 6787. Sejak tahun 2017 berganti nama menjadi jurnal “Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik”.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
Analisis Strategi Komunikasi Politik Dalam Menghadapi Skandal: Studi Kasus Setya Novanto Dalam Kasus E-KTP Ryanathan Prabartha; Cecep Safa’atul Barkah; Tetty Herawaty; Lina Auliana; Lucky Taufik Sutrisno; Christin Dwi Putri Septian6
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.21786

Abstract

Keterlibatan Setya Novanto dalam skandal korupsi e-KTP telah menarik perhatian publik dan mendorong berbagai perubahan dalam wacana politik.Penelitian ini dilakukan untuk memahami strategi komunikasi politik dalam situasi krisis. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji, melalui penggunaan Teori Perbaikan Citra dan Teori Atribusi, teknik komunikasi Setya Novanto terkait dengan kontroversi tersebut. Studi literatur digunakan sebagai pendekatan penelitian, dengan menggunakan publikasi ilmiah, berita, dan dokumen hukum terkait. Hasilnya, penggunaan taktik komunikasi oleh Setya Novanto, termasuk penyangkalan, pengalihan tanggung jawab, dan permintaan maaf, memiliki hasil yang beragam. Meskipun taktik seperti menyangkal tanggung jawab dan mengalihkan kesalahan dapat mengurangi tekanan untuk sementara waktu, taktik-taktik tersebut justru memperburuk keadaan dalam jangka panjang. Namun, permintaan maaf Novanto yang tulus menimbulkan kontroversi, yang melemahkan keampuhannya dalam memperbaiki citranya, bahkan jika itu dimaksudkan untuk membangun kembali hubungan. Kecenderungan publik untuk percaya bahwa Novanto bertindak atas dasar kepentingan pribadinya, menurut temuan studi Teori Atribusi, menyebabkan keraguan akan keandalannya. Akhirnya, meskipun beberapa taktik komunikasi jangka pendek memang berhasil mengurangi dampak krisis, reputasi politik Novanto tidak pernah benar-benar pulih karena tindakan perusahaan yang tidak konsisten dan tidak jelas. Menurut penelitian ini, memulihkan kepercayaan publik setelah krisis membutuhkan keterbukaan, konsistensi, dan tindakan nyata. Dengan sedikit keberuntungan, penelitian ini akan menambah apa yang telah diketahui tentang komunikasi politik, khususnya yang berkaitan dengan krisis reputasi.
TIKTOK SHOP’S GREAT BARGAIN: STUDI KASUS LOBI DAN NEGOSIASI DENGAN PEMERINTAH INDONESIA Najwa Sabilla; Nasywa Rahma; Wardah Destia Urfa
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.24121

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara mendalam teknik lobi dan negosiasi yang dilakukan oleh TikTok dalam merespons kebijakan pemerintah Indonesia yang menghentikan sementara operasional TikTok Shop. Melalui pendekatan kualitatif dan menggunakan kerangka teori Best Alternative to a Negotiated Agreement (BATNA) dan Zone of Possible Agreement (ZOPA), penelitian ini mengeksplorasi dinamika hubungan antara TikTok, pemerintah Indonesia, dan Tokopedia sebagai mitra strategis. Keputusan pemerintah untuk menutup TikTok Shop dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap ketidakseimbangan persaingan usaha serta perlindungan UMKM lokal. Dalam menghadapi situasi ini, TikTok menerapkan strategi lobi yang adaptif dengan menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan serta mencari alternatif solusi bisnis. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membentuk aliansi dengan Tokopedia, bagian dari ekosistem GoTo, yang telah memiliki izin operasional e-commerce di Indonesia. Selain itu, TikTok juga memanfaatkan kekuatan opini publik dan pengaruh digitalnya untuk membangun tekanan tidak langsung terhadap kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan negosiasi yang cermat dan kolaboratif, TikTok berhasil mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, memungkinkan TikTok Shop kembali beroperasi secara legal di Indonesia melalui kemitraan yang menguntungkan dengan Tokopedia.
Relevansi Pemikiran Tan Malaka tentang Partai Politik sebagai Kritik terhadap Oligarki dalam Sistem Kepartaian Indonesia Ian Pasaribu
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.34893

Abstract

Sistem kepartaian Indonesia pasca-Reformasi kerap ditandai oleh dominasi elite dan praktik oligarki politik yang menegasikan fungsi ideologis partai. Partai politik lebih sering berperan sebagai kendaraan elektoral dan saluran kepentingan ekonomi dibandingkan sebagai alat perjuangan rakyat. Dalam konteks tersebut, pemikiran Tan Malaka menjadi relevan untuk dihadirkan kembali sebagai kritik terhadap kemerosotan nilai ideologis partai politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis gagasan Tan Malaka tentang partai politik dan menafsirkan relevansinya terhadap kondisi oligarkis dalam sistem kepartaian Indonesia kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, berfokus pada analisis wacana terhadap karya-karya Tan Malaka seperti Massa Aksi (1926), Madilog (1943), dan Naar de Republiek Indonesia (1925). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tan Malaka memandang partai politik sebagai alat perjuangan kelas dan sarana pendidikan politik rakyat yang berorientasi pada kesadaran kolektif, moralitas perjuangan, serta pembebasan sosial. Pandangan ini menjadi kritik mendasar terhadap realitas oligarki partai di Indonesia yang mengabaikan partisipasi dan ideologi rakyat. Oleh karena itu, pemikiran Tan Malaka relevan untuk membangun kembali basis ideologis dan moralitas politik dalam memperkuat demokrasi substantif di Indonesia.
ANALISIS DAMPAK MODERNISASI DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN KEPOLISIAN SEKTOR MANYAR Falah Ananda Febryan
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.39139

Abstract

Negara Indonesia telah memasuki era digital, untuk mengikuti perkembangan zaman pemerintahan Indonesia membuat suatu produk fasilitas terbaru bagi pelayanan Masyarakat yang Bernama e-government atau pemerintahan digital. Melalui produk tersebut berbagai contoh telah diemplementasikan seperti Di sektor kepolisian semua layanan dan laporan sudah melalui sistem online aplikasi e-Samsat yang merupakan aplikasi untuk pembayaran pajak, LAPOR! Yang merupakan layanan pengaduan online yang berfungsi untuk menjaring aspirasi dari Masyarakat serta PRESISI (PolisiKu). Namun faktanya masih ditemukan adanya penduduk yang tetap harus datang langsung di saat mengalami kejadian untuk membuat pelaporan serta saat membuat surat seperti SKCK dan surat izin keramaian untuk acara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sudah sejauh mana implementasi E-government bekerja di sektor kepolisisan dan apa kendala kendala yang menjadi permasalahan terjadinya penghambatan kemajuan teknologi di sektor kepolisian dengan mengambil tempat di bagian Polsek Manyar Kota Gresik. Metode yang digunakan dalam mebuat penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data secara observasi, melakukan wawancara serta literatur review. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk pelayanan publik, kendala yang dihadapi dan perbandingan sebelum era digital dan sesudahnya. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah seluruh pelayanan sudah menerapkan basis online, kendala yang dihadapi adalah akses yang didapatkan oleh Masyarakat hanyalah informasi tentang persyaratan untuk membuat laporan ataupun pembuatan SKCK dan sebagainya dikarenakan untuk verifikasi data penduduk harus datang langsung sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan serta pada tahun 2023-2024 ditinjau adanya penurunan dalam kasus masuk yang mana berubahnya sistem ke basis online belum dirasakan dampaknya oleh Masyarakat. Kata Kunci: Digital, Kepolisian, pelayanan  
EXPLORING THE SOUL OF ALGORITHMS: A DEEP DIVE INTO THE RISE OF VIRTUAL IN-FLUENCERS IN INDONESIA Betty Tresnawaty; Muhammad Rif’at Al-Razi; Maylanny Christin
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.39681

Abstract

The emergence of digital technologies initiated never-before-seen changes in the field of marketing, such as the introduction of virtual influencers. Cutting-edge computer animation techniques produce these personalities and are carefully crafted to interact with and sway the opinions of people online. This study intends to analyze the emerging virtual influencer phenomenon that is gradually unfolding in Indonesia’s digital economy, giving particular attention to its evolution, effects, and specific strategies employed in contemporary marketing communication. The purpose is to chart the evolution of virtual influencers in Indonesia and assess their effectiveness as novel digital marketing tools. The approach taken in this study is qualitative descriptive to capture the virtual influencer phenomenon holistically in the context of Indonesia's digital landscape. The results of this study are expected to provide insights and recommendations for digital marketing actors, companies, practitioners, and researchers in designing effective marketing campaigns by utilizing virtual influencers. Computer-generated influencers, also referred to as virtual influencers, have heavy followings which are substantial in number. They are expanding the phenomenon of influencer marketing. These characters are very proficient in endorsing various products and services on different digital platforms, making them valuable marketing assets.
ANALISIS PENYELENGGARAAN INSTRUMEN NON-UPAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2019 Riskianis Edwar; Dr. Ane Permatasari, S.IP., M.A
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2026): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v9i1.2859

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyelenggaraan Instrumen Non Upah oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY tahun 2019 sebagai upaya peningkatan kesejahteraan pekerja. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh berdasarkan wawancara terhadap pejabat berwenang pada Disnakertrans DIY serta data sekunder sebagai data untuk memperkuat analisa penelitian. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel penyelenggaraan instrumen non upah yaitu pelatihan dan produktivitas tenaga kerja, pengawasan dan penegakan aturan ketenagakerjaan, perluasan kesempatan kerja, serta pembinaan hubungan industrial sangat mempengaruhi pembangunan ketenagakerjaan dalam upaya peningkatan kesejahteraan pekerja di Daerah Istimewa Yogyakarta.
DEMOCRACY THREAT TOWARDS SECURITY PROTECTION ON THE ELECTION Juniar Laraswanda Umagapi
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2026): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v9i1.2916

Abstract

Indonesia is a country full of diversity, home to numerous different ethnic groups, languages, and religions. Many factors can be the main threat of the conflict in Indonesia. In this paper, it would focus on the tribe, religion, race, and intergroup (SARA) issue in Politics. This year Indonesia holds the first simultaneous election, which creates a lot of dynamics conflict in Indonesia. People fight with each other because of their choice of the candidates in the President or even in the legislative election. A lot of issues occur such as hoax issues in the election, dynasty politics, money politics, illegal campaigns and etc. The difference of the political choice creates a religious conflict, even the discord among families. The combination of the president and legislative election in one day creates a conflict. Then the big question appears, is democracy a cause of peace? Though peace causes democracy, democracy does not cause peace. Based on perpetual peace by Immanuel Kant in 1795, most people will not choose a war except for protection for their life because they are the one who got the negative impact of war, but in a democratic country like Indonesia, freedom of speech everywhere, we can choose where we belong and cultural diversity exists, that is more likely as a factor of conflict especially in politics era right now. Democracy is when people do not live in fear anymore. This research concludes that even though Indonesian always creates a conflict especially after the election but we still called as a process of democracy so it means democracy is when people can express themselves self-confidently without feeling guilty, but the consequence of democracy is conflict everywhere.
EVALUASI PELAKSANAAN KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA: EVALUASI PELAKSANAAN KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA Muhammad Rifa'at Adiakarti Farid; Anif Muchlashin, Placenta Abshar Wijaya
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2026): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v9i1.3174

Abstract

Otonomi daerah merupakan kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sebagai respon atas tuntutan reformasi pemerintah dengan cukup cepat telah melakukan perubahan yang cukup mendasar atas berbagai Undang-Undang dalam bidang politik dari yang berwatak sentralistis-otoritarian ke otonomi-demokratis. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan agenda kebijakan otonomi daerah pada mulanya sebagai semangat reformasi. Tetapi pada akhirnya, otonomi daerah ini menjadi bad policy (kebijakan yang buruk).      
RELEVANSI PEMIKIRAN MAHATMA GANDHI TERHADAP PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA Zainal Fadri
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2026): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v9i1.3287

Abstract

The issue of corruption that occurs in various parts of the country is a matter of concern for all people. There are many preventive activities carried out by the government and regulatory agencies, but the results have not shown a positive number for the decline. Many institutions create designs and systems to prevent acts of corruption, but corrupt behavior remains a major problem for countries in the world. even many large countries were destroyed by acts of corruption. This study aims to provide an overview of the prevention or eradication of corruption with other approaches. The approach used is more directed at the personal approach of corrupt behavior. After getting a good understanding of corruption, then a system will be created that will lead every corrupt behavior to self-realization so as not to become corrupt. The data of this study were obtained from literacy collection then compiled and analyzed in order to obtain a picture and conclusion that corruption cases can be resolved by other methods, namely using the method introduced by Mahatma Gandhi, namely the approach to meaning and the approach of the human person.
Budaya Politik PENGARUH BUDAYA POLITIK TERHADAP KEMENANGAN PRABOWO SUBIANTO DAN SANDIAGA SALAHUDIN UNO PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2019 DI SUMATERA BARAT: budaya politik sthefany idris; Irawati; Andri Rusta; Mhd. Fajri
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2026): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v9i1.6867

Abstract

Pemilihan Presiden (PILPRES) merupakan ajang pesta demokrasi yang diadakan di Indonesia dalam kurun waktu satu kali dalam lima tahun. Hal ini dapat dilihat perbandingannya pada tahun 2014 dan 2019 dimana Prabowo baik dengan pasangannya Hatta atau Sandiaga meraih kemenangan dalam suara di Sumatera Barat, walaupun di tahun 2014 Jokowi dan Jusuf Kalla yang duduk menjadi Presiden dan Wakil Presiden,  dengan melakukan  pendekatan  kepada masyarakat Sumatera Barat, tetapi hal ini tidak bisa mengalihkan masyarakat Sumatera Barat untuk memilih Jokowi pada pemilihan di tahun 2019, Prabowo tetap menang telak di Sumatera Barat, hal ini dikarenakan masyarakat Sumatera Barat yang mayoritas etnis Minangkabau memilih pemimpin melalui 3T, yaitu Takah, Tageh, dan Tokoh. Dimana hal ini sangat krusial dalam memilih pemimpin.

Page 9 of 10 | Total Record : 93