cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial
ISSN : 25286893     EISSN : 25286871     DOI : -
Core Subject : Social,
gulawentah: Jurnal Studi Sosial with regitered number ISSN : 2528-6893 (print) , e-ISSN : 2528-6871 is scientific journals which publish articles from the fields social science and social science education.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Transformasi perilaku sosial komunitas street punk: perspektif teori strukturasi dalam model rehabilitasi sosial Dinsospermasdes Kabupaten Jepara Arisqi, Aliffia Yuli; Hidayat, Medhy Aginta
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18014

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis teori strukturasi terhadap model rehabilitasi yang diberikan oleh (Dinsospermasdes) dalam perubahan perilaku sosial yang terjadi pada Komunitas Street Punk Jepara. Komunitas Street Punk Jepara ini merupakan salah satu Komunitas punk terbesar di Kabupaten Jepara yang mendapat model rehabilitasi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa khusunya dalam tim Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS). Dengan adanya bentuk model rehabilitasi yang diberikan membuat proses perubahan perilaku sosial terjadi pada Komunitas Street Punk Jepara. Metode pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi sata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Peneliti ini menggunakan teori strukturasi oleh Anthony Ginddens, dengan hasil dari penelitiannya adalah Model Rehabilitasi lanjutan yaitu dengan peran agen sebagai perilaku sosial, dan peran struktur adalah fasilitasi agensi dalam suatu tindakan yang telah dilakukan.
Representasi Identitas Ibu Haji Melalui Modal Sosial dan Kapital Smbolik di Kabupaten Bangkalan dan Sampang Amelia, Putri; Hidayat, Medhy Aginta
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18080

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan fenomena representasi identitas ibu haji melalui modal sosial dan kapital simbolik di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Madura. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi.  Pada penilitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan fenomena haji di Madura, belum banyak atau bahkan tidak ada sama sekali yang membahas secara spesifik terkait bagaimana haji perempuan merepresentasikan identitas mereka ditengah kehidupan sosial dan budaya etnis Madura.  Madura merupakan daerah dengan penganut agama Islam dengan ketaatan yang melekat menjadi jati diri. Dalam masyarakat Madura, ibadah haji dianggap sebagai ritus yang sangat penting dan menjadi cita-cita masyarakat untuk bisa melakukannya. Selain mendapat gelar haji dan penghargaan, mereka juga mendapatkan kepercayaan dan penghormatan dari masyarakat. Memiliki gelar ebhu ajjhi memberikan dampak terhadap perubahan status sosial ibu haji. Hal ini disebabkan oleh adanya modal sosial dan kapital simbolik yang dimiliki. Mereka yang sudah melaksanakan ibadah haji merepresentasikan identitas mereka dan pengalaman haji mereka kepada orang lain. Hal tersebut untuk menunjukkan penghormatan terhadap nilai- nilai dan norma agama yang terkait dengan ibadah haji. Representasi identitas ebhu Ajjhi di Bangkalan dan Sampang mencerminkan adanya hubungan yang erat antara modal sosial dan kapital simbolik, yang saling mempengaruhi dan membentuk citra diri sebagai ibu haji.
Pengelolaan Kawasan Wisata Sejarah Monumen Kresek Pasca Pandemi COVID-19 Sebagai Sumber Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Aprillia, Tiswa; Hartono, Yudi; Huda, Khoirul
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relevansi strategi pembelajaran dosen dengan memanfaatkan sumber pembelajaran di luar kelas berupa pengelolaan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek pasca pandemi COVID-19 untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian kualitatif studi kasus. Tempat penelitian di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Madiun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktit model Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengelolaan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek melibatkan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata  “Mekar” atau menerapkan Community Based Tourism (CBT). Sejak pandemi COVID-19, pengelolaan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek diambilalih oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Madiun, sementara pengelolaan sehari-hari di lapangan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun. Pemerintah Desa Kresek juga terlibat dalam pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Kresek. Warga terlibat berdasarkan penugasaan dari pihak-pihak tersebut seperti sebagai pemandu wisata. Strategi pembelajaran dosen dengan memanfaatkan sumber belajar di luar kelas yakni Pengelolaan Kawasan Wisata Sejarah Monumen Kresek Kabupaten Madiun pasca pandemi relevan dengan situasi dan kondisi mahasiswa pasca pandemi yang merupakan upaya meningkatkan motivasi belajar secara eksternal (ekstrinsik). Motivasi mahasiswa pendidikan sejarah cenderung meningkat dilihat dari respon mahasiswa terhadap pembelajaran yang dilakukan dosen menjadikan mahasiswa tertarik dan terkesan sehingga meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Pariwisata Geopark Silokek di Kabupaten Sijunjung Ningsih, Dina Gustia; Putera, Roni Ekha; Yoserizal, Yoserizal
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.15861

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang meliputi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sijunjung (Bappeda) dengan LPPM Unand, BCA, serta Pokdarwis Nagari Silokek dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam mengelola pariwisata geopark silokek sehingga dapat dikenal dan menjadi wisata unggulan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Geopark Silokek berhasil meraih penghargaan sebagai geopark nasional pada tahun 2018. Sehingga Geopark Silokek dilirik oleh berbagai pihak dan memudahkan menjalin kolaborasi pengelolaan pariwisata Geopark Silokek. Hal yang utama dilakukan tentunya dalam pengembangan SDM yang ada di Nagari Silokek dan juga pengelolaan infrastruktur yang ada di objek wisata Nagari Silokek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi sumber. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Crish Ansell dan Alison Gash. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dalam pengelolaan pariwisata geopark silokek di Kabupaten Sijunjung dilakukan cukup baik seperti sebuah alur proses yaitu pada kondisi awal ada ketidakseimbangan sumber daya. Kemudian Pemerintah melakukan kolaborasi dalam Perencanaan penyusunan dokumen Master Plan Geopark Silokek antara Bappeda dengan LPPM Unand. Kemudian bentuk dari kepemimpinan yang fasilitatif berupaya menjalin kerjasama melalui surat perjanjian kerjasama dengan berbagai pihak yaitu BCA, dan juga himbauan untuk berkolaborasi kepada Dinas yang ada di Sijunjung dalam penelitian ini yaitu Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta juga menjalin kolaborasi dengan Pokdarwis Nagari Silokek. Dalam desain lembaga tersebut semua elemen ikut berpartisipasi. Proses kolaborasi berjalan dengan baik dan memperoleh hasil sementara dengan terbinanya kelompok sadar wisata dan meningkatnya jumlah kunjungan wisata serta indahnya kawasan wisata Geopark Silokek dan menerima berbagai penghargaan dari nasional. Namun masih terdapat kekurangan dimana masyarakat tidak dilibatkan dalam penetapan kebijakan dan dari segi pokdarwis perlu dibina sampai benar-benar mandiri.
Ritual tradisi berias dalam proses perkawinan etnis melayu Desa Makrampai Kabupaten Sambas Tawara, Lisa; Bahari, Yohanes; Wiyono, Hadi
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.17840

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rangkaian prosesi awal, inti, akhir dan nilai-nilai ritual tradisi berias dalam proses perkawinan Etnis Melayu di Desa Makrampai Kabupaten Sambas. Ritual tradisi berias merupakan tradisi mencukur bulu-bulu halus disekitar wajah, yang memiliki tujuan dapat membuat kesan atau efek calon pengantin menjadi lebih berseri dan dipercayai dapat menghilangkan segala hal-hal buruk calon pengantin dengan jatuhnya bulu-bulu yang dicukur. Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Sedangkan analisis yang termuat dalam penelitian ini menggunakan tujuh orang informan yakni dua orang informan inti dan lima orang informan pendukung. Temuan penelitian ini menunjukkan prosesi awal meliputi penentuan waktu pelaksanaan; persiapan alat dan bahan; dan pembacaan pantan (mantra). Prosesi inti meliputi mengillingkan telur; mengambil sari kelapa; dan mengelilingkan dulangan. Prosesi akhir meliputi Pencukuran; berdoa; dan pemakaian prodak yang sudah di doakan. Selain itu, dalam ritual tradisi berias memiliki nilai-nilai yang disertakan dalam tradisi tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan sosial bagi masyarakat.
Pengaruh pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP Kabupaten Lombok Barat Husni, H; Fahrurrozi, F; Maujud, Fathul
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.19140

Abstract

Pengaruh pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP Kabupaten Lombok Barat H Husni, F Fahrurrozi, Fathul Maujud1Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Mataram, IndonesiaEmail:  210403008.mhs@uinmataram.ac.id*;  fahrurrozi@uinmataram.ac.id; fathulmaujud@uinmataram.ac.id Naskah diterima: 23/09/2023; Revisi: 02/10/2023; Disetujui: 13/10/2023AbstrakPendidikan guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.  Guru penggerak merupakan pemimpin pembelajaran dalam merdeka belajar. Sebagai leader guru penggerak harus memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajerial yang handal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pembelajaran di kelas, kepala sekolah atau pengawas.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh   pendidikan  guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial  guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat . Metode yang di gunakan adalah  kuantitatif , dengan jumlah populasi sebanyak 30. Waktu penelitian bulan Maret sampai dengan Desember 2022. Variabel bebasnya adalah pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan, sedangkan variabel terikatnya adalah kompetensi manajerial. Instrumen  pengumpulan data adalah angket.  Teknik   pengujian hipotesis berupa  uji regresi linier berganda Hasil analisis data membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan  : (1)  pendidikan  guru penggerak terhadap kompetensi manajerial  guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat  dengan nilai signifikansi  sebesar 2,904 lebih besar dari t tabel yaitu 2,052, (2) kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial  guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat  dengan nilai signifikansi  sebesar 2,838 lebih besar dari t tabel yaitu 2,052, dan (3) secara signifikan dan simultan antara pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat  dengan nilai signifikansi  sebesar 452,428 lebih besar dari F tabel yaitu 3,350.
Masalah sosial kemiskinan di Indonesia: Suatu pandangan teoritis Karl Marx Daniel, Daniel; Bahari, Yohanes
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v9i1.19432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah sosial kemiskinan yang terjadi di Indonesia dengan analisis teoritis pandangan Karl Marx, tokoh sosiologi klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, dengan mengumpulkan berbagai referensi yang kredibel dan akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan bisa timbul dari sejumlah faktor, termasuk tingkat pendidikan yang rendah, ketidaksetaraan dalam distribusi pendapatan, dan kendala akses terhadap modal. Oleh karena itu, faktor-faktor tersebut diakui sebagai penyebab utama dari masalah kemiskinan. Perspektif teoritis Karl Marx, yang menyoroti akar masalah struktural dalam ekonomi kapitalis, terutama terkait dengan eksploitasi pekerja dan ketidaksetaraan distribusi kekayaan, dapat menjadi pemicu terjadinya kemiskinan. Upaya untuk mengatasi kemiskinan melibatkan beberapa solusi, seperti memberdayakan pekerja melalui pembentukan serikat pekerja, melakukan reformasi struktur ekonomi dengan menerapkan pajak progresif, dan mengalokasikan ulang sumber daya ekonomi ke sektor-sektor yang mampu memberdayakan. Selain itu, investasi dalam bidang pendidikan dan pelatihan pekerja dianggap krusial untuk meningkatkan kualifikasi dan mobilitas sosial. Sejalan dengan itu, mengurangi tingkat alienasi di tempat kerja menjadi suatu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pekerja dan secara keseluruhan, memperbaiki produktivitas kerja.
Dinamika pasar dan keberlanjutan bisnis karaoke: Perspektif ekonomi dan sosial Oktavia, Novi Tri; Sujianto, Agus Eko; Nurhayati, Dwi Astuti Wahyu
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif dinamika pasar dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan bisnis karaoke dari perspektif ekonomi dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis tematik. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tulungagung pada pertengahan bulan Oktober 2023 hingga akhir bulan April 2024. Partisipan penelitian ini sejumlah enam responden yang terdiri dari Ketua RT, Pemandu Lagu (eks-PSK), Pemilik Usaha Karaoke, Tukang Parkir, Tukang Cuci, serta Warga Kawasan Brantas. Teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini menggunakan analisis data Miles and Huberman (2014) model interaktif, dengan tiga alur kegiatan terjadi secara bersamaan yaitu (1) kondensasi data; (2) penyajian data; (3) pengambilan kesimpulan atau verifikasi dengan menggunakan bantuan analisis data NVivo12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lokalisasi Kaliwungu berhasil ditutup pada tahun 2012 oleh Bupati Tulungagung periode 2008-2013, Heru Tjahjono. Sejak penutupan lokalisasi, masyarakat Desa Kaliwungu mendirikan bisnis hiburan karaoke dan warung kopi yang disebut sebagai Kawasan Brantas. Pemandu Lagu (eks-PSK) memasang tarif sekitar Rp 35.000 sampai Rp 50.000 setiap jamnya. Tarif parkir kendaraan mobil adalah Rp 5.000 untuk hari-hari biasa seperti Senin sampai Jumat di Kawasan Brantas, sedangkan pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu dikenakan tarif Rp 10.000. Pada bulan Ramadan, Kawasan Brantas buka mulai jam 19.00 WIB sampai dengan jam 24.00 WIB dengan alasan mayoritas warga Kawasan Brantas yang berada di RT 02/RW 03 yang berjumlah 65 kartu keluarga beragama Islam.
Pengalaman Model di Surabaya yang Mengalami Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder dalam Mencapai Subjective Well-Being Fauzi, Muhammad Ulwan; Bawono, Yudho
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v9i1.19590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well-being pada model di Surabaya yang mengalami kecenderungan body dysmorphic disorder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya, Jawa Timur dengan partisipan seorang model. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tiga partisipan yang memiliki kriteria berprofesi sebagai model, mengalami kecenderungan body dysmorphic disorder dan berdomisili di Kota Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan metode interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) model yang mendapat tantangan dapat memunculkan kecenderungan body dysmorphic disorder dengan dua aspek penyerta yaitu keasyikan terhadap penampilan yang memunculkan perilaku sering bercermin di depan cermin untuk memerhatikan kondisi penampilannya, berpikir bahwa kondisi berat badan saat ini tambah gemuk, sering memikirkan kondisi penampilan hingga pernah melakukan serangkaian diet untuk mendapatkan kondisi penampilan yang bagus. Serta aspek distress terhadap penampilan yang memunculkan perilaku merasa khawatir dengan postur tubuh, merasa resah terhadap jerawat dan badan, khawatir persepsi orang tentang kondisi penampilan yang dimiliki, overthinking terkait dengan berat badan hingga takut terhadap pemikiran orang lain tentang kondisi penampilan; (2) model dengan kecenderungan body dysmorphic disorder tetap dapat mencapai kondisi sejahtera secara subjektif (subjective well-being).
Persaingan Usaha Yang Sehat Melalui Pengaturan Hukum Terhadap Social Commerce dan Electronic Commerce Oleh Permendag Nomor 31/29023 Negara, Dharma Setiawan; Putra Nainggolan, Samuel Dharma
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v9i1.20485

Abstract

Hadirnya Social Media  yang awalnya diperuntukkan sebagai media sosial yang dijalankan melalui daring (online), saat ini juga merambah pada dilakukannya kegiatan jual beli secara digital menggunakan wadah Social Media tersebut. Padahal wadah untuk jual beli secara digital telah ada sebelumnya (E-Commerce) Untuk itu perlu negara perlu mengatur hal ini supaya tercipta suatu iklim persaingan usaha yang sehat. Dimana akan tercipta suatu persaingan usaha tidak sehat apabila Social Commerce dan E-Commerce berada dalam platform yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang mengkaji pengaturan hukum terhadap Social Commerce  yang dibedakan dengan E-Commerce dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil dari penelitian ini adalah mengenai pengaturan hukum sebagaimana dalam Permendag Nomor 1 Tahun 2023 yang mengatur tata cara pelaksanaan bisnis Social Commerce dan E-Commerce.