cover
Contact Name
Ika Lestari
Contact Email
visi_ptk_pnf@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jiv@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
ISSN : 19079176     EISSN : 26205254     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal VISI is published on Juni and December every year which published by Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta. This journal focuses on Early Childhood Education and Society Education. This journal warmly welcomes to articles contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
THE EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA BALOK CUISENAIRE TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Ditha Sandyprihati; Upik Elok Endang Rasmani; Ruli Hafidah
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.7

Abstract

Pengenalan konsep lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun atau anak TK kelompok A harus diiringi dengan benda konkrit atau nyata agar potensi yang mereka miliki dapat berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan Balok Cuisenaire terhadap kemampuan mengenal konsep lambang bilangan terhadap anak usia 4-5 tahun dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang berbentuk nonequivalent control grup design. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan 6 kali pertemuan pada setiap kelompok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel bertujuan. Penelitian dilaksanakan di sebuah taman kanak-kanak di Kota Surakarta. Partisipan penelitian ini adalah kelompok eksperimen berjumlah 21 anak dan kelompok kontrol berjumlah 21 anak. Analisis data terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil uji prasyarat menggunakan Shapiro Wilk dan Levene Test for Equality of Variance yang menunjukkan bahwa data bersifat normal dan homogen. Sedangkan pada uji hipotesis menggunakan paired sample t-test untuk uji pre-post dalam kelompok yang sama dan independent sample t-test untuk uji beda antar kelompok dengan membandingkan skor kelompok kontrol dengan eksperimen pada signifikasi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol adalah 16,05 dan 15,90 dengan nilai signifikansi 0,758. Sedangkan rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kontrol adalah 22,29 dan 16,33 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi posttest kelompok eksperimen dan kontrol 0,000 ≤ 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas penggunaan media balok Cuisenaire terhadap perkembangan mengenal konsep lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. The introduction of the concept of number symbols in children aged 4-5 years or kindergarten children group A must be accompanied by concrete or tangible objects so that their potential can develop optimally. The purpose of this study is to find out the effectiveness of the application of Cuisenaire Blocks to the ability to recognize the concept of number symbols to children aged 4-5 years in learning activities. This research is a quasi-experimental study in the form of a nonequivalent control group design. In this research, each group conducts six meetings each month. The sampling technique used is purposive sampling. Participants in this study were an experimental and control group, both consists of 21 children. Data analysis consists of prerequisite and hypothesis tests. The prerequisite test results using Shapiro Wilk and the Levene Test for Equality of Variance showed that the data was usual and homogeneous. While in the hypothesis test using paired sample t-test for pre-post test in the same group and independent sample t-test for different tests between groups by comparing the score of the control and experiment groups on signification p < 0.05. The results showed that the average pretest of the experiment and control group was 16.05 and 15.90, with a significance score of 0.758. Meanwhile, the average posttest of the experiment and control group was 22.29 and 16.33, with a significance score of 0.000. Based on the experiment and control group significance score of 0.000 ≤ 0.05, this research concluded that Cuisenaire block media usage develops the concept of number symbols recognition ability in children aged 4-5.
DESKRIPSI REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI STUDY FROM HOME PADA MASA PANDEMIK COVID-19 Ririn Dwi Wiresti; Erni Munastiwi
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rekonstruksi pembelajaran anak usia dini study from home pada masa pandemik COVID-19. Pendemi ini mengakibatkan terjadinya perubahan berbagai aspek kehidupan, salah satunya aspek pendidikan. Perubahan ini menyebabkan munculnya berbagai permasalahan terkait pembelajaran, di antaranya pembelajaran yang semula tatap muka beralih menjadi belajar dari rumah. Permasalahan tersebut sebaiknya dicarikan jalan keluar, agar pembelajaran anak usia dini dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Partisipan penelitian adalah kepala sekolah dan wali kelas pada Kelompok Bermain TK B di TK Kreatif Primagama Yogyakarta. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran anak usia dini study from home pada masa pandemik COVID-19 memengaruhi sistem pembelajaran yang ada. Oleh karena itu diperlukan rekonstruksi pembelajaran yaitu penerapan digital learning dan blended learning agar pembelajaran di masa study from home dapat berjalan lancar. This study aims to describe the reconstruction of early childhood learning study from home during the COVID-19 pandemic. The COVID-19 pandemic outbreak has changed various aspects of life, one of which is education. This change has led to the emergence of various problems related to learning, including learning from face-to-face turning to learning from home. These problems should be found a way out, so that early childhood learning can run well. This study used descriptive qualitative research methods, interview data collection techniques, observation, and documentation. The participants of this study were the principal and homeroom teacher of TK B class at Primagama Creative Kindergarten Yogyakarta. The validity of the data was examined using source and technique triangulation. The results of this study indicate that early childhood learning study from home during the COVID-19 pandemic affected the existing learning system, therefore learning reconstruction is needed, namely the application of digital learning and blended learning so that learning during the study from home period can run smoothly.
KEGIATAN MERONCE UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN Cahniyo Wijaya Kuswanto; Dinda Marsya; Agus Jatmiko; Dona Dinda Pratiwi
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.6

Abstract

Keterlambatan perkembangan motorik halus dapat berdampak pada menurunnya kekuatan otot dan jari-lengan. Bentuk kegiatan yang dapat mengembangkan motorik halus anak salah satunya kegiatan meronce. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian adalah eksperimen dengan jenis design one group pre-test and post-test. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun, yaitu kelompok B2 sebagai eksperimen dengan berjumlah 15 anak yang dilakukan di RA Al-Ikhwan School selama Bulan Juni 2020. Uji hipotesis menggunakan uji-t dengan program SPSS v.24. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil uji-t memperoleh nilai Sig (2-tailed ) sebesar 0,000 < 0,05, artinya diterima dan ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini, ada pengaruh kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Dengan demikian disarankan kegiatan meronce menjadi kegiatan yang dilakukan secara rutin yang diberikan pada anak usia 5-6 tahun, sehingga berkembangnya motorik halus. Delay in fine motor skill development can lead to decrease strength in muscles and fingers. One form of activity that can help develop children's fine motor skills is arranging beads into trinkets such as necklaces. The purpose of this study was to determine the effect of this activity on fine motor skill development of children aged 5-6 years. This study was conducted at RA Al-Ikhwan School in June 2020 with 15 children aged 5-6 years as participants.One group pre- and post-test design experiment is used in this study. Data was gathered through observation, interviews and documentation which then analysed using t-test of SPSS v.24. Based on the t-test results, the Sig (2-tailed) value is 0.000 <0.05, means that is accepted while H0 is rejected. The conclusion of this study, there is an effect of beads arranging activity on fine motor skill development of children aged 5-6 years. Thus it is recommended that beads arranging activity is needed to be carried out routinely for children aged 5-6 years in order to help develop motor skills.
ANALISIS PROGRAM ADULTS AND CHILDREN TOGETHER (ACT) RAISING SAFE KIDS Clara Dewi Larasati; Novita Eka Nurjanah
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.8

Abstract

Rasa aman bagi anak dalam masa tumbuh kembangnya merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Pengasuhan yang tepat merupakan kunci keberhasilan anak dalam memenuhi tugas perkembangannya. Kesadaran orang tua untuk membekali diri mengenai proses pengasuhan tanpa melibatkan kekerasan dalam proses pendisiplinan merupakan hal mendasar untuk menciptakan rasa aman bagi anak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program pengasuhan dapat menunjang kemampuan pengasuhan orang tua dalam mendisiplinkan anak tanpa melibatkan kekerasan verbal serta dampaknya bagi perkembangan anak. Penelitian ini merupakan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 60 orang tua murid kelompok A maupun kelompok B di sebuah TK di Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa program pengasuhan yang diberikan yaitu Adults and Children Together (ACT) Raising Safe Kids dapat menunjang kemampuan orang tua mengenai pendisiplinan anak tanpa melibatkan kekerasan serta dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sosial emosional anak. Program ini dibagi menjadi tiga sesi yang dilakukan selama 2 jam untuk setiap sesinya. Tujuan program adalah pemahaman orangtua mengenai perkembangan anak sesuai dengan tahap usianya, cara mengelola emosi dan membantu anak untuk mengelola emosi, serta bagaimana menciptakan lingkungan yang aman bagi anak yang terbebas dari kekerasan baik fisik maupun verbal. Penelitian ini melaporkan bahwa program ini dapat meningkatkan praktik pengasuhan yang aman tanpa kekerasan bagi anak. A sense of security for children during their growth and development is an important thing to pay attention to. Proper parenting is the key to children's success in fulfilling their developmental tasks. Parent’s awareness to equip themselves with the parenting process without involving violence in the disciplinary process is fundamental to creating a sense of security for children. The research was conducted to find out how the implementation of the Adults and Children Together (ACT) Raising Safe Kids program can support the parenting skills of parents in disciplining children without involving verbal violence. This study used a descriptive qualitative method. Data collection techniques in this study using interviews, observation, and document study. The results of this study indicate that the Adults and Children Together (ACT) Raising Safe Kids program is an effective parenting program to equip parents about child discipline without involving violence. The program is divided into three sessions which last for 2 hours each session. This program leads parents to understand the age stage based-child development, to manage emotions and to help children to manage their emotions. This program also facilitates them to know how to create a safe environment for children who are free from both physical and verbal violence. This study concludes that this program can improve safe care practices without violence for children.
FAMILY-SCHOOL PARTNERSHIPS OF INDONESIAN FAMILIES ENGAGED IN POSTGRADUATE STUDY Pasiningsih
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.1

Abstract

Indonesian students who study in Australia sometimes bring their family members, such as their children. Therefore, they do not only play a role as a student but also as a parent. The role will be more complex as they need to build partnership with their children’s school. Building family-school partnerships with families from culturally and linguistically difference can be challenging. Therefore, the aim of this research project was to understand the perspectives of Indonesian families to the notion of partnerships with the school for their children’s education. This study specifically focused on Indonesian families who study postgraduate education in Australia and have a child or children studying in early childhood education settings. This research was based on an exploratory case study. It involved semi-structured interviews with open-ended questions. The data was analyzed using an inductive strategy and thematic analysis. Findings showed that there was discrepancy between participants’ perspectives on authentic partnerships and the practice. Parents viewed partnerships as a collaboration only when they had concerns to children. Lack of open communication emerged as the challenge because participants’ role as a student. Parents felt hesitant also to ask about their children’s school program because of the lack of communication from the teacher and the cultural factor. Therefore, Indonesian families who have dual roles, as students and parents, and Australian teachers who have students that their parents also study could rethink what kind of partnerships that is effective for the benefit of children. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Australia terkadang membawa serta anggota keluarga, salah satunya adalah anak. Oleh karena itu, mereka memiliki peran ganda, sebagai mahasiswa dan sebagai orang tua. Peran tersebut menjadi lebih rumit jika anak mereka juga sekolah di Australia karena mereka diharapkan juga membangun kemitraan dengan sekolah anaknya. Membangun kemitraan antara sekolah dan orang tua dari negara yang berbeda bahasa dan budaya memiliki tantanganan tersendiri. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah memahami perspektif keluarga Indonesia tentang konsep kemitraan antara keluarga dan sekolah. Penelitian ini berfokus pada keluarga Indonesia yang sedang melanjutkan studi S2 di Australia dan mempunyai anak yang bersekolah di pendidikan anak usia dini. Penelitian ini berbentuk studi kasus eksploratori. Pengambilan data melalui wawancara semi-struktural dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Analisis data menggunakan strategi induktif dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan orangtua memiliki kekhawatiran yang berbeda terkait anaknya di sekolah. Ada ketidaksesuaian antara perspektif partisipan terkait konsep kemitraan dengan praktek di lapangan. Orangtua menganggap kemitraan sebagai kolaborasi hanya jika ada permasalahan pada anak. Kurangnya komunikasi menjadi tantangan kemitraan akibat peran orang tua sebagai mahasiswa. Orangtua ragu untuk bertanya terkait program sekolah karena kurangnya komunikasi dari guru dan juga faktor kultural. Maka dari itu, keluarga Indonesia yang memiliki peran ganda, sebagai mahasiswa dan orangtua, serta guru PAUD di Australia yang memiliki siswa dengan orang tua yang juga pelajar di Australia dapat meninjau ulang kemitraan yang efektif untuk mendukung pembelajaran anak.
Hubungan Intensitas Belajar Ekonomi, Gaya Hidup Siswa dan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Terhadap Rasionalitas Berkonsumsi Siswa Kelas XI Paket C Setara SMA di Kabupaten Sumbawa Agus Sadid
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi merupakan pelajaran utama pada kelompok IPS paket C setara SMA. Perilaku berkonsumsi siswa dapat diamati melalui pemahaman mereka terhadap pelajaran tersebut. Untuk itu penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan eksplanatory causalitas. Populasi penelitain ini adalah siswa kelas XI paket C setara SMA se-kabupaten Sumbawa, dan teknik samplingnya adalah multy stage random sampling. Karena tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh intensitas belajar, gaya belajar dan prestasi belajar pelajaran ekonomi terhadap rasionalitas berkonsumsi, maka analisis data menggunakan analisis jalur mengadopsi model causal steps dari Baron dan Kenny. Temuan Penelitian menunjukan bahwa (1) intensitas belajar ekonomi berpengaruh signifikan terhadap rasionalitas berkonsumsi siswa,(2) gaya hidup berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasionalitas berkonsumsi siswa, (3) gaya hidup siswa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, (4) intensitas belajar ekonomi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, (5) prestasi belajar ekonomi berpengaruh signifikan terhadap rasionalitas berkonsumsi siswa, (6) gaya hidup siswa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasionalitas berkonsumsi dan (7) intensitas belajar ekonomi berpengaruh signifikan terhadap rasionalitas berkonsumsi melalui prestasi belajar ekonomi.
PENINGKATAN MINAT MEMBACA WARGA BELAJAR MELALUI KAMPUNG LITERASI DI PKBM AL-HIDAYAH TASIKMALAYA Herwina, Wiwin; Dede Nurul
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1602.1

Abstract

Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun demikian, minat membaca warga belajar di Indonesia sampai dengan sekarang ini sangatlah rendah. Rendahnya minat baca di Indonesia dilihat dari beberapa bukti-bukti maupun riset yang sudah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peningkatan minat membaca warga belajar dengan adanya Taman Bacaan Masyarakat (PKBM) di PKBM Al-Hidayah Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode penelitian yaitu metode studi kasus. Penelitian dilakukan pada PKBM Al-Hidayah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama 6 (enam) bulan, yaitu dari bulan April 2020 sampai dengan September 2020. Hasil penelitian menunjukkan minat membaca warga belajar dapat meningkat dengan adanya kampung literasi di PKBM Al-Hidayah Tasikmalaya. PKBM Al-Hidayah Tasikmalaya dijadikan sebagai sumber belajar masyarakat, sumber informasi masyarakat, kepala dan pengelola sebagai motivator, pembimbing, dan stimultan minat baca bagi masyarakat, serta sumber hiburan masyarakat menjadi bukti bahwa telah terjadi peningkatan minat baca di masyarakat. Kata-kata kunci: Literasi, peningkatan, membaca, minat.
PENERAPAN MODEL BANK SAMPAH DALAM MENINGKATKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN Lilis Karwati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study is to describe the application of the waste bank model in improving environmental hygiene. The implementation of the waste bank model has several stages of activities, namely 1) Socialization of the first phase, 2) The establishment of waste bank management team, 3) Waste savings training, 4) Socialization of the second phase, 5) Garbage saving servants consisting of household waste sorting, depositing, weighing, recording, garbage transportation, storage and money collection as well as waste recycling activities, and 6) Evaluation. The method used in the study is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques through observation, interview and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study found that after the existence of waste banks with the implementation of activities through a 5p approach (possibility, strengthening, protection, disposing and maintenance) now the community manages waste by collecting, sorting and managing waste through waste savings and waste recycling that makes the environment cleaner and neatly organized. In addition, the existence of waste banks also has a positive impact on society that can be seen from the health, education and socioeconomic aspects
KEBUTUHAN SEKOLAH SUNGAI DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DI MASYARAKAT Akhmad Rofiq; Entoh Tohani
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1602.2

Abstract

This study aims to describe the needs for Sekolah Sungai development in the communities around the Winongo River. As an institution engaged in the social sector, Sekolah Sungai needs various developments to increase the existence and usefulness of institutions in the communities around the Winongo river in an effort to reduce disaster risk. The research method used in this research is descriptive qualitative, using data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that there are several development needs that must be followed up by Sekolah Sungai in order to increase the usefulness of the institution. The Sekolah Sungai development needs include the following: 1) development of an innovative Sekolah Sungai program; 2) Development of learning methods; 3) improving the quality of Sekolah Sungai management resources; 4) procurement of facilities and infrastructure; 5) increasing public awareneSekolah Sungai; and 6) partnerships. Without any development efforts carried out, it will certainly cause Sekolah Sungai to have no power in educating the public regarding disaster risk reduction and increasing public awareneSekolah Sungai of river management. Meanwhile, with the development carried out, it will have a good impact on the sustainability of Sekolah Sungai in the community which in the end can be an alternative for the community to become a vehicle for learning related to disaster mitigation and river management.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN KECERDASAN BERBAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI Lisnawati Lisnawati; Asep Saepudin; Ani Riandiani
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan solusi pembelajaran kecerdasan berbahasa Indonesia di Taman Kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua / komite sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah apa yang telah dilakukan guru TK Kemala Bhayangkari 43 dan guru TK Melati Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang telah mengacu pada manajemen pembelajaran, yang menyebabkan peran guru dalam penerapan kecerdasan bahasa Indonesia meningkat, meski belum signifikan.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In Vol 20 No 1 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In Vol 19 No 2 (2024): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 19 No 1 (2024): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 18 No 2 (2023): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 18 No 1 (2023): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 17 No 2 (2022): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 17 No 1 (2022): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 15 No 1 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 14 No 2 (2019): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 14 No 1 (2019): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 13 No 2 (2018): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 13 No 1 (2018): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 12 No 2 (2017): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 12 No 1 (2017): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 11 No 2 (2016): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 11 No 1 (2016): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 10 No 2 (2015): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 10 No 1 (2015): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 9 No 2 (2014): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 9 No 1 (2014): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 8 No 2 (2013): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 8 No 1 (2013): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 7 No 2 (2012): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 7 No 1 (2012): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 6 No 2 (2011): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 6 No 1 (2011): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 5 No 2 (2010): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 5 No 1 (2010): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 4 No 2 (2009): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 4 No 1 (2009): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 3 No 2 (2008): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 3 No 1 (2008): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 2 No 2 (2007): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 2 No 1 (2007): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 1 No 2 (2006): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 1 No 1 (2006): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal More Issue