cover
Contact Name
Ika Lestari
Contact Email
visi_ptk_pnf@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jiv@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
ISSN : 19079176     EISSN : 26205254     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal VISI is published on Juni and December every year which published by Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta. This journal focuses on Early Childhood Education and Society Education. This journal warmly welcomes to articles contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
SMART TREES MEDIA TO HELP IMPROVING PUPILS’ COUNTING PROFICIENCY IN A KINDERGARTEN Mohammad Archi Maulyda; Siti Istiningsih; Vivi Rachmatul Hidayati; Ratih Ayu Apsari; Chuthamar Suwanmani Asian
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.6

Abstract

Based on the results of a preliminary study conducted on 20 children, the number of children who got 4 stars was 3 children with a percentage (15%), 3 stars were 4 children with a percentage (20%), 2 stars were 3 children with a percentage (15%), while those who got 1 star were 10 children with a percentage (50%). This shows that there are still many children who have not been able to count from 1-10, which means that many children have not achieved their learning completeness. For this reason, it is necessary to take action so that children's learning completeness can be achieved. The purpose of this study was to see the effectiveness of using smart tree media in improving children's numeracy skills 1-10. The design chosen for this study was the Kemmis and Taggart Classroom Action Research Model with 3 cycles. The data collection techniques used are performance techniques to collect data about students' numeracy skills and observation techniques to collect data about the learning process when each action cycle is carried out. The results of the data analysis showed that after the third cycle was completed, the learning completeness of the children reached 80%, meaning that there were 16 children who achieved learning completeness. The conclusion is that smart tree media can improve numeracy skills 1-10 in group A children at An-Nur Labuapi Kindergarten.Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 20 anak, 3 anak (15%) mendapat 4 bintang, 4 anak (20%) mendapat 3 bintang, 3 anak (15%) mendapat 2 bintang, dan sisanya 10 anak (50%) mendapatkan 1 bintang. Hal ini menunjukkan masih banyak anak yang belum dapat berhitung dari 1-10, yang berarti banhyak anak yang belum tercapai ketuntasan belajarnya. Untuk itu perlu adanya Tindakan yang dilakukan agar ketuntasan belajar anak dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat efektivitas penggunaan media pohon pintar dalam meningkatkan kecakapan berhitung 1-10 pada anak. Desain yang dipilih untuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Taggart dengan 3 siklus. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah teknik unjuk kerja untuk mengumpulkan data tentang kemampuan berhitung peserta didik dan teknik observasi untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran pada saat setiap siklus tindakan dilaksanakan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setelah siklus III selesai dilaksanakan ketuntasan belajar anak mencapai 80%, artinya anak yang mencapai ketuntasan belajar berjumlah 16 anak. Kesimpulannya adalah bahwa media pohon pintar dapat meningkatkan kecakapan berhitung 1-10 pada anak kelompok A TK An-Nur Labuapi.
INOVASI MODEL PEMBELAJARAN JARAK JAUH PROGRAM KESETARAAN PAKET C DI MASA PANDEMI COVID-19 Musyafa Ali; Cesilia Prawening; Mukhamad Hamid Samiaji
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.2

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menghambat proses belajar dan pembelajaran baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal seperti pada program kesetaraan Paket C. Guru atau tutor dituntut untuk dapat menghadirkan inovasi pembelajaran yang efektif. Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi model pembelajaran jarak jauh pada Program Kesetaraan di wilayah Purwokerto Selatan pada masa pandemik COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data menggunakan tiga teknik yakni; melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Setelah data diperoleh kemudian peneliti melakukan analisis, adapun teknik analisis yang digunakan yakni; mereduksi, analisis dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga metode pembelajaran yakni daring (live book, kuis, recording materi), luring (proyek karya), dan kombinasi (group observation or self-observation, rekaman materi, diskusi, investigasi dan webinar, dan apresiasi belajar). Ketiga metode pembelajaran ini merupakan modifikasi sekaligus adaptasi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19.The COVID-19 pandemic has hampered the learning and its process at all levels of education ranging from early childhood education to college. In addition to formal education, non-formal education such as the Package C Equality Program has also undergone drastic changes in the teaching and learning process. From that problem teachers or tutors are required to be able to present effective learning innovations. Distance learning can be one of the applicable alternatives. This article aims to describe the innovation of distance learning models in the Equality Program in the South Purwokerto region during the COVID-19 pandemic. This study is a field research with a qualitative approach. Data was collected using three techniques, namely; observations, interviews and document studies. The data then analysed based on these steps; reduction, analysis and withdrawal of conclusions. The results of this study show that there are three methods of learning namely online (live book, quiz, recording material), offline (project work), and combination (group observation or self-observation, recording material, discussion, investigation and webinar, and appreciation of learning). These three learning methods are both modifications and adaptations of distance learning during the COVID-19 pandemic.
SCHOOL AND FAMILY PARTNERSHIP: INFORMAL LEARNING CONTEXT TO BUILD CHILDREN CHARACTER Robertus Belarminus Suharta; Serafin Wisni Septiarti; Erma Kusumawardani
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.10

Abstract

This present study aims to describe the pattern of partnerships between schools and families in basic education as part of character building for students in the context of informal learning in primary schools. The study was conducted using a descriptive qualitative approach with 9 school principals and committee members as participants. Participants were recruited from both public and private schools based on regional representation. Data analysis was conducted inductively by linking of family involvement aspects with interactive analysis. The results showed that character building is the responsibility of both the schools and families which is achieved through priority programs implemented in all elementary schools. These programs involved institutional cooperation, family-school collaboration at home and family-teacher communication. The study also found that involvement in all elementary schools was mostly represented by mothers (85%). Character building can also be done by accelerating school-family partnership in a more informal learning context. Through this families and schools go hand in hand promoting culture of achievement, literacy related habits five principles which comprise smile, greeting, say hello, polite, well-mannered and five involvement which are corporation, community leaders in the villages, universities, family and city government. Involving families in children's education evidently provides confidence, comfort and enthusiasm in learning at home and at school.Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kemitraan antara keluarga dan sekolah dalam pendidikan dasar sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa dalam konteks pembelajaran informal di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan 9 kepala sekolah dan komite sekolah. Peserta direkrut dari sekolah negeri dan swasta berdasarkan keterwakilan wilayah. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengaitkan aspek keterlibatan keluarga dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan karakter merupakan tanggung jawab sekolah dan keluarga yang dicapai melalui program prioritas yang dilaksanakan di semua sekolah dasar. Program-program ini melibatkan kerjasama kelembagaan, kerjasama keluarga-sekolah di rumah dan komunikasi keluarga-guru. Studi ini juga menemukan bahwa keterlibatan di semua sekolah dasar sebagian besar diwakili oleh ibu (85%). Pengembangan karakter juga dapat dilakukan dengan mempercepat kemitraan sekolah-keluarga dalam konteks pembelajaran yang lebih informal. Melalui ini keluarga dan sekolah bahu membahu mempromosikan budaya berprestasi, lima prinsip terkait kebiasaan literasi yaitu senyum, sapa, sopan, santun, menanyakan kabar dan lima keterlibatan yaitu korporasi, tokoh masyarakat di desa, perguruan tinggi, keluarga dan pemerintah kota. Melibatkan keluarga dalam pendidikan anak ternyata memberikan rasa percaya diri, kenyamanan dan semangat dalam belajar di rumah dan di sekolah.
MEDIA BAHAN ALAM UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KLASIFIKASI PADA ANAK USIA DINI Ira Arini; Ayu Fajarwati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.3

Abstract

Pemanfaatan bahan alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah masih jarang sekali dilakukan oleh guru untuk mendorong kemampuan klasifikasi pada anak usia dini usia 5-6 tahun. Guru hanya menggunakan media berupa benda konkret yang ada di kelas saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media bahan alam dalam membantu meningkatkan kemampuan klasifikasi pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi selama lima kali pertemuan, menunjukkan bahwa guru menggunakan media bahan alam untuk mengembangkan kemampuan mengklasifikasi benda pada anak usia dini. Media bahan alam yang adalah batu-batu kecil, benih padi, biji salak, biji asam, air, sirup warna warni, batang pohon kering dan daun. Aktivitas belajar yang dilakukan siswa adalah mencari, mengumpulkan, mengelompokkan, membedakan, bermain sains dan menanam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media bahan alam dapat meningkatkan kemampuan klasifikasi anak usia dini.Teachers rarely use natural materials around the school environment to encourage classification skills in children aged 5-6 years. Teachers only use media in the form of concrete objects in the classroom. The purpose of this study was to determine the use of natural media in improving early childhood’s classification ability. The method used in this research is descriptive qualitative with interviews, observation and documentation as data collection method. The results of this study indicate that the teacher used the natural media to develop their pupils’ object classification skills. During playing and learning activities teachers used natural materials such as tree branches, seeds, colourful liquid or syrup and inanimate objects. Learning activities carried out by students were searching, collecting, grouping, differentiating, playing science, and planting. This study concludes that the use of natural media can improve the classification skills of early childhood.
ANALISIS KONTEN LAGU “MARITIRUKAN” SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS Suharsiwi; Agus Suradika; Laely Farokhah; Emmy Zamzami
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.8

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya ketersediaan lagu anak-anak usia dini yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran untuk pengembangan keterampilan sosial anak dengan kebutuhan khusus, terutama autisme, Attention Deficit of Hyperactivity Disorder (ADHD), dan Attention Deficit Disorder (ADD). Lagu Maritirukan adalah salah satu media pembelajaran hasil luaran riset PDUPT KemenristekBrin dengan No HKI 000210282 000210282. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis konten lagu Maritirukan sebagai media pengembangan keterampilan sosial anak dengan autisme, ADHD, dan ADD usia dini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada 3 orang anak, wawancara secara mendalam pada 5 orang tua dan guru, dan expert judgement oleh 5 orang ahli yang terdiri dari musisi, ahli media, dan ahli pendidikan anak. Data tambahan terkait lagu diperoleh melalui survei pada 35 orang tua dan guru. Data yang diperoleh kemudian dianalisis yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Maritirukan” telah memenuhi 5 standar kriteria lagu anak. Secara umum, syair lagu Maritirukan memiliki kalimat yang tidak terlalu panjang, sehingga mudah diingat dan dihafal oleh anak. Syair lagu-lagu ini juga memiliki nilai-nilai pendidikan berupa pesan yang ingin disampaikan untuk mengajarkan anak mengembangkan keterampilan sosialnya yaitu menunjukkan, mengenalkan, dan melatih pengembangan emosi yang sehat dan ragam perilaku yang baik. Aransemen lagu sesuai dengan dunia anak dengan nada yang mudah dihafal oleh anak-anak. Lagu ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran bagi orang tua untuk mengembangkan keterampilan sosial pada anak berkebutuhan khusus, terutama anak usia dini dengan autisme, ADHD, dan ADD.This research is backgrounded by the limitations of children’s song as a media of learning to help develop the social skills of children with autism, Attention Deficit of Hyperactivity Disorder (ADHD) and Attention Deficit Disorder (ADD). The Maritirukan Song is one of the learning media results from the research output of PDUPT Kemenristekbrin with No. HKI 000210282 000210282. The aim of this research is to describe the analysis of the content of Maritirukan song as a media to develop the social skill of children with autism, ADHD, and or ADD. This research was a qualitative descriptive research. The data was collected through observations, interviews, and documentation. Observations were conducted on 3 children. Interviews were conducted on 5 parents and teachers. Expert judgments were conducted by 5 experts consisting of musicians, media experts, and childhood education experts. Additional data related to this research were obtained through a survey of 35 parents and teachers. The data obtained were analyzed using triangulation technique consisted of the stages of data collection, data reduction, data display, and verification or data conclusion. The results showed that the Maritirukan song had fulfilled the 5 criteria for children's songs. In general, the poetry of Maritirukan song have sentences that are not too long so that they are easy to remember and memorize by children. These songs also have educational values that have messages to teach children to develop social skills which are showing, introducing, and practicing to develop good emotions and a variety of good behaviors. Song arrangement is suitable for the children's world with an easy tone for children to memorize. This song can be an alternative learning media for parents and teachers to develop social skills of children with autism, ADHD, and or ADD.
PERBEDAAN POLA PENGASUHAN ORANG TUA PADA ANAK USIA DINI DITINJAU DARI BERBAGAI SUKU DI INDONESIA: KAJIAN LITERATUR Arifah Prima Satrianingrum; Farida Agus Setyawati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.3

Abstract

Berbagai faktor memengaruhi setiap keluarga dalam mengaplikasikan pola asuh yang diterapkan untuk anaknya. Salah satu faktor yang memengaruhi pola pengasuhan adalah suku dan budaya yang dipegang teguh oleh orang tua. Tujuan penelitian ini ialah memaparkan kajian tentang adanya perbedaan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua dengan latar belakang suku yang berbeda kepada anaknya. Penelitian ini menggunakan kajian literatur yang bersumber dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan, buku, dokumen yang tertera secara daring maupun cetak. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa perbedaan pola asuh di setiap suku di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor, seperti adat, kebiasaan, dan lain sebagainya. Every family is influenced by various factors in applying the pattern of parenting to their children. One of the factors that influence pattern of parenting is the ethnicity and culture that parents adhere to. This study purpose is to report differences in parenting patterns that were influenced by the ethnicity of parents towards their children. This is a literature review sourced from secondary sources from several research results that have been carried out, books, documents that are listed online and in print. This study shows that differences in parenting styles in each ethnic group in Indonesia are influenced by factors in each tribe such as customs and habits.
CAGEUR BAGEUR BENER PINTER SINGER: FILOSOFI PENGASUHAN SUNDA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) Nuraly Masum Aprily; Anggi Maulana Rizqi; Purwati Purwati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.2

Abstract

Raudhatul athfal (RA) merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sistem pengajaran dengan nilai-nilai ke-Islaman. Nilai-nilai ke-Islaman menjadi karakter bagi peserta didik dengan segala kekhasannya. Nilai-nilai dan budaya dari kearifan lokal suatu daerah tertentu menjadi sebagai salah satu landasan filosofisnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan landasan filosofis yang mendasari pelaksanaan pendidikan karakter dan bagaimana proses pelaksanaan pendidikan karakter di madrasah tersebut. Metode penelitian dengan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Partisipan penelitian adalah seorang pemuka agama, seorang kepala sekolah dan dua orang guru. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) landasan filosofis pendidikan karakter di RA yang dituangkan dalam visi dan misi sekolah; 2) proses penyelenggaraan pendidikan karakter di RA melalui empat tahapan yang meliputi: pembiasaan shalat berjamaah, pembiasaan membaca Iqro dan surat-surat pendek dalam al-qur’an, pembiasaan praktek ibadah, dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Raudhatul athfal (RA) is a kind of kindergarten institution in Indonesia which teaching and learning system is based on Islamic values. In RA, Islamic values ​​is instilled into good character for students with all their uniqueness. Even the values ​​and culture of the local wisdom around the RA serve as one of its philosophical foundations. The purpose of this study is to describe the values and culture of local wisdom which is used as a philosophical foundation that underlies the implementation of character education and how the process of implementing character education in the school is. Data were collected through observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis techniques by means of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of this study are: 1) the philosophical foundation of character education in RA Qurratu 'Aini is outlined in the vision and mission of the school; 2) the process of organizing character education in RA through four stages which include: habituation of congregational prayers, habituation of reading iqro and short letters of the Koran, habituation of worship practices, and extracurricular activities.
ANALISIS PEMBELAJARAN ROHANI ANAK PRASEKOLAH BERBASIS DARING DI MASA PANDEMIK COVID-19 Aim Abdul Karim; Devi Vionitta Wibowo
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.4

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kebijakan baru tentang pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) di masa pandemik COVID-19 yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik dan pengelola di lembaga PAUD. Kondisi ini berimplikasi pada pembelajaran kerohanian PAUD di mana seharusnya dilaksanakan dengan tatap muka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi edukasi rohani anak prasekolah dalam jaringan yang mencangkup proses pembelajaran hingga penilaian guru terhadap pembelajaran selama masa pandemik. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali data melalui wawancara dan dokumentasi terhadap pelaksanaan pembelajaran rohani anak. Penelitian dilakukan pada sebuah Taman Kanak Kanak (TK) di Kota Yogyakarta dengan karakter keberagamaan agama. Partisipan penelitian adalah guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran rohani anak usia dini sesuai dengan Kurikulum 2013 selama sistem pembelajaran dalam jaringan. Pembelajaran dilaksanakan melalui pemberian tugas melalui panduan belajar anak selama satu minggu yang dikirimkan melalui media aplikasi Whatsapp Group orangtua siswa. Adapun materi pembelajaran rohani disesuaikan dengan agama masing-masing anak. Orangtua memandu anak dalam kegiatan rohani kemudian mendokumentasikan hasil belajar anak dalam bentuk video maupun foto. Evaluasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran kurang efektif, karena minimnya kapasitas guru dan kurang optimal dalam memantau dan membimbing anak secara langsung ketika proses pembelajaran rohani. Hasil yang didapat adalah adanya sebagian anak yang kurang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga hal ini berakibat pada penurunan penilaian pembelajaran rohani di lembaga PAUD. This research was motivated by the existence of a new policy on the implementation of Learning from Home (BDR) during the COVID-19 pandemic which prioritized the safety and health of students and all levels of educators at early childhood institutions. This condition has implications for such institutions, especially in early childhood spiritual education which should also be conducted online. This is a case study which aims to explore the online spiritual education for preschool children that covers the learning process and the teacher's assessment of learning during the pandemic. Qualitative approach was used to gather the information through interviews to teachers and headmasters and documentation on the implementation of children's online spiritual learning at TK Omah Dolanan Yogyakarta. The results show that the implementation of early childhood spiritual learning in this institution is in accordance with the 2013 curriculum during the online learning system. Learning is carried out through giving assignments in the form of broncasthing or children's study guides for one week which are sent through the WhastApp Group application media. The spiritual learning material is adjusted to the religion of each child. Parent guide children in spiritual activities then document their learning outcomes in the form of videos and pictures. The evaluation is not effective in the learning process, namely the lack of teacher capacity and the inadequacy in monitoring and guiding children during the spiritual learning process. Some children were not participating maximally in the learning process, so this resulted in a decrease in the assessment of spiritual learning in this early childhood institutions.
BERMAIN PERAN UNTUK OPTIMALISASI KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA CALON GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Tri Lestari; Nahadi Nahadi; Elis Solihati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.10

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan bermain peran dalam mengoptimalkan percaya diri calon guru PAUD. Percaya diri menjadi aspek penting bagi mahasiswa calon guru PAUD dengan memberikan stimulus melalui bermain peran. Penelitian ini menggunakan metode single case experiment, analisis statistika deskriptif pada implementasi main peran dalam proses pembelajaran kelompok belajar 5 orang mahasiswa pada pendidikan calon guru di Kota Tasikmalaya yang dilakukan setiap satu minggu sekali, sebanyak 9 pertemuan. Intervensi dilakukan oleh 2 orang fasilitator. Hasil penelitian secara umum melaporkan bahwa partisipasi lima orang mahasiswa dalam aktivitas bermain peran memiliki kategori sangat baik, begitupun dengan keadaan kepercayaan diri mahasiswa dengan kondisi sangat baik. Tingkat keefektifan ditunjukkan oleh selisih persentase peningkatan pada partisipasi dan kepercayan diri masing-masing mahasiswa calon guru PAUD yakni MH1 awal memiliki kepercayaan diri kategori kurang menjadi kategori sangat baik; MH2 memiliki kategori cukup menjadi kategori sangat baik; MH3 memiliki kategori cukup menjadi kategori sangat baik; MH4 memiliki kategori cukup menjadi kategori sangat baik; MH5 skor kategori cukup menjadi kategori sangat baik. Kesimpulan berdasarkan peningkatan skor kepercayaan diri mahasiswa tersebut, metode bermain peran ini layak dijadikan sebagai intervensi optimalisasi pembelajaran mahasiwa dalam meningkatkan kepercayaan dirinya. The purpose of this study is to examine the effectiveness of role playing in optimizing the confidence of prospective Early Childhood Teachers. Confidence is an important aspect for prospective early childhood teacher because it is needed when they become real teachers. This study is a single case experiment which implement role playing in the learning process of a study group of 5 students in the education of prospective teachers in the City of Tasikmalaya. The role-playing implementation was carried out once a week by two facilitators, as many as 9 meetings. The gathered data was analysed using descriptive statistical analysis. The findings showed that generally the participation of five students in role-playing activities was in a very good category, as well as the state of student self-confidence in very good condition. The level of effectiveness was indicated by the difference in percentage increase in participation and confidence of each early childhood teacher candidates i.e. at the beginning, MH1 was less confidence but after the completion of role playing implementation process he showed to be on the excellent category. Based on the results, it can be concluded that role playing method can be used as an intervention to optimize student learning in improving their confidence.
PROFIL KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosyida Ani Dwi Kumala; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.9

Abstract

Kemampuan computational thinking sudah dipertimbangkan untuk diberikan kepada anak sejak usia dini. Namun belum banyak gambaran terkait kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan melaporkan profil kemampuan computational thinking anak usia 5-6 tahun di sebuah PAUD di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara pada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, observasi pembelajaran sebanyak 36 kali, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui proses penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian melaporkan bahwa ada delapan kemampuan computational thinking yang paling terlihat. Kemampuan tersebut adalah: 1) anak terbiasa dengan kegiatan berinstruksi; 2). anak terlatih untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi; 3) anak terbiasa mengungkapkan ide berupa gagasan, pendapat, atau karya; 4) anak mampu membagi tugas secara mandiri maupun dengan diskusi teman sebaya; 5) anak terbiasa dengan ice breaking dengan menerjemahan kode; 6) anak sudah terbiasa mengoperasikan komputer secara individu, 7) anak mengetahui fungsi dari fitur colour dan shape yang terdapat pada aplikasi power point dan paint; dan 8) anak mampu menerapkan solusi kedalam permasalahan yang sama pada kegiatan yang memiliki kemiripan dalam penyelesaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan computational thinking anak berkembang secara beragam sesuai dengan tingkat intensitas pemberian stimulus. Computational thinking skills are important for children from an early age. However, there are not many information related to this ability. This study aims to report the profile of the computational thinking ability of children aged 5-6 years in an early childhood education center in Surakarta City. This research is a qualitative approach with interviews to the headmaster and teacher, observation, and documentation as data collection methods. The data were analyzed through display, reduction, and concluding. The results of the study report that there are eight most visible computational thinking abilities. These children's abilities are 1) accustomed to instructional activities; 2). find solutions when facing some problems; 3) accustomed to expressing ideas in the form of opinions or works; 4) divide tasks independently or peer discussion; 5) familiar with ice breaking by translating codes; 6) accustomed to operating computers individually, 7) know the function of the color and shape features found in Powerpoint and paint applications; and 8) apply solutions to the same problem in activities that have similarities in completion. This study concludes that children's computational thinking abilities develop in various ways according to the intensity level of the stimulus.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In Vol 20 No 1 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In Vol 19 No 2 (2024): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 19 No 1 (2024): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 18 No 2 (2023): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 18 No 1 (2023): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 17 No 2 (2022): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 17 No 1 (2022): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 16 No 2 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 15 No 1 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 14 No 2 (2019): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 14 No 1 (2019): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 13 No 2 (2018): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 13 No 1 (2018): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 12 No 2 (2017): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 12 No 1 (2017): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 11 No 2 (2016): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 11 No 1 (2016): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 10 No 2 (2015): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 10 No 1 (2015): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 9 No 2 (2014): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 9 No 1 (2014): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 8 No 2 (2013): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 8 No 1 (2013): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 7 No 2 (2012): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 7 No 1 (2012): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 6 No 2 (2011): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 6 No 1 (2011): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 5 No 2 (2010): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 5 No 1 (2010): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 4 No 2 (2009): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 4 No 1 (2009): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 3 No 2 (2008): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 3 No 1 (2008): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 2 No 2 (2007): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 2 No 1 (2007): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 1 No 2 (2006): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 1 No 1 (2006): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal More Issue