cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Peran Seniman Indonesia dalam Upaya Diplomasi Kebudayaan Melalui Wayang Kulit Sejak Tahun 2003 Mulyangga, Dani; Utama, Hari Fitria; Ayyub, Ichlasul
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 16, No 1: 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.16.1.%p

Abstract

Kajian ini ditulis dengan tujuan untuk mendeskripsikan sejarah wayang kulit di Indonesia, sejarah diplomasi dan upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia, serta perjalanan wayang kulit sebagai media diplomasi kebudayaan Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu metode kajian pustaka, yang berfokus pada karya-karya tulis ilmiah baik itu berupa artikel ilmiah, hasil penelitian yang telah dilakukan oleh orang lain, website maupun buku yang disusun oleh ahli dan menekuni bidang kajian sesuai dengan bidang yang ingin dikaji dalam penelitian ini. Hasi kajian menunjukkan bahwa telah banyak pihak non-pemerintah Indonesia yang melakukan upaya diplomasi kebudayaan di dunia internasional. Salah satunya yaitu para seniman wayang kulit yang telah go international. Tujuan dari upaya diplomasi kebudayaan tersebut antara lain untuk memperkenalkan budaya asli Indonesia dan mempertahankan citra negara di dunia internasional. Selain itu diplomasi kebudayaan tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya asli Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2003, seni pewayangan. Adanya kajian ini diharapkan mampu mengembangkan kajian-kajian sejarah budaya dan upaya diplomasi kebudayaan Indonesia. Serta menumbuhkan rasa tanggungjawab terhadap budaya asli Indonesia.
Pencarian Cinta Sejati dalam Film Frozen Karya Walt Disney Picture dan Cerpen “The Snow Queen” Karya Hans Christian Andersen: Kajian Sastra Bandingan Falah, Fajrul; Budianto, Khansa Fahira
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 1: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.1.11-22

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penceritaan pencarian cinta sejati yang dialami oleh tokoh Anna dalam film Frozen (2013) dan tokoh Gerda dalam cerpen The Snow Queen serta menunjukkan bahwa cinta sejati tidak selamanya berdasar pada hubungan romantis. Cinta sejati juga mampu melelehkan hati seseorang yang telah beku. Penelitian ini dikaji berdasarkan teori sastra bandingan yang dikemukakan oleh Hosillos dan berfokus pada konsep cinta sejati yang dikemukakan oleh Protasi. Tujuan dan manfaat penelitian ini mengungkapkan pencarian cinta dan berkontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan mengenai bidang studi terkait seperti sastra bandingan, film, dan cerpen serta untuk memberikan pemahaman lebih mengenai cinta sejati kepada penikmat film Frozen (2013) maupun cerpen The Snow Queen. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan studi Pustaka, menonton film dan membaca cerpen, serta mencatat bagian-bagian penting pada kutipan dari film dan cerpen tersebut. Hasil yang didapatkan adalah kedua karya sastra tersebut memaparkan konsep cinta sejati dengan sebuah perjalanan dan pengorbanan besar yang membuat tokoh Anna dan Gerda mampu melelehkan hati seseorang yang telah membeku juga mencintai seseorang dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kata Kunci: Sastra bandingan, cinta sejati, Frozen, The Snow Queen
Literature Review: Preservasi Penyimpanan Arsip Elektronik dalam Keamanan Arsip Menggunakan Teknologi Blockchain Oktaviani, Devina; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 2: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.2.25-41

Abstract

Banyaknya arsip elektronik yang tercipta membuat penyimpanan untuk menampung semua arsip itu semakin meningkat. Dalam mengatasi hal itu muncullah cloud storage, penyimpanan yang berbasis online. Dilengkapi dengan berbagai fungsi seperti untuk bekerja sama, pelayanan yang terdistribusi, fleksibel, menghemat biaya, dan manajemen yang dapat dikelola. Cloud storage dalam penggunaannya memerlukan keamanan yang memadai. Penting untuk diperhatikan bahwa kejadian menghapus atau menganti isi arsip dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Hal itu mungkin terjadi karena servernya, pengelola arsipnya atau dari pihak luar. Agar hal seperti ini tidak terjadi diperlukan teknologi yang bisa membuat arsip tidak bisa diedit atau dihapus. Salah satu caranya dengan menggunakan teknologi blockchain atau kode pada arsip. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan pemanfaatan penyimpanan online dengan menganalisis keamanannya serta teknologi yang dapat menangani keamanan pada penyimpanan arsip elektronik. Penggunaan metode literatur review membantu memperdalam pemahaman mengenai topik penelitian ini. Dengan menggunakan 3 literatur yang sesuai dengan topik, yang dipilih berdasarkan pengamatan pada judul dan abstrak, disertai spesifikasi hanya artikel jurnal yang diterbitkan 5 tahun terakhir. Proses review nya menggunakan teknik Preview, Question, Read, dan Summarize (PQRS) untuk memudahkan dalam memahami lebih jauh jurnal yang ditemukan. 
Sedekah bumi (kadesa) di Dusun Durenan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang Nurjanah, Anisah
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 1: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.15.1.%p

Abstract

Sedekah bumi merupakan suatu tradisi yang dilakukan untuk mensyukuri hasil bumi. Allah telah menyediakan sumber daya alam, setelah kita berusaha mengolah dan menerima hasilnya maka kita harus bersyukur. Sedekah bumi yang dilestarikan di Dusun Durenan, Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang ini biasa disebut dengan istilah Kadesa (sedekah desa). Kadesa dilakukan setiap tahun setelah memanen hasil bumi kedua. Kadesa dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa membuka lahan untuk rumah dan pertanian. Kadesa juga dianggap sebagai media untuk berkumpul, berembuk memperkuat solidaritas kepada sesama. Penelitian ini menggunakan metode kajian lapangan (field research), yaitu berupa metode wawancara, dokumentasi dan observasi (pengamatan). Metode ini untuk menemukan informasi yang berhubungan dengan tradisi Kadesa. Peneliti menyusun data dengan menggunakan metode kualitatif.
Street Performances and Poverty: A Literature Review Lawe, Kahlila Denali; Purwanti, Tari
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 2: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.2.1-13

Abstract

AbstractPoverty persists as an enduring global dilemma, and Indonesia epitomizes this challenge with a significant number of its populace ensnared in its grasp. The intricate relationship between poverty and busking further underscores the pervasive nature of socio-economic struggles. The term 'buskers' refers to those who choose the streets as their stage, a phenomenon observable across the archipelago, spanning from Sabang to Merauke. However, the evolution of this community has taken an interesting trajectory over time. Beyond conventional musical renditions and sidewalk performances, contemporary Indonesian buskers have diversified their expressions, branching into novel forms of artistic representation. Yet, this transformation does not necessarily mirror prosperity. In stark contrast to their international counterparts, the socio-economic predicament faced by Indonesian buskers remains unresolved. This article delves into an exploration of pertinent literature on busking, aiming to establish correlations between this artistic pursuit and the achievement levels of Sustainable Development Goals (SDGs) 1 and 8. Specifically focusing on the DKI Jakarta Province, the inquiry seeks to unravel the intricate dynamics at play and discern potential pathways towards addressing the socio-economic challenges intertwined with the practice of busking in Indonesia.Keywords: Poverty, Buskers, Indonesia, Sustainable Development Goals (SDGs)
Conservatism as an Ideology in Inglorious Basterds (2009) Jumino, Jumino
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 16, No 2: 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.16.2.%p

Abstract

Conservatism is one of the ideological expressions to maintain the circumstances and power in society. One of the popular literary works that depict conservatism as an ideology is Tarantino’s movie “Inglorious Basterds.” The idea of conservatism as an ideology is represented through the central characters in the plot, the “Basterds.” This study aimed to analyze the representation of conservatism as an ideology in the movie Inglorious Basterds. The writers applied a sociological approach and analyzes the social behavior and social history depicted by the characters in the movie. According to the findings, conservatism’s representation as an ideology is shown by the characterization of the “Basterds” that uphold their rules, value, and tradition. However, it does not mean they cannot accept other values or traditions completely. The writers also found that the movie challenges the standard American remembrance of World War II. Consequently, it is essential to highlight that conservatives do not dishonor and reject other norms, values, or traditions.Keywords: Ideology; Conservatism; Popular literature
Pudarnya Eksistensi dan Pegeseran Nilai Jajanan Tradisional: Studi Kasus Es Gempol Pleret di Semarang Kurniawan, Nathaniel; Hanjani, Vania Pramudita
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.14-28

Abstract

Globalisasi telah merambah kepada semua aspek masyarakat, tidak terkecuali pada perubahan preferensi masyarakat pada sektor kuliner. Kuliner terutama pada jajanan tradisional mengalami pelunturan eksistensi yang disebabkan oleh berubahnya selera mayoritas masyarakat di suatu daerah. Hal tersebut terjadi pada es gempol pleret, sebuah jajanan pasar yang awalnya memiliki identitas budaya sebagai simbol jajanan tradisional khas Kota Semarang. Pada masa kini eksistensi es gempol pleret mulai luntur di tengah popularitas jajanan lain yang masuk ke Kota Semarang. Es gempol pleret, yang dulu populer sebagai jajanan yang menyegarkan, kini harus redup di era modern. Hal itu secara sederhana dibuktikan dengan sedikitnya pedagang es gempol pleret yang ditemui, kurang dikenalnya jajanan ini oleh para generasi muda, dan ekspansi dari jajanan ini yang tidak terlihat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa simbolisme dalam jajanan es gempol pleret memudar, dan mengapa keberadaan jajanan ini sulit bertahan di tengah kehidupan modern di Kota Semarang. Studi ini menggunakan pendekatan interpretivisme simbolik yang dipopulerkan oleh Clifford Geertz, dengan asumsi bahwa pemahaman manusia terhadap sesuatu akan sejalan dengan makna dan nilai yang melekat pada hal tersebut. Studi ini akan didukung oleh data dari berbagai artikel dan hasil wawancara dengan beberapa penjual es gempol di Kota Semarang.
Language Teachers and Gender Role Attitudes: Sociocultural Perspective Permata, Kartika Indah; Azizah, Siti -; -, Nafisah -; Wati, Wiwit Rahma
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 1: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.1.76-89

Abstract

Schools and universities have been well-known as one of the social institutions in charge of socializing norms and values in children in terms of how they construct the concept of gender roles in society.  Sociocultural-bound attitudes of teachers play important roles in shaping or challenging the practices that highlight inequality. This study aims to investigate the influence of gender role attitudes on teacher behavior. Using the quantitative method, the data was collected by distributing questionnaires to 90 language teachers. From the F-test and T-test analysis results, it was found that there was a significant influence between variables (p≤0.05), in that, teachers’ gender role attitudes had an important impact on their teaching behavior. Then, the implication of this study is further drawn using symbolic interaction theory.
Potret Kucing sebagai Hasil Fantasi Patriarki dari Puisi “Ngiau” Karya Sutardji Calzoum Bachri Mukafi, Muhammad Hamdan; Wahyuningsih, Triyanti
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 2: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.15.2.%p

Abstract

Literary works are able to evolve their meaning in relation to the presence of an illustration embedded in them. Like the poem "Ngiau" by Sutardji Calzoum Bachri, which in this research is side by side with the illustration of a cat. The poem is able to absorb realist meanings aesthetically reflecting on the presence of cat illustrations embedded in it. Moreover, the illustration also reinforces the representation of reality that boils down to the perpetuation of patriarchy. In this case, the poem that comes with an illustration has a problematic representation of patriarchy that requires a long analysis of it. Aesthetically, the illustrative cat reinforces the fantastical representation of the patriarchal context in the poem "Ngiau". Cats are commonly known as highly populated creatures that can live in long alleys. This context makes patriarchy something that has been reflected in perpetuity because of the cat's attitude that places itself as the holder of a structure over the mouse as its prey, like a man who controls a woman's choice of things. The representation is meant to see how a concept of patriarchy has lived latently and blurred who is human and who is animalKarya sastra mampu mengevolusikan maknanya berkaitan dengan kehadiran suatu ilustrasi yang disematkan kepadanya. Seperti puisi “Ngiau” karya Sutardji Calzoum Bachri yang dalam penelitian ini berdampingan dengan ilustrasi kucing. Puisi tersebut mampu menyerap makna-makna realis secara estetik bercermin pada kehadiran ilustrasi kucing yang disematkan kepadanya. Terlebih, ilustrasi yang hadir sekaligus menguatkan representasi realita yang bermuara pada langgengnya patriarki. Dalam hal ini puisi yang hadir bersama suatu ilustrasi memiliki sebuah problematika representasi patriarki yang membutuhkan analisis panjang terhadapnya. Secara estetik, kucing yang hadir secara ilustratif menguatkan representasi fantasi dari konteks patriarki dalam puisi “Ngiau”. Kucing umum dikenal sebagai makhluk yang berpopulasi tinggi dan bisa hidup di gang-gang panjang. Konteks ini membuat patriarki sebagai sesuatu yang telah tercermin langgeng oleh sebab sikap kucing yang menempatkan dirinya sebagai pemegang suatu struktur di atas tikus sebagai mangsanya, seperti laki-laki yang menguasai pilihan perempuan atas suatu hal. Representasi tersebut dimaksud untuk melihat bagaimana sebuah konsep patriarki telah hidup dengan laten dan mengaburkan siapa manusia siapa hewan.
Id, Ego, and Superego of the Character Naoko in Haruki Murakami’s Novel Norwegian Wood Irawati, Farah Rizky; Jumino, Jumino
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 16, No 1: 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.16.1.%p

Abstract

The paper aims to analyze the main character, Naoko, in Haruki Murakami’s novel Norwegian Wood based on Freud’s theory of id, ego, and superego. The type of data used in this study is qualitative data. The primary source used in this study is the Norwegian Wood novel written by Haruki Murakami. To obtain the data related to support the discussion, the library research and content analysis method is implemented. The data analysis approach used in this study is Freud’s personality theory of the id, ego, and superego. The results of this study indicate that there are forms of id, ego, and superego in Haruki Murakami’s Norwegian Wood novel which are reflected by the character, Naoko. Through the analysis of the id, ego, and superego, the personality, behavior, and internal struggles of Naoko can be explained.