cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Strategi Bertahan Hidup Buruh Nelayan Tradisional dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok Keluarga (Studi Etnografi Buruh Nelayan Tradisional di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang) Wahyuni, Idah Sri; Priyadi, Budi Puspo; Ramadhan, Dani Mohammad
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 2: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.2.54-73

Abstract

Lemahnya perekonomian buruh nelayan tradisional mengakibatkan buruh nelayan tradisional kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga hal ini dapat mempengaruhi strategi bertahan hidup buruh nelayan tradisional di Sugihwaras. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor lemahnya perekonomian buruh nelayan tradisional dan strategi bertahan hidup buruh nelayan tradisional di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Teori Mekanisme Survival oleh James Scott digunakan penulis untuk mengkaji penelitian ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lemahnya perekonomian buruh nelayan tradisional di Sugihwaras di antaranya pengaruh musim, keterbatasan modal, teknologi yang digunakan sederhana, sistem bagi hasil yang timpang, pendidikan rendah, tidak memiliki pekerjaan alternatif, dan rendahnya harga hasil tangkapan yang dijual ke bakul langganan. Strategi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga berdasarkan tiga premis utama teori Mekanisme Survival James Scott, yaitu mengurangi frekuensi makan dalam satu hari dan beralih ke makanan yang mutunya lebih rendah, menggunakan alternatif subsisten dengan memanfaatkan anggota keluarga untuk ikut bekerja.
Getir Kehidupan Idola di Jepang dalam Trilogi “Sarishinohara” Karya Mikito-P Barokah, Ismawati; Ridha, Dian Annisa Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 2: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.15.2.%p

Abstract

This research examines the representation of idol life in Mikito-P’s “Sarishinohara” song trilogy whose titles consist of “Sarishinohara”, “Yonjuunana”, and “Akaito” using the Roland Barthes semiotic model theory. The purpose of this study is to determine the physical structure and inner structure of the song lyrics of the “Sarishinohara” trilogy, then analyze the denotation, connotation, and myth contained in the music video according to the Roland Barthes semiotic model. The research method uses qualitative research methods or is written in descriptive form. Based on the results of data analysis, it is known that the negative side of idol life in Japan is in the form of mental pressure experienced by idols, limitations in relationships, and negative public behavior towards idols
PENGARUH DAN MOTIVASI WARGA MENGUBUR BAJU TIDAK LAYAK PAKAI SEBAGAI KEPERCAYAAN PELESTARIAN BUDAYA DI LINGKUNGAN DESA UJUNG-UJUNG Arifah, Cindy Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 1: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jis.%v.%i.%Y.%p

Abstract

AbstrakPelestarian kebudayaan yang sudah dilaksanakan sejak jaman dahulu sebagai warisan dari nenek moyang memberi arti tersendiri oleh bangsa Indonesia. Di setiap daerah mempunyai beragam jenis kebudayaan dan tentunya makna yang terkandung di dalamnya juga berbeda-beda, kebudayaan merupakan hasil ciptaan dari manusia yang mengakibatkan munculnya suatu motivasi pola pikir manusia. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengamatan mengubur baju tidak layak pakai dilakukan langsung di tempat penelitian dan mewawancarai beberapa warga dan tokoh berpengaruh di Desa Ujung-Ujung. Hasil penelitian ini meliputi pertama, mengubur baju tidak layak pakai ini sebagian besar berpengaruh terhadap lingkungan karena kain yang dikubur akan mempengaruhi unsur hara di dalam tanah. Kedua,  motivasi warga mengubur baju tidak layak pakai karena melestarikan mitos yang di warisi nenek moyang kemudian  berkembang di Desa Ujung-Ujung dan pelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah kain dan sampah rumah tangga.Kata kunci: pelestarian kebudayaan, mitos, pengaruh lingkungan, motivasi warga
Reinterpretasi "Sajak Anak Muda" Karya W.S.Rendra dalam Pementasan Lintasmedia Mukafi, Muhammad Hamdan; Al Faqih, Dinar Rizqy
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.44-59

Abstract

Literature is not always related to aesthetic texts only. In fact, literary texts are capable of transformation as a reinterpretation process is carried out on a work, such as the process of reinterpretation of a work, such as the performances that inspired the poem "Sajak Anak Muda" written by by W.S. Rendra. As a poet, Rendra has already interpreted the poem in the form of performance of his poem. Because of the ability of the poem to an era beyond the time it was written, it is not surprising that Emhaf and Gazebo Theater also reinterpreted and created new nuances to the poem. The new nuances that are present are questioned as a reception that is realized in the form of a theatrical performance. Furthermore, the ability of reception that presents a new interpretation is also examined to what extent it is able to be present in the space and time of the poem. Also, to what extent it is able to exist in a time and space that exceeds the time when the poem was written. Thus, a continuous effect is born that looks at how the poem is perceived. Emhaf and Gazebo Theater re-represent the educational context that developed from the poem of the poem "Sajak Anak Muda" by W.S. Rendra.Sastra tidak selalu berkaitan dengan teks estetik saja. Nyatanya, teks sastra mampu bertransformasi sebagaimana proses reinterpretasi dilakukan terhadap suatu karya, seperti pertunjukan-pertunjukan yang mengilhami puisi “Sajak Anak Muda” yang ditulis oleh W.S. Rendra. Sebagai penyair, Rendra sudah pernah melakukan interpretasi dalam bentuk pementasan terhadap puisi karyanya tersebut. Oleh sebab kemampuan puisi tersebut untuk pada zaman yang melebihi waktu ditulisnya, tidak mengherankan apabila Emhaf dan Teater Gazebo pun melakukan reinterpretasi dan menciptakan nuansa baru terhadap puisi tersebut. Nuansa baru yang hadir dipersoalkan sebagai resepsi yang diwujudkan dalam bentuk pementasan teaterikal. Lebih lanjut, kemampuan meresepsi yang menghadirkan interpretasi baru itu pun dikaji sejauhmana mampu hadir dalam ruang dan waktu yang melebihi zaman ketika puisi tersebut ditulis. Hingga lahirlah efek yang berkesinambungan melihat bagaimana Emhaf dan Teater Gazebo merepresentasikank embali konteks pendidikan yang berkembang dari puisi “Sajak Anak Muda” karya W.S. Rendra.
Sasak Language in Rituals and Traditions: An Anthropological Analysis of Communication in the Lombok Community Nasri, Ulyan; Indinabila, Yunita; Rasyidi, Abdul Haris
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.89-99

Abstract

The Sasak language plays a vital role in the rituals and traditions of the Lombok community. This study aims to analyze the use of the Sasak language in the context of anthropological communication, particularly in ritual and traditional activities in Lombok. This research uses a qualitative approach with ethnographic methods. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify patterns and meanings in the use of the Sasak language in various rituals and traditions. The research results show that the Sasak language is widely used in various religious rituals, traditional ceremonies, and celebrations. The use of this language serves not only as a communication tool but also as a symbol of cultural identity and social cohesion. In conclusion, the Sasak language plays a crucial role in preserving and transmitting cultural values and strengthening social cohesion within the Lombok community. The implications of this research highlight the importance of preserving the Sasak language in the context of modernization and globalization to ensure the continuity of the traditions and cultural identity of the Sasak people.
Relevansi Adat dan Agama pada Tradisi Pernikahan Kejawen Studi Kasus Desa Pekuncen Kabupaten Banyumas Rozak, Fakih Abdul
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.1-17

Abstract

Sistem kepercayaan terhadap agama merupakan salah satu ciri khas suatu bangsa. Dalam sistem kepercayaan tersebut seringkali melahirkan tradisi yang dapat menjadikan simbol pada kelompok masyarakat tertentu. Desa Pekuncen, Kecamata Jatilawang, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu desa yang masih sangat kental dengan tradisi Jawa yang merupakan warisan leluhur mereka. Tradisi keagamaan yang dilaksanakan oleh komunitas mereka, yaitu komunitas Bonokeling terhitung cukup banyak dan masih bertahan sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi adat dan keagamaan pada tradisi pernikahan kejawen. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif studi lapangan dengan menggunakan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menyatakan Tradisi pra-nikah meliputi perjodohan, itung-itungan weton, tunangan, menghitung hari nikah, sowan manjat. Tradisi pasca-nikah meliputi ijab qabul, mbesan, dan slametan. Terdapat nilai akidah yaitu terdapat slametan dalam setiap tradisi yang dilakukan sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan juga sebagai pengingat diri bahwa manusia sering berbuat dosa dan harus sering-sering instropeksi diri selanjutnya nilai akhlak Nilai akhlak, yaitu mereka merawat alam sekitar dan tidak merusaknya dan nilai ibadah yaitu adanya ukhuwah Islamiyah dalam tradisi yang mereka lakukan.
Standarisasi Vagina Ideal: Membongkar Realitas Perempuan dalam Menavigasi Citra Tubuh Risqullah, Aura Angellica; Hanjani, Vania Pramudita
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.100-110

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi kompleksitas sosial budaya di balik standarisasi kecantikan, khususnya konstruksi vagina yang dianggap “sempurna” oleh mayoritas orang. Melalui lensa kuasa tubuh Michel Foucault, penulis berusaha untuk menyoroti bagaimana norma-norma kecantikan dipahami, diterapkan, dan dipertahankan dalam masyarakat. Artikel ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana institusi kekuasaan seperti media, industri kecantikan dan budaya populer berperan dalam membentuk sekaligus memperkuat standar kecantikan yang seringkali tidak realistis dan merugikan perempuan. Penelitian ini memperlihatkan adanya implikasi psikologis dan tekanan sosial berupa ‘body image issues’ atau ketidakpuasan atas citra tubuh perempuan. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan sekaligus merangsang refleksi kritis pembaca untuk membebaskan perempuan dari ekspektasi yang tidak realistis terhadap pendisiplinan praktik ketubuhan.
Tradisi Kirim Dawuhan: Prosesi dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar Aini, Nadia Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.27-40

Abstract

AbstractThe kirim dawuhan tradition is a tradition that is still preserved by the farming community in Banggle Village, Kanigoro District, Blitar Regency. The kirim dawuhan tradition contains local wisdom values that can be used as a way of life for the community. Preserving the kirim dawuhan tradition needs to be done so that local wisdom values are not abandoned by the community. The aims of this research are 1) to find out a general description of the kirim dawuhan tradition 2) to describe the implementation of the kirim dawuhan tradition 3) to analyze the local wisdom values in the kirim dawuhan tradition. The research method uses descriptive qualitative type. Collecting research data through observation, interviews and documentation. Research data comes from primary sources and secondary sources. Data analysis using the Miles and Huberman model includes data collection, reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of research data uses source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. The results of this research are that the kirim dawuhan tradition originates from the existence of the Suko spring and Semanding Dam which contribute to the irrigation of farmers' rice fields in Banggle Village. The process of implementing the kirim dawuhan tradition includes the preparation stage, implementation stage and closing stage. The kirim dawuhan tradition contains local wisdom values, namely religious values, mutual cooperation values, gender equality values, deliberation values, harmony values, and environmental conservation values. The implication of the research is that the community maintains and preserves the kirim dawuhan tradition so that it does not experience extinction in the future. Keywords: farming community, values of local wisdom, kirim dawuhan traditions AbstrakTradisi kirim dawuhan merupakan tradisi yang masih dilestarikan oleh komunitas petani di Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tradisi kirim dawuhan mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi masyarakat. Pelestarian tradisi kirim dawuhan perlu dilakukan agar nilai-nilai kearifan lokal tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui gambaran umum tentang tradisi kirim dawuhan 2) untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi kirim dawuhan 3) untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi kirim dawuhan. Metode penelitian menggunakan kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian berasal dari sumber primer dan sumber sekunder. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini yaitu tradisi kirim dawuhan berawal dari keberadaan sumber mata air Suko dan Dam Semanding yang berkontribusi dibidang pengairan sawah petani di Desa Banggle. Proses pelaksanaan tradisi kirim dawuhan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penutup. Tradisi kirim dawuhan mengandung nilai-nilai kearifan lokal yaitu nilai religius, nilai gotong royong, nilai kesetaraan gender, nilai musyawarah, nilai kerukunan, dan nilai pelestarian lingkungan. Implikasi penelitian yaitu agar masyarakat menjaga dan melestarikan tradisi kirim dawuhan sehingga tidak mengalami kepunahan dimasa mendatang.Kata Kunci: komunitas petani, nilai-nilai kearifan lokal, tradisi kirim dawuhan
Changes in Wetu Telu Islamic Traditions in the Community of Narmada District, West Lombok Regency from 1998 to 2022 Ibrahim, Alfin Malik; Thohri, Muhammad; Maharsi, Maharsi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.111-124

Abstract

This study examines the changes in the Wetu Telu Islamic tradition in Narmada District, West Lombok Regency from 1998 to 2022. Wetu Telu Islam is a tradition practiced by some Sasak people, combining animistic beliefs and ancestral worship with Islamic teachings. In contrast, Waktu Lima Islam follows Shari’ah more comprehensively as taught by the Qur’an and Hadith. The rapid advancement of information technology, particularly social media, has influenced religious behavior among the Wetu Telu community. This research is descriptive-qualitative, using an anthropological approach to religion and employing historical research methods, including heuristics, verification, interpretation, and historiography. The findings indicate that: first, the social structure in West Lombok features stratification affecting political, traditional, and religious dominance. Second, Wetu Telu Islam represents a syncretism of Islamic, Hindu, and animistic teachings, creating a new culture while maintaining Islamic values. Third, the Wetu Telu tradition has undergone changes due to advances in knowledge, technology, and shifts in societal perspectives.
Pengelolaan Alam Wonogiri pada Paruh Pertama Abad XX Pradita, Dennys; Mustafa, Hanif Risa
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.41-52

Abstract

Wonogiri in colonial period was part of the Mangkunegaran region. Wonogiri is known for its rich forests, but until the 19th century the region did not show much economic progress. This paper will discuss the early description of forests and nature in Wonogiri, the exploitation of nature and its impact on the environment. The purpose of this research is to see the process of changing Wonogiri's environment to economic purposes, especially in changing the image of the forest which has an economic impact on the community and the impact of environmental damage. This research uses the historical method. This research begins with the collection of sources. The sources used are mostly newspaper reports which are then compared with other reports and journal articles. The exploitation of nature in Wonogiri is basically divided into two, the first is to take direct results such as teak forests, and the second way is to convert forest land into plantations. On the other hand, the exploitation of nature in Wonogiri also has an impact on environmental damage. In the form of floods, landslides and wild animals that lose their food chain, causing conflict with humans.