cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Menggali Genealogi dan Transformasi Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti: Dari Situs Sejarah ke Pusat Spiritualitas Modern Maulidah, Farikhatul; Gunawan, Muhammad; Rohmiyati, Yuli; Pramudyo, Gani Nur; Irhandayaningsih, Ana; Bramiana, Chelly Novia
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.101-109

Abstract

This study examines the genealogy, history, and transformation of Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti as a center of spirituality and social engagement within the context of the Buddhist revival in Indonesia. Established in 1958 to commemorate 2500 years of the Buddha's passing, the vihara plays a strategic role in strengthening national and international religious and cultural networks. Using a qualitative and descriptive-analytical approach, this research reveals the process of revitalizing the vihara from its period of prominence through decline, to its renewed function as a meditation and community development hub that is open and inclusive. The findings indicate that the vihara functions not only as a place of worship but also as a social, educational, and multicultural space capable of addressing modern societal challenges. This revitalization demonstrates that traditional religious institutions can successfully build relevant spiritual identities and respond to Indonesia's social dynamics.
Nilai Kearifan Lokal Dalam Kopi Godog Khas Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.25-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kopi godog khas Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Kopi godog bukan hanya sekadar minuman, melainkan juga simbol budaya dan identitas masyarakat setempat yang memiliki sejarah panjang. Minuman ini sering disajikan dalam berbagai acara sosial, menciptakan momen kebersamaan di antara anggota komunitas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi godog memuat berbagai nilai kearifan lokal, seperti nilai kebersamaan, tradisi, dan penghormatan terhadap alam. Proses pembuatan kopi godog melibatkan partisipasi komunitas, di mana setiap anggota memiliki peran dalam menjaga tradisi ini. Ritual penyajian kopi godog juga mencerminkan rasa syukur dan penghargaan terhadap sumber daya alam yang digunakan. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa keberadaan kopi godog dapat memperkuat ikatan sosial antarwarga, serta menjadi sarana untuk mentransmisikan pengetahuan dan nilai-nilai dari generasi ke generasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kopi godog tidak hanya menjadi konsumsi, tetapi juga sebagai medium untuk memperkuat identitas dan solidaritas komunitas.
Manusia dan Kebudayaan Nusantara (Mempertahankan Budaya Lokal Nusantara di Era Globalisasi Melalui Pelestarian Tradisi Yadnya Kasada) Mustikasari, Lindy
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.%p

Abstract

Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pergeseran nilai budaya yang mengancam kebudayaan tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan efektivitas pelestarian tradisi Yadnya Kasada sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan budaya lokal Nusantara di tengah derasnya arus globalisasi. Yadnya Kasada adalah ritual adat tahunan masyarakat Suku Tengger di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur, bakti, dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur yang mengandung makna spiritual dan kearifan lokal, mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pemuda, dan pelaku pariwisata, serta dokumentasi.
Toponymy in the Mythology of the Kwadeware Sentani Community: Representation of Identity and Cultural Ecology siswanto siswanto
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.154-169

Abstract

This study examined the mythological structure and toponymic origins among the Kwadeware people in the western region of Lake Sentani, Papua. Based on a collection of orally transmitted folktales, the research revealed that Kwadeware toponymy functioned not only as a geographical marker but also as a representation of cultural identity, ecological knowledge systems, and the cosmological history of the community. The myths of Ondoporo Kurare Pa Marweri, the migration from Unabo Toro, and the narratives of sacred stones, the spread of sago by Mangkung Borakoi, and the formation of villages such as Yonokhong, Dondai, Sosiri, Yakonde, and Doyo illustrated the integration among humans, nature, and spiritual forces. The findings demonstrated that Kwadeware toponymy preserved moral values, social structures, and a worldview that positioned nature as an integral part of spiritual life. The study concluded that in the modern context, preserving traditional toponymy was essential for maintaining cultural identity and local knowledge amid globalization pressures.Keywords: Kwadeware, mythology, toponymy, cultural identity, cultural ecology
Adolescent Identity Formation of Raib in the Novel Bumi by Tere Liye A Study of James Marcia’s Identity Status Theory Faqih Dinar; Muhammad Hamdan Mukafi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.1-10

Abstract

This article examines the identity formation of Raib, the main character in Bumi by Tere Liye, through James Marcia’s adolescent identity status theory. The study aims to describe the dynamics of Raib’s identity development through four statuses: identity diffusion, foreclosure, moratorium, and identity achievement, while also interpreting Tamus as a symbolic representation of adolescent ego. This study uses a qualitative descriptive method with a literary psychology approach. The data source is the novel Bumi (2014), while the data consist of narration and dialogues related to Raib’s psychological development. Data were collected through close reading, note-taking, and classification, then analyzed interpretatively based on Marcia’s framework. The findings show that Raib’s identity develops gradually: she initially accepts herself as an ordinary teenager (diffusion), then experiences external pressure from Tamus that shapes identity through coercive influence (foreclosure), continues with active self-exploration after gaining knowledge about her origins and powers (moratorium), and finally reaches stable self-acceptance and commitment as a member of Klan Bulan (identity achievement). In addition, Tamus functions symbolically as a figure representing adolescent ego and external pressure in the identity formation process.Keywordsadolescent identity; Raib; Bumi novel; James Marcia; literary psychology; Tere Liye 
Analysis of Speech and Implications in Naomi Midori's Novel Patient Novellyn Debora Sitorus; Hanna Giovanni Tampubolon; Chairo Dhear Nafalia Purba; Annisa Seftiawaty Damanik
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.70-106

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis, fungsi, dan makna tindak tutur serta implikatur dalam novel Pasien karya Naomi Midori dengan pendekatan pragmatik sastra. Rumusan masalah penelitian meliputi: (1) jenis-jenis tindak tutur yang digunakan tokoh, (2) fungsi dan konteks penggunaannya, serta (3) jenis dan makna implikatur yang muncul dalam dialog. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan katat terhadap tuturan tokoh dalam novel. Analisis tindak tutur didasarkan pada klasifikasi ilokusi Searle (representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif), sedangkan analisis implikatur menggunakan teori prinsip kerja sama Grice, meliputi implikatur percakapan umum dan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memanfaatkan seluruh jenis tindak tutur secara dominan pada bentuk representatif dan direktif, yang berfungsi membangun alur, konflik, serta hubungan kekuasaan antartokoh. Implikatur muncul baik secara kontekstual maupun melalui pelanggaran maksim, terutama untuk menyampaikan ancaman, sindiran, manipulasi, dan pembenaran moral secara tidak langsung. Hubungan antara tindak tutur dan implikatur membentuk lapisan makna psikologis dan ideologi tokoh, sehingga dialog tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pengungkapan karakter, konflik batin, dan kritik sosial dalam novel.
Strengthening the Cultural Values of Piil Pesenggiri in Lampung Througha DramaPerformance Elsa Nanda Shabrina; Ratna Dewi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.170-182

Abstract

Nilai budaya Piil Pesenggiri merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung yang mengandung prinsip harga diri, etika sosial, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Namun, nilai-nilai tersebut menghadapi tantangan globalisasi dalam proses pewarisan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan nilai budaya Piil Pesenggiri Lampung melalui pementasan drama mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Intan Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi proses pementasan drama, wawancara dengan mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah Seni Budaya, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan drama mampu menjadi media efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Piil Pesenggiri, khususnya Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, dan Juluk Adek. Proses latihan, kerja kelompok, dan pementasan mendorong mahasiswa untuk memahami, menghayati, dan merefleksikan nilai budaya tersebut dalam sikap dan perilaku. Dengan demikian, pementasan drama tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan artistik, tetapi juga sebagai sarana edukatif dalam memperkuat nilai budaya lokal dan pembentukan karakter mahasiswa PGMI.
Nadran As A form Of Cultural Preservation and Local Wisdom Among the Coastal Communities Of Muara Angka In The Face Of Modernization Paisah Paisah; Arghitta Aricindy; Indriana Eko Armaidi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.11-24

Abstract

The Nadran tradition is a longstanding cultural ritual integral to the life of fishing communities along the northern coast of Java Island, particularly in Muara Angke, North Jakarta. This ritual serves as an expression of gratitude for abundant marine resources and a plea for safety for fishermen in their maritime activities. Nadran embodies not only spiritual values but also local wisdom that promotes marine environmental conservation, social solidarity, and mutual cooperation within the fishing community. Despite facing challenges from modernization, urbanization, and social changes, this tradition continues to be maintained through various preservation efforts, including youth involvement, government support, and integration into cultural education and tourism. This study aims to explore the role of Nadran culture as a reflection of local wisdom and its preservation strategies in the modern era.
Silencing Trauma Survivor in Timor-Leste: Women’s Domestication in Beatriz’s War Putri Rania Abida; Uci Elly Kholidah; Zietha Arlamanda Asri
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.107-122

Abstract

Indonesian occupation in Timor-Leste caused a destructive damage upon Timorese, especially women. Beatriz’s War (2013) presents a representation of multiple violence experienced by Beatriz, the main character of the movie throughout her life. This study aims to analyze the multiple violence experienced by Beatriz and how domestication of women contributes to the silencing of her traumatic testimony based on Felman and Laub (1992) framework on witnessing and testimony. The data were collected through visual and narrative analysis of selected excerpts. The result of this study shows that Beatriz undergoes fourfold violence which is physical, psychological, gendered, and structural violence. The result of this study shows that domestication within patriarchal society, such as limiting women within domestic roles, contributes to the misrecognition of her trauma. This study highlights how patriarchal norms and women confinement to domestic sphere serve to disregard the voices of survivors in post-war community
Depression in Harry’S Moments Prior to Death in Ernest Hemingway’s Short Story The Snows of Kilimanjaro Jumino Jumino
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.183-191

Abstract

AbstractThis article analyzes the depiction of depression prior to death experienced by Harry, the main character in Ernest Hemingway’s short story The Snows of Kilimanjaro. This study aimed to examine how Harry’s thoughts and behaviors reflect his depression as he approaches death. This study used a qualitative descriptive method with a psychological approach. The analysis applies Aaron T. Beck’s cognitive triad as the main theory, supported by depressive symptoms such as self-criticism, guilty feelings, use of humor, absolutistic thinking, viewing problems as overwhelming, passivity, and avoidance. The results show that Harry evaluates himself as a failed writer, interprets his past as a series of mistakes, and sees no possibility of changing his future. These negative thoughts influenced his behavior, which was reflected in his refusal to move, doubts about medical treatment, and acceptance of death. This article shows that depression affects both thought patterns and behavior prior to death.