cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Analisis Penggambaran Unsur Magis dalam Film Animasi Cinderella dan Frozen (Kajian Sastra Bandingan) Salsabila, Dinda Iqlima; Falah, Fajrul
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 1: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.1.37-54

Abstract

The research presents a comparison between two Walt Disney animated films, namely the animated films Cinderella and Frozen. The research aims to provide an analysis of intrinsic elements and magical elements that can be compared using a comparative literature approach from Sapardi Djoko Damono's theory. The research was carried out through several stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the reporting stage. Data collection techniques are carried out by reading, recording, and documenting processes. The data search focuses on intrinsic elements in the form of setting, characters and characterization, as well as themes used in the animated films Cinderella and Frozen. The analysis is reviewed using qualitative research methods and comparative descriptive writing techniques which will present a comparative discussion of data from a literary work in the form of a film. The results of the research show that there are similarities and differences in the selection of intrinsic elements of background, characters and characterization, themes, as well as realism of magical elements used in the animated films Cinderella and Frozen.Keywords: comparative literature, magical, animated film, cinderella, frozen.  Penelitian menyajikan perbandingan antara dua film animasi Walt Disney, yaitu film animasi Cinderella dan Frozen. Penelitian bertujuan untuk memberikan analisis unsur intrinsik dan unsur magis yang dapat saling dibandingkan dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan dari teori Sapardi Djoko Damono. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan proses pembacaan, pencatatan, dan dokumentasi. Pencarian data berfokus pada unsur intrinsik berupa latar, tokoh dan penokohan, serta tema dalam film animasi Cinderella dan Frozen. Analisis diulas dengan metode penelitian kualitatif dan teknik penulisan deskriptif komparatif yang akan memaparkan pembahasan komparatif dari data-data karya sastra berupa film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pemilihan unsur intrinsik latar, tokoh dan penokohan, tema, serta realisme unsur magis yang digunakan dalam film animasi Cinderella dan Frozen.Kata kunci: sastra bandingan, magis, film animasi, cinderella, frozen.
Makhluk Nyata Dunia Maya: Fenomena Alienasi Diri Para Non-Biner sebagai Dampak Ketaksaan Gender Asmarani, Dinara Tsafina; Hanjani, Vania Pramudita
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 2: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.15.2.%p

Abstract

The phenomenon of self-alienation that is rampant in marginalized communities has become an issue of great concern. This bitter reality confirms the values and norms of heteronormativity that ensnare individuals with identities outside the binary in invisible shackles. In this case, the shackles do not come without cause; the concepts of shame and institutional power are believed to be the underlying factors of self-alienation. Through a comprehensive review of the literature, this research utilizes Michel Foucault's theory, which reveals that the body will always obey because there is power that supervises and regulates it. Therefore, we find a struggle of the complexity of problems in societal dynamics and heternormativity. This research uses participant observation techniques on a number of individuals with gender identities outside the binary spectrum, so that it will present varied perspectives and perceptions of the societal norms formed by the awareness of non-binary gender identities. The research found that the phenomenon of self-alienation among non-binary individuals is largely motivated by conservatism and inherent heteronormativity, leading to shame and bodily conformity. The combination of these reasons transforms into a binding factor that increasingly entangles individuals, thus causing the silencing of self-identity.Fenomena alienasi diri yang marak terjadi di kelompok masyarakat   yang   termarginalisasi   telah   menjadi isu yang penuh sorotan. Realitas pahit ini menegaskan nilai dan norma heteronormativitas yang menjerat individu dengan identitas di luar biner dalam belenggu tidak kasat mata. Dalam kasus ini, belenggu tersebut datang bukan tanpa sebab, konsep rasa malu dan kekuasaan institusi diyakini menjadi faktor yang melatar-belakangi terjadinya alienasi diri. Melalui peninjauan literatur secara komprehensif, penelitian ini menggunakan teori Michel Foucault yang mengungkap bahwa tubuh akan selalu patuh karena ada kekuasaan yang mengawasi dan mengaturnya. Oleh karena itu, kami menemukan adanya pergulatan kompleksitas permasalahan dalam dinamika sosial-masyarakat dan heternormativitas. Penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan terhadap sejumlah individu dengan identitas gender di luar spektrum biner, sehingga akan menyajikan sudut pandang dan persepsi yang bervariasi mengenai norma masyarakat yang terbentuk akan adanya kesadaran identitas gender non-biner. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa fenomena alienasi diri yang terjadi di kalangan individu non-biner secara garis besar dilatar-belakangi oleh konservatisme dan heteronormativitas yang melekat sehingga memunculkan rasa malu dan kepatuhan tubuh terhadapnya. Kombinasi dari beberapa alasan tersebut menjelma sebagai faktor pengikat yang semakin menjerat individu, sehingga menyebabkan pembungkaman identitas diri menjadi semakin kuat.
Kontribusi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Budaya Tradisi Macanan dan Kawin Cai Untuk Menguatkan Identitas Nasional Indonesia (Studi Kasus di Desa Adiraja Kabupaten Cilacap dan Desa Babakan Kabupaten Kuningan) Sukmayadi, Trisna; Suyitno, Suyitno
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 1: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.1.22-32

Abstract

AbstractNational identity is the identity of a nation that differentiates between one nation and another. Therefore, it is necessary to re-understand national identity which includes what constitutes the true identity of the Indonesian nation. This study aims to find the values of local wisdom in people's culture to strengthen national identity, using the type of case study research. The results showed that the Macanan and Kawin Cai traditions contained elements of local wisdom values, namely religious values (gratitude), caring, and obedience. Where these values contribute to strengthening national identity.Key words: culture, local wisdom, national identity
Kritik Sosial dalam Film Mencuri Raden Saleh Karya Angga Dwimas Sasongko (Kajian Sosiologi Sastra) Rachmawati, Annisa; Muzakka, Mohammad; Widyawati, Marta
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 2: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.2.14-24

Abstract

Penelitian ini penting untuk dilakukan karena ketidakberesan atas permasalahan-permasalahansosial yang sedang terjadi saat ini dapat berpotensi memberikan dampak buruk bagi kehidupanmasyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur naratif film dan wujudkritik sosial yang ada di dalam film Mencuri Raden Saleh karya Angga Dwimas Sasongko. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah struktur naratif film, sosiologi sastra, dan kritik sosial. Metode penyediaan data yang digunakan adalah dengan metode studi kepustakaan, yang dilakukan dengan cara menonton, menyimak, dan mencatat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sedangkan penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal, yakni data akan disajikan secara deskriptif yang disertai gambar dan kutipan dialog tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa wujud kritik sosial yang muncul di dalam film tersebut sebagian besar ditujukan kepada pemerintah dan tokoh politik. Poin kritik sosial yang ditujukan kepada pemerintah di antaranya tentang rendahnya pengawasan pada benda berharga dan bersejarah milik negara, ketidakseriusan aparat penegak hukum pada penangan kasus kejahatan, serta lemahnya sistem keamanan siber situs web pemerintah. Sementara poin kritik sosial yang ditujukan kepada tokoh politik di antaranya tentang pengancaman oleh tokoh politik terhadap rakyat, penyuapan oleh tokoh politik, politik balas dendam oleh tokoh politik, serta tentang masyarakat kelas bawah yang dipandang lemah. Poin kritik sosial lainnya yang muncul adalah tentang ketidakhadiran peran keluarga dalam kehidupan anak.
PANTANGAN DAN ATURAN PERNIKAHAN: SUATU KAJIAN SIMBOLIK DALAM PERNIKAHAN PADA MASYARAKAT DESA GEDANGAN Khotimah, Umi Kusnul; Eskasananda, I Dewa Putu; Wiradimadja, Agung
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 1: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.15.1.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai pantangan-pantangan dalam pernikahan yang ada pada masyarakat Desa Gedangan. Masyarakat disini memiliki keyakinan dalam melaksanakan pernikahan tidak boleh sembarangan. Ada pantangan dan aturan yang harus ditaati oleh semua orang. Keyakinan tersebut berasal dari kepercayaan nenek moyangnya secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pantangan dan aturan dalam pernikahan. Penelitian ini juga mengkaji makna simbolik mengenai pantangan dan aturan pernikahan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti berperan sebagai intrumen utama dalam pengumpulan data. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Data yang berhasild ikumpulkan dianalisis menggunakan konsep analisis Miles and Huberman. Hasilnya menunjukan ada enam pantangan, yaitu pantangan arah ngidul ngetan dan ngolor ngulur, adanya pantangan bulan (Sura, Maulud, Jumadil Awal, Rejeb), pantangan melintasi sungai, pantangan menyapu, pantangan bepergian, dan pantangan bangun siang. Semua Pantangan dan aturan tersebut tersebar pada tiga tahapan yaitu, tahap awal (lamaran), tahap pelaksanaan (duwe gawe), dan pasca pernikahan (sepasaran).  
Pengaruh Fasilitas Perpustakaan Cafe Comic terhadap Gerakan Literasi Sekolah di Perpustakaan SMA Negeri 1 Grabag Kabupaten Magelang Kuntardi, Dani Marcelo Septiano; Perdani, Nur'aini
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 1: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.1.43-50

Abstract

Gerakan literasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di ruang kelas denganmenyediakan serangkaian kegiatan terstruktur dan terorganisir yang memungkinkan siswa mengakses, memahami, dan menerapkan keterampilan tersebut dengan sukses. Gerakan literasi terdiri dari tiga tahap berbeda: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Untuk memastikan berjalannya inisiatif literasi sekolah secara efisien, diperlukan banyak elemen pendukung, termasuk sumber daya bacaan yang memadai di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh fasilitas perpustakaan pada café comic terhadap gerakan literasi sekolah di SMA N 1 Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini melibatkan total 255 siswa kelas X, XI, dan XII SMA Negeri 1 Grabag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi café comic mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap gerakan literasi sekolah, dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, lebih rendah dari ambang batas sebesar 0,05. Selanjutnya nilai koefisien (R Square) sebesar 0,292 menandakan bahwa variabel x (inovasi komik kafe) mempunyai pengaruh sebesar 29,2% terhadap variabel y (gerakan literasi sekolah), dan sisanya sebesar 70,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Pantangan Pernikahan Ngalor-Ngetan : Studi Kasus di Desa Bologarang, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah Dwijayanti, Kartika
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 1: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.1.101-108

Abstract

Pantangan pernikahan merupakan sebuah kepercayaan yang berisi larangan dalam melakukan prosesi pernikahan. Pantangan pernikahan yang berlaku di Jawa antara lain, weton, sampir ratan, sasi suro, Ngalor-ngetan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan konstruksi sosial yang terbentuk dari pantangan pernikahan Ngalor-ngetan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan dalam pantangan pernikahan Ngalor-ngetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis deskriptif, dan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa pantangan pernikahan Ngalor-ngetan muncul dari pemikiran nenek moyang sejak zaman dulu. Masyarakat Desa Bologarang mengatakan Ngalor-ngetan berasal dari sejarah kebogerang dan kedekatan antara raja-raja zaman dahulu. Sedangkan, konstruksi sosial mengenai pantangan pernikahan Ngalor-ngetan dimulai dari proses eksternalisasi dengan adanya ilmu titen. Kemudian, proses tersebut terobjektifikasi melalui kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat yang secara bertahap terinternalisasi menjadi sebuah aturan tidak tertulis yang disetujui dan dipatuhi oleh masyarakat secara umum. Masyarakat yang melaksanakan pernikahan Ngalor-ngetan, melakukan ruwatan sebagai obat atau penawar dari adanya pantangan pernikahan. Ruwatan yang dilakukan antara lain sangkane di ubah, mengelilingi sendang, dan nanggap wayang. Dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat Desa Bologarang yang belum mengetahui mengenai ruwatan pantangan pernikahan Ngalor-ngetan. Secara teoritis penelitian ini dapat dijadikan materi dalam pembelajaran IPS kelas VII tema 4 tentang keragaman kebudayaan. Selain itu, penelitian ini akan melengkapi penelitian sebelumnya, dan bisa dijadikan referensi bagi pembaca untuk mempelajari apa itu celana pernikahan Ngalor-ngetan.
Low Level of Defense Mechanism Portrayed on Joe Goldberg in The First Season of You Series Devianti, Klarisa; Jumino, Jumino
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 16, No 2: 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.16.2.%p

Abstract

Joe as the main character is in the spotlight of the You series audience because of his very brutal actions. When the writer viewed it from the perspective of a low-level defense mechanism, this kind of brutality assuredly could have formed. The method used in analyzing this article is library research through primary data, which is by the You series itself, and secondary data from previous research connected with this article. The result of this research is that the influence of Joe's bad past on his family is the origin of the low-level defense mechanism that occurs in Joe causing him to commit physical aggression toward people around Beck by killing them. Hence, it can be concluded that Joe's increased anxiety can make Joe's bad ego affect more and physical aggression occurs.
Change of Beauty Standards in Indonesian Society Through Beauty Product That Improve Lately Saraharah, Zona Dyota; Ningtyas, Sulistya
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 1: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.1.54-67

Abstract

Beauty products that continue to use the words whitening or brightening when selling their products to Indonesians even though most Indonesians have a variety of colors, not just white or bright. This research aims to explore people's views regarding beauty standards which are now starting to change in people's views, reflected in local beauty products promoted by brands that continue to improvise. The method used in the research is a constructive paradigm by interviewing several participants. The results of this research are the opening of the view that beauty cannot be made or set to a standard, especially as many local beauty products make products to suit Indonesian people's skin color. Awareness and openness of people's minds, especially young people, who know that social media is a means to be open to the uniqueness of each individual's beauty.
Roti Ganjel Rel: Mengungkap Cerita dan Eksistensi dari Warisan Makanan Khas Kota Semarang Safitri, Rahma Danisa Eka; Nugroho, Alga Brian; Fauziyah, Ikhda Ni'matul; Putri, Bilkys Ciera; Purnomo, Afrizal Haris; Umam, Sirojul; Bashori, Muzakki
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 1: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.1.55-75

Abstract

This research investigates a traditional food unique to Semarang, Central Java. Roti Ganjel Rel is a traditional bread originally called Ontbijkoek, consumed by colonial nobles during the Dutch era. This bread holds significant historical and cultural values beyond its role as food. However, with modernization, its popularity has declined, particularly among the younger generation. Many people are beginning to forget or are unaware of this bread, raising concerns about losing this culinary heritage of Semarang. This study uses a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative techniques, including observation, interviews, questionnaires, and documentation. It covers various aspects, such as the origins of Roti Ganjel Rel, the ingredients and tools required, and its development and current existence. Findings from the questionnaires reveal that while most respondents are aware of Roti Ganjel Rel, a considerable number are still unfamiliar with it. The research aims to provide information about Roti Ganjel Rel as a traditional food of Semarang, ensure its preservation, attract tourists, and promote this culinary heritage. By documenting and promoting Roti Ganjel Rel, the study seeks to preserve not only a food item but also the identity and history of Semarang for future generations. Penelitian ini merupakan penelusuran makanan khas sebagai ciri khas makanan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Roti Ganjel Rel merupakan salah satu makanan tradisional khas Semarang. Awalnya roti ini dinamakan Ontbijkoek dan hanya dikonsumsi oleh kaum kolonial bangsawan pada zaman Belanda. Keberadaan Roti Ganjel Rel tidak hanya sekadar sebagai makanan, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang mendalam. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi, popularitas Roti Ganjel Rel mulai meredup, terutama di kalangan generasi muda. Banyak yang mulai melupakan atau bahkan tidak mengenal roti ini, yang menyebabkan kekhawatiran akan hilangnya salah satu warisan kuliner kota Semarang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode campuran (mixed-methods) yaitu kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi.  Penelitian ini mencakup beberapa hal seperti asal usul Roti Ganjel Rel, bahan dan peralatan yang dibutuhkan, serta bagaimana perkembangan dan eksistensi Roti Ganjel Rel. Hasil dari penelitian melalui kuesioner dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mengetahui Roti Ganjel Rel tetapi masih banyak juga yang belum mengetahui Roti Ganjel Rel ini. Tujuan dari penelitian ini memberikan informasi tentang Roti Ganjel Rel sebagai makanan tradisional khas Kota Semarang, menjaga eksistensinya agar tidak punah, menarik minat wisatawan, serta memperkenalkan dan mempromosikan warisan kuliner khas Kota Semarang.