cover
Contact Name
Dimar Hantari
Contact Email
jurnalkewirausahaanbisnis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkewirausahaanbisnis@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis
ISSN : 1979861X     EISSN : 25491555     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Dampak Green Product dan Green Marketing terhadap Keunggulan Bersaing Kelompok UPPKS “Kalipakem Baru”: Dimediasi Etika Lingkungan Bisnis Bahri Bahri
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.52113

Abstract

Kerusakan lingkungan tidak bisa lepas dari perbuatan bisnis yang hanya mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan etika. Etika lingkungan diperlukan agar pelaku bisnis lebih cermat dalam menjaga keselamatan lingkungan. Etika lingkungan bisnis menuntun pelaku bisnis untuk terus menjaga kesehatan dan keberlangsungan alam semesta. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menemukan ada atau tidaknya pengaruh langsung dan tidak langsung green product, green marketing, etika lingkungan bisnis terhadap keunggulan bersaing, (2) untuk mengetahui peran etika lingkungan bisnis sebagai variabel mediasi. Teknik sampling memakai metode sampling jenuh dengan sampel sebanyak 37 orang. Alat uji data memakai regresi linier berganda, uji t, uji f, dan path analysis. Hasil riset mengungkapkan secara langsung green product serta green marketing memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, sebaliknya etika lingkungan bisnis mempengaruhi keunggulan bersaing secara negatif. Selanjutnya green product dan green marketing mempunyai pengaruh langsung terhadap etika lingkungan bisnis. Hasil pengujian mengungkapkan green product dan green marketing melalui etika lingkungan bisnis tidak memiliki pengaruh terhadap keunggulan bersaing. Artinya etika lingkungan bisnis tidak berhasil menjadi variabel mediasi.Kata kunci: etika lingkungan bisnis; green marketing; green product; keunggulan bersaing
“Plant Performance Operations and Financial Tracking (PROFIT)” Mobile Application as Integrative Strategic Information Systems in Pertamina Daniswara Krisna Prabatha; Seger Handoyo
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.61784

Abstract

Plant Performance Operations and Financial Tracking (PROFIT) mobile application is an effort by Pertamina, an Indonesian State-owned Enterprise that runs an integrated core business at oil, gas, and renewable energy, to implement an integrative strategic information system (SIS). PROFIT aims to provide information among employees, to monitor the performances of the refinery, facilitate communication and coordination of work activities among employees, and support the budgeting process at several projects initiated. This study examines the effect of the PROFIT mobile application as an integrated information system on employee performance. The results show that PROFIT Apps as SIS, is a positive and significant variable in the performance of the Process Engineering of Pertamina Refinery Unit III Plaju’s Employees. The samples used in the study were Process Engineering of Pertamina Refinery Unit III Plaju’s Employees. Data collection methods use questionnaires and data processing techniques used through multiple linear regression analysis. This research could contribute ideas and scientific study materials for PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III and other company management in setting policies related to development of SIS as integrative information systems as an effort to influence corporate strategy and performance positively.Keywords: corporate performance; mobile application; refinery performance; strategic information systems
Inovasi Produk dan Jejaring pada Usaha Kecil: Studi Kasus Kerajinan Perak Koto Gadang Donard Games; Rahma Putri Ramadhani
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.52148

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa banyak produk-produk potensial usaha kecil yang tidak berkembang meskipun sudah lama eksis. Mereka sudah menjadi legenda bagi daerah asal mereka, tetapi banyak dari mereka tidak mampu melakukan transformasi di konteks masa kini. Salah satu yang mengalami hal tersebut adalah industri kerajinan perak Koto Gadang di Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efek dua konstruk terkait inovasi yang dapat meningkatkan kinerja usaha kecil, dalam hal ini usaha kecil kerajinan Perak Koto Gadang, yaitu inovasi produk dan jejaring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode studi kasus digunakan untuk menangkap esensi dari inovasi produk dan jaringan di usaha kecil ini. Dalam penelitian ini terdapat enam produsen kerajinan perak yang dianalisis. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari tujuh orang yang merupakan pemilik dan manajer usaha mikro kecil dengan produk utama kerajinan perak di Koto Gadang. Ditemukan bahwa inovasi produk terutama diferensiasi dan penyesuaian target market dianggap penting dalam meningkatkan kinerja bisnis, sementara jaringan termasuk jaringan Minangkabau belum dimanfaatkan oleh beberapa partisipan. Hal ini dapat diartikan bahwa partisipan perlu menggunakan jaringan untuk mendukung implementasi inovasi mereka.Kata kunci: inovasi produk; jejaring; Koto Gadang; pendekatan kualitatif; usaha kecil
Ecopreneurship: Tantangan Usaha Pemanfaatan Ulang Sampah Plastik Rumah Tangga untuk Produk Fashion L.V. Ratna Devi Sakuntalawati; Irsyadul Ibad; Nur Rahmi Akbarini
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.56183

Abstract

Bank sampah memiliki tugas melakukan pengurangan sampah. Sampah terbanyak yang dihasilkan adalah sampah plastik. Jumlah sampah plastik yang tercatat sebanyak 13,39% dari 38,05% sampah anorganik. Salah satu penghasil sampah plastik adalah rumah tangga yang berupa plastik kemasan tidak laku jual. Salah satu upaya pengurangan plastik kemasan ini dengan memanfaatkan kembali menjadi produk bahan untuk membuat produk kreatif. Bahan selebar 100 x 75 cm, membutuhkan 1500gram sampah. Bahan ini digunakan untuk membuat produk kreatif fashion (tas) sebagai usaha yang berbasis lingkungan termasuk sampah. Usaha ini adalah ecopreneurship yang dikembangkan Bank Sampah Sejahtera, Kelurahan Joyotakan, Surakarta. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah pengembangan ecopreneurship, dengan pemanfaatan ulang sampah plastik rumah tangga khususnya plastik kemasan. Solusi yang ditawarkan untuk mencapai tujuan adalah dengan memberi pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan untuk menjawab solusi adalah metode observasi, metode wawancara, metode tes dan metode pendampingan. Hal-hal yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan adalah observasi, untuk mendapatkan situasi dan kondisi, wawancara kepada tokoh kunci, untuk mendapatkan informasi dan kesepakatan solusi untuk mewujudkan tujuan. Posttest-pretest dilakukan pada setiap pelatihan serta melakukan pendampingan untuk mewujudkan dan mengembangkan ecopreneurship. Hasil PKM berupa pemberian pelatihan, memberi pengaruh peningkatan pengetahuan pada peserta. Pemberian pendampingan memberi keyakinan kepada Bank Sampah Sejahtera untuk melakukan usaha. Usaha ini berkaitan dengan penggunaan kembali sampah plastik rumah tangga sebagai bahan dasar produk kreatif fashion.Kata kunci: bank sampah; ecopreneurship; pelatihan; pendampingan; sampah plastik kemasan
Profits in the Perspective of Traditional Market Traders in Gresik, East Java Province, Indonesia Rahmat Agus Santoso; Anita Handayani; Niswatul Azifah
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.58839

Abstract

Traditional merchants’ profits are not limited to revenue gained over and above costs and expenses, but also include perks such as satisfying life's demands while maintaining a sense of happiness and long-term business relationships. The purpose of this research is to describe the phenomenon of the meaning of profit for traders in the perspective of Gresik culture. This research method is with a qualitative paradigm using an ethnographic approach. Collecting data using participant observation and in-depth interviews conducted by snowball. Test the validity of the data using the member check. Data analysis using the Spradley model. The research results that have been found, the meaning of profit for traders in the perspective of Gresik culture is courtesy, trust, and empathy.Keywords: culture; profit; trader; traditional market
Application of Ozone Technology as an Effort to Increase the Economic Value of Vegetable Commodities Sigit Prabawa; Bambang Sigit Amanto; Kawiji Kawiji; Bara Yudhistira
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.59382

Abstract

Vegetables are classified as food ingredients that are easily wilted and easily damaged so that vegetables that have been harvested must be marketed and consumed immediately. At room temperature, the freshness of leaf vegetables can only last for 12 hours. For this reason, proper postharvest handling is needed to maintain quality and extend the shelf life of these commodities, including ozone technology (ozonization). Ozone is able to shed pesticide and bacterial contamination as well as heavy metals attached to the surface of fruit or vegetables, making it safe for consumption for health. Vegetable cultivation by productive communities as micro-entrepreneurs has developed quite a lot. The problem that still occurs is the lack of efforts to extend the shelf life of vegetables that can increase consumer preferences for spinach. The “Mutiara Organik” Farmer Group in Sumberejo Village, Ngablak District, Magelang Regency made these efforts by cultivating vegetables and applying ozonation. The program begins with the introduction of packaging technology and continues with the presentation of permits from the Ministry of Health for ozonized organic vegetables. This program provides farmers with a set of production tools and packaging. The analysis also shows that ozone treatment provides higher efficiency, because it can reduce weight loss compared to Japanese spinach without ozone treatment. In addition, ozone treatment has the potential to increase vegetable productivity and quality.Keywords: ozonization; shelf life; vegetables
Strategi Implementasi Proyek Kewirausahaan di SMA Negeri 1 Sumberlawang Leny Noviani; Adam Wahida; Suranti Tri Umiatsih
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i1.58934

Abstract

Sekolah mempunyai peran strategis untuk membekali lulusannya menjadi kreatif dan memiliki kecakapan hidup (life skill). Lulusan SMA tidak semua melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Lulusan SMA N 1 Sumberlawang yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi kurang dari 20% pertahun sehingga siswa perlu dilatihkan keterampilan hidup dan ditanamkan jiwa kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi pendidikan kewirausahaan di SMA N 1 Sumberlawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan koordinator proyek di SMAN 1 Sumberlawang, analisis dokumen perencanaan proyek, dan studi literatur. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dilaksanakan melalui kegiatan kokurikuler berupa proyek dengan mengembangkan kearifan lokal. Tema proyek kewirausahaan yang dipilih adalah kearifan lokal Gunung Kemukus. Proyek kewirausahaan melatihkan siswa mengkaitkan isu dunia nyata, menemukan masalah, kemudian berkolaborasi untuk menciptakan solusi permasalahan melalui kegiatan merancang, membuat, dan menampilkan produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Strategi tersebut dapat melatihkan siswa untuk berekspresi secara kreatif, melatihkan keterampilan menciptakan karya baik dalam bentuk barang maupun ide/gagasan, dan menumbuhkan motivasi berwirausaha.Kata kunci: kearifan lokal; kewirausahaan; pembelajaran proyek
Analisis Usaha Industri Sale Pisang Skala Rumah Tangga di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Riris Prabaningrum; Joko Sutrisno; Refa’ul Khairiyakh
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.64392

Abstract

Sale pisang merupakan makanan olahan dari buah pisang yang dikeringkan, proses pembuatannya menjadikan sale pisang memiliki rasa dan aroma yang khas. Penelitian ini bertujuan mengkaji biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha, dan risiko usaha industri sale pisang skala rumah tangga di Kecamatan Karangpucung. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan didukung teknik survei. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Responden penelitian ini berjumlah 41 produsen yang diambil dengan teknik sensus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh usaha industri sale pisang goreng sebesar Rp2.178.148,52 per bulan, penerimaan rata-rata sebesar Rp2.818.842,11 per bulan, keuntungan rata-rata sebesar Rp640.693,58 per bulan. Sementara pada industri sale pisang mentah di Kecamatan Karangpucung, biaya rata-rata sebesar Rp1.603.405,09 per bulan, penerimaan rata-rata sebesar Rp2.850.545,45 per bulan, keuntungan rata-rata sebesar Rp1.222.353,64 per bulan. Usaha industri sale pisang goreng dan sale pisang memiliki nilai efisiensi secara berturut-turut 1,29 dan 1,75. Usaha industri sale pisang goreng memiliki nilai koefisien variasi keuntungan sebesar 1,07 dan nilai batas bawah keuntungan -729.606,85. Sedangkan usaha sale pisang yang menjual sale pisang mentah, memiliki nilai koefisien variasi keuntungan sebesar 0,21 dan nilai batas bawah keuntungan Rp700.591,80. Kedua jenis usaha sale pisang menguntungkan dan sudah efisien untuk diusahakan. Usaha sale pisang goreng memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga tidak layak untuk diusahakan, sedangkan usaha sale pisang mentah terhindar dari risiko dan layak untuk diusahakan.  Kata kunci: biaya; efisiensi; keuntungan; penerimaan; risiko
The Status and Challenges of Entrepreneurship Education in Vocational Higher Education Institutions in Indonesia Ahmadi Usman; Abdul Hamid
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.60757

Abstract

Vocational higher education is one of the types of Indonesian higher education. In practice, entrepreneurship has been considered the most important subject that should be taught in vocational higher institutions. Numerous studies have been conducted by discussing the topic of vocational education and entrepreneurship in Indonesia. However, limited studies have been conducted on implementing entrepreneurship education at the Indonesian vocational higher education level. This study aims to explain the status and challenges of entrepreneurship education in Indonesian vocational higher education institutions. The method used in the study was based on a descriptive qualitative method focusing on a contextual review of the literature. The review is enhanced by collecting data from articles, books, reports, and vocational higher education intuitions' websites. This study found that entrepreneurship education has been implemented in vocational higher education institutions, although some aspects still need improvements. Further, the development of entrepreneurship education in vocational higher education institutions in Indonesia is confronted by internal and external challenges. Lastly, the study's findings have significant implications for researchers, policymakers, and entrepreneurship educators.Keywords: challenges; entrepreneurship education; institutions; status; vocational higher education
Tourism Edupreneur: Pembinaan Wirausaha Seni untuk Wisata Pendidikan Juju Masunah; Ayo Sunaryo; Trianti Nugraheni; Putri Lilis Dyani; Leli Kurniawati
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.65274

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2020 telah menghasilkan kelompok-kelompok wirausaha mahasiswa yang memiliki produk karya seni tari dan permainan anak-anak. Namun demikian, pengelolaan produk tersebut belum optimal dalam penyajian untuk segmen pasar anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membina kembali mahasiswa dalam mengelola usaha di bidang seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak dalam rangka mendukung program pengembangan wisata pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Metode yang digunakan adalah project-based approach atau pendekatan berbasis proyek. Partisipan adalah tujuh mahasiswa S1 dan seorang alumni Program Studi Pendidikan Seni Tari, UPI dan dua orang mahasiswa program studi Pendidikan Seni jenjang Master. Langkah kegiatan diawali dengan mendiagnosis partisipan, mendesain proyek, mengimplementasikan proyek, dan mengevaluasi. Data kegiatan dikumpulkan melalui partisipasi observasi, studi dokumentasi, dan kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisis secara triangulasi. Hasil pengabdian ini adalah terbangunnya kelompok wirausaha baru mahasiswa bernama Projek Seni Anak company atau Prosean Co. yang menjalankan model bisnis canvas. Prosean Co. mengelola produk dan jasa seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak, serta memasarkannya melalui sosial media dan pertunjukan Virtual yang disebut Virevale melalui TV UPI digital. Prosean Co. sebagai kelompok wirausaha baru berhasil mengelola produk karya seni tari dan permainan anak dalam alur cerita dan desain visual yang dapat diapresiasi oleh anak-anak.Kata Kunci: pendidikan seni; tari anak; wisata pendidikan; wirausaha seni

Page 10 of 11 | Total Record : 108