cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
KARAKTERISTIK DAN STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR USAHA TAPIOKA DI BOGOR UTARA Novi Andareswari; Sigid Hariyadi; Gatot Yulianto
Jurnal Ecolab Vol 13, No 2 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.2.84-95

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu wilayah dengan jumlah USK (Usaha Skala Kecil) Tapioka tertinggi. USK Tapioka banyak tersebar di antara pemukiman penduduk dan sebagian besar tidak berizin. Limbah padat yang dihasilkan dari proses produksi tapioka dalam bentuk onggok sudah banyak digunakan sebagai bahan baku industri, lain  halnya dengan limbah cair yang dibuang langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan merumuskan strategi pengelolaan limbah cair USK tapioka di Kota Bogor Kecamatan Bogor Utara yang terpusat di Kelurahan Ciluar. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran di laboratorium, dan wawancara dengan responden yang terdiri dari beberapa key person. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari-Maret 2019. Pengambilan sampel air limbah dilakukan dengan cara sampling sesaat (grab sampling) pada saluran pembuangan sedangkan analisis strategi pengelolaan dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik limbah cair USK Tapioka meliputi beberapa parameter yaitu warna, TSS, BOD, COD, pH, sianida, dan debit dengan kondisi seluruh parameter sudah melebihi baku mutu kecuali parameter sianida. Pengembangan pengelolaan limbah cair tapioka memiliki potensi yang kuat dan berpeluang. Analisis alternatif strategi menghasilkan 9 strategi. Strategi yang menjadi prioritas utama ialah (1) pengolahan limbah cair diarahkan pada pengolahan yang menghasilkan produk sehingga bernilai ekonomi, (2) bersifat mandiri bukan kawasan, dan (3) pihak kelurahan dan DLH Kota bekerja sama dalam melakukan pendataan USK serta membantu pembentukan kelembagaan antar USK.
Monitoring of particulate matter 10 µm (PM10) in ambient air by means of Gent Sampler as an alternative to Beta Ray Automatic Analyzer for Air Pollution Mitigation Rina Aprishanty; Rita Mukhtar; Ridwan Fauzi; Dwiana Lestiani; Muhayatun Santoso
Jurnal Ecolab Vol 13, No 2 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.634 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.2.106-114

Abstract

The monitoring of Particulate Matter 10 Mikron (PM10), as one of the critical parameters of air quality in Indonesia, requires equipment that can monitor the actual concentration for 24-hours continuously. Based on that, the anticipation of mitigation against conditions before an episode of pollution occurred can be carried out especially for areas with a history of forest and land fires. This study aimed to find out the correlation between PM10 using Gent sampler and PM10 using Beta Ray Analyzer. It is important to anticipate the current condition of local capacity in fulfilling monitoring data in one area lacking of sophisticated automatic monitoring instrument like Beta Ray Analyzer. The study was conducted at Pekanbaru station which belongs to the regional environmental office in Riau Province, during January 2013 to March 2014 covering 52 available data from manual sampling 24-hour weekly period using Gent Sampler. It was found that the PM10 concentration ranges from 12.7µg/NM3-148.6µg/NM3. The statistical analysis of this preliminary study pertaining the correlation coefficient of the two instruments reading is as high as 0.803. Pearson correlation analysis was employed in drawing the statistical inference. It is of interest to conclude that the gravimetric method of Gent Sampler can be used as an alternative method in monitoring particulate in ambient air.
PRELIMINARY ESTIMATION ON AIR POLLUTION LOAD OVER BOGOR CITY TOWARDS DEVELOPMENT OF CLEAN AIR ACTION PLAN Didin Agustian Permadi; Mila Dirgawati; Agung Ghani Kramawijaya; Widi Hermawan
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.892 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.53-62

Abstract

Emission inventory (EI) data are crucial to provide source apportionment and relative strength of various air pollutant sources in a city. The process of EI compilation can be either bottom-up or top-down, which depends on data availability and other resources. For a city like Bogor, known as a buffer zone of the capital of the Republic of Indonesia, these EI data are now available only for greenhouse gases (GHGs) but not for the air pollutants. Therefore, a top-down EI was designed and implemented for the city in the base year of 2016. Note that the sources of activity data were compiled from the previously arranged GHGs EI database as well as some other data gathered from the local authority. We adopted the EI framework of the Atmospheric Brown Cloud Emission Inventory Manual spreadsheet for the compilation. We included SO2, CO, NO2, PM10, PM2.5, NMVOC, and PM components (black carbon and organic carbon). Point sources, area sources, as well as mobile sources, were considered in the emission estimation. The latter species were included as they are known as strong short-lived climate-forcing pollutants (SLCPs). On-road transport contributed significantly to SO2, NMVOC, and PM2.5, with a portion of 60-86% of the total emission. Industrial combustion sources dominated the shares to the total emissions of NOx (91%) and CO (92%).  Based on this baseline information, we then proposed the source wise clean air action plan for the city  in order to reduce the emission. A more accurate and up to date EI database should be done through a survey to get local representative activity data and to be compiled on a regular basis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEREDUKSI SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BOGOR Aditya Pandu Nugraha; Hartrisari Hardjomidjojo; Jono M Munandar
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.917 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.31-41

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan telah menjadi permasalahan global dan tidak terkecuali di Kota Bogor. Saat ini sekitar 150-180 ton sampah padat per hari tidak dapat terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga dan tersisa di dalam kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor telah mengelola sampah padat perkotaannya dengan berlandaskan Undang-Undang Nomor 18/2008 yakni berupaya mereduksi sampah dari sumber terbesar, yaitu rumah tangga permukiman. Dalam upaya mereduksi sampah, pemerintah Kota Bogor telah membentuk Bank Sampah serta menyediakan komposter di perumahan. Terdapat 255 Bank Sampah unit terdaftar di Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) Kota Bogor, namun hanya 43 unit yang aktif dengan total reduksi kurang dari 1% timbulan sampah bulanan. Riset ini bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap pengolahan sampah melalui Bank Sampah serta memodelkan alternatif skenario yang paling efektif dan memungkinkan untuk mengurangi timbulan sampah padat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi untuk analisis persepsi serta prinsip-prinsip sistem dinamik untuk permodelan. Analisis terhadap 196 sampel responden menunjukkan bahwa bahwa faktor usia dan tingkat pendidikan memiliki dampak paling signifikan dalam partisipasi masyarakat terhadap pengolahan dan mereduksi sampah melalui Bank Sampah. Kombinasi optimasi Bank Sampah dan edukasi terhadap partisipasi masyarakat dalam mereduksi timbulan sampah melalui Bank Sampah diperkirakan dapat mengurangi timbulan sampah tak terangkut sebesar 18%  dalam jangka waktu lima tahun.
KANDUNGAN MERKURI DALAM BEBERAPA MEDIA SEKITAR PENAMBANGAN EMAS SKALA KECIL (PESK) DI KALIMANTAN TENGAH Alfrida Ester Suoth; Siti Masitoh; Alfonsus H Hariandja; Edy Junaidy; Sri Unon Purwati
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.458 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.43-52

Abstract

Penelitian mengenai kontaminasi merkuri (Hg) pada media lingkungan akibat aktivitas PESK masih diperlukan, untuk digunakan sebagai data dasar dalam perumusan rencana penghapusan dan pengurangan merkuri.  Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai distribusi konsentrasi Hg akibat PESK pada perairan sungai, ikan air tawar dan sedimen di Kalimantan Tengah.  Data yang digunakan adalah data hasil pengukuran P3KLL pada tahun 1999-2008 dan hasil pengukuran terbaru yang dilakukan oleh Direktorat PB3-KLHK pada tahun 2018. Analisis Hg dilakukan menggunakan Mercury Analyzer Hg-5000 metode cold vapour, preparasi contoh uji  sesuai dengan Standar Internasional Jepang (JIS) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sebagian besar lokasi sampling menunjukkan konsentrasi merkuri dalam air sungai masih berada di bawah standar Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 untuk air kelas I (0,001 mg/L), namun di 2 lokasi lebih tinggi daripada standar tersebut.  Merkuri yang terkandung dalam sampel ikan air tawar dari sungai di sekitar PESK, ditemukan pada kisaran 0,08 - 0,224 mg/kg. Nilai ini masih berada  di bawah nilai persyaratan kontaminasi logam pada ikan sesuai SNI:7387 2009 (0,5 mg/kg). Kandungan merkuri dalam kisaran sedimen antara 0,0291 - 0,45 mg/kg, di mana beberapa lokasi sudah berada di atas nilai baku yang di atur dalam Quality Guidelines for Freshwater of Canadian Environmental Quality (CEQ), yaitu 0,17 mg/kg.
BEST MANAGEMENT PRACTICE SHOULD PRIORITIZE THE INDEPENDENT FARMERS TO STOP HAZE Prayoto Prayoto; M.H. Saputra; Y Rosalin
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.486 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.11-19

Abstract

The severe haze disaster in Southeast Asia requires quantification of the drivers of fire in Sumatra. Without a holistic method, the conclusions are inaccurate. This study used remote sensing data and Maxent modeling technique to model and predicted the distribution of fires in Riau, Sumatra. The MODIS hotspot data from 2001 to 2014 in the study area were gathered. The hotspot data were examined for the human-ignition factors such as deforestation, land management, land system, slope, and forest area status to understand the driver of fire. The results showed that the fire is human-caused. There were three main findings. First, the study area experienced rapid deforestation, with 1.7 million ha of forests was lost from 1990 to 2013. Second, the fire risk associated with unsustainable plantation development and unclear land tenure. The yearly hotspots were high soon after deforestation and reduced gradually. Most of the hotspot from 2001 to 2014 occurred in an area that developed for oil palm by the independent farmer (73.7%). In contrast, the area developed by the company (acacia, rubber, and oil palm) has fewer hotspots.Nevertheless, natural forests were shown to be fire-resistant. Third, the land system was the most important driver of fire, followed by landholders and deforestation.On the contrary, slope and forest area status showed the marginal driver of fire. These results indicated the importance of peat swamp forest, sustainable plantation management, and land tenure to mitigate haze disaster. Fire distribution modeling can develop fire risk maps that can help the government focus on high-risk areas.
APPLICATION OF NUCLEAR ANALYTICAL TECHNIQUES IN CHARACTERIZATION OF SEVERAL SAMPLE MATRICES Diah D Lestiani; Muhayatun Santoso; S Kurniawati; E Damastuti; N Adventini; D K K Sari; I Kusmartini
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.556 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.63-77

Abstract

The existence of elements in major, minor, and even in trace levels could have a significant impact on human health, environmental, industry, or other life sciences. Results of characterization from several matrices of samples could become as valuable and important information since a lot of important decisions regarding public health, environmental protection, and international trade is based on those results. Characterization of several matrices of samples requires excellence, reliable, and complies with ideal criteria as an analytical method. In recent years, nuclear analytical techniques become one of the analytical techniques that could meet the challenge of capability in characterization various matrices of samples and have been proven to be suitable and applicable in a broad range of applications. Nuclear analytical techniques deal with nuclear excitations, electron inner-shell excitations, nuclear reactions, and/or nuclear decay. These techniques are selective with high sensitivity, non-destructive, simultaneous, and limit detection microgram until nanogram level. In this paper, the role and contribution of nuclear analytical techniques used for BATAN research, especially neutron activation analysis (NAA), particle-induced X-ray emission (PIXE), and X-ray Fluorescence (XRF) in the characterization of various matrices of geological, pharmacy, biology and environmental samples were discussed. The comparison with other methods was also carried out. The validations of results were conducted by analysis of standard reference material (SRM). Discussion related optimization of parameter measurement and similar efforts were also presented. The results of this research are hopefully could show and emphasize the significant role of NAT in the characterization of several matrices of samples in contribution and support the life sciences and public welfare.
UJI TOKSISITAS AKUT LIMBAH INSULASI FIBER KERAMIK TERHADAP Daphnia sp. Bagus Sentosa Parhusip; Retno Puji Lestari; Andriantoro Andriantoro
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.087 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.1-10

Abstract

Fiber keramik berbahan alumina-silika merupakan materi insulator yang baik dan banyak digunakan sebagai bahan insulasi pada tungku elektrik. Studi toksikologi terhadap fiber keramik menggunakan hewan uji mengindikasikan kemungkinan terjadinya dampak pada saluran pernafasan, iritasi pada mata dan kulit manusia. Namun demikian, belum tersedia informasi mengenai dampak ekologis dari limbah fiber keramik. Kajian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas akut (LC50 48 jam) limbah fiber keramik (aluminosilicate) terhadap Daphnia sp. sebagai bahan evaluasi bahaya yang mungkin terjadi pada lingkungan perairan. Pengujian dilakukan di Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) pada bulan Januari - Februari 2019. Sampel limbah fiber keramik diperoleh dari salah satu industri pupuk. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah metode statik tanpa pembaruan USEPA EPA-821-R-02-012 (2002)-Methods for Measuring the Acute Toxicity of Effluents and Receiving Waters to Freshwater and Marine Organisms, dengan menggunakan kematian sebagai indikator toksisitas. Kematian diamati pada jam ke-24 dan jam ke-48, sementara parameter kualitas air yaitu temperatur, pH, konduktivitas, oksigen terlarut, dan padatan terlarut total diamati pada jam ke-0 dan jam ke-48. Penentuan nilai LC50 dilakukan menggunakan program analisis Probit EPA versi 1.5. Nilai LC50 limbah insulasi fiber keramik adalah 924,7–959,7 ppm. Kriteria toksisitas untuk limbah fiber keramik belum tersedia.
POTENSI PENCEMARAN PERSISTENT ORGANIC POLLUTANTS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIWUNG Dewi Ratnaningsih; Yunesfi Syofyan; Yuriska Andiri; Sri Endah Kartiningsih
Jurnal Ecolab Vol 14, No 1 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.808 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.1.21-30

Abstract

Indonesia telah meratifikasi Konvensi Stockhom dalam upaya perlindungan terhadap bahaya bahan kimia Persistent Organic Pollutants (POPs). Sebagai tindak lanjut ratifikasi, Indonesia telah menyusun National Implementation Plan (NIP) dalam implementasi pengurangan dan penghapusan POPs. Pelaksanaan NIP membutuhkan informasi keberadaan POPs. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran POPs di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sebagai salah satu sungai prioritas nasional. Pengambilan sampel dilakukan di enam lokasi DAS Ciliwung yang berada di kawasan Bogor dan Jakarta. Jenis sampel yang diambil meliputi air sungai, sedimen sungai, dan tanah di sekitar bantaran sungai dengan parameter uji organochlorines (OCs) yang sebagian besar masuk dalam kelompok POPs. POPs diekstraksi dengan pelarut organik dan dianalisis menggunakan instrument GCMS. Hasil analisis menunjukkan bahwa POPs di air sungai hanya terdeteksi untuk kelompok DDTs, kelompok HCHs, dan HCB dengan konsentrasi jauh lebih rendah dibandingkan di sedimen sungai dan tanah.  Pada sedimen sungai dan tanah terdeteksi POPs dengan jenis yang lebih bervariasi dan konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan di air sungai. POPs masih terdeteksi di lingkungan meskipun telah dilarang penggunaanya. Oleh karena itu perlu menjadi evaluasi lebih lanjut apakah residu POPs tersebut merupakan sisa penggunaan waktu lampau yang masih bertahan karena sifat persistensinya atau ada indikasi lepasan baru.
Evaluasi Aplikasi Penghalang Bunyi di Lingkungan Sekolah dalam Tinjauan Persepsi dan Ekonomi Muhamad Yusup Hidayat, S.Hut, M.Si; ridwan fauzi; Budi Purwanto; Melania Hanny Aryantie
Jurnal Ecolab Vol 14, No 2 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.2.91-100

Abstract

Komunikasi yang efektif antara guru pengajar kepada siswa selaku peserta didik sering terganggu karena kebisingan. Salah satu cara pengendalian kebisingan adalah pengendalian medium perambatan kebisingan dengan sound barrier. Penerapan sound barrier di lingkungan sekolah memerlukan penilaian persepsi siswa dan guru serta analisis ekonomi terhadap bahan atau materialnya. Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui persepsi siswa dan guru serta menghitung nilai ekonomi alat penghalang bunyi (sound barrier) berdasarkan lama waktu pemanfaatan dan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil skoring yang dilakukan. Analisis persepsi dilakukan dengan menggunakan analisis Likert. Penyusutan dihitung dengan nilai depresiasi alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan sound barrier cukup sesuai untuk diaplikasikan di lingkungan sekolah dan meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar karena mengurangi kebisingan yang dihasilkan dari kendaraan. Bahan sound barrier yang diaplikasikan sudah tetap dan dapat diterima responden namun perlu perbaikan aksesoris untuk meningkatkan estetika. Secara nilai ekonomi, penggunaan material kayu kamper (Dryobalanops sp.) sebagai bahan baku sound barrier cukup efisien jika dibandingkan dengan material berbahan akrilik, karena material kayu tersebut mempunyai nilai penyusutan yang rendah. Persepsi responden terhadap performa alat sound barrier cukup puas dan dapat diterima sebagai alat insulasi kebisingan.