cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PETIK
ISSN : 24607363     EISSN : 26146606     DOI : -
Jurnal Pendidikan Tekologi Informasi dan Komunikasi (PETIK) adalah Jurnal yang memiliki fokus dibidang Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal PETIK ber-issn : 2460-7363 dan e-ISSN : 2614-6606. Sedangkan terbitan pada Jurnal PETIK terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Rancang Bangun E-Commerce Berbasis Single Page Application (SPA) Menggunakan ReactJS Akhmad, Zarkasih; Gustalika, Muhamad Azrino
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1256

Abstract

Abstrak— Kemajuan teknologi informasi telah memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada semua sektor, termasuk perubahan pada sektor bisnis. Electronic commerce atau yang lebih sering disebut dengan e-commerce merupakan salah satu contoh dalam pemanfaatan teknologi informasi di sektor bisnis. Toko Ozchic terletak di kota Solo berfokus menjual kebutuhan fashion namun belum memiliki e-commerce sehingga belum memenuhi kebutuhan pengguna dalam berbelanja. Pada pengembangan aplikasi website, arsitektur tradisional memiliki kelemahan pada penggunaan bandwidth yang boros pada saat melakukan request dari web server sehingga arsitektur Single Page Application (SPA) dengan menggunakan ReactJs digunakan pada pengembangan website ini dengan pengelolaan data yang efisien dari web server yang bekerja cepat dan interaktif. SPA menggunakan Asynchronous JavaScript and XML (AJAX) untuk memperbaharui halaman secara dinamis. Pada website yang telah dibuat, aplikasi hanya melakukan request ke server hanya jika pengguna membutuhkannya, sehingga aplikasi lebih cepat dimuat pada pertama kali dibanding tanpa menggunakan SPA. Jika pengguna sebelumnya sudah mengunjungi halaman website, maka website tidak perlu melakukan request kembali jika sebelumnya sudah melakukan request. Dalam melakukan pengembangan menggunakan library ReactJs, source code dapat dipisahkan menjadi sebuah komponen sehingga pengembangan menjadi efisien. Pada pengujian fungsionalitas aplikasi website e-commerce Ozchic menggunakan blackbox testing, hasil pengujian fungsionalitas pada aplikasi berjalan dengan baik. Lalu pengujian menggunakan pengujian Usability dengan 30 responden yang mengisi 16 pertanyaan kuesioner menghasilkan skor 76,91% dimana menurut standar usability memiliki grade yang baik. Dari hasil pengujian menggunakan metode pada aplikasi, maka dapat disimpulkan aplikasi web Ozchic dapat dijalankan dengan baik Kata Kunci — Single Page Application, ReactJs, E-Commerce Abstract — Advances in information technology currently have a significant influence on all sectors, including changes in the business sector. Electronic commerce or more often referred to as e-commerce is one approach to the use of information technology in business. The Ozchic store is located in the city of Solo, focusing on selling fashion needs but does not yet have e-commerce so that it does not meet the needs of users in shopping. In the development of website applications, traditional architecture has a weakness in the use of wasteful bandwidth when making requests from the web server so that the Single Page Application (SPA) architecture using ReactJs is used in developing this website with efficient data management from a fast and interactive web server. SPA uses AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) to dynamically update pages. On the website that has been created, the application only makes requests to the server only if the user needs it, so the application loads faster the first time than without using SPA. If the user has previously visited the website page, then the website does not need to make a request again if it has previously made a request. In developing using the ReactJs library, the source code can be separated into a component so that development becomes efficient. In testing the functionality of the Ozchic e-commerce website application using Blackbox testing, the results of testing the functionality of the application run well. Then testing using usability testing with 30 respondents who filled out 16 questionnaire questions resulted in a score of 76.91% which according to usability standards had a good grade. From the results of testing using the method on the application, it can be concluded that the Ozchic web application can run well. Keywords— Single Page Application, ReactJs, E-Commerce
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Video Pada Mata Pelajaran Pemrograman Di Masa Pandemi Covid-19 Imania, Kuntum An Nisa; Saputro, Arival Dwi; Nurdiana, Dian; Bariah, Siti Husnul
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1257

Abstract

Abstrak — Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Implementasi serta bagaimana pelaksanaan Media Pembelajaran Berbasis Video Pada Mata Pelajaran Pemrograman dimasa Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru mata pelajaran dan 16 siswa. adapun teknik pengumpulan datanya yaitu Wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan implementasi media pembelajaran berbasis vido pada mata pelajaran pemrograman dimasa pandemi covid-19 dilihat dari 4 aspek dengan hasil perhitungan presentase menunjukan bahwa Desain pembelajaran (72%) dengan kriteria kuat, komunikasi audio dan komunikasi visual (80%) dengan kriteria kuat, Penggunaan (76%) dengan kiteria kuat, dan Durasi/waktu (79%) dengan kriteria kuat. Berasarkan hasil angket wawancara dan dokumentasi implementasi pembelajaran berbasis video sudah layak digunakan tetapi masih ada kendala-kendala yang ditemukan. Kata Kunci — Implementasi, Media Pembelajaran Berbasis Video Abstract — The purpose of this research is to find out how to implement and how to implement Video-Based Learning Media in Programming Subjects during the Covid-19 Pandemic. This research uses descriptive qualitative research with subject teachers and 16 students as research subjects. As for the data collection techniques, namely interviews, questionnaires, observation and documentation. Based on the results of research conducted on the implementation of video-based learning media in programming subjects during the covid-19 pandemic seen from 4 aspects with the results of percentage calculations showing that learning design (72%) with strong criteria, audio communication and visual communication (80%) with criteria strong, Use (76%) with strong criteria, and Duration/time (79%) with strong criteria. Based on the results of interview questionnaires and documentation of the implementation of video-based learning, it is feasible to use but there are still obstacles found. Keyword — Implementation, Video-Based Learning Media
Pengembangan Dan Implementasi Mobile VCDLN Di Era Transisi Pandemi Dan New Normal Di Indonesia Darmawan, Deni; Rahadian, Dian; Suryadi, Andri; Wahyudin, Dinn; Risda, Dianni
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1258

Abstract

Abstrak ─ Penelitian ini dilatarbelakangi oleh produk penelitian tahun 2020-2021 tentang Mobile VCDLN Flatform yang ingin dipertahankan. Proses pemanfaatan ini membutuhkan sistem baru yang berorientasi pada Multiplatform Super-App Ecosystem pada tahun 2022 dengan fokus meliputi Survey, Desain Aplikasi, Pengembangan dan produksi, yang dampaknya kemudian diukur dengan sejumlah indikator untuk sistem pembelajaran online. Proses pengukuran ini dilakukan terhadap guru dari Indonesia,. Metode yang digunakan adalah R&D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Hasil survei menunjukkan bahwa program Super-app Multiplatform Ecosystem VCDLN sangat direkomendasikan oleh guru untuk dilanjutkan; (b) Perancangan Super-App Multiplatform telah dikembangkan sesuai dengan standar Super App Versi aplikasi untuk kenyamanan aspek visual dengan prosedur pemrograman C++; (c) Menghasilkan Konten Video Pembelajaran menjadi Multiplatform mobile VCDLN Versi Android Mobile telah dilakukan dengan standar industri yang berkualitas; (d) Hasil pengukuran Multiplatform mobile VCDLN berada di atas rata-rata dan mampu mencapai skor maksimal dengan kisaran 178 hingga 199. Kata Kunci ─ Aplikasi Super Multiplatform, VCDLN, Mobile Learning Abstract ─ This research is motivated by the 2020-2021 research product about the Mobile VCDLN Flatform that you want to maintain. This utilization process requires a new system oriented to the Multiplatform Super-App Ecosystem in 2022 with a focus on surveying, application design, development and production, the impact of which is then measured by a number of indicators for online learning systems. This measurement process is carried out on teachers from Indonesia. The method used is R&D. The results of the study indicate that: (a) The survey results indicate that the VCDLN Multiplatform Ecosystem Super-app program is highly recommended by teachers to be continued; (b) The design of the Multiplatform Super-App has been developed according to the Super App standard. The application version for the convenience of the visual aspect with C++ programming procedures; (c) Produce Learning Video Content into Multiplatform mobile VCDLN Android Mobile Version has been carried out with quality industry standards; (d) Multiplatform mobile VCDLN measurement results are above the average and are able to achieve a maximum score in the range of 178 to 199. Keywords ─ Super Multiplatform App, VCDLN, Mobile Learning
Aplikasi Pembelajaran Sejarah Masjid Saka Tunggal Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Berbasis Mobile Sayakthi, Mira; Gustalika, Muhammad Azrino; Alika, Shintia Dwi
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1259

Abstract

Abstrak — Masjid Saka Tunggal merupakan salah satu masjid tertua yang terletak di Desa Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. Berdasarkan penyebaran kuesioner wisatawan yang berkunjung ke Masjid Saka Tunggal 73,3% mengalami kesulitan untuk mencari informasi mengenai Masjid Saka Tunggal. Salah satu Cara untuk mempermudah wisatawan dalam mencari informasi mengenai Masjid Saka Tunggal adalah melalu pembuatan aplikasi pembelajaran Masjid Saka Tunggal berbasis android. Metode yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Masjid Saka Tunggal yaitu Multimedia Development Life Cycle (MDLC) sebab metode tersebut memiliki tahapan-tahapan yang cocok digunakan dalam pembuatan aplikasi pembelajaran serta memiliki tahapan yang lebih detail dan jelas. Aplikasi yang telah dibuat kemudian diuji menggunakan metode Black Box Testing untuk mengetahui apakah aplikasi secara fungsional telah berjalan dengan baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner dengan menggunakan pengkodean skala likert. Dari 50 data kuesioner didapatkan nilai signifikasi sebesar 5% atau 0,195 dimana nilai yang didapat dari kuesioner tersebut lebih besar dari pada nilai signifikasi. Sedangkan nilai Cronbach's Alpha pada 17 buah pertanyaan memperoleh hasil sebesar 0,787 > 0,60, dinyatakan reliabel. Kata Kunci— Android, Black Box Testing, Cronbach's Alpha, likert, Masjid Saka Tunggal, Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Abstract — Saka Tunggal Mosque is one of the oldest mosques located in Cikakak Village, Wangon District, Banyumas Regency. Based on the questionnaire distribution of tourists visiting the Saka Tunggal Mosque, 73.3% had difficulty finding information about the Saka Tunggal Mosque. One way to make it easier for tourists to find information about the Saka Tunggal Mosque is through the creation of an android-based Saka Tunggal Mosque learning application. The method used in making the Saka Tunggal Mosque application is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) because this method has stages that are suitable for use in making learning applications and have more detailed and clear stages. The application that has been made is then tested using the Black Box Testing method to find out whether the application is functionally running well. The data used in this study were obtained from the results of a questionnaire using Likert scale coding. Of the 50 questionnaire data obtained a significance value of 5% or 0.195 where the value obtained from the questionnaire is greater than the significance value. While the Cronbach's Alpha value on 17 questions obtained a result of 0.787 > 0.60, declared reliable. Keywords — Android, Black Box Testing, Cronbach's Alpha, likert, Saka Tunggal Mosque, Multimedia Development Life Cycle (MDLC).
Pengembangan E-Modul (Modul Digital) Berbasis Literasi Visual Pada Mata Kuliah Botani Phanerogamae Putri, Diah Ika; Muthmainnah, Rifaatul
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1260

Abstract

Abstrak — Keberadaan bahan ajar dalam suatu kegiatan pembelajaran memiliki banyak manfaat, antara lain membuat kegiatan belajar lebih menarik, memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran dosen, serta memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam mempelajari kompetensi yang harus dikuasainya. Pengembangan modul digital berbasis literasi visual menggunakan metode pengembangan atau Research and Development (R&D) yang menghasilkan sebuah produk berupa modul digital sedangkan model pengembangannya menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yang meliputi analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Pada tahap evaluasi digunakan instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi angket praktikalitas. Lembar validasi bertujuan untuk melihat validitas produk yang dikembangkan. Lembar validasi diisi oleh dua orang ahli . Angket praktikalitas bertujuan untuk melihat tingkat kepraktisan produk modul digital. sementara subjek uji coba yang telah menggunakan modul digital yang dikembangkan yaitu mahasiswa tingkat dua program studi pendidikan biologi IPI Garut angkatan 2022 yang mengambil mata kuliah Botani Phanerogamae. Teknik analisa data menggunakan analisis deskriptif. Dari penyebaran angket didapat hasil bahwa e-modul sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan masing-masing persentase sebesar 84,7 % dari ahli media, 90,7 % dari ahli materi dan desain pembelajaran serta 85,7% dari respon mahasiswa. Sementara dari segi kepraktisan e-modul diperoleh nilai persentase sebesar 83,8% yang termasuk dalam kategori baik, artinya bahwa e-modul dikatakan praktis. Terakhir, untuk mengetahui keefektifan e-modul dilakukan pengukuran dengan melakukan penyebaran angket kepada mahasiswa, berdasarkan angket respon mahasiswa terhadap e-modul diperoleh nilai persentase sebesar 89,6 % dengan kategori baik artinya e-modul botani phanerogamae efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Keywords— Literasi Visual, Modul Digital Abstract — The existence of teaching materials in a learning activity has many benefits, including making learning activities more interesting, providing opportunities for students to learn independently and reduce dependence on the presence of lecturers, and provide convenience to students in learning the competencies that must be mastered. Development of Visual Literacy -Based Digital Modules Using Development and Development (R&D). Methods that produce a product in the form of a digital module while the development model uses an ADDIE model which consists of five stages which includes analysis, design, development, implementation evaluation. At the evaluation phase the research instrument was used consisting of a practicality questionnaire validation sheet. Validation sheet aims to see the validity of the product developed. The validation sheet is filled by two experts. Practicality questionnaire aims to see the practicality level of digital module products. While the trial subjects that have used the developed digital module are second -level students of the Biology Education Study Program of IPI Garut class of 2022 who took the Botanical Panerogamae course. Data analysis techniques using descriptive analysis. From the distribution of the questionnaire, the results were found that e-modules were suitable for use as learning media with a percentage of 84.7 % of media experts, 90.7 % of the learning material and learning design experts and 85.7 % of student responses. While in terms of practicality e-module obtained a percentage value of 83.8% which is included in the good category, meaning that e-modules are said to be practical. Finally, to find out the effectiveness of e-modules, measurements are measured by distributing questionnaires to students, based on student response questionnaires to e-modules obtained a percentage value of 89.6 % with a good category means that the e-module of botanical panerogamae is effectively used as learning media. Keywords — Digital Module, Visual Literacy
Virtual Assistant untuk Prediksi Kepribadian Mahasiswa dalam Memilih Karir Berkelanjutan Batmetan, Johan Reimon; Tambingon, Henny Nikolin; Rotty, Viktory Nicodemus Joufree
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1261

Abstract

Abstract — Memilih karir yang baik penting dilakukan sejak dini saat Anda masih kuliah. Karir yang baik akan membantu harus sesuai dengan kepribadian setiap orang untuk memastikan bahwa karir dapat dijalani dalam waktu yang berkesinambungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi karir mahasiswa di perguruan tinggi berdasarkan kepribadiannya menggunakan asisten virtual. Metode yang digunakan adalah metode prototype untuk membangun asisten virtual dengan mengadopsi tes kepribadian MBTI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asisten virtual yang dibangun sangat baik untuk merekomendasikan pilihan karir yang tepat kepada mahasiswa di perguruan tinggi sesuai dengan kepribadian yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Asisten virtual yang dihasilkan berhasil mengimplementasikan model uji MBTI dalam sistem yang dibangun dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam merekomendasikan pilihan karir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memprediksi pilihan karir yang tepat akan dapat membantu mahasiswa di perguruan tinggi untuk mempersiapkan karir sejak dini ketika masih mendidik dan mempraktekkannya dengan baik sehingga menghasilkan pilihan karir yang berkelanjutan di masa depan. Kata Kunci — Karir, Pendidikan Tinggi, Kepribadian, Prediksi, Asisten Virtual Abstract — Choosing a good career is important to do early when you are still in college. A good career will help must match the personality of each person to ensure that the career can be lived in a sustainable time. The purpose of this study is to predict a student's career in college based on his personality using a virtual assistant. The method used is a prototype method to build a virtual assistant by adopting the MBTI personality test. The results of this study indicate that the virtual assistant that is built is very good for recommending the right career choice to students in college according to the personality of each student. The resulting virtual assistant has successfully implemented the MBTI test model in the system built and has a high level of accuracy in recommending career choices. This study concludes that predicting the right career choice will be able to help college students to prepare for a career from an early age while still educating and practicing it well so as to produce sustainable career choices in the future. Keywords— Careers, Higher Education, Personality, Prediction, Virtual Assistant
Pengembangan Media Pembelajaran Prakarya Untuk Siswa Kelas VII SMP Advent Unklab Mandey, Larry J; Tambingon, Henny N; Rotty, Viktory N J; Pratasik, Stralen
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1262

Abstract

Abstrak ─ Media pembelajaran merupakan alat atau perantara yang berguna untuk memperlancar proses belajar mengajar, serta memperlancar komunikasi antara guru dan siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran prakarya dan mengetahui tingkat kelayakan dari media pembelajaran yang dikembangkan. Metodologi yang dipakai dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah MDLC (Multimedia Development Life Cycle), pengujian media pembelajaran meliputi pengujian apla testing dan beta testing. Pengujian alpa testing dilakukan oleh satu orang ahli media dan satu orang ahli materi dan untuk pengujian beta testing dilakukan secara langsung yang meliputi siswa kelas VII SMP Advent Unklab. Hasil dari penelitian adalah telah dikembangkan media pembelajaran prakarya. Pengujian alpa testing yang melibatkan ahli media dan ahli materi, menyatakan bahwa media pembelajaran ini baik dengan rata-rata skor 3.60 dari ahli media dan ahli materi menyatakan baik dengan rata-rata skor 3.21. sedangkan untuk pengujian beta testing yang melibatkan 25 siswa sebagai responden memberi skor dengan rata – rata 3.60 dengan kategori baik’. Sehingga media pembelajaran ini layak digunakan untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci ─ MDLC, Media Pembelajaran, Prakarya Abstract ─ Learning media is a tool or intermediary that is useful to facilitate the teaching and learning process, as well as facilitate communication between teachers and students. The purpose of this research is to develop craft learning media and determine the feasibility level of the developed learning media. The methodology used in developing this learning media is MDLC (Multimedia Development Life Cycle), learning media testing includes app testing and beta testing. The alpha testing was carried out by one media expert and one material expert and for beta testing, it was carried out directly which included seventh grade students of Adventist Junior High School Unklab. The result of the research is that craft learning media has been developed. The negligent testing, which involved media experts and material experts, stated that this learning media was good with an average score of 3.60 from media experts and material experts said it was good with an average score of 3.21. while for beta testing, which involved 25 students as respondents, they scored an average of 3.60 in the good category. So that this learning media is suitable to be used to help teachers in the teaching and learning process. Keywords ─ MDLC, Learning Media, Craft
Analisis Kebutuhan Informasi Program Studi Tadris Matematika Melalui Website Manggala, Ibrahim Sani Ali; Sani, Rizky Syirajuddin Fawa Putra; Wahidah, Umi Ma’rifatul
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v8i2.1263

Abstract

Abstrak — Kebutuhan informasi merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Tidak terkecuali kebutuhan informasi mengenai dunia Pendidikan khususnya program studi Tadris Matematika. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui analisis kebutuhan tentang kebutuhan informasi, konten, dan tampilan yang dibutuhkan. Subyek dari penelitian ini terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni program studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara dengan warga Tadris Matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa diperlukan pengembangan berupa website yang memiliki informasi terbaru, konten, dan tampilan yang menarik. Kata Kunci — Analisis, Informasi, Website Abstract — The need for information is a primary need for every human being. There is no exception for the need for information regarding the world of education, especially the Tadris Matematika study program. This study aims to determine the needs analysis of the information display requirements needed. The subjects of this study consisted of lecturers, students, and alumni of the Tadris Matematika study program at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data collection techniques were carried out through literature studies and interviews with all lecturer and student of Tadris Mathematika. Based on the results of the study, it can be seen that it is necessary to develop a website that has the latest information, content, and an attractive appearance.Keywords— Analysis, Information, Website
Pengembangan Modul Ajar Digital Fotografi Yudianto, Arif; Rahmat, Dadan
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v9i1.1264

Abstract

Abstrak — Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) menghasilkan modul ajar digital yang terdiri atas modul ajar digital fotografi, panduan dosen, dan panduan mahasiswa. 2) menghasilkan paket pembelajaran yang terdiri atas modul ajar yang tervalidasi, praktis, efektif dari segi penggunaan waktu dan menarik. Merancang modul ajar sesuai analisis kebutuhan mahasiswa dengan pengorganisasian materi yang memadukan teori dan praktik dan memiliki daya tarik. Diharapkan dengan modul ajar digital ini dapat membantu mahasiswa mendapakatkan pengetahuan mengenai fakta, konsep dan prosedur pemotretan yang benar agar dapat mengatasi masalah sulitnya belajar fotografi. Pengembangan produk berdasarkan kajian teknologi pembelajaran dan desain pembelajaran model Dick & Carey dengan tahapan: (1) Identifikasi tujuan umum pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) menganalisis karakteristik mahasiswa, (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan dan memilih materi pembeiajaran (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) merevisi produk pembelajaran. Hasil penelitian menyimpulkan produk modul ajar digitan Fotografi layak untuk di gunakan di pembelajaran mata kuliah Fotografi. Kata Kunci— Modul Ajar digital, Modul Fotografi, Abstract —The aims of this research are: 1) to produce digital teaching modules consisting of digital photography teaching modules, lecturer guides, and student guides. 2) produce learning packages consisting of teaching modules that are validated, practical, effective in terms of time use and interesting. Designing teaching modules according to student needs analysis by organizing material that combines theory and practice and has appeal. It is hoped that this digital teaching module can help students gain knowledge about facts, concepts and correct shooting procedures so that they can overcome the difficulty of learning photography. Product development based on the study of learning technology and the learning design of the Dick & Carey model with the following stages: (1) Identifying general learning objectives, (2) conducting learning analysis, (3) analyzing student characteristics, (4) formulating specific learning objectives, (5) developing benchmark reference test items, (6) developing learning strategies (7) developing and selecting learning materials (8) designing and conducting formative evaluations, (9) revising learning products. The results of the study concluded that digital photography teaching module products were appropriate for use in photography courses. Keywords— Digital Teaching Module, Photography Module
Perbandingan Usability Zoom Meeting Dengan Google Meet Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Safitri, Nur; Dinawati, Nabila Chazima; Yuliani, Hadma; Nastiti, Luvia Ranggi
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v9i1.1265

Abstract

Abstrak —Wabah Covid-19 membawa dampak besar bagi bidang pendidikan. Beberapa lembaga pendidikan mengharuskan mencari alternatif model pembelajaran yang tidak lagi tatap muka. Salah satu alternative adalah menggunakan media pembelajaran jarak jauh contohnya video conference seperti Zoom Meeting dan Google Meet tanpa mengesampingkan Usability atau kemudahan dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Usability aplikasi Zoom Meeting dan Google Meet. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 50 peserta didik kelas X dan XI di SMAN-1 MALIKU . Metode yang digunakan adalah mixed method yakni pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan menyebarkan kuesioner berupa angket dengan memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan Zoom Meeting dan Google Meet kepada peserta didik berdasarkan kriteria Usability dan mengumpulkan data dari hasil wawancara sebagai data kualiataif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Meet lebih unggul dibandingkan Zoom Meeting pada perbandingan kemudahan dalam penggunaannya. Hal ini dibuktikan dengan persentase pilihan responden lebih besar untuk aplikasi Google Meet 63,2% dibandingkan Zoom Meeting 36,8%, dan diperkuat dengan pernyataan guru yang menyatakan Google Meet lebih mudah digunakan untuk pembelajaran jarak jauh di SMAN 1 MALIKU. Kata Kunci — Usability, Zoom Meeting, Google Meet, Pembelajaran Jarak Jauh Abstract — The Covid-19 outbreak has had a major impact on the education sector. Some educational institutions are required to find alternative learning models that are no longer face-to-face. One alternative is to use distance learning media, for example video conferencing such as Zoom Meetings and Google Meet without compromising usability or ease of use. This study aims to examine the usability of the Zoom Meeting and Google Meet applications. The sample in the study was taken by purposive sampling technique with a total of 50 students in class X and XI at SMAN-1 MALIKU. The method used is a mixed method, namely qualitative and quantitative approaches. Determination of the sample using the Purposive Sampling technique by distributing questionnaires in the form of questionnaires by providing questions related to Zoom Meeting and Google Meet to students based on Usability criteria and collecting data from interviews as qualitative data. The results of the study show that Google Meet is superior to Zoom Meeting in terms of ease of use. This is evidenced by the percentage of respondents' preference for the Google Meet application which was 63.2% greater than Zoom Meeting's 36.8%, and was reinforced by the teacher's statement stating that Google Meet was easier to use for distance learning at SMAN 1 MALIKU. Keywords —Usability, Zoom Meeting, Google Meet, Distance Learning

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 No 1 Maret 2025 Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No 2 September 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No 1 Maret Tahun 2024 Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 9 No 2 Tahun 2023 Vol 9, No 1 (2023): Vol 9 No 1 Maret 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023 Vol 8, No 2 (2022): Petik vol 8 no 2 tahun 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol 8 No 1 Tahun 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Volume 8 No 1 Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 no 2 Tahun 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Volume 7 No 2 Tahun 2021 Vol 7, No 1 (2021): Vol 7 no 1 tahun 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Volume 7 No 1 Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2020): Vol 6 No 2 Tahun 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Volume 6 No 2 Tahun 2020 Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): Volume 5 No 2 Tahun 2019 Vol 5, No 2 (2019): Vol 5 No 2 Tahun 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Volume 5 No 1 Tahun 2019 Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Volume 4 No 2 Tahun 2018 Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Volume 4 No 1 Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Volume 3 No 2 Tahun 2017 Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017 Vol. 2 No. 2 (2016): Volume 2 No 2 Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2016): PETIK Vol 2 No. 2 Tahun 2016 Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Volume 2 No 1 Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015 More Issue