cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
STUDI EVALUATIF TERHADAP EFEKTIVITAS INSEMINASI BUATAN SAPI BALI DI KABUPATEN BENER MERIAH Syakir, Ahmad; Sari, Wenny Novita; Wahyuni, Mida
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19795

Abstract

Inseminasi buatan adalah teknik reproduksi buatan yang digunakan untuk meningkatkan genetika ternak dengan cara menyuntikkan straw ke dalam rahim atau saluran reproduksi ternak betina. Proses ini memungkinkan peternak untuk memperbaiki sifat-sifat genetik ternak dengan memilih sperma dari pejantan yang memiliki kualitas genetik yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi bali di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah pada bulan September 2023. Metode Survei yang digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 41 peternak dengan jumlah sapi yang di IB berjumlah 63 ekor. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara. Data dihitung menggunakan rumus Service Per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program inseminasi buatan di Kabupaten Bener Meriah telah berjalan dengan sangat baik, di mana rataan nilai Service per conception (S/C) adalah 1,29%, Conception Rate (CR) sebesar 79,36%, Non Return Rate (NRR) sebesar 85,71%.
HUBUNGAN INFESTASI ENDOPARASIT DENGAN TINGGI PUNDAK DAN PANJANG BADAN PEDET SAPI POTONG YANG DIPELIHARA EKSTENSIF DI PETERNAKAN RAKYAT DESA LABUHAN LABO PADANGSIDIMPUAN Nurhalimah, Masayu; Sipahutar, Luky Wahyu; Hasibuan, Ali Akbar
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infestasi endoparasit dengan tinggi pundak dan panjang badan pedet sapi potong yang dipelihara ekstensif di peternakan rakyat Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan. Penelitian dilaksanakan di Peternakan Rakyat Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, Indonesia dan Laboratorium Mix Farming Experience Prodi Peternakan UM Tapsel pada bulan Mei tahun 2024. Jenis penelitian adalah penelitian survei terhadap 30 ekor pedet yang diperoleh secara accidental sampling dari peternakan rakyat Desa Labuhan Labo. Pengumpulan data berdasarkan 2 variable meliputi pengamatan infestasi jumlah telur cacing (variabel X) dan tinggi pundak serta panjang badan pedet (variabel Y). Pengambilan data dimensi dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung dengan roll meter. Sampel feses diperoleh dari pedet yang telah dilakukan pengukuran sebanyak ±10 gram feses melalui bagian kolon (dalam anus) dan dibawa ke laboratorium untuk identifikasi jumlah telur cacing menggunakan uji metode Natif . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah infestasi telur cacing dan tinggi pundak pedet sapi potong yang dipelihara secara ekstensif di Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan tidak memiliki hubungan yang kuat dimana korelasi variable X dengan variable Y sebesar 0,3289 dengan persamaan regresinya y=11.425x + 0. 901. Untuk jumlah infestasi telur cacing dan panjang badan pedet sapi potong juga tidak memiliki hubungan yang kuat dimana korelasi variable X dengan variable Y sebesar 0,25391 dengan persamaan regresinya y= 0.108x + 71.833. Dapat disimpulkan bahwa jumlah infestasi endoparasit dengan tinggi pundak dan panjang badan pedet sapi potong yang dipelihara ekstensif di peternakan rakyat desa labuhan labo padangsidimpuan tidak memiliki hubungan korelasi yang kuat.
Kualitas Interior dan Eksterior Telur Setelah Diberikan Ransum Rendah Protein (Low Crude Protein Diets) Gea, Desiria; Nasution, Zakiyah; Pane, Doharni
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18959

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas interior   (albumen,   yolk dan haugh unit) dan kualitas eksterior (berat telur dan ketebalan kerabang/thickness) telur ayam layer setelah diberikan ransum rendah protein. Penelitian tersebut dilaksanakan selama 14 hari selama periode koleksi telur dan pengujian secara berkala. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yang terdiri dari R0 (Ransum dengan Protein Kasar 17%), P1 (Ransum dengan Protein Kasar 15%). Penelitian ini menggunakan alat pengujian kualitas interior dan eksterior yakni Egg Analyzer Unit (EAU) Orka Food Technology Ltd, UT 84010, USA. Variabelyang diamati adalah skor kuning telur,tinggi albumen, kekuatan kerabang dan ketebalan kerabang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan protein yang diturunkan tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kualitas interior dan eksterior telur yang dihasilkan. Kesimpulan pada penelitian ini yakni kualitas telur yang dihasilkan dengan pemberian ransum standar setara dengan ayam diberi ransum dengan protein yang diturunkan (low crude protein diets).
EFEK PENGAMBILAN SEMEN AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) METODE URUT PUNGGUNG TERHADAP RESPON FISIOLOGINYA Ridhana, Fita; Nikmah, Askura; Sipahutar, Luky Wahyu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.21106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi denyut jantung dan frekuensi pernafasan ayam kampung (Gallus gallus domesticus) setelah dilakukan pengambilan semen metode urut (message) bagian punggung (dorsal). Pada penelitian ini digunakan pejantan ayam kampung indukan yang digunakan sebanyak 3 ekor dengan umur 1-1,5 tahun yang memiliki berat badan 1,5-2 kg dan pada tiap ekornya memiliki riwayat pernah melakukan perkawinan (kopulasi aktif). Penampungan semen dilakukan dengan cara pengurutan pada bagian punggung ayam jantan, dimulai dari pangkal leher terus kepunggung hingga pangkal ekor. Pengurutan dilakukan berulang kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal dan ejakulasi. Perlakuan yang diberikan dilakukan sebanyak 3 kali dan diulang sebanyak 3 kali pada tiap sampel perlakuan. Rician perlakuan dan ulangan penelitian adalah sebagai berikut : P1= Ayam tanpa perlakuan; P2= Ayam dengan perlakuan (di urut dengan frekuensi 1 kali);dan P3= Ayam dengan perlakuan (di urut dengan frekuensi 2 kali). Dari hasil penelitian, pada frekuensi denyut jantung nilai rata-rata terendah pada penelitian ini sebesar 162,22 kali/menit yaitu tanpa perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini sebesar 176,22 kali/menit menit yaitu pada kelompok P3 atau perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung yang frekuensi pengambilannya sebanyak 2 kali per penampungan. Pada frekuensi pernafasan, nilai rata-rata terendah sebesar 16,68 kali/menit yaitu tanpa perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini sebesar 17,1 kali/menit menit yaitu pada kelompok P2 atau perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Dapat disimpulkan pengambilan semen metode urut bagian punggung memberikan pengaruh yang nyata terhadap respon fisiolgis yaitu meningkatnya frekuensi detak jantung dan menurunnya frekuensi pernafasan 1 kali ejakulasi.
PENGARUH PENAMBAHAN AIR TEBU KEDALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR AYAM TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRACE DAN DUROC Vernino, Yohanes Nggadik; Riwu, Agustinus Ridlof; Setyani, Ni Made Paramita; Marawali, Aloysius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan air tebu ke dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas spermatozoa pada babi persilangan Landrace dan Duroc. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar dari babi persilangan Landrace dan Duroc berusia 1,5 tahun, yang dalam kondisi sehat dan terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: P0 = Tris kuning telur + 0% air tebu, P1 = Tris kuning telur + 5% air tebu, P2 = Tris kuning telur + 10% air tebu, P3 = Tris kuning telur + 15% air tebu, P4 = Tris kuning telur + 20% air tebu, dan P5 = Tris kuning telur + 25% air tebu. Variabel yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam coolbox pada suhu 18-20?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 dengan penambahan 20% air tebu menghasilkan motilitas sebesar 57,00±2,74%, viabilitas 67,80±4,97%, abnormalitas 5,50±0,79%, dan daya tahan hidup spermatozoa mencapai 68,52 jam. Kesimpulannya, penambahan 20% air tebu dalam pengencer tris kuning telur memberikan pengaruh positif terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa hingga 68,52 jam.
PERFORMA PRODUKSI BROILER DENGAN MODEL KANDANG RAK DAN POSTAL PADA SISTEM KANDANG SEMI CLOSE HOUSE Rokhim, Muhammad Abdul; Rohmad, Rohmad; Rahmawati, Nurina
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19579

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang perbedaan model kandang rak dan postal pada sistem semi close house terhadap performa produksi broiler. . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis data yang dapat diukur. Variabel penelitian meliputi : konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan mortalitas. Analisis data dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis data yang dapat diukur. Data penlitian menunjukkan bahwa penggunaan kandang postal dan kandang rak menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, feed convertion ratio dan mortalitas. Konsumsi pakan pada akhir penelitian menunjukkan kandang postal 2141,00 g/ekor dan kandang rak 2283 g/ekor. Pertambahan bobot badan selama melakukan penelitian antara kandang postal dan kandang rak menunjukkan perbedaan sangat nyata (P 0,01). Pertambahan pada minggu akhir penelitian ialah bobot badan ayam kandang rak 87,00 gram/ekor/hari jauh lebih tinggi dari pada kandang model postal 76,33 gram/ekor/hari. Konversi pakan pada kandang postal ialah 1,45, sedangkan pada kandang rak ialah 1,38. Mortalitas terbanyak berada pada kandang model postal dengan total perolehan selama 4 minggu adalah 283 ekor (7%) dan kandang model rak adalah 122 ekor (3,05%). Kesimpulan dari penelitian ialah peforma produksi kandang semi close house rak lebih baik dibandingkan kandang semi close house postal
PERBANDINGAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN LAJU PERTUMBUHAN AYAM PARENT STOCK STRAIN COBB DAN ROSS JANTAN DI PT. CHAROEN POKPHAND JAYA FARM UNIT 3 SEMARANG TEGAL. Daffarrel, Reyhan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.17374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan bobot badan, laju pertumbuhan, uniformity, dan feed convertion ratio antar strain ayam jantan Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. Data diperoleh dari recording di Perusahaan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. Data yang digunakan yaitu data recording mengenai umur ayam fase layer, data bobot badan ayam jantan 34 minggu. Data yang telah didapat diolah secara matematik dengan Microsoft Excel. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi kedalam tabel dan grafik dengan rumus rata-rata. Data dianalisis menggunakan independent sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P0,05) antara pertambahan bobot badan dan laju pertumbuhan absolut terhadap kedua strain. Hasil perhitungan menunjukkan uniformity dari kandang 22 strain Cobb memiliki nilai uniformity yang sangat baik sebesar 94%, lebih besar dibandingkan dengan kandang 18 strain Ross memiliki nilai uniformity sebesar 84%. Hasil perhitungan didapatkan pada ayam strain Cobb pada kandang 22 memiliki FCR sebesar 2,46 sedangkan pada kandang 18 strain Ross memiliki nilai FCR sebesar 2,44. Kesimpulan didapatkan bahwa pertambahan bobot badan, dan laju pertumbuhan tidak dipengaruhi strain ayam
PENGARUH PEMAKAIAN TEPUNG IKAN ASIN DALAM RANSUM BERBASIS JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP PH DAN VFA SECARA IN-VITRO Nasution, Riska Romaito
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian tepung ikan asin afkir dalam ransum berbasis jerami padi amoniasi terhadap pH dan VFA secara In-Vitro. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 (empat) ransum perlakuan yaitu: R0 (Ransum + 2% tepung ikan komersil), R1 (Ransum + 2% tepung ikan asin afkir), R2 (Ransum + 3% tepung ikan asin afkir), R3 (Ransum + 4% tepung ikan asin afkir) dan 4 (empat) ulangan (kelompok). Penelitian menunjukkan bahwa ransum perlakuan berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap pH dan total VFA. Nilai pH rumen berkisar antara 6,90 sampai 7,12 dan produksi VFA berkisar antara 87,50 sampai 105,00 mM. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian tepung ikan asin afkir pada persentase 3% dapat mempertahankan nilai pH dan meningkatkan konsentrasi VFA. 
TINGKAT PREVALENSI DAN PREFERENSI INFESTASI CAPLAK PADA SAPI BALI FARM PETERNAKAN KAMPUS UNIKI DI DESA PALOH SEULIMENG KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN BIREUEN Syakir, Ahmad; Husna, Asmaul; Haryadi, Haryadi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21366

Abstract

Salah satu masalah yang dialami peternak sapi adalah munculnya parasit yang perlu diatasi yaitu ektoparasit. Caplak merupakan salah satu ektoparasit yang sering ditemukan pada hewan ternak dan dapat mengurangi kualitas serta kuantitas produk ternak.  Untuk itu, studi ini dilakukan untuk memahami tingkat prevalensi dan preferensi infestasi caplak menurut bagian tubuh pada sapi bali yang dipelihara di Kandang Peternakan Sapi Kampus Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia , Kabupaten Bireun. Penelitian ini menggunakan metode purprosive sampling yaitu memilih sampel sapi bali  berumur 1-4 tahun  dengan sistem pemeliharaan secara semi intensif.   Terdapat total 25 ekor sapi potong yang terdiri dari 4 jantan dan 21 betina.   Pengambilan caplak dilakukan secara manual dengan pinset dimulai dari bagian kepala, leher, punggung, perut, selangkangan kaki depan, dan selangkangan kaki belakang.   Caplak yang diidentifikasi adalah Boophilus microplus yang merupakan salah satu spesies caplak dari sub genus Boophilus dengan tingkat prevalensi 92%% dan preferensi tertinggi terdapat pada bagian leher dengan rata-rata 36,5 ekor caplak per sapi.
PEMBERIAN TEPUNG DAUN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) TERFERMENTASI EM4 DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP KARKAS AYAM KUB (Gallus domesticus) UMUR 75 HARI Lumbantoruan, Mangonar; Sihombing, Juli Mutiara; Hutapea, Partogi; Sianturi, Trinita
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19799

Abstract

Pemberian Tepung Daun Eceng Gondok sebagai pakan alternative perlu diteliti termasuk terhadap kualitas karkas ternak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun eceng gondok terfermentasi EM4 dalam ransum komersial terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam KUB umur 75 hari dan juga untuk mengetahui level terbaik penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi EM4 dalam ransum. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan (t) yang di uji antara lain (PO) = Pakan komersial 100% tanpa tepung daun eceng gondok terfermentasi EM4, (P1) = Pakan komersial 98% dan 2% tepung daun eceng gondok terfermentasi EM4,  (P2) = Pakan komersial 96% dan 4 % tepung daun eceng gondok terfermentasi EM4, (P3) = Pakan komersial 94 % dan 6% tepung daun eceng gondok terfermentasi EM4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun eceng gondok dengan level berbeda tidak memberi pengaruh yang berbeda terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam KUB umur 75 hari sehingga daun eceng gondok masih bisa diberikan dalam campuran pakan sampai level 6%.