cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
KAREKTERISTIK MORFOMETRIK SAPI BALI YANG DIPELIHARA SEMI INTENSIF DI KECAMATAN TAPUNG HILIR KABUPATEN KAMPAR Zaki, M; Jati, Putri Zulia; Novita, Maulina; Hafizullah, M; Ramadhan, Noffan Kurnia
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik morfometrik Sapi Bali berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Sampel terdiri dari 81 ekor sapi yang terdiri atas betina muda (12 ekor), jantan muda (16 ekor), betina dewasa (35 ekor), dan jantan dewasa (18 ekor). Parameter yang diamati meliputi bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul, lingkar dada, panjang kepala, dan lebar kepala. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata bobot badan jantan muda adalah 172,80?±?42,18?kg dan betina muda 149,21?±?27,88?kg, sedangkan jantan dewasa 279,56?±?50,23?kg dan betina dewasa 230,64?±?48,60?kg. Rata-rata panjang badan betina dewasa adalah 116,83?±?6,53?cm, lebih tinggi dari jantan dewasa 113,78?±?7,97?cm. Lingkar dada jantan muda 128,92?±?14,32?cm dan betina muda 117,24?±?9,73?cm. Secara umum, tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P0,05) antara jantan dan betina pada sebagian besar parameter yang diukur. Beberapa individu, khususnya betina dewasa, memenuhi standar minimal ternak bibit berdasarkan kriteria BSN, seperti tinggi badan (113,07?±?7,29?cm), panjang badan (116,83?±?6,53?cm), dan lingkar dada (149,44?±?8,42?cm). Hasil ini dapat menjadi acuan seleksi ternak lokal dalam rangka pengembangan sapi Bali di wilayah Riau.
Pengaruh Perendaman Ekstrak Daun Palliasa (Kleinhovia Hospita L) Terhadap Kualitas Fisik Telur Ayam Konsumsi Imran, Al; Qurniawan, Anas; Ananda, Suci; Irmawaty, Irmawaty
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18345

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang mudah rusak. Telur memiliki masa simpan yang relatif singkat sehingga perlu dilakukan pengawetan. Metode pengawetan yang dilakukan yaitu melakukan perendaman menggunakan bahan penyamak nabati seperti tanin. Tanin yang terkandung pada daun palliasa memungkinkan dapat digunakan pada pengawetan telur ayam konsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perendaman pada ekstrak daun palliasa (Kleinhovia Hospita L.) terhadap kualitas fisik telur serta memperpanjang masa simpan telur ayam konsumsi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor A yaitu konsentrasi ekstrak daun palliasa (15, 25, 35%) dan faktor B adalah lama perendaman (8, 12, 24) dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan Analisis of Variances (ANOVA) dan Uji Duncan’s Range Test (DMRT). Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu eksternal (kebersihan telur, penyusutan berat telur, berat kerabang, tebal kerabang, indeks telur, kedalaman rongga udara) dan internal (berat albumin, pH albumin, indeks albumin, berat yolk, pH yolk, indeks yolk, Yolk Score, Haugh Unit). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun palliasa terhadap kualitas fisik telur ayam konsumsi tidak memberikan pengaruh dan tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi ekstrak daun palliasa dengan lama perendaman. 
KERAGAMAN BIOMASSA HIJAUAN PAKAN DI PT ELUAN MAHKOTA jiyanto, jiyanto
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.6742

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hijauan, produksi hijauan dan carrying capacity. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan purposif sampling. Sampel diambil secara acak dari 7 divisi yang ada di PT Eluan Mahkota (EMA). Pengambilan sampel masing-masing divisi  diambil 3 titik lokasi. Kemudian sampel di timbang serta dilakukan pemisahan untuk setiap jenis rumput guna dilakukan pengamatan. Sampel dianalisis secara deskriptif dan perhitungan secara matematis. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di PT Eluan Mahkota ditemukan 19 jenis hijauan yang di dominasi oleh jenis pakis, paitan dan rumput malela. Produksi hijauan segar yang diperoleh dari PT Eluan Mahkota sebanyak 38.159 ton/th dengang carrying capacity 0,78 ST Ha-1.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DI KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG Hakim, Muhammad; Nur’aini, Nur’aini; Suningsih, Nining; Saputri, Kade Wahyu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21347

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam petelur afkir di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024.Lokasi penelitian di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang dipilih dengan metode Simple Random Sampling.Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dandata sekunder.Data primer diperoleh dari observasi, wawancara kepala keluarga atau ibu rumah tangga menggunakan kuisioner yang telah disusun secara sistematis.Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait dengan penelitian ini sepertiBadan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong dan Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu.Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilaiR Square sebesar 0.721samadengan 72.1%. Angka tersebut mengandung makna bahwa variabel independen berpengaruh terhadap jumlah permintaan daging ayam petelur afkir sebesar 72,1%, sementara sisanya yaitu 27,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil regresi linier berganda secara simultan variabel independenberpengaruh signifikanterhadap permintaan daging ayam petelur afkir. Nilai F hitung sebesar 27,889 jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai F tabel sebesar 2,39. Nilai Sig. sebesar 0,0000.05. Sedangkan secara persial terdapat tiga variabel independen yang berpengaruh signifikan yaituharga daging ayam petelur afkir (X1) sebesar 0.015 0,05.  harga daging ayam broiler (X2) sebesar 0,042 0,05, pendapatan rumah tangga (X3) sebesar 0.000, 0,05. Sedangakan untuk variabel jumlah anggota rumah tangga (X4) memiliki nilai sebesar 0.600 dan budaya lokal (X5) adalah sebesar 0.237 tidak berpengaruh signifikan secara persial terhadap permintaan daging ayam petelur afkir
PENGARUH DOSIS PEREKAT TERHADAP KUALITAS FISIK RANSUM AYAM PETELUR BERBENTUK PELET Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Rido, Muhammad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis perekat terhadap kualitas fisik ransum ayam petelur berbentuk pelet. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu: perlakuan A: ransum tanpa perekat tepung tapioka (kontrol), B: ransum + perekat tepung tapioka 1,5%, C : ransum + perekat tepung tapioka 3,0%, D: ransum + perekat tepung tapioka 4,5%  dan E: ransum + perekat tepung tapioka 6,0 %. Peubah yang diamati adalah kadar air, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan dosis perekat yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap kadar air pelet, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dosis perekat tapioka terbaik pada pembuatan pelet ransum ayam petelur adukan adalah 3% dengan kandungan kadar air 10,29 %, kerapatan tumpukan 554,70 kg/m3, kerapatan pemadatan tumpukan 623,26 kg/m3 dan sudut tumpukan 39,43o
KAJIAN PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER PADA SISTEM KANDANG CLOSED HOUSE (STUDI KASUS UD. BILKIS) Urrahmah, Annisa; Amran, Muhammad; Novita Sari, Wenny; Trisna, Ade
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian performa produksi ayam broiler pada sistem kandang closed house di peternakan UD. Bilkis. Peternakan UD. Bilkis memiliki daya tampung ayam broiler sebanyak 12.000 ekor, Peternakan UD. Bilkis terletak di Kabupaten Bireun. Performa yang dianalisis adalah bobot badan (g), konsumsi ransum (g) dan konversi ransum ayam broiler UD. Bilkis. Pengambilan data pada penelitian ini berlangsung dari tanggal 01 Oktober 2023 – 04 November 2023. Data diambil dalam satu periode panen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian didapatkan rataan bobot badan yaitu 1.874 g/ekor atau 1,90 kg/ekor, konsumsi ransum 3.144,77 g/ekor/minggu atau 3,14 kg/ekor/minggu dan nilai FCR 1,68. Serta data penunjang deplesi 1,82%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peternakan UD. Bilkis menenjukkan performa produksi yang baik dana sudah sesuai dengan standar dari produksi ayam broiler.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG SUPER FASE STARTER ma'rifah, siti
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) fermentasi terhadap performa ayam kampung super fase starter. Tepung kangkung air difermentasi secara anaerob selama 14 hari dicampur dalam ransum dan digunakan sebagai perlakuan. Metode penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Perlakuan yang diujikan adalah P0 (ransum basal); P1 (penambahan tepung kangkung air fermentasi 3%); P2 (penambahan tepung kangkung air fermentasi 6%); P3 (penambahan tepung kangkung air fermentasi 9%). Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung kangkung air fermentasi tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, konversi ransum, pertambahan bobot badan dan mortalitas pada ayam kampung super fase starter. Pemberian tepung kangkung air fermentasi sampai dengan level 9% masih dapat diberikan kepada ayam kampung super fase starter tanpa menimbulkan efek yang negatif terhadap konsumsi ransum, konversi ransum dan pertambahan bobot badan. Secara numerik angka mortalitas rendah (kecil).Kata kunci: ayam kampung super fase starter, tepung kangkung air fermentasi.
PENGARUH UKURAN INDEKS BENTUK TELUR TERHADAP PERSENTASE DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS DOC (Day Old Chick) AYAM KUB Harahap, Ari Ashari; Sipahutar, Luky Wahyu; Nurmi, Aisyah; Harahap, Muharram Fajrin; Siregar, Zunaedi Arrasyid
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran indeks bentuk telur terhadap persentase daya tetas telur dan bobot tetas DOC (Day Old Chick) ayam KUB. Telur ayam KUB yang digunakan berjumlah 75 butir diperoleh secara komersil dari usaha peternakan rakyat mandiri. Telur yang dikoleksi terdiri dari tiga kelompok yaitu lonjong (indeks 68,78-78,93), normal (indeks 78,94-86,45) dan bulat (indeks 86,46-98,59). Telur ditempatkan secara berkelompok (RAK) dalam mesin tetas dan  dieramkan selama 21-23 hari. Data yang diamati meliputi data persentase daya tetas telur (%) dan bobot tetas telur (gram). Danat hasil pengamatan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Anova. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ukuran indeks bentuk telur ayam KUB pada kelompok A memiliki daya tetas sebesar 84%, dan kelompok B dan C memiliki daya tetas sebesar 68 %. Sedangkan pada bobot tetas ukuran indeks bentuk telur ayam KUB pada kelompok A memiliki bobot tetas sebesar 34,43 gram, kelompok B sebesar 35,97 gram, dan kelompok C memiliki bobot tetas sebesar 34.68 gram. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa indeks bentuk telur tidak menjadi faktor yang mempengaruhi persentase daya tetas  dan bobot tetas telur ayam KUB
KELAYAKAN USAHA PENGEMUKAN SAPI SECARA LEPAS LIAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS DI KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU) Ogari, Putri Ayu; Ritonga, Utan Sahiro; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Lastinawati, Endang
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20627

Abstract

Penggemukan sapi secara lepas liar memberikan keleluasaan ternak untuk hidup secara alami karena dapat bergerak dengan bebas yang berbeda dengan sapi yang selalu berada pada kandang. Pengeluaran untuk perawatan ternak lebih ekonomis karena pakan dapat disediakan dengan memanfaatkan tanaman di sekitar area penggembalaan. Cara lepas liar dalam beternak sapi selain cocok untuk peternak yang memiliki keterbatasan sumberdaya lahan dan juga sangat baik dilakukan pada lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Keberdaan sapi di lahan perkebunan dapat berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan rumput atau tanaman lainnya yang tidak diinginkan, sementara kotoran sapi dapat menjadi pupuk yang mendukung kesuburan tanah.Berdasarkan manfaat-manfaat penggemukan sapi liar dan minimalisasi biaya pakan ternak perlu dikaji kelayakan usaha secara ekonomi, agar memberikan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pelaku usaha dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan persamaan matematika sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengukur biaya-biaya yang dikeluarkan, dan perhitungan R/C rasio serta B/C rasio untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha penggemukan sapi. Data dikumpulkan dari 21 unit usaha yang ditentukan secara acak sederhana. Hasil penelitian ini menemukan bahwa biaya tetap dalam penggemukan sapi secara lepas liar terdiri dari biaya kandang, peralatan, kendaraan bermotor, dan anakan sapi. Sementara biaya tidak tetap terdiri dari obat-obatan dan bahan bakar minyak (BBM). Menurut perhitungan R/C rasio diperoleh nilai 1.99, dan perhitungan B/C rasio menunjukkan nilai 0,99. Dengan demikian penggemukan sapi dengan cara lepas liar layak dikembangkan. Untuk penelitian lebih lanjut diperlukan analisis dengan jumlah sampel yang lebih besar agar ditemukan adanya dampak penurunan penerimaan karena masalah lain seperti gangguan kesehatan yang tidak ditemukan pada penelitian ini.
IDENTIFIKASI MASALAH UMUM DALAM MANAJEMEN LITTER PADA PETERNAKAN AYAM JOPER SKALA RUMAHAN Pamungkas, Aditya; Widu, Asri Apriana; Nepa, Juliana Monika
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik manajemen litter di peternakan ayam Joper dan dampaknya terhadap kesehatan serta produktivitas ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei dan wawancara dengan peternak, serta analisis data kuantitatif mengenai kualitas litter, frekuensi penggantian, dan pengelolaan kotoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak peternak masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan litter, dengan 50% peternak mengganti litter setiap dua minggu dan 40% melaporkan adanya penyakit pernapasan pada ayam mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan pelatihan bagi peternak untuk meningkatkan praktik manajemen litter yang baik. Kesimpulannya, pengelolaan litter yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam Joper, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan.