cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
BOBOT POTONG, PERSENTASE KARKAS SERTA PERSENTASE GIBLET AYAM BROILER PENGARUH DARI PEMBERIAN TEPUNG BIJI DURIAN DALAM RANSUM Herlina, Betty; Sadjadi, Sadjadi; Karyono, Teguh; Setiawan, Bagus Dimas
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung biji durian dalam ransum komersial terhadap bobot potong, persentase karkas serta persentase giblet ayam broiler. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 6 perlakukan dan 4 ulangan, Dimana masing-masing ulangan menggunakan 4 ayam broiler sehingga total ayam digunakan 96 ekor. Perlakuan terdiri dari P0 = 100% Ransum komersial P1 =  97% Ransum Komersial + 3% Tepung Biji Durian, P2 = 93% Ransum Komersial +  6% Tepung Biji Durian, P3  = 91% Ransum Komersial + 9% Tepung Biji Durian, P4 =  88% Ransum komersial  + 12% Tepung Biji Durian, P5 =  85% Ransum Komersial + 15% Tepung Biji Durian. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Bobot Potong, Bobot Karkas, Bobot Giblet terdiri dari : (Bobot Hati (%) Bobot Jantung (%) dan Bobot gizzard (%). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan maka akan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji durian dalam ransum berpengaruh nyata terhadap persentase karkas (p0,5) dan berpengaruh tidak nyata terhadap bobot potong serta persentase giblet ayam broiler (P0,5).
ANALISA STATUS KESEJAHTERAAN HEWAN PADA TERNAK SAPI DI KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA Siregar, Dewi Dia; Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Laia, Nursanti; Nikmatia, Ulfa; Harahap, Parmanoan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan status kesejahteraan hewan pada ternak sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara dan untuk mengetahui aspek kesejahteraan hewan yang kurang/tidak diterapkan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan menggunakan survey. Data yang diperoleh diolah dan disajikan secara deskriptif dengan menghitung persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesejahteraan hewan pada peternakan sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan belum sepenuhnya dipenuhi oleh peternak sapi yang bersangkutan. Tolak ukur dan komponen yang tidak sesuai dalam penerapan kesejahteraan hewan pada peternakan sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu pada tolak ukur sakit, kesakitan, dan penyakit” yakni pada komponen seleksi genetik, euthanasia (otopsi), fasilitas pengobatan, mutilasi serta prosedur veteriner.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PEMBERIAN PAKAN TERNAK SAPI ACEH DI KECAMATAN PANTAN CUACA, KABUPATEN GAYO LUES Makmur, Ali; Ridhana, Fita; AlKautsar, AlKautsar; Azhari, Azhari; Riandi, Lian Varis
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18097

Abstract

ABSTRAK. Perkembangan peternakan di Indonesia secara umum masih memprihatinkan. Sebagian besar produksi daging sapi di Indonesia hampir seluruhnya diperoleh dari peternakan rakyat (78%), sisanya dari impor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen pemeliharaan dan pakan ternak sapi Aceh di Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang terdiri dari data primer dan data sekunder, peenentuan responden berdasarkan purposive sampling yaitu memilih lokasi yeng memiliki petrnak sapi Aceh terbanyak. Data primer diperoleh langsung di ambil dari lapangan melalui wawancara dengan setiap peternak sapi Aceh, sedangkan data sekunder didapat dari instansi-instansi yang terkait. Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan deskripsi . Hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara adalah sapi Aceh. Manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan yang diterapkan peternak masih belum tepat dan belum memenuhi standar dalam pemeliharaan yang benar sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pakan. Rataan (68%) peternak pemielihara ternaknya secara semi intensif sehingga jumlah pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan, untuk intensif ternak diberi pakan berupa konsentrat, serta frekuensi dan cara pemberian pakan yang sudah tepat. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat peternak sapi Aceh belum menerapkan manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan yang baik terhadap ternak sapi Aceh.ABSTRACT. The development of livestock farming in Indonesia is generally concerning. Most of the beef production in Indonesia is almost entirely obtained from smallholder farms (78%), with the remainder coming from imports. The study aims to examine the management of husbandry and feed for Aceh cattle in Pantan Cuaca District, Gayo Lues Regency. The research method used is a survey method that includes primary and secondary data, with respondent selection based on purposive sampling, which means choosing locations with the highest number of Aceh cattle farmers. Primary data is directly collected from the field through interviews with each Aceh cattle farmer, while secondary data is obtained from related institutions. The data collected is then processed and presented in the form of tables and descriptions. The results of the study show that the number of cattle being raised is Aceh cattle. The management of husbandry and feed provided by farmers is still inadequate and does not meet the proper standards for husbandry and feed requirements. On average (68%) of the farmers manage their cattle semi-intensively, so the amount of feed provided does not meet the needs; in contrast, in intensive systems, cattle are given concentrate feed, with proper frequency and methods of feed provision. The study indicates that Aceh cattle farmers have not yet implemented good management practices for husbandry and feeding of Aceh cattle. 
Pengaruh Perbedaan Rasio Pakan Komersial dengan Pakan Lokal Terhadap Produktivitas Ayam Kampung Asli (AKA) Harahap, Kalidangan; Pane, Doharni
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18958

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio pakan komersial dengan pakan lokal terhadap produktivitas Ayam Kampung Asli (AKA). Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 di Unit Peternakan Ayam Kampung. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3, yaitu perlakuan T1 = 60% pakan komersial : 40% dedak padi, T2 = 80% pakan komersial : 20% dedak padi dan T3 = 100% pakan komersial. Variabel yang diamatiadalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan rasio pakan komersial dengan pakan lokal memberikan pengaruh yang nyata (P0.05) terhadap nilai konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Disimpulkan bahwa pengunaan campuran dedak padi dan pakan komersial pada pakan ayam kampung asli (AKA) memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Rasio penggunaan terbaik dedak padi dengan pakan komersial yaitu ada pada perlakuan T2 (80% pakan komersial : 20% dedak padi).
KAJIAN DOSIS PEMBERIAN KOMBINASI TIGA JENIS PUPUK KOMPOS TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum CV. Mott) Pujianto, Aris; Prasetia, Muh. Andika; Samual, Siti Hadhija
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pemberian kombinasi tiga jenis pupuk kompos terhadap produktivitas rumput gajah. Pupuk kompos yang digunakan terdiri dari kompos kotoran ternak, kompos daun, dan kompos jerami dengan variasi dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dosis kombinasi pupuk dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, dan berat kering rumput gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi tiga jenis pupuk kompos dengan dosis yang tepat secara signifikan meningkatkan produktivitas rumput gajah, terutama pada parameter tinggi tanaman dan berat kering. Dosis optimal dari kombinasi pupuk kompos yang memberikan hasil terbaik akan dibahas dalam penelitian ini. Temuan ini memberikan rekomendasi penting untuk praktik pemupukan dalam meningkatkan produktivitas rumput gajah sebagai pakan ternak berkualitas.
PEMANFAATAN BOKASHI BATANG PISANG DAN CANGKANG TELUR TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Rahayu, Risma; Hanafi, Nevy Diana; Tafsin, Ma’ruf; Tampubolon, Yusni Khairani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana komposisi yang tepat dan respon tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) jika diberikan bokashi batang pisang dengan penambahan cangkang telur. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan dan Laboratorium Riset Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juli hingga Oktober 2023. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 yaitu P01 = pupuk feses kambing, P02 = batang pisang 90%, P1 = batang pisang 85% + cangkang telur 5%, P2: batang pisang 80% + cangkang telur 10%, P3 = batang pisang 75% + cangkang telur 15% dan P4 = batang pisang 70% + cangkang telur 20% dan masing–masing perlakuan memiliki 5 ulangan. Peubah penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan penambahan cangkang telur memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian yang terbaik pada tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering rumput gajah terdapat pada P1 (batang pisang 85% + cangkang telur 5%) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kesimpulannya P1 (batang pisang 85% + cangkang telur 5%) adalah komposisi dengan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan yang lainnya karena produktivitasnya.
ANALISIS PERAN PETERNAKAN KAMBING TERHADAP PEREKONOMIAN RUMAH TANGGA DI ATH THUFAIL FARM, KEC. PERCUT SEI TUAN Syukri, Pradipa Nasywa; Pratiwi, Lili; Saota, Theressa; Situmorang, Harlan Nikolas
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19577

Abstract

Peternakan kambing memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga, terutama di daerah pedesaan dan pinggiran kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi peternakan kambing di Ath Thufail Farm terhadap perekonomian rumah tangga pemilik dan pekerjanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung di lokasi peternakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan kambing di Ath Thufail Farm memberikan pendapatan tahunan berkisar antara Rp 100 – 150 juta dengan biaya operasional sebesar Rp 60 juta per tahun. Selain menjadi sumber mata pencaharian utama bagi pemiliknya, usaha ini juga menciptakan lapangan kerja bagi empat orang pekerja. Namun, tantangan seperti fluktuasi permintaan, biaya operasional yang tinggi, penyakit ternak, dan persaingan pasar menjadi hambatan yang dihadapi dalam menjalankan usaha ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemilik usaha menerapkan strategi diversifikasi, seperti produksi pupuk organik, penjualan susu kambing, penyediaan paket aqiqah, serta investasi di sektor lain. Diversifikasi usaha ini membantu meningkatkan ketahanan ekonomi peternakan dan mengurangi risiko kerugian akibat faktor eksternal. Dengan demikian, peternakan kambing di Ath Thufail Farm tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik dan pekerja, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ekonomi berbasis peternakan di wilayah sekitar.
PENDAPATAN USAHA AYAM KUB DI SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA ngaku, maria alfonsa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18986

Abstract

ABSTRAKAyam kampung unggulan Balitbangtan (KUB) adalah ayam bukan ras yang dapat menghasilakn daging dan telur, produksi telur dari ayam KUB yaitu cukup banyak dapat mencapai 50% per hari. Ayam KUB ini merupakan hasil dari penelitian Badan Penelitian Ternak-Badan Litbang Pertanian dan dilisensikan kepada PT. ayam Kampung Indonesia (AKI) atau lebih tepatnya diperoleh dari hasil persilangan kemudian dikembangkan secara luas. Usaha ayam kampung umumnya diusahakan oleh peternak kecil dipedesaan sebagai usaha sampingan. Namun dengan cara tersebut keuntungan peternak sangat kecil, karena usahanya belum mengarah pada usaha komersial. Usaha ayam lokal unggul dengan cara manajemen profesional yang baik, dapat meningkatkan nilai ekonomi peternak lebih optimal. Usaha ayam kampung dapat terus diusahakan oleh peternak kecil di pedesaan, walaupun skala pemeliharaannya masih rendah. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu Bulan yaitu mulai bulan  pada bulan Juni-Juli Tahun 2024. Lokasi penelitian tersebut tepat di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Perguruan tinggi tersebut bergerak dibidang pertanian dan peternakan. Populasi ternak unggas yang di pelihara di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa sebanyak 100 ekor. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil langsung dari lokasi penelitian. Pendapatan dari usaha ayam KUB yang dipelihara di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa selama satu periode pemeliharaan mendapatkan keuntungan yang signifikan kurang lebih 65%. Tentunya hal ini tidak terlepas dari pola manajemen pemeliharaan yang baik sehingga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Selain itu pihak Kandang/ karyawan kandang tentunya juga memperhatikan kesehatan pada ayam KUB sehingga dapat menekankan angka kematian yang tinggi pada ayam.    
PERBEDAAN PENGGUNAAN BIOSLURRY DAN PUPUK KOMERSIAL PADA TANAMAN PAKAN RUMPUT PAKCHONG winurdana, alfan setya; rahmawati, resti yuliana
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18518

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of bioslurry and NPK fertilizer on the growth of elephant grass (Pennisetum purpureum cv Thailand), focusing on two key parameters: fresh weight and dry weight. The research was conducted over a period of two months, with two treatments: P1: bioslurry 75 L/ha and P2: NPK 300 kg/ha, each replicated five times. The results showed that the fresh weight of plants in the bioslurry treatment was 5.95 kg, while the NPK treatment produced 5.89 kg. For dry weight, bioslurry resulted in 1.21 kg, slightly higher than NPK, which produced 1.18 kg. Although the differences between the two treatments were minor, bioslurry showed a slightly better performance in supporting the growth of elephant grass. Bioslurry, being an organic fertilizer, not only provides essential nutrients (N, P, K) but also improves soil structure and increases water retention, which is vital for plant growth. On the other hand, NPK fertilizer provides nutrients rapidly but does not contribute to long-term soil improvement. These findings suggest that bioslurry can be a more sustainable alternative to chemical fertilizers, enhancing soil quality and supporting sustainable agriculture.
EVALUASI DAMPAK LINGKUNGAN DARI SISTEM BUDIDAYA PETERNAKAN SAPI POTONG DI DESA Q1 TAMBAH ASRI Yusmidar, Yusmidar; Safriyani, Etty; Nofrida, Hayatun
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah Asri, mengidentifikasi dampak lingkungan yang dihasilkan, serta memberikan rekomendasi untuk pengelolaannya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan analisis laboratorium terhadap parameter lingkungan, seperti pH, kelembaban, suhu, COD, BOD, amoniak, dan mikroba E. coli. Data diperoleh dari wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner dan analisis sampel lingkungan. Studi ini berfokus pada dampak lingkungan yang disebabkan oleh sistem pengelolaan limbah yang masih tradisional dan kurang efektif. Tempat penelitian dilakukan di Desa Q1 Tambah Asri, Kecamatan Tugumulo, Kabupaten Musi Rawas, pada bulan September hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah didominasi oleh pola pemeliharaan tradisional dengan rata-rata lima ekor sapi per peternak. Dampak lingkungan yang signifikan ditemukan, terutama pada parameter kelembaban (65,6%), suhu (33,76°C), COD (6380,7 mg/L), BOD (1000 mg/L), dan amoniak (270,7 mg/L), yang semuanya melampaui baku mutu lingkungan berdasarkan Permen LH No. 05 Tahun 2014. Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat bahan organik dan senyawa kimia dari limbah peternakan, yang dapat mencemari air, udara, dan tanah di sekitar area peternakan. Meski nilai pH (6,8) dan mikroba E. coli (1600 mg/L) masih dalam batas aman, perhatian tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada eskalasi pencemaran lebih lanjut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran meliputi pengelolaan limbah yang lebih efektif, seperti penggunaan teknologi biofilter atau kolam anaerobik untuk menurunkan kadar COD dan BOD dalam air limbah.