cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PENDUGAAN BOBOT BADAN TERHADAP UKURAN TUBUH SAPI BALI Ardiasyah, Safril; Prasetia, Muh. Andika; Lena, Mirza
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjadi bahan pertimbangan atau tolak ukur bagi peternak awam dalam memperkirakan bobot badan sapi bali berdasarkan dimensi ukuran tubuh. Metode yang digunakan adalah dengan mengukur dimensi tubuh. Sampel diambil secara acak dari peternakan terdekat yang dapat diamati meliputi Lingkar Dada (LD), Panjang Badan (PB), Tinggi Badan (TB), dan kemudian dihitung berat badannya. Penelitian ini akan dilakukan di wilayah Papua Barat Daya yaitu di Distrik Aimas, Distrik Mariyat, Distrik Salawati, dan Distrik Sayosa yang semuanya berada di wilayah Kabupaten Sorong melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2023. Penelitian ini akan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling atau dilakukan dengan mengambil subjek berdasarkan kriteria tertentu yaitu sapi bali jantan dan sapi bali betina berumur dua tahun dengan jumlah sapi jantan sebanyak 25 ekor dan sapi betina sebanyak 25 ekor. Data yang akan diambil adalah panjang badan menggunakan pita ukur dan lingkar dada diukur menggunakan pita ukur. Data ini diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung pada hewan ternak. Diketahui rata-rata bobot badan ternak sapi jantan paling besar ada pada wilayah Mariat yaitu 484.11±125.45 dan 417.955 ± 787.507, sedangkan rata-rata bobot badan ternak sapi betina paling besar ada pada wilayah Mariat yaitu 280.35±102.60. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rumus Schoorl, Winter, Smith dan Djagra juga dapat menghasilkan nilai bobot badan sapi bali yang cukup tinggi dalam memperkirakan bobot badan sapi Bali di kabupaten sorong dan juga sangat mudah digunakan oleh siapapun karena hanya menggunakan panjang badan (PB ) dan lingkar dada (LD)
KAJIAN DOSIS PEMBERIAN KOMBINASI TIGA JENIS PUPUK KOMPOS TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum CV. Mott) Pujianto, Aris; Prasetia, Muh. Andika; Samual, Siti Hadhija
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pemberian kombinasi tiga jenis pupuk kompos terhadap produktivitas rumput gajah. Pupuk kompos yang digunakan terdiri dari kompos kotoran ternak, kompos daun, dan kompos jerami dengan variasi dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dosis kombinasi pupuk dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, dan berat kering rumput gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi tiga jenis pupuk kompos dengan dosis yang tepat secara signifikan meningkatkan produktivitas rumput gajah, terutama pada parameter tinggi tanaman dan berat kering. Dosis optimal dari kombinasi pupuk kompos yang memberikan hasil terbaik akan dibahas dalam penelitian ini. Temuan ini memberikan rekomendasi penting untuk praktik pemupukan dalam meningkatkan produktivitas rumput gajah sebagai pakan ternak berkualitas.
EFEK PENGAMBILAN SEMEN AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) METODE URUT PUNGGUNG TERHADAP RESPON FISIOLOGINYA Ridhana, Fita; Nikmah, Askura; Sipahutar, Luky Wahyu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.21106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi denyut jantung dan frekuensi pernafasan ayam kampung (Gallus gallus domesticus) setelah dilakukan pengambilan semen metode urut (message) bagian punggung (dorsal). Pada penelitian ini digunakan pejantan ayam kampung indukan yang digunakan sebanyak 3 ekor dengan umur 1-1,5 tahun yang memiliki berat badan 1,5-2 kg dan pada tiap ekornya memiliki riwayat pernah melakukan perkawinan (kopulasi aktif). Penampungan semen dilakukan dengan cara pengurutan pada bagian punggung ayam jantan, dimulai dari pangkal leher terus kepunggung hingga pangkal ekor. Pengurutan dilakukan berulang kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal dan ejakulasi. Perlakuan yang diberikan dilakukan sebanyak 3 kali dan diulang sebanyak 3 kali pada tiap sampel perlakuan. Rician perlakuan dan ulangan penelitian adalah sebagai berikut : P1= Ayam tanpa perlakuan; P2= Ayam dengan perlakuan (di urut dengan frekuensi 1 kali);dan P3= Ayam dengan perlakuan (di urut dengan frekuensi 2 kali). Dari hasil penelitian, pada frekuensi denyut jantung nilai rata-rata terendah pada penelitian ini sebesar 162,22 kali/menit yaitu tanpa perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini sebesar 176,22 kali/menit menit yaitu pada kelompok P3 atau perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung yang frekuensi pengambilannya sebanyak 2 kali per penampungan. Pada frekuensi pernafasan, nilai rata-rata terendah sebesar 16,68 kali/menit yaitu tanpa perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini sebesar 17,1 kali/menit menit yaitu pada kelompok P2 atau perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Dapat disimpulkan pengambilan semen metode urut bagian punggung memberikan pengaruh yang nyata terhadap respon fisiolgis yaitu meningkatnya frekuensi detak jantung dan menurunnya frekuensi pernafasan >1 kali ejakulasi.
PENGARUH BENTUK TERHADAP KUALITAS FISIK DEDAK PADI (KERAPATAN TUMPUKAN, KERAPATAN PEMADATAN TUMPUKAN DAN BERAT JENIS) Hayati, Dian; Amran, Muhammad; Suryani, Suryani; Trisna, Ade
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk dedak padi terhadap kualitas fisiknya yakni kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan berat jenis. Penelitian ini menggunakan dedak padi dengan dua bentuk yaitu dedak padi kasar dan halus yang diambil di kilang padi usaha baru, Juli Keude Dua, Bireuen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Perlakuan A: Dedak Padi Kasar (ada campuran sekam) dan Perlakuan B: Dedak Padi Halus (Tanpa campuran sekam). Setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Peubah yang diamati adalah kerapatan tumpukan (g/ml), kerapatan pemadatan tumpukan (g/ml) dan  berat jenis (g/ml). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan berat jenis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas fisik dedak padi kasar ataupun dedak padi halus secara statistika memiliki kualitas fisik yang sama namun secara angka perlakuan B (dedak halus) memiliki kualitas fisik yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A (dedak kasar). Dedak padi halus (perlakuan A) memiliki nilai kerapatan tumpukan 0,34 g/ml, kerapatan pemadatan tumpukan 0,50 g/ml dan berat jenis 1,70 g/ml.
Penerapan Otomatisasi Thermo Hygrostat Sebagai Controlling Temperatur Dan Relative Humidity Pada Kandang Budidaya Maggot BSF Nur'aini, Nur'aini; Suningsih, Nining; Setyawan, Harry Prayoga
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk
PENDUGAAN BOBOT BADAN TERHADAP UKURAN TUBUH SAPI BALI Ardiasyah, Safril; Prasetia, Muh. Andika; Lena, Mirza
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjadi bahan pertimbangan atau tolak ukur bagi peternak awam dalam memperkirakan bobot badan sapi bali berdasarkan dimensi ukuran tubuh. Metode yang digunakan adalah dengan mengukur dimensi tubuh. Sampel diambil secara acak dari peternakan terdekat yang dapat diamati meliputi Lingkar Dada (LD), Panjang Badan (PB), Tinggi Badan (TB), dan kemudian dihitung berat badannya. Penelitian ini akan dilakukan di wilayah Papua Barat Daya yaitu di Distrik Aimas, Distrik Mariyat, Distrik Salawati, dan Distrik Sayosa yang semuanya berada di wilayah Kabupaten Sorong melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2023. Penelitian ini akan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling atau dilakukan dengan mengambil subjek berdasarkan kriteria tertentu yaitu sapi bali jantan dan sapi bali betina berumur dua tahun dengan jumlah sapi jantan sebanyak 25 ekor dan sapi betina sebanyak 25 ekor. Data yang akan diambil adalah panjang badan menggunakan pita ukur dan lingkar dada diukur menggunakan pita ukur. Data ini diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung pada hewan ternak. Diketahui rata-rata bobot badan ternak sapi jantan paling besar ada pada wilayah Mariat yaitu 484.11±125.45 dan 417.955 ± 787.507, sedangkan rata-rata bobot badan ternak sapi betina paling besar ada pada wilayah Mariat yaitu 280.35±102.60. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rumus Schoorl, Winter, Smith dan Djagra juga dapat menghasilkan nilai bobot badan sapi bali yang cukup tinggi dalam memperkirakan bobot badan sapi Bali di kabupaten sorong dan juga sangat mudah digunakan oleh siapapun karena hanya menggunakan panjang badan (PB ) dan lingkar dada (LD)
ESTIMASI OUTPUT SAPI BALI DI KECAMATAN BULIK KABUPATEN LAMANDAU Nisfimawardah, Lailatun; Riskayanti, Riskayanti; Husein, Firdaus; Astuti, Erlina; Monasdir, Monasdir; Nugroho, A. Adhityawan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21343

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai natural increase (NI), nilai net replacement rate (NRR), dan output pada sapi bali di Kecamatan Bulik. Materi dalam penelitian ini meliputi 106 orang peternak sebagai responden dan 366 ekor sapi bali. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan metode survay dengan teknik penggambilan data secara purposif sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan nilai natural increase (NI) sapi bali jantan dan betina keseluruhannya adalah 24,32% berdasarkan hasil penelitian ini maka nilai NI sapi bali tergolong sedang, Hasil estimasi output sapi Bali yaitu 24,67% dari populasi yang terdiri dari sisa replacement jantan 7,3% atau 27 ekor dan betina 10,32% atau 38 ekor serta ternak afkir jantan 3,73% atau 14 ekor dan betina 3,32% atau 12 ekor, kesimpulan pada penelitian ini menyatakan bahwa Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau dinyatakan layak untuk daerah pembibitan sapi Bali
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN UMBI Amorphophallus campanulatus TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON-KARKAS AYAM BROILER Luis, Ricko; Mulyantini, N. G. A.; Mulik, Simon Edison
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19575

Abstract

Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) adalah bahan pakan potensial yang berada di daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, umbi suweg (AC) mengandung antinutrisi seperti asam oksalat sehingga perlu pre-treatment sebelum diberikan pada ayam. Studi ini dirancang untuk menilai dampak pemberian tepung AC terhadap Berat potong, karkas, non-karkas, dan akumulasi lemak abdominal. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan rancangan percobaan dengan empat perlakuan berbeda dan diulang sebanyak lima kali. Hasil dari studi ini mengungkapkan bahwa pemberian tepung AC hingga tingkat 15% dapat meningkatkan berat potong, berat karkas, serta mengurangi lemak abdominal
PENAMBAHAN TANIN KAYU CHESTNUT (Castanea sativa Mill.) DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN KADAR KOLESTEROL BURUNG PUYUH (Coturnix japonica) IRFAN, ISBUL
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18209

Abstract

Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan. Pemberian tannin kayu chestnut (0,20%) juga dapat mempercepat pertumbuhan dan mengurangi kematian ayam pedaging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tanin Castanea sativa Mill. dalam ransum komersial terhadap produksi telur, berat telur dan kadar kolesterol telur burung puyuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2021 yang berlokasi di Garuda Sakti jalan Sepakat gang Keluarga dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Andalas kota Padang,  Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan burung puyuh betina jenis Coturnix Japonica yang di pelihara mulai DOQ sebanyak 100 ekor umur 0 sampai 56 hari dan tepung kayu chestnut  merupakan  sumber  tanin   yang  ditambahkan  dalam  ransum   yang berfungsi sebagai zat aditif pakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap unit kandang terdiri dari 5 ekor burung puyuh (Coturnix Coturnix) dengan Perlakuan R0 : Kontrol Tanpa penambahan Castanea sativa (CS) R1 : Ransum Komersial + tanin CS  0,1%/kg.  R2  :  Ransum  Komersial  +  tanin  CS  0,2%/kg.  R3  :  Ransum Komersial + tanin CS 0,3%/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tanin kayu chestnut (Castanea sativa Mill.) pada taraf 0,1-0,3% ke ransum komersil dapat menurunkan kadar kolesterol dan mempertahankan kadar produksi telur dan berat telur. Perlakuan terbaik adalah pemberian tanin Kayu Chestnut (Castanea  sativa  Mill.)  pada taraf  0,3%  di  dalam  ransum  komersial  terhadap kandungan kolestrol telur terendah yaitu 826,26 mg/dL. Kata kunci:  Burung Puyuh, Tanin Kayu Chestnut, Produksi Telur, Berat Telur dan Kadar Kolesterol Telur
PERFORMANS AYAM KUB UMUR 7-75 HARI DENGAN PEMBERIAN TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) FERMENTASI (Effective microorganism) DALAM RANSUM Pardosi, Untung
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun singkong (Manihot utilissima) fermentasi (Effective microorganism) dalam ransum terhadap performans (konsumsi ransum pertambahan bobot badan dan konversi ransum)  ayam KUB umur 7-75 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (t) yang terdiri dari P0 = 0%, P1 = 2%, P2 = 4%, P3 = 6%, dan masing-masing memiliki 5 ulangan (r). Penelitian ini menggunakan metode Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) yang hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun singkong dalam ransum ayam KUB umur 75 hari memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian dan konversi ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun singkong dalam ransum terbaik adalah pada level 2%.