cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprasiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jend. A. Yani 67, Singaraja 81116, Telp. 0362-21541, Faks. 0362-27561
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 16936124     EISSN : 26141116     DOI : -
Core Subject : Education,
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya is a scientific open-access, peer-reviewed bilingual journal published by the Faculty of Language and Art, Universitas Pendidikan Ganesha. PRASI is a fully refereed academic research journal that aims to spread original, theoretical and practical progress in multidisciplinary research findings related to Language and Art. PRASI creates a bridge between research and development for researchers and practitioners nationally and globally.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
KONSTITUEN TERMILIK DAN PEMILIK DALAM KONSTRUKSI POSESIF BAHASA BALI I Wayan Teguh; Ida Bagus Gede Dharma Putra
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.84484

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi posesif dalam bahasa Bali, khususnya bentuk dan kategori konstituen pembentuknya serta fungsi dan maknanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa satuan bahasa Bali yang mengandung konstruksi posesif, yang diperoleh dari tuturan lisan dan sumber tulis. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap, sedangkan analisis data menggunakan metode agih dan padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi posesif bahasa Bali terdiri atas konstituen termilik (KT) dan konstituen pemilik (KP). Kedua konstituen tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk kata dan frasa. Ditinjau dari segi bentuk, konstituen posesif meliputi kata dasar, kata berafiks, kata ulang, dan kata majemuk. Berdasarkan kategorinya, KT umumnya diisi oleh nomina, sedangkan KP dapat diisi oleh nomina dan pronomina persona. Konstruksi posesif bahasa Bali tidak hanya berfungsi menyatakan kepemilikan, tetapi juga merefleksikan hubungan sosial dan kekerabatan dalam konteks penggunaan bahasa.
PENDIDIKAN SENI: KAJIAN APRESIASI DAN KREASI SENI TARI DI SANGGAR SOBOKARTTI SEMARANG Prasena Arisyanto
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.87563

Abstract

Pendidikan seni mempunyai fungsi untuk memberikan pengalaman berkesenian sebagai upaya pelestarian seni dan pengalaman berekspresi sebagai media pengungkapan ide kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan seni di sanggar Sobokartti Semarang. Pendidikan seni mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan personal, memelihara kesadaran sosial, dan menyalurkan warisan budaya. Hal ini menyiratkan bahwa pendidikan seni mampu mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan budaya. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif. Data difokuskan pada kegiatan pentas evaluasi dan pergelaran tari yang dilaksanakan oleh anggota sanggar Sobokartti. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa kegiatan pentas evaluasi merupakan kegiatan apresiasi tari yang meliputi mengimitasi dan menampilkan tari yang sudah ada. Siswa sanggar di setiap kelas mengikuti latihan rutin untuk mempelajari materi yang diberikan pelatih, kemudian ditampilkan dalam pentas evaluasi. Pada kegiatan kreasi tari, siswa sanggar diberikan kesempatan untuk menciptakan sebuah karya dramatari dalam kegiatan pergelaran dengan mengambil cerita Ramayana. Siswa dari kelas dewasa ditunjuk sebagai tokoh utama dan pendukung, sedangkan siswa dari kelas remaja dan anak-anak dibagi menjadi kelompok kecil berdasarkan kebutuhan cerita. Setiap kelompok diberikan tugas untuk menata tari dalam kelompok tersebut. Melalui pergelaran tari, siswa dapat mengekspresikan kreativitasnya dalam menata tari. Kegiatan apresiasi dalam tari bisa menjadi media pelestarian, pewarisan, dan pengembangan seni. Kegiatan kreasi seni dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengembangkan potensi dan karakter anak.
PENATAAN EMOSI BUSANA AKTOR DALAM PENERAPAN TATA ARTISTIK PEMBANGUN SUASANA PADA FILM Danissa Dyah Oktaviani; Timbul Subagya
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.92428

Abstract

Dalam dunia perfilman, setiap elemen visual memainkan peran penting dalam membentuk atmosfer dan menyampaikan emosi kepada penonton. Di antara elemen-elemen tersebut, kostum aktor memegang peran penting—tidak hanya mendukung pengembangan karakter tetapi juga berfungsi sebagai media artistik untuk merepresentasikan emosi, status sosial, dan latar belakang budaya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kostum aktor dalam menciptakan atmosfer emosional melalui integrasinya dengan elemen artistik lainnya, seperti pencahayaan, properti, desain set, tata rias, dan komposisi visual secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi visual dengan pendekatan deskriptif-eksploratif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi visual, wawancara mendalam dengan perancang kostum dan sutradara, analisis visual film-film terpilih, dan studi dokumen, termasuk skrip dan desain kostum. Analisis semiotik dan tematik digunakan untuk meneliti hubungan antara desain kostum, simbolisme, dan dampak emosionalnya pada penonton. Temuan menunjukkan bahwa kostum aktor memainkan peran strategis dalam meningkatkan atmosfer emosional dan estetika film. Elemen-elemen seperti warna, tekstur, dan desain tidak hanya mencerminkan emosi karakter tetapi juga memperkaya narasi dan konteks budaya dalam film. Studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap wacana akademis tentang seni visual dan desain film, sekaligus memberikan wawasan praktis bagi perancang kostum dan seniman untuk menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam dan bermakna
KECAKAPAN MULTILITERASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DAYA PIKIR KRITIS: SEBUAH TINJAUAN AKADEMIK I Putu Gede Sutrisna; Ni Nengah Hediani
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.98747

Abstract

Multiliterasi merepresentasikan suatu kerangka pedagogis yang mensintesis keterampilan reseptif dan produktif menyimak, berbicara, membaca, serta menulis untuk memfasilitasi proses analisis, kritik, dan evaluasi informasi lintas sumber dan disiplin, sekaligus memastikan akurasi dalam transmisi pengetahuan. Lemahnya kapasitas berpikir kritis peserta didik tidak berdiri sebagai fenomena terpisah, melainkan sebagai indikator keterbatasan pendekatan pembelajaran konvensional, sehingga menuntut rekonstruksi strategi instruksional yang lebih adaptif. Dalam konteks ini, berpikir kritis dapat dipahami sebagai manifestasi langsung dari keberhasilan implementasi multiliterasi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menyintesis temuan empiris terkait peningkatan daya pikir kritis siswa melalui pendekatan multiliterasi dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan penelaahan sistematis terhadap sepuluh artikel relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir dan terindeks di Google Scholar. Sintesis hasil kajian menunjukkan korelasi positif yang konsisten antara penerapan multiliterasi dan penguatan kemampuan berpikir kritis, dengan signifikansi yang diperkuat oleh integrasi media pembelajaran interaktif sebagai faktor pendukung utama.
ANALISIS BENTUK-BENTUK BULLYING VERBAL DALAM KOLOM KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK (KAJIAN PRAGMATIK WACANA) Afrida Wati; Syahriandi Syahriandi; Iba Harliyana
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.103058

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah merebaknya perilaku bullying verbal melalui kolom komentar TikTok. Komentar-komentar negatif ini menimbulkan dampak psikologis serius bagi korbannya, seperti depresi dan penurunan rasa percaya diri, sekaligus mencerminkan rendahnya literasi digital pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying verbal yang terdapat dalam kolom komentar di media sosial TikTok. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana pragmatik. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang tergolong bullying verbal. Sumber datanya adalah kolom komentar pada 7 video unggahan akun TikTok @teukuryantr (Teuku Ryan) pada periode Januari hingga Februari 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan dokumentasi selama satu bulan (1-30 April 2025). Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan wacana pragmatik yang mengkaji teks, koteks, dan konteks, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 81 data bullying verbal yang terklasifikasi ke dalam enam bentuk. Bentuk yang paling dominan adalah ejekan (teasing) sebanyak 38 data dan mengkritik berlebihan (excessive criticism) sebanyak 24 data. Bentuk lainnya adalah penghinaan (insults) 9 data, nama panggilan menghina (name calling) 3 data, memerintah atau mengontrol (verbal domination) 5 data, dan komentar seksis atau rasialis (sexist or racist comments) 2 data. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa bullying verbal dalam kolom komentar TikTok memiliki beragam bentuk, dengan ejekan dan kritik berlebihan sebagai bentuk yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menegaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kata-kata kasar, tetapi juga sindiran halus yang konteksnya berakar pada kehidupan pribadi korban. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital untuk menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
ANALISIS JENIS-JENIS ONOMATOPE PADA VIDEO MASHA DAN BERUANG DI KANAL YOUTUBE @MASHABEARINDONESIA: KAJIAN SEMANTIK Safnatun Naila; Syahriandi Syahriandi; Khalsiah Khalsiah
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.103246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan onomatope dalam video Masha dan Beruang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang menggambarkan tiruan suara atau bunyi tertentu yang terdapat dalam kanal YouTube pada video Masha dan Beruang. Sumber data adalah video yang diunggah pada akun @MashaBearINDONESIA pada playlist Top-30 Episode dengan total durasi 120 menit. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) menyajikan data, dan (4) menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga jenis onomatope yang terdapat dalam video Masha dan Beruang yang diunggah pada kanal YouTube @MashaBearINDONESIA. Rincian data yang ditemukan meliputi suara bunyi benda sebanyak 82 data, suara bunyi hewan sebanyak 46 data, dan suara bunyi manusia sebanyak 58 data. Suara bunyi benda merupakan data yang paling dominan, yaitu tiruan bunyi yang menggambarkan peristiwa tertentu yang melibatkan benda sebagai objek. Selanjutnya, suara bunyi hewan berupa tiruan bunyi yang umumnya keluar dari hewan tertentu, dan suara manusia berupa bunyi yang khususnya keluar dari manusia.
ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEWEUN DALAM PEMBERITAAN PENEMBAKAN BOS RENTAL DI TOL TANGERANG PADA TEMPO.CO Murhama Murhama; Syahriandi Syahriandi; Masithah Mahsa
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.104718

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi eksklusi dan inklusi dalam pemberitaan penembakan bos rental di Tol Tangerang, menggunakan pendekatan kualitatif. Datanya berupa kalimat dan paragraf yang diperoleh secara daring melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat serta datanya bersumber dari media Tempo.co. Penelitian menemukan strategi eksklusi meliputi pasivasi (11), nominalisasi (14), dan penggantian anak kalimat (7), sedangkan strategi inklusi mencakup deferensiasi–indiferensiasi (6), determinasi–indeterminasi (15), objektivasi–abstraksi (5), asimilasi–individualisasi (7), nominasi–identifikasi (6), nominasi–kategorisasi (9), dan asosiasi–disosiasi (2). Temuan ini menunjukkan Tempo.co merepresentasikan dengan menonjolkan, dan memarjinalkan subjek tertentu, untuk memengaruhi pemahaman pembaca terhadap peristiwa.
PERANCANGAN ULANG LOGO SEKAWAN JAYA MOTOR UNTUK MEMPERKUAT CITRA PERUSAHAAN Muhammad Fahri Tri Saputro; Gilang Cempaka; Vidya Kharisma
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.106089

Abstract

Bisnis bengkel mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia yang didorong oleh peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan kesadaran masyarakat terhadap perawatan rutin. Bengkel Sekawan Jaya Motor yang merupakan sebuah usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang layanan otomotif. Terdapat beberapa pesaing bengkel sejenis yang menjadi kompetitor di sekitar Bengkel Sekawan Jaya Motor. Keberadaan kompetitor ini untuk membedakan dengan perusahaan kompetitor sehingga mengharuskan Sekawan Jaya Motor memiliki identitas dan elemen visual. Pendekatan penelitian adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, wawancara, pemotretan, analisis, dokumen, catatan lapangan. Observasi dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Wawancara dengan pihak pemilik Sekawan Jaya Motor dilakukan untuk mengumpulkan data dan Mandatory. Analisa SWOT, Mind Mapping, dan Moodboard dipakai sebagai dasar untuk mengeksplorasi konsep kreatif, sehingga didapatkan logo baru Sekawan Jaya Motor yang sesuai dengan citra perusahaan, yaitu ingin menjadi pilihan utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan semangat “sekawan”.
ANALISIS STRUKTUR DRAMATURGI LAKON “GEBAR” KARYA DEDE A. MAJID Muchtar Zidan; Syamsul Rizal; Giri Mustika Roekmana
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dramaturgi dalam lakon Gebar karya Dede A. Majid serta mengungkap fungsi sosialnya sebagai representasi pengalaman historis dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis struktural dramaturgi berdasarkan enam tahapan, yaitu eksposisi, insiden, pertumbuhan konflik, krisis, penyelesaian, dan keputusan. Data penelitian berupa naskah drama Gebar sebagai data utama, yang didukung oleh hasil wawancara dengan pengarang dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menafsirkan kutipan dialog, monolog, serta informasi hasil wawancara yang berkaitan dengan struktur dramatik dan fungsi sosial lakon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dramaturgi dalam lakon ini tersusun secara sistematis dan mampu membangun alur yang dinamis melalui konflik internal dan eksternal tokoh. Tokoh utama, Gebar, digambarkan sebagai individu yang mengalami trauma akibat peristiwa sejarah, sehingga konflik yang dihadirkan tidak hanya bersifat personal, tetapi juga mencerminkan realitas sosial yang lebih luas. Hasil wawancara menunjukkan bahwa penciptaan lakon Gebar tidak hanya berangkat dari kebutuhan artistik, tetapi juga dari upaya menghadirkan kembali pengalaman korban, ingatan sejarah, dan kritik terhadap ketidakadilan sosial. Dengan demikian, lakon Gebar tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga berperan sebagai sarana refleksi, representasi sosial, dan penyadaran kemanusiaan
KAJIAN BENTUK SATUAN LINGUAL DAN MAKNA LEKSIKON BUDIDAYA JAGUNG DI DESA MUNCANGLARANG KABUPATEN TEGAL Maulida Rachma Dwi Mariesta; Nur Fateah; Widodo Widodo
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113753

Abstract

Intensitas budidaya jagung yang tinggi di Desa Muncanglarang, yang masih bertumpu pada tenaga manusia dan alat sederhana, mendorong berkembangnya leksikon khusus untuk menamai setiap proses, alat, bagian tanaman, hingga hasil panen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk satuan lingual serta makna leksikal dan kontekstual leksikon budidaya jagung di Desa Muncanglarang, Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik leksikal. melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya 36 leksikon yang didominasi bentuk kata seperti bedhog, panja, boros, dan brondholan, serta satu bentuk frasa, yaitu rambut teles. Secara morfologis ditemukan bentuk monomorfemis dan polimorfemis. Secara semantik, leksikon tersebut membentuk medan makna yang runtut mulai dari pratanam hingga pascapanen serta memuat klasifikasi mutu seperti bees dan super yang berkaitan dengan kualitas dan nilai ekonomi. Keutuhan sistem ini menunjukkan bahwa praktik manual dan kolektif turut menjaga keberlangsungan kosakata lokal.