cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprasiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jend. A. Yani 67, Singaraja 81116, Telp. 0362-21541, Faks. 0362-27561
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 16936124     EISSN : 26141116     DOI : -
Core Subject : Education,
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya is a scientific open-access, peer-reviewed bilingual journal published by the Faculty of Language and Art, Universitas Pendidikan Ganesha. PRASI is a fully refereed academic research journal that aims to spread original, theoretical and practical progress in multidisciplinary research findings related to Language and Art. PRASI creates a bridge between research and development for researchers and practitioners nationally and globally.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
FUNGSI TALO BALAK DALAM PERTUNJUKAN WAYANG SEKELIK LAMPUNG Muhammad Setyo Mukti Wicaksono; Sunardi Sunardi; Aris Setiawan
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.88685

Abstract

Wayang Sekelik merupakan salah satu kebudayaan daerah Lampung yang mengadopsi wayang jawa dalam penerapannya. Pertunjukan Wayang Sekelik selalu diiringi oleh kumpulan alat musik khas Lampung yang disebut dengan Talo Balak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi perangkat Talo Balak dalam pertunjukan Wayang Sekelik. Talo Balak merupakan alat musik ansambel khas Lampung yang hari ini masih dapat ditemukan dalam upacara adat, seni pertunjukan tradisional seperti tarian Lampung. Akan tetapi, saat ini Talo Balak memiliki kegunaan baru, yaitu sebagai pengiring pertunjukan Wayang Sekelik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menguraikan bagaimana Talo Balak di dalam pertunjukan Wayang Sekelik. Metode tersebut didukung dengan hasil observasi pertunjukan Wayang Sekelik baik secara langsung maupun melalui studi pustaka yang ditambah dengan wawancara untuk menambah validitas data. Hasil observasi kemudian dideskripsikan dan dianalisis dengan teori fungsi musik Alan P. Merriam. Empat fungsi musik yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi pengungkapan emosional, fungsi hiburan, fungsi representasi perlambang, dan fungsi sebagai respon fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dari Talo Balak di dalam pertunjukan Wayang Sekelik merupakan pembentuk suasana di dalam pertunjukan. Suasana tersebut dapat berupa riang gembira, kemarahan, atau kesedihan yang dapat dihayati penonton. Selain itu, Talo Balak juga berfungsi dalam memberikan respon dari pertunjukan yang dibawakan oleh pewarah sebagai aktor utama dalam Wayang Sekelik. Penggunaan Talo Balak di dalam Wayang Sekelik juga merupakan penegasan bahwa pertunjukan Wayang Sekelik menjadi identitas daerah Lampung.
METAFORA KONSEPTUAL DALAM LAGU “QOLBI FIL MADINAH”: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Mega Satria Nurul Falah; Awaliyah Ainun Niswah
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.102801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis metafora konseptual, menganalisis skema citra, serta mengkaji representasi makna religius dan emosional dalam lirik lagu “Qalbi Fil Madinah” karya Maher Zain dan Harris J. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa larik berbahasa Arab yang mengandung metafora diperoleh melalui teknik simak dan catat. Proses transliterasi mengacu pada pedoman transliterasi Arab-Latin Kemenag dan Kemndikbud (1987), sedangkan terjemahan dilakukan secara kontekstual untuk menjaga akurasi makna. Analisis data menggunakan metode padan translasional dengan teori metafora konseptual Lakoff & Johnson (2003) serta teori skema citra Cruse & Corft (2004). Hasil penelitian menunjukkan ada 9 larik metaforis, terdiri atas metafora struktural, orientasional, dan ontologis dengan skema citra domain meliputi space, path, container, dan existence. Temuan ini menujukkan bahwa metafora berperan membangun pemaknaan religius dan emosional secara kognitif, bukan sekedar sebagai unsur estetis
INTERFERENSI BAHASA DALAM FILM KELUAR MAIN 1994 KARYA ELVIN MIRADI DAN MOHAMMAD SABEG Waode Dewi Handayani; Rizky Fitriyanti Pradani; Siti Rohmatul Ummah; Devito Andharu; Sri Utami; Suhartawan Budianto
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.105761

Abstract

Penelitian berjudul "Interferensi Bahasa Pada Film Keluar Main 1994" karya Elvin Miradi dan Mohammad Sabeg bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena interferensi bahasa. Film ini dengan durasi 107 menit, sebagai cerminan konteks sosial-budaya, menunjukkan adanya kontak bahasa, khususnya antara bahasa Indonesia dan ragam bahasa Makassar/daerah Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik, data diperoleh melalui persamaan dan pencatatan dialog. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi wujud interferensi dan mengaitkannya dengan konteks sosial penutur, seperti latar belakang budaya, kebiasaan, dan lingkungan multibahasa. Faktor-faktor ini krusial dalam memahami motivasi di balik percampuran bahasa. Penelitian ini menghasilkan total 17 data interferensi. Data tersebut dikelompokkan menjadi: 2 interferensi leksikal, 3 gramatikal, 3 fonologis, 3 idiomatik, dan 6 campur kode. Hasil ini menegaskan bahwa film merupakan cerminan dinamika kebahasaan masyarakat dan menunjukkan bagaimana kontak bahasa berperan signifikan dalam membentuk gaya komunikasi penutur. Secara praktis, temuan ini memberikan wawasan tentang vitalitas bahasa daerah dan pola akulturasi linguistik dalam media film. Secara praktis, hasil penelitian ini juga berimplikasi terhadap pembelajaran bahasa di sekolah dan perguruan tinggi. Fenomena interferensi dalam film ini dapat dijadikan bahan ajar autentik dalam pembelajaran sosiolinguistik dan keterampilan berbahasa, terutama dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap variasi bahasa dan konteks penggunaannya dalam masyarakat multibahasa
FILSAFAT PENDIDIKAN DAN EVALUASI LITERASI MEMBACA SISWA MELALUI PROGRAM READING CAMP DI SD GMIT TEPAS Dessy Daniel; Desak Putu Parmiti; Dewa Bagus Sanjaya; I Nyoman Jampel
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.109086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filsafat pendidikan konstruktivisme dan  progresivisme dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa di SD GMIT Tepas melalui program Reading Camp. Studi deskriptif analitik ini menggunakan data Rapor Pendidikan tahun 2025 dan evaluasi program dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Reading Camp berbasis prinsip progresivisme efektif meningkatkan literasi membaca siswa dengan capaian 100% peserta didik mencapai kompetensi minimum dan 76,92% peserta didik mencapai kompetensi di atas minimum. Penerapan filosofi pendidikan yang menekankan pengalaman belajar aktif, pembelajaran berbasis minat siswa, dan keterlibatan kritis dalam membaca teks informatif dan sastra membuktikan relevansi paradigma konstruktivisme dan progresivisme dalam praktik pendidikan literasi kontemporer. Analisis terhadap sub-kompetensi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca teks informasi (92,15%), meskipun terdapat penurunan pada kompetensi membaca sastra (86,86%), yang mengindikasikan perlunya strategi diferensiasi pembelajaran. Implikasi penelitian ini mendukung pentingnya fondasi filosofis dalam mendesain program literasi yang inklusif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini relevan bagi pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan guru dalam mengintegrasikan filsafat pendidikan ke dalam praktik pembelajaran literasi di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS PROSES KREATIF DAN ESTETIKA MAKRAME KONTEMPORER AGNES HANSELLA MELALUI ART-BASED RESEARCH DAN PERSPEKTIF SENI NUSANTARA Rizkia Tsuraya Adinusipa; I Ketut Sunarya; Muhajirin Muhajirin
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.111124

Abstract

Pergeseran fungsi makrame dari benda pakai menjadi instalasi seni monumental menuntut pemaknaan baru dalam wacana kriya kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif dan elemen estetis dalam karya makrame kontemporer Agnes Hansella. Fokus kajian diarahkan pada transformasi kriya serat menjadi medium ekspresi seni melalui dialog intuitif dengan material, perwujudan estetika monumental dan industrial, serta reposisi praktik kriya tekstil dalam konteks pasca tradisi di Indonesia. Metode kualitatif dengan pendekatan Art Based Research digunakan untuk mengeksplorasi karya makrame Agnes Hansella sebagai subjek penelitian. Sumber data primer meliputi dokumentasi visual, pernyataan seniman, dan rekam jejak digital yang diperkuat dengan studi literatur. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi, kategorisasi, serta sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Agnes Hansella bersifat non linear yang mengutamakan eksperimentasi teknis dan material. Estetika yang dihasilkan mencerminkan sintesis antara nilai tradisional nusantara dengan kompleksitas bentuk industrial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya makrame kontemporer Agnes Hansella merupakan bentuk perlawanan terhadap dehumanisasi teknologi digital dengan cara memperkuat kembali aspek ketubuhan dan materialitas dalam seni kriya. Hal tersebut sekaligus memosisikan kembali makrame sebagai media seni yang relevan dalam perkembangan seni rupa kontemporer nusantara
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI TARI MULI SIGER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 BANDAR LAMPUNG Amirah Nabilah; I Wayan Mustika; Eka Sofia Agustina
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.112925

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami gerakan Tari Muli Siger pada mata pelajaran Seni Budaya. Materi tari yang bersifat visual dan gerak membutuhkan media yang mampu menampilkan urutan gerakan secara jelas dan dapat dipelajari secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video Tari Muli Siger yang terintegrasi dengan Google Classroom, serta menilai kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, angket validasi ahli, angket respons siswa, serta tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan persentase deskriptif, uji N-Gain, dan Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan termasuk kategori sangat layak, dengan nilai validasi ahli materi sebesar 84% dan ahli media sebesar 88%. Respons siswa terhadap penggunaan media juga sangat positif dengan persentase 89,60%. Selain itu, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai N-Gain sebesar 0,74 yang termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran video berbasis Google Classroom pada materi Tari Muli Siger dalam pembelajaran seni budaya efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.
NILAI AKSIOLOGIS DALAM TARI GANDHONG DI KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK: PERSPEKTIF FILSAFAT SENI Andya Meli Ratnasari; Cipto Budy Handoyo
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai aksiologis yang terkandung dalam Tari Gandhong dari Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek dalam perspektif filsafat seni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku seni serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Gandhong mengandung nilai aksiologis yang meliputi nilai estetika, sosial, budaya, dan pendidikan. Nilai estetika tercermin dalam komposisi gerak tari dan keselarasan dengan iringan musik. Nilai sosial tampak pada fungsi tari sebagai sarana interaksi masyarakat. Nilai budaya terlihat dalam perannya sebagai media pelestarian tradisi lokal, sedangkan nilai pendidikan tercermin dalam proses pembelajaran tari yang menanamkan disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Dengan demikian, Tari Gandhong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai media pelestarian budaya serta pembentukan identitas masyarakat.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH: KESESUAIAN BUKU BACAAN DAN RESPONS SISWA DI SD SE-KECAMATAN BULELENG Caecilia Berliningrum
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113337

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui kegiatan GLS; jenis buku bacaan yang digunakan dalam kegiatan literasi; kesesuaian buku bacaan yang digunakan dalam kegiatan literasi; dan respons siswa terhadap buku bacaan yang digunakan dalam kegiatan literasi di SD se-Kecamatan Buleleng. Data yang akan dikumpulkan berupa informasi mengenai kegiatan GLS dan kesesuaian buku bacaan yang digunakan dalam kegiatan tersebut yang bersumber dari kepala sekolah, guru, pegawai perpustakaan, dan siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data terdiri dari empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulassi sumber, metode, dan teori. Pelaksanaan GLS di SD N 3 Banjar Jawa, SD Mutiara, SD N 1 Banyuasri, dan SD 4 Kampung Baru pada tahap pembiasaan, yaitu 15 menit membaca sebelum jam pelajaran dan menata lingkungan yang kaya teks. Jenis  buku yang digunakan cukup beragam, seperti buku cerita anak, kamus, ensiklopedia, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, buku terapan, buku teknologi, buku seni dan olahraga, pop up book, dan buku pengetahuan umum. Buku bacaan yang digunakan sebagai sarana literasi sudah sesuai dengan jenjangnya, namun buku untuk jenjang membaca awal sangat sedikit. Respons siswa terhadap kegiatan GLS sangat positif. Buku bacaan yang digunakan beragam, menarik, mudah terbaca, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi diri siswa. Dari kegiatan literasi, siswa semakin tertarik untuk membaca. Bahan bacaan terdapat di perpustakaan sangat menarik dan beragam jenisnya. Siswa berharap semakin banyak jenis bahan bacaan yang digunakan saat kegiatan literasi.
MAKNA FILOSOFIS TARI SEDULANG SETUDUNG SEBAGAI SISTEM SIMBOLIK KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BANYUASIN Sukma Juihesty; Cipto Budy Handoyo
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113605

Abstract

Tari tradisional tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai representasi nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat pendukungnya. Salah satu tari tradisional yang memiliki nilai simbolik dan filosofis adalah Tari Sedulang Setudung dari Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna filosofis Tari Sedulang Setudung sebagai sistem simbolik kearifan lokal masyarakat Banyuasin melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi visual yang merepresentasikan pertunjukan tari, khususnya pada aspek gerak, busana, dan properti. Analisis data dilakukan dengan pendekatan interpretatif untuk menafsirkan elemen-elemen visual sebagai tanda-tanda budaya yang mengandung nilai filosofis dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari merepresentasikan nilai etika dan sosial masyarakat, busana mencerminkan identitas budaya dan nilai kesakralan, sedangkan properti berfungsi sebagai simbol tradisi dan nilai kehidupan masyarakat Banyuasin. Tari Sedulang Setudung tidak hanya dipahami sebagai pertunjukan estetis, tetapi juga sebagai sistem simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks budaya tradisional.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM NOVEL NEGARABATIN NEGERI DI BALIK BUKIT KARYA UDO Z. KARZI Fadli Hidayat; Masitoh Masitoh; Meutia Rachmatia
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113852

Abstract

Studi ini mengkaji fenomena sosiolinguistik berupa campur kode dan alih kode yang terjadi dalam novel Negarabatin Negeri di Balik Bukit. Keberagaman sosial, serta budaya penutur yang terjadi di masyarakat sering memicu penggunaan kode bahasa yang beragam dalam pengiriman, dan penerimaan pesan, yang terjadi secara lisan maupun tulisan khususnya dalam karya sastra. Maksud dari studi ini adalah bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan faktor penyebab terjadinya campur kode maupun alih kode yang terjadi dalam novel. Cara yang digunakan dalam memaparkan hasil studi adalah deskriptif kualitatif. Data studi bersumber dari novel Negarabatin Negeri di Balik Bukit cetakan pertama tahun 2022. Data dikumpulkan menggunakan metode baca, simak, dan catat, yaitu dengan membaca secara teliti, menandai, dan mencatat satuan kebahasaan yang terdapat unsur alih kode maupun campur kode. Terdapat 213 hasil keseluruhan data. Total data campur kode sebanyak 191 data dan, 22 data alih kode. Temuan jenis campur kode dalam novel meliputi campur kode ke dalam yang didominasi penyisipan bahasa Lampung, campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Alih kode dapat diklasifikasikan  menjadi alih kode kedalam dan keluar. Faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena ini yaitu: faktor kebahasaan dan faktor non-kebahasaan seperti sikap penutur, lawan tutur, pokok pembicaraan, hingga upaya untuk membangkitkan rasa humor. Dapat disimpulkan bahwa novel yang menggunaan campur kode dan alih kode, berfungsi untuk memrepresentasikan kekayaan budaya dan identitas lokal Lampung serta memperkuat latar cerita.