cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprasiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jend. A. Yani 67, Singaraja 81116, Telp. 0362-21541, Faks. 0362-27561
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 16936124     EISSN : 26141116     DOI : -
Core Subject : Education,
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya is a scientific open-access, peer-reviewed bilingual journal published by the Faculty of Language and Art, Universitas Pendidikan Ganesha. PRASI is a fully refereed academic research journal that aims to spread original, theoretical and practical progress in multidisciplinary research findings related to Language and Art. PRASI creates a bridge between research and development for researchers and practitioners nationally and globally.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
MAKNA DAN FUNGSI PANGUPA PERNIKAHAN ADAT BATAK ANGKOLA DESA SIDINGKAT: KAJIAN GASTRONOMI SASTRA Ajeng Ratna Sukmawati; Elisabeth Nugraheni Eko Wardani; Muhammad Rohmadi
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.114329

Abstract

Tradisi Pangupa merupakan puncak prosesi pernikahan adat Batak Angkola yang kaya nilai simbolis, namun dokumentasi akademik melalui perspektif gastronomi sastra di Desa Sidingkat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik dan fungsi tradisi Pangupa dalam dimensi agama, sosial, dan budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi sastra yang diintegrasikan bersama gastronomi sastra. Data dihimpun dari Raja I, Raja II, dan kepala desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan interactive model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen sajian Pangupa merepresentasikan dimensi religius melalui penguatan tondi (jiwa), dimensi sosial melalui integrasi komunal, dan dimensi kultural sebagai penanda identitas etnisitas. Bahan seperti nasi, ayam kampung, dan bagian tubuh kerbau menjadi simbol filosofis kesetiaan dan kemandirian, sementara pengolahan tradisionalnya selaras dengan prinsip nutrisi sehat modern. Dibandingkan penelitian terdahulu, kajian ini memperluas penerapan gastronomi sastra dari sastra tulis ke sastra lisan performatif dalam ritual adat. Simpulannya, Pangupa berfungsi sebagai wahana transmisi nilai lintas generasi yang mengintegrasikan aspek spiritual dan sosial, sekaligus vital dalam mengonversi pengetahuan oral menjadi arsip tertulis demi menjaga autentisitas tradisi lisan budaya di tengah modernisasi.
POTENSI PEMANFAATAN SERAT ECENG GONDOK UNTUK EKSPLORASI TEKSTUR VISUAL DALAM PEMBELAJARAN KRIYA DI SMKN 58 JAKARTA: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Siti Jamilah; Aprina Murwanti; Elindra Yetti
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.114996

Abstract

Kemampuan eksplorasi tekstur visual memiliki peran penting dalam pembelajaran kriya di Sekolah Menengah Kejuruan karena berkontribusi terhadap pengembangan kualitas estetika, kreativitas, dan keunikan karya peserta didik. Namun, pembelajaran kriya di SMKN 58 Jakarta masih cenderung berorientasi pada keterampilan teknis dan produksi, sehingga pemanfaatan material lokal sebagai media eksplorasi estetika belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan serat eceng gondok dalam meningkatkan kemampuan eksplorasi tekstur visual pada pembelajaran kriya di SMKN 58 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses 2020  untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai penelitian yang relevan mengenai tekstur visual, pembelajaran kriya, serat alam, dan pendidikan vokasi seni. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekstur visual tidak hanya berfungsi sebagai unsur formal dalam karya kriya, tetapi juga sebagai media pengalaman estetik yang mampu meningkatkan keterlibatan sensorik, kognitif, dan reflektif peserta didik. Serat eceng gondok memiliki potensi tinggi sebagai medium eksplorasi visual karena karakteristik tekstur, fleksibilitas struktur, serta nilai keberlanjutannya yang mendukung pembelajaran kontekstual berbasis material lokal. Namun, implementasi pemanfaatan serat eceng gondok dalam pembelajaran kriya di Sekolah Menengah Kejuruan masih belum terintegrasi secara optimal antara aspek material, teknik, dan pedagogi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi eksplorasi tekstur visual, pemanfaatan material lokal, dan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran kriya yang lebih eksploratif, kontekstual, dan relevan dalam pendidikan vokasi seni.
PENGEMBANGAN E-MODUL CERITA RAKYAT PAPUA PEGUNUNGAN UNTUK MENDORONG MINAT BACA MAHASISWA CALON GURU DI STKIP KRISTEN WAMENA Petrus Sepi Kogoya; I Wayan Rasna; I Ketut Paramarta
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.116766

Abstract

Rendahnya minat baca, keterbatasan akses teknologi, serta terbatasnya bahan ajar yang kontekstual dan berbasis budaya lokal masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa calon guru di Papua, khususnya di STKIP Kristen Wamena yang termasuk dalam daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Kondisi ini mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi sekaligus mengintegrasikan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul literasi sastra berbasis cerita rakyat Papua Pegunungan serta menguji tingkat validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya dalam mendorong minat baca mahasiswa calon guru. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PGSD dan Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dengan persentase ahli media 80%, ahli sastra 78%, ahli bahasa 100% dan ahli budaya 98%. Uji praktikalitas menunjukkan peningkatan signifikan sehingga e-modul tergolong sangat praktis dengan skor rata-rata 95,9%.  Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan minat baca mahasiswa setelah menggunakan e-modul. Uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan analisis N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,45 dalam kategori sedang. Dengan demikian, e-modul ini valid, praktis, dan efektif dalam mendorong minat mahasaswa calon guru melalui media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan kontekstual serta memperkuat pemahaman budaya lokal.
EFEKTIVITAS MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN SITUS BUDAYA RUMAH BETANG TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO PERSUASIF SISWA SMP NEGERI 7 ARUT SELATAN Sarifah Firda Arindita Nafarin; Haryadi Haryadi; Wati Istanti
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.113701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan situs budaya Rumah Betang terhadap kemampuan menulis teks pidato persuasif siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Arut Selatan. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa kelas VIII G sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes menulis teks pidato persuasif bertema pelestarian budaya lokal yang dinilai berdasarkan empat aspek yakni isi dan argumen, struktur teks, diksi persuasif, serta keefektifan kalimat. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dan N-Gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t hitung (4,562) lebih besar dari t tabel (2,005) sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 74,55 dengan ketuntasan 67,86%, sedangkan kelas kontrol mencapai 59,80 dengan ketuntasan 39,29%. N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,52 (kategori sedang) dan kelas kontrol sebesar 0,29 (kategori rendah). Dapat disimpulkan bahwa model CTL berbantuan situs budaya Rumah Betang efektif terhadap kemampuan menulis teks pidato persuasif siswa.
PEMBELAJARAN DASAR TARI BALI BERBASIS STEAM: INOVASI INKLUSIF UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNARUNGU Ni Nyoman Tantri Pertiwi; Ida Ayu Trisnawati; I Wayan Budiarsa; Ida Ayu Kade Sri Sukma Dewi
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.115549

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan model pembelajaran seni yang inklusif bagi peserta didik tunarungu, khususnya dalam pembelajaran dasar tari Bali. Meskipun kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia telah berkembang, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama terkait keterbatasan media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran dasar tari Bali berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dengan memanfaatkan buku Seni Tari Bali dalam Alunan Sunyi sebagai media utama pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi transendental Edmund Husserl. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menggali proses pembelajaran, pengalaman, serta makna yang dirasakan oleh peserta didik tunarungu dan guru selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEAM dengan dukungan media visual mampu meningkatkan keterlibatan, kemandirian, serta kreativitas peserta didik tunarungu dalam proses pembelajaran tari. Pembelajaran menjadi lebih terstruktur, interaktif, dan kontekstual, serta mampu mengakomodasi keterbatasan akses auditori melalui pendekatan visual dan kinestetik. Selain itu, integrasi nilai-nilai kearifan lokal Bali memperkuat pemahaman peserta didik terhadap makna gerak tari, tidak hanya secara teknis tetapi juga secara budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran seni berbasis STEAM yang inklusif dan berbasis kearifan lokal Bali, serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran seni bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
DISKRIMINASI TERHADAP JANDA DALAM PERIBAHASA KOREA: ANALISIS TRANSITIVITAS DALAM LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL Yuliana Wulandari; Velayeti Nurfitriana Ansas; Ashanti Widyana
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.117191

Abstract

Peribahasa merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang merefleksikan nilai, norma, dan pandangan masyarakat terhadap berbagai kelompok sosial, termasuk janda. Dalam masyarakat Korea, janda sering kali menjadi sasaran stereotip dan stigma yang tercermin dalam berbagai peribahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskriminasi terhadap janda dalam peribahasa Korea menggunakan teori transitivitas bahasa Korea yang dikembangkan oleh Kim dkk. dalam kerangka Linguistik Fungsional Sistemik. Data penelitian berupa 67 peribahasa tentang janda yang dipecah menjadi 114 klausa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis transitivitas yang meliputi unsur proses, partisipan, dan sirkumstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses material merupakan tipe proses yang paling dominan, diikuti oleh proses relasional dan mental. Dari segi partisipan, janda paling sering muncul sebagai Actor, Carrier, dan Senser. Analisis juga menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap janda dibangun melalui berbagai stereotip, pelabelan, dan stigma negatif yang menempatkan janda pada posisi sosial yang kurang menguntungkan. Temuan ini menunjukkan bahwa peribahasa Korea tidak hanya merefleksikan nilai budaya masyarakat, tetapi juga turut mempertahankan pandangan diskriminatif terhadap janda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Linguistik Fungsional Sistemik, khususnya dalam analisis transitivitas pada peribahasa, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai representasi dan diskriminasi gender dalam bahasa dan budaya Korea.