Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan published original manuscripts relating to the following:
Guidance and Counseling;
Psychology Counseling;
Career Counseling;
Couple, Marriage and Family Counseling;
Mental Health;
Counseling Supervision;
Theory Development;
Professional Counseling Ethnic;
International Counseling and Multicultural Issues;
Program Applications; and Integrative Reviews from Counseling and Related Fields.
Islamic Guidance and Counseling
Articles
52 Documents
The Effect of Digital Literacy-Based Learning on Student Motivation and Socialization Ability
Sri Wahyuni;
Yesi Novitasari;
Suharni Suharni;
Reswita Reswita
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 9, No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v9i2.13454
Online learning programs require students to use digital literacy. The question is how does digital literacy affect student learning motivation, then does it also affect students' ability to socialize. The purpose of the study was to describe the level of digital literacy, learning motivation and social skills of FKIP students at Lancang Kuning University. The research methodology used is descriptive analysis with hypothesis testing using regression. The number of samples is 99 students who are drawn by total sampling from all respondents. The results showed that 1) the digital literacy level of students was at a moderate level. 2) low student learning motivation. 3) students' social skills are low. 4) there is a positive influence between digital literacy on the learning motivation of FKIP students. 5) there is a positive influence between digital literacy on the social skills of FKIP students at Lancang Kuning University. The implications of this research are as material for consideration for counselors in providing services to students who have an impact on digital literacy on learning motivation and social skills.
Kepuasan Siswa dan Kesesuai Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Wan Chalidaziah;
Sabrida M Ilyas;
Fatia Akla
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 9, No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v9i2.13232
Tujuan Penelitian: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan siswa dan kesesuaian pelayanan bimbingan dan konseling (BK) dengan menggunakan metode Importance Perfomance Analysis (IPA).Metode Penelitian: Kajian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan metode IPA. Kajian ini memiliki populasi sebanyak 454 siswa yang berasal dari sekolah SMKN 1 Langsa dengan besaran sampel 213 siswa yang diproleh melalui teknik cluster random sampling. Adapun instrument yang digunakan ialah kuesioner kepuasan pelayanan konseling yang di adaptasi dari IPA dengan r sebesar 0,92 pada 18 item pernyataan. Selanjutnya data dianalisis dengan rujukan metode IPA.Hasil Penelitian: Kajian ini menggambarkan bahwa tingkat kepuasan siswa pada pelayanan BK berada dalam kategori cukup memuaskan apabila dibandingkan dengan kesesuaian pelayanan bimbingan dan konseling yang diselengggarakan oleh guru BK di sekolah. Kesimpulan: kepuasan siswa berada dalam kategori cukup sehingga berbanding lurus dengan pelayanan BK yang diselenggarakan oleh guru BK di SMKN 1 Kota Langsa, yang artinya siswa memperoleh rasa senang, ketenangan dan mendapatkan perasaan bahagia setelah mendapat pelayanan konseling yang diberikan oleh setiap guru BK disekolah.Implikasi: Guru BK disekolah selayaknya melaksanakan pelayanan BK dengan memprioritas kebutuhan, kewajiban dan hak siswa sebagai konseli, sehingga siswa merasakan kebahagiaan dan kepuasan terhadap pelayanan yang diterimanya
Bimbingan Konseling Pribadi Sosial Dalam Meningkatkan Self-Esteem Untuk Mengatasi Kecemasan Karir Siswa
Ananda, Siti Dea;
Casmini, Casmini
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 10, No 1 (2023): Januari-June 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v10i1.14079
Tujuan Penelitian: Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana guru bimbingan konseling dalam meningkatkan self-esteem siswa melalui pemberian layanan bimbingan konseling pribadi sosial untuk mengatasi kecemasan karir siswa.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yang diperoleh dari informan yakni 2 guru bimbingan konseling dan 5 siswa. Analisis data yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Hasil Penelitian: Faktor penyebab kecemasan karir yang dialami siswa yakni dikarenakan penurunan nilai akademik, lintas jurusan peminatan, pemenuhan keinginan orang tua, menjadikanalumni sebagai tolak ukur kesuksesan yang bersumber dari internal yakni diri sendiri dan eksternal yakni orang tua dan stigma masyarakat. Peningkatan self-esteem menjadi solusi untuk mengatasi kecemasan yang dirasakan siswa melalui pemberian layanan konseling pribadi sosial meliputi layanan informasi, konseling kelompok, dan konseling individu.Kesimpulan: Peningkatan self-esteem dilakukan dengan pemberian layanan bimbingan pribadi sosial yang bertujuan untuk memberikan peluang kepada siswa untuk mengenali potensi yang dimiliki sehingga meminimalisir terjadinya kecemasan dan memudahkan siswa melakukan pengambilan keputusan karir.Implikasi: Artikel ini diharapkan mampu memberikan wawasan tambahan kepada guru bimbingan konseling sehingga dapat membantu siswa mengenal diri dan potensinya melalui minat dan bakat sebagai langkah awal untuk mencapai keputusan karir melalui peningkatan self-esteem dengan pemberian layanan bimbingan konseling pribadi-sosial untuk mengatasi kecemasan karir siswa.
Kontribusi Keterlibatan Orangtua Terhadap Kemandirian Siswa dalam Pemilihan Jurusan
Nanang Aria Sandika;
Al Halik
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 9, No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v9i2.12647
Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keterlibatan orang tua terhadap kemandirian siswa dalam pemilihan jurusan. Karena banyaknya siswa yang mengalami kesulitan seperti tidak dapat menentukan jurusan.Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Populasi penelitian ini berjumlah 384 orang dan mengambil sampel 196 siswa. Ukuran penelitian adalah model skala Likert dan ukuran keterlibatan orang tua (0,766) dan kemandirian siswa dalam seleksi utama (0,777). Data dianalisis menggunakan regresi berganda.Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data maka diketahui bahwa keterlibatan orang tua sangat tinggi, hingga mencapai 85%. Selanjutnya, hasil analisi data kemandirian siswa dalam pemilihan jurusan dikategorikan mandiri (tinggi) dengan persentase 80%. Setelah dilakukan analisis regresi maka diketahui keterlibatan orang tua berkontribusi terhadap kemandirian siswa dalam pemilihan jurusan (20,7%).Kesimpulan: Dapat diartikan bahwa keterlibatan orang tua berkontribusi dalam memandirikan siswa menentukan pilihan jurusan yang akan dijalaninya.Implikasi: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan atau pertimbangan bagi siswa, guru dan semua yang terlibat sebelum memutuskan pilihan jurusan yang dipilihnnya. Guru tidak hanya menyerahkan kepada siswa, guru bisa menyarankan kepada siswa untuk mendiskusikannya kepada orangtua.
Motif, Perilaku, dan Persepsi Pelecehan Seksual
Permana, Satya Anggi
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 10, No 1 (2023): Januari-June 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v10i1.15303
Tujuan Penelitian: Peneliti bertujuan untuk meneliti dan memahami bagaimana motif, perilaku, dan persepsi pelaku pelecehan seksual dari kasus yang sudah ada sebagai upaya preventif dengan melakukan penelitian langsung terhadap pelaku dan korban. penelitian ini mendeskripsikan bagaimana motif, perilaku dan persepsi pelaku pelecehan seksual yang terungkap dari keterangan dan pengamatan terhadap pelaku dan korban.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pelaku dan korban pelecehan seksual. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik Penjamin Keabsahan Data Penelitian dilakukan dengan Uji Kepercayaan, Uji Keteralihan, Uji Kebergantungan, dan Uji Kepastian. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Hasil Penelitian: motif utama pelaku melakukan pelecehan terhadap korban adalah karena korban merespon sikap yang ditampikan oleh pelaku atau adanya feed back yang ditunjukkan oleh korban. Perilaku yang ditunjukkan pelaku terlihat agresif, dengan upaya berusaha mendekati korban secara langsung maupun tidak langsung, serta terungkap pelaku memiliki mekanisme pertahanan diri yang kuat dalam melindungi pelecehan yang dilakukannya. Pelaku berpersepsi bahwa tindakan yang dilakukan merupakan akibat timbal balik yang muncul dari respon yang ditimbulkan korban, bukan semata karena keinginan maupun niat yang direncanakan.Implikasi:Penelitian ini mengungkapkan bahwa, “tindak pelecehan seksual dipengaruhi oleh persepsi pelaku terhadap korban, yang timbul melalui respon yang ditampilkan korban terhadap pelaku”.
Efektifitas Layanan Bimbingan Karier Terhadap Perencanaan Karier Pada Santri Tingkat Akhir
Diana Vidya Fakhriyani;
Ishlakhatus Sa’idah
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 9, No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v9i2.12345
Tujuan Penelitian: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan karier terhadap perencanaan karier pada santri tingkat akhir di Pondok Pesantren Al-Kautsar Pamekasan-Madura.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian pra eksperimen, yakni One Group Pretest – Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 14 orang santri, dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel.Hasil Penelitian: Hasil penelitian membuktikan bahwa layanan bimbingan karier efektif untuk meningkatkan perencanaan karier pada santri tingkat akhir.Kesimpulan: Layanan bimbingan karier efektif dalam: meningkatkan kemampuan perencanaan karier santri; mengembangkan kesadaran santri pada pentingnya perencanaan karier masa depan; membantu santri untuk memiliki pemahaman terhadap perencanaan karier berdasarkan atas minat dan kemampuan atau potensi diri; mendapatkan informasi yang memadai sebagai orientasi karier di masa depan. Maka dari itu, layanan bimbingan karier pada santri tingkat akhir, sangat penting diberikan karena dapat menunjang dalam memetakan arah karier setelah lulus dari jengjang SMA.Implikasi: Layanan bimbingan karier bagi santri dapat membantu santri dalam merencanakan kariernya, sehingga santri mampu mengambil keputusan atas kariernya secara tepat sesuai dengan perencanaan karier yang optimal.
Analisis Strategi Coping Generasi Z: Tinjauan terhadap Emotion-Focused Coping dan Problem-Focused Coping
Elvika, Rahmah Rezki;
Tanjung, Romi Fajar
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 10, No 1 (2023): Januari-June 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v10i1.15334
Tujuan Penelitian: Penelitian ini ingin mengetahui strategi coping Generasi Z saat berhadapan dengan masalah yang ditinjau dari dua jenis coping yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping.Metode Penelitian: Penelitian merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian yaitu 83 orang Generasi Z berstatus mahasiswa pada program studi psikologi yang ada di salah satu universitas negeri di Sumatera Barat yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Kriteria partisipan dibatasi hanya pada mahasiswa yang tergolong dalam kategori Generasi Z dengan tahun kelahiran diantara tahun 1997 hingga 2012. Data penelitian diperoleh menggunakan skala coping yang terdiri dari 49 item mewakili dimensi emotion-focused coping dan problem-focused coping, yang merupakan hasil adaptasi dari skala coping Lazarus dan Folkman (1984). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan ANOVA satu jalur.Hasil Penelitian: Berdasarkan perbandingan mean yang diperoleh dari dua jenis coping, 79.52% Generasi Z memiliki kecenderungan menggunakan strategi coping jenis emotion-focused coping dalam menghadapi masalah maupun tekanan. Hanya 1.20% yang mampu menerapkan kedua jenis coping secara seimbang, sementara persentase sisanya menggunakan coping jenis problem-focused coping.Kesimpulan: Generasi Z menghadapi berbagai masalah dan tekanan. Sebanyak 48.19% partisipan menganggap hal-hal terkait perkuliahan sebagai sumber utama stres, sementara sisanya menganggap hal-hal terkait masalah keluarga, teman, hubungan dengan pasangan, ekonomi, dan masa depan sebagai sumber utama stres yang paling menekan bagi generasi Z. Sebagai upaya mengatasinya, mayoritas para Generasi Z ini menghadapi masalah atau tekanan tersebut dengan fokus pada penyelesaian dampak emosi yang ditimbulkan (emotion-focused coping).Implikasi: Meredakan dampak emosi yang muncul akibat suatu stressor merupakan cara yang digunakan oleh mayoritas Generasi Z saat berhadapan dengan masalah atau tekanan. Sehingga penting juga untuk mengarahkan para Generasi Z untuk juga mengasah keterampilan yang mendukung coping jenis problem-focused coping. Hal ini dimaksudkan agar tidak hanya emosi yang diselesaikan, namun juga masalah yang ada.
The Role of Symbolic Modeling Technique in Group Guidance to Improve Students' Understanding of Sexual Education
Saputra, Randi;
Maulita, Nadia;
Fazny, Bella Yugi;
Nurrahmi, Hesty;
Fatin, Abdul
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 11, No 1 (2024): Januari-June 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v11i1.18157
Research Objectives:The purpose of this study was to increase the understanding of Islamic guidance and counseling students about the importance of sexual education as a preventive measure for sexual violence in the community through group guidance services using symbolic modeling techniques.Research Methods:This research uses the type of Guidance and Counseling Action Research (PTBK) conducted on 10 students of the Islamic Guidance and Counseling (BKI) study program. The data analysis processed is qualitative data analysis Miles, Huberman, and Saldana, namely condensing data, then presenting data, and drawing conclusions. In addition, researchers also used quantitative data analysis to obtain comparative data for cycle 1 and cycle 2. The analysis used a percentage formula by looking at the comparison of the results from cycle 1 and cycle 2 to see an increase in students' understanding of sexual education.Research Results:The lack of sexual education to students causes a lack of knowledge and awareness of cases of sexual violence that occur in the surrounding environment. Increased understanding of sexual education can be a preventive solution in reducing cases of sexual violence and creating a pioneer model for preventing sexual violence in the community.Conclusion:Increasing understanding of sexual education by providing group guidance services using symbolic modeling techniques that aim to prevent sexual violence also provides positive benefits for the development of student potential. So that Islamic guidance and counseling students can become good models and examples for the community.Implications:This article is expected to provide additional insight to guidance and counseling practitioners regarding group guidance services using symbolic modeling techniques in increasing understanding of sexual education in the community. This article is also expected to be a reference for socialization programs to prevent cases of sexual violence.
Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Dakwah Pada Era Digital (Study Literature Review)
Wahyuni, Rahmi;
Rahma, Siti
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 10, No 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v10i2.20340
Era teknologi memberikan banyak perubahan bagi kehidupan manusia, termasuk perubahan pada kegiatan dakwah. Kegiatan dakwah saat ini banyak ditemukan diberbagai media sosial, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi yang dilakukan para da’i. Namun yang menjadi pemaslahan adalah bagaimana efektivitas penggunaan media sosial sebagai media dakwah. Pendekatan tinjauan literatur sistematis adalah strategi penelitian yang digunakan. Sumber data diperoleh dari Google Scholar dan Crossref dengan rentang waktu tahun 2013–2023. Kemdian VOSviewer dan aplikasi Publish or Perish (PoP) digunakan sebagai alat analisis data. Hasil study literature yang dilakukan ditemukan 3600 artikel dengan 9 kata kunci yang digunakan dan 3480 diantaranya relevan dengan tema penelitian setelah dilakukan exclude and include keywords. Kemudian berdasarkan hasil analisis Vosviewer menunjukkan bahwa media sosial adalah media dakwah yang banyak digunakan da’i untuk menyampaikan pesan dakwah sejak tahun 2019 sampai sekarang. Diantara media sosial yang digunakan adalah Facebook, Instagram, Tiktok dan Youtube. Selanjutnya dari hasil analisis yang dilakukan pada beberapa hasil penelitian terdahulu media sosial efektif digunakan sebagai media dakwah. Namun harus tetap memperhatikan kualitas da’i, pengemasan pesan dan metode dakwah yang digunakan, serta frekuensi dan intensitas yang dilakukan tinggi.
Pelatihan Kestabilan Emosi Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Madrasah Tsanawiyah
Shaufiatunnisa, Shaufiatunnisa;
Erawati, Desi;
Faz, Gerry Olvina;
Salhah, Siti
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 10, No 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/consilium.v10i2.18137
Emosi remaja terkadang cukup kuat, tidak terkendali, dan tampaknya tidak masuk akal. Ketika emosi cukup kuat, perilaku menjadi tidak terkendali. Remaja yang tidak dapat mengendalikan emosi cenderung akan berperilaku agresif dan tidak disiplin. Oleh karena itu diperlukan pelatihan/ training kestabilan emosi untuk melihat apakah mereka dapat mengenali masing-masing emosi yang ada pada diri individu, yang mana berpengaruh terhadap pengendalian emosi. Tujuan penelitan ini adalah untuk melihat bagaimana pelatihan/training kestabilan emosi dapat berpengaruh terhadap pengendalian emosi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mix Method (metode campuran). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan turun langsung ke lapangan (field research) dan data sekunder melalui studi pustaka (library research) dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dari angket yang telah diteliti didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test setelah diberikannya pelatihan terhadap kestabilan emosi namun tidak terdapat perbedaan yang signifilan antara hasil pre-test dan post-test terhadap tingkat kedisiplinan. Dengan kata lain, stabilnya emosi seseorang maka tidak akan menjamin tingginya peningkatan kedisiplinan siswa.