cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Analisis Kejadian Penggunaan IUD Pasca Salin di RSUD DR. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2023 Agnes Monica; Novita Dewi Iswandari; Istiqamah; Rabia Wahdah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.268

Abstract

Latar Belakang: Setiap penggunaan alat kontrasepsi terdapat efek samping, termasuk penggunaan IUD, salah satu komplikasi IUD adalah terjadinya ekspulsi. Data menunjukkan bahwa pengguna IUD pasca salin di RSUD Dr. Moch Ansari Saleh Banjarmasin pada tahun 2022 adalah sebanyak 135 orang dan pada tahun 2023 menjadi sebanyak 153 orang. Hal ini menunjukkan peningkatan pengguna IUD pasca salin di RSUD Dr. Moch Ansari Saleh Banjarmasin yaitu sebanyak 6,25%. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan IUD pasca salin di RSUD Dr. Moch Ansari saleh Banjarmasin tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control. Populasi penelitian adalah semua ibu yang bersalin di RSUD Dr. Moch Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2023 sebanyak 428 orang. Sampel sebanyak 306 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling dibagi menjadi kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan chi square menunjukkan bahwa usia (p value 0,039), paritas (p value 0,000) dan jenis persalinan (p value 0,000) pada penelitian ini berhubungan dengan penggunaan IUD Pasca Salin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Tahun 2023, sedangkan jaminan kesehatan tidak berhubungan dengan penggunaan IUD Pasca Salin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Tahun 2023 (p value 0,072). Kesimpulan: Faktor usia, paritas dan jenis persalinan merupakan faktor yang berhubungan dengan penggunaan IUD Pasca Salin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Tahun 2023. Disarankan agar ibu bersalin tetap diberikan edukasi mengenai manfaat penggunaan IUD Pasca Salin disertai media informasinya.
Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena Lilis Candra Yanti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.269

Abstract

Perawatan tali pusat secara umum bertujuan untuk mencengah terjadinya infeksi dan mempercepat putusnya tali pusat. Infeksi merupakan salah satu penyebab yang sering menyebabkan bayi meninggal. Kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat yang tidak mengenali tanda bahaya dan terlambat membawa ibu, bayi, balita sakit kefasilitas kesehatan menjadi salah satu penyebab kematian pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Pengetahuan Ibu terhadap Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 30 respoden memiliki kategori pengetahuan baik (100%). Kesimpulan: pengetahuan responden terhadap perawatan tali pusat secara keseluruhan berada pada kategori baik.
Efektifitas Video Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Seks Dan Sikap Remaja Tentang Perilaku Seksual Menyimpang Siti Kartika; Eka Fitri Amir; Septi Maisyaroh Ulina Panggabean
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.270

Abstract

Usia remaja rentan sekali terpengaruh oleh hal-hal negatif termasuk perilaku penyimpangan seksual sehingga menjadi penyumbang angka infeksi menular seksual, Salah satu penyebab penyimpangan seksual yang berdampak terhadap timbulnya penyakit menular seksual adalah kurangnya pengetahuan seksual di usia remaja. Penelitian ini menguji efektivitas media video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan seksual dan sikap remaja tentang perilaku seksual menyimpang di SMA N 17 Batam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) yang melibatkan 20 responden siswa siswi yang menjalani pre-test pengetahuan dan sikap sebelum intervensi video edukasi serta post-test setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang (55.0%) dan sikap negatif (55.0%) terkait perilaku seksual menyimpang. Setelah intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik (85.0%) dan sikap positif (75.0%). Analisis data menunjukkan bahwa ada efektivitas video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan seksual siswa siswi SMAN 17 Batam tentang perilaku seksual menyimpang dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.001 lebih kecil dari 0.05, serta terhadap perubahan sikap siswa siswi SMAN 17 Batam tentang perilaku seksual menyimpang dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.001 lebih kecil dari 0.05. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada efektifitas video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan seksual dan sikap remaja tentang perilaku seksual menyimpang.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kadar HB Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di PMB Linda Melani Kutai Barat Debora; Besse Lidia; Dwi Riyan Ariestantia; Mayangsari, Rr. Nindya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.271

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal, akibatnya dapat mengganggu kapasitas darah untuk mengangkut oksigen kesekitar tubuh. Kesehatan ibu hamil merupakan aspek terpenting untuk diperhatikan dalam siklus kehidupan seorang wanita karena sepanjang periode kehamilanya dapat terjadi komplikasi yang tidak diharapkan, Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal, akibatnya dapat mengganggu kapasitas darah untuk mengangkut oksigen kesekitar tubuh. Anemia pada ibu hamil sangat terkait dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi, termasuk risiko keguguran, lahir mati, prematur dan berat bayi lahir rendah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Anemia di wilyah kerja PMB Linda Melani Kabupaten Kutai Timur. Jenis Penelitian penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimental design. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah posttest only, non equivalent control group design, yaitu rancangan ini mempunyai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada kelompok eksperimen dikenai perlakuan dan pada kelompok kontrol tidak dikenai perlakuan dan pada akhir penelitian kedua kelompok dikenai posttest. Tekhnik sampling menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik Purposive sampling. Analisis data menerapkan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Pengaruh Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia Di Wilyah Kerja PMB Linda Melani Kabupaten Kutai Timur Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Pemberian, dilihat dari hasil ujia analisis Wilcoxon dengan hasil Asymp. Sig, (2-tailed) 0,001, yang berarti nilai p ≤ α (0,05), artinya Ha diterima, dengan kata lain Ada Pengaruh pemberian Sari Kacang Hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di Wilayah kerja Di Praktik Bidan Mandiri Linda Melani Kutai Barat.
Efektivitas “MENGEJA” Sebagai Upaya Komplementer Untuk Meredakan Mual Muntah Pada Ibu Hami Trimester I Wenty Ika Ariani; Bebi Lovita; Dwi Riyan Ariestantia
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.272

Abstract

Latar belakang: Mengeja merupakan terapi non farmakologi berupa pemberian aromaterapi jahe sebagai upaya meredakan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Pada masa kehamilan trimester I, ibu memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Mual muntah pada kehamilan trimester I selain akan berdampak buruk pada tumbuh kembang janin, ibu hamil juga akan beresiko mengalami kekurangan energi kronik dan anemia, serta waktu istirahat ibu hamil tersebut dapat terganggu. Aroma jahe memiliki zat oleoresin yang bermanfaat sebagai antiemetic dipercaya dapat memberikan rasa nyaman diperut sehingga dapat mengatasi mual muntah. Efek samping jahe jika dikonsumsi secara langsung adalah memberikan efek hangat cenderung panas, namun jika pemberian jahe melalui aromaterapi, resiko tersebut dapat dihindari. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas menghirup aroma jahe dalam meredakan mual muntah pada ibu hamil trimester I, sedangkan tujuan jangka Panjang penelitian ini adalah mengembangkan pelayanan komplementer pada asuhan kebidanan sehingga meningkatkan derajad Kesehatan ibu dan anak. Manfaat: Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan kemandirian dari ibu hamil trimester I (responden) dalam meredakan mual muntah. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain penelitian Pre-test and post-test control group. Sampel yang diambil dari sebuah populasi harus dapat mewakili karakteristik dari populasi tersebut. Jadi besar sampel penelitian berdasarkan hasil perhitungan rumus diatas yaitu 20 responden setiap kelompok. Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan sampel drop out pada sampel yang diuji, maka dilakukan penambahan jumlah sampel sebesar 10% pada masing-masing kelompok adalah 22 responden. Jadi total responden adalah sebanyak 44 orang ibu hamil trimester I. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data, metode "Mengeja" (Menghirup Aroma Jahe) terbukti efektif dalam mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.000, yang lebih kecil dari 0.05, menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi.
Pengaruh Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Cara Mencuci Kelambu Berinsektisida di Puskesmas Harapan Susi Lestari; Yudiarsi Eppang; Arum Surya Utami; Lisma Natalia Br Smbiring; Endah Purwanti Handayani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.273

Abstract

Malaria adalah penyakit yang berpotensi mengancam jiwa, disebabkan oleh parasit yang ditularkan kemanusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kasus malaria global masih belum sepenuhnya teratasi, terlihat dari data diberbagai negara yang masih menunjukkan angka kejadian malaria yang signifikan. Menurut WHO (2020), terdapat sekitar 229 juta kasus malaria di 87 negara endemik pada tahun 2019, sedikit menurun dari 238 juta kasus pada tahun 2000. Berdasarkan data kejadian malaria (Annual Parasite Incidence) per 1.000 penduduk di Indonesia pada 2019, Provinsi Papua mencatat API tertinggi, yaitu 64,3%, diikuti oleh Papua Barat sebesar 7,38%, Nusa Tenggara Timur sebesar 2,37%, Maluku sebesar 0,72%, dan Kalimantan Timur sebesar 0,55%. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain pretest-posttest with control group. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 43 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai posttest pada kelompok intervensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai pretest. Berdasarkan uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan kelompok intervensi, didapatkan nilai Z hitung sebesar -3.624 dan nilai signifikan (sig) sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis ini mengindikasikan bahwa intervensi menggunakan media poster memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan tanpa poster, meskipun peningkatan pengetahuan kelompok kontrol juga terjadi namun tidak signifikan. Oleh karena itu, media tambahan seperti poster disarankan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dari tingkat pengetahuan yang rendah menjadi lebih baik, khususnya mengenai prosedur pencucian kelambu berinsektisida
Analisis Faktor Resiko Kejadian Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskemas Gadang Hanyar Kota Banjarmasin Sela Selvia; Siti Noor Hasanah; Yayuk Puji Lestari; Novalia Widiya Ningrum
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.274

Abstract

Latar Belakang: Ibu postpartum perlu penyesuaian dalam menghadapi peran dan  tanggung jawab barunya sebagai ibu setelah melahirkan, baik dari perubahan secara fisik maupun psikologis. Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian postpartum blues didunia yang dialami ibu setelah melahirkan berkisar 70-80%, dimana 13% ibu mengalami Postpartum Blues yang berlanjut menjadi depresi postpartum. Secara global diperkirakan terdapat 20% wanita postpartum mengalami Postpartum Blues. Indonesia menduduki peringkat keempat tertinggi di ASEAN untuk kejadian Postpartum Blues. Angka kejadian di Indonesia pada ibu yang mengalami Postpartum Blues sebesar 50 sampai 70%. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Postpartum Blues. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik bersamaan dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sempel pada penelitian ini adalah purposive sampling, secara non- probability sampling yaitu dengan sempel sebanyak 35 ibu postpartum. Instrument ini menggunakan EPDS (Edinburgh Postnatal Depression Scale), pengolahan data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasilnya menunjukan bahwa dari 35 orang responden, sebagian besar ibu mengalami postpartum blues sebanyak 15 orang (42,9%) dan ibu yang tidak mengalami Postpartum Blues sebanyak 20 orang (57,1%). Hasil penelitian ini  menunjukan terdapat 4 variabel yang berhubungan signifikan (p-<0,05) yaitu umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, status kehamilan dan 3 variabel menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan (p->0,05) yaitu paritas, sosial ekonomi, dukungan suami dengan kejadian Postpartum Blues. Simpulan: Adanya pengaruh faktor resiko kejadian Postpartum Blues terhadap umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status kehamilan.
Deteksi Dini Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Zahratunnufus Dhea Karenina; Putri Yuliantie; Novalia Widya Ningrum; Fadhiyah Noor Anisa
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.275

Abstract

Latar Belakang: Secara global, kejadian depresi postpartum mencapai 300 juta orang wanita dan negara-negara di Asia dengan angka kejadian yang masih tinggi, berkisar antara 28% - 85%. Di Indonesia, angka kejadian depresi postpartum mencapai sekitar 18,37%. Angka kejadian ini mungkin dapat meningkat seiring dengan isu gangguan kesehatan mental yang semakin banyak terjadi di era ini. Mendeteksi kejadian depresi postpartum dapat dilakukan menggunakan kuisioner EPDS yang interpretasinya terbagi menjadi 4 kategori; tidak depresi (skor 1-3), depresi ringan (skor 4-9), depresi sedang (skor 10-12) dan kategori berat (>13). (Cox, 1987 dalam Alesandro et al, 2022). Tujuan: Mengetahui kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling pada 40 orang ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Tekhnik pengumpulan data menggunakan kuisioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) yang telah teruji validitas secara internasional dan nasional, dan hasil penelitian menggunakan metode analisis data univariat. Hasil: Penelitian ini di wilayah kerja Puskesmas Pekauman dengan mengggunakan kuisioner EPDS yang terdiri dari 10 pertanyaan, mayoritas ibu postpartum mengalami depresi ringan 18 orang (45%), dan terdapat 6 orang ibu postpartum dengan tingkat depresi berat (15%). Simpulan: Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman, dengan mayoritas ibu postpartum mengalami depresi ringan dan terdapat beberapa ibu postpartum mengalami depresi berat yang direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan bidan untuk dilakukan deteksi dini depresi postpartum dan jika bidan menemukan gejala depresi postpartum, maka bidan dapat melakukan rujukan ke layanan kesehatan jiwa atau dokter spesialis kejiwaan untuk perawatan depresi dan perencanaan pengobatan yang tepat.
Perbandingan Praktik Diet Dan Gangguan Kognitif Ringan Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Perkotaan Dan Pedesaan Taufik Hidayat; Yusnaini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.276

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 adalah pandemi global yang diproyeksikan mencapai 7.079 kasus per 100.000 orang pada tahun 2030. Peningkatan ini dikaitkan dengan konsumsi lemak dan bumbu berlebihan, yang lebih umum di perkotaan. DM Tipe 2 juga berdampak pada kesehatan, termasuk gangguan kognitif ringan yang memengaruhi perhatian, bahasa, dan memori. Durasi DM Tipe 2 menjadi prediktor signifikan gangguan kognitif ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan praktik diet dan gangguan kognitif pada penderita DM Tipe 2 di perkotaan dan pedesaan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode komparatif dengan sampel dari masyarakat Kota Kutacane dan Desa Rumah Kampung usia 15-47 tahun yang telah diuji kadar glukosa darahnya. Praktik diet dinilai dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan gangguan kognitif diukur dengan skala MoCA. Analisis data dilakukan dengan uji t-test untuk melihat perbedaan antara dua kelompok. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam praktik diet dan tingkat gangguan kognitif ringan pada penderita DM Tipe 2 di Kota Kutacane dan Desa Rumah Kampung. Responden di Kota Kutacane memiliki praktik diet yang lebih bervariasi (rata-rata 5,63) dibandingkan dengan Desa Rumah Kampung (rata-rata 3,21). Uji t-test mengonfirmasi perbedaan ini dengan p-value < 0,05 untuk praktik diet (p=0,003) dan gangguan kognitif (p=0,010). Maka, disarankan agar tenaga kesehatan memberikan edukasi tentang pola makan sehat, pelatihan kognitif, dan aktivitas sosial untuk mendukung praktik diet dan fungsi kognitif yang lebih baik pada penderita DM Tipe 2.
Hubungan Sifat Kepribadian dengan Aktivitas Perawatan Diri pada Penderita DM Tipe 2 di Desa Natam Baru Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara Rohani; Sri Handayani; Yusnaini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.277

Abstract

Penurunan kualitas hidup signifikan dialami oleh penderita Diabetes Melitus Tipe 2 akibat perawatan diri yang kurang optimal. Aktivitas perawatan diri pasien DM Tipe 2 dapat menurunkan kadar glikemik darah. Sifat kepribadian menjadi faktor yang mempengaruhi perawatan diri penderita DM Tipe 2. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sifat kepribadian dengan aktivitas perawatan diri pada penderita DM Tipe 2 di Desa Natam Baru Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasi berdasarkan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh masyarakat di Desa Natam Baru dengan teknik pengambilan sampel penelitian yaitu random sampling berjumlah 120 responden . Alat pengumpulan data sifat kepribadian dievaluasi dengan Big Five Inventory dan aktivitas perawatan diri dinilai dengan Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden di Desa Natam Baru, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, memiliki sifat kepribadian tinggi pada dimensi keterbukaan, kesadaran, dan keramahan. Sebagian besar juga melaksanakan aktivitas perawatan diri dengan baik serta adanya hubungan signifikan antara kepribadian dan aktivitas perawatan diri dengan nilai p-value 0,029 (p < 0,05). Secara spesifik, dimensi keterbukaan (p=0,005), kesadaran (p=0,002), dan keramahan (p=0,013) menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan, sifat kepribadian, terutama kesadaran, keterbukaan, dan keramahan, berperan penting dalam mendorong aktivitas perawatan diri pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Oleh karena itu, intervensi kesehatan di Desa Natam Baru dapat dirancang dengan mempertimbangkan penguatan dimensi kepribadian untuk meningkatkan efektivitas program perawatan diri.